Sudah dibaca sebanyak 4778 kali

Melalui artikel ini, saya mencoba untuk berbagi pengalaman ketika saya melakukan perbaikan turun mesin mobil saya. Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan dari pengalaman tersebut dan saya rasa perlu untuk saya ceritakan ke teman-teman yang mungkin kelak akan melakukan perbaikan serupa atau mungkin bisa bermanfaat sebagai referensi sederhana.

Lebih dan kurangnya dari apa yang ada di artikel ini di awal cerita saya mohon maaf, karena masih jauh sekali dari sempurna dengan segala keterbatasan yang ada. Semoga berkenan…

The Story…

Saat menjelang libur lebaran 2007 lalu, si bimmer (BMW 520i 1990 M20 2300cc 12valve SOHC) sudah diniatkan untuk turun mesin total (Full OH), dikarenakan suara mesin yang sudah kasar, juga kompresi tiap silinder yang tidak rata. Saya sendiri baru 3tahun lebih pakai mobil ini, sementara usia mobil sudah memasuki Sweet-Seventeen di tahun 2007 ini. Jadi wajar jika komponen mesin banyak yang mungkin perlu diganti / diremajakan. Hal ini menjadi maklum karena saya tidak tau bagaimana mobil ini dirawat dan digunakan oleh pemakai-pemakai sebelumnya selama 13,5tahun sebelum saya pakai.

– www.saft7.com –

Dalam 3 bulan terakhir, konsumsi oli sangat memprihatinkan. Dalam sebulan, saya selalu membeli 1 botol besar (4liter) oli untuk terus menambahkan. Pakai oli bagus percuma saja, malah keluar asap putih dari knalpot, hingga akhirnya saya mendapatkan oli yang tidak keluar asap walaupun borosnya sama.. yaitu Mesran Super 20w50.
Walau beda harga 5ribu rupiah dengan Prima XP, tetapi jika pakai Prima XP hasilnya sama dengan oli mahal lainnya .. asap putih keluar… ya wis.. selama menunggu turun mesin.. saya pakai Mesran Super 20w50.

Kompresi yang diukur saat itu adalah sebagai berikut…
Cyl-1 : 12 BAR
Cyl-2 : 12 BAR
Cyl-3 : 8 BAR
Cyl-4 : 10 BAR
Cyl-5 : 10 BAR
Cyl-6 : 11 BAR

Menurut buku Service Manual Workshop terbitan Bentley Publishers, toleransi angka kompresi normal untuk mesin mobil saya adalah 11-12 BAR untuk setiap silindernya.

Sayang sekali, montir langganan tidak sanggup jika harus selesai sebelum libur lebaran. Terpaksalah si bimmer dibawa mudik dengan kondisi seperti itu karena tidak punya mobil lain untuk mengangkut keluarga.

BUNYI ANEH DI MESIN..

Perjalanan ke Bandung lancar-lancar saja… kecepatan dijaga hingga maksimum 120km/h saja dengan RPM tidak lebih dari 4000rpm karena khawatir dengan kondisi mesin.
Sesampai di rumah mertua di Bandung.. ketika masuk garasi.. terdengar “tek tek tek tek tek ” cukup keras, ternyata bunyi itu mengikuti putaran mesin… segera buka kap mesin, dan benar suara itu berasal dari dalam mesin. Wah duh… apa tuh ya…. Putaran gas dinaikkan.. dan tiba-tiba suara “tektektek” itu menghilang, hmm… pasti ada yang patah di dalam blok mesin.. mesin agak goyang.

– www.saft7.com –

Ketika mesin dingin, saya coba ukur lagi kompresi masing-masing silinder. Ternyata silinder no.3 turun hingga tinggal 4 bar, sementara yang lainnya tetap sama.
Dengan was-was… pulang ke Jakarta dengan mesin yang hanya efektif 5 silinder saja… kecepatan maksimal sekitar 100-110km/h.

Hasil test kompresi setelah kejadian tersebut:
Cyl-1 : 12 BAR
Cyl-2 : 12 BAR
Cyl-3 : 4 BAR — BAH!!!
Cyl-4 : 10 BAR
Cyl-5 : 10 BAR
Cyl-6 : 11 BAR

TURUN MESIN DIMULAI

Setelah semua kegiatan bisnis di Jakarta berjalan normal, montir sudah kembali bekerja setelah beliau pulang kampung, mulailah project turun mesin ini dijalankan. Diperkirakan budget yang keluar adalah sekitar 7-8 juta termasuk parts dan jasa, dan lama pengerjaan diperkirakan sekitar 7 hari.

Mulailah mesin dipereteli.

