Sudah dibaca sebanyak 3429 kali

strobo2-00

Di hari biasa semakin sering kita mendengar suara sirene “Tat” “Tot” atau bahkan yang mirip suara “Anjing!” bertujuan minta diberi jalan..
Mendengar “pejabat” yang mungkin “penting didahulukan” saja rasanya semakin kesal dan makian, kutukan, cercaan dari tiap mobil yang dilaluinya bukan tidak mungkin terjadi untuk ‘pejabat’ tersebut. (hidup menjadi tidak berkah)
Apalagi jika ternyata yang menggunakan sirene/strobo tersebut hanya ‘rakyat biasa’ yang ingin terlihat penting atau ingin terlihat ‘lebih’ di jalan.

LIBURAN HARI RAYA… SEMAKIN MERIAH!

Saat mampir ke salah satu pusat onderdil dan asesoris, ternyata ramai sekali kendaraan (mobil dan motor) yang sedang memasang asesoris Sirene/Strobo/Rotator. Sekali lagi..karena bebas diperjual belikan, terlebih lagi tidak ada hukum yang ditegakkan.

Mungkin sahabat saft7.com bisa berbagi pengalaman (di kolom komentar) ketika liburan hari raya, bertemu dengan kendaraan yang ber sirene/strobo ini, apalagi yang cenderung arogan dan egois.

 

 

 

<saft7.com – automotive tips and sharing>

 

TERTIBKAN DONG!

Aneh rasanya jika suara yang dikeluarkan oleh Sirene/Tat-Tot-Tat-Tot terdengar SAMA PERSIS dengan yang digunakan kepolisian atau patwal. Seakan sudah tidak ada lagi wibawa kendaraan pengawal resmi (Aparat) di masyarakat.

 

SEMUA DIPERJUALBELIKAN BEBAS TANPA SYARAT!

Bisa mudah ditemukan di toko2 asesoris mobil,..

 

 

 

<saft7.com – automotive tips and sharing>

 

 

 

<saft7.com – automotive tips and sharing>

 

 

 

 

Juga mudah ditemukan di jual-beli online atau forum di Internet…

 

 

 

<saft7.com – automotive tips and sharing>

 

ADA DASAR HUKUMNYA !!

Menurut hukum yang “masih berlaku?” disebutkan siapa saja yang berhak/berwenang mempergunakan dan memasang unit Strobo/Sirene/Rotator… Baca lampiran di bawah..

 

Pasal 59 di Undang Undang No. 22/2009

Pasal 59

  1. (1)  Untuk kepentingan tertentu, Kendaraan Bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.
  2. (2)  Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna:
    1. merah;
    2. biru; dan
    3. kuning.
  3. (3)  Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.
  4. (4)  Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada Pengguna Jalan lain.
  5. (5)  Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:a. lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;

    b. lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan

    c. lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

  1. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan, prosedur, dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah.
  2. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

 

Baca juga: Toet Toeet.. Sirene Palsu

 SEMOGA PIHAK YANG BERWENANG, TERGERAK UNTUK MENTERTIBKAN DENGAN TEGAS.