Suhu Tepat, BBM Hemat

Pada suatu pertemuan klub mobil, seorang teman dengan bangga memperlihatkan jarum temperatur mobilnya yang menunjukkan posisi seperempat, sementara pada umumnya untuk mobil yang sama seharusnya menunjukkan posisi setengah. Ia menganggap sistem pendingin mesin pada mobilnya bekerja dengan baik dan akan bebas dari masalah overheat.
Sementara itu ada juga teman yang baru saja mencabut thermostat dari mesin mobilnya karena takut masalah overheat terulang lagi.
Kedua hal di atas ternyata banyak juga terjadi pada mobil merek lain, khususnya mobil eropa. Apa dampak negatifnya buat mobil tersebut?
Mesin mobil bekerja secara optimal pada suhu yang cukup tinggi (sekitar 93ºC). Jika mesin bekerja pada suhu yang rendah akan membuat komponen mesin cepat mengalami kerusakan, detonasi, membuat polusi dan boros bahan bakar.
Untuk itu hal terpenting yang dilakukan oleh semua produksen mobil adalah membuat pengatur suhu agar mesin segera mencapai suhu kerjanya dan menjaganya agar tetap konstan (stabil).
Selain suhu kerja mesin yang ideal, untuk terjadinya proses pembakaran yang sempurna, diperlukan campuran bensin dan udara yang tepat.
Komposisi campuran bensin dan udara sering disebut Air-Fuel Ratio (AFR).
Idealnya AFR bernilai 14,7 . Artinya campuran tersebut terdiri dari 1 butir bensin berbanding 14,7 butir udara atau disebut dengan istilah Stoichiometry.


Pada kondisi dingin, mesin memerlukan lebih banyak bensin (AFR kaya) dan putaran mesin perlu dibuat lebih tinggi agar dapat bekerja dengan baik dan tidak berguncang (coldstall).
Ketika mesin mencapai suhu kerja ideal AFR kembali dibuat mendekati ideal (AFR = 14,7).
Mesin yang masih menggunakan karburator, proses pengaturan AFR dilakukan melalui Choke maupun Choke otomatis yang menggunakan vacuum solenoid dan temperature vacuum valve.
Pada mesin injeksi, pengaturan AFR dilakukan oleh ECU (Engine Control Unit – komputer pengatur mesin) berdasarkan referensi sensor suhu air di blok mesin (Coolant Temperature Sensor) untuk kemudian ECU mengatur putaran mesin dan debit bensin yang disemprotkan injektor.

Thermostat sebagai pengatur suhu
Mesin mobil yang menggunakan sistem pendingin air menggunakan thermostat sebagai pengatur suhu. Thermostat berfungsi sebagai katub/keran aliran air dari mesin ke radiator. Pada saat masih dingin, thermostat menutup sehingga air akan berputar-putar di blok mesin yang membuat suhu kerja ideal cepat tercapai.
Saat suhu kerja tercapai, maka thermostat membuka sehingga air mulai dialirkan ke radiator untuk di dinginkan agar suhu mesin tidak melebihi suhu kerjanya, ketika suhu mulai terlalu dingin thermostat kembali menutup, begitu seterusnya sehingga membuat suhu mesin menjadi stabil.
Thermostat sebagai ‘kambing hitam’
Sering terdengar kasus overheating yang diakibatkan oleh sistem pendingin, atau kasus mesin yang selalu dalam kondisi panas.
Dari kasus-kasus tersebut tidak sedikit bengkel yang menyarankan untuk mencabut thermostat karena dianggap sebagai biang keladinya. Ada pula bengkel yang menyarankan agar mengganti dengan thermostat bersuhu kerja lebih rendah dari standarnya dengan alasan iklim Indonesia yang cukup panas (tropis).
Mencabut thermostat adalah tindakan yang salah, karena mesin akan cukup lama mencapai suhu kerjanya, bahkan tidak pernah mencapai suhu kerja yang ideal. Suhu mesin pun menjadi tidak stabil, ketika sedang menuruni bukit atau kecepatan tinggi suhu mesin akan menjadi sangat dingin.
Mengganti thermostat bersuhu kerja lebih rendah dari yang disarankan pabrik juga membuat mesin bekerja dibawah suhu kerja ideal.

