.

 

Mengenal Seluk Beluk Ban Mobil dan Motor

ban-00

Kontribusi dari Hendro Buditjahjono (Spinner-Community)

Ban adalah bagian terpenting dari sebuah kendaraan bermotor karena ban satu-satunya bagian dari kendaraan bermotor yang mempunyai kontak langsung dengan jalan. Walaupun merupakan faktor terpenting pada sebuah kendaraan bermotor, namun banyak pemilik kendaraan yang sering mengabaikannya, baik yang karena alasan ekonomi maupun keterbatasan ilmu mengenai ban yang dimiliki pengendara.

Karena alasan tersebut diatas saya menulis sedikit untuk sharing kepada pengendara lain agar dalam mengemudikan kendaraannya tahu batasan yang dimiliki oleh ban yang digunakannya.

Sedikit Flashback, mungkin sudah banyak orang tahu bahwa ban (dengan bahan karet) yang sampai sekarang digunakan ditemukan oleh DUNLOP (John Boyd Dunlop) pada tahun 1888. Perkembangan ban sampai saat ini menyempurnakan hasil penemuan DUNLOP tersebut.

Struktur Ban

Struktur Ban Bias dan Ban Radial

Dari hasil pengembangan hingga saat ini struktur yang biasa digunakan oleh produsen ban adalah sbb:

1. Tread/Telapak Ban:
Tread/Telapak Ban adalah bagian dari ban yang kontak langsung dengan permukaaan jalan. Bahan yang digunakan tergantung dari utilitas kendaraan sehingga berpengaruh terhadap ketahanan ban, daya cengkeram dan juga dalam melakukan maneuver.
2. Steel Belts:
Menjaga kekokohan struktur ban dan juga menjaga keamanan dari benda-benda yang dapat menusuk permukaan ban.
3. Spiral Layer:
Lapisan ini berfungsi agar ban lebih tahan dan lebih mudah melakukan maneuver.
4. Shoulder:
Shoulder bagian yang paling tebal pada sebuah ban yang berfungsi melindungi ban dari guncangan maupun benda-benda berbahaya dari luar.
5. Sidewall:
Sidewall adalah bagian yang paling lentur pada sebuah ban. Faktor kenyamanan berkendara pada sebuah ban di dapat dari bagian ini.
6. Plycord:
Plycord adalah bagian utama sebuah ban yang melapisi bagian dalam pada sidewall dan juga bagian dalam telatak ban dari tekanan udara dari dalam ban, beban kendaraan dan juga goncangan dari luar.
7. Bead Filler:
Bead Filler lapisan pengisi yang membuat ban lebih tahan dan memudahkan kendaraan dalam melakukan maneuver.
8. Bead Wires:
Lapisan kawat yang berfungsi menahan ban tetap pada tempatnya pada velg/rim.
9. Chafer
Bagian yang melindungi plycord dibagian bead dari panas yang terjadi karena gesekan bagian bead dengan velg/rim.

Dari keseluruhan Struktur ban diatas yang paling banyak mempengaruhi ketahan, maneuverability dan juga factor keiritan bahan bakar adalah PLYCORD. Dari ban yang beredar sekarang struktur plycord dapat dibagi sebagai berikut:

1. Radial
Struktur lapisan Plycord pada Ban Radial dari Bead dalam Ke Bead luar saling tegak lurus.
Disamping lapisan plycord masih ada lapisan steel belts.
2. Bias
Lapisan untuk jenis ini plycord diletakkan secara diagonal secara bersilangan, tidak ada lapisan tambahan pada konstruksi Bias ini.

Diantara ban Radial dan ban Bias manakah yang lebih menguntungkan pengendara?

Secara umum ban radial lebih menguntungkan pengendara karena:
1. Lebih Safety, karena ban lebih menapak pada permukaan jalan (bisa dilihat pada grafik, video bisa dilihat di link berikut: http://www.bridgestone.co.in/tyre/tyreknowledge/tyrevideo.htm).
Karena lebih menapak pada permukaan jalan maka jarak pengeremanpun menjadi lebih pendek dan lebih cepat melakukan maneuver.


