Sudah dibaca sebanyak 4685 kali

Banyak sekali asesoris ataupun performance parts/kit yang ditawarkan oleh toko atau iklan, dengan iming-iming akan menambah performa hingga sekian horsepower (hp) dan sebagainya. Mulai dari komponen yang mengatur tekanan bensin, modul pengapian, piggyback/Engine Management, kabel busi, penyetabil tegangan listrik dan sebagainya, yang harganya pun tidak murah.

Dan serunya, banyak teman-teman kita yang tergiur dan memasang komponen-komponen tersebut, berharap adanya kenaikan besaran HP dari mesin kendaraannya.

Berapa besar kenaikannya hanya berdasarkan perasaan dan sugesti. Bisa jadi semakin besar biaya yang dikeluarkan untuk modifikasi itu, semakin besar pula sugesti yang muncul. Supaya modifikasi performa bisa lebih terarah dan terencana, ada baiknya selalu terukur, berapa nilai performa mesin sebelum dan sesudah modifikasi.

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Performa suatu mesin kendaraan (mobil maupun motor) dapat dilihat dari besarnya nilai Power (tenaga) dan Torque (torsi).

Pada setiap brosur mobil maupun motor, selalu ditampilkan nilai Power dan Torque pada lembar spesifikasi teknis.

Pada brosur di atas disebutkan bahwa kapasitas mesin adalah 3.246cc,
Power mesin itu disebutkan sebesar 333bhp pada putaran 7900rpm dan Torque sebesar 335Nm pada 4900rpm. Angka-angka itu cukup besar untuk mobil bermesin non turbo.

TORQUE & POWER

Torque (torsi), adalah kemampuan mesin untuk menggerakkan/memindahkan mobil/motor dari kondisi diam hingga berjalan. Torsi berkaitan dengan akselerasi. Pada saat kita merasakan tubuh kita terhempas ke belakang saat berakselerasi, menunjukkan besarnya angka torsi pada mesin tersebut.

Power, adalah kemampuan untuk seberapa cepat kendaraan itu mencapai suatu kecepatan tertentu. Misalnya suatu mobil A dapat mencapai kecepatan 0-100km/jam hanya dalam waktu 10 detik, sementara mobil B mampu hanya dalam waktu 6 detik, dikarenakan mobil B memiliki angka Power yang lebih besar.

Dari sisi rumus fisika Newton:

HP = torsi (lb-ft) * RPM / 5252

yg artinya pada RPM 5252 HP dan torsi nilainya akan sama.

Analoginya mungkin begini. Misalnya aja kita ditendang, ma’af’, pantatnya oleh Hercules, nah mungkin kita bisa mental 1m, kalo berat badan kita 70kg berarti tendangan si Hercules nilainya adalah 70kg-m. sekarang bayangin Hercules bisa nendang kita 100 kali dalam waktu 1 menit, nah itu adalah horsepower, jadi intinya Horsepower = Torque over time, seberapa besar torsi yg bisa dihasilkan dalam periode waktu tertentu. (tambahan info dari om CKK)

Untuk lebih memahami tentang Power dan Torque, silahkan klik diskusi di forum ini.

MENGUKUR POWER & TORQUE

Untuk mendapatkan atau mengukur besaran nilai Power dan Torque, digunakan alat yang disebut Dynamometer atau sering disingkat Mesin Dyno.. Sistem Dyno ada beberapa macam, antara lain:

Engine Dyno:

Poros output mesin langsung disambung ke alat Dyno, umumnya alat ini digunakan di pabrik kendaraan untuk mengukur performa mesin sebelum dipasang pada body/ chassis.

Chassis Dyno:

Roda mobil memutar roller atau drum mesin dynotest

Poros roda mobil langsung memutar mesin dynotest

Motor sedang di dynotest

Proses pengukuran tersebut sering disebut Dynotest.
Artikel ini akan membahas Chassis Dynotest.

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

SIAPA YANG PERLU DYNOTEST?

PRODUSEN:

Produsen yang memproduksi suatu alat yang di klaim dapat meningkatkan performa mesin, perlu menguji produknya. Dengan demikian produknya dapat dipertanggung jawabkan.

UMUM:

Umumnya dynotest perlu dilakukan saat akan dan setelah melakukan modifikasi pada mobil/motor, untuk dapat dilihat berapa peningkatan performa yang diperoleh dari modifikasi tersebut.