BAH!.. Ternyata piston nomor 3 sobek, kemungkinan akibat ring piston yang patah di dalam silinder. Dinding silinderpun mengalami luka gores yang cukup dalam. Montir memperkirakan jika di oversize harus langsung oversize .75 dan tentunya mengganti semua piston dan ring. Biaya yang pasti akan keluar untuk kasus ini adalah (6 piston set 2,5juta + bubut oversize 1juta) = 3.5jutaan.

– www.saft7.com –

DIBANTU TEMAN

Seorang teman dari milis BMWCCI yang kebetulan memiliki bengkel besar khusus BMW menawarkan beberapa komponen mesin kondisi baru 100% dan orisinil, dengan harga sangat miring, karena kondisinya adalah bekas digunakan training mekanik BMW di BMW Training Center, jadi komponen hanya untuk latihan pemasangan/instalasi, tidak pernah sampai dihidupkan, kemudian dipereteli lagi kembalikan ke box. Namun komponen itu sudah dikategorikan sebagai Used-item.

Dalam listing penawaran tersebut, saya lihat ada Engine Block with Pistons.. dengan harga beda tipis dibandingkan jika saya harus merekondisi blok mesin di atas (3,5jt). Akhirnya saya sambut penawaran itu dan pesan blok mesin baru lengkap dengan piston set nya, water pump dan Oil pump unit baru.
Siangnya, Engine Block + Pistons itu diantar dengan kardus dan kotak kayu berlogo BMW. Wow… montir sampai terkaget-kaget melihat blok mesin baru.

Crank shaft (kruk as) dan Connecting Rod (stang piston) tidak perlu diganti karena kondisinya masih sangat baik dan tidak cacat maupun tergores.

KOMPONEN CYLINDER HEAD PARAH

Hampir semua komponen di Cylinder Head harus di ganti, karena mengalami aus yang cukup dalam. Semua itu tidak terlihat ketika saat setel klep di bengkel untuk perawatan rutin. Namun ketika dibongkar, barulah terlihat banyak cacat aus yang cukup parah.

Cam Shaft (knoken as) sangat memprihatinkan.. dugaan montir, parts ini benar2 seusia mobil (belum pernah diganti).

– www.saft7.com –

Lobe/penekan rocker-arm mengalami aus yang cukup dalam.

Seluruh Rocker-arm harus diganti baru, ada beberapa ditemukan masih orisinil bawaan mobil dan kondisinya sangat parah.

Rocker-arm yang diduga usianya seumur mobilnya.. (belum pernah diganti).. terlihat sampai rata.

Bentuk Rocker-arm + Eccentric baru, merek febi.

Metal ‘jalan dan duduk’ beberapa mengalami luka gores, untungnya crank-shaft (kruk as) tidak ada goresan. Artinya tertolong oleh oli yang baik. Semua ‘metal’ harus ganti baru.

Valve (klep) banyak mengalami aus pada bagian ujung atas, karena bergesekan dengan Eccentric-Rocker Arm. Ada valve yang mengalami aus hingga panjang batang valve berkurang 2mm.
Diduga, ini akibat penyetelan celah valve yang terlalu rapat.

– www.saft7.com –

Parts yang jelas-jelas diganti baru adalah sebagai berikut..

– www.saft7.com –

Mesin kemudian dibersihkan dan dirakit…
Segar rasanya melihat blok mesin baru, piston dan silinder yang masih mengkilap cemerlang.

Setelah selesai perakitan Crank Shaft dan lain-lain, ketika blok mesin akan dipasangkan Engine Mounting Bracket, ternyata ada perbedaan dengan blok mesin yang lama.
Perbedaannya adalah pada lubang baut.
Pada blok yang baru, selalu kurang 2 lubang baut untuk pemasangan Engine Mounting Bracket tersebut. Khawatir akan ada masalah nantinya jika tidak dilengkapi semua bautnya, maka blok mesin yang sudah rapih tadi terpaksa dibawa ke bengkel las listrik untuk ditambahkan mur baja. Alhamdulilah, pemasangan sangat rapih dan baik. Engine Mounting Bracket dapat terpasang dengan kuat dan mantab.

Blok mesin yang selesai dirakit, dipasang ke body.

– www.saft7.com –

HAL KONYOL TERJADI..

Ketika mesin sudah di body duduk manis di engine mounting. Sang montir mencoba untuk mempersiapkan posisi piston no.1 di posisi TOP (TDC – Top Dead Center).
ARRRRGGGHHH… hal konyol terjadi!
Piston ternyata menonjol lebih tinggi dari permukaan silinder blok. WAH WAH WAH..

