.

 

Lampu Motor di Siang Hari.. Anget-angetan..

drl00

Sekitar November 2005, Dirjen Perhubungan Darat Departemen Peruhubungan (Iskandar) menyampaikan untuk menerapkan peraturan bagi pengendara sepeda motor untuk wajib menyalakan lampu di siang hari. Menyalakan lampu di siang hari sering disebut Daytime Running Light/ DRL.

Pada tanggal 4 November 2006, DRL disosialisasikan di Jalan Yos Sudarso, Jalan S. Parman, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, juga daerah Cawang dan Pancoran.

Dasar hukum dari peraturan ini masih menunggu restu dari DPR, yaitu revisi UU 14/1992 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Pembahasan ini berlarut-larut hingga terdengar kabar baru Februari 2009 lalu Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal mewakili pemerintah resmi mengajukan draf Rancangan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RUU LLAJ) kepada DPR.

Pro dan kontra dari peraturan ini bermunculan. baik dari kalangan masyarakat dan bahkan dari DPR sendiri.
Ada yang menganggap sebagai pemborosan energi, tidak sesuai dengan iklim geografis, budaya, dan sebagainya.

Mungkin kurang gigihnya Dephub dan kepolisian memperjuangkan DRL ini dengan bukti-bukti lapangan yang membuat Revisi UU tersebut berlarut-larut, sementara pihak Kepolisian sendiri tidak dapat melakukan sangsi hukum (tilang) untuk pelanggar DRL karena belum kuat dasar hukumnya.

[ www.saft7.com - Automotive tips and sharing ]

MENGURANGI ANGKA KECELAKAAN

Di Surabaya, pada tahun 2005, program uji coba ini berhasil mencatat turunnya angka kecelakaan sepeda motor hingga 50%.

TO SEE and TO BE SEEN

Berdasarkan data, hingga Oktober 2006 jumlah kecelakaan kendaraan bermotor roda dua di wilayah hukum Polda Metro Jaya cukup mengkhawatirkan. Dari 4.026 kecelakaan yang terjadi, 3286-nya adalah kecelakaan kendaraan bermotor.

Dalam berlalu lintas, kita akan menggunakan prinsip “To See and To be Seen”. Saat di jalan, kita harus melihat keadaan sekitar dan untuk dilihat orang lain.
Kita juga perlu ingat bahwa tidak semua orang mempunyai kemampuan melihat dan mencerna situasi dengan baik. Ada yang cepat tanggap, ada yang lambat, bahkan ada yang tidak peduli.

Pada awal tahun 1960an di Texas digalakkan kampanye DRL ini. Mengingat di sana cukup tinggi jumlah kendaraan di jalan dan angka kecelakaan di jalan.

Kita lihat di Indonesia, khususnya di kota-kota besar. Angka kepemilikan sepeda motor meningkat tajam dari tahun ke tahun. Namun sayangnya tidak diikuti dengan kesadaran berkendara yang baik, ditambah tingkat emosional yang makin memprihatinkan akibat kemacetan lalu lintas.
Faktor-faktor tersebut membuat meningkatnya angka kecelekaan yang terjadi pada sepeda motor.

Program DRL untuk Indonesia memang sudah perlu dan benar untuk dijalankan. Hal paling utama adalah untuk memperkecil angka kecelakaan lalu lintas khususnya yang melibatkan sepeda motor.

[ www.saft7.com - Automotive tips and sharing ]

KAJIAN TEORI

Saat siang hari yang sangat terang, membuat mata kita seakan terbiasa melihat benda-benda sekitar (jalanan, trotoar, pohon, dsb). Ketika kita melihat ada kilasan atau sinar cahaya pada saat seperti itu, membuat perhatian kita mengarah ke cahaya tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa DRL perlu dilaksanakan.

Refleks saat mengemudi dari apa yang kita lihat, menentukan seberapa cepat respon kita saat melaju dalam kecepatan tertentu. Semakin cepat kendaraan kita melaju, maka jarak pandang yang dapat segera ditangkap mata untuk melakukan reaksi adalah seperti dalam tabel di bawah..

