.

 

Komparasi Speedometer & GPS

speedogps-00

Speedometer selalu menjadi kelengkapan standar mobil dan motor, untuk menunjukkan kecepatan kendaraan. Pada kenyataannya, selalu terlihat perbedaan kecepatan pada berbagai kendaraan baik mobil maupun motor, baik berdasarkan merek kendaraan maupun model kendaraan dari merek tertentu. Bahkan untuk model kendaraan yang sama pun bisa terjadi perbedaan kecepatan yang ditunjukkan oleh speedometer.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya simpangan kecepatan pada speedometer antara lain:
1. Kondisi ban/roda: tingkat keausan dan perbedaan ukuran ban.
2. Modifikasi gardan: penggantian gear ratio gardan / drive axle gear.
3. Modifikasi sprocket gear: untuk speed sensor yang ada pada transmisi akan terpengaruh perubahan sprocket gear.


GPS

Kita pernah mendengar alat navigasi yang berbasis satelit yaitu Global Positioning System (GPS). Lebih dari 30 satelit GPS berputar dua kali setiap harinya mengelilingi bumi, memancarkan sinyal yang diterima perangkat GPS untuk kemudian didapat data navigasi, lokasi, ketinggian, kecepatan hingga posisi bulan dan matahari yang bermanfaat bagi nelayan dan lain-lain.

Saya menggunakan 2 unit GPS yang berbeda merek untuk mendapatkan referensi kecepatan terhadap beberapa kendaraan yang akan dites speedometernya.
Garmin GPSmap 60CSx, berteknologi Sirf-III yang sangat peka dan memiliki penerimaan yang baik dan cepat.
Magellan eXplorist XL, memiliki layar yang cukup besar dan memiliki kepekaan sinyal yang cukup baik pula.

Akurasi perhitungan GPS terhadap speed sendiri memiliki toleransi sekitar 0.1-0.2ms atau meleset sekitar 3-5meter terlambat memberikan informasi saat itu, dipengaruhi oleh jumlah satelit yang terhubung dengan GPS tersebut, kondisi lingkungan sekitar GPS, dan cuaca.

Lebih lengkap tentang GPS bisa membuka referensi di bawah artikel ini.


TUJUAN

Tujuan artikel ini dibuat adalah untuk mengumpulkan data-data perbandingan kecepatan yang ditunjukkan oleh speedometer dibandingkan dengan kecepatan yang ditunjukkan oleh 2 unit GPS sebagai referensi.
Dengan terkumpulnya data tersebut, diharapkan dapat bermanfaat bagi rekan-rekan lainnya sebagai referensi kecil dan sederhana.

Kendaraan yang akan di tes adalah jenis Mobil dan Motor dari berbagai merek dan model.
Dilakukan di lokasi Parkir Timur Senayan Jakarta, yang terbebas dari halangan gedung dan pada saat cuaca cerah.
Peserta adalah rekan-rekan sahabat dari berbagai mailing list otomotif mobil dan motor di Indonesia, Jakarta pada khususnya.

Untuk seluruh rekan-rekan sahabat yang sudah berpartisipasi dan meluangkan waktunya untuk mengumpulkan data sederhana ini, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.


PENGUJIAN DIMULAI..

GPS1 : Garmin GPSmap 60CSx (Sirf-III)
GPS2 : Magellan eXplorist XL
Avg.GPS1 & GPS2 : Nilai kecepatan rata-rata dari data speed kedua GPS.
SIMP. % : Nilai simpangan kecepatan speedometer terhadap speed GPS.
TOTAL : Nilai simpangan rata-rata dari beberapa sampling, dalam satuan %.


KESIMPULAN

Dari data yang terkumpul, terlihat bahwa kecepatan pada speedometer mobil maupun motor menunjukkan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan sebenarnya (GPS).
Hal ini juga dipengaruhi apabila kita melakukan modifikasi pada ukuran roda/velg, gardan dan sprocket gear (motor).

ARTIKEL INI TIDAK MEREPRESENTASIKAN SIMPANGAN KECEPATAN TERHADAP SUATU MEREK / TIPE KENDARAAN YANG DIUJI DI ATAS, MEREK/TIPE KENDARAAN YANG DISEBUT ADALAH MERUPAKAN SAMPLING DARI KENYATAAN DATA YANG DIDAPAT DI LAPANGAN.

