Sudah dibaca sebanyak 7658 kali

Mencegah lebih baik daripada menanggulangi kebakaran pada mobil. Terjadinya kebakaran pada mobil bisa disebabkan hal-hal sepele akibat keteledoran ataupun permasalahan teknis pada komponen mobil. Perawatan yang kurang baik dan tepat pada mobil juga bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

Umumnya kebakaran pada mobil disebabkan dari bocornya saluran bensin, terjadi hubungan arus pendek (short circuit / korslet) pada pelistrikan mobil, api rokok pada interior mobil, tabrakan dan lain-lain.

NYARIS TERBAKAR…

Musibah dapat terjadi pada siapa saja, ternyata saya sendiri mengalaminya pada mobil saya. Kejadiannya ketika saya selesai melepas-pasang injector pada injector rail. Biasanya saya selalu cek ulang untuk mencegah adanya kebocoran, namun saya harus menunggu semua busi yang sedang dilepas untuk dibersihkan. Tiba-tiba saja saya harus memindahkan parkir mobil saya segera. Busi sudah dipasang, saya langsung menyalakan mesin dan memundurkan mobil. Saya lupa untuk cek ulang pemasangan injector tadi karena permintaan pindah parkir tersebut.
Sekitar 1 menit kemudian, terdengar bunyi “BLUBH” dari dalam kabin. Pegawai saya lari ke arah mobil sambil berteriak “Api.. Api.. Api..”.
Segera saya buka kap mesin, dan lidah api terlihat menjulang ke atas dari mesin bagian depan… segera saya matikan mesin.
Sementara orang di sekitar mobil saya sigap mengambil air dan mengguyur mesin saya, namun api masih berkobar deras.

Pasti masih ada tekanan bensin dari Fuel Line, segera saya buka tutup bensin, dan menutupnya kembali untuk menurunkan tekanan yang ada di Fuel Line. Benar saja, api langsung mengecil dan padam dibantu semprotan air.

Alhamdulillah kurang dari 60 detik api padam, setelah diperiksa kembali, tidak ada yang sempat terbakar oleh api tadi. Nyala api yang besar masih murni dari bensin yang bocor keluar dari injector yang tidak pas pemasangannya.

Sungguh merupakan pelajaran yang berharga bagi saya, untuk lebih cermat, berhati-hati dan teliti setiap kali memperbaiki sesuatu.
Bagaimana apabila kebakaran terjadi di jalan dan saya telat mengetahuinya.., mungkin ruang mesin akan seperti ini..

SEDIA ALAT PEMADAM API RINGAN

Setelah mengalami sendiri kejadian yang menakutkan tersebut, saya perlu untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di mobil saya. Dan ternyata, ketika saya cari, harganya tidaklah mahal. Hanya 60 ribu rupiah hingga 120 ribu rupiah.

MEMILIH APAR

Produk APAR yang beredar di pasaran umumnya ada 2 macam, yaitu yang WaterBase-Foam (air berbusa) dan Powder (bubuk).

Kita perlu mengenal kategori/kelas yang dapat ditangani oleh APAR tersebut.
APAR yang digunakan untuk Otomotif ada 3 kelas, yaitu Kelas A, Kelas B dan Kelas C.

Pada bagian belakang APAR biasanya ada gambar dari kelas atau peruntukannya.

APAR kelas A & B – Berbahan WaterBase Foam bertekanan

APAR kelas A , B & C – Berbahan Powder bertekanan

APAR kelas A , B & C – Berbahan Powder bertekanan

CARA PAKAI

Cara pakai APAR berbeda-beda tergantung pada desain produknya.
Sempatkan untuk membaca cara pakai sesaat setelah membeli produk itu, sebab jika ditunda, akan terlambat untuk membacanya saat musibah itu muncul tiba-tiba.

Ada APAR yang dioperasikan dengan cara menekan tombol bagian atas seperti menyemprot kaleng aerosol biasa.

Ada juga APAR yang dioperasikan dengan menarik klip pengunci kemudian menekan/ menarik knop-nya hingga isi APAR tersembur keluar.

SANGAT SINGKAT!

Yang perlu diingat, bahwa isi tabung yang kecil itu (sekitar 400gram) hanya menyemprot kurang lebih 10 hingga 20 detik saja.
Jadi pastikan untuk menyemprot dengan benar.

Arahkan semprotan langsung ke Pangkal Api, bukan ke lidah apinya.
Gerakkan seperti menyapu untuk memutuskan / mematikan sumber api.
Jangan terlalu dekat dengan sumber api, tetapi juga jangan terlalu jauh yang membuat semprotan menjadi tidak efektif.

Jika api tidak dapat dilumpuhkan, segera minta bantuan Pemadam Kebakaran di nomor telepon 113 atau 1131

KESIMPULAN

  1. Berhati-hatilah selalu dalam bekerja
  2. Cek ulang pemasangan / instalasi pada mesin maupun pelistrikan mobil.
  3. Selalu cabut kabel accu ketika melakukan perbaikan mesin dan pelistrikan
  4. Hindari Pemasangan asesoris yg menggunakan energy listrik secara berlebihan dan selalu lengkapi dengan sikring pengaman.
  5. Periksa ulang sambungan kabel, gunakan kabel yang berkualitas dan sesuaikan ukuran kabel dengan daya yang akan digunakan.
  6. Hati-hati pada pemasangan alat tambahan (penghemat BBM, Magnet, dll) pada saluran bahan bakar, terlebih yang disertai pemotongan selang bahan bakar. Periksa juga klem dan kondisi selang bahan bakar.
  7. Periksa kembali instalasi audio yang menggunakan daya besar, mulai dari sambungan kabel hingga ukuran kabel dan ukuran sikring yang digunakan.
  8. Sediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan / Fire Extinguisher) di tempat yang mudah dijangkau.
  9. Membuka tutup bensin sesaat, dapat membantu menurunkan tekanan pada fuel line (jalur bahan bakar).
  10. Umumnya masa pakai APAR otomotif adalah 2-5 tahun (lihat pada kemasan)
  11. Saat membeli APAR, tanyakan pada penjual, tanggal produksinya.
  12. Umumnya APAR untuk otomotif tidak bisa di TEST, jadi sekali pakai langsung habis dan kemasannya dibuang.
  13. Selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan apapun.
  14. Penyimpanan/Penempatan APAR tidak boleh terkena sinar matahari langsung
  15. Pada kemasan APAR umumnya tidak boleh disimpan lebih dari 55°Celcius, perlu dipikirkan lokasi penyimpanannya sebab tiap mobil berbeda konstruksinya.

VIDEO: (sumber : http://www.yidio.com)

Mercy Terbakar di Dalam Garasi Rumah Mobil Mercy terbakar di dalam garasi rumah di Kebayoran Baru, Jakarta. Untuk menjinakkan api, 1 Unit mobil pemadam kebakaran pun dikerahkan.

.

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Special Thanks to:
Jayapura Motor (susanto)
Menjual: Pemadam Api, Lampu dan Asesoris
Pusat Onderdil – ITC Dutamas Fatmawati Lt.Dasar
Phone: 021.72793675

sumber referensi:
Fire – extinguisher
Fire Extinguisher : 101
FIRE BLOCK – SMALL FIRE Extinguishing (WATER BASE)
Space Center X-T Fire Extinguisher