Dalam tabel di atas terbaca bahwa saat akan menyusul di kecepatan 60km/jam mata kita harus dapat melihat benda / kendaraan dengan jarak 220meter di depan kita… Lebih dekat dari itu, respon kita akan lambat mencerna benda apakah itu dalam kecepatan 60km/jam tersebut.

Jika dibantu dengan DRL, maka akan sangat membantu kita melihat dari jauh kendaraan (sepeda motor) yang datang dari arah depan atau samping, juga belakang (melalui kaca spion).

Bahkan.. di negara lain, dilakukan riset warna cahaya apa yang paling efektif untuk program DRL ini.

Akhirnya didapat hasil, bahwa cahaya putih-kekuningan baik untuk DRL.

[ www.saft7.com - Automotive tips and sharing ]

MEMBANTU PENGENDARA LAIN

Program DRL sangat membantu pengemudi mobil dan pengendara motor untuk dapat melihat keberadaan sepeda motor di belakangnya.. atau jauh di depannya.

Kita lihat jika semua sepeda motor tidak menyalakan lampu di siang hari..

Dengan lampu sepeda motor yang menyala, membuat pengemudi mobil melihat keberadaan sepeda motor tersebut.

Foto tersebut memperlihatkan posisi sepeda motor yang sedang menyusul mobil saya, ada yang menyalakan lampu dan ada yang tidak (bahkan tidak menggunakan helm).

[ www.saft7.com - Automotive tips and sharing ]

SOLUSI ALTERNATIF

Banyaknya keluhan masyarakat yang menganggap DRL hanya pemborosan energi atau membuat lampu cepat putus, boros BBM dan lain-lain. Di negara lain banyak dijual lampu tambahan berupa LED yang ber intensitas tinggi (kuning/merah) dipasang di sepeda motor dan mobil. Selain harganya murah, juga hemat energi (daya listrik yang dibutuhkan kecil).
Untuk di Indonesia, bisa dong kita bikin sendiri dengan LED SuperBright dengan modal tidak lebih dari 30ribu rupiah tentunya.

KESIMPULAN:

1. Program Daytime Running Light (DRL) sangat baik untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
2. DPR hendaknya mendukung penuh program tersebut.
3. Sosialisasi manfaat DRL bagi pengendara perlu terus dijalankan khususnya yang menyangkut keselamatan.
4. Penerapan SAFETY/Keselamatan tidak mengenal geografis, budaya, dsb.
5. Produsen Kendaraan, perlu memasang DRL yang hemat energi (LED) di setiap kendaraan baru yang dijualnya, untuk mendukung program tersebut.
6. Jika program DRL berhasil, maka motor tanpa lampu di malam hari akan semakin sedikit atau bahkan tidak ada lagi.

Saya pribadi sangat terbantu dengan adanya program DRL, motor di kejauhan bisa terlihat dengan baik.

Demikian artikel ini dibuat, untuk mengajak dan mengingatkan petugas terkait kembali menertibkan aturan-aturan yang pernah dibuat, untuk ditegakkan dan dijalankan secara konsisten dan baik.

.

Untuk Petugas / Aparat yang berwenang,…
Lanjutin dong… program Daytime Running Light yang bagus ini…

“Jangan anget-angetan..”

63 Responses to Lampu Motor di Siang Hari.. Anget-angetan..

  1. ahmad dani says:

    manusia diperbaiki dengan cara mentaati peraturan menyalakan lampu siang

  2. ahmad dani says:

    anggota dewan alias orang2 DPR ini memang masih banyak yg bodoh, wajar saja karena konstituen mereka adalah orang2 yg asal bisa naik kendaraan, tak pakai helm, tak punya SIM, tukang modif motor yg menghapus fungsi keselamatan, dll

  3. ndorobei says:

    Pusing bacanya,…
    semua tergantung kesadarannya masing” aja dah…
    ngatur 10 ekor orang lebih susah daripada ngatur 10.000 eko bebek.
    namanya juga Indonesia Raya bung.. tegas salah toleransi jg salah ! atur ajalah bagaimana kalian baiknya, yg penting nyaman slamat di jalanan,..! slamet dari petaka, slamet dari celaka, slamet dari cilaka (tangkep polisi hahahaaa…)

    salam Piss buat smua !

