.

 

Konsistensi ‘R’ Busi?

konsistensibusi00

Untuk melengkapi referensi tentang busi dari beberapa artikel sebelumnya di web ini, rasa penasaran saya akan QC / Kontrol Kualitas produk busi masih terus berkecamuk untuk tetap mencoba Obyektif melihat merek busi mana yang baik dalam menjaga konsistensi produksinya.

Produk massal, adalah produk yang memerlukan perhatian khusus terutama pada konsistensi hasil akhirnya. Contoh sederhananya gini..
Perusahaan produk Kue Kacang, dalam membuat produknya yang berjumlah besar untuk konsumsi se Indonesia (nasional), harus mempunyai proses QC yang sangat baik. Kacang yang di produksi pertama, harus punya rasa yang sama dengan kacang yang diproduksi paling akhir. Bayangkan apabila… kacang atom yang sama, rasanya lebih enak kalau kita beli di Bandung ketimbang beli di Jakarta.

Untuk busi kira-kira juga begitu.. juga untuk segala produk lain yang sifatnya MASSAL.

Bahkan hingga dibuat standard mutu untuk konsistensi produk (ISO), sehingga pabrikan yang menyandang atribut sertifikasi tersebut boleh bangga atas produknya yang dipastikan konsisten, baik mutu, umur pakai, ukuran, dsb.

Untuk rasa penasaran ini, saya meminjam 6 merek / jenis busi , masing-masing 4 unit. Jadi total ada 24 busi yang saya akan ukur.

Busi yang di pilih adalah busi yang premium, alias harganya jauh di atas busi standard biasa. Busi-busi ini sering dikategorikan orang sebagai ‘Busi Racing’ atau busi performance.

Nah, seberapa konsistenkah sang produsen dalam memproduksi busi mahal tersebut?
Saya coba dengan test sederhana saja, namun sedikit banyak bisa menjadi salah satu referensi konsisten atau tidaknya produk yang beredar di pasaran.

Oh ya.. sampel 4 busi, saya ambil secara acak. Jadi tidak di pilih2 dari bentuk fisik. Dalam hal ini saya mencoba memposisikan sebagai pembeli yang awam, tidak mengerti soal busi, tapi mau beli busi ‘mahal’ dengan harapan mobil saya bisa oke, kemudian si pemilik toko memberikan 4 busi kepada saya. Kira-kira begitu skenarionya.

Oke,.. berikut busi-busi yang di uji,..

DENSO IRIDIUM IQ20

BOSCH SUPER 4 – FR78X

NGK IRIDIUM IX – BKR6 EIX

SPLITFIRE SF – 392D

BERU SILVERSTONE – S3F

NGK G-POWER PLATINUM – BKR6 EGP

Saya coba ukur resistansi masing-masing busi di tiap merek/jenisnya dengan menggunakan Digital Ohm Meter. Dengan cara satu kutup probe di bagian ujung belakang busi, satu probe lagi pada jarum elektroda busi, sehingga terbaca nilai resistansinya.

Berikut hasil akhir pengujiannya..

Terlihat pada tabel di atas, bahwa merek NGK terlihat sangat baik dalam menjaga konsistensi pada tiap produknya… bahkan dari dua jenis NGK yang di test ternyata tetap bisa menjaga toleransi simpangan akurasi produk hingga 10% bahkan 6%, diikuti produk SplitFire.

Sementara yang menyedihkan adalah produk BOSCH yang simpangannya jauh sekali hingga 75%. Wah wah… apalagi baca artikel sebelumnya tentang busi yang bermasalah, 3 dari 4 kasus yang ditemukan semuanya dari merek BOSCH.

Duh duh… ada masalah apakah produsen tersebut?… halo?? bosch,.. ayo perbaiki kualitas produkmu!.

Apa sih akibatnya jika saya membeli busi yang simpangan nilai resistansinya besar?
Yang pasti… makin besar nilai resistansi, akan memperkecil api yang dipercikkan busi.
Nah… jika nilai resistansi tidak rata, akibatnya… kualitas api dari busi tidak rata juga.