.

2. Penggunaan bahan bakar yang lebih irit


(table dari http://www.bridgestone.co.in)
.

3. Lebih kokoh karena adanya lapisan steel belts

Tube dan Tubeless

Disamping struktur plycord yang ada struktur ban juga dibagi lagi menjadi tipe yang menggunakan ban dalam (Tube Type) dan tipe yang tidak menggunakan ban dalam (Tubeless).

1. Tubeless
Ban tubeless mempunyai lapisan dalam (inner liner) yang lebih kuat dari pada ban yang menggunakan ban dalam

2. Tube Type
Tipe ban ini menggunakan ban dalam untuk dapat digunakan.

Kelebihan ban Tubeless :
1. Lebih aman. Gambar dibawah memperlihatkan kenapa ban tubeless lebih tahan bocor apabila ban terkena benda tajam

2. Lebih efisien dan ekonomis, efisien dalam konsumsi bahan bakar karena lebih ringan (tidak menggunakan ban dalam) lebih ekonomis karena tidak perlu membeli ban dalam.
3. Lebih dingin, karena tidak ada gesekan antara ban dalam dan ban luar pada saat terjadi “Rolling Resistance”

Banyak pertanyaan yang dilontarkan di milis-milis apakah aman ban yang menggunakan ban dalam dijadikan ban tubeless ataupun sebaliknya ban tubeless menggunakan ban dalam.

Mari kita bahas !:
Untuk alasan safety tidak dianjurkan ban tube dijadikan tubeless maupun ban tubeless menggunakan ban dalam.

1. Ban Tube dijadikan tubeless:
Perbedaan konstruksi ban Tube dan Tubeless bisa dilihat pada gambar berikut.

Pada gambar tersebut bisa dilihat bahwa ban tubeless mempunyai inner liner yang pada ban tube lapisan ini tidak ada sama sekali. Inner liner ini lebih membuat kaku bentuk ban sehingga walaupun ban kekurangan angin bentuk ban masih sesuai dengan bentuknya dan tetap menempel pada rim.
Apakah bisa digunakan ban tube menjadi tubeless?
Jawabannya bisa, namun untuk alasaan safety tidak dianjurkan karena jika ban kekurangan angin bisa menyebabkan kecelakaan yang fatal bagi pengendaranya.

2. Ban Tubeless menggunakan ban dalam
Karena alasan tertentu banyak juga yang menggunakan ban tubeless menggunakan ban dalam. Apakah aman?
Memang bisa ban tubeless menggunakan ban dalam, namun ini tidak dianjurkan dan tidak safety. Untuk penjelasannya bisa dilihat dalam gambar di bawah:

Pada saat kendaraan berjalan (F) ban membawa bobot kendaraan dan pengendara (W). saat pergerakan terjadi akan timbul “Rolling Resistance” (N) yang diakibatkan dari perubahan bentuk ban dan kondisi jalan yang digunakan. Semakin besar Rolling Resistance ini akan mengakibatkan panas yang lebih besar.
Hal inipun terjadi antara ban luar dan ban dalam yang digunakan, namun karena alasan ban tubeless mempunyai inner liner yang lebih kaku maka gesekan yang terjadi antara ban luar dan ban dalam lebih besar. Jika panas yang terjadi berlebihan maka ban dalam dapat meletus bisa fatal akibatnya

Kesimpulan:

Penggunaan ban tube dijadikan tubeless atau ban tubeless dengan menggunakan ban dalam jawabannya adalah bisa.
Namun penggunaan hanya dianjurkan untuk keadaan darurat, bukan untuk digunakan harian

Berapa ukuran ban maksimum

Ratio maksimum lebar bibir velg : lebar tapak ban dari berbagai sumber membatasi angka antara 0.5” s/d 0.58”

Contoh perhitungan :
Lebar bibir velg=1.85”
Lebar maksimum ban yang dianjurkan
= 1.85” / 0.58
= 3.189”
≈ 3.00 ~ 3.50”

