.

 

Tips Aman Bersepeda Motor

4motor-00

Tidak bisa dipungkiri semakin hari semakin banyak jumlah sepeda motor di jalan. Kendaraan yang praktis dan relatif bisa menembus kemacetan ketimbang mobil. Selap selip setiap ada ruang gerak sering kali menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Tidak jarang terlihat tidak mau mengalah satu sama lain sekalipun sesama pengguna sepeda motor.

Sebagai pengendara sepeda motor, yang perlu kita perhatikan di jalan, agar mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas antara lain:

1. TETAP BERJALAN DI JALURNYA:

Banyak ditemui gerakan sepeda motor yang seakan mengambil jalur lain saat mendahului, seperti pada gambar di atas. Hal ini cukup berbahaya, karena mobil di belakangnya juga bergerak maju. Bukan tidak mungkin pengemudi mobil tidak melihat motor tersebut dan memacu kendaraannya lebih cepat dari motor.

Akibatnya motor akan tertabrak (terdorong) mobil di belakangnya. Ini yang banyak tidak disadari oleh pengendara motor. Untuk pengendara mobil, gerakan motor seperti di atas sering mengejutkan.

SARAN:

  • Sebaiknya jangan pernah mengandalkan pengendara lain bisa mengantisipasi gerakan kita.
  • Belum tentu pengendara lain melihat, peduli atau mempunyai reaksi/refleks yang baik atas gerakan kita.
  • Tetaplah mengendarakan motor di jalur yang baik, tidak memotong jalur kendaraan lain.

2. SABAR SAAT MEMOTONG JALUR:

Saat berbelok memotong jalur, sering terjadi motor memotong jalur mobil yang juga sedang berbelok.

Akibatnya, motor tertabrak oleh mobil. Kegiatan memotong jalur tersebut sangat berbahaya khususnya jika kebetulan yang dipotong jalurnya tersebut adalah kendaraan yang tinggi (truk, tronton, bus, dsb), karena motor tidak terlihat oleh si pengemudi.

SARAN:

  • Sabarlah untuk memberi kesempatan pada kendaraan yang lebih besar menyelesaikan kegiatan beloknya.
  • Sebaiknya jangan pernah mengandalkan pengemudi mobil/bus/truk melihat keberadaan kita.

3. TIDAK MENYALIP DARI SISI DALAM TIKUNGAN:

Di tempat putar balik (U-Turn) maupun di belokan, sebaiknya motor tidak menyusul dari sisi dalam, saat ada kendaraan lain (mobil/bus/truk) sedang memutar balik.

Akibatnya, motor akan terjepit oleh trotoar atau pembatas jalan.

SARAN:

  • Sebaiknya jangan mengandalkan pengendara lain melihat keberadaan kita saat berbelok, karena pengendara lain akan memperhatikan kendaraan lain dari arah lain.
  • Menyusul dari sisi dalam tikungan / U-Turn, sangat berbahaya.

Untuk alasan keselamatan di jalan, sebaiknya:

  1. Jangan menganggap orang lain melihat keberadaan kita:
    Kita perlu ingat bahwa sudut pandang tiap kendaraan berbeda-beda, banyak sekali blind spot yang sering menimbulkan terjadinya kecelakaan.
  2. Jangan menganggap orang lain memiliki kemampuan mengemudi yang baik:
    Tidak semua pengendara mobil memiliki skill yang baik dalam mengemudi, banyak juga pengemudi baru yang belum banyak memiliki pengalaman di jalan. Kurangnya pengetahuan skill maupun etika mempengaruhi gaya mengemudi mereka.
  3. Jangan menganggap orang lain memiliki reaksi / refleks yang baik dari gerakan/aksi kita:
    Usia, jenis kelamin, tingkat emosi, kesehatan dan sebagainya sangat berpengaruh terhadap reaksi atas suatu kejadian di jalan, ini juga sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
  4. Jangan menganggap orang lain mau mengalah untuk kita:
    Mulailah dari diri kita sendiri untuk mencoba mengalah, memberi jalan, memberi kesempatan bagi kendaraan lain.
  5. Jangan menganggap kendaraan lain dalam kondisi yang baik:
    Kondisi rem, Steer, Stang, dsb, seringkali menjadi faktor penyebab kecelakaan apabila bermasalah.

Semoga bermanfaat.