TUNER/RACE:

Proses dynotest diperlukan untuk mendukung proses Tuning mesin. Naik-turunnya grafik Power, Torque dan AFR (perbandingan udara dan bahan bakar) digunakan untuk mengatur setting ignition timing dan fuel pada komponen mesin maupun komputer mesin (ECU). Dengan pengaturan yang detail dan baik, performa mesin menjadi sangat optimal dan efisien, sekaligus aman.

APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN?

Untuk menjalani Dynotest, ada beberapa persiapan yang perlu diperhatikan:

  1. Memastikan mesin dalam kondisi yang fit / sehat:
  2. Cek kondisi ban: apakah laik pakai atau tidak, sangat memungkinkan untuk melakukan rotasi pemasangan ban apabila ada satu atau dua ban dalam kondisi tidak laik jalan atau rusak (berlaku untuk pengetesan 2 wheel drive).
  3. Cek tekanan ban: pada saat akan melakukan dyno test, tekanan ban pada semua roda harus dinaikkan hingga 30% – 50% dari tekanan normal. Tekanan ban pada semua roda harus sama. Jangan lupa untuk mengembalikan tekanan ban pada tekanan normal pada saat selesai melakukan dynotest
  4. Check belts: (timing belt, fan belt and other belts) apakah dalam keadaan normal atau tidak.
  5. Cek oli mesin apakah dalam kapasitas dan kondisi normal atau tidak
  6. Cek selang-selang pada jalur turbocharger/supercharger apakah dalam keadaan normal atau tidak. Apakah ada kebocoran atau tidak.
  7. Cek busi apakah dalam kondisi normal atau tidak.
  8. Cek oli transmisi apakah dalam kapasitas dan kondisi normal atau tidak.
  9. Cek oli differential/transfer case apakah dalam kapasitas dan kondisi normal atau tidak.
  10. Cek air radiator apakah dalam kapasitas normal atau tidak.
  11. Memperhitungkan dengan baik modifikasi yang dibuat: misalnya mesin bertenaga besar dipasangkan pada rangka body mobil tua dan lain-lain, yang mungkin saja bisa menyebabkan komponen patah atau kecelakaan lain.
  12. Tersedia pemadam api di lokasi Dynotest: untuk antisipasi apabila terjadi kebakaran
  13. Mempersiapkan dana lebih: apabila terjadi kerusakan komponen mesin selama proses Dynotest

DYNOTEST… Yuuuk

Penasaran dengan performa mesin dari mobil yang sudah berusia 17 tahun lebih, dimana tahun 2007 lalu dilakukan Overhaul pada mesin sehingga mesin menjadi segar kembali. (baca kisahnya di sini) .

Fasilitas Dynotest di Jakarta saat ini ada sekitar 5 tempat.
1 dari 5 bengkel Dynotest tersebut menggunakan mesin yang berbeda dengan yang lainnya yaitu KS Nusa yang menggunakan mesin bermerek DynoDynamic, yang mampu mengukur Mobil penggerak 2 dan 4 roda maupun Motor kecil hingga Motor besar.

Sementara 4 bengkel lainnya (Rev Engineering, Sigma Speed, Bening Motor dan Lestari Motorsport ) menggunakan mesin yang sama bermerek DASTEK, untuk mengukur Mobil penggerak 2 roda saja.

Untuk di Surabaya, ada 1 lokasi namanya GUT Motorsport yang juga menggunakan mesin bermerek DASTEK.

Antara mesin bermerek DynoDynamic dan DASTEK menggunakan cara kerja yang berbeda, sehingga nilai angka yang didapat juga berbeda.

Saya coba test mobil saya di kedua merek itu supaya tidak penasaran…

Hari pertama,..

saya datang ke KS Nusa (PT Khatulistiwa Suryanusa) di Jl. Pramuka Raya Kav.69, Jakarta.

Sebelum ke KS Nusa, saya isi tangki saya dengan bensin Pertamax, sesuai dengan rasio kompresi mesin saya.
Mesin mobil saya kondisinya standar, tidak menggunakan komponen aftermarket untuk performa, semuanya standar hingga busi.

Namun yang pasti, kondisi mesin sangat prima dan siap untuk di-run hingga putaran maksimum (redline).