Bahkan jika sangat parah, akan membuat misfire, yaitu saat harusnya terjadi pengapian, busi tidak memercikkan api. Pada saat misfire, busi tidak membakar bensin untuk dirubah menjadi tenaga. Bensin terbuang percuma. ujung-ujungnya, pemborosan bahan bakar.

Paling parah lagi adalah… baru saja ganti busi.. mesin langsung pincang. Ini mungkin disebabkan salah satu busi memiliki nilai resistansi yang sangat besar dibanding yang lain.

Nah loh… harus hati-hati dan cermat dong ya… Teliti sebelum membeli.

58 Responses to Konsistensi ‘R’ Busi?

  1. ronifaizi says:

    Permisi manu nanya donk ?
    1. Busi yg baik buat mobil KIA carens 1. bagusnya Busi nya Merek apa ya ?
    2. Giman caranya membedakan Busi yang Asli dgn Busi yg tdk Asli ya

    mohon infonya, n’ terimakasih

  2. Wicak says:

    Bang shaft, numpang tanya dunk, kl busi yg cocok bwt daihatsu xenia 1.300 cc 2009 apa ya?

  3. dimdim says:

    bang shaft, boleh share dong … busi yg cocok buat peugeot 505 gr ?

  4. Pitanto Widjaja says:

    Mohon informasi Merk dan Jenis Busi (Part Code) yang recomended untuk KIA Picanto serta harga nya – Terimakasih.

  5. budi says:

    saya memakai honda stream 1.7 mt 2007,busi apa yang cocok pak saft?
    apakah ngk platinum cocok untuk honda saya?
    mohon masukannya pak…trims

  6. saya mah cinta sama merek bosch yg kakinya tiga!!! super awets

  7. Ferry Utama says:

    Dear all,
    Pertama, saya bersyukur menemukan situs ini yang pas dengan problem yg saya hadapi. Saya pake Peugeot 406 AT-D9 tahun 2001 type mesinnya XU10J4R selama ini pake busi BOSCH FR8LDC dan sebelumnya pake merk Peugeot 5960.15. Sekarang saatnya ganti busi karena sudah 45000 Km dan kalau terlambat ganti biasanya ordometer (angka nya) suka loncat. Saya sudah hunting cari busi type itu gk ketemu. Pertanyaan saya, apakah ada busi merk lain (NGK. Denso, atau lainnya) yang cocok buat peugeot 406-D9 dan tolong sekalian tokonya. Saya ucapkan terimakasih bagi rekan2 yang mau menyempatkan waktu untuk berbagi info dengan saya…. wass.

  8. mimin says:

    tanya pak saft

    itu kalau yang diukur cuma busi padahal kemaren ane ngukur kabelnya juga beda, semakin panjang resistansinya semakin besar.lha….
    saya pengen tanya mungkin nggak kabel busi diganti dengan kabel listrik yang besar.karena ada bemo di tempat saya pake kabel itu.wallll hasil bagus banget, tapi ane ndak tahu seberapa lama tahan panasnya

  9. nasrulfanani says:

    salam hangat pak

    wah, keren banget dah infonya, btw klo buat toyota cressida 1988 yg cocok apa ya ?

    nb. skg ini cressi saya pake bosch,
    waktu itu beli di ace hardware 80000/4 biji
    tpi bli lgi 2 biji di cipete-jaksel cma 15000/biji dengan jenis yg sama.
    (walah beda banget selisihnya) sempat terpikir ini busi yng palsu yang mana.
    lobang pantat knalpot kluar asap hitam,
    yang saya mau tanyakan :
    1. apakah ada kesalahan/ketidak cocokan pd mobil saya pake busi tersebut
    2. ciri2 busi “asli” bgmana ?
    3. dg melihat cerita saya, apa komentar, tanggapan dan saran dri bapak.

    terima kasih inponya.