25 Responses to Tips Aman Bersepeda Motor

  1. ANS Motor says:

    hei para pengendara roda 2 sampai roda 10, tolong yah, kalo berkendara patuhilah lalu lintas, apalagi roda 2, dah sama dah mentalnya sama supir angkot, salip sana sini, selak sana sini, bahkan sampai ngelawan arah!!!, tar kalo ketabrak ampe cacat seumur hidup jangan salahin yang nabrak ye…

    soalnya gw pernah nabrak motor lawan arah di oneway traffic di cikini sampe pengendaranya cacat seumur hidup, sorry gw gak mau ganti rugi, kerugian mobil gw juga cukup parah…

    kalo mau melanggar aturan lalu lintas, setidaknya ketahuilah resikonya, dan terima sendiri resikonya, jangan udah bikin salah terus melimpahkan konsekuensi ke pihak yang dirugikan.

    • James says:

      Beruntung anda bisa punya pilihan “ngga mau ganti”… saya juga berharap demikian bila terjadi insiden dengan motor yang diakibatkan oleh kesalahan/kelalaian/kesengajaan melanggar pengendara motor.

      Namun, masyarakat yang semakin lama semakin parah (dan semakin banyak) dalam membela pihak yang SALAH itu yang menjadi masalah. Bila pengemudi mobil ngga mau ganti/bertanggungjawab, yang ada bakalan dikeroyok ramai-ramai tanpa peduli sebenarnya kesalahan ada pada pengendara motor.

      Ditambah lagi “hukum rimba” yang diterapkan di sini, bahwa motor lawan mobil selalu motor yang dimenangkan tanpa melihat lagi aspek keadilannya…

  2. witono says:

    Ijin copas ya Om…..

  3. eko says:

    ijin copas bro……..
    bermanfaat sekali………

  4. cryoptonancurancuran says:

    Kebetulan Gw juga pengendara motor, dan Alhamdulillah Gw selalu nerapin safety riding setiap berkendara.
    Tapi Istighfarnya Gw udah berusaha safety riding, masi ada aja sesama rider yang (ngga sengaja) nyelakain Gw.

    Ambil contoh kasus pertama:
    Lagi macet2an, motor merayap di sisi kiri mobil (motor mepet trotoar).
    Motor dipacu dengan kecepatan 10 – 15 kpj, eh ada aja rider lain yang berusaha nyelak (nduluin) lewat sisi kanan / kiri, padahal kondisi ga memungkinkan untuk maksa nyalip.
    Giliran lega dikit, rider langsung maksa nyalip dengan tancap gas tanpa memperhatikan kondisi rider yang akan disalipnya.
    Lalu untuk pengemudi mobil, tolonglah pengertiannya (walaupun Cuma sedikit).
    Berilah ruang untuk pengendara motor yang melalui jalanan di sisi kiri.
    Gw, dan mungkin beberapa rider lain memang berkomitmen untuk gak melewati trotoar sebagai jalan Kita.
    Gw yakin, mental driver itu ga sama dengan mental supir angkot kok.
    Cukup berbaris lurus mengikuti mobil di depan aja, ga usah mencong kanan / kiri yang menyusahkan rider untuk menyalip.
    Ntar kalo mobilnya lecet marahhh…

    Kasus kedua:
    Jalanan cukup ramai lancar (overtaking rider)
    Ini khususnya untuk motor laki (yang katanya ada fitur oblak pada komstirnya itu).
    Gw dan (mungkin) rider bebek lainnya udah berusaha safety riding, melaju di jalur paling kiri.
    Tapi kenapa rider motor laki ini kok dengan santainya overtaking jalur dari sisi paling kiri ala motoGP?
    Why?
    Ke mana otak kalian?
    Cc motormu sudah 150cc full injection n canggih, seharusnya otakmu juga ikut canggih donk, jangan kayak rider kampungan.

    • James says:

      Pengemudi mobil juga sama amburadulnya di Indo ini… marka jalan (garis lurus terputus maupun tidak) sepertinya ngga ada yang peduli. Kalau berkendara, jalannya di tengah-tengah sehingga menyita jarak jalur di kiri dan kanannya. Belum lagi pindah lajur leletnya setengah mati, ditambah lagi ngga mau pakai lampu indikator/sen…

      Ini juga hasil dari proses bikin SIM yang korup dan bobrok.

      Jadi kalo saya berpendapat, penyebab UTAMA semua kemsemrawutan dan kecelakaan di jalanan adalah POLISI (sebagai institusi penerbit SIM).

