Sudah dibaca sebanyak 5319 kali

Pada merek mobil tertentu menggunakan aluminium sebagai bahan pipa/sirip pendinginnya. Hal ini dimaksudkan agar pendinginan menjadi lebih baik dan bobot lebih ringan.

Tetapi ternyata ketika terjadi kebocoran pada pipa/sirip pendinginnya, semua bengkel radiator termasuk yang paling terkenal pun menyerah untuk menambalnya. Semua bengkel radiator menyarankan untuk mengganti dengan unit yang baru atau merubahnya menjadi radiator berbahan kuningan/tembaga.
Menurut mereka, jika ditambal dengan las aluminium, maka pipa/sirip lain disekitar pipa/sirip yang bocor akan ikut meleleh karena tipisnya pipa/sirip aluminium tersebut. Tidak seperti jika menambal pipa/sirip radiator yang terbuat dari bahan kuningan/tembaga.

Ketika masalah bocor ini terjadi pada radiator aluminium mobilku, sempat pusing dan letih untuk mencari bengkel radiator yang mampu menambalnya. Saya tidak boleh habis akal… akhirnya.. ketemu solusinya, dan kucoba jelaskan kepada montir senior di bengkel tersebut, akhirnya si montir tersebut mengangguk dan mau mengerjakannya.

Radiator ada yang bekerja secara Vertikal dan Horisontal, dapat dilihat dari pipa/sirip nya. Jika Vertikal, maka air mengalir dari lubang masuk atas kemudian turun dan keluar melalui pipa keluar.
Jika Horisontal, maka air akan mengalir ke arah samping.

Proses pendinginan yang terjadi di radiator adalah air mengalir dari lubang masuk kemudian terbagi-bagi melalui pipa/sirip pendingin mengalir ke lubang keluar dengan kondisi sudah lebih dingin dibanding ketika air tersebut masuk ke radiator.

Ilustrasi di bawah memperlihatkan ketika terjadi kebocoran pada salah satu pipa/sirip radiator.

Selanjutnya mencari bagian pipa mana yang bocor dengan memberi udara bertekanan dan merendam radiator ke dalam bak air.

Nah, solusi yang terpikir olehku saat itu adalah dengan menutup/sumbat bagian ujung (atas & bawah atau kiri & kanan). Akibatnya air tidak akan mengalir melalui pipa/sirip yang bocor itu lagi. Lem yang digunakan adalah Epoxy Resin yang tahan panas dan tahan tekanan tinggi. (umumnya sering disebut dengan lem besi yang berupa 2 tube lem).
Agar lebih kuat daya lekatnya, maka proses pengeringan lem kubiarkan sampai 3 jam sebelum radiator dirakit kembali.

Ketika selesai disumbat, akan terlihat seperti ini pada kedua ujung pipa/siripnya.

Nah, biaya bongkar radiator sekalian dengan membersihkan pipa/sirip lainnya dari kotoran adalah Rp 125ribu. Sementara harga unit radiator aluminium baru adalah Rp 2.4juta .

Ada yang menyangsikan solusi di atas, kalau ditutup seperti itu khan jadi panas mesinnya? Ah tidak juga, toh yang disumbat hanya 2 alur pipa/sirip, sementara 80 sirip lainnya berfungsi dengan baik. Tidak terlalu terasa ketimbang penghematan biayanya khan??