  10. Detik2000 says:

    Mau sedikit menambahkan, Penggunaan busi beresistor(+/-5 kilo ohm)disesuaikan sistem pengapian mobil.Pada pengapian direct fire atau built-in igniter, memerlukan busi beresistor. Apabila menggunakan busi non-resistor pada sistem pengapian koil langsung itu,bisa menyebabkan arus berlebihan dan membuat koil relatif makin panas dan menimbulkan arus balik pada ECU.
    Sebab,model koil tanpa igniter umumnya memiliki tiga kabel, selain bagian primer yang berhubungan lasngsung dengan arus, koil juga di suplai dengan arus 0 volt dari ECU.
    Lalu kalau Berbeda busi beresistor dipasang pada sistem pengapian mesin yang harus nya pakai busi non-resistor,”mesin cenderung kurang tenaga,apalagi jika koil atau kabel busi sudah mulai bermasalah,pada RPM tinggi timbul mbrebet”.
    Busi baru juga dapat diukur,tentu agar balance pada tiap silinder,layaknya membalans nosel. Hasil imbang tentukan tenaga dan irit BBM pada akhirnya….

  11. saft says:

    siediks says:
    Kang saft,
    saya koreksi sedikit.. resistance dalam BUSI tsb bukan untuk menahan percikan arc listrik tapi sebagai pengaman overload untuk coil driver yang menggunakan electonic control unit..pengalaman saya jika beda resistance masig dibawah 5 kohm tidak masalah karena voltage keluaran coil lebih dari 10 kV…salam otomotif

    JAWAB:
    WOw… makasih masukannya om Siediks.

  12. siediks says:

    Kang saft,
    saya koreksi sedikit.. resistance dalam BUSI tsb bukan untuk menahan percikan arc listrik tapi sebagai pengaman overload untuk coil driver yang menggunakan electonic control unit..pengalaman saya jika beda resistance masig dibawah 5 kohm tidak masalah karena voltage keluaran coil lebih dari 10 kV…salam otomotif

  13. bana says:

    om…boleh tanya ga????

    tolong kasih tau cara pembuatan busi dong???
    dari proses awal ampe proses finishing….tolong ya…

  14. ogive says:

    jadi, klo buat kijang innova bgusan pake yg mana??
    klo skr gw pake denso iridium..

  15. ARDI says:

    maaf saya mau tanya emang bener kalau pakai busi racing lari motor bisa tambah ngaaacir??????????????????????

  16. AHMED says:

    DEAr :
    we want ask you about all your product spark plug and i want to tell me all info about SILVERSTONE S3F
    thank
    AHMED
    4WHEEL.ACCESS.CO@GMAIL.COM
    COCO_LOVE2010@HOTMAIL.COM
    PHONE : +965 7531861
    FAX: +965 4913139

  17. anas says:

    mas aq mau nanya gmana cara untuk mengetahui ketahanan dari umur busi itu sendiri?
    apakah ada rumus yang bisa menjelaskan ityu semua?
    thank’s

  18. Juni says:

    Halo mas SAFT7,

    Saya pengguna busi merk DENSO saya baru saja mengganti busi kira2 2 minggu lalu (merk sama) dan saat ini mobil saya sudah kayak mengeluarkan suara mercon (plag… dug.. duarrr) dan ada asapnya putih. entah itu embun air yg ada di knalpot atau bbm yang ngga terbakar. Dan bau BBM ngga terbakar sangat menyengat!

    Jadi saya paham meskipun baru ganti busi ngga menjamin bahwa mobil kita akan mulus dipakai selama beberapa bulan. Mungkin saya membeli busi baru yang kebetulan resistensinya udah jelek!

    Saya akan coba ganti pakai NGK yg biasa karena NGK iridium saya lihat di website lain (maaf bukan promosi dan ini juga bukan website saya http://megarsari.blogspot.com/2006/02/otomotif-busi-terbaik.html) kadar HC-nya juga paling tinggi.

    terima kasih atas info mas SAFT7 yang amat sangat membantu saya dalam informasi seputar mobil saya. Tengkiu arigato matur nuhun suksma… hehehe

  19. harsono says:

    produk bosch terkenal kualitasnya jadi mungkin punya mksud tertentu .?oke

  20. hendryawan says:

    Daer Mr. Saftari.
    Mau tanya nih…, busi yang bagus yang mana ya… dengan R kecil atau besar?
    Masalahnya kalau saya ukur kabel busi juga mempunyai R yang besar dan tidak sama juga nilanya tergantung panjang pendeknya kabel tersebut.
    thank