  4. Darmanto says:

    Yang penting bukan lampu motor dinyalakan di siang hari, tapi man behind the gun, manusia yang mengendarai kendaraan yang harus terus-menerus dididik untuk berhati-hati dan waspada. Manusianya yang menjadi sumber masalah kecelakaan bukan lampu motornya. Jangan hanya suka tiru-tiru dari luar negeri aja (sok luar negeri). Inti masalahnya yang harus dibereskan dulu, bukan penyelesaian masalah tanpa tahu inti masalahnya.

  5. bastomi says:

    wes wes…amen gak masuk…preet-preet…

  6. bastomi says:

    Kalo menurut saya, yg paling penting itu kesiagaan, kewaspadaan dan kecermatan kita saat berkendara. Yg namanya belok, ya harus melihat spion. kalau spion dan mata normal, ya nggak masalah. bisa melihat dgn jelas disiang hari. Dengan matahari dan cahaya lampu yg terang membuat mata ini cepat lelah rasanya. Juga silau. Kalo memang memakai lampu siang, nggak usah yg terlalu terang.

  7. banyu says:

    seharusnya pihak pabrikan ato pihak pemerintah dan pihak2 terkait membantu pengadaan lampu LED secara massal yg mungkin bs dipasang/ ditempel pada plat nomer depan. kecil tetapi terang dan kelihatan. daripada memakai lampu utama yg membuat boros…!!!

  8. bayu says:

    tpi adakah landasan teori mengapa harus roda dua?mengapa tidak mobil skalian…

  9. agus says:

    kapan yah yg mobil diterapkan? supaya keren tuh kaya mobil2 audi pake drl putih2

  10. barkah adi says:

    mungkin karena saya juga bisa bawa kendaraan r-4, jadi tiap hari kerja bawa r-2 dari 2005 tetep nyalain lampu depan di siang hari, maksudnya biar sopir yang bawa mobil bisa liat saya yang bawa motor ada di belakangnya, naaa…. tahun 2010 lalu saya beli led super/ultra bright cukup banyak, 3 kantong (isi 1000/kantong), udah sebagian dipake untuk penerangan rumah (hemat listrik….!!!!) dimana untuk catu daya pake power supply komputer rusak (ambil yang 12V-nya)… juga kalau pas mati lampu/pln langsung copotin ki motor, BYAR!!! sekeliling rumah gelap, kita tetep terang benderang…
    kepikiran untuk “hemat aki motor”, bikinlah rangkaian untuk lampu belakang sama lampu rem, tapi sayangnya, karena pengetahuan elektronik nggak ada, jadi bikin “asal idup”, na… itu udah bisa, tapi gitu dipasang ke motor yang akinya baru, umurnya gak lama, 1 jam dipasang pada mati… huuuu…huu….., apalagi kalau motor lagi digas, lebih cepet lagi matinya… setelah dicek, rupanya aki motor itu bukan 12v, kalau mesin lagi idup bisa lebih dari itu…
    mohon pencerahannya dong suhu…. rangkaian yang kaya gimana supaya output dari aki motor stabil di 12v, termasuk, ada nggak rangkian flasher elektrik, jadi, lampu sen juga pengen pake led…
    terus, saya punya luxeon 1watt 5 biji, apa bisa buat head lamp, tapi nggak mau ngrusak lampu aslinya…
    seneng banget kalau bisa direspon….
    terima kasih suhu

  11. didit says:

    Hehehehe… peraturan itu dibuat kan pasti ada dasarnya, selama itu positif ya diikutin aja om… lagian juga pake lampu siang malem listriknya sama aja kok, bensinnya juga ga terlalu boros2 amat, mending dinyalain aja lampunya, atau sekalian aja para produsen motor bikin lampu yang on terus gitu, dibikin otomatis, pas masuk gigi lampunya langsung nyala, pake relay ato sistem apalah… kayanya peraturan ini di jepang udah lama tuh di pake, inget gak film satria baja hitam, jaman kita SD dulu kan jagoannya si kotaro minami naik motor CBR siang siang juga lampunya nyala terus… hahahahaha…. (sory ngawur)…

  12. njok says:

    intinya cuma mau kurang kan angka kecelakaan kan…yah gampang,biar lampu motor ga nyala asalkan cara utk mendapatkan SIM di perketat kan macam..misalnya..uji tes mata/semua peraturan d jalan/sekali gagal langsung d tolak…

    klu skrg ini cuma RP250.000 sudah bisa dapt SIM tanpa d uji..g mana mau mengurangi angka kecelakaan…

    saya kata begitu sebab saya pernah ambil SIM d malay..sekolah 2-bln bagi sim motor N 3-bln bagi SIM mobol..baru kita d tes selama seminggu..

    SAYA JAMIN..asalkan jangan korupsi lagi..ada uang ada SIM..!!! hahaha

  13. Unggul Yudo H says:

    Setuju banget sama DRL ini.
    Biar dikata kaya alien…yg penting kita lebih peduli…
    Bisa beli motor kok gak bisa beli lampu seh…paling 2 taon sekali belinya…hehehe

  14. andie says:

    thx artikel.na bs bwt tmbahan materi bwt karya ilmiah saya

  15. Taufan says:

    saya setuju dengan program ini.
    tapi saya geli membaca komentar, bahwa kalau mengambil listrik dari spul,aki atan battery, bukan pemborosan energi/bensin.
    untuk memutar magnet penghasil energi listik di spul, dibutuhkan energi yang diambil dari crankshaft. dan energi di crankshaft berasal dari pembakaran bensin. beban putar adalah berbeda antara saat magnet berputar dan energi listrik tidak dipakai dengan saat dipakai

  16. Safe Biking says:

    Yg namanya usaha2 utk menunjang keselamatan itu harus didukung. Tapi selama ini, biker2 yg jelas2 mengabaikan keselamatan dirinya apalagi orang lain tidak ditindak. Seperti tidak pakai spion, atau spion yg asal, lampu rem putih menyilaukan, knalpot diberisikin dll

  17. apinda says:

    ini saya setuju sekali dengan program DRL ini….
    mohon para pengendara motor tidak merasa didiskriminasikan karena ini juga untuk keselamatan kita dan juga para pengendara motor….
    pikirkan juga orang-orang yang dekat dengan anda (cth: keluarga)….
    ini bertujuan untuk mengurangi kecelakaan bukan menghilangkan kecelakaan karena kemungkinannya sangat kecil sekali…
    dan sudah terbukti bahwa angka kecelakaan berkurang berkat DRL ini. kenapa ditolak jika sudah terbukti….
    dan untuk para pengendara sepeda yang merasa dirinya didiskriminasikan, itu sama sekali tidak benar. malah sudah ada jalur khusus untuk roda 2 (kurang apalagi coba?? masa dikasih hati minta rempelo??). bahkan sempet juga aparat penegak hukum pernah bagi bagi helm untuk pengendara sepeda motor (mobil dibagiin apaan coba?? masa masih kurang??). saya sangat menghargai para pengendara yang mengutamakan keselamatan. utamakan keselamatan ini bukan berarti harus jalan pelan dan menghalangi pengendara lain yg mau lewat, tetapi bermakna waspada baik berkenndara lambat maupun cepat.

  18. setuju…biar sering ganti lampu motor yang penting selamat sampai tujuan….

  19. jomblo ati says:

    artikel yang sangat berguna. mohon ijin ngelink pak.
    trims. :)

  20. Bagus banget artikelnya mas. Sebagai tambahan, lebih banyak lagi riset yang mengatakan bahwa DLR itu positif dan mengurangi jumlah kecelakaan.

    http://safetyridingcourse.com/?p=139

    Salam.

