.

 

Toet Toeet… Sirene Palsu

sirenepalsu-00

Di suatu pagi dalam kondisi lalu lintas sangat padat, diperlukan tingkat pengendalian diri untuk tetap bersabar dan tertib di jalan, sekalipun kondisi macet. Namun ada saja yang kemudian meramaikan suasana tersebut, TOOT TOOOT… TOOT TOOOT.. DWUIIIIIIIOUT.. TOOT TOOOT…

Wah, secara refleks mata mengarah ke kaca spion untuk melihat pada jalur mana mobil polisi itu melintas, sehingga kita bisa memberi ruang gerak buat sang Bapak Polisi yang pastinya sedang bertugas demi kepentingan kita bersama. Beberapa mobil di depan dan dibelakang mobil saya juga berusaha memberikan ruang gerak dengan penuh pengertian.

Namun tiba2 … BAH!!!.. yang melintas ternyata bukanlah Bapak Polisi yang sedang bertugas, melainkan mobil rakyat jelata biasa yang memasang lightbar dan sirene di atas mobilnya, dengan lampu menyala-nyala berkedip biru… lagi-lagi… BAH!
Beberapa mobil yang tadi memberi ruang gerak sepertinya merasakan hal yang sama dongkolnya, umpatan terdengar melalui suara klakson tanda tidak suka atas tindakan arogan mobil tersebut.

Semakin hari, semakin banyak mobil yang memasang sirene ala polisi tersebut, lightbar sama persis dengan polisi polsek, dan sebagainya.
Wuiih…… gagah ga sih?

Menjadi petugas / polisi / pihak berwenang yang dihormati dan disegani oleh banyak orang memang suatu yang membanggakan.
Namun apabila kita bukan seorang petugas / polisi / pihak berwenang yang berhak memasang sirene / lightbar / rotator / strobobar , baiknya ya tidak perlu pasang. Sebab sikap masyarakat yang akan terjadi cenderung sebaliknya.


Tidak main-main, ada 2 Peraturan Pemerintah yang mengatur soal ini, yaitu PP43/1993 dan PP44/1994. Bahkan Polri sudah mengeluarkan Surat Edaran untuk menertibkan Sirene, Lightbar dan sebagainya. (Baca Surat Edaran di bawah).

Kenyataannya memang perangkat sirene, lightbar, rotatorlight, strobolight, dsb yang merupakan perlengkapan kendaraan khusus tersebut bisa ditemukan di toko asesoris kendaraan. Pihak yang berwenangpun menjadi langganan toko-toko tersebut untuk melengkapi armada operasionalnya. Tanpa mereka (toko penjual asesoris), mungkin akan menyusahkan pihak yang berwenang, misalnya: puskesmas swadaya yang akan melengkapi ambulans nya dengan lampu rotator, dan sebagainya.

Sayang sekali belum ada kebijakan untuk menertibkan siapa saja yang boleh membeli perlengkapan isyarat tersebut. Jadi akhirnya ya seperti sekarang, banyak mobil bahkan motor ber-sirene atau lightbar bergaya bak ‘orang penting’ seakan memiliki hak lebih dalam menggunakan jalan ketika perangkat itu dinyalakannya.


Tidak menutup mata, klub-klub otomotif juga seakan dengan gagahnya melengkapi pasukan konvoi-nya dengan perangkat isyarat tersebut. Kelompok masyarakat, partai politik, dan lainnya yang sebenarnya tidak memiliki hak atas penggunaan perangkat tersebut kini sangat marak.

Lagi-lagi sayang, pemerintah melalui aparatnya belum secara gencar menggelegar untuk menertibkan hal tersebut. Bahkan organisasi besar otomotif Indonesia seharusnya juga memberi sosialisasi tentang hal ini.
Media elektronik juga belum tergugah untuk membuat acara layanan masyarakat untuk mensosialiasikan hal-hal yang berkaitan dengan ketertiban lalu lintas dan sebagainya sebagai bentuk usaha edukasi bagi masyarakat.

Yang terjadi di masyarakat pengguna jalan adalah, mereka menjadi skeptis dengan isyarat sirene ataupun lightbar, begitu ada bunyi sirene di jalan, hingga supir angkotpun langsung berkata sinis, pasti bukan polisi, pasti bukan ambulans, pasti bukan….. dst. Sehingga mereka tidak lagi memberi jalan atau ruang gerak kepada yang berkepentingan mendesak tersebut.

Bayangkan apabila ada anggota keluarga dekat kita yang sedang dibantu dengan mobil polisi atau ambulans di antar ke rumah sakit (UGD), namun kita tidak diberi jalan lantaran masyarakat pengguna jalan sudah bersikap seperti di atas. Wah… amit-amit… jangan sampai demikian.

Langkah yang mungkin masih diperbolehkan oleh pihak berwajib adalah dengan membungkus / menyarungkan lightbar tersebut.

Melalui tulisan ini, saya tidak bermaksud mendiskreditkan suatu klub, golongan, bahkan pribadi tertentu. Namun sebaliknya tulisan ini bermaksud menghimbau untuk bersama-sama menjadi rakyat biasa yang sama haknya di jalan, patuh tata tertib lalu lintas, dan menghormati hukum yang berlaku demi kepentingan bersama.
Foto-foto di atas tidak dimaksudkan untuk mewakili suatu golongan atau kelompok atau komunitas bahkan pribadi, namun secara kebetulan saja yang ditemukan penulis di jalan.
Sekali lagi, tulisan ini merupakan ajakan ke arah yang lebih baik bagi kepentingan bersama sebagai sesuatu yang harus di kedepankan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Syukurlah ada klub-klub mobil dan motor yang secara tegas melarang anggotanya memasang perangkat-perangkat tersebut, sekalipun saat melakukan konvoi.

Untuk melengkapi tulisan ini, di bawah saya sertakan bunyi pasal-pasal yang mengatur mengenai penggunaan Sirene maupun lampu-lampu isyarat, untuk versi lengkapnya juga bisa di download dalam format Ms.Word Document.

Jabat erat, salam damai selalu di jalan!

Surat Edaran

Sehubungan dengan adanya operasi Patuh 2005, dan sedang dilakukannya penertiban penggunaan sirene & Lampu Rotator, untuk teman teman yang memasang di kendaraannya mohon dapat di cermati dan di antisipasi dan semoga bermanfaat, berikut surat Bapak Kapolda Irjen Drs Firman Gani.
=============================

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH METROPOLITAN JAKARTA RAYA DAN SEKITARNYA
Jl. Jend Sudirman No.55 Jakarta Selatan 12190

No.Pol : B17173/X/2005/Datro Jakarta 31 Oktober 2005
Klasifikasi : BIASA
Lampiran : –
Perihal : Ketentuan Penggunaan Siriene dan Rotator

1.Rujukan :
a. Peraturan Pemerintah No.43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas
Jalan
b. Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi

2. Bahwa belakangan ini ada kecenderungan penyalahgunaan dan pemasangan
Lampu Rotator dan Sirine pada kendaraan bermotor yang tidak berhak, maka
bersama ini disampaikan ketentuan penggunaan dan Pemasangan Lampu Rotator
dan Sirine yang diatur sebagai berikut :

Isyarat peringatan dengan Bunyi yang berupa Sirine sesuai pasal 72 PP No.43
Tahun 1993 hanya dapat digunakan oleh :

a. Kendaraan Pemadam Kebakaran yang sedang melaksanakan tugas termasuk
kendaraan yang diperbantukan untuk keperluan Pemadam Kebakaran.
b. Ambulan yang sedang mengangkut orang sakit.
c. Kendaraan Jenazah yang sedang mengangkut Jenazah.
d. Kendaraan Petugas Penegak Hukum Tertentu yang sedang melaksanakan
tugas.
e. Kendaraan Petugas Pengawal Kepala Negara atau Pemerintahan Asing yang
menjadi Tamu Negara.

Peringatan Bunyi berupa Sirine sesuai Pasal 75 PP No.44 Tahun 1993 hanya boleh
dipasang pada kendaraan bermotor :

a. Petugas Penegak Hukum Tertentu
b. Dinas Pemadam Kebakaran
c. Penanggulangan Bencana
d. Ambulance
e. Unit Palang Merah
f. Mobil Jenazah

Lampu Isyarat Berwarna Biru sesuai Pasal 66 PP No.44 Tahun 1993 hanya boleh
dipasang pada kendaraan bermotor :

a. Petugas Penegak Hukum Tertentu
b. Dinas Pemadam Kebakaran
c. Penanggulangan Bencana
d. Ambulance
e. Unit Palang Merah
f. Mobil Jenazah

Lampu Isyarat Berwarna Kuning sesuai Pasal 67 PP No.44 Tahun 1993 hanya
boleh dipasang pada kendaraan bermotor :

a. Untuk membangun, merawat atau membersihkan fasilitas umum.
b. Untuk menderek kendaraan.
c. Pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan
beracun, peti kemas dan alat berat.
d. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan
untuk dioperasikan di jalan.
e. Milik Instansi Pemerintah yang dipergunakan dalam rangka keamanan barang
yang diangkut.

3. Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, dalam rangka menciptakan
ketertiban penggunaan lampu rotator dan sirine maka bersama ini kami mohon
bantuan penyampaian informasi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak
menggunakan dan memasang Lampu Rotator dan Sirine pada kendaraan bermotor
yang tidak berhak.

4. Terhadap Pelanggaran ketentuan Peringatan dengan Bunyi dan Sinar sesuai Pasal
61 ayat 1 UU No.14 Tahun 1992 dipidana dengan Pidana Kurungan paling lama
1 bulan dan denda setinggi tingginya Rp.1.000.000,- (Satu Juta Rupiah)

5. Demikian untuk menjadi maklum dan atas bantuannya diucapkan terima kasih.
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH METRO JAYA

Drs. FRIMAN GANI
INSPEKTUR JENDERAL POLISI
Tembusan :
1. Kapolri
2. Dir Lantas Polri
Sumber: http://www.lantas.metro.polri.go.id/org/index.php?id=2

Download Referensi PP.
PP 43/1993 – Prasarana Dan Lalu Lintas Jalan

PP 44/1993 – Kendaraan Dan Pengemudi

P 43/1993
Prasarana Dan Lalu Lintas Jalan, Oleh:presiden Republik Indonesia.
Nomor:43 Tahun 1993 (43/1993), Tanggal:14 Juli 1993 (jakarta)

(sub Peringatan Dengan Bunyi)
Pasal 72
Isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa sirene hanya dapat digunakan oleh :
a. kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas termasuk kendaraan yang diperbantukan untuk
keperluan pemadaman kebakaran;
b. ambulans yang sedang mengangkut orang sakit;
c. kendaraan jenazah yang sedang mengangkut jenazah;
d. kendaraan petugas penegak hukum tertentu yang sedang melaksanakan tugas;
e. kendaraan petugas pengawal kendaraan kepala negara atau pemerintah asing yang menjadi tamu negara.

PP 44/1993
Kendaraan Dan Pengemudi, Oleh:presiden Republik Indonesia.
Nomor:44 Tahun 1993 (44/1993), Tanggal:14 Juli 1993 (jakarta)

Pasal 65
Dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta berlaku atau kereta tempelan yang menyinarkan :
a.cahaya kelap-kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya;
b.cahaya berwarna merah ke arah depan;
c.cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.

Pasal 66
Lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a.petugas penegak hukum tertentu;
b.dinas pemadam kebakaran;
c.penanggulangan bencana;
d.ambulans;
e.unit palang merah;
f.mobil jenazah.

asal 67
Lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a.untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum;
b.untuk menderek kendaraan;
c.pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat;
d.yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan di jalan;
e.milik instansi pemerintah yang dipergunakan dalam rangka keamanan barang yang diangkut.

Pasal 75
Peringatan bunyi berupa sirena hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a.petugas penegak hukum tertentu;
b.dinas pemadam kebakaran;
c.penanggulangan bencana;
d.kendaraan ambulans;
e.unit palang merah;
f.mobil jenazah.

119 Responses to Toet Toeet… Sirene Palsu

  1. fuji says:

    Maaf…berbagi cerita saja. Saat anak saya sakit dan kondisi sangatlah darurat, saya naik motor membawa anak saya ke rumah sakit, memang jarak rumah sakit dengan rumah saya cukup dibilang deket, hanya 15 menit.
    Disini hal saya tidak suka dengan ( maaf ) aparat jalan, disaat darurat saya harus cepat cepat membawa ke rumah sakit, tetapi di jalan sedang ada rombongan pengawalan.jalannya pelan sehingga jalanan ramai..saya ijin dengan klakson motor standar untuk mendahului satu dua tiga motor warga sipil mau memberikan jalan, saat sampai depan saya klakson lagi ijin dengan pak pengawal sambil menunjukan anak saya sakit. Tapi pak pengawal pura pura tidak dengar, ya saya berlalu saja. Setelah 100 meter saya di berhentikan pak pengawal yg lain dia bilang ” kamu gak lihat apa ada pengawalan “. Saya menjawab ” kan saya sudah ijin klakson saya mau mendahului pak, anak saya sedang sakit kondisi sudah pucat pak harus buru buru ke rumah sakit “. Pak pengawal bicara dengan nada lantang ” bukan urusan saya anak kamu ini yang sakit “… saya jawab dengan pelan dan sambil berlalu ” oke semoga keluarga bapak sehat terus pak “…. saya langsung ngebut buru buru sampai ke rumah sakit. Dan saat itu juga saya ganti klakson yang lebih kencang dari sirine polisi dengan tujuan agar di dengar pengendara berseragam rompi hijau.

  2. Mr. X says:

    Salam hangat untuk semuanya, saya merupakan member dari salah satu komunitas motor di bekasi, untuk masalah yg satu ini, saya dan juga komunitas motor saya tidak munafik bahwasannya banyak yg menggunakan strobo dan lampu sirine. Untuk saya pribadi memang awalnya ikut2an masang aksesoris tersebut, memang ada kesan menyombongkan diri ketika riding menggunakan aksesoris tersebut, makin kesini saya dan teman2 lainnya menyadari adanya ketidakpuasan serta ketidaksenangan dari masyarakat atas sikap arogan kami yg terkadang suka bertindak seakan ‘kami adalah raja jalanan’, dari pengalaman tersebut akhirnya saya dan teman2 mengerti untuk saling menghormati sesama pengguna jalan raya, tidak ada lagi menggunakan sirine dan strobo dengan seenaknya/sembarangan, bersikap lebih sopan, rapih serta tidak mengganggu pengemudi lain ketika konvoi. Namun jika dikatakan penggunaan sirine dan strobo itu tidak ada gunanya, menurut saya itu salah, karena jujur saya pun masih menggunakan aksesoris tersebut sampai skrg di motor saya, namun dengan komitmen untuk menggunakannya dengan ‘SEPERLUNYA’, tidak seenaknya saja membunyikan sirine di jalan raya. Yg pertama, saya hanya membunyikan sirine ketika banyak angkot/bus/taksi yg berhenti sembarangan dan seenaknya yg menimbulkan kemacetan. Yg kedua ketika sedang turing ke luar kota pada malam hari, sirine dan strobo ini sangat bermanfaat bagi saya, karena sepengalaman saya, truk2/kendaraan besar terkadang tidak menghiraukan ada pengendara motor yg hendak menyalipnya, maka dengan adanya strobo dan sirine ini dapat menarik perhatian supir truk untuk memberi jalan beberapa saat saja, dibanding menggunakan klakson yg biasanya supir truk juga sering menghiraukannya. Ketiga, dapat membantu orang lain dalam keadaan darurat, dulu dalam perjalanan saya menuju kampus,saya bertemu dengan mobil pick up yg sedang membawa ibu2 yg ingin melahirkan, akhirnya saya berinisiatif untuk mengawal mobil tersebut sampai kerumah sakit. Dan lain sebagainya manfaat yg saya rasakan dari sirine dan strobo ini. Kalo masalah peraturan pemerintah mengenai hak penggunaan sirine dan strobo, jujur kalo dari saya memang sedikit menyeleweng, karena saya beranggapan bahwa peraturan mengenai apapun yg ada dijalan raya bukan untuk dipatuhi di depan petugas saja, melainkan untuk dimengerti sehingga dapat tercipta rasa aman dan tertib di jalan raya. Ini hanya sekedar dari pendapat saya, mohon maaf jika ada kekeliruan dan perbedaan pendapat :)

  3. No Name says:

    Maaf, soal ini tidak begitu memprihatinkan, tetapi soal korupsi yang semakin merajalela itulah yang harus ditindak lanjuti.

  4. Paijo says:

    Saya netral saja, klo punya duit dan hoby ya pasang. Mengingat skrg sdh hukum rimba yg berlaku! Mau mengandalkan hukum? Ya silahkan ujung2nya juga duit yg bicara. Intinya money can buy anything.

  5. lericc says:

    Kalau ditertibkan, ga ada pemasukan buat oknum Polisi, gitu aja repot mas.. masih kaku aja :)

    Semua hal yang merugikan di negara ini pun bisa jadi sumber pemasukan untuk oknum-oknum tertentu..

    Jadi sangat kompleks, mau sangat tegas ya nantinya dilindungi oleh pasal anu anu yang akhirnya si bersalah ini pun akhirnya bisa tidak bersalah, karena semua BERKEPENTINGAN :)

    Kesimpulannya? Hukum tinggalah Hukum, Pasal tinggalah Pasal…

  6. askar kartiwa says:

    itu namanya pemborosan BBM, maklum lah negara ini banyak sekali keanehannya

  7. James says:

    Pasal ini yang bisa disalahgunakan: d. Kendaraan Petugas Penegak Hukum TERTENTU yang sedang melaksanakan tugas. —> Tertentunya siapa saja? Petugas dari instansi mana saja? Tugas apa saja?

