Sudah dibaca sebanyak 10236 kali

Saat ini sering ditemukan mobil dengan lampu yang sangat menyilaukan mata. Saat berpapasan, sekejab silaunya lampu mobil tersebut membuat kita tidak bisa melihat sekitar kita. Jelas hal ini sangat berbahaya, apalagi jika ini terjadi di jalan bebas hambatan dengan jalur jalan yang berhimpitan (contoh: Tol Dalam Kota, Tol Cipularang, dll.). Lampu bisa menjadi sumber terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Apa yang membuat cahaya lampu mobil tersebut menjadi menyilaukan pengendara lain di depannya?

LOW BEAM & HI BEAM

Lampu kendaraan (mobil/motor/bus/truk/dll) umumnya dilengkapi 2 fungsi, yaitu Low Beam untuk digunakan saat malam hari, dan High Beam digunakan untuk menyorot jauh ke depan. Pada saat fungsi Low Beam bekerja, sorotan cahaya lampu di desain untuk tidak mengenai mata pengemudi yang berhadapan dengannya. Sehingga terlihat sisi kanan akan lebih pendek sorotannya, untuk sisi kiri lebih panjang dan melebar ke pinggir.

Pada saat fungsi Hi Beam bekerja, sorotan cahaya lampu di desain menyorot jauh ke depan. Saat Hi Beam dinyalakan, pastinya pengemudi yang berhadapan dengannya akan silau, karena sorot lampu akan langsung mengarah ke mata.

.
[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

CAHAYA MENYILAUKAN

Mengapa cahaya lampu mobil bisa menyilaukan pengendara lain yang berhadapan dengannya? Hal ini disebabkan karena posisi titik cahaya lampu (kawat filament yang berpijar) tidak pada posisi yang tepat pada reflektor.

Apabila lampu terpasang dengan baik pada reflektornya, maka cahaya akan tersorot dengan baik pula, tidak menyebar ke mana-mana (glare) yang membuat menjadi terlihat menyilaukan. Pada gambar di bawah memperlihatkan batas cahaya lampu (cut off) tidak menyorot mata pengemudi mobil yang berhadapan.

Apabila titik cahaya lampu posisinya tidak benar pada reflektor, akan membuat cahaya lampu terpantul kemana-mana (cahaya menyebar), hal ini yang membuat lampu terlihat menyilaukan.

Pada gambar di bawah memperlihatkan pengemudi mobil yang berhadapan akan mengalami silau.

Lampu Halogen & Lampu HID

Banyak ditemukan iklan yang menawarkan Lampu Halogen dengan daya besar, dengan harapan akan lebih terang dari Lampu Halogen Biasa. Juga banyak iklan yang menawarkan Lampu HID (High Intensity Discharge) dengan beragam warna cahaya (putih, biru hingga ungu). Harganya pun cukup terjangkau dan semakin murah.

Namun apakah lampu-lampu tersebut benar membantu penglihatan kita?
Apakah lampu tersebut malah berbahaya bagi orang lain?
Apakah pemasangannya sudah benar?

Perbandingan pancaran cahaya Lampu Halogen vs Lampu HID. Terlihat lampu HID memiliki cahaya yang terang.

Mengganti Lampu Halogen dengan Lampu HID

Seperti yang disampaikan di atas, bahwa harga satu set Lampu HID sudah semakin murah dan dapat ditemukan di hampir setiap toko asesoris mobil.

Harapan untuk mendapatkan cahaya yang lebih terang dan membantu penglihatan kita saat malam hari memang tujuan yang baik. Namun sayangnya tidak semua lampu mobil yang masih menggunakan Lampu Halogen, bisa begitu saja diganti dengan Lampu HID. Hal ini tergantung pada desain Reflector Lampu dan kualitas produksi (akurasi) Lampu HID itu sendiri. Akibat dari pemasangan yang tidak sempurna tersebut membuat cahaya Lampu HID akan terlihat menyebar dan menyilaukan.