  21. ada yang tau busi standar tuk TIMOR SOHC gak,pernah saya oprek disentra2 onderdil banyak yg gak punya padahal toko onderdil timor.saya lupa code businya tuh.was2628@yahoo.com

  22. Yan560 says:

    Om Saft,
    Kapan waktu nya Busi yg kita pakai di Mobil/Motor harus diganti.?
    Saya terkadang menyikat nya dengan sikat kawat yg halus(Kuning)
    apakah itu membantu kinerja Busi selain bila waktunya harus diganti
    layaknya Ganti Oli.
    Wassallam,

  23. KOHAR says:

    Buat bro yang pengen motor kenceng tapi dana terbatas , dateng aja ke om Bowo di jl.Cilandak arah PN Jaksel.Cukup Rp 10.000 dijamin torsi+Top speed kuenceng ,garansi 1 minggu,tanpa bongkar
    head/ganti barang.(khusus bebek 4 tak)
    Om Bowo = (021)93500289/085692345231/galant_39@Yahoo.com

  24. girifumi says:

    busi mobil semua ya?
    alat ukurnya ohm meter sudah dikalibrasi belum?biar lebih akurat gitu..

  25. rustam says:

    Yang butuh ecu seken silahkan hubungi rustam
    di hp 085264033602

    kami akan membantunya.\
    terimakasih.

  26. obaybdg says:

    Bang Saft, untuk peugeot 206 bagusnya pake busi apa yah? Pengennya sih yang Iridium karena denger denger lebih irit dengan pengapian yang presisi. Tapi ada yang bilang juga kalo bukan busi asli dari Peugeot alias OES, bisa bisa ECUnya rusak. Sebagai tambahan informasi Pug 206-nya tahun 2002.
    Thanks yah.

  27. ambarbintoro says:

    bang saft, rolong dong beri aku warta tentang jenis kode busi…pemting mih buat penelitian…misalnya busi 2 elektroda tipe 4x atau busi ngk c7hsa.makasih ya

  28. Jeskoneng says:

    Bener atau salah kah pendapat bahwa busi iridium tidak begitu cocok untuk mesin fuel injection ? dan hanya bagus untuk tarikan awal tapi kurang maksimal dalam hal top speed ?

  29. Rendhi says:

    Kang, dari tulisan Akang keliatannya busi NGK emang punya QC yang lebih yahud. Boleh tau kang di mana bisa mendapatkan busi NGK BKR6EIX-11 untuk daerah Jakarta Timur, buat Honda Jazz i-Dsi gitu…. ?

  30. jo rasd says:

    den ganti motor teh tong make legenda tapi busina kabeli moal hidup primaaaaaaaaaaaa limeeted…..

  31. apit5 says:

    mangtap om ilmunya..tapi saya mau tanya donk bagaiman caranya mengukur busi yang yang dapat memancarkan api paling maksimal(besar) dan konstant?

  32. CK says:

    Waduh….
    padahal aku pro busi Bosch loh…
    soalnya aku pake pernah ampe 8 taun gak ganti2…
    masih ok ok aja tuh…

  33. Dion says:

    Bang Saft, yang dibahas kog busi merk itu2 aja.. Masih banyak kan busi merk lain yang beredar di pasar. Harusnya lebih banyak survey biar bisa lebih lengkap dan detail pemberitaannya. Contoh, di pasaran ada merk XR (yang jebol di mobil saya), ada Autolite, ato champion, dsb.

  34. Vans says:

    Pak Saftari, mau tanya donk. Busi yang bagus tuch resistensi/hambatannya yang besar atau kecil.

    Contoh : Denso Iridium IQ20 satu busi hambatannya : 6.30 kohm
    NGK Iridium IX satu busi hambatannya : 5.08 kohm

    mana yang lebih bagus diantara keduanya ?

    Terima kasih Pak.

  35. Goes Cikampek says:

    Mas Saft, Kalo keluhan mesin pincang sebelah gara-gara busi jelek, gimana tuh merasakannya?

