.

 

Speed & Rev Limiter… apaan sih?

revlimiter00

revlimiter00.jpg

Di lingkungan teman-teman yang hobby memodifikasi mesin agar bisa kencang dan ikut event DragRace, StreetRace atau sekedar doyan ngebut, banyak tips dan trick didapat. Dari pemasangan turbo pada mesin, mengganti ECU (Engine Management), porting&polish, ganti cam, hingga ganti mesin (engine swap).

Namun ada yang menggelitik ketika banyak yang tertarik untuk membuang Rev Limiter atau RPM Limiter, dengan harapan mobil akan bisa lebih kencang karena putaran mesin tidak lagi dibatasi oleh Rev Limiter tadi.

Pada kendaraan bermesin injeksi, umumnya dilengkapi dengan Rev Limiter untuk membatasi putaran mesin dan ada juga yang dilengkapi Speed Limiter untuk membatasi kecepatan kendaraan.

Yuk kita bahas satu persatu..

SPEED LIMITER

Untuk alasan Safety, mobil dan motor mulai dipasang Speed Limiter yang tujuannya agar kendaraan tersebut tidak dapat berjalan melebihi kecepatan yang ditentukan. Umumnya penerapan Speed Limit ini diatur oleh regulasi dari negara dimana kendaraan itu diperjual belikan.

revlimiter01.jpg

Speed Limiter, bekerja berdasarkan sensor kecepatan kendaraan (Vehicle Speed Sensor), yang kemudian apabila terdeteksi kecepatan melebihi batas yang ditentukan, pada mesin injeksi, ECU akan memutus jalur bahan bakar (Fuel Cut Off) atau ada juga yang menginterupsi pengapian. Bahkan pabrikan mobil kencang Eropa: Mercedes, Audi dan BMW sepakat membatasi top speed limit pada 250km/h (155mph), sementara Porsche tidak mau ikut “klub 155″ itu.

REV LIMITER

Rev Limiter bertujuan untuk membatasi putaran mesin, agar mesin tidak berjalan melebihi batas RPM (Rotation Per Minute) yang ditentukan pabrikan mesin disesuaikan dengan karakter mesin itu sendiri.

revlimiter02.jpg

Umumnya batas putaran mesin (Rev Limit) berkisar antara 6500 – 7500rpm tergantung dari pabrikan mesin. Mendekati angka tersebut, biasanya pada Tachometer (indikator kecepatan puaran mesin) diberi tanda / bidang merah, atau sering disebut RED LINE. Dengan maksud agar driver tidak menjalankan mesin pada Red Line (putaran mesin terlalu tinggi).
Putaran mesin yang terlalu tinggi akan mengakibatkan kerusakan mesin yang cukup serius, disinilah fungsi Rev Limiter.

revlimiter11.jpg

Sama dengan Speed Limiter, Rev limiter akan memutuskan jalur bahan bakar (fuel cut off) atau ada juga yang menginterupsi sistem pengapian, sehingga putaran mesin dapat diperhambat agar tidak menimbulkan kerusakan komponen.

revlimiter15.jpg

Seperti yang diceritakan di atas, banyak yang tertarik untuk membuang fungsi Rev Limiter agar mesin dapat berputar tanpa dibatasi.

Cara tersebut tidak tepat, mengapa?

Setiap mesin punya grafik Power dan Torque yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasi mesinnya.
Grafik tersebut tentunya bisa didapat dengan alat DynoTest.

Foto milik Ferry Cangkir

Mobil tersebut sedang melakukan DynoTest untuk mencari karakter mesin yang baru saja dipasang unit Turbo. Diharapkan akan diperoleh data pada putaran mesin berapa rpm Power dan Torque maksimalnya.

Foto milik Ferry Cangkir

Pada grafik di bawah terlihat bahwa sebelum dipasang unit Turbo (keadaan mesin standar), Powernya adalah 110.6HP pada 6300rpm, dan semakin tinggi Power malah semakin menurun.

