Sudah dibaca sebanyak 3994 kali

Hampir di setiap Tips saat berkendara di jalan Tol, kita disarankan untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan kita. Di berbagai kursus Safety Driving, diajarkan untuk memperkirakan jarak aman dengan menggunakan cara sederhana dengan menghitung sekitar 2-3 detik (two-three seconds rules).

Caranya adalah dengan memanfaatkan benda atau tiang yang ada di sekitar jalan Tol tersebut. Ketika kendaraan di depan kita tepat berada di samping melewati tiang, kita mulai berhitung dengan menyebut “satu dan satu, dua dan dua, tiga dan tiga” … hingga tiang itu tepat kita lewati disamping mobil kita. Jika hitungan dua dan dua atau tiga dan tiga adalah tepat tiang tersebut kita lintasi, maka dapat dikatakan jarak kita dengan kendaraan di depan kita sudah dalam jarak aman. Jika kurang dari itu, maka jarak kita masih terlalu dekat dengan kendaraan tersebut, buatlah jarak aman.

Mobil apa yang kita pakai?

Semakin hebat fitur mobil kita khususnya pada perangkat Rem, semakin dapat melindungi atau menghindarkan kita dari kecelakaan yang fatal.

Fitur ABS (Anti-lock Braking System) membantu pengereman menjadi lebih efektif, dengan cara mencegah terjadinya roda mengunci yang membuat mobil seperti meluncur. Dengan ABS, membuat mobil masih bisa diarahkan untuk menghindari benturan dengan benda yang ada di depannya.

Bobot kendaraan juga mempengaruhi jarak pengereman dari suatu kecepatan tertentu. Semakin berat bobot, semakin memperpanjang jarak pengereman.

Sebagai perbandingan jarak pengereman beberapa mobil, dari kecepatan 100km/jam hingga total berhenti 0km/jam.

Toyota Avanza ABS : 47,79 m. (Autobild, 16 Desember 2008)
Toyota Yaris ABS+EBD : 43,45 m. (Autobild, 16 Desember 2008)
Honda Jazz ABS+EBD : 47,5 m. (Autobild, 28 Agustus 2008)
Toyota Kijang Innova Diesel ABS : 43,0 m. (Tim Otomotif – Kompas)
Isuzu Panther LS Turbo : 50,1 m. (Tim Otomotif – Kompas)
Nissan Livina : 47,6 m. (Autobild, 28 Agustus 2008)
Daihatsu Sirion : 50,2 m. (Autobild, 28 Agustus 2008)

Bagaimana dengan truk besar dengan bobot + beban yang berat meluncur dengan kecepatan yang sama, melakukan pengereman hingga berhenti… tentunya jarak yang dibutuhkan akan lebih panjang hingga di atas 60meter.
Ditambah lagi teknologi rem pada truk yang umumnya ditemui di jalan Tol masih menggunakan rem tromol dengan kondisi ban yang mungkin kurang baik.

AWAS BELAKANG!

Mengacu pada data kemampuan jarak pengereman kendaraan di atas,.. kita bisa membuat ilustrasi sebagai berikut

Pada ilustrasi di atas, memperlihatkan kemampuan pengereman Kijang Innova cukup baik, dapat berhenti penuh dalam jarak 43 meter. Dengan kecepatan yang sama, suatu truk dengan beban penuh perlu jarak sekitar 80 meter untuk dapat berhenti penuh.
Akibatnya, Kijang yang sudah berhenti untuk menghindari sesuatu di depannya, ditabrak dan terdorong dari belakang oleh truk.

Dalam hal skenario di atas, semakin pakem sistem rem kita, justru semakin besar kerusakan yang mungkin akan terjadi jika kendaraan di belakang kita memerlukan jarak pengereman yang panjang.

KESIMPULAN

1. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan kita sekitar 2-3 detik.
2. Selalu mengawasi kendaraan apa yang ada di belakang, jaga jarak aman dengan kendaraan di belakang kita atau hindari berada di depan truk besar dalam kecepatan tinggi.
3. Anggap kendaraan di depan kita mempunyai sistem pengereman yang hebat, sementara mobil kita sebaliknya, sehingga kita perlu membuat jarak yang cukup untuk melakukan pengereman atau menghindari kecelakaan.
4. Anggap mobil kita punya sistem rem yang hebat, dan kendaraan di belakang kita sebaliknya.. sehingga membuat kita selalu mengawasi dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di belakang kita.
5. Saat melakukan pengereman mendadak, selalu segera melihat kaca spion untuk melihat kendaraan apa yang ada di belakang, seberapa dekat, untuk mengantisipasi menghindari kecelakaan tabrakan dari belakang.
6. Selalu berhati-hati selama berkendara
7. Berdoa sebelum dan selama melakukan perjalanan.

[ saft7.com – automotive tips and sharing ]