  21. picek abis says:

    mau nyala mau mati, kalo sopirnya geblek juga bakalan ketabrak

  22. Blog Ijo says:

    saya setuju banget nih yang beginian..meningkatkan keamanan berkendara..
    si Samarinda baru aja disosialisasikan tentang Light On ini..

  23. Zen says:

    ah biasa aja, buktinya saya ga pernah kecelakaan tuh
    yg kecelakaan mah dah takdir coy.. heheheh
    lg apes aja

  24. Zen says:

    ah, males…..
    ntar sering ganti lampu coy
    hehehe

  25. asep Tangerang says:

    yang perlu kita galakan adalah kesadaran diri sendiri, nunggu peraturan mah lama. kebiasaan saya(kalo dah biasa, biasanya kita akan otomatis melakukan), saya akan menyalakan lampu ketika masuk jalan utama siang maupun malam, tujuannya supaya mobil, truk, bus dll tau keberadaan posisi motor saya, apalagi kalo kita suka turing luar kota yang biasanya kecepatan rata2nya 80km/jam, jadi bukan buat gaya gayaan ato disuruh pak Polisi!

  26. gimien says:

    Bagus juga sih program DRL dari Pemerintah. Tapi menurut saya kurang efektif juga dengan adanya program DRL, karna dengan DRL pengguna sepeda motor di Indonesia cendurung merasa pemilik jalan, mentang2 lampu nyala, kendaran yg geraknya tak sefleksibel sepeda motor (mobil misalnya), cenderung mengalah, apabila melihat pengendara motor yg tidak punya sopan-santun (zig-zag) melintas di dekatnya, jika terjadi kecelakaan antara mobil dan motor, yang tekor banyak tentu yg punya mobil, iya kalo itu mobilnya, kalo cuma sopir kasihan dunk, parahnya lagi byk pengendara motor belok dgn cara memotong jalan pengendara lain, masih byk juga kita jumpai pengendara motor belok tanpa sein dengan kecepatan tinggi. kebanyakan pengendara motor di indonesia ya spt itu. kita ga perlu munafik, kalo kita bisa punya SIM walo tanpa melewati uji standart kepemilikan SIM yg dimiliki oleh kepolisian. Jadi saran saya perbaiki dulu aparat yang bertugas di bagian pengurusan SIM, karena di sini cikal bakal semrawut jalan raya kita

  27. abimanyu says:

    Boss Saft, Bagus2 aza sih menurut saya kalao tujuannya ke arah positif.., Btw.., Draft UU menyalakan lampu siang hari itu ada gak point yg menjelaskan/ memerintahkan bahwa lampu yg menyala harus lampu utama? bagaimana kalo kita pake lampu senja misalnya? thx

  28. suaradewata says:

    ya setuju aja kalau benar – benar bisa menekan angka kecelakaan, akan tetapi kalau kita lihat balik, angka kecelakaan dikarenakan kurang sadar berlalu lintas, yang jelas banyak yang seperti valentino rossi aja, bener gak??? dan juga jangan terus dengan adanya undang – undang tersebut menjadikan lahan tilang karena celah untuk ini banyak sekali, mengingat kebiasaan warga kita mematikan lampu siang hari

  29. mantri says:

    menghina ciptaan Tuhan:matahari yang terang benderang.diskriminatif, karna speda motor yang harus nanggung kwajiban.sbaiknya koreksi mata pngemudi, koreksi perilaku berkendaraan kita.jaga jarak,jangan pakai kaca mobil rayben biar lebih jelas ngliat kendaraan lain, jangan nglamun dsb

    • agus says:

      wah gara2 org kaya beginilah indonesia susah maju, pikirannya sempit, baca donk diatas, diluar negeri sudah dari tahun 1960 diterapkan, dan bukan motor saja tetapi mobil juga!!

      baca tuh artikel kenapa harus pakai kaca mata gelap kalau siang hari, katarak tuh kalau sudah tua terlalu sering kena cahaya matahari!!