Foto milik Ferry Cangkir

Terlihat juga pada grafik di atas, ketika unit turbo dipasang, didapat Power sebesar 207.2HP pada 4600rpm, semakin tinggi putaran mesin terlihat tenaga mesin menurun drastis.

Sekarang kita lihat mobil super yang dibangun rekan saya untuk event dragrace,..

Foto milik Ferry Cangkir

pada grafik di bawah, terlihat Power sebesar 400HP pada 6300rpm, putaran mesin lebih tinggi tenaga kembali menurun.

Foto milik Ferry Cangkir

Nah dengan panduan DynoTest, pabrikan menetapkan point Rev Limiter sesuai dengan karakter Peak Power & Torque dari mesin tersebut.
Jadi tidak berarti putaran mesin makin tinggi adalah semakin baik atau semakin kencang. Terbukti kurva power malah turun.

Para tuner / pemodifikasi mesin, mengaplikasikan berbagai performance parts, mulai dari knalpot (termasuk header, downpipe hingga muffler), fuel pump, injector, sistem pengapian, camshaft, engine management, penyetelan cam, mengurangi bobot crankshaft, dan sebagainya sesuai dengan target yang diharapkan.

revlimiter12.jpg

revlimiter10.jpg

Setelah semua unit terpasang, melalui pengukuran DynoTest akan didapat karakter mesin tersebut akan mengeluarkan daya dan torsi (Power & Torque) pada rpm berapa, bagaimana kurvanya, boost pada rpm berapa dan sebagainya.
Dari data tersebut, sang tuner / modifikator akan melakukan adjustment dan optimalisasi.
Adjustment bisa dengan cara menambahkan Piggyback ECU, atau ada juga yang meReMap ECU, termasuk juga menggeser point Rev Limiter apabila diperlukan.

Foto milik www.speco.com.au

Pada dashboard sering ditambahkan tachometer tambahan yang dilengkapi lampu peringatan untuk mengganti gigi pada rpm yang telah diset sebelumnya. Ini sangat membantu, karena kita akan pindah gigi pada putaran mesin yang optimal (berdasarkan data hasil DynoTest).

revlimiter14.jpg

KESIMPULAN

  • Rev Limiter = Perlindungan terhadap Mesin
  • Speed Limiter = Perlindungan terhadap Keselamatan Manusia
  • Membuang Rev Limiter tidak bermanfaat, karena akan dapat merusak mesin itu sendiri apabila putaran mesin melebihi batas kerjanya.
  • Putaran mesin yang lebih tinggi tidak dapat diartikan akan menghasilkan power dan torque yang lebih besar.
  • Beberapa pecinta kecepatan membuang Speed Limiter pada mobilnya agar bisa melesat lebih kencang tanpa dibatasi.
  • Jika mesin masih dengan spec standar pabrikan, hindari menaikkan point apalagi membuang Rev Limiter tanpa didahului dengan penggantian beberapa part yang memang sudah teruji kemampuannya. (tambahan dari oom Ferry Cangkir)
  • Semoga bermanfaat..

    Sumber Referensi:

    http://www.lunaticfringe.org/vwfox/mod/rev-limiter.html

    http://www.answers.com/topic/mclaren-f1

    http://www.mpsracing.com/products/MSD/ig02n.htm

    http://www.thetruthaboutcars.com/?p=2878

    34 Responses to Speed & Rev Limiter… apaan sih?

    1. ihda_vegetarian says:

      oh gt ya, Om…? Jadi kalo pindah gigi yang terbaik tuh pada saat max power atau max torque?