Semoga bermanfaat!

Supported by
APOBAE.com – The Cheapest GPS Store
Special thanks for Oom Ahmad Zulkarnain!

Lihat juga Foto Kegiatan Pengukuran..


Sumber referensi:

Tire Dimensions Calculator
Teori Dasar GPS
Non-military GPS accuracy
Speedometer Scandal!
Can you trust your most frequently consulted gauge?
Accuracy of non-differential GPS for the determination of speed over ground.
GPS Speed: How accurate is it?
GPS Errors & Estimating Your Receiver’s Accuracy

68 Responses to Komparasi Speedometer & GPS

  1. yana says:

    wah gak ada Avanza / Xenia nih… pdahal yg pling pnasaran ntu Avanza/Xenia, Speed 80Km/j udah kenceng banget.

  2. D'day says:

    klo tidak salah…
    untuk speedometer yang terpasang di kendaraan telah ditambahkan faktor pembesaran nilai, yang biasanya 10% dari nilainya.
    yang berfungsi sebagai keamaan untuk pengendara tersebut..

    Salam.

  3. jakatimur says:

    saat baca artikel ini terlintas dalam pikiran saya, apakah brnar gps yang benar? bagaimana jika perhitungan gps yang kurang tepat?

    ini yg jadi poin :
    1. bumi itu bulat. titik pengacuan adalah A ke B

    2. gps melihat dari satelit jadi dari atas. jadi jarak dari titik A sampai B ditarik garis lurus dari satelit -> membentuk segitiga (satelit-A-B) tidak bisa disamakan dengan jarak A ke B aslinya karena A ke B aselinya merupakan jarak tempuh lengkung. jadi otomatis lebih panjang daripada A ke B ditarik garis lurus.
    A ke B gps mungkin berbeda dengan A ke B dari jarak tempuh motor.

    3. dengan demikian jika titik A ke B dilalui 1 jam
    lalu A ke B satelit adalah 100 km maka kecepatan otomatis menjadi 100km/jam
    sedangkan A ke B aseli di bumi adalah 110 km (karena lengkung maka lebih panjang) maka tertulis di speedo menjadi 110 km/jam

    apakah pernah terpikir demikian?

    • didi says:

      pengujian kan dilakukan ditempat parkir (kondisi trek rata) terkecuali test nya udah sampe seperempat bumi, he..he…

  4. [...] kali, nggak bisa tidur lu kapok habis ngerasaain si bajaj..ternyata Benar. Speedo udah digital (real indication motor umumnya + 10-15% speed, klik link berikut), oil cooler,ban tube less,sock absorber nitrogen,double spark,dll pokoknya lihat fiturnya di link [...]

  5. 6147sowe says:

    thanks banget nih atas samplingnya…mayan wat nambah2x ngelmu di ane..

  6. Reiz says:

    Om sharing aja, aq bandingin gps nokia dng spedo xenia terbaru penyimpangannya dikit.

  7. gendutganteng says:

    emangnya speedometer itu di buat lebih kenceng dari aslinya agar membuat pengendaranya lebih aware pada sekitar kan ada kecepatan minimum biasanya dari 0 km/jam sampai 40 km/j ukurannya masih tepat paling melenceng dikit tapi di atas 40 km/jam pasti udah diskon artinya udah ga sama ama speedometer
    Pastinya lebih kenceng speedometer dari pada aslinya untuk lebih menjaga keamanan pengendara dan orang lain

  8. Hereuy dot com says:

    sebenernya yang dijadikan titik acuan yang mana, GPS 1 atau GPS 2? Agak sulit melakukan penilaian kalau titik acuannya juga masih belum jelas. Peace…

  9. HarieUp says:

    saya dari dulu memang engga percaya sama spedo.saya sempat ni ngukur kecepatan ninja r saya lewat rekaman.pake hp se c702 sama w910i disolasi di spion. sambil tak rekam video sampai kecepatan di spedo kira2 180 an..trus hasil rekaman itu saya ukur berulang kali, pada kecepatan puncak dengan patokan tiga tiang lampu dengan jarak 126 m, saya ukur didapat hasil 2,19 detik sampai 2,3 detik. kok hasilnya jadi 200 km/jam lebih ya?? sya jadi terkejut, biasanya mikir paling2 160an