  8. pp says:

    karena hukum di indo msh semrawut jadi menurutku pemasangan sirbo (sirine & strobo) terserah mereka yang mau memasangnya. penjual ada barang pembeli ada uang, sah-sah saja kan? kasus ini sebenernya sama halnya dengan kasus knalpot brong/racing. apakah benar pemakaian knalpot racing sehari2 dijalan? yg notabene sebenarnya knalpot2 itu hanya dipakai di ajang race? cuma bikin tuli diri sendiri dan orang lain. karena intensitas suara knalpot racing > 12o dB yg merupakan ambang batas pendengaran manusia. nah kembali ke penggunaan sirbo menurutku terserah mereka, “asal” DIPERGUNAKAN SESUAI PADA TEMPATNYA DAN WAKTUNYA. kebetulan saya juga gabung dalam salah satu club motor. saya juga memasang sirine, tapi saya pun sadar kapan harus pake tuh sirine dan suara sirine juga sudah saya rubah. suara horn hampir seperti klakson kebanyakan hanya karna pakai TOA jd bs lebih kenceng, kenapa? berguna saat kita akan menyalip bus2 dan truk2 besar. suara sirine panjang tetap saya pertahankan, kenapa? tidak jarang ketika solo touring pas ada ambulans lewat dr belakang, saya tahu jadi saya kasih jalan tapi tidak begitu dg pengendara2 didepan (seperti tulisan diatas banyak pengendara lain yg skrg acuh pada bunyi sirine pdhl itu ambulans) nah disini sirine saya berguna. saya bantu buka jalan (karena naik motor jd bisa nyempil2). tapi bukan berarti setelah itu saya ngintil. setelah jalan sepi saya suruh lewat lagi. so, semua itu tergantung sama pemakainya. be smart driver and rider. :)

    • Bluerose says:

      Smart bukan berarti menghalalkan segala cara bro. Emang benar hukum di Indonesia semrawut, tapi “hukum” adalah “hukum”, jangan dibuat seperti permainan, apalagi anda adalah anggota komunitas yang notabene lebih tahu aturan lalu lintas dan Safety Riding. Btw Salam kenal Bro :D

  9. sudir says:

    pendapat anda saya setuju. memang benar kalau light bar dan rotary lamp
    di pasang di atas mobil,. layaknya seorang petugas…. memang bikin gondok. udah macet..kita kasih kesempatan lewat….eeee yang lewat..kendaraan mau ke pasar,… jengkueeeeeeeeeellllllllll buangeeet..rasanya. namun di sisi lain , saja juga hobi pernak pernik lampu.. namun dari led. hanya saja.. lampu led tadi saya pasang ikut kontrol lampu malam dan terpasang ikut berputar di dalam velg roda. kalau dari belakang mah tidak terlihat. paling kelihatan jika dari samping. di samping saya fungsikan sebagai lampu senja(lampu malam), juga lampu led dalam velg roda juga berfungsi sebagai lampu send.dan ada satu lagi….saja kebetulan di kasih juga sama teman lampu rotary dgn dop merah. lampu saya pasang sebagai lampu rem. posisi lampu terpasang di bagian dalam (ada di dalam mobil). mobil saya jenis sedan… maaf ya bung…. saya awam aturan ini…. masuk aturan yang mana saya ini ya bung…. mohon sarannya. tanks.. by sudir nusakambangan.

  10. sudir says:

    pendapat anda saya setuju. memang benar kalau light bar dan rotary lamp
    di pasang di atas mobil. layaknya seorang petugas. memang bikin gondok. udah macet..kita kasih kesempatan lewat….eeee yang lewat..kendaraan mau ke pasar,… jengkueeeeeeeeeellllllllll buangeeet..rasanya. namun di sisi lain , saja juga hobi pernak pernik lampu.. namun dari led. hanya saja.. lampu led tadi saya pasang ikut kontrol lampu malam dan terpasang ikut berputar di dalam velg roda. kalau dari belakang mah tidak terlihat. paling kelihatan jika dari samping. di samping saya fungsikan sebagai lampu senja(lampu malam), juga lampu led dalam velg roda juga berfungsi sebagai lampu send.dan ada satu lagi….saja kebetulan di kasih juga sama teman lampu rotary dgn dop merah. lampu saya pasang sebagai lampu rem. posisi lampu terpasang di bagian dalam (ada di dalam mobil). mobil saya jenis sedan… maaf ya bung…. saya awam aturan ini…. masuk aturan yang mana saya ini ya bung…. mohon sarannya. tanks.. by sudir nusakambangan.

  11. ini yang aku butuhkan, lengkap, ijin copas untuk di repost di blog saya ya mas

  12. juvent says:

    Memang benar strobo lightbar,sirine, rotator,dll tidak bisa digunakan sembarangan,apalagi demi kepentingan pribadi. Setahu saya, selain pihak yang berwenang seperti polisi dan lainnya, kita juga bisa menggunakan alat2 tersebut namun jika sudah memiliki lisensi BM yang bisa didapat dari pelatihan lalu lintas seperti yang beberapa teman saya dapat dari IMI (Ikatan Motor Indonesia).ada juga yang memang dari pabrikannya,motor tersebut sudah dilengkapi sirine dan lampu-lampu strobo(seperti motor-motor Harley Davidson).Ada yang menjadi Forider atau yang biasa mengawal ambulans, ada juga yang menjadi tour rider (yang membuka jalan kalau lagi touring). Mereka mengerti fungsi-fungsi dari alat-alat tersebut (sirine,lightbar,rotator,dll),karna masing-masing dari alat-alat tersebut mempunyai arti dalam fungsinya. Namun yang menjadi permasalahan adalah banyak orang-orang atau pengendara-pengendara baik motor ataupun mobil memasang atribut dan alat-alat tersebut dan menggunakannya tidak pada situasi dan kondisi yang tidak semestinya dalam ketidaktahuan mereka. Terima kasih ,saya hanya ingin menambahkan dan saya sangat setuju dengan artikel ini.

  13. Jojo says:

    Saya seorang pengendara motor dan mobil, saya juga mengikuti sebuah komunitas sepeda motor satu varian yang memiliki peraturan tegas untuk mematuhi semua peraturan dari kepolisian termasuk MELARANG memasang strobo, sirine, dan sejenisnya pada kendaraan semua membernya, serta menghormati pengguna jalan lain ketika sedang konvoi, rolling, dan touring tanpa mengabaikan keselamatan rombongan. Saya setuju dengan artikel ini, kita tidak perlu menggunakan alat2 darurat yang telah dijelaskan di artikel karena sudah jelas hukumnya. Saya masih bingung kenapa masih ada orang yang menganggap “sah-sah saja”. Kalaupun lagi kepepet, cukup ganti klakson motor dengan yang lebih gede, pasti semua orang pun akan sadar dengan keberadaan kita dan memberikan jalan ketika kita sambil memintanya dengan sopan.

    Sumber: pengalaman pribadi

  14. Siyahnur says:

    Ya kalau menurut ane ma tergantung penggunaannya ajah. Kalau memang dalam kondisi mendesak atau pas lagi konvoi turing saya rasa koq ya sah2 aja…

  15. tmn nya unyil says:

    bahaha..mau rapi mau orari mojok jala trus…naek 2/turun 2,,bahaha….piss om

  16. Jadoel says:

    Sy stuju dg yg ini, mr. koreng. Krn terlalu semrautnya lalin perkotaan (terutama jkt) sehingga ada org2 yg memang dlm keadaan darurat n gawat sdh mencoba minta izin jalan aka prioritas dg hazard/klakson, tp gak dapt perhatian (gak mungkin kan teriak2 dr dlm mobil). Akhirnya dg inisiatif sendiri butuh aksesoris semacam strobo, lightbar, sirine (dan semacamnya).
    Kita yg baca artikel tdk perlu terlalu sinis, sang penulis artikel jg jangan terlalu sinis dong dg pengalaman pribadinya, hehe, peace gan.
    Kadang kita perlu menolong org lain dg mobil pribadi kita entah anggota keluarga, tetangga yg akan melahirkan, sakit keras dan darurat or menolong korban kecelekaan. Yg perlu ditata lagi adalah perizinan penggunaan alat2 tsb (tdk skedar aksesoris), krn memang petugas yg berwewenang juga tdk dpt tertib.
    Yg mau or dah pasang aksesoris tsb di mobil/motornya cuma krn mau gagah2-an ya tolong dievaluasi niatnya ya.

  17. 016 says:

    sah sah ajah…
    mank gw beli pake duit nenek lu..!!

    maka na kl gak mau liat orang nyalain strobo ato sirene..
    kl liat rombongan mau lewat kasiih jalan..jgn ego jugaa kaleeeee..!!

    btw mana nii cara rangkayan bikin sirene palsu..??

  18. callsigner ORARI says:

    Setuju.Pengguna radkom harus berizin biar ga ganggu aparat dan yang berijin(RAPI dan ORARI).Klo sirine sah2 aja menurut saya,selagi darurat dan perlu.Saya jg pakai strobo dan sirine dimotor karena saya anggota Rescue dan sering bekerja bersama Patwal dan DLLAJ dalam pengamanan arus lalin(terutama saat arus mudik dan hari2 besar).