Solusi: Cermati Suhu Kerja Mesin
Apabila kita menggunakan mobil bekas atau yang sudah tua, coba untuk mencermati suhu kerja mesin mobil kita. Lihat jarum petunjuk temperatur pada panel instrumen.
Coba juga sempatkan bertanya ke bengkel resmi atau ikut serta mailing list maupun klub mobil sejenis untuk menanyakan pada posisi manakah suhu mesin kita dalam kondisi normal.

Apabila jarum temperatur menunjukkan suhu yang lebih rendah misalnya hanya seperempat (normalnya setengah), maka ada kemungkinan sebagai berikut:
1. Thermostat sudah dicabut : Membuat mesin bekerja dalam kondisi dingin, biasanya karena pernah terjadi overheating pada mesin, sehingga thermostat dilepas.
Solusi : Pasang thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.
2. Thermostat macet : Terjadi apabila thermostat rusak sehingga selalu dalam kondisi membuka.
Solusi : Ganti thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.
3. Thermostat bersuhu kerja rendah : Akibat menggunakan thermostat yang bersuhu kerja rendah membuat mesin bekerja disuhu kerja yang rendah.
Solusi : Ganti thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.

TIPS Perawatan Sistem Pendingin Mesin:
Perhatian terhadap komponen sistem pendingin lainnya juga perlu agar mesin selalu dalam kondisi prima:
1. Flush dan ganti coolant secara teratur. Kualitas dan jenis coolant yang dipakai sangat menentukan keawetan mesin, dianjurkan memakai Extended Life Coolant (ELC) atau Surfactant Coolant (SC), beberapa produk coolant dijual siap tuang.
2. Hindari menggunakan air ledeng atau air sumur untuk mengisi radiator. gunakan aquadest yang dicampur dengan coolant sebagai inhibitor (pencegah karat dan kerak). Pemakaian aquadest saja tak dapat mencegah timbulnya karat.
3. Gunakan Radiator Coolant yang bermutu baik, dan pakai sesuai anjuran.
4. Ganti tutup radiator setiap 4 – 5 tahun, kerusakan tutup radiator menyebabkan tidak dapat melepas kelebihan tekanan sehingga akan merusak cylinder head gasket dan kepala radiator, gunakan tutup radiator original.
5. Ganti thermostat setiap 5 tahun, jika tetap akan menggunakan thermostat bersuhu lebih rendah dari anjuran pabrik, jangan lebih dari 5ºC perbedaannya. Ingat, thermostat jangan dilepas.
6. Periksa kinerja motor fan atau visco fan.
7. Ganti waterpump apabila sudah terdeteksi terjadi kebocoran atau aliran air lemah.
8. Jika radiator yang berbahan plastik pecah/retak, ganti dan gunakan radiator head original, jangan mengganti dengan bahan kuningan, karena jika terjadi over-pressure, maka komponen mesin lain akan dapat pecah atau retak
9. Pemakaian Radiator coolant untuk mesin diesel sebaiknya memakai jenis Extended Life.
(sumber: The Beginner Files – IDMOC)
Semoga bermanfaat,
Catatan:
Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman dan pendekatan teori dari beberapa sumber referensi, sehingga memungkinkan masih adanya ketidak sempurnaan maupun keakuratan teori maupun kesimpulan dari artikel ini.
Artikel ini pernah dimuat di Majalah Autobild Edisi 16 Juli-29 Juli 2005
Ditulis oleh Saftari














