Sudah dibaca sebanyak 6434 kali

Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang sudah mengaplikasikan Water Injection dan merasakan manfaatnya pada mobil maupun motor. Banyak email maupun telepon yang menyatakan puas dengan Water Injection baik itu Stage-1 dan Stage-2.

keinginan untuk menyempurnakan semburan air agar lebih halus bahkan seperti uap terus dipikirkan. Berdiskusi dengan rekan saya (Raymond Stephen dari Art Ototechnics) sembari terus mencari solusi dengan berbagai uji coba. Antara lain mencoba mengganti jarum suntik dengan Nozzle yang biasa digunakan untuk penyemprot hama, dan memompakan air dengan menggunakan motor air kecil.

Dikarenakan tekanan air kurang besar, maka saya coba dengan ide seperti cara kerja lampu petromax atau kompor yang digunakan tukang nasi goreng keliling, yaitu dengan memberikan tekanan udara pada tabung penampung air. Udara bertekanan tersebut dipompa oleh pompa udara. Tekanan udara mendorong air melalui selang hingga menyembur melalui Nozzle. Hasilnya cukup baik. Pompa yang digunakan pada ide awalnya adalah menggunakan motor pompa dari klakson Stebel Nautilus. Namun ternyata debit udara yang dipompa kurang besar, sehingga untuk mengisi tabung air hingga tekanan tertentu cukup lama.

Untuk tabung air, ide rekan saya menggunakan tabung pompa air yang berbahan plastik. Pressure Switch dipasang pada tabung, berfungsi untuk menyalakan/mematikan pompa udara secara otomatis sesuai dengan tekanan udara yang diinginkan. Jadi apabila tekanan udara berkurang, pompa akan otomatis mengisi udara.

Secara lengkap saat itu komponen yang digunakan seperti foto berikut.

Kendala dengan Pompa Udara

Namun ternyata pompa udara dari klakson tersebut kurang kuat, sehingga dicoba oleh rekan saya dengan pompa untuk mengisi angin ban bertenaga Accu 12volt. Sayang sekali.. suaranya berisik sekali!.
Apabila Water Injection aktif untuk waktu yang cukup panjang, ternyata sering terjadi kekurangan tekanan udara. Akibatnya semburan air pada Nozzle menjadi kurang kuat, sehingga berdampak pada Pengkabutan yang buruk. Hingga apabila tekanan sangat rendah, hasilnya sama seperti saat memakai jarum suntik, air yang keluar berupa butiran-butiran air, bukan kabut air seperti yang diharapkan.
Sebagai informasi, umumnya injektor mesin membutuhkan tekanan sekitar 3BAR untuk dapat membuat bensin menjadi kabut. Kurang lebih sama untuk nozzle membuat air menjadi kabut. Tekanan 3BAR atau sekitar 43.5 PSI susah dicapai oleh metode pompa udara ini.

Menyerah dengan Pompa Udara, Kembali ke Pompa Air

Akhirnya rekan saya menemukan pompa air dengan tekanan yang cukup tinggi hingga diatas 100PSI !!

Sayang sekali voltase dari pompa air ini adalah 24 volt DC.
Hingga akhirnya ditemukan produk Inverter yang bisa merubah tegangan dari 12volt menjadi 24volt DC, diperoleh dengan harga kurang dari Rp.200ribu.

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Nah, dengan digunakannya tegangan 24Volt, justru akhirnya mendapat keuntungan lain, yaitu bisa menggunakan Solenoid Valve untuk industri yang umumnya menggunakan tegangan 24volt DC. Solenoid Valve industri ini mampu menahan tekanan tinggi.

Nozzle tetap digunakan, dipilih yang berukuran 0.3.

disambung dengan Fitting seperti ini

Untuk filter air, digunakan juga yang berbahan metal, disambung dengan One Way Valve dan Fitting.

Dikarenakan tekanan pompa air cukup tinggi, perlu juga untuk melihat besar tekanannya. Ditambahkanlah Pressure Gauge dan cabang T. Dengan demikian bisa terlihat tekanan air yang disalurkan ke Nozzle. Selain itu, juga bisa terdeteksi jika air di tanki sudah kosong, maka tekanan akan menunjukkan 0 (nol).

Jika pada Water Injection Stage-2 digunakan Falcon sebagai trigger untuk mengaktifkan Solenoid Valve, maka di Stage-3 ini saya dan rekan saya memilih untuk membuat trigger berdasarkan injakan pada pedal gas saja. Yaitu dengan memasang MicroSwitch pada pedal gas. Dengan demikian, saat pedal gas diinjak maka water injection akan bekerja.

Secara lengkap skema Water Injection Stage-3 ini sebagai berikut

Untuk komponennya sebagai berikut

Keterangan foto:
1. High Pressure Water Pump
2. L + Fitting (hose 6mm)
3. Nozzle (0.3)
4. Water Filter
5. One Way Valve
6. Fitting (hose 6mm)
7. Adapter
8. L – Fitting
9. MicroSwitch
10. High Pressure Water Solenoid Valve
11. Nylon Hose (6mm)

Apabila sulit ditemukan, bahan-bahan di atas dapat diganti dengan yang lain dengan fungsi yang hampir sama.

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Aplikasi Water Injection Stage-3..

Hasil pemasangan pada mesin mobil saya sebagai berikut:

Penempatan Pressure Gauge di dalam kabin masih belum mendapatkan posisi yang bagus. Untuk sementara ditaruh di dekat Panel Dashboard di depan Steer.

Posisi Nozzle pada intake manifold…

Hasil semburan Water Injection Stage-3 ini sangat memuaskan, air yang disemprotkan sama seperti injector menyemprotkan bensin. Kabut Sempurna!

Hmm…

Sebenarnya akan lebih baik apabila Nozzle dipasangkan pada Throttle Body Spacer, sehingga tidak perlu melubangi Intake Manifold.

Berikut foto lain yang memperlihatkan Water Injection Stage-3 diaplikasikan pada mobil Mitsubishi Lancer GLXi

Dengan menggunakan Water Injection, maka timing pengapian dapat dibuat lebih maju untuk mendapatkan performance lebih baik, tanpa gejala ngelitik sekalipun dengan bensin premium.

Hasil semburan Nozzlenya seperti ini:

Perkiraan harga untuk komponen yang digunakan:

Water Pump : 400ribu (120 PSI), 300ribu (80 PSI)
Solenoid 24V : 150ribu
Inverter 12V to 24V : 180ribu
Pressure Gauge : 80ribu
Pernak pernik (nozzle, selang, fitting, filter, dsb) : sekitar 300ribu

Thanks buat ART Ototechnics yang banyak membantu mengembangkan Utak-Atik Water Injection ini.

Semoga artikel ini bermanfaat!

=Apakah Water Injection itu? silahkan baca:
Water Injection Stage-1
dan Water Injection Stage-2