  10. tukangmakan says:

    iya ne aku juga pengan tau, kek gimana, ya cara nyetirnya sambil megang kemudi, sambil nyatet… gitu…

  11. Tidak terbantahkan memang speedometer yang terpasang dikendaraan menunjukkan nilai yang lebih tinggi daripada kecepatan sesungguhnya.
    Mau tanya nilai yang akurat di speedometer bagaimana cara melihatnya, misal pada Honda Tiger didapat 32.00 ; 38.00 ; 46.00 padahal speedometernya bukan angka digital melainkan bentuk jarum ?
    Terimakasih

  12. [...] 60 s/d 80 km/jam versi speedo meter Honda Fit X (deviasi 16.93 km/jam dari kecepatan sesungguhnya – saft7.com), berikut ini ada rute perjalanan yang saya lakukan dari Gang Sadar, Kebon Nanas Cikokol Tangerang [...]

  13. t4055fv says:

    thanks atas inponya
    ijin copas ya juragan…biar temen-temen lain melihat.

  14. racho says:

    @Dabz

    yang warna putih apanya om? Pulsar ane baru beli, speedometernya backlightnya oranye kok… dan kayaknya blom dikalibrasi ulang deh…
    soale jalan di 65km/jam aja dah bisa ngelewatin semua bebek2 di jalanan kosong…

  15. Dabz says:

    iya bro, kapan lagi bikin komparasi? pulsar sekarang (speedometernya warna putih) katanya uda dikalibrasi ulang biar speedometernya sama kayak motor jepang.. hehe.. jadi ngg akurat lg deh..

    • RGoh says:

      yup bener, beberapa temen yang ngukur dengan GPS yang flat (bukan model batangan kayak saft7 ya)… berkisar 8% dari GPS….,
      kalau yang pake GPS dari HP juga banyak yang komparasikan, terutama blognya iwanbanaran, search aja

  16. Silverstream says:

    Kapan diadakan lagi test akurasi spidometer dengan cara yang lebih komprehensif (Vericom, speedgun) ?? jangan lupa ikutkan lagi motor Bajaj Pulsar Boss !!!

  17. tri says:

    wah hebat.. salut perjuangannya ngumpulin data dan volunteer..

  18. Pulsarian says:

    ngga Rugi beli Pulsar ,pantesan perasaan baru lari 60 kok kenceng banget …wush wush…

  19. garmin says:

    big thanx.. for big nice information here….

  20. pulsar speedometernya paling akurat

  21. Berdagang alat-alat survey, alat-alat ukur, garmin GPS,
    Hand Held GPS, Portable GPS, Aviation GPS sSeperti: Garmin GPSMAP 76 CSx, Garmin GPSMAP 60 CSx, Garmin GPS eTrex Vista HCX, Garmin GPS 60i, Garmin GPS 60, GPSMAP 76, GPS 76, GPSMAP 60, Garmin GPS eTrex Yellow, Garmin GPS eTrex Legend HCX, GPS nuvi 710, GPS nuvi 200.

    Global Hutama Survey
    Komplek Migas 20 Blok B No. 101 Kelapa Dua Jakarta Barat 11550
    Phone : 021- 68657385
    Fax : 021-53653393

    Contact Person :
    Andre Jaelani
    081-807030-895
    0813-8171-0161

  22. Roy Irwan says:

    Om Saft, yang sy tau GPS itu ada 27 satelit, 24 yang aktif dan 3 sebagai pemain cadangan. Ini katanya lho. Kalo yang Rusia (GLONASS) punya ada 21 satelit yg aktif dan 3 cadangan. Ini juga katanya lagi lho.

    Cuman masalahnya ya itu, seperti yg om Saft juga bilang soal akurasi. Selama masih single positioning, koordinat gps-nya memang ga akurat2 amat. Akurasi 15 meteran aj udah bagus. Sementara kecepatan di gps kan modal utamanya dari selisih antar 2 koordinat yg di dapat, jadi boleh dibilang kecepatan di gps juga kurang akurat. Kan sering kita liat di gps2 handheld pada saat kita diam aj kadang2 speednya turun naek sendiri, bahkan di cuaca cerah dan ga ada faktor-gaktor penghalang lainnya seperti gedung, pohon2an dll sekalipun.

    Bai de wei, artikelnya bagus. Terutama untuk sosialisasi teknologi GPS. Saya yakin dengan adanya kegiatan dan artikel ini, banyak juga yg mulai ‘melek’ dengan teknologi gps.