Baru disadari.. bahwa mesin mobil saya bukan mesin M20 standard BMW 520i.
Melainkan oleh pemilik terdahulu pernah di Upgrade dengan paket upgrade BMW High Performance (BMW HP) di tahun 1990 dengan paket HP 2300cc. Yang termasuk dalam paket BMW HP tersebut adalah Piston set dan Crank Shaft (Kruk As). Dimana piston HP 2300 ini lebih pendek ketimbang piston biasa untuk 2000cc. Juga langkah crank shaft HP lebih panjang ketimbang yang biasa. Jadi itu yang membuat piston yang didapat dari saat beli blok mesin baru, menonjol keluar permukaan blok silinder.

Tidak tanggung-tanggung… menonjol hingga 5.6mm !!

Ini yang sangat memusingkan, mencoba cari solusi terbaik… berkonsultasi sana sini dengan teman yang punya pengalaman tinggi seperti Om Gerry BMWCCI, Om Pungky, Oom Abi, Kang Dikwan, Kang Ferry Cangkir, Oom Iriansyah, Oom Chairil CKK, dan lain-lain..

Oom Pungky memberi data bahwa tinggi piston BMW HP2300 adalah sama dengan yang dipakai BMW 323i – e30 M20B23. Hingga dicoba untuk check ulang data spesifikasi pistonnya melalui website www.mahle.com pabrik si piston.

– www.saft7.com –

Dari situ, saya coba putuskan untuk memakai kembali piston lama, tetapi nanti diganti Ring Piston yang baru.
Tetapi karena piston lama ada satu yang rusak, maka saya harus mencari gantinya itu.

Berbekal kata kunci “piston 323i m20” saya segera meluncur ke junkyard mobil Eropa di Pusat Onderdil Gaplek/PondokCabe. Mencari2 piston satu persatu cari yang cocok dengan contoh yang saya bawa.

Alhamdulillah.. saya mendapatkan pas hanya satu piston yang dimaksud. Tetapi piston ini orisinil BMW dengan merek pabriknya KS untuk mesin M20 323i. Saya tebus seharga 200ribu untuk piston tersebut setelah tawar menawar.

Komponen-komponen utama yang bergerak di dalam mesin wajib di’balance’ .. atau terkenal dengan istilah engine balance. Termasuk juga dengan berat/bobot piston.. Haruslah sama.

Piston yang saya dapat berbeda bentuk dengan piston BMW HP, walau jarak permukaan atas piston dengan pin piston sama. Hal ini dikarenakan beda pabrik pembuatnya. Jadi saya harus menyamakan berat seluruh piston yang ada. Berharap piston 323i ini lebih berat dari 5 piston lainnya…
Wah timbang di mana ya yang cukup akurat hingga satuan gram terbaca?..

NUMPANG MENIMBANG DI MINI MARKET

Tiba-tiba teringat minimarket di dekat rumah .. hihihi… ini dia nih.
Datang ke mini market itu.. kemudian berlagak beli telur ayam.. dan ditimbanglah si telur..
setelah selesai.. saya bicara dengan si mbak yang melayani… “Mbak, saya numpang timbang barang boleh? mau dicatat beratnya..” dia memperbolehkan…. YESS!!..

– www.saft7.com –

BAH!.. ternyata piston 323i yang baru didapat lebih ringan dari 5 piston yang lain.

Piston 323i seberat 520gram.. sementara piston yang lain adalah 535gram.

Mau tidak mau.. 5 piston lainnya harus mengalah, dan dikurangi beratnya… disamakan dengan piston 323i ini.

Besoknya piston-piston dibawa ke bengkel bubut di kawasan Rempoa.

Bagian bawah (piston-skirt) dipapas dikurangi hingga 2.5mm hingga pas berat piston menjadi 520gram.

Untungnya, di dekat bengkel bubut tersebut juga ada mini market yang juga menggunakan timbangan digital. Di rumah jadi banyak sekali stock telur ayam.. hihihi.

Piston baru yang tidak cocok kemudian diturunkan lagi dari mesin..

– www.saft7.com –

Piston baru ini kemudian saya titip jual di toko parts langganan saya, karena tidak jadi terpakai.

Mesin kembali dirakit dengan rapih dan hati-hati.

Pengerjaan Perakitan komponen Cylinder Head dimulai..

TUNING

Setelah semua terpasang rapih, kabel-kabel dan socket sensor-sensor mesin rapih terpasang. Mulailah tes kebocoran air dan oli. Pengecekan sirkulasi cipratan oli di cylinder head juga diamati baik-baik.. apakah setiap rocker arm dan cam lobe mendapatkan supply oli yang cukup dan sama rata.