      Setelah mengeluarkan SIM bagi demikian banyak orang yang tidak kompeten, ditambah lagi ngga mau menilang pelanggar-pelanggar yang jelas-jelas melanggar di depan mata dia! (menilangnya milih-milih, TST-lah milih siapa…)

  5. ijin copas potonya yah mas brooo.. buat bikin artikel ini juga.. thanks..

  6. Firdauus says:

    wah……….makasih banyak ya tips nya,,, jadi tau nech,, and perlu di coba kayaknya…

  7. ahmad dhiki says:

    buat para pengemudi jalan khususnya pengendara umum sperti hal.a kendaraan pribadi atwpun kendaraan umum,mobil khususnya klou bleh berpendapat dalam pengunaan jalan besama khususnya..
    jangan se’enaknya sendiri dong,kita sama-sama pengguna jalan tppi perilakukalian menggemparkan kita semua merasa tidak nyaman dalam berkendara khusunya pengendara roda dua atpun yg lbih dikenal sepeda motor..
    bagilah sedikit ruang ferak bagi kami pengendara motor jangan kalian ambil seenaknya jalan ruang gerak kami dalam pengguna’an jalan..
    kalou bangsa inih lbih ditingkatkan dalam sikap menghargai pengguna jalan lainya,mngkin hal inih tak mngkin terjadi..
    marilah kita satukan negeri tercinta dg slin menghargai dan mncintai satu sama lain dalam pengguna jalan bersama..
    sedikit tips bagi sya semoga artikel inih bermanfaat bagi umumnya dan khususnya penggemar otomotif..

  8. bro pembalap says:

    gue suka gaya loe..
    memang mental pengendara motor / mobil di indonesia Kampungan
    sama seperti binatang

  9. valens says:

    semoga pengendara motor baca ini!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!terutama yg suka konfoi,mereka selalu ugal2an karena merasa banyak teman,aku pernah ngalamin,waktu aku mau salip mereka rame2 mau ngroyok padahal mereka yg salah!!!!!!!!!!payah kampungan banget!!!!!!!!!!!!!!!!!!!waspada apalagi ntar lebaran,lebih baik yg merasa masih waras ngalah sama pengendara motor yg ugal2an!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  10. ariends says:

    sepakat bang, ijin copy buat print di rumah.
    kalo semua praktekin tips diatas, pengemudi indnsia gak akan kalah de ma org singpore, setidaknya gak bakal malu2in kalo berkendara di ln

  11. fahmi says:

    bagus jugatuh….

  12. Sarip Husen says:

    yang penting harus ada saling pengertian antar sesama pengguna kendaraan bermotor.

  13. zuingli says:

    mantap tipsnya.. tapi klo da keburu ke kantor…lupa lagi deh…

  14. Wiku says:

    ijin share ya, Om Saft….

  15. Ruli says:

    ijin copy boss,.. buat di tempel di mading Kantor… maklum mayoritas karyawan pengguna motor.. thx boss

  16. RIo says:

    ada yang bilang, naek motor gak nyalip itu gak mungkin..
    dan ternyata yang dibilang itu bener :)

    sekarang tinggal gimana kita mengandalkan rules knowledge and attitude instead of skills…

    mendahului gak dilarang dalam UU tapi ada prosedur yang harus diikuti

  17. Hari says:

    Menyebalkan memang jika melihat pengendara yang seperti itu, baik motor, mobil, bis, truk… he he he..

  18. mochamad soleh says:

    Sebagai pengemudi dan pengendara mari kita bersama-sama untuk membantu menyebarluaskan tips ini ke semua orang yang kita kenal, semakin banyak orang yang tahu akan semakin baik. semoga akan menjadi pesan berantai.
    Kepada penulis, trims atas posting-an nya.

  19. Wawan says:

    Artikel yang bagus…cuma sayangnya hanya segelintir rider sepeda motor yang mau nerapin.

  20. tukang cendol says:

    Dear Kang Saft7,

    Tanggapan dari para pengguna motor mungkin hanya 1:
    “Jangan menganggap semua pengendara motor membaca, paham & mau menjalankan saran2 yang tertulis di posting ini”
    Haha4x4.. Road rage emang menjadi inevitable kalo hukum ga dianggep babar blass.

    MERDEKA!!! (???)

    Trims & tabik,
    EYK

    • karel says:

      Lalu akan anda sebut mereka sebagai manusia? Mereka bahkan lebih rendah dari binatang…

  21. Taufik Bije says:

    Mantafs… semoga bermanfaat bagi semua pengendara motor maupun mobil, thanks bro…..

    Ijin share ke milis sebelah yeh…..

Leave a Reply





Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com