    Manstabbs…

  23. baruliat says:

    wah gw baru liat nih artikel, menarik banget. GPS paling murah berapa-an ya, pengen beli yg seri nuvi lumayan kan buat touring biar ga nyasar.

    baru sebulan beli pulsar200, seneng juga ternyata speedonya akurat, pantesan kok kayaknya motor2 lain jalannya pada pelan padahal baru jalan 60kmh (msh inreyen), berarti di motor lain udah hampir 80. jadi selama ini gw bawa motor yg dulu dikibulin orang jepang kirain udah jalan 100 ternyata baru 80, itupun udah ampun2an gas pol turunan baru bisa jalan 80kmh sebenarnya.

    makasih banyak bro untuk artikelnya.

  24. utchanovsky says:

    edited, atas
    Eh GPS maksdnya (global positioning system), bukan GPRS (general packet radio system)

  25. utchanovsky says:

    Menarik Pak/Mas, edan ngopreknya sampe ke GPRS segala

    @ atas ane
    Kok sama yah…

    Salam buat benny the great (postingan atas bgt)

  26. pantesan banyak motor lain pada panas (makin ngebut) waktu kecepatan Pulsar gw 60km/j
    karena di speedo mereka sudah 80km/j (mungkin lebih) tapi Pulsar tetap narik aja :)

  27. mantugaul says:

    ada data tentang nissan grand livina gak pak? thanks

  28. Wah… keren…
    Kapan-kapan test lagi yak?

    Salam.

  29. Nav says:

    Informasi yang menarik Thanx.
    http://www.alatsurveycenter.com/

  30. dadang says:

    Wah hebat nih info nya, aku jadi nambah informasi deh.
    Mas Tlg dikirim deh email pengetahuan tentang GPS, and Toko yang jual alat tsb ada dimana ya mas
    kebetulan aku lagi bisunes sesuati yang berhubungan dengan alat tsb, ya lagi cari cari info lah di google eeh ketemu tuh web nya mas, thanks deh ya

  31. Fathur says:

    Kang Saft….
    Mau tanya nih, apakah faktor waktu dilibatkan dalam pengukuran ini? Maksudnya saat pengambilan data, kendaraan bergerak dari titik A ke titik B harus ditempuh dalam kecepatan konstan misalnya selama 10-15 menit tetap 30 km/jam. Mengenai anggapan ada penyimpangan pada speedometer motor/mobil bisa kita terima, sayangnya juga, hasil dari GPS hanya dapat dijadikan sebagai referensi bukan sbg angka yang absolut (baca mengenai faktor kesalahan gps: http://www.navigasi.net/goart.php?a=rudsrgps). Saya pernah coba tes perangkat GPS sendiri pas mudik setahun lalu, sayangnya cuma satu, menggunakan Garmin Map 76S plus antena luar RA-46, dengan kecepatan konstan, seingat saya untuk mendapatkan angka mendekati angka spedometer rata2 GPS saya membutuhkan waktu paling cepat 15-30 detik paling lama hampir satu menit, penyimpangannya sangat kecil sekali (engga pake metode2an…hehehe) dibanding hasil yg disampaikan kang Saft

  32. tiess.sutisna says:

    ada yang punya basemap detail (backgroud map) untuk kalimantan ?,khususnya samarinda atau balikpapan,kalau ada tolong dong contact gue

  33. okhie MRC malang says:

    :) artikel nya menarik banget dan bisa membantu bro…… tapi untuk ” Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya simpangan kecepatan pada speedometer ” mengapa tekanan angin tidak di perhitungkan? mengingat tekanan angin juga berpengaruh pada gesekan antara roda dan aspal?….

    keep rolling broo ….

  34. Iskandar says:

    sayang sekali saya telat info soal ini, kalo tau saya mo bawa gps sendiri buat tambahan perbandingan….saya cuma punya 60 CSX inventaris kantor…….

    saya mau nanya, gimana cara nyetel nya? kita pake satuan kilometer perjam? meter perjam? ato Knot?…..

    position format = HDDD MM SS S
    Map Datum = WGS 84
    Distance speed = Nautical miles KT FT
    elevation FT/minute
    Dept = meters

  35. Emil says:

    Emh… liputannya menarik juga. ;) Cuman peserta pengujiannya gak ada motor Kymco. Saya jadi penasaran Kymco penyimpangan sebarapa besar yah…..