    2. widy awan says:

      Mas saya mau tanya tentang rpm limiter(yg mesin) selain faktor tenaga dan torsi yg mulai menurun ,saya kalau tidak salah pernah baca ditentukan jg over bore/over stroke ..tp saya lupa .. Bisa jelaskan ?

      misal : over stroke rpm limiter nya lebih tinggi .. (MISAL)

    3. Matt says:

      Citra Setyanto says:
      7/2/2007 at 17:02

      Om Saft..
      Apa yang menyebabkan pada suatu titik, tenaga puncak didapat dan setelah itu akan turun.

      Dan apa yang menyebabkan perbedaan tenaga puncak tersebut..?
      Kenapa pada satu mesin, tenaga puncak didapat pada 4000 RPM, sedang di mesin lain 20.000 RPM..?

      Matt Jawab :

      Ni, Citra HTML bukan? :) Om Citra walo pertanyaannya uda lama, saya ikut jawab, gpp ya ^^

      1.Torsi Max dicapai pada RPM dimana Efisiensi Volumetrik maksimum tercapai

      2.Daya Max dicapai pada RPM dimana CFM (volume camp udara/bbm yang masuk ke silinder per satuan waktu) maksimum tercapai

      Idealnya dengan RPM yang semakin tinggi, maka Daya Max juga semakin meningkat. Tapi ada banyak faktor yang membatasi putaran max sebuah mesin. seperti ditunjukkan di grafik dyno, pada titik tertentu power output justru menurun. hal ini disebabkan antara lain
      1.Dengan gerakan piston yang semakin cepat (hi rpm), maka waktu yang tersedia untuk membakar habis campuran bbm di ruang bakar semakin sedikit. Pada suatu waktu, campuran bbm baru habis terbakar setelah piston melewati TMA (sudah tidak optimal, hasilnya gaya dorong yang dihasilkan pun berkurang)

      Ini yang menjadi dasar mengapa racing engine mengaplikasi multi silinder. dengan membagi ke beberapa silinder, waktu untuk membakar camp bbm tsb lebih cepat.

      2.Keterbatasan dari porting saluran in out (termasuk ukuran payung klep). simpelnya pasokan camp bbm tercekik. sehingga banyak yang memperbesar saluran masuk – buang / porting. hasilnya tentu menurunkan tenaga di putaran bawah, tapi menaikkan output max di rpm lebih tinggi. secara simpel kurva akan bergeser ke kanan.

      3,Keterbatasan mesin naturally aspirated. diatasi dengan penggunaan turbo charger, atau supercharger (untuk harian lebih efektif super charger, karena tidak ada efek turbo lag di rpm rendah)

      4.durasi cam. mirip dengan konsep porting. dengan durasi cam yang diperbesar, akan mengorbankan power output di rpm rendah, tapi menaikkan di hi rpm.

      Kurang lebih 4 hal tadi yang memperngaruhi pada rpm berapa daya max tercapai. tentu saja semakin tinggi rpm, daya max semakin tinggi pula. tapi harus didukung dengan ubahan pada keempat poin tadi. ini yang sering salah kaprah, sehingga org2 suka pake cdi non limiter (secara top speed mungkin nambah sedikit, tapi dari power, tidak)

    4. firlandemas says:

      Salam sejahter
      Mau gabung nich,,,ketika rpm meninggi pada kisaran tertentu rev limiter ditugaskan untuk bekerja,sistem tersebut untuk mengantisipasi terjadinya lost power dan tabrakan antara piston dan valve,,aku nanya boleh kan?
      Gimana kalau sudut vavle guide nya dirubah pada ukuran tertentu agar tidak bertabrakan?

    5. ^ _ ^ hehe says:

      masa sih atos lari 80 km/h aja susah? kalah dong ama motor tetangga yg honda c70, biar tahun 78 lari 70 – 80 masih sanggup, hehe….

    6. ^up says:

      kayaknya atos ga perlu rev limiter apalagi speed limiter, lha wong ke 80kmh aja ampun2an, xixixi…

    7. ficforlife says:

      mau nanya, kelupaan, kalau atoz tuh kan ngga ada rev-meternya, yang ada speedmeter doang… gimana tahunya rev saya itu batas aman ngga?