  36. Rudi says:

    Om Saft……

    Mobil saya Timor DOHC saya sudah menggunakan busi NGK type R (sesuai yg disyaratkan pabrikan) bila saya ingin memasang modul pengapian utk memperbesar api di busi seperti MSD/Speedspark apakah ada efeknya untuk system EFI, ECU, Audio, dll. ?

    Thank,s

  37. iwan says:

    Bung Saft….

    Thx untuk sharing ilmunya ke kita semua…saya mau tanya kalo kita pake busi racing apa harus ganti kabel businya jg ??? kl ngga ganti boleh gak ??

    Terus busi apa yang cocok untuk suzuki APV ??

    Thx B4

  38. Sripurw,- says:

    Mungkin perlu dipertimbangakan usia mobil, misal BMW E36 th ’96 dimana spec standart businya memakai yg type R ( krn multi coil ). Mengingat usia mobil yg sdh tdk muda lagi, artinya telah mengalami penurunan kemampuan. Dg memasang busi non resistor malah akan mengembalikan performa percikan api di busi. Hal tsb sdh saya praktekkan dimobil saya……tambah josss. (namun blm tahu lifetimenya).
    Bung Saft tolong dievaluasi / dibuat percobaan, tengs

  39. M Subhan Halimi says:

    OOm, ciri2 busi yang sudah ada resistor nya tu bgmn sih ? selain dari kode R nya ?

  40. ebonk says:

    Ok..saya ngerti sekarang….jadi urutannya :
    1. Cari tahu berapa standar resistor yg disyaratkan untuk mobil masing2
    2. Cari busi dgn resistor yang dalam batas toleransi no. 1
    3. Cari merk yg simpangannya tipis u/ keseragaman pembakaran – hasil optimal …ini yg diuji sama kang Saft di atas.

    Trims lho…atas pencerahannya

  41. Paundra says:

    Nambahin dikit nih,
    Untuk busi type tertentu, memang sengaja dibuat memiliki Resistansi yang nilainya cukup besar (kira-kira 5kOhm). Hal ini dilakukan untuk mengurangi ganguan elektromagnetik ke rangkaian elektronik di dalam mobil (atau bahkan motor). Rangkaian elektronik ini contohnya rangkaian Electronic Control Unit (sistem EFI, speedometer digital, tripmeter digital, mobil dengan sensor). Sekarang ini hampir semua mobil baru sudah menggunakan ECU jadi busi untuk mobil tersebut biasanya ditanamkan resistor di dalamnya untuk menghindari masalah pada kontrol elektroniknya. Untuk busi yang resistansinya mendekati nol berarti bukan busi type resistor dan tidak dianjurkan untuk mobil ber-ECU. Untuk beberapa merk, biasanya mencantumkan huruf R seperti NGK, Denso (kecuali type Iridium) jadi untuk busi Beru Silverstone, Denso K20P-U dan NGK BK6E pasti resistansinya sangat kecil karena bukan type resistor. Untuk nilai resistansi, pasti ada toleransinya yang diperbolehkan (kalau menerapkan ISO).

  42. maskaryo says:

    Om Peugeot 405 SRi saya pake BK 6 E tanpa R, beli di ATPM Mitsubishi…muakin kenceng OM…he he
    Tap…ada tapinya OM, kabel businya pek magnecor dan Koil replacemet dari MSD untuk Mitsubishi Eterna (sama smaa double Coil)…
    Tarikan makin galak….

    Sekarang lagi nyari NGK yg seri 7 tapi kepala kecil dan tanpa R…ada gak Om ? dimana beli yaa ?

  43. Stanley says:

    Salam,
    Kalo mau nyari busi yg seperti diatas dimana ya yg lengkap ?

  44. Adriel says:

    Bung Saft posting saya kok ga dijawab?