    • tbd says:

      ahh.. mo rapi kek, orari kek tetep aja sama2 briker, ujung2na mah nggosip2 juuga ;p

      tp klo masalah sirine sih, saya stuju bgt ama bung saft.. tertibkan!
      kadang petugas/oknum juga seenaknya nyalain sirine

  19. Ajis says:

    .jgn pakek sirine,,,
    .jgn pakek lampu polisi,,,
    .pakek senter 1 led + ngomong: permisi bapak2, ibu2, mas2, mbak2, om2, tante2, numpang lewat ye,,,
    .mdh2an lewat tp bebas sumpah serapah,,,

  20. hendra tlc says:

    motor saya pakai strobo, setiap pulang malam saya nyalakan karena melewati daerah rawan (biar dikira polisi) hasilnya saya aman sampai dirumah. jadi merurut saya pemakaian strobo atau sirine boleh-boleh saja apalagi pada saat yang dibutuhkan karena gak semua daerah rawan ada polisinya….
    karena saya belum punya sirine boleh dong email rengkaian sirine jadi saya bisa pasang…dan yang pasti digunakan seperlunya…

    • raffi says:

      w pake sirene buat emergency. tu pun pabila saat yang sangat genting….
      w harus assesment bencana di kota w….
      penggunaan harus dengan tanggung jawab dan sadar huku pula…

    • prihatin banget says:

      Nah yang begini ini masyarakat yang EGO nya masih tinggi… kalo semua orang selalu berpikir begini.. lama-lama pasang aja semuanya.. suatu saat ente sendiri yang susah pas lagi kena musibah…

    • LJ says:

      maaf…menurut saya..kalo semua orang mempunyai pikiran seperti anda..bisa2 dijalanan akan ada banyak pemakai jalan yg menggunakan sirine dan strobo……

    • Ranggatohjaya says:

      Lama2 pejalan kaki juga bawa sirine ama strobo..
      Wakakakakak

  21. damebrol says:

    Orang yg pasang sirene menyusahkan orang lain, hidup nyusahin orang lain, mati susahin orang lian…

  22. jack says:

    aku mau beli/pasang di vw kodok…, yakin gak akan dikira aparat..hehehe

  23. roi says:

    Emang GOBLOK… orang2 yang masang sirene seenaknya aja…. mereka ga pernah makan bangku sekolah kali… benci gue ama mobil ato motor2 tolol yang bunyiin sirene sok gagah2an… apalagi orang2 kampung yang konvoi motor make jalan seenaknya…

  24. wawan says:

    si roni goblog mana kok ga muncul lagi?

  25. tyo says:

    mas tanya,
    kalo yang memasang rotator adalah mobil seorang dokter gimana ?
    masalahnya mobil kakak saya memasangnya. katanya sih, kalo dadakan ada panggilan rumah sakit untuk melaksanakan operasi..
    terima kasih atas jawabannya…..

  26. siediks says:

    Setuju banget untuk di tertipkan…saya merasa club otomotif jika masih menggunakan alat spt ini sama saja club otomotif perusak ahlak anggota…bubar saja..kalau tak bisa memberikan contoh teladan ke masyarakat..salam otomotif

  27. 7064 KU says:

    saya pasang lampu lightbar warna kuning di atas mobil saya..tetapi saya bungkus pakai sarung. dan selama lebih dari satu tahun ini belum pernah saya pakai, walaupun saat genting sekalipun. padahal pernah saya pada waktu berkendara keluar kota pada malam hari, mendadak kejang2 pada saat menyetir dan perlu segera untuk ke rumah sakit tetapi saya tidak menyalakan sirene dan lampu rotator.. Alhamdulillah saya bisa sampai di rumah sakit dengan selamat tanpa mengganggu kepentingan orang banyak.. jadi kesimpulan saya pelanggaran penggunaan sirene dan rotator itu tergantung dari ahlak dari masing masing orang. lebih baik memasang lampu lightbar hanya untuk aksesoris mobil saja tanpa perlu membunyikan dan menyalakannya… ( kecuali menyangkut nyawa seseorang )wassalam…

  28. fernando says:

    ya,kalo menurut sy it sah-sah saja selama dalam penggunaan lampu sirine it dalam keadaan darurat seperti bila ad perampokan d jalan gt…hahahaha

  29. Andri says:

    Saya juga setuju jika pemakai rotator atau sirene sembarangan di tindak tapi ada syaratnya yaitu semua pelanggar jalan raya harus ditangkap tanpa pandang bulu termasuk para angkot yang jelas jelas membuat kemacetan. Kenapa? karena semua orang berhak memakai jalan dengan nyaman. Saya sering kali membunyikan klakson di lampu merah grogol arah ke daan mogot, kebanyakan angkutan umum disana ngetem di lampu merah, padahal di samping merah merah tersebut ada PosPol yang berjarak tidak lebih dari 50 meter. Para anggota di sana hanya jam tertentu saja mengusir angkot yang ngetem disana selebihnya mereka terlihat cuex bebex, nah giliran mobil pribadi yang salah langsung mereka kejar. Dari sana saya ambil kesimpulan, mereka terpaksa memasang atribut Polisi karena jengkel terhadap ulah para angkot dan oknum yang menyebabkan kemacetan itu terjadi. Siapa sich yang gak kesel klo macet di biarinin aja??? Jalan keluarnya??? Ya, melanggar peraturan juga, karena si pelanggar utama di biarkan maka terjadilah pelanggaran pelanggaran yang berikutnya. Terima kasih…

  30. Joker says:

    Harus dilihat Sikonnya Coba Kita lihat kebanyakan korban yang meninggal adalah orang kecil / Penguna motor sah – sah aja motor di kasih sirine biar yang gede dengerin yang kecil.

  31. jaav says:

    Oi penulis goblok!smua tuh y tgantung kondisinya!klo emang genting ya sah sah aja pake sirine!tuh pemikiran loe yg kolot tuh perbaiki!open minded dikit dunk!g smua org masang sirine tuh salah!tgantung penggunaanyaa <= yg kolot sebenernya siapa atau pura² kolot jadinya begini…
    ha…haa lucu aja klo baca yg ini

    trus klo semua orang beranggapan semua urusannya genting gimana coba..?

    apa harus setiap kendaraan roda 2 or roda 4 pake sirine, siapa yg bakalan minggir coba..? coba klo berbicara ya pake otak jangan pake maunnya sendiri aja ya “mas,om, dll”

  32. wiratmo says:

    Saya juga bingung,bingung gmn biar polisi bisa “kerja”,apa harus pakai metode “bagi hasil ya”?.namun Alhamdulillah masih ada yang peduli,menebar kebaikan kok masih ada yang ngelarang.Bagi yang menentang,punya kesulitan dengan daya cerna otak atau dapat “bagi hasil” dari SETAN untuk menguji kesabaran manusia. Thanks Mas,mari bersama kita wujudkan ketertiban untuk kebaikan bersama.

  33. Pascal says:

    Light Bar ????
    Kenapa Light Bar saja diributkan …. banyak aturan yang sebenarnya juga diterjang oleh orang-orang yang tidak berhak ; contoh : Penggunaan Alat Komunikasi ( radkom ) itu pun yang jelas2 harus berijin kenapa yang Light Bar yang belum punya kode etik / harus berijin diributkan ??
    Mari kita cermati, kenapa masyarakat kita sulit bila diajak untuk tertib dan disiplin ??

  34. lestari says:

    # Roni Says:
    Oi penulis goblok!smua tuh y tgantung kondisinya!klo emang genting ya sah sah aja pake sirine!tuh pemikiran loe yg kolot tuh perbaiki!open minded dikit dunk!g smua org masang sirine tuh salah!tgantung penggunaanyaa

    hebat juga Lu…!
    udah tau salah, masih ngeles juga…
    sekarang kemanain ni orangnya?
    koq ngilang tanpa jejak?
    inilah ciri2 pengendara tipe Nomer 2; alias : kalo emang dalam kondisi genting (kebelet boker/kencing/ML) ya sah2 aja pake lampu gituan…

    buat Mas Saft, tenkyu banget nih buat infonya….

  35. bakt says:

    gimana kalo semua orang punya strobo dan sirene di tiap kendaraannya? apa ya mereka bisa tertib memakenya? lha masang saja sudah melanggar aturan. ntar ada ambulance beneran butuh jalan malah gak dikasih, dikira mobil yg dicat dan dipasang stiker ambulance biar orang2 nyingkir . . :P
    repot amat sih ya kalo disuruh tertib, lha sebenernya juga buat kepentingan bersama. tahan dirilah untuk tidak ikut2an walupun ada saja yg sebenernya bermaksud baik. tapi itulah sebernya peraturan dibikin emang untuk kepentingan bersama.

    • LJ says:

      setuju dengan pendapat anda…….sudah dilarang untuk dipasang ajah dilanggar..apalagi kalo udah dipasang…pasti ada keingininan buat pamer……

  36. Niko Atmaja says:

    Bagaimana dengan motor yang mengganti lampu merah belakang dengan putih? itu juga bikin silau mata tuh…
    koq polisi gaq menindak yah?

    • LJ says:

      kayaknya salah kamar deh….alias out of topic…..yang lagi dibahas kan sirine dan strobo……

  37. Dandi says:

    setuju… tpi kya instansi yang berwenang santai aja dengan adanya pelanggaran di lapangan… lagian dendanya kurang tinggi di bandingkan harga sirenenya..