Pada kondisi normal, cahaya lampu Low Beam akan menyorot ke bawah, dengan batas ketinggian cahaya (cut off) agar tidak menyilaukan pengemudi yang berhadapan dengannya.

Berikut contoh sorotan lampu Low Beam dari berbagai merek / jenis mobil.
Jelas terlihat Batas Ketinggian Cahaya (cut off) dari Low Beam. Pengendara lain di depannya tidak akan terganggu oleh silau lampu.

Apabila Lampu HID tidak cocok dengan Reflektor Lampu yang ada di mobil, atau pemasangannya tidak tepat, maka sorot cahaya Low Beam akan seperti ini

Sehingga terlihat menyilaukan.

Desain lampu HID itu sendiri juga beragam, ada yang dilengkapi tudung (shield) cahaya ada yang tidak.

Lampu HID yang tidak dilengkapi tudung (shield). Shield yang disertakan sangat kecil.

Lampu HID yang dilengkapi Solenoid untuk Low dan Hi Beam (motorized), bekerja dengan cara menggeser titik cahaya (pijar), mendekati/sama seperti posisi titik cahaya lampu Halogen pada umumnya (untuk tipe H4). Apabila titik pergeseran itu tidak tepat, maka focus atau sebaran cahaya oleh Reflektor lampu juga akan bermasalah.

Lampu HID dengan tipe H4, yang tidak motorized, menyertakan lampu Halogen di dekat Lampu HID sebagai lampu Hi Beam. Posisi lampu Hi Beam ini justru membuat focus dan sorotan cahaya yang salah. Pastinya saat dinyalakan Hi Beam, sorotan cahaya akan kacau, tidak seperti jika menggunakan Lampu Halogen tipe H4 biasa. Desain lampu HID seperti ini tidak direkomendasi untuk menggantikan Lampu Halogen tipe H4, karena justru menimbulkan masalah.

Beberapa fakta yang ditemukan di jalan, umumnya Lampu HID yang tidak dilengkapi tudung (shield), terlihat menyilaukan (cahaya menyebar). Harga lampu HID tersebut tentunya lebih murah dari lampu HID yang menggunakan Tudung dan Motorized.

KESIMPULAN

– Tidak semua Lampu Halogen bisa diganti begitu saja dengan Lampu HID : Desain Reflektor, Desain Lampu HID berpengaruh pada hasil pancaran cahaya.

– Saat setelah pemasangan lampu HID, segera uji pancaran cahaya di depan dinding/tembok. Pastikan batas ketinggian cahaya (cut off) berada di posisi yang baik agar tidak menyilaukan pengendara lain.

– Jika saat pengujian di atas, cahaya menyebar tanpa ada batas ketinggian cahaya (cut off), artinya ada masalah dengan desain lampu HID tersebut atau pemasangan yang tidak tepat.

– Peduli dengan pengendara lain, atur batas ketinggian cahaya (cut off).

– Aparat perlu menertibkan lampu-lampu mobil yang bermasalah (menyilaukan) agar tidak menimbulkan kecelakaan lalu lintas di malam hari.

– Apabila akan membeli Lampu HID, belilah produk dengan kualitas yang baik.

– Tetap menggunakan Lampu Standar (Halogen) akan jauh lebih baik daripada menggunakan Lampu HID yang cahayanya menyebar dan menyilaukan.

Baca juga :
Tips Setel Lampu

.
[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Sumber Referensi:
http://members.misty.com/don/bulb1.html#eff
http://members.misty.com/..dschlamp.html#dlhaut
http://en.wikipedia.org/../Rayleigh_scattering
http://en.wikipedia.org/../Diffraction
http://a257.g.akamaitech.net/…cfr571.108.htm
http://scholar.lib.vt.edu/..Thesis_Yongxuan_Hu.pdf
http://www.r6-forum.com/f..=36709
http://faqlight.carpassion.info/hl-systems.htm