Jadi Lebar ban (konversi ke satuan mm)
= 3.50” x 25.4mm
= 88.9mm
≈ 90.0mm; atau maksimum 100mm

Sebenarnya ukuran yang terlalu lebar maupun kekecilan bisa dilihat pada saat ban belum terpasang pada velg. Ban yang terlalu lebar akan terlihat lebih menggembung, sedangkan ban yang lebarnya terlalu kecil akan menyebabkan ban tidak rekat pada velg/rim

Membaca Kode Ban

1. Ukuran Ban

Ukuran ban biasa menggunakan ukuran METRIC dan ukuran INCH.

a. Ukuran Metric

80 / 90 – 17
80 = adalah lebar telapak ban dalam ukuran mm
90 = adalah prosentase tinggi ban yang dihitung dari lebar ban
Jadi tinggi ban = 120 x 90% = 72 mm
17 = Ring Velg yang digunakan

b. Ukuran Inch

275 – 17
275 = adalah lebar telapak dan tinggi ban dalam ukuran mm.
17 = Ring Velg yang digunakan

2. Tread Wear Factor

Indikator ke ausan ban. Jika ban sudah mencapai indicator ini ban sebaiknya lekas diganti

3. Tube/Tubeless

Type ban menggunakan ban dalam atau tubeless

4. Lot Number

Lot number produksi ban 2607 artinya ban diproduksi pada minggu ke 26 (2 digit pertama) pada tahun 2007 (2 digit terakhir)

5. Speed Symbol & Load Index

41P
41 = dilihat pada table pertama maksimum load yang disarankan 145kg
P = dilihat pada table 2 batas maksimum yang disarankan 150km/jam

.
Index Beban dan Kecepatan yang tertera bagi kendaraan roda dua

.

Index Beban dan Kecepatan yang tertera bagi kendaraan roda 4 atau Lebih

6. Rotation

Indikator arah berputar ban semestinya

7. Maximum Load

Maksimum load yang dianjurkan. 160kg beban maksimum dengan tekanan ban 33Psi pada kondisi dingin

Silahkan dibaca juga Ban isi Nitrogen (N2).

Semoga bermanfaat.

Sumber referensi:
1. http://www.bridgestone.co.in
2. http://bridgestone.com
3. http://www.hankooktyre.com.au
4. http://en.wikipedia.org
5. http://www.fdrtire.com
6. http://www.speedace.info

44 Responses to Mengenal Seluk Beluk Ban Mobil dan Motor

  1. ego says:

    thank’s bro….ni blog bgs bangt…..bnyk yg sdh sy plajari dr sini….
    skali lg ….thank’s

  2. Oesman says:

    Terima kasih banyak share ilmunya, akan sy beritahu keluarga agar lbh faham

  3. Heppy says:

    postingannya membantu sekali…

    terima kasih yaaa…

  4. edy says:

    terima kasih, stelah baca tips ini saya lebih memahami ban

  5. idam says:

    kalo ukuran ban mobil itu bacanya bagaimana ya bos misalnya 185/80 r14

    bukannya 185 = tapak/lebar ban
    80 = tinggi ban
    14 = ringnya

    bener ga ya ? saya mau beli ban untuk apv gl, kalo yang standarnya itu ukurannya 185/80 14 kalo saya mau lebih ceper harus diganti dengan ukuran yang berapa ya,
    terima kasih

  6. Rizqibe says:

    Di ban Corsa S123 saya kok kode batas kecepatannya dengan Kode S sih ? padahal Ban motor.

  7. Irfan says:

    Boss Maap…
    Ane Mau tanya…da temen yang jual ban dunlop buat moto trail nih…
    tapi dia gak tau tahun pembuatannya…. katanya 2007 ke atas….
    mau diliat langsung lokasinya jauh harus nyebrang pulau :-)

    masih layak dibeli gak bos….soalnya harganya murah banget….

