Sudah dibaca sebanyak 2486 kali

Perangkat elektronik yang mengeluarkan panas berlebihan perlu dibantu Cooling Fan atau kipas pendingin untuk mempercepat proses pelepasan panas sehingga tidak cepat rusak atau overheating.
CPU komputer umumnya sudah dilengkapi kipas pendingin di dalam unit Power Supply dan pada Processor-nya.

Untuk penggemar pesawat radio komunikasi juga banyak yang memasang kipas pendingin di atas perangkatnya.
Namun ternyata cara pemasangan kipas pendingin memerlukan trik khusus agar dapat membantu proses pendinginan secara efektif.

Pada gambar di atas, terlihat penempatan kipas pendingin yang efektif adalah ketika angin berhembus ke arah luar. Dengan kata lain, kipas berfungsi menghisap panas untuk membuangnya keluar, sementara udara luar yang lebih dingin akan mengisi kekosongan ruang akibat hisapan tadi. Perangkat akan lebih cepat dingin.

Cara pemasangan kipas dengan arah meniup perangkat menghasilkan pendinginan yang kurang efektif ketimbang cara sebaliknya di atas.

Akan lebih baik jika diantara perangkat dengan kipas diberi jalur udara sehingga aliran udara akan berjalan dengan sempurna dan merata mendinginkan seluruh kisi-kisi/sirip pendingin perangkat.

Coba kita tengok kipas pendingin pada CPU komputer kita,.. pada kipas pendingin yang ada di PowerSupply unit, rasakan udaranya…. terasa meniup keluar, bukan menghisap ke dalam CPU.
Udara terhisap ke dalam CPU melalui lubang-lubang/kisi-kisi di depan atau samping CPU kemudian melalui unit Power Supply dan udara panas dibuang keluar (ke belakang).

Bahkan, pada CPU komputer bermerek (branded PC), ada yang menempelkan stiker peringatan yang mengatakan untuk tidak menyalakan CPU dalam keadaan casing CPU terbuka. Hal ini rupanya akan mengacaukan Air Flow yang sudah dirancang jalurnya di dalam casing CPU tersebut.

Perhatikan arah AIR FLOW pada body kipas pendingin. Umumnya tanda Air Flow ada pada body samping.

Nah, kalau pendinginan diterapkan dengan baik, perangkat akan siap dipakai walau untuk waktu yang panjang.