  45. trilukito says:

    Kang Saft,

    Terimakasih sekali atas pencerahannya, semakin bingung saja.
    Kalo gitu, mestinya yang paling baik adalah standart pabrik.

    trilukito

  46. Saftari says:

    Oom Trilukito,

    Mungkin perlu baca juga artikel saya yang lain soal pengaruh busi terhadap emisi gas buang.
    Memang benar bahwa semakin kecil nilai resistansi maka api yang terjadi akan semakin besar. Namun kita perlu perhatikan spesifikasi yang dianjurkan pabrik.
    yaitu melihat berapa nilai resistansi dari busi standard bawaan pabrik.
    Katakanlah busi standard pabrik misalnya 5kOhm, maka busi penggantinya sebaiknya tidak langsung menjadi sangat rendah nilai resistansinya. Hal ini akan menimbulkan emisi atau noise dari pengapian itu terhadap komponen lainnya seperti audio, Ecu, dan sebagainya.
    Selain itu.. saya membuktikan BERU yang beresistansi sangat kecil itu tidak tahan lama pada mobil Mitsubishi Eterna yang menggunakan MultiCoil, sehingga elektroda busi cepat sekali habis hingga sangat pendek dalam waktu beberapa bulan saja. Hal ini dipastikan karena bunga api yang terlalu besar dan panas yang berlebihan pada busi tersebut ketika digunakan pada mobil tersebut.

    Jadi jangan untuk nilai resistansi sesuaikan dengan spek pabrik terlebih dahulu, jangan mengganti yang terlalu jauh nilainya.

    Saftari

  47. trilukito says:

    Kang Saft,

    Saya setuju dengan oom Ebonk.
    Maksud kita beli busi “racing” agar mendapatkan hasil percikan/ pengapian yang baik sehingga dapat membakar campuran bensin+udara dengan “sempurna”, tentunya kita pilih yang berisistensi paling kecil agar mendapatkan api yang besar.
    Kalo dilihat penyimpangannya memang NGK yang oke tapi mungkin percikan api yang dihasilkan kalah dengan beru yang resistensinya kecil/lebih rendah.
    Kira-kira tingkat misfirenya antara NGK yang penyimpangannya kecil tapi resistensinya besar dengan beru yang resistensinya kecil tapi penyimpangannya lebih besar bagaimana kang Saft, mana yang di-recommended.

  48. adriel says:

    Bung saft, saya masih bingung dengan metode pengukuran busi dengan menggunakan multitester. Setau saya pengukuran hambatan busi yang tepat dilakuakan saat busi melakukan aktifitas sebenarnya yaitu dengan memberikan tegangan yang sesuai dengan kerja busi dalam kendaraan. terima kasih.

  49. Saftari says:

    OOm Ebonk…

    Artikel di atas bukan membicarakan Besar atau Kecilnya ukuran Resistansi Busi..
    Tetapi … konsistensi akurasi produksi dari suatu produk massal khususnya busi.
    Jadi nilai persentase tersebut adalah nilai SIMPANGAN akurasi yang ada pada sample busi tersebut. Semakin kecil nilai simpangan, dapat dikatakan produk tersebut punya QC yang baik pula…

    Jadi tidak membahas apakah dia jenis busi ber Supression Resistor atau busi yang non Supression Resistor.

    Gampangnya gini…
    BAGUS : 10 : 11 : 10.2 : 10.3 –> simpangan akurasi tipis sekali.
    BURUK : 5 : 12 : 200 : 4 –> simpangan akurasi jauh sekali.

    Semoga mengerti yang saya maksud.

  50. ebonk says:

    Kang Saft,
    Kok saya mbacanya sedikit beda ya…..urutan keseragaman memang dimulai dari NGK Platinum, Splitfire, NGK Iridium, Beru, Denso & terakhir adalah BOSCH. Tetapi. karena resistensi paling kecil berarti paling bagus, berarti dari sampling di atas, urutan resistensi dari yang terkecil adalah Beru diikuti oleh Bosch, NGK Iridium, Denso, NGK Platinum & Splitfire.

    Jadi, kalau mau sedikit repot ngukur R tapi mendapatkan yg baik pilih BOSCH, kalau mau banyak repot tapi mungkin dapat yang terbaik pilih Beru (rasio R besar : R kecil = 3 : 1). Kalau mau nggak repot pilih NGK, nah, Splitfire biar seragam tapi R-nya paling besar kayaknya jadi tidak recommended.