Sesampainya di KS Nusa, mobil dinaikkan ke mesin Dyno..
Dikarenakan mobil saya berpenggerak roda belakang, maka roda belakang ditaruh di atas ‘roller’ mesin dyno tersebut dan mobil di’ikat’ dengan webbing yang dilengkapi stabiliser sehingga ban yang dipakai untuk dynotest menekan sempurna ke ‘drum’ mesin dyno tersebut. Ikatan webbing tersebut sangat kuat sehingga mobil tetap aman sekalipun sedang melaju sangat kencang di atas mesin dyno.

Pada bagian depan mobil, dihadapkan blower yang meniupkan angin cukup deras, sebagai simulasi hembusan angin saat di jalan raya. Hal ini penting agar mesin tidak overheat (kepanasan).

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Tekanan angin ban disamakan kiri dan kanan sesuai ukuran ban.
Setelah siap, mulailah teknisi mencatat data cuaca, seperti Suhu saat itu dan kelembabannya… tercatat suhu 31 derajat Celcius dan kelembaban udara 56%.

Pada bagian knalpot dipasangkan Wide Band Air/Fuel Ratio Sensor. Tujuannya untuk mendeteksi campuran bahan bakar vs udara saat proses dynotest berlangsung, dicatat secara realtime dari 1500rpm hingga redline.
A/F R sensor ini penting untuk proses tuning performance. Tuner bisa mendapat informasi di RPM berapa mesin butuh lebih banyak bensin atau sebaliknya, sehingga mesin dapat bekerja secara optimal.

Data mobil dimasukkan juga dan dilakukan kalibrasi.. seperti jumlah silinder mesin, hingga gear ratio untuk menentukan pada gigi berapa proses dynotest dilakukan nantinya.
Untuk mobil saya.. digunakan gigi 4.

OK SIAAAAAAP….

dijalankan hingga beberapa kali run.. seram juga mendengarkan jeritan mesin hingga ke batasnya.

Saat proses ‘run’ berjalan.. secara realtime grafik tergambar di layar monitor, juga A/F R terbaca dan tergambar.

Hasilnya.. diperoleh grafik sebagai berikut

Terbaca bahwa Power Maksimum mesin mobil saya yang berteknologi tua ini (masih teknologi tahun 1977) sebagai berikut:

Mesin: BMW – M20, 6 silinder, 12valve SOHC standard:
Power Max: 87.5WHP (Rear Wheel Horse Power) pada 5550rpm.
Torque Max: 94.0 Ft.Lb pada 4000rpm

Hari Kedua..

Paginya saya ke bengkel Rev Engineering di Jl. Arteri Kedoya no.70, Kebon Jeruk, Jakarta.

Sama seperti di KS Nusa, mobil di’ikat’ dan roda belakang dinaikkan diatas ‘drum’ mesin dyno bermerek DASTEK tersebut.

Dilanjutkan dengan proses kalibrasi.

Pada bagian depan mobil, didekatkan blower untuk meniupkan angin.

Proses ‘run’ dimulai hingga beberapa kali..

Ternyata proses dynotest-nya berbeda dengan mesin DynoDynamic yang ada di KS Nusa.
Pada mesin dyno bermerek DASTEK ini, mobil dijalankan hingga masuk kecepatan tertentu, kemudian transmisi dipindah ke gigi netral, dan roda dibiarkan berputar (seakan mobil meluncur) hingga kecepatannya menurun hingga pelan dan berhenti.
Pada saat itulah komputer mengkalkulasi berapa lama ban berputar hingga berhenti.

hasilnya sebagai berikut:

Untuk POWER, mesin saya mendapat angka sebesar 128.3BHP (Brake Horse Power / Flywheel Horse Power).pada 5500rpm

dan untuk TORQUE, mesin saya mendapat angka sebesar 178.2Nm pada 4500rpm

.

Mengapa Angka Hasil DynoTest nya Berbeda?

Mengapa angka hasil dynotest bisa berbeda jauh antara mesin DynoDynamic dengan DASTEK?

Hal ini dikarenakan beda metode pengukurannya.