    8. ficforlife says:

      terima kasih, artikelnya menarik !

    9. Surjono says:

      mencopot rev. limiter sebenarnya hanya demi kepuasan hati semata, rasanya kurang bergairah mendengar mesin gak bisa teriak sampe serak, hanya bisa bunyi naik turun (uweng, uweng, uweng) terus.
      Kalau saya pribadi sangat setuju mesin tanpa limiter apapun, karena kendali ada di tangan kita, sangat baik untuk melatih disiplin itu adalah karakter pembalap sejati yang gemar merasakan kenikmatan berkendara ….. sedangkan speed dan rev. limiter sangat cocok diterapkan pada kendaraan yang dipakai anak muda yang belum begtiu bertanggung jawab dan ibu-ibu RT yang gemar berbelanja (hanya tahu pedal aksel. rem dan clutch) (tapi skr sudah banyak mobil matic. kok ya)

    10. wiwid says:

      mengapa pada putaran tinggi torsi mesin justru turun apa yang menyebabkan dan akibat yang ditimbulkan
      hal yang sama juga terjadi pada daya (HP)

    11. jack says:

      Mas Shaft,

      Bagus sekali artikelnya, saya ingin sedikit tanya tentang eterna, kebetulan punya ada satu simpanan eterna ’91 yang nggak pernah dipakai lagi. Btw saya ditawarin gearbox dari VR4 manual plus differensial belakang mitsubishi VR4, rencananya akan saya pasang di eterna saya biar naik kasta dikit….:), referensi yang saya dapat baru berkisar di seputar mesin saja, saya memerlukan referensi dokumen untuk gearbox dan drivetrain belakang, apakah anda punya?

      Untuk turbonya, sebaiknya tipe dan merk apa yang sebaiknya saya pakai? Apakah memerlukan remapping ECU? atau malah harus menggunakan ECU programmable untuk aplikasi turbo?

      Apakah drivetrain VR4 bisa diatur perbandingan torsi belakang dengan depan?…

      terima kasih

    12. Mas Saftari,
      Artikel nya bagus buat referensi dan arsip di forum saya. kalo boleh saya ingin re-publish artikel ini di forum sebagai knowledge library di forum saya tentunya copyright nya tetep dari anda. trims.

    13. TheOwner says:

      Tukang Nge-Gas Says:
      Kang Saft,
      Nambahin aja nih, rev limiter itu gnanya juga untuk melindungi gearbox otometik, karena gearbox otometik umumnya hanya sanggup digeber sampe max 6000-6500rpm. diatas itu perlu re-enforcement khusus terhadap gearbox, contoh BMW X5 4.6L yg redline nya di 7000rpm.
      Notice kalo di mobil2 BMW th 97 keatas (umumnya) kalo mesin sampe kena rev limiter, maka gearbox MIL akan nyala, dan si gearbox akan jadi bego (go into LIMP mode), matiin mesin, restart, sembuh lagi deh.
      Moral op the stori, kalo pake mobil otometik jangan digeber2 lebih dari 6000rpm, kecuali emang didesign dari sononya utk bisa melebihi.

      Jawab:
      Yup.. setuju banget .. makasih tambahan masukannya nih… salam!

    14. Kang Saft,

      Nambahin aja nih, rev limiter itu gnanya juga untuk melindungi gearbox otometik, karena gearbox otometik umumnya hanya sanggup digeber sampe max 6000-6500rpm. diatas itu perlu re-enforcement khusus terhadap gearbox, contoh BMW X5 4.6L yg redline nya di 7000rpm.

      Notice kalo di mobil2 BMW th 97 keatas (umumnya) kalo mesin sampe kena rev limiter, maka gearbox MIL akan nyala, dan si gearbox akan jadi bego (go into LIMP mode), matiin mesin, restart, sembuh lagi deh.