    Trims

    • Hendro Buditjahjono says:

      kalau ngelihat standard safety di US, pengusaha retailer tidak diperbolehkan menjual ban yg berumur 6 tahun keatas karena dikhawatirkan struktur karet/lapisan pada ban sudah rusak hanya tidak kelihatan dari luar.

      ya, susahnya memang kalau pemilihan ban sudah lebih kearah ekonomis atau trend. Boleh-boleh saja dipakai tapi pengendara harus lebih hati-hati saja.

      yang perlu diingat:
      “jika berkendara dijalan umum kita harus memikirkan pengendara lain”
      mungkin saja akibat kelalaian kita orang lain yang harus celaka.

      untuk dibaca-baca artikel lengkap bisa dilihat di:
      http://www.aa1car.com/library/tire_expire.htm

  8. Fin's says:

    Bos, ane numpang minta saran donk… Motor ane pake velg ukuran 3.00×17 (belakang) & 2.50×17 (depan), nah ukuran ban yg pas berapa ya? Motor ane hobi sama tikungan… Thx bos…

  9. Setyo Rudy says:

    Bagaimana dengan kwalitas ban tubles FDR vs Corsa ??
    Mana yang lebih bagus dan aman (safety) ??
    Benarkah bahwa ban tubles FDR tidak rekomendasi buat tubles ??
    Berapa ukuran ban modif tapi aman untuk ban supra x 125 depan+belakang ??

    • feyon says:

      FDR/Corsa..? Baca2 di websitenya FDR kerjasama dengan pabrik ban Continental, official tyre Mercedes Benz.

      kata siapa FDR gk rekomendasi buat tubless?? mungkin dompet om gk rekomen buat beli tubles..? he..he.. *becanda*

      FDR kan dah dipake sbg ban resmi roadrace (Motoprix kalo gak salah), so far FDR Sp*rtXR yang saya pernah pake oke2 aja buat di jalan raya. Murmer lah dibandingkan dengan beli Bat*lax.

      Buat SupraX-125 bisa pake ukuran (Depan) 70/80 atau 80/80 (belakang) 80/90.

      • Hendro Buditjahjono says:

        setuju…!!!
        yang sudah direkomendasikan oleh pabrikan untuk tubeless sudah pasti layak buat tubless, karena mereka sudah mengkondisikan struktur ban untuk kondisi tersebut.

        memilih ban menurut saya paling tidak diatas kondisi ban standardnya sudah cukup dan tidak terlalu mahal, buat apa mahal-mahal kalau memang tidak digunakan se-extreem yg dikondisikan ban mahal tersebut.

        saran saja:
        setelah mengganti ban dicoba dan dirasakan untuk bermanouver, dengan begitu kita bisa tahu karakter bannya.

  10. damar_n says:

    mas..kok artikelnya pada kepotong ya?…..

  11. aim says:

    mau nanya kalo tekanan angin ban sebaiknya berapa ya ada yang isi 28 – 32, kalo buat jalan tol apakah harus berbeda dengan jalan offroad.
    thanks

    • hendro says:

      coba jawab sesuai yang saya tahu.
      ban, untuk kondisi jalan normal/tol biasanya diisi dengan tekanan 30, baik untuk ban dengan tube maupun tubeless. Unruk ban tubeless bisa diisi sampai dengan 33, apalagi diisi dengan nitrogen.

      untuk offroad umumnya ban diisi kurang dari kondisi normal, ini dilakukan agar permukaan ban lebih banyak yang menapak pada permukaan jalan. Disamping itu ban juga menambah fungsi peredam dari shock.

  12. MasHer says:

    om saft,cuma mau tanya, apa ada artikel tentang moge di indonesia?
    terus apa klo kita mau beli moge hrs siap2 dgn permasalahan sales aftermarketnya?
    thx before buat om saft yg makin owke

  13. anggi says:

    bos,artikelnya boleh diambil ga nie??
    buat forum koster,bermanfaat bgt..