Mesin di KS Nusa memberikan beban tertentu (retarder) yang harus diputar roda. Jadi seperti simulasi beban di jalan raya, atau beban langkah di alat olah raga Treadmill. Kemampuan roda memutar roller tersebut diukur dan dikalkulasi oleh komputer dan menghasilkan angka dalam satuan WHP (Wheel Horse Power).

Sedangkan mesin bermerek Dastek yang digunakan oleh bengkel Rev Engineering, Sigma Speed, Bening Motor, Lestari Motorsport dan GUT Motorsport menggunakan cara yang berbeda. Roda dibiarkan berputar di kecepatan tertentu di atas drum hingga berhenti berputar, proses ini dihitung oleh komputer yang menghasilkan angka dalam satuan BHP (Brake Horse Power atau bisa juga disebut FlyWheel Horse Power).

Rumus Umum:

BHP = WHP + 25% + 10HP

atau bisa ada juga yang menggunakan hitungan

BHP = WHP / 0.74

BHP = Brake Horse Power / Flywheel Horse Power (DASTEK)
WHP = Wheel Horse Power (DynoDynamic)

Namun rumus di atas tidaklah mutlak, karena banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan selisih perhitungan saat melakukan konversi dari BHP ke WHP atau sebaliknya.

Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis penggerak pada mobil.
Mobil penggerak roda belakang (RWD) terjadi kehilangan power 20% hingga 30%
Mobil penggerak roda depan (FWD) terjadi kehilangan power hanya sekitar 10%
Mobil penggerak 4 roda (4WD / AWD) terjadi kehilangan power sekitar 20%-35%

Transmisi Otomatis?
Untuk hasil dynotest transmisi otomatis akan mendapatkan angka yang lebih kecil (lebih rendah 20%) ketimbang transmisi manual.

MEMANFAATKAN HASIL DYNOTEST

Dikarenakan adanya perbedaan satuan angka hasil dynotest pada mesin yang berbeda, maka untuk melakukan Dynotest yang berulang atau lebih dari sekali, sebaiknya dilakukan di tempat dan mesin yang sama.
Misalnya sebelum melakukan modifikasi, dilakukan Dynotest di bengkel X, maka setelah modifikasi selesai dikerjakan, lakukan Dynotest lagi di bengkel X.
5 Bengkel Dynotest yang menggunakan mesin dengan merek yang sama pun tentunya ada perbedaan hasil pengukuran hingga 1-2%.

Silahkan pilih sendiri tempat Dynotest yang diminati.

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Dynotest tidaklah semata-mata untuk mengejar nilai Horse Power saja. Banyak rekan-rekan yang berlomba-lomba mesinnya mempunyai Power yang besar. Padahal, teman-teman yang hobby bahkan profesinya sebagai pembalap, mengatakan bahwa tidak jaminan power besar pasti akan memenangkan lomba/race.

Dynotest sangat besar manfaatnya ketika data grafik hasil test digunakan untuk mengatur kembali setting / Mapping pada ECU / Engine Management. Hingga diperoleh hasil yang optimal.

Seperti yang dilakukan oleh teman saya pada mobil balapnya.

Saat baru datang, dan dilakukan Dynotest, diperoleh power sebesar 143.9WHP.
Namun dari grafik Air/Fuel Ratio terbaca kondisi campuran bensin terlalu Lean (bensin sangat sedikit berbanding udara). Jika dibiarkan dan terlalu ekstrim bisa membuat ruang bakar sangat panas bahkan membuat piston atau valve meleleh.

Mulailah proses Tuning ulang piggyback ECU mobil balap tersebut.. diperbaiki dengan cermat pada titik RPM berapa supply bensin perlu ditambah, pengapian perlu diperpanjang, dan sebagainya..

Hingga akhirnya proses selesai, dan didapat Power sebesar 152WHP.
.

.

CUACA BERPENGARUH

Hari ketiga..

Besoknya, saya iseng untuk mengukur lagi mesin mobil saya di KS Nusa..
Tetapi hasil dynotest malah menurun powernya.. hanya mendapat 86.5WHP dari sebelumnya 87.5WHP.
Turun 1 HP, dilakukan test hingga 5 kali run tetap hasilnya sama.

Ternyata hal ini disebabkan oleh suhu hari itu yang lebih panas dan kering ketimbang hari test sebelumnya.