  36. Saftari says:

    fahroe Says:
    Ada faktor lagi yang mungkin bisa mempengaruhi, yaitu person yang mencatatkan nilai speedometer secara manual. karena kita tidak seutuhnya sempurna, bisa mengamati 2 GPS dan Speedometer dalam waktu yang bersamaan.

    Jawab:
    Oom Fahroe,..
    itu sebabnya.. saya merekam (FREEZE/CAPTURE) kecepatan dengan kamera… jadi dalam satuan waktu 1/250sec ketiga value (2gps + 1 speedo) langsung terekam semua… baru kemudian dicatat dari foto2 tadi.

  37. fahroe says:

    Saya kemaren membuktikan bahwa kecepatan speedometer lebih tinggi dari kecepatan yang direkam GPS (saya memakai Garmin GPS60). Pada jalan lurus saya jalankan motorsaya (Scorpio Z) sampai kecepatan 120km/jam (di speedometer), GPS saya save tracklognya. Hasil di GPS : Maximum Speednya cuma 112Km/jam

    Ada faktor lagi yang mungkin bisa mempengaruhi, yaitu person yang mencatatkan nilai speedometer secara manual. karena kita tidak seutuhnya sempurna, bisa mengamati 2 GPS dan Speedometer dalam waktu yang bersamaan.

    @Girifumi : …apa gak lebih baik data logger seperti yang digunakan pembalap?..
    #: Bisa bro, GPS yang kita pake, langsung di sambung dengan kabeldata masing2 ke laptop,… data yang ke record pun akan lebih akurat dan real time (tidak mengandalkan pandangan mata). tapi untuk speedometer masih manual deh liatnya :(.

    http://fahroe.wordpress.com/2007/04/10/speedo-scorpio-vs-gps

  38. kelapadua says:

    @ Saftari:
    Setahu saya,.. menurut info dari teman yang kerja di AHM, pabrikan memang memberi toleransi speed sebesar 10%-20%.. sementara untuk Tripmeter (odometer) hanya 1%-5% karena menyangkut perawatan berdasarkan km spt yang om sampaikan di atas

    =>
    Gitu ya. Nanti saya cek deh untuk odometernya vs gps. ( Mas Saft, saya yg pake gpsV kemarin di scorpio z. )

    @ AdieV:
    Hasil speddometer yg lebih tinggi dari ukuran sebenarnya mungkin dimaksudkan untuk memberi early warning supaya kita hati-hati.
    =>
    Menurut saya sih deviasi speed 10-20% di kendaraan lebih merupakan low quality dan low technology deployment. Bajaj pulsar mengapa paling akurat, setahu saya speed meternya langsung diambil dari CDI (electric pulse), tidak mekanikal.

    cheers

  39. AdieV says:

    Hasil speddometer yg lebih tinggi dari ukuran sebenarnya mungkin dimaksudkan untuk memberi early warning supaya kita hati-hati. Lain halnya kalau spedometer yang lebih rendah sebenarnya akan membuat kita cenderung ngebut habis. Jadi itu mungkin ada standar deviasi yang disengaja oleh pabrikan, Ya enggak om Saft.

  40. Saftari says:

    Dear Oom-Oom..

    Thanks banget usul dan masukannya..
    Memang benar, seharusnya saya menggunakan Vericom, atau Fifth-Wheel untuk mendapatkan simpangan yang akurat.
    Namun saya coba untuk memulai dari hal sederhana dulu, yaitu dengan GPS yang kebetulan ada feature SPEED dan walau tidak akurat, masih dapat dikaji seberapa tidak akuratnya, bisa di baca di riset yang ada pada link referensi di atas.

    Mungkin untuk kesempatan lain, saya coba buat acara yang lebih besar dan melibatkan pabrikan jika perlu dan menggunakan tools yang lebih akurat dan khusus dibuat untuk mengukur speed darat.

    Prinsip saya sederhana saja.. meminjam prinsip 3M aa Gym.
    Mulai dari yang sederhana,,
    Mulai dari diri sendiri..
    Mulai dari sekarang.

    Sebab kalau tidak dimulai dari hal sederhana, bagaimana kita mendapatkan ilmu untuk memikirkan apalagi memulai hal yang rumit (akurat).

    Sekali lagi,.. thanks buat masukannya.