      Moral op the stori, kalo pake mobil otometik jangan digeber2 lebih dari 6000rpm, kecuali emang didesign dari sononya utk bisa melebihi.

      Crut

    15. Andri says:

      Bung, tanya nii
      penasaran, kalo ukuran rpm itu kan rotation per minutes…..
      nah pertanyaannya adalah yang berputar itu pa?pistonnya yaa
      truz, contoh konkritnya gimana? misalnya ada mesin berputar pada 3200 rpm, tu gimana penjelasannya?
      hubungannya dengan percikan busi, gimana yaa?
      sebelumnya, makaci banget..
      sesudahnya, tolong dijawab yaa
      he5,:)

    16. Zamzami H. says:

      Bolehkan mengingatkan kawan-kawan di saft group ini.
      Kalau mobil kita berfungsi sebagai mobil keluarga janganlah coba coba melanggar atau melewati recomended max rpm dari pabrik karena akibatnya bisa fatal. Kasihan kalau kegiatan keluarga terhambat karena mobil rusak. Pada setiap mobil sudah diberitahukan max torque dicapai pada rpm berapa. Lagian speed dan power kan berbanding terbalik.
      Dari pengamatan saya, apabila engine sering melewati max revolution (rpm) yang pertama sekali dirusak adalah “valve mechanism”. Yang umum valve /klep bengkok dan dihantam oleh piston. Tidak jarang valve patah dan nancap dikepala piston ( piston crown ). Valve membuka oleh tekanan rocker arm, menutup oleh tension / tegangan return spring. Ketika engine mengalami over speed dimana putaran engine melebihi maximum rpm ada kemungkinan valve belum naik penuh/menutup ketika piston mencapai titik mati atas ( top dead center). Engine over rpm tidak hanya disebabkan oleh tancap pedal gas, bisa juga kalau pada transmisi manual dipenurunan menggunakan gigi percepatan rendah seperti gigi 2 . Transmisi dijadikan “brake”.
      Setiap gigi percepatan transmisi ada speed range-nya. Apabila itu tidak dilanggar, insya allah mobil kita awet.

      wassalam, semoga info ini ada gunanya

    17. ansor says:

      Kakak Saft
      Corolla GTi saya sudah mengaplikasikan Dastek Unchip type A…
      sebelum di aplikasikan alat tersebut
      rpm mentok di 6800 dan skrg rpm sudah mulai main di 8000rpm..
      nah yg saya mau tanyakan :
      apa mesin akan terus awet jika rpm selalu menyentuh 8000rpm walaupun menggunakan piggyback seperti saya….
      tp jujur aja seh saya sendiri gak berani menyentuh angka segitu….
      karena masih sayang sama mesin

      thx
      dari Adik mu

    18. ditu says:

      pak bagaimana klo di motor…. di bajaj pulsar itu kan ada speed limiternya hanya sampai 125km/j standar untuk ngelepasnya gimana ya biar bisa lebih kenceng tapi busi ke dua tetep berfungsi? pernah denger klo mo ngelepas speed limiter perlu ganti CDI dengan motor honda gran tapi itu membuat busi kedua tidak berfungsi….

    19. Genthonk_SMS says:

      Oom saya mau tanya dimana perbedaan antara pakek haltec E6X dengan dastec dan menghilangkan limiter(remapping)?
      Di antara ketiga faktor diatas yang paling efektif yang mana?
      Apakah bisa suzuki swift dihilangkan limiternya? kalo bisa gimana caranya?
      ngomong-ngomong makasih banget atas semua artikelnya.

    20. Farrel says:

      Om Saft or Kang Ferry…
      Mo tanya dunk, klo beli RPM meter yg ada sign kudu oper gigi itu merk apa, beli dimana hrg brp ? he..he..hee… maklum masih amatir, mo belajar drive yg bener biar awet mesin, soale skrg ini masih pake feeling aje oper gigine… thx

    21. Yudi F. says:

      Cuma mau sedikit nambahin aja sih… kalo RPM itu singkatan yg benernya Revolution Per Minute

    22. ito says:

      om..kalo mobil saya standar abis,cuma majuin timing pengapian,terus saya remapping dgn membuang rev limiter,pengaruhnya apa..??