  38. Goro says:

    gw stuju klo penggunaan strobo ato toa utk ga penting itu ga blh (utk spy mobil2 pribadi pd minggit), tp misal klo utk angkot2 yg ngetem jk kita klakson beberapa x tetep ga jalan apa blh kita gunakan toa??(kita jg membuat jalan lancar lg bg pengguna jalan laen) bagaimana pendapat yg laen???

  39. tot says:

    gunakan lah pada saat darurat,genting,dan jangan gunakan tidak pada saat darurat

  40. memphis says:

    kalo emang ngerasa jago n kenceng mobilnya, jangan pake sirene/strobo doong … mau ngebut pake “SKILL” dooong!!!!!… hahaha punya ga sihh? maluu ahh.. minta jalan ko pake sirene… maksa amat.. hehe

  41. koreng says:

    Yg penting adalah.. TAU DIRI aja kapan harus menggunakan nya, ngga semata-mata digunakan pada saat macet, buru2 karena kebelet pipis (“,), kalo begitu ya KONYOL bin BODOH. Kalo emang dalam keadaan darurat & mobil tidak dilengkapi dgn sirene & strobo, sebagai pengganti nyalakan saja dengan lampu hazard aja udah cukup kok, cuman ya perlu sosialisasi lagi buat pengguna jalan yg lain kalo melihat/mendengar suara sirene/strobo/lampu hazard yg meraung2 ya sudah selayaknya pengguna jalan lain memberikan prioritas jalan, walaupun kita tidak tahu utk keperluan apa peralatan tersebut dinyalakan, siapa tau di dlm mobil ada yg sakit dan perlu rujukan ke RS terdekat tanpa sempat menghubungi ambulance, dsb.
    Pengalaman pribadi pada saat saya mengendarai motor (mengawal) mobil yg membawa pasien anak2 (bayi – anak saya) sakit keras dan harus ke RS secepatnya, motor & mobil sudah menyalakan lampu hazard + klakson berulang kali sebagai WARNING agar kendaraan lain tau kalau kita dlm keadaan darurat alias terburu-buru, tp ngga ada satupun kendaraan yg mau memberikan prioritas jalan, terpaksa saya harus gedor tuh mobil, saya akui memang arogan dan ironi sekali karena saya adalah orang yang selalu mengagungkan dan mengutamakan safety riding, tapi apa mau dikata drpd nyawa anak saya melayang. Andai kata mobil saya perlengkapi dengan strobo & sirene sudah PASTI akan saya nyalakan.

    Mohon pencerahan dr brother2 semua, kalo kita menghadapi situasi spt diatas & kebetulan mobil anda mempunyai perangkat strobo & sirene, apakah haram untuk dinyalakan? Karena ini berurusan dengan NYAWA.

    • Jojo says:

      Dalam PP No. 43 tahun 1993 Pasal 72 b yang berbunyi:
      “Isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa sirene hanya dapat digunakan oleh:
      Ambulan yang sedang mengangkut orang sakit.”

      Kalau dalam kasus anda, tidak ada ambulan tapi yang ada orang sakit, menurut saya, yang terpenting adalah orang sakitnya, bukan ambulannya.
      Jadi kesimpulannya, anda berhak untuk menyalakan perangkat strobo dan sirine.
      Justru yang pernah ditemui adalah ambulan yang tidak sedang membawa jenazah atau orang sakit, tetapi menyalakan strobo dan sirine, hal ini menurut saya tidak ada bedanya dengan rakyat biasa yang menyalakan strobo dan sirine.

  42. gembul says:

    gimana cara bikin lampu strobo, rangkaian yang sederhana, jawab via email y?

  43. lolo says:

    yang goblok ya Roni

  44. Taufik Masjhur says:

    # Roni Says:
    Oi penulis goblok!smua tuh y tgantung kondisinya!klo emang genting ya sah sah aja pake sirine!tuh pemikiran loe yg kolot tuh perbaiki!open minded dikit dunk!g smua org masang sirine tuh salah!tgantung penggunaanyaa

    HAHAHAHAH, gw jadi bingung, yg goblok Bapak Roni atau atau penulisnya ya? Dah jelas ada peraturannya seperti yang tercantum diatas, jangan bikin pembenaran sendiri dong ah….

  45. TheOwner says:

    # Roni Says:
    Oi penulis goblok!smua tuh y tgantung kondisinya!klo emang genting ya sah sah aja pake sirine!tuh pemikiran loe yg kolot tuh perbaiki!open minded dikit dunk!g smua org masang sirine tuh salah!tgantung penggunaanyaa

    Jawab:
    Terimakasih masukannya ya oom Roni.
    Saya memang harus banyak belajar dari om nih.. masih jauh dari sempurna, apalagi yang dari om Roni harapkan. Maaf kalau tulisan saya banyak salahnya, namun peraturannya memang begitu, semoga di baca.

  46. Roni says:

    Oi penulis goblok!smua tuh y tgantung kondisinya!klo emang genting ya sah sah aja pake sirine!tuh pemikiran loe yg kolot tuh perbaiki!open minded dikit dunk!g smua org masang sirine tuh salah!tgantung penggunaanyaa

    • lamno says:

      Hai Roni Goblok, ente orang mana sih? pernah sekolah gak? kalau pernah sekolah, saya rasa kamu lebih paham yang namanya TATA KRAMA dan NORMA masuk ke rumah orang..

  47. Iwan says:

    Boss, bagaimana dengan rombongan pengendara Harley yg sering ngobrak-abrik jalan raya dengan sirine dan lampu rotator-nya, apa mereka juga termasuk pejabat penting atau kendaraan jenazah ya?

  48. Andry says:

    menurut saya pake gituan sih oke** aja tapi jangan di gunakan kalau tidak dalam keadaan mendesak. kadang sirene dan strobo bisa digunakan juga loh buat menyelamatkan nyawa seseorang misalnya membawa orang yang sedang sekarat atau yang mau melahirkan. coba kalau kita harus menghubungi ambulans dulu, banyak kasus orang meninggal atau terlambat diselamatkan oleh karena kedatangan ambulans terlambat. lebih baik tangkap saja kendaraan yang tertangkap basah menyalakan begituan tetapi tidak dalam keadaan darurat dan beri hukuman seberat**nya tetapi bila terbukti digunakan untuk kebaikan harus dibebaskan dong. lagi pula menggunakan gituan juga bisa membuat penjahat lari kocar kacir…ehehhehe…..

  49. Iwan says:

    saya yg tinggal di daerah tingkat kabupaten sering melihat kendaraan yg dtumpangi oleh bupati dan dkawal oleh DLLAJR atau Satpol PP dengan menggunakan sirine dan lampu rotator, apa ini diperbolehkan? lha wong Kapolresnya aja kemana2 nggak seperti itu? he…he…he…., repot ya jaman sekarang ini.

  50. BIG says:

    Cuma 2 alesan ngebut, nyerobot, pake sirine

    1. Lagi sakit, sekarat dan mau mati
    2. Ga kuat pengen BOKER

    Liat aja kalo ada yang gitu-gitu tampangnya memenuhi kriteria diatas….

  51. paonk46 says:

    gmana kalo lightbar-nya berwarna “putih” ato “ijo”…
    kan ga ada praturannya tuch,,
    brarti boleh yaa!!!

  52. weladhalah says:

    stuju bgt, mereka dengan bangganya memasang lampu dan sirine untuk mendapatkan ruang jalan yg luas, dan bisa melaju kenceng… F**K..!!
    pernah punya pengalaman yg dongkolin bgt.. waktu lagi melaju di jalan dengan arogannya segerombolan motor merek “H” “TGR” melaju kenceng dengan formasi (ga tau tu sengaja ato tidak) menuhin separo jalan (1 lajur) dengan pemimpin didepan nyalain sirine (mungkin dgn maksud biar pengguna jalan laen minggir ato apa ga tau)…
    knapa waktu itu ga kepikiran ambil batu ato apa ya….!!!! ;))

  53. joe says:

    Setuju ama mas DARMAWAN……..Pasang lightbar dan bunyiin sirine sembarangan …….?! Klo ama peraturan udah kagak mempan ….ya di tempatku masih banyak ” BATU UKURAN SEDANG ” ……MAU COBAIN……!!!!??????

  54. darmawan says:

    kalo gak suka krn ngagetin,timpuk aja.dijalan banyak yg sok aparat atau merasa deket ama aparat gila.jadi mereka itu aprat gila.atau sabar aja nanti juga ada balesannya.

  55. Djamur says:

    Klo menurut saya sih klo pke sirine sih gpp, jgn pke lightbar, suka bikin kaget juga… Hehehe…:)
    Klo bisa denda diperbanyak,coz yg uda pd pke kya gtu kn org2 kaya, klo duit segitu mah tinggal ngupil doank, klo mau dendanya seharga mobil yang dia pake… He3x. :)
    Kejam bgt gw… :p

  56. tovorinok says:

    Hello

    Great book. I just want to say what a fantastic thing you are doing! Good luck!