    Saftari

  41. Leo WSY says:

    Kang Saf,
    Supaya pengukuran lebih afdol, bandinginnya bisa pake speedgun dan vericom.
    Juga pas pengukuran harus diperhatikan juga lintasan / trek yg sama (misalnya di sentul), juga perlu diperhatikan kondisi cuaca mengingat penerimaan GPS juga berpengaruh dengan keadaan cuaca.
    Dengan menggunakan alat yg berbeda kita bisa lebih tau alat mana yang menunjukan pengukuran yang paling akurat.
    Kalau memang tujuannya mau melihat kecepatan sesungguhnya yg ada di speedometer, tidak cukup menguji dengan GPS saja, bandingkan dengan alat ukur lainnya.
    sekedar usul sih…….

  42. Edwin says:

    Om saft, Om kan punya Shogun125, koq gak diikutkan tes sih om..?
    Thanks infonya..

  43. Girifumi says:

    betul menurut bro teguh.tapi aku juga dapat tambahan ilmu kalo GPS bisa ngukur kecepatan juga.apa gak lebih baik data logger seperti yang digunakan pembalap? karena memang peruntukannya untuk itu.biasanya alat multi fungsi memiliki kelebihan di fungsi tertentu namun lemah di fungsi yang lain.sebagai dasar,Nokia pernah melepas HP yang bisa ngukur suhu tapi dijelaskan tidak dipergunakan sebagai acuan,dengan arti kata penunjukannnya relatif kasar.kalo mau ya memang harus memakai termometer digital yang resolusinya dan akurasi tinggi.itu kalo suhu.

  44. mungkin di kesempatan berikutnya bisa dibuat komparasi dgn alat ukur seperti speed gun
    bgmn mbah saft???

    *sambil toel2 mbah saft*

  45. Teguh says:

    Terus terang kayaknya saya kurang sepaham dengan asumsi bahwa besaran speed yang dihasilkan dari GPS adalah besaran yang dianggap benar. Sesuai judul, test ini adalah sifatnya komparasi, bukan mencari kesalahan besaran speed di speedometer kendaraan kita, karena mohon disadari bahwa GPS pun dapat menghasilkan kesalahan yg (sangat) signifikan, KHUSUSNYA bila di terapkan untuk mengukur sesuatu yang bergerak.

    Kalo dilihat dari datanya maka keliatan besaran speed di speedometer SELALU lebih besar dari besaran speed di GPS, kalo saya boleh analisis ini adalah contoh langsung dari ketidakakuratan GPS bila dipakai untuk objek yang bergerak, soalnya agak kurang masuk akal juga kalo ternyata SELURUH pabrikan kendaraan bermotor (at least yg ikut test ini) ternyata salah membuat speedometer mereka, yang kesemuanya secara kebetulan melebihi apa yg ada di GPS.

    Dari GPS receiver yang dipake saat tes kalo boleh saya perkirakan akurasinya gak lebih baik dari sekitaran 5-10m.

    Mungkin saya bisa cerita banyak soal GPS (krn dari sekolah, kerja ampe sekarang “senjata” yang dipake selalu GPS) tapi intinya tulisan ini adalah komparasi, jadi jangan jadikan GPS sebagai alat ukur yang benar untuk mendapatkan besaran speed kendaraan, at least bukan sekarang ga tau kalo nanti kalo jamannya udah canggih banget.

    Salut buat Kang Saftari yang ternyata sudah memperkaya khasanah kita (termasuk saya) dalam mengoptimalkan kemampuan GPS. Very well done!

  46. Deri Haroen says:

    kang Saft, thanks beraattt …
    Mestinya saya msuk kategori Gagal Test juga deh …
    Final gear diganti dari 1 : 3.77 menjadi 1 : 4,77, dengan penggantian tersebut terjadi over read 26,50%, namun sedikit terkoreksi 7,11% atas penggantian ban 196/65R14 dengan ban 205/60R16. Diatas kertas over read 19,39%. Perbandingan odometer dengan milestone jalan tol 12:10, over read sekitar 20%. Hasil test kang Saft 18,77% tidak beda jauh laahh …
    Jadi over read dengan angka cukup besar bukan kesalahan Isuzu … :-D

    thx n rgds,
    Deri Haroen

  47. Dimas Setyo says:

    halo bro saftari,gimana 2210-nya udah dituker 4150?
    kalo pake gps buat ngukur ini ga mungkin pas 100%,inget gps kan ada error-nya tergantung banyak satelit yang diterima dan besarnya sinyal masing-masing satelit.btw mxrc kok ga diajak nih :P
    karena udah punya GPS,bantuin buat peta utk navnet ya…ditunggu upload POI-nya