  30. o'my says:

    setuju banget om dengan aturan lampu menyala di saiang hari..dan harusnya pemerintah menekan para ATPM untuk mendukung kebijakan ini (selain peraturan lain seperti pengunaan helm dan standarisasi lainnya)..kl masalah boros energi dan lampu, itu semua cuma alasan dr masing2 pihak karena da banyak koq alternatif/cara2 yang hemat energi seperti pengaplikasian LED utk brake lamp dlsb..kenapa tidak diaplikasikan saja utk program ini dan ini kembali lgi ke pihak ATPM mau tidak mendukung program ini jgn hanya menjual produk saja..om saf tolong buat artikel mengenai LED dan cara perakitannya dunks biar kita yg gaptek bisa merakit sendiri seperti om saft bilang dengan hanya 30rb kita bisa buat sendiri lampu senja yg cukup terang….txs

  31. Helmi Perdata says:

    Orang kita LEBIH SAYANG aki,BBM,lampu daripada sayang nyawa. Tapi lumayan buat mengurangi jumlah penduduk biar angka PDB naik.

  32. kenndi says:

    Saya sangat setuju DRL digalakan di Indonesia, pasalanya klo bilang boros energi menggunakan lampu pada siang hari, rasanya tidak untuk kendaraan roda 2 terutama jenis bebek, dll system kelistrikan lampungnya langsung mengambil dari spull, paling bohlam yg boros, lebih takut kehilagan bugdet buat beli bohlam, apa kehilangan budget buat masuk rumah sakit + rasa sakit <== itupun klo tidak sampai kehilangan nyawa

  33. kendra_panda says:

    waduh… bisa boros aki sama bohlam motor tuch klo di lanjutin program nya….

  34. gadjah says:

    om saft, thanks banget atas artikelnya. pengalaman lampu dinyalakan si dah lama, tapi emang pas touring aja dulu. mulainya 2004an, lumayan sebelum aturannya ada.

    saia punya pengalaman pas touring, yang kebetulan jalan yang ditempuh lurus dan kondisi cuaca lumayan terik. pas liat sepeda motor dg lampu yang menyala di kejauhan terbantu buanget. jadi tahu perkiraan lokasi sepeda motor lawan itu (berlawanan arah)

  35. Bram Prabowo says:

    Mas Saftari, saya setuju. Bagaimana yach membuat para pembuat keputusan itu memiliki basis “Menjaga Keselamatan” dalam membuat keputusan, sehingga keputusan yg dihasilkan dibuat untuik menjaga keselamatan. Saya malah setuju jika mobil juga diharuskan menyalakan DRL, seperti di Eropa. Jadi kita yang sedang mengemudi bisa mengukur jarak dengan kendaraan di belakang atau yang berpapasan.

  36. saft says:

    karim says:
    boleh ga saya koreksi sedikit bung saft? D pada DRL itu adalah DAYTIME, bukan DAYLIGHT.
    Jadi DAYTIME RUNNING LIGHT/LAMP.
    Artinya lampu yg nyala(running)sewaktu daytime/siang

    Jawab:
    Om Karim,.. Makasih koreksinya.. sudah diperbaiki.. Salam!

  37. karim says:

    boleh ga saya koreksi sedikit bung saft? D pada DRL itu adalah DAYTIME, bukan DAYLIGHT.

    Jadi DAYTIME RUNNING LIGHT/LAMP.
    Artinya lampu yg nyala(running)sewaktu daytime/siang

  38. Yudika says:

    Pilih mana, boros energi atau nyawa melayang ??? Lagian itukan pake accu yang dicharge sama mesin, bohlam lampu depan berapa sih harganya … apa sebanding sama nyawa anda ????

  39. Galih says:

    Setuju sih sama DRL, tapi kok di Jogja kayaknya ngga ada yang tau ya? Malah dibilang aneh hidupin lampu siang hari..

    Solusi paling tegas: Motor keluaran baru harusnya lampunya diset hidup terus aja, kayak motor di Thailand CMIIW..