    Bye

  57. dei says:

    saya setuju dgn tulisan ini
    beberapa x juga ngalami dan ikut sebel …

    dan gak setuju dengan komentar ucup

    kalo toh,
    ada para pihak yang berhak tapi menyalah gunakan haknya

    bukan berarti lalu yang tidak berhak jadi boleh menambah kekacauan itu …

    ini juga kiranya yang jadi sebab carut marutnya negeri kita ini ..

    di mana, karena kita melihat kekacauan, lalu kita malah menambah
    ketimbang mengurangi …

    dan buat saft …
    blognya kul banget …. aku kenal dari miliz sujuki

  58. ucup says:

    maap ya.. mungkin saya bisa setuju jg bisa nga.. dikarnakan yang berkewajiban memakai itu pun suka menyalah gunakan alatnya sendiri.. yang saya alami waktu didaerah arteri rawamangun ada mobil polis dan itu jalannan macet.. tiba2 dia menghidukan lampu dan sirenenya.. dan setelah lewat macet dia matiin dan jalan seperti biasa.. yang mempunyai ijin aja begitu gm yang tidak mempunyai ijin..

    nb: ada yang punya seconya nga toanya tp wattnya diatas 75.. hehehehe.. kl ada emai ke tulip_autoclub@yahoo.com..
    makasih ya.. hehehehehe

  59. anakmacan says:

    hehehehe tenang bro2 smua sekarang kayaknya pak Polisi dah mulai bertindak tuh, dah mulai banyak razia strobo dan sejenisnya… Emang smua balik ke kitanya sendiri, gak perlu lah pake gitu2an cukup lampu hazard aja sebagai peringatan kalo kita berombongan/lagi ada trouble dgn kendaraan kita OK, semoga rakyat bangsa kita tercinta ini mulai bisa belajar disiplin dan bertanggung jawab untuk kedepannya

  60. krip says:

    sudah2x……yg penting sekarang tegakkan tuh peraturan

  61. someone says:

    quote “# bedul Says:
    April 24th, 2007 at 12:25 pm

    setubuhhhh….. makin hari kl saya perhatikan emang banyak sekali kendaraan2 pribadi/ rakyat jelata memakai sirine/ klakson atau strobo…. baik itu club mobil.motor maupun pribadi….

    kl saya perhatikan sih club2 motor malah lebih banyak… trutama motor2 model laki2…. sok gagah dengan box kiri kanan & bergaya seperti polisi BM…. ihhhhhhhh….. ga malu ya?… anggep polisi di indo ga professional tp mereka meniru gaya polisi…

    jujur aja gw sih setiap kl ketemu yg sama model gituan ta salib aja… mo kebut2an jg ta ladeni, tp untungnya ga pernah ada yg bisa nyaingin motor gw, tampang motor gede tapi larinya kaya keong… eneggg liat gayanya…..

    pak polisi ambil tindakan dong untuk ulah orang2 yg pasang strobo/sirine…. angkut aja motornya & jangan di balikin lagi, biar kapok tuhhh…..

    maap nih aga emosi…..”

    nih siom bedul koq emosi amat sih ama yang masang box di kiri kanan motornya..
    sok tau banget bilang mau niruin polisi BM!! Sok tau amat..biasanya yang kalo seseorang ngomong tentang sesuatu hal, orang itu sendirilahlah yang mempunyai berkelakuan seperti itu dalam dirinya sendiri..

  62. baduy says:

    ngliat kompas hari ini, SBY pun sudah gerah & ingin penggunaan sirine & lampu ini ditertibken.. termasuk si voreijder2 yg suka seenake klo wiken, di puncak dsb.. gak jelas ngawal sapa.. apa krn dikasi duwit ajah? weww…
    so mending ati2 aja yg pada pasang ginian, mendingan di simpen di rmh aja dulu drpd dicabut ama plokis ntar? =p

  63. buntil says:

    belinye di mane sih begonoan gw !

  64. fdr says:

    kl gw mah emang buat norak norakan, abis gue paling sebel kalau angkot pada malang seenaknya ditengah jalan naik turunin penumpang jadi bikin macet, ya sekali kali aja dibunyiin tuh sirene biar ada efek kejutnya dikitlah kalau emang udah pada bebel dengernya pas petugas yang bener kan mereka jadi pada kegaruk tuh.

  65. hazardous says:

    Kt gw sih gapapa, asal tau diri, kapan mo digunakan..
    Klo menurut gw, lightbar kan termasuk modifikasi biasa (sama kaya pasang spoiler, bodykit, dsb..)
    Gw juga pasang, tp ga pernah dinyalain, cuma biar keren doank..
    So, kalo ga merugikan orang lain, kenapa harus dilarang?

  66. bedul says:

    setubuhhhh….. makin hari kl saya perhatikan emang banyak sekali kendaraan2 pribadi/ rakyat jelata memakai sirine/ klakson atau strobo…. baik itu club mobil.motor maupun pribadi….

    kl saya perhatikan sih club2 motor malah lebih banyak… trutama motor2 model laki2…. sok gagah dengan box kiri kanan & bergaya seperti polisi BM…. ihhhhhhhh….. ga malu ya?… anggep polisi di indo ga professional tp mereka meniru gaya polisi…

    jujur aja gw sih setiap kl ketemu yg sama model gituan ta salib aja… mo kebut2an jg ta ladeni, tp untungnya ga pernah ada yg bisa nyaingin motor gw, tampang motor gede tapi larinya kaya keong… eneggg liat gayanya…..

    pak polisi ambil tindakan dong untuk ulah orang2 yg pasang strobo/sirine…. angkut aja motornya & jangan di balikin lagi, biar kapok tuhhh…..

    maap nih aga emosi…..

  67. bedul says:

    setubuhhhh….. makin hari kl saya perhatikan emang banyak sekali kendaraan2 pribadi/ rakyat jelata memakai sirine/ klakson atau strobo…. baik itu club mobil.motor maupun pribadi….

    kl saya perhatikan sih club2 motor malah lebih banyak… trutama motor2 model laki2…. sok gagah dengan box kiri kanan & bergaya seperti polisi BM…. ihhhhhhhh….. ga malu ya?… anggep polisi di indo ga professional tp mereka meniru gaya polisi…

    jujur aja gw sih setiap kl ketemu yg sama model gituan ta salib aja… mo kebut2an jg ta ladeni… eneggg liat gayanya…..

  68. Hawk says:

    yang begitu itu katro, norak and ndeso, kalo emang mau di kawal ya minta kawal aja sama petugas yang berwenang iye gak?! begitulah negri ini cerminnya ya dijalan itu…semrawut, tapi buat yang masih sadar tetaplah ikuti aturan karena itu lebih baik. Semoga mereka2 yang masih begitu cepet sadar…

  69. atmoo says:

    klo gua ya terserah aja…
    toh mereka juga beli-beli sendiri…
    pake duit sendiri….

    dripada beli barang pake uang rakyat….?
    daripada duitnya buat beli nerkoba…?

    solusinya klo dibelakan kita ada lampu kedip2 n bunyi sirine
    liat dulu di spion…kan keliatan bedanya mobil aparat apa sipil yang menyerupai aparat…..

    ok kan…

    masalahnya mobil gua jg pake gituan….
    :)
    peace boss…..
    hi..hi..hi…:)

  70. Undertaker says:

    TOP bgt buat topiknya……!!!!
    Menurut saya,kembali ke pribadi masing2.Saya sendiri sebelumnya tidak suka menggunakan apa yg namanya lightbar ato siren.Tapi apa daya,setelah mobil saya (plat nomor umum) yang sering bawa aparat negara (VIP) sering dipepet oleh taksi,kendaraan umum walaupun sudah dikawal oleh mobil dari kepolisian,yang puncaknya mobil saya yang diserempet oleh angkot.Mau tidak mau menggunakan siren ditambah dengan lightbar.Sampe sekarang,kalau tidak membawa tamu,saya tidak pernah menyalahgunakan siren dan lightbar,terkecuali dikala angkot,taksi yang berhenti sembarangan&membuat kemacetan.

  71. Ki. Sapta MFR says:

    Salut tuk tulisan bung saft…..!!!!!

    Jujur dimobil saya juga menggunakan lightbar ( Model Kabin ) dan sirene 80 watt (ktna standar Polisi (tp ngak tau polis mana Indonesia or Luar Negri)) tp klo saya pake ada izinna sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 1994. ada pengalaman unik pada waktu bom kuningan meledak saya dan tim dikirim ke lokasi tetapi sepanjang jalan Warung buncit ( mulai dari gedung Republika ampe Hero Mampang ) penguna jalan yang laen tidak mo memberi jalan padahal pada waktu itu kita menggunakan Ambulance dan 1 unit Mobil Ops (Plat hitam). bung gmana klo kita kerjasama bikin seminar mengenai hal ini gimana? klo setujuh hubungin email saya aja oke!!!!

  72. faris says:

    gw pernah pasang sirene di mobil gw yah tapi gw pake kalo lagi konvoy aja ko,paling suka gw pake buat nakutin anak2 motor yang suka mesum di kemayoran nah gw pasang deh kabur pade semua,kan tujuan gw juga baik biar dia pada ga mesum,,,btw bisa di bikin ga ijin buat masang sirene di mobil,,,THX

  73. ThERmO says:

    Bagus…..