pak mau tanya
1.apakah benar kendaraan yg sdh terlanjur lepas thermostat, jika di pasang kembali maka mesin akan rusak karena tdk terbiasa dengan perubahan yg terjadi
2.kendaraan sy S Katana, jika dalam kondisi jalanan lancar suhu mesin diantara 1/4 – 1/2 dan itu masih menggunakan ac….nah jika dalam kondisi macet panjang sy mjd was-was terpaksa ac sy matikan karena kecenderungan suhu naik sampai 3/4 bisa dan pernah terjadi tp ga sampai overheat
menurut bp supaya kondisinya tetap stabil max 1/2 dalam kondisi macet panjang, system pendinginnya apakah perlu ada yg di ganti/di rubah
mungkin untuk mbil2 yg lebih baru thermostatnya ketika sudah panas membuka n otomatis jalur bypass menutup(high flow by pass) tpi untuk mobil2 lawas kebanyakan sistemnya msih permanent bypass jadi ketika thermostat membuka full sekalipun tetap ada air yg lewat jalur bypass ,jdi efisiensi pendinginan msih jelek beda dgn mbil skrang,kalau mbil tidak benar2 fit berpotensi overheat..mungkin hal tsb yg menyebabkan kebanyakan mbil lawas memilih mencopot thermostatnya,..
http://www.westernthomsonindia.com/prd_inf.htm
pagi mas Zakir, gmn kbr nya? mg sehat wal,afiat..sy mo nanya lg nih, biasanyanyan klo pagi2 mobil kijang kapsul saya (th 2002) saat di starter langsung hdp dan gas nya agak tinggi, tapi sekarang setiap pagi sy starter , sy hrs menginjak pedal gas, klo sy lepas mesinnya akan mati, kira2 ada apa ya? apa auto coke nya udh rsk/ bgmana?, mohon pencerahan mas zakir, mkasih sebelumnya
Mau tanya pak, bmw e34 m50 th93 saya temperatur naik sampai 3/4 saat ngebut 100km/jam, kalau sudah 3/4 terus kecepatan dikurangi, temperatur kembali normal di 1/2. Termostat baru saya ganti 71derajat. Kenapa ya pak ? Terimakasih sebelumnya.
kemungkinan Visco Fan nya sudah lemah….
jika air radiator suzuki carry 1,0 cepat berkurang padahal gak ada kebocoran pada radiator, selang. cuma air didalam radiator gak berputar/diam dan cepat panas. kenapa ya ?…
Saya pemakai mbl suzuki amenity, mau tanya nih om : brp temperatur normalnya di tengah ato 1/4, thermostat kemaren sy lepas apa perlu sy pasang kembali ya… kalo kondisi mesin panas kenapa rpm naik turun, padahal coil baru, busi sdh ganti…, apakah dibenarkan kalo fan radiator langsung dsi sambungkan maksudnya stater kipas langsung muter … terima kasih pencerahanya…
Maaf, mau tanya apa untuk semua mobil bisa digunakan thermostat dengan suhu bukaan di bawah standart ? Biasanya mobil merek/ jenis apa yang sering memesan thermostat dengan suhu bukaan katup 71 derajat Celsius ? sama satu lagi, suhu bukaan berapa saja yang pernah dipesan dengan suhu bukaan di bawah suhu 80 derajat Celsius..? Terimakasih.
saya py mbl kijang sx tahun 2002, pada saat jalan sktr 20 s.d 30 mnt jarum penunjuk temperatur kadang2 bisa sampai full (ke merah)kadang2 bisa turun lg sampai 1/2 dan kadang2 bisa turun sampai 1/4, kira2 apanya yg rusak ya?…mohon penjelasan, terimakasih atas informasinya
ada dua kemungkinan komponen yg rusak 1. voltage regulatornya yg mensupply arus listrik ke komponen indikator temperatur voltasenya naik-turun. 2. swit temperaturnya udah rusak
dlm beberapa hr ini malah lebih parah lagi, saat dihidupkan jarum temperatur nampak normal, begitu mobilnya dijalankan beberapa meter, jarum jarum penunjuk sudah sampai kemerah?klo voltase regulator yg rusak, bagian apa yg hrs sy ganti/ namanya apa?
jika jarum temperatur dan bensin naik tidak beraturan sudah pasti voltage regulator/stabilizer voltasenya yg rusak. lokasi stabilizer voltasenya ada dibelakang speedometer. kalau mau servis speedometernya harus dicopot. ane punya pengalaman yg sama stabilizer voltage mbl ane udah rusak parah jarum bensin dan temperatur naik-turun , ane ganti dengan regulator voltase IC 7812 servis sendiri hasilnya ok banget. modal servis cuma Rp.10.000.