    • hendro says:

      kalau saya rela kok diambil, karena ilmu sebaiknya dipublish.
      tinggal tanya yang punya lapak…hehehehehe

  14. Lakso says:

    Bang Saft, kebetulan saya beli ban 2nd dan sepertinya dari korea. Nah pada ban itu gak ada kode tahun produksinya. Gimana yah kita bisa tahu bahwa ban itu masih belum expired ? O iya, merk ban itu adalah Hankook dan Kumho

    Tolong donx…thanks….

    • hendro says:

      setahu saya ban yang diproduksi selalu ada keterangan tahun produksinya, namun jika memang tidak ada sebaiknya jangan dibeli ban yang tidak ada kode tahun produksinya.

      ingat umur ban maksimal (indonesia) untuk daerah tropis kurang lebih 5 tahun.

  15. Alex says:

    Bang Saft,
    Oke banget nih artikelnya. Minta saran dong! Apakah bisa saya ganti ban ukuran 155/70/13 ke 175/70/13 sedangkan lebar velg-nya 4″? Dan resiko selain efek “donat”, apakah ini membahayakan keselamatan?
    Tolong ya Bang Saft…
    Thanks

    • hendro says:

      bisa. ini perhitungannya:
      155mm / 25,4mm = 6,10″

      Lebar velg yang dioanjurkan:
      = 6.10″ x 0.58
      = 3.54″
      ≈ 3,5″ ~ 4″

      175mm / 25,4mm = 6,89″

      Lebar velg yang dioanjurkan:
      = 6,89″ x 0,58
      = 3,99″
      ≈ 3,5″ ~ 4″

      buat yang mau coba2 menghitung gunakan saja rumus diatas, sudah ada 3 contoh perhitungan

  16. adi says:

    Bung Saft…

    mohon dibahas juga tentang tekanan ban…

    Bagaimana dan berapa seharusnya yang ideal? bagaimana prakteknya jika dibandingkan dengan kondisi real, tergantung dari besar ban, kondisi jalan, atau berat beban kah?
    Lalu bagaimana tentang isi ban jika udara biasa dibandingkan dengan nitrogen

    niscaya artikel ini lebih ciamik!
    thanks

  17. Hendro Buditjahjono says:

    dear bro abror,
    dari ukuran 120/70 menurut perhitungan memang ban yang layak digunakan adalah 2.5″ ~ 3″
    perhitungan sbb:
    120mm / 25.4mm = 4.72″

    Lebar velg yang dioanjurkan:
    = 4.72″ x 0.58
    = 2.74″
    ≈ 2.5″ ~ 3″

    sehingga pemilihan velg untuk ukuran 2.5″ sudah masuk dalam perhitungan minimal.
    Hanya dengan ukuran velg 2.5″ ban cenderung lebih tinggi dan lebarnya berkurang dari profile ban sebenarnya (lebih bulat) daripada jika menggunakan velg yang berukuran 3″.

  18. abror says:

    om Saft, ane punya ban motor 120/70…nah velg nya cuma ukuran 2.5″ pas ga tuh ukurannya…..banyak rr yg nyaranin pake velg 3″,,tapi udah terlanjur beli yg 2.5″,,gimana tuh…thnks.

  19. yan says:

    infonya baguz….sekali…makasih ilmunya boz saft

  20. Hendro Buditjahjono says:

    @om bro jeifung:
    boleh tahu referensi dari mana? mudah2an dari referensi mas bro jeifung kita punya referensi mengenai standard yang bisa kita pegang untuk masalah ini.

  21. jeifung says:

    tambahan info, batas kecepatan pada kode ban berlaku selama 1 jam berturut-turut, artinya bila batas kecepatan 120km/jam, ban tsb akan tidak aman bila dipakai jalan 120km selama 1 jam terus menerus. Apabila kecepatan tidak stabil, dampaknya bagaimana ? wah, mesti searching lagi di net. thx

  22. Hendro Buditjahjono says:

    @kang alfred
    yang kang alfred maksud sudah lebih kearah kembangan ban. tinggal dipilih saja kang mana jenis profil ban berdasarkan apa yang sering dilalui oleh kendaraan tersebut.
    yang pasti pemilihan profil kembangan juga berpengaruh pada daya cengkeram ban terhadap kondisi permukaan jalan yang dilalui dan juga kenyamanan pengendara.
    sebagai contoh ban yang sering digunakan kendaraan offroad akan kurang daya cengkeramnya jika digunakan dijalan aspal, selain itu juga tidak nyaman (berisik).