  74. maximale says:

    tanpa mengurangi hormat….
    penggunaan sirene atau strobo rotator mungkin terlalu berlebihan….(menurut saya)
    tapi mungkin cukup dgn lampu hazard….
    bukan untuk gaya……tapi hanya sekedar peringatan kepada pengendara lain…
    selain itu setiap melakukan rolling di malam hari..yang tidak boleh terjadi adalah seorang atau lebih terputus/tertinggal dari rombongan…dan lampu hazard bisa di jadikan bantuan untuk melihat grup kita…
    tapi kembali ke awal…hal semacam ini sebaiknya digunakan dalam keadaan yg bijaksana…jgn karena berlampu hazard, strobo sirene maupun rotator trus asal ngambil jalan…toyh ini adalah jalanan umum…
    regards…piss in street forever

  75. Yudo says:

    Kalo yang mau jualan lampu n sirine harus punya ijin.
    Yang mau beli harus pake surat dari instansi yang berkepentingan jauga menunjukkan KTA (kartu tanda anggota)

  76. 453NK says:

    Komentar diatas sudahmenunjukkan masih banyak kok masyarakat pengguna lalu lintas kita yang berfikir positif dan mau untuk berubah….
    Bagaimana kalau kita gagas gerakan untuk disiplin dan toleransi berlalu lintas?
    Yang dimulai oleh Bung Saft sudah merupakan langkah maju dan berarti.
    Tidak perlu harus bikin yayasana atau launching gerakan yang diliput media segala. KIta mulai dari hal-hal yang sederhana seperti ini. Sulit memang kalau tidak kapan lagi. Saya yakin disini banyak pemikir dan banyak juga yang bersedia untuk bersama-sama bekerja (bukan bekerja sama ya..)….

  77. BadCat says:

    Wah, kalau saya sih kebeneran kupingnya ‘kenal’ dengan karakter ‘toot’ asli punya aparat. Kalau aparat wanna be, yha cuekin aja.
    Lagian aparat / VIP yg bener kalau minta jalan beda kok.

  78. Deka Dinar says:

    Kondisi lalu lintas di kita ini, sangat memalukan, jika dibanding negara tetangga terdekat (Malaysia). Disamping kondisi jalan yang “kurang” memadai, ditambah perilaku pengemudi (motor atau mobil). Mengenai perilaku pengemudi ini, saya merasa ini mungkin karena tingkat pengetahuan atau pola fikir (mindset) yang “kurang memadai” untuk menjadi pengemudi. Seharusnya setiap pengemudi (drivers) itu memiliki tenggang rasa (serta kecerdasan emosional) yang tinggi. Dia seharusnya berfikir: “seandainya saya berbuat begini, apakah orang lain akan dirugikan. Seandainya orang lain berbuat begini terhadap saya, tentu saya akan dirugikan”. Mungkin hal ini berkaitan juga dengan cara memdapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Di Malaysia sangat ketat, orang yang mendapat SIM akan sangat bangga, karena untuk mendapatkannya juga sangat sulit. Demikian juga di Jerman (Kompas, Jumat 23 Juni 2006), orang yang baru mendapat SIM, akan diberi perayaan seperti diwisuda lulus perguruan tinggi.
    Mari disiplin dalam berlalulintas…! (Kata Aa Gym: Mulailah saat ini, mulai dengan hal-hal yg kecil, dan mulai dari diri sendiri) Salam Sukses!

  79. JakartaDrift says:

    Bos bos kalo Bank Indonesia ngirim duit juga pake sirene loh. itu mobil pembukanya nissan terano. Tapi sih kan dia bawa duit pake pengawal prajurit pake senapan terkokang. Kalo nggak masuk UU, nggak boleh dong.

    eh sekarang yang bawa duit bank macam securicor ikut ikutan.

  80. patko1001 says:

    Setuju… yang pastinya jangan kita generalisasi semua pemakai lightbar and sirine… memang ada yang buat sok-sok’an… tapi ada juga yang memakai hanya untuk “menangkal” keamanan yang semakin TIDAK BISA DIJAMIN oleh pihak kepolisian.. Terbukti saya mengusir kapak merah yang beraksi di depan mobil saya…
    Mungkin solusinya, adakan website, atau bisa gabung dengan maludong.com, yang isinya adalah foto, dan terlebih NO POLISI mobil2 yang memakai sirine tidak beralasan… Mungkin dapat kita email kan data-data tersebut ke email polri.go.id atau lantas.metro.polri.go.id…

    Salam kenal untuk semuanya…

  81. adriel says:

    Walaupun ada kelebihan memakai toot2… & bling2… Tp tetap aja menyalagunakan kewenangan, dimana orang2 sekitar menganggap itu adalah aparat.
    Kita ga perlu memakai toot2… & bling2 sgala, buktinya Gw pernah membawa org sakit serius dan ga memakai toot2 dan bling2 bwat buru2. Dlm perjalanan gw kena antrian angkot, terus teriak gw bawa orang sakit, kemudian angkot2 itu pada minggir, bahkan dibantuin preman-nya. Akhirnya gw dapat nyampe dengan cepat, dan yang sakit tertolong.

  82. Coen says:

    Jd, kalau ada yg bunyi-in sirine yg aneh2.. anggap aja Mobil JENAJAH mau lewat … hehehe

    perhatikan sekitar, jgn panik.. Keselamatan pengendara lain tetap nomer 1 , drpd SIRINE td..

    Coen
    yg pernah d pepet Terano item sirine di tol… “k*t* K*p**T”….

  83. GREMER says:

    Aturan hukum JELAS sekali… yaitu DILARANG…
    Memang hanya masalah PENEGAKKAN hukum saja yang masih kurang…

    Semakin rendah kesadaran hukum masyarakat maka semakin dibutuhkan pula tindakan penegakkan yang semakin sering…

    Sayang sekali ada sebagian anggota masyarakat yang kesadarannya rendah dengan tidak mau bercermin, bahkan menunjuk/manyalahkan pihak lainnya yang tidak sadar/taat hukum… Perilaku sadar hukum mesti dimulai dari diri sendiri…

  84. Eagle Flying says:

    Saya juga setuju kalo peralatan dari aparat penegak hukum tersebut tidak di gunakan oleh orang yang tidak bertanggung Jawab. Pada saat jalan macet, saya pernah di bunyikan sirine oleh pengendara mobil pribadi (fotonya persis sama dengan yang ada di disini, taruna biru dan di pintunya ada tulisan “POLICE”) dan pas tau yang kasih sirine itu adalah Kendaraan Pribadi yang SOK JAGOAN, saya diemin aja dan sengaja saya perlambat. begitu dia lewat di samping mobil, dia buka jendela, saya juga bales buka jendela… tapi dia langsung kabur… saya tidak perlu ungkapan kenapa dia kabur….

  85. Mat Item says:

    Sebenarnya kita juga tdk bisa menyalahkan pembeli saja.Kalau memang dilarang krn peraturan seharusnya penjualnya juga dilarang spt senjata api,yg mana harus berizin.Memang aturan di Indonesia ini yg msh kurang jelas.Lightbar,Rakom,Knalpot racing(kalau dinegara lain hanya utk race) dll si penjualnya tdk dikenai sangsi hanya sipembelinya saja.Apakah “Fair”

    Salam
    Hadi Item

  86. Gugah says:

    Memang Sudah semestinya, suatu perangkat untuk aparat, tidak di jual bebas, agar tidak semua orang dapat pasang di kendararaannya, jadi bukan hanya peraturan memakainya saja yang musti di galakan, tetapi kita kembalikan kepada kesadaran diri, dan ketertiban dijalan.

    Tengkiuw nich, buat mas Saft…yang sudah banyak peduli kepada ketertiban lalu-lintas di jalan !.

    Salam,
    #gb

  87. Putune mBah Marijan says:

    Oom Saft,

    Kalau yang suka ngawal pakde mentri dan pejabat negara sebenernya boleh nggak siih pakai gituan…. arogannya itu lho…

    Thanks pencerahannya

  88. sigelo says:

    no comment deh… dah banyak koment sih :))

  89. "ANSOR" says:

    Yang pasti Norak banget tuh……
    Sirene itu cuma ada di mobil polisi, jenazah dan pemadam kebakaran….
    mestinya Klub Mobil harus memberikan contoh yg baik buat masyarakt tuk berdisiplin lalu lintas. bukan malah melanggar lalu lintas!!!!!!
    Yang ada dari pengguna jalan yg lain akan memberikan kutukan tuh!!!!!!!!!
    “Gak Banget deh”….
    terlebih bunyi sirene ini dari kendaraan roda dua yg konvoi entah kemana???

    mari kita berdisiplin dalam berlalu lintas….

  90. Tobat Nasuha says:

    Hare gene pake sirene?
    Hare gene pake lightbar?

    Penting ga?

  91. GREMER says:

    Andry,

    Konvoi itu boleh2 saja. Tetapi banyak yang salah kaprah bahwa pokoknya asal konvoi maka pengguna lalu-lintas lainnya wajib mendahulukan konvoi. Kemudian mereka berupaya menunjukkan kegiatan konvoi dengan meminta perhatian dan menyalakan lampu2 dengan warna tertentu. Itu salah.