  40. Taufik says:

    Menarik sekali penjelasan dan data2 yang mas sampaikan . . . di otak saya langsung terbayang sebuah artikel bernada sama dengan prespektif yang berbeda . . . tapi saya sangat butuh data . . . boleh kah saya sekedar mengcopy data http://www.saft7.com/techtips/ld-drl/drl10.jpg untuk dijadikan bahan artikel di blog saya, tentu dengan menyebutkan blog mas sebagai sumbernya :D
    Thks Mas

  41. Yasin says:

    Menurut saya nggak pantas untuk menyalakan lampu siang hari.. kecuali memang keadaan penting dan terburu buru.. karena memang begitu itu kata polisi saat ujian SIM dulu pas saya SMA. Lagian kalo memang mau menurunkan angka kecelakaan itu bukan nyalakan lampu caranya.. tapi sikap ugal2an di jalan itu yang ditatar..
    rensposible riding istilahnya… mobil tidak bisa melihat kendaraan motor dari spion dikarenakan kaca film yang gelap. itu sebenarnya yang harus di tindak..!!

  42. tomi says:

    Yup… saya sangat setuju menyalakan lampu siang hari, malam hari ataupun 24jam… karena prinsip saya “naik motor boleh ugal2an yang penting lampu tetap menyala”… hehe

  43. masliliks says:

    pokoknya saia mah cuek saja, lampu nyala terus kecuali masuk gang, pake lampu kecil aja kalo gitu
    mau dikata apa kek, mau polisi dah ga peduli sayanya juga nda peduli, nyang penting sudah merasaken manfaat nya. sayangi jiwa anda dan orang2 disekitar anda, mosok sayangi lampu anda :p

  44. fahmi says:

    it has been compulsory for motorcyclist in Malaysia to switch on the headlight 24hrs a day since.. 1996 / 1997 i think..

    it is proven to reduce traffic incident.

    i think indonesian government should proceed with DRL.

    p/s: maaf saya tak tahu berbahasa indonesia. english juga tak seberapa.

  45. Kupret says:

    sepertinya dengan kondisi jakarta yang lebih sering macet menyalakan lampu di siang hari tidak cocok. Menurut saya lebih baik memperhatikan yang lain seperti wajib pakai helm, perlengkapan motor yang harus lengkap seperti spion, lampu sein, dsb. mengurangi penggunaan motor 2-tak, dan cara mendapatkan SIM C yang harus diperbaiki sehingga para pengendara motor yang sering ugal2an bs berkurang.

  46. bungjoe says:

    setuju untuk DRL ini, sangat membantu dalam keselamatan berkendara terutama bagi pengendara motor yg tidak ada fasilitas lampu dim di motornya. Tapi bagaimana dengan peraturan bahwa motor hanya boleh di lajur kiri (bukan di jalur cepat lho ya) dari suatu jalan? sementara banyak kendaraan yg jika ingin berhenti harus berada di lajur kiri? mudah2an peraturan ini batal karena menurut saya konyol sekali masa harus menunggu angkot yg masih kosong untuk ngetem nunggu penumpang sementara kita sedang buru2?

  47. Sahala Gremer says:

    Sudah riset di negara2 mana saja yg menerapkan DRL?

    Bahkan ada lho negara yg menerapkan DRL bagi segala kendaraan di jalan raya…

    Mengenai pernyataan di bawah ini, lebih tepat konteksnya yaitu mengingat jumlah pengendara sepeda motor sangat sedikit jumlahnya…

    “Pada awal tahun 1960an di Texas digalakkan kampanye DRL ini. Mengingat di sana cukup tinggi jumlah kendaraan di jalan dan angka kecelakaan di jalan.”