Alhamdulillah, suara mesin sangat halus, mungkin setelah masa inreyen atau mesin sudah dipakai sejauh 1000km, suara mesin akan lebih lembut lagi.

Oli yang digunakan untuk masa inreyen ini adalah jenis oli mineral, nanti setelah 1000km terlewati, baru ganti oli yang lebih baik spesifikasinya dan boleh menggunakan oli synthetic.

Yang juga melelahkan dan menghabiskan banyak bensin adalah untuk setel CO hingga 2 jam menyala di 2000rpm dan 800rpm untuk mendapatkan angka-angka emisi yang baik dan sempurna.

– www.saft7.com –

TIPS:

Jika mengganti Blok Mesin, kita tidak dibenarkan untuk memindahkan nomor mesin lama ke blok mesin baru atau membuat sendiri nomor mesin di blok mesin yang baru, kecuali meminta bantuan Bengkel Resmi mobil tersebut untuk membuatkan nomor di blok mesin yang baru.
Jadi kita perlu menyimpan blok mesin lama untuk keperluan ‘esek-esek’ nomor mesin saat mengurus surat-surat mobil.
Menyimpan Blok Mesin yang besar dan berat tidaklah praktis, saya coba memotong dan menyimpan nomor mesin dari blok lama, untuk keperluan esek2 nomor mesin tadi.
Namun perlu diingat, bahwa kita perlu untuk menyimpan Bon bukti pembelian blok mesin tersebut dan bon belanja saat turun mesin, jika suatu saat dipertanyakan oleh pihak yang berwajib, mengapa blok mesin kita ganti dan beli dari manakah blok tersebut. Ini disebabkan banyaknya mesin yang diselundupkan masuk ke indonesia dengan cara ilegal dan sebagainya yang menurut pihak berwajib hal tersebut melanggar hukum.

Damage Cost Report:
Ongkos Kerja = 2,000,000
Packing Set = 650,000
Pompa Oli = 250,000
Metal Jalan + Duduk = 550,000
Blok Mesin Baru + Piston Set = 3,750,000
Knocken As = 1,100,000
Rocker Arm (12×80,000) = 960,000
Filter Olie = 35,000
Cincin Rocker Arm (12×30,000) = 360,000
Bubut Drat Busi Cyl.no.6 = 75,000
Valve intake (6×65,000) = 390,000
Valve Exhaust (6×100,000) = 600,000
Waterpump = 250.000
Piston Bekas 323i = 200,000
Bubut Balance Piston = 100,000
—-total = 11,270,000

BAH!!! ternyata Jauh di atas perkiraan budget (7-8jt).
Waktu pengerjaan meleset 2 hari lebih lama dari yang diperkirakan (7hari).

Hasilnya… Seperti mengendarai mobil baru… mesin haluuuuuuuuuus sekali… dan di masa inreyen ini, saya tidak diperkenankan membejek mesin lebih dari 4000rpm sampai jarak tempuh hingga 1000km ke depan.

Demikian kisah turun mesin si bimmer, semoga dari cerita di atas ada bagian-bagian kecil yang mungkin bermanfaat buat teman-teman. Mohon maaf apabila ada kekurangan.

Sumber referensi:
Mahle Piston
http://www.aircooled.net/gnrlsite/resource/articles/engnbrkn.htm
http://www.mototuneusa.com/break_in_secrets.htm
http://type2.com/library/engineg/engbreak.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Engine_balance
http://www.torquecars.com/tuning/engine-balancing.php

Special Thanks to:

Iriansyah & KBM Team.
PT Karsa Bangkit Mandiri (KBM)
Jl. Radin Inten Raya II no. 66 D1
Duren sawit –Jakarta Timur
Phone : 021 86614099

Avon
N-Jaya BMW
ITC Dutamas Lt.2
Phone: 021.72796179

Sutaji & Team
Group Montir BMW
ITC Dutamas Fatmawati
0812.8134463

Pandi
Junkyard BMW,Mercy,Volvo
Pusat Onderdil Gaplek/Pd.Cabe
Phone: 021.744.2929
HP: 0817.160423

Bengkel Bubut Barokah
Jl. WR Supratman No.3 Pondok Ranji
Ciputat – Phone: 021.7375863

Plaza Ban
for Gas Analyzer & Tuning
Jl. Cirendeu Raya no.35
Phone: 021.7496666

The Experts:
Gerry Nasution, Kusumo Bintoro (Pungky), Abimanyu Kameshwara, Chairil KartaKusuma, Dikwan Septiawan, Ferry Cangkir, Uut (Aluminium Art Casting), dll.