    Menurut Pasal 65 PP 43/1993 kendaraan(2) yang wajib didahulukan adalah (berdasarkan prioritas):
    – pemadam kebakaran
    – ambulans
    – kendaraan utk menolong laka lintas,
    – rombongan kepala negara atau tamu negara
    – rombongan jenazah
    (konvoi di atas tidak perlu dikawal pertugas yg berwenang/ atau ada
    isyarat/ tanda2 lain)
    – konvoi/ pawai/ kendaraan orang cacat
    – kendaraan yg penggunaannya utk keperluan khusus/ mengangkut
    barang khusus

    Sedangkan mengenai pemasangan/penggunaan lampu, dalam pasal yang sama secara tegas diatur, kendaraan bermotor DILARANG memasang lampu yg menyinarkan:
    – cahaya kelap-kelip (selain lamu signal/ hazard)
    – cahaya merah ke depan
    – cahaya putih ke belakang (kecuali lampu mundur)

    Adapun lampu isyarat berwarna BIRU hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor (Ps. 66):
    – petugas penegak hukum tertentu
    – dinas pemadam kebakaran
    – penanggulangan bencana
    – ambulans
    – unit palang merah
    – mobil jenazah

    Jadi kesimpulannya, LIGHT BAR atau perangkat lainnya yang memancarkan sinar/ warna sebagaimana diatur di atas, khususnya lampu isyarat berwarna BIRU, DILARANG dipasang apalagi digunakan pada kendaraan biasa DALAM KONDISI APAPUN TANPA KECUALI selain yang tersebut dalam Pasal 66 di atas…

    Coba bayangkan, kalau banyak kendaraan yang bebas memasang/ menggunakan misalnya Light Bar, walau menurut mereka mungkin demi tujuan yang baik…

  92. ar13 says:

    hmmm…..
    kalo seperti ini semuanya akan kembali ke pribadi masing2…
    dulu gw juga seneng bikin modul sirene dan strobo…
    sampe2 sempet dikomersilkan ke beberapa rekan klub…
    setelah peraturan tersebut di sosialisasikan…
    langsung saya copot dan simpen rapih2 di rumah…

    kalo masalah sirene, strobo dan rotator…gak akan pernah selesai dibahas…
    yang satu merasa punya keuntungan sendiri dan merasa tidak merugikan orang lain…
    yang lainnya “aparat wannabe” tapi arogan…
    yang lainnya bener2 pengen bebas hambatan dari org lain…
    yang lainnya memasang dng pembatasan pemakaian…
    dst…dst…

    masih banyak alasan2 yang lainnya…
    buat saya cukup satu ajah…tanya kembali ke diri kita masing2…
    emang masih perlu pake “bunyi2an” dan “lampu2an”…?

    kapan masyarakat kita “mau” tertib dengan sadar???

  93. Andry says:

    gw juga masang lightbar di mobil gw…..tapi saya pakai kalo dalam kondisi tertentu……misalnya dalam konvoy club…….taapi perlu diingat disini, club kami tidak menyalahgunakan sirene maupun lightbar tsb, sebab pada saat konvoy, kami tetap menghargai kepentingan orang lain, jadi kami tetap berjalan perlahan di jalur sebelah kiri………..dan tidak serta-merta meraung-raung memaksa jalan pada saat macet.

    ditambah orang tua saya juga pernah mendapatkan keuntungan ari pemakaian sirens and lightbar tersebut……pada suatu malam di kota bandung,mobil saya terjebak dalam situasi tawuran genk motor,langsung saja ibu saya(yang mengendarai) mobil menyalakan sirens dan lightbar, langsung saja tawuran genk motor tersebut bubar…….

  94. hanif says:

    semoga kita bisa saling mengingatkan rekan2 otomotive lainnya setelah mengetahui informasi ini sehingga terhindar dari kalimat “anak club kok gak ngerti aturan berkendaraan ?”.

    rgds

  95. ** GusSur ** says:

    maaf..out of topic… to Riva Darwito..ini temen gw kuliah dulu bukan yah..yang istrinya juga punya nama sama..tapi beda nama belakang?

    Om Saft..setuju dengan pemasangan atribut yang kagak sesuai harus dikampanye’in buat dicopot.

    tapi..berdasarkan pengalaman..pernah lampu blitz kayak safety car malah membantu untuk membuat bis-bis luar kota yang se-enak udelnya di jalur pantura ketika malam hari membuat mereka memberi jalan..kalo kagak!
    ngajakin adu kambing tuh…

    emang sih pemakaian yang tidak semestinya…membuat orang lain “ndongkol” setengah mati… untuk itu…kita jangan bikin ndongkol orang yukkk….. sabar adalah penjaga hati …

    cmiiw

    note to riva email address loe apa Va?
    thx Agus Suriyadi (suzikuthunder@yahoo.com)

  96. maverick says:

    Moga2 semua sadar dengan membaca artikel ini dan segera menanggalkan atribut2 yang tidak semestinya terpasang pada kendaraan “orang biasa”

    Salut untuk Kang Saftari

  97. Edwin says:

    jiakakaka
    thanks om saft

    seringkali rekan² bikers masih mencari pembenaran menggunakan sirine di jalan mencontoh club mobil, “club mobil aja contohnya masih pake sirine, sah-sah saja pake sirine”

    mengutip istilah boris, biker touring yg masih pake sirine bisa dibilang touringer PEMULA, karena semakin advance skill touringnya, embel² semacam sirine, strobo, rotator, sampe hazzard sekalipun gak diperlukan lagi

    so, untuk pengguna sirine, selamat bergabung di kelompok touring PEMULA

  98. r'dee says:

    sewaktu saya sdg parkir’in motor di daerah depok, saya ditawari modul sirene sederhana buatan cina oleh pedagang kaki lima dgn harga sangat terjangkau sekali. dia contohkan suaranya dgn memakai aki kering kecil, cukup nyaring juga suaranya. saya tampik tawarannya krn emg tidak tertarik.
    jadi jgn heran kalo ada suara sirene meraung” dari sebuah motor kecil sekalipun.

  99. Papa Gavin says:

    saya juga sering menemui hal tersebut diatas, tidak hanya mobil bahkan mobil pun juga begitu. udah suara klakson nya ngagetin, setelah kita agak minggir dikasih jalan eh ternyata sama2 rakyat jelata. benar-benar menyebalkan, huh !

  100. Arya says:

    Yah sebenernya memang harus di tertibkan karena sangat mengganggu , sudah sering sih terutama saya pribadi juga dongkol gara-gara ulah yang tidak bertanggung jawab tersebut. Kita semua memang pengen sampe duluan di tempat tujuan, tapi ngerti dong kita semua juga perlu ngantri artinya gak perlu serobotan pake lampu bak seorang pejabat negara yang lagi ada urusan penting. Simple kok kalau mau sampe tepat waktu berangkat 3-4 jam sebelumnya aza khan pastu tuh sampe duluan. Selain itu petugas juga dilema mau merazia karena yang pake itu juga ada yang aparat juga atau keluarga aparat atau pejabat. Jadi serba salah juga , di tegor atau di razia juga gak bakalan di copot, tinggal ngaku aza keluarga pejabat toh polisi pasti akan mempersilahkan jalan lagi. Apalagi mobil-mobil yang pake plat nomer berkahiran BP , BH, BU , BD sudah pasti dah bakalan lolos ….. yah kesadaran aza deh mudah-2 orang yang gak tau malu itu dapat balasan yang setimpal deh

  101. Leo says:

    bagus neh cuma susah nya masyarakat kita udh bebel……….soalnya petugas nya juga bertingkah seenak udel………….

  102. Riva Darwito says:

    salut !! pencerahan yg sangat berguna ditengah maraknya ketidak pedulian para pengguna Lightbar dan Sirine palsu yang merasa perlu meniru perlengkapan aparat dan merasa perlu diprioritaskan seperti aparat. alangkah baiknya jika ketentuan tersebut di atas disosialisasikan kembali kepada masyarakat melalui media masa khususnya kepada pihak2 yg disinyalir telah menyalahartikan peraturan yg telah ditetapkan.

    lebih efektif, bila peraturan dan ketetapan perundangan ini juga diikuti dengan law inforcement nyata di lapangan. pak polisi tak usah ragu utk menindak pelanggaran ini , tak usah sungkan dgn siapa pemilik kendaraan tsb dan tak usah pula bergumentasi dgn segala kilah pengguna lightbar / sirine palsu

    tahukah efek yg pernah terjadi kala lightbar / sirine palsu ini berkumandang ? salah seorang rekan yg baru saja 2 bulan kembali dari tugas belajar di LN secara tragis menabrak seorang penjaja makanan kaki lima ketika tiba2 mendengar raungan sirine dan kelap kelip lightbar yg dikira polisi yg hendak menyuruhnya berhenti karena melanggar lalu lintas , ternyata yg lewat hanyalah sebuah SUV mewah yg dikendarai sekelompok anak sekolah (terlihat jelas dari seragam yg dikenakan).

Leave a Reply





Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com