  48. racho says:

    di motor saya malah sudah saya bypass tuh kabel power buat lampu, jadi lampunya gak akan bisa dimatiin…

    kalo ada tukang becak ato pejalan kaki yang bilang ‘lampunya nyala om’, saya cuekin… ho-oh-in aja…
    yang pinter kan gue, bukan dia..

    apesnya cuma satu: lampu jadi cepet putus! apalagi kalo pake halogen mahal… x_x

  49. Andry says:

    gue prefer pas di kemacetan di off kan, lancar di on kan lagi, karena to be seen itu penting buat kendaraan roda dua macam yg gue tunggangi

    be defensive, salam defensive riding

  50. Andre Whitesubishi says:

    Ajarin bikin rangkaian LED buat motor atau mobil dong . . semacam ‘
    Idiot guide to LED gitu’
    Khusus buat orang yg gak ngerti elektronik, tapi pengen ngerjain sendiri. misalkan :
    - waktu beli LED, harus minta yg tipe apa, cara ngecheknya gimana kalo LED itu masih fungsi.
    - Untuk 3 LED harus pake resistor yg ukuran berapa, 6 LED berapa dst.

    thanks Bos Saft

  51. datsun says:

    Terus terang, ketika gw naik motor, gw jadi merasa seperti “alien” yang nyalain lampu motor sendirian di siang bolong. Lama2 akhirnya gw cuma nyalain lampu kecil aja. Tapi gw emang setuju sih tentang manfaat DLR ini dan perlu disosialisasikan lebih konsisten lagi. :-)

  52. w_as says:

    Betul om Saft…keliatannya program ini anget-angetan. Dan…..yang pasti pihak ATPM motor ngak mendukung adanya program ini coba liat aja motor keluaran baru, masih adanya saklar on/off lampu besar coba kalau keluar dari pabrik lampu besar udah ON terus mau ngak mau pasti pemakai motor lampunya ON terus……….ayo ATPM motor jangan cari untungnya aja keselamatan pengendara juga perlu diperhatikan……….

  53. Haryk says:

    Om Saft… sepengetahuan ai… saat ini sedang ada pembahasan Undang-undang Lalu Lintas di DPR-RI.
    Mudah-mudahan bisa cepat selesai dan tepat sasaran.
    katanya sih tarik ulur antara kewenangan DLLAJ sama Polisi…

  54. Beva says:

    Om Saft..saya setuju banget kalo hal semacem ini terus di jalankan dan di buat UU ayng jelas, jadi aparat yang bertugas juga bisa menindaklanjuti kalau jadi pelanggaran dan juga bisa meminimalkan motor motor yang tidak menggunakan lampu di saat malam, baik depan maupun belakang. sama ini om…..sama sekalian regulasi penggunaan lampu dengan benar, kadang motor/mobil suka mengganti warna lampunya menjadi tidak sesuai standart, contohnya rem jadi warna putih ( kan silau banget tuh ) dan juag penggunaan lampu depan yang berwarna biru itu…silau banget!!

  55. danang says:

    mungkin masukan juga untuk atpm agar membuat lampu yang otomatis menyala begitu kunci kontak di putar, masalah pemborosan energi, pihak atpm kan punya divisi khusus untuk itu..harusnya safety di galakan bukan hanya jualannya saja…

  56. saft says:

    Suyandi Liyis says:
    tapi kalo saya nyalakan lampu biasa pejalan kaki suka suruh saya matikan sambil telapak tangan nya kepak2 ke arah saya…jadi gimana dong…kan ga mungkin aku stop dan jelaskan ke mereka satu per satu…

    Jawab:
    Hehehe..
    Itu adalah bukti.. KURANGNYA SOSIALISASI ke masyarakat, akan manfaat DRL.

  57. tapi kalo saya nyalakan lampu biasa pejalan kaki suka suruh saya matikan sambil telapak tangan nya kepak2 ke arah saya…jadi gimana dong…kan ga mungkin aku stop dan jelaskan ke mereka satu per satu…

  58. saft says:

    Johnny says:
    Sekarang ini bahkan petugasnya sendiri aja udah ogah2ah pake lampu DRL.
    So… jangan salahkan masyarakat pada ogah pake lampu.

    Jawab:
    Betul banget oom..
    Artikel ini dibuat untuk aturan-aturan yang anget-angetan..

  59. Johnny says:

    Sekarang ini bahkan petugasnya sendiri aja udah ogah2ah pake lampu DRL.
    So… jangan salahkan masyarakat pada ogah pake lampu.

Leave a Reply





Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com