    23. Adriel says:

      terima kasih bung saft… Saya baru sadar kalau itu bhp. Tp untuk jepang angka kecil sangat membantu untuk menjual mobil supercar-nya (mis Skyline, Supra, GTO, NSX). Karena peraturan yang membatasi kalau tenaga maksimum kendaraan adalah 280PS (276HP), jadi mereka menggunakan bHP bukan HP mesin.

    24. d1maz says:

      Wiih… ada vodoo lagi dynotest… dapet 207 HP on wheel lagi.. Celeem…

    25. TheOwner says:

      Frans Says:
      Kang Saft,
      artikelnya bagus. tapi pembahasan tentang speed limiter jg kurang tuh. hehehe…..
      apakah semua mobil yg di indo, ada speed limiter nya? bagaimana kita mengetahui speed limiternya itu sudah dilepas atau belum ? (harus ke bengkel yah?)
      btw, di gambar dyno test kan plat nomor mobilnya di buremin, tapi di dyno test nya tuh masih ada tuh plat nomor boilnya lengkap hehhee….
      thanks

      Jawab:
      Tidak semua mobil dilengkapi Speed Limiter.
      Karena itu sangat teknis, sering tidak juga dicantumkan pada user manual. Tetapi pada Workshop Manual biasanya ada dan dalam Wiring Diagram Sistem.
      Hehehe… thanks ya atas kejeliannya.. sudah di’burem’in tuh nopol eterna nya.

    26. TheOwner says:

      Adriel Says:
      Bung Saft, kok tenaga eterna yang NA rendah sekali (110hp)? Apakah karena sudah turun kompresi?

      JAWAB:
      Oom Adriel, umumnya mobil Jepang mengukur Power untuk ditulis dalam spek brosur diambil dari Flywheel. Sementara Dyno eterna tersebut diambil dari putaran roda, yang tentunya banyak loss power & torque pada sistem transmisi, gardan, beban kendaraan, dan hingga tekanan ban untuk dapat memutar drum dynotestnya.
      Umumnya mobil Eropa melampirkan Power yang diukur dari roda atau sering disebut dalam satuan bHP (Brake Horse Power). Itu sebabnya angka terlihat sangat kecil. Untuk pasar asia, jika ditulis angka kecil tentunya kurang menjual dong ya.. hehehe.

    27. Adriel says:

      Bung Saft, kok tenaga eterna yang NA rendah sekali (110hp)? Apakah karena sudah turun kompresi?

    28. Saftari says:

      Djoko ZQ Says:
      Hallo Om Saft , apa khabar,…
      Om Saft mo nanya nich !!….
      Berdasarkan hasil dino test mobil saya (greco) setelah pasang Apexi safc-2, terlihat hasil naik sekitar 9-10 Hp pada putaran 5000 rpm.
      Waktu itu kondisi mobil saya yg terpasang sbb :
      - Muffler Remus 2 tail pipe
      - Standard air filter
      - SJ & Wa-i
      - Velg 16 inchi
      Nah setelah pasang terlihat red line dari masing-masing gigi naik :
      contohnya pada saat jarum menyentuh garis red line (merah), sekitar 6250 rpm ternyata gas belum mbrebet, tetapi masih bisa sampai 6500 rpm.
      Yg saya tanyakan : kenapa bisa naik seperti itu ??

      JAWAB:
      Oom ZQ, Rev Limiter ada yang dipasang pada titik terakhir garis merah, ada yang di tengah, dan macam2.. gimana manufaktur mesin itu pasang di berapa. Dan biasanya juga ada Toleransi sekian persen agar lebih safety lagi.