Test hari sebelumnya : Suhu 31C, Kelembaban 56%
Test hari berikutnya: Suhu 35C, Kelembaban 37%

MENGUJI PRODUK/ MODIFIKASI?

Pada kondisi standar, sensor cuaca (ATMC = Atmospheric Temperature Compensation) dalam kondisi ON. Artinya data suhu dan kelembaban saat dynotest diperhitungkan dalam menghitung hasil Power & Torque.
Untuk keperluan pengujian produk / mengukur modifikasi, ATMC dinonaktifkan. Sehingga perubahan-perubahan suhu yang terjadi tidak mempengaruhi hasil dynotest.

.

Kesimpulan:

  1. Mobil/Motor yang akan di Dynotest harus dalam kondisi prima dan memperhatikan keselamatan.
  2. Dynotest tidak semata-mata untuk mencari nilai POWER yang besar saja, banyak informasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan performa mesin.
  3. Dalam kondisi panas, performa mesin akan menurun. Itu sebabnya mengendarai mobil / motor saat cuaca sejuk atau dingin lebih terasa bertenaga ketimbang saat panas terik.
  4. Produsen komponen penambah performa mesin perlu melampirkan data Dynotest dari produknya.
  5. Waktu yang diperlukan untuk hanya Run Power Test sekitar 1jam.

.

Special Thanks untuk : Ovi Sardjan, Teddy Rev, Om Sholeh Sigma, Gerry Nasution, Ferry Cangkir, Dikwan Ditech. hingga tersusunnya artikel sederhana ini

Harga Jasa Dynotest..

KS NUSA…
MOBIL
2WD (Dyno pull) = 500rb (4-5x run)
2WD (Dyno+tuning) = 800rb (1jam), selanjutnya 500rb/jam
4WD (Dyno pull) = 800rb (4-5x run)
4WD (Dyno+tuning) = 1.250rb (1jam), selanjutnya 800rb/jam

MOTOR
50cc-200cc
Dyno Pull = 200rb (5x run)
Dyno+tuning = 300rb (1jam), selanjutnya 150rb/jam
Diatas 200cc
Dyno pull = 400rb (5x run)
Dyno+tuning = 500rb (1jam) selanjutnya 300rb/jam
.

Rev Engineering, Sigma Speed, Bening Motor, Lestari Motorsport dan GUT Motorsport (Surabaya)
MOBIL 2WD (RWD/FWD)
Power run = 350rb (3x run)
Rental = 800rb/jam
Retuning = 500rb-600rb
Tuning Turbo = 2-2.5jt
Tuning Piggyback = .1.2jt (non turbo)

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Daftar Bengkel Jasa Dynotest

KS NUSA
PT Khatulistiwa Suryanusa
Jl. Pramuka Raya Kav 69
Jakarta 10570
Phone: 021.4248324, 4254613
Fax: 021.4247920
HP: 0856.1042740 ( Ovi Sardjan )
www.ksnusa.com

REV Engineering
Jl. Arteri Kedoya no.70
Jakarta 11520
Phone: 021.56964612, 56969026
HP: 0812.1055146 ( Teddy )

SIGMA SPEED
Jl. Gatot Subroto 150
Kuningan Barat
Jakarta
Phone: 021.70772956, 68851456

Lestari Motor
Jl. RC. Veteran no.9
Bintaro Jaya
Jakarta
Phone: 021.73881481

Bening Motor
Jl. Caman Raya no.44
Jati Bening
Bekasi
Phone: 021.86900607

GUT Motorsports
Jl. Klampis Semolo Timur 3B
Surabaya
Phone: 031.5992741, 70912446

Sumber Referensi:
Adler, U., editor, Bosch Automotive Handbook, 1986.
Weast, Robert C., editor, CRC Handbook of Chemistry and Physics, 1976-1977, p. F-313.
Heywood, John B., Internal Combustion Engineering Fundamentals, 1988.
Kirby, Richard S.; Withington, Sidney; Darling, Arthur B.; and Kilgour, Frederick G., Engineering in History, 1990, pp. 167-172.
Skelton, Betty, Purnell’s Pictorial Encyclopedia of Horses and Riding, 1977, pp. 30-31.
KONSEP TENAGA DAN PENGUKURANNYA
Seraya.com – Tanya cara baca daya maksimum
Seraya.com – Tanya tentang perbedaan Torsi & Tenaga