  23. arief says:

    om…..saya kadang pusing milih oli mesin mobil zebra zsx sy, milih produk import or pertamina. tolong donk ksih qt masukan bedanya

  24. Alfred says:

    Om, kalo ban buat jip jenis Extra Grip itu masuknya ke katagori mana? Mending mana dengan Dueler M/T? Lagi bingung pilih pilih ban buat Katana kesayangan.

  25. Boleh juga Om sangat menabjubkan
    salam sukses untuk sites dan semuanya salam juga untk teman teman

  26. Hendro Buditjahjono says:

    brow im, untuk load index secara lengkap bisa dilihat di url :
    http://www.boosttown.com/wheels_tyres/tyre_load_index.php

    jadi untuk “Load Index” 61 batas maksimum beban = 257kg

  27. im says:

    Om,

    Motor saya Bajaj Pulsar di ban tertulis 61P, di tabel cuma sampe 48 (180kg).

    61P berarti bisa sampai berapa kg. 245kg mungkin y.

  28. gery says:

    bagus banget tulisan om saft, thx

  29. Hendro Buditjahjono says:

    @mas Dody
    yang mas Dody tanyakan sudah masalah standard.
    Standard yang biasa digunakan adalah standard ISO (International Standard Organization), namun ada beberapa negara yang mempunyai standard sendiri untuk menetapkan index kecepatan ini.

    Untuk ketahanan dari wikipedia.com ada statemen bahwa kecepatan maksimun yang dapat digunakan secara aman sebesar 10menit, namun standard ini masih dipertanyakan dari mana asalnya).
    Pada website lain saya menemukan bahwa max speed dapat digunakan selama 1/2 jam, mereka mengacu pada stand ISO, tetapi saya belum menemukan acuan dari statement tersebut, mungkin ada rekan-rekan yang bekerja di industri ban atau yang bekerja di badan/lembaga uji material bisa membantu lebih lanjut.

  30. Hendro Buditjahjono says:

    ralat:
    1 inch = 25.4 mm

  31. Hendro Buditjahjono says:

    mohon maaf,
    untuk ukuran metric seharusnya tertulis:
    80 x 90% = 72mm

    untuk ukuran inchi:
    2.75 x 25.4mm = 69.85mm (1inch=25.4cm)
    untuk ukuran inch karena tidak ada ukuran ketebalan ban maka :
    lebar ban = tebal ban

  32. Pudji says:

    Boss Saft, ada salah ketik pada membaca kode ban ukuran metrik, tertulis 120-90% yang bener 80-90%. Juga pada ukuran Inch:
    275= …… mm (yg betul inch)
    Saluut Saft7.com

  33. Dody F says:

    Kang Saft
    Bisa ditambahkan antara speed dg temperature nggak yaa?

    Misalnya dg speed kode H (210 km/H) bila dikendarai konstan 210 km/H, tahan sampai berapa lama?

  34. saft says:

    Deddy T says:
    Sedikit koreksi om …, mungkin salah ketik
    kode produksi ban :2607 artinya khan minggu ke-26, bukan minggu ke-20

    Jawab:
    Terimakasih om.. sudah dikoreksi.

  35. Deddy T says:

    Sedikit koreksi om …, mungkin salah ketik
    kode produksi ban :2607 artinya khan minggu ke-26, bukan minggu ke-20

    Salam

  36. Dion says:

    gambar perbandingan ban tube vs tubeless kurang jelas tuh. dua2nya ada kog inner linernya…

  37. pikofias says:

    Manstab neh infonya. Akan lebih manstab kalo ada tips untuk pemilihan profil ban yang sesuai dengan kondisi jalan….

Leave a Reply





Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com