  48. Firman Gunadi says:

    HIKS….
    Udah mah hasilnya minus sndiri, masuk kategori gagal test lagih…
    Spt sy ungkapkan di Senayan, saya sempat salah persepsi ttg test ini.
    Saya fikir kita kan ukur jarak point to point dgn tripmeter mobil (yg barangkali mewakili juga putaran speedometer) vs GPS.
    Ternyata metode Kang Saft lbh dinamis.

    Sekedar komparasi saja: dengan menggunakan ukuran marka jalan tol.
    Setelah trip meter di reset ke posisi 0 di tonggak marka 0km di Cawang menuju Cibubur,pada saat tripmeter menunjukkan 10km, posisi mobil sdh berada di tonggak marka antara 11.800km dengan 12km.

    Setidaknya sekarang saya yakin bahwa speedometer/tripmeter di mobil Touring A/T saya memang UNDERREAD alias lebih rendah dari actualnya, baik dgn meteode dinamis ala Saft7, maupun metode point-to-point di jalan tol.

    Penyebab utama adalah karena penggantian grada belakan full set ex-Bighorn termasuk final gear, yg rasionya lebih halus dr std Touring.

    BRAVO & hatur nuhun.

    FG – Moderator panther-mania

  49. Jadi Bajaj Pulsar ane simpangannya paling kecil ya?
    pantes ane ga berani jalan cepet2…ternyata angka yg di speedometer itu mendekati speed aslinya.
    makasih oom Saft, jadi bisa tidur tenang en ga ragu lagi sama spidometer si Monty (Pulsar ane)

  50. caplang says:

    sepertinya pabrikan sengaja bikin selisih demi alasan safety
    jadi akan mempengaruhi psikologi berkendara

    btw, kalo mo kalibrasi ulang speedometer bisa ga sih?

  51. @andri:
    CMIIW, melihat angka perbedaan FU150nya om andri di atas, kalo sekarang ganti gear depan lebih gede, kayaknya seh justru makin mendekati hasil yg dari GPS.

  52. menurut saya, penyimpangan itu ga sepenuhnya tanggungjawab pihak pabrikan, karena diameter ban pastinya sudah mengecil pada saat digunakan. tapi yaaa…. bener juga seh, kalo simpangannya sampe 20% kan aneh, sebab saya ikutan test pake mio baru turun ke jalan beberapa hari saja. dan seperti yg kita lihat di atas, penyimpangannya lumayan besar. saya sih ga tau apakah itu karena cara berkendara saya? atau GPSnya? atau memang bedanya sebesar itu…

  53. andri says:

    hmmm ternyata beda merek GPS hasil nya beda juga ya…. ane pikir semua merek & tipe GPS mengeluarkan hasil yg sama….

    Om F150 saya gir depan naik 1 mata… hasilnya spedo udah beda banget saat masih pakai gir standart… pernah saya salib temen lari 120an di sedo saya, tp ternyata tu temen dah lari 130an… nah berati bedanya jauhhh amat ya….

    jadi penasaran pengen tau tu spido saya yg sekarng sama ga kl di test GPS or masih tetep ngaco?

    Thanks ya om atas infonya :D

  54. Kenyo says:

    ealah..potokyu dipajang lagih [-(
    hihihihi..
    jd kesimpulannya apa um saft?
    :-p

  55. caplang says:

    eh ada foto gw :D
    makasih om saft, artikelnya manteb…
    jadi mangkin ati2 deh kalo naek motor

  56. Saftari says:

    kelapadua Says:
    terimakasih atas reportnya! sudah lengkap banget. Kalau menurut aku, tampaknya pabrikan lalai mengkalibrasi spedometernya. Ini dampaknya cukup berat ke konsumen, yaitu berkurangnya waktu garansi mesin. Misal kalau mesin motor digaransi 6,000km, jika ada penyimpangan 10%, maka sebenarnya km nya masih 5,400km, dan konsumen dirugikan karena pabrikan lepas tangan apabila telah lewat km garansi tersebut. Begitu pula untuk penggantian oli, yang sebenarnya bisa dilakukan 10% lebih lama lagi tapi di speedometer sudah menunjukkan km penggantian oli.
    jadi saya nggak terima kalo dibilang untuk safety ?! ini pabrikan mau lari dari tanggung jawab. . .