    29. Djoko ZQ says:

      Hallo Om Saft , apa khabar,…
      Om Saft mo nanya nich !!….
      Berdasarkan hasil dino test mobil saya (greco) setelah pasang Apexi safc-2, terlihat hasil naik sekitar 9-10 Hp pada putaran 5000 rpm.
      Waktu itu kondisi mobil saya yg terpasang sbb :
      - Muffler Remus 2 tail pipe
      - Standard air filter
      - SJ & Wa-i
      - Velg 16 inchi

      Nah setelah pasang terlihat red line dari masing-masing gigi naik :
      contohnya pada saat jarum menyentuh garis red line (merah), sekitar 6250 rpm ternyata gas belum mbrebet, tetapi masih bisa sampai 6500 rpm.

      Yg saya tanyakan : kenapa bisa naik seperti itu ??

      salam
      ZQ

    30. Frans says:

      Kang Saft,

      artikelnya bagus. tapi pembahasan tentang speed limiter jg kurang tuh. hehehe…..

      apakah semua mobil yg di indo, ada speed limiter nya? bagaimana kita mengetahui speed limiternya itu sudah dilepas atau belum ? (harus ke bengkel yah?)

      btw, di gambar dyno test kan plat nomor mobilnya di buremin, tapi di dyno test nya tuh masih ada tuh plat nomor boilnya lengkap :P hehhee….

      thanks

    31. TheOwner says:

      Ferry Says:
      Kesimpulannya : Jika mesin masih dengan spec standar pabrikan, jgn pernah menaikkan point Rev limiter tanpa didahului dengan penggantian beberapa part yang memang sudah teruji kemampuannya.

      KOMENTAR:
      Setuju banget oom Ferry!.. thanks tambahannya, udah ditambahkan di atas.

    32. Ferry says:

      Berdasarkan informasi dr beberapa tuner automotive yang Saya kenal, mereka memang cenderung untuk merubah fungsi dari limiter tersebut khususnya fungsi Rev Limiter dengan cara menaikkan limit/batas RPM yg dapat dicapai oleh mesin dan extremenya malah ada yang menghilangkan/membuang rev limiter..namun sebelum merubah atau membuang fungsi Rev Limiter tersebut, sangat-sangat disarankan untuk mengganti beberapa part mesin yang ada dengan part after market yang tentunya mempunyai material yang lebih kuat dan sudah teruji (forged), antara lain seperti penggantian piston, ring piston, kruk as, stang piston atau seluruhnya dikenal dengan stroker kit.

      Kesimpulannya : Jika mesin masih dengan spec standar pabrikan, jgn pernah menaikkan point Rev limiter tanpa didahului dengan penggantian beberapa part yang memang sudah teruji kemampuannya.

    33. Saftari says:

      Citra Setyanto Says:
      Om Saft..
      Apa yang menyebabkan pada suatu titik, tenaga puncak didapat dan setelah itu akan turun.
      Dan apa yang menyebabkan perbedaan tenaga puncak tersebut..?
      Kenapa pada satu mesin, tenaga puncak didapat pada 4000 RPM, sedang di mesin lain 20.000 RPM..?

      Jawab:
      Oom Citra, banyak faktornya tuh oom.. salah satu contoh adalah perbedaan langkah gerak piston. Semakin panjang (long stroke) maka putaran max akan makin turun.. Mesin Formula 1, langkah piston nya sangat pendek, itu sebabnya rpm max nya tinggi sekali.

    34. Citra Setyanto says:

      Om Saft..
      Apa yang menyebabkan pada suatu titik, tenaga puncak didapat dan setelah itu akan turun.

      Dan apa yang menyebabkan perbedaan tenaga puncak tersebut..?
      Kenapa pada satu mesin, tenaga puncak didapat pada 4000 RPM, sedang di mesin lain 20.000 RPM..?

    Leave a Reply





    Switch to our mobile site

    Tips Otomotif saft7.com