Apakah suzuki Carry 1,0 pada speedo meter posisinya ditengah-tengah yang normal, masalahnya semua carry yang pernah saya liat temperaturnya paling tinggi 1/4, nggak pernah lebih dari itu, apa semua carry nggak pake termostat atau dicopot, kalo kijang rata2 ditengah-tengah normalnya, mohon pencerahan
ganti swit temperatur yang ukuran ohm/resistor agak besar misalnya yg lama diukur ada 250 ohm ganti dengan yg lebih tinggi misalnya 350 ohm pasti jarum temperatur turun.
Sebelumnya temperatur suzuki carry 1.0 paling tinggi 1/4, ini pake sistim kipas visco, cuma kalo pake AC temp jadi 1/2 lebih, kemudian saya punya ide coba ganti pake fan elektrik, terus pada selang saya pasang termoswitch satu paket dengan Fannya, setelah jadi fan elektrik baru berputar setelah posisi jarum temp ditengah-tengah atau lebih dikit, terus stabil ya kira2 ditengah-tengah, apakah wajar indikator tersebut? kira2 apa pengaruhnya terhadap mesin? wajarkah temp tersebut, saya coba cari disitus2 nggak pernah ada menjelaskan berapa persisnya temp carry 1.0 yang normal, mobil ini tidak ada termostatnya dari awal?
jika pakai AC temperatur 1/2 engga pakai ac 1/4 kondisi temperatur mobil sangat wajar sempurna. yang penting thermostatnya udah dibuka. suhu idial mesin mobil sudah tercapai.
Tanks…sangat bermanfaat… mantap gan
numpang tanya pak,
saya baru beli mobil seken espass 1.6 th 97, ternyata jarum penunjuk temperatur g berfungsi baik. baru ketahuan pas mobil diajak jalan kurang lebih 30 menit kec. rata2 60km/jam jarum hanya bergerak sedikit sekali, padahal jok pengemudi sudah terasa panas. kira2 kerusakan ada dimana ? dan apa saja yg perlu di ganti ? mohon pencerahannya….terima kasih
mantabhhh….sangat bermanfaat !!
Om,
Klo jarum temperatur kadang idup kadang mati, kenapa ya? Socket di thermoswitch udah di test di tempel ke body mobil dan jarum bergerak. Udah coba ganti thermoswitch tetep aja sama, kadang idup kadang mati.
Mohon infonya ya Om.
Terima kasih,
Usa
bagus tips-nya..sangat berguna sekali…
saya buat pdf ya bos..hehe
Sangat bagus tips nya…
Terjawab sudah pertanyaan tentang temperatur suhu mobil…
Thnx
Bos, isi artikelnya bagus-bagus saya harus sering berkunjung nich. link sudah saya pasang. thanks
Benar-benar ilmu yang sangat bagus. terimakasih banyak.
Keadaan seimbang ideal pada mesin tergantung , suhu , airflowsensor, oxigen sensor (exhouse sensor) ,, dalam keadaan dingin mesin di atur ecu untuk open loop ,ecu mensuplay bahan bakar via injector berdasarkan preset data yg terprogram dalam ecu (kondisi dingin ), pada kondisi temperatur mesin idel biasanya diatas 82C-104C tergantung type mobil pasokan bbm berdasarkan kondisi aliran angin , sesuai bejekan gas , serta tingkat kandungan O2 pada asap knalpot yang di data oleh exhouse atau Oxigen sensor ,, saat kandungan O2 tinggi (rich) pada asap knalpot ecu akan mengurangi pasokan BBM dengan mengurangi timming buka’an injektor ( makin lama injector terbuka makin banyak bbm yg di masukan ke ruang bakar) ,,, keadaan sebaliknya bila O2/ Exhouse sensor melaporkan kandungan O2 terlalu rendah Lean makan ECU akan mengurangi timming bukaan injector , ,,,, kondisi ini yang sering di manipulasi Tunner automotif,,,maaf terlalu panjang
pak krist angga di balikpapan yah? Mau nanya nissan b12 nich?
BINGUNG SPIDOMETER NISSAN TERANNO ANDA BERMASALAH/RUSAK ?
BISA HUBUNGI SAYA DI 081398433740-02199290328 ATAU BISA
LANGSUNG DATANG DI JLN.SUMURBATU RAYA 415(SEBERANG SMP 228)
KEMAYORAN JAKPUS. BELAKANG ITC CEMPAKA MAS (SUGIARTO)
JUGA TERIMA REPAIR SPIDO DIGITAL UNTUK MOBIL/MOTOR SEGALA MERK.
Setuju sekali dengan post-nya. Semoga berguna buat para pemilik mobil