  51. Paulus says:

    Guardy Says:
    23 May, 2006 at 12:24 pm

    “…tapi yg pingin gue tau, apa resistansi busi itu bisa berubah
    sesuai kondisi busi (usia, kelistrikan, atau suhu)
    tentu hal ini bisa berpengaruh pada hasil
    percikan api yang dihasilkannya…”

    Saya pernah test busi NGK BK6E kondisi bekas pakai di Lancer GTI, hambatannya masih tetap sama yaitu 0 (nol) ohm.

  52. Coen says:

    Akhirnya.. pada percaya khan… klo busi ntu kualitas R-nya beda2…..

    sekalian test DENSO K20PU donk… supya anak2 AXIC pada percaya & see thruth.

    Coen
    Vva kang Saft….

  53. Ipank says:

    sekedar usul nih… gimana kalo kita nih.. (para pembaca) kalo beli busi masing masing di test …
    lalu hasil testnya kita poling ke kang saftari. jadi khan gak perlu kang saft beli semua merek busi yang gitu loh…
    nanti dari situ khan ketauan tuh mana busi yang bener-bener berkualitas.
    setuju gak penonton ??…

    rgrds

  54. Guardy says:

    wah baru tau nih kalo busi ada cacatnya gitu
    setau gue beli busi ya udah gitu aja, kalo baru
    pasti bagus dan pengapian sempurna.. ternyata
    ga juga.. thanks yah infonya..

    tapi yg pingin gue tau, apa resistansi busi itu bisa berubah
    sesuai kondisi busi (usia, kelistrikan, atau suhu)
    tentu hal ini bisa berpengaruh pada hasil
    percikan api yang dihasilkannya..

    thanks

  55. Anjas says:

    Om, test juga dong busi yg terjangkau rakyat jelata…
    atau udah pernah ditest ya busi kelas menengah ke bawah?ada linknya tdk?

  56. armus says:

    Wah! Gemes juga baca hasil uji tsb diatas. Kalau kangSaft sudah me-minimum-kan sampling error dan juga leading question dlm proses pengujiannya (sebagaimana uraian dlm skenario diatas), tambah parah aja tuh Quality Assurance produsen2 yg punya angka penyimpangan rata2 diatas 10%. Harus ada sangsi!! Lembaga sertifikasi ISO (atau SII?) dan YLKI dari sisi konsumen selayaknya sudah harus turun tangan, kalau kita sebagai konsumen gak ingin lost dan lbh jauh lagi, hemat energy menjadi sia2.
    Hasil uji kangSaft telah membuka mata kita akan kualitas produksi dari produk yg dinamakan busi, bagaimana dengan produk dari jenis yang lain? (-pertanyaan yg mengusik-). Yaaah….dalam jk pendek saya setuju dengan bung Hasta P untuk melakukan pengujian on the spot sebelum belanja busi. Cuma sepertinya sekarang juga banyak multitester aneka merek yang harus juga di uji konsistensi dari akurasi-nya….kalo perlu di kalibrasi secara periodic….hehehe….Koq jadi njlimet begini seh? (mohon maklum, krisis kepercayaan lagi mode “ON”). Salam.

  57. Saftari says:

    Makasih oom Hasta Purnama,

    Pikir-pikir.. mau beli busi aja jadi repot ya…
    Harusnya gampang… tapi karena pingin tidak dirugikan jadi kudu repot ukur satu2 sama liat fisiknya cari yang baik.

    Lembaga konsumen sampai ga ya ke urusan produk komponen otomotif?

    Betul, mitsubishi pakai busi standard merek NGK… liat aja larinya… konsisten khaan.. semua mitsubishi .. kuenceng.. kekekek…. Mitsubishi gitulooh.

    saftari.

  58. Hasta Purnama says:

    om Saftari,

    lihat hasil pengujian sampeyan, kayaknya layak kalau honda dan mitsu di indonesia merekomendasikan busi ngk sebagai genuine spare part. kualitasnya konsisten. soal mesin pincang yg bisa diakibatkan oleh tidak seragamnya nilai resistansi busi, bagaimana kalau mulai sekarang kita biasakan mengukur resistansi di tiap unit busi baru yg akan kita beli. multitester bisa bawa sendiri atau kita pinjam di toko tempat kita beli busi.

    keep up the good works. thanks. :)

Leave a Reply





Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com