    JAWAB:
    Setahu saya,.. menurut info dari teman yang kerja di AHM, pabrikan memang memberi toleransi speed sebesar 10%-20%.. sementara untuk Tripmeter (odometer) hanya 1%-5% karena menyangkut perawatan berdasarkan km spt yang om sampaikan di atas. Jadi jangan khawatir tentang simpangan jarak tempuh.

  57. kelapadua says:

    terimakasih atas reportnya! sudah lengkap banget. Kalau menurut aku, tampaknya pabrikan lalai mengkalibrasi spedometernya. Ini dampaknya cukup berat ke konsumen, yaitu berkurangnya waktu garansi mesin. Misal kalau mesin motor digaransi 6,000km, jika ada penyimpangan 10%, maka sebenarnya km nya masih 5,400km, dan konsumen dirugikan karena pabrikan lepas tangan apabila telah lewat km garansi tersebut. Begitu pula untuk penggantian oli, yang sebenarnya bisa dilakukan 10% lebih lama lagi tapi di speedometer sudah menunjukkan km penggantian oli.
    jadi saya nggak terima kalo dibilang untuk safety ?! ini pabrikan mau lari dari tanggung jawab. . .

    cheers,

  58. daffy says:

    MBAVITA kapan giliranya ?

  59. wah, seruu nee,… Pengen ikutan,.. Om saft ga ke bali nie? Hehehehe

  60. Imrod Kartiko says:

    artikel yg menarik kang Saft, saya baru ngeh kalau ternyata speedometer di motor maupun di mobil menyimpang dari angka yang seharusnya. Kang Saft, ternyata penyimpangan untuk motor om Cello lumayan juga yach padahal ruch motor udah kagak standar lagi jeroannya dan lagian tuch motor juga merupakan motor terkenceng di TKCC

  61. makasih om saft, artikel ini sangat menarik buat saya, karena dengan uji coba seperti ini kita semua jadi tau seberapa besar pergeserannya. tiba2 saya jadi punya usulan, sepertinya akan lebih menarik lagi apabila om saft menambahkan komentar dari pihak pabrikan dari masing2 merk kendaraan yg berpartisipasi… gimana om??? kalo butuh partisipan lagi, kontek2 ya om :)

  62. Joel says:

    wah….cooollll kang saft….
    Pesertanya guanteng2 dan gagah dan ada yg caem pula :D
    Tabelnya sangat mudah dimengerti….
    Coba pake ext ant nanti….utk yg pake kaca film mahal….

    Wah…mio ternyata besar sekali simpangannya….mio ku….hik…

    Btw,itu foto bareng yg nomer 2 ,yg Warna orange Scorpio yaa…keren boss…

  63. Gunaris says:

    Luar biasa mas ulasannya.
    Cukup bisa dipahami.
    Kebanyakan kendaraan entah itu mobil maupun motor selalu lebih besar nilai kecepatannya dibandingkan dengan GPS. Saya masih pegang erat bahwa kalkulasi yang ada pada GPS lebih mengarah pada kebenaran dimana dia menghitung berapa lama (waktu) dari titik A ke titik B (jarak). Jarak dan waktu ini ketemu kecepatan secara kalkulasi/perhitungan. Pengukuran yang ada di kendaraan/spedometer kebanyakan memang harus dikalibrasi, meskipun itu baru keluar dari pabrik. Saya berharap ini adalah kesalahan yang tidak disengaja. Atau malahan disengaja oleh pabrik sehingga terlihat bahwa kendaraan yg dibuatnya membunyai kecepatan yang lebih?

    Gunaris
    http://www.otomasi.com

  64. dora says:

    loh kok aku gagal test? waduh, kayak mau interview saja…. nggak lulus kesehatan…wah wah..

  65. dora says:

    Untungnya aku nggak difoto disini..hehehe.

    Oom Saft, Garmin Etrex Yellow ku budeg. apa bisa dicarikan solusi antenna external atau di set ulang lagi (seperti hp gsm)…. thanks atas pencerahannya.

Leave a Reply





Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com