<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tips Otomotif saft7.com &#187; Sepeda Motor</title>
	<atom:link href="http://www.saft7.com/category/motor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.saft7.com</link>
	<description>- Automotive Tips and Sharing -</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 00:21:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Belajar ngeRem Yuk..</title>
		<link>http://www.saft7.com/belajar-ngerem-yuk/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/belajar-ngerem-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2012 03:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[rem]]></category>
		<category><![CDATA[tabrakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.saft7.com/?p=2281</guid>
		<description><![CDATA[Melalui artikel sederhana ini, saya ingin mengajak semua teman-teman untuk berkendara dengan aman, mengutamakan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang disekitar kita. Sudah banyak contoh kejadian kecelakaan yang menyalahkan fungsi rem, dikatakan &#8220;REM BLONG!&#8221;, padahal sebenarnya rem bekerja dalam kondisi sangat baik, namun cara kita ngeREM yang salah, membuat kendaraan tidak dapat berhenti]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-2282" title="rem-00" src="http://www.saft7.com/wp-content/uploads/2012/01/rem-00.jpg" alt="" width="614" height="327" /></p>
<p>Melalui artikel sederhana ini, saya ingin mengajak semua teman-teman untuk berkendara dengan aman, mengutamakan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang disekitar kita. Sudah banyak contoh kejadian kecelakaan yang menyalahkan fungsi rem, dikatakan &#8220;REM BLONG!&#8221;, padahal sebenarnya rem bekerja dalam kondisi sangat baik, namun cara kita ngeREM yang salah, membuat kendaraan tidak dapat berhenti bahkan tidak dapat dikendalikan.<br />
<span id="more-2281"></span></p>
<p>Semua sepakat, bahwa fungsi Rem pada kendaraan (mobil, motor, sepeda, becak, bajaj, dsb) adalah untuk memperlambat dan memberhentikan kendaraan. Perangkat rem menjadi demikian penting dalam semua kendaraan. Namun ternyata rem bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya apabila kita tidak benar pengoperasiannya sehingga terjadi kecelakaan. Bahkan pembalap kelas dunia pun mengakui bahwa ngeREM adalah hal yang sulit dalam mengemudi, dan perlu latihan khusus. Membuat agar berhenti atau memperlambat kendaraannya yang sedang berjalan sangat kencang dengan aman dan tidak membahayakan dirinya dan orang lain.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>GRIP RODA SANGAT PENTING</strong></h2>
<p>Pijakan dan daya cengkram roda/ban terhadap jalan/aspal sangat penting. Dengan adanya grip atau dengan kata lain ban menapak sempurna dengan jalan/aspal maka kendaraan dapat dikendalikan dengan baik. Sebaliknya, apabila jalan licin atau ban kondisi tidak bagus sehingga mengurangi daya cengkram terhadap jalan/aspal, membuat kendaraan sulit dikendalikan atau tergelincir atau sering disebut &#8220;Selip&#8221;.</p>
<p>Pada saat kendaraan sedang meluncur, kemudian ban mengunci hingga diam/berhenti berputar akibat dari kita menginjak penuh pedal rem, hal ini membuat hilangnya grip / daya cengkram ban terhadap jalan/aspal. Sekalipun kita membelokkan steer dengan maksud menghindar dari tabrakan akan tidak berarti apa-apa, sebab kendaraan tetap akan melaju lurus kedepan akibat hilangnya grip tadi.</p>
<p>Untuk itu kita perlu tetap menjaga agar ban semaksimal mungkin mendapatkan grip terhadap jalan/aspal. Caranya: pada saat kita injak pedal rem dan ban terdengar berdecit mengunci, segera kendurkan injakan pedal rem untuk mendapatkan kembali grip, kemudian ulangi injak pedal rem hingga kendaraan berhenti tanpa terjadi selip.</p>
<h2><strong>TEKNOLOGI ABS (Anti-lock Braking System)</strong></h2>
<p>Teknologi Rem pada kendaraan pun terus dikembangkan hingga mempermudah pengemudi mengoperasikannya dan dapat tetap konsentrasi penuh untuk menghindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan terjadi (saat kondisi panik/rem mendadak).</p>
<p>Setiap roda dipasang sensor dan pulser untuk dikontrol oleh komputer ABS (Control module). Dan perangkat rem pada setiap roda juga dikontrol oleh komputer ABS.<br />
Saat terjadi pengereman, ketika ban terdeteksi tidak berputar atau selip, maka komputer akan membuat perangkat rem pada ban tersebut membuka agar ban kembali berputar untuk mendapatkan grip, dan proses rem dilanjutkan.</p>
<p>Proses ini cukup cepat, sehingga terasa seperti pulsa/getaran yang dapat dirasakan pada pedal rem saat kita menginjak pedal tersebut.<br />
Keras atau halusnya pulsa/getaran pada pedal berbeda tiap mobil, berkaitan dengan teknologi dan kualitas ABS yang digunakan.<br />
Biasanya mobil mahal akan semakin tidak terasa getaran/pulsa nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rem ABS pada sepeda motor. terlihat Sensor ABS dan Gear Pulsernya (bergaris2)</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-05.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gambar di bawah memperlihatkan teknologi ABS sangat membantu kendaraan untuk dapat menghindari dari kecelakaan saat melakukan pengereman mendadak.</p>
<p>Untuk kendaraan yang belum menggunakan teknologi ABS, lebih sulit untuk menghindari kecelakaan apabila teknik pengereman tidak benar.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>BELAJAR ngeREM YUK&#8230; </strong></h1>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-07.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kendaraan kita belum dilengkapi teknologi ABS? Yuk kita sama-sama belajar bagaimana mengoperasikan Rem dengan benar, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>1. INJAK PENUH ?</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-full.gif" alt=" " /></p>
<p>Cara pengereman ini paling sering dilakukan, dan umumnya karena berpikir bahwa REM adalah untuk membuat kendaraan berhenti, jadi perlu diinjak sekeras-kerasnya saat rem mendadak agar dapat berhenti. <strong>HINDARI CARA SEPERTI INI !!!</strong></p>
<p>Cara pengereman mendadak dengan menginjak penuh pedal rem, umumnya membuat ban mengunci sehingga ban kehilangan grip, kendaraan akan terus meluncur dan sangat sulit untuk dikendalikan.  <strong>INI SANGAT BERBAHAYA! BERLATIH UNTUK TIDAK MELAKUKANNYA !!!</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman yang sangat panjang akibat ban kehilangan grip terhadap jalan/aspal:</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-full1.gif" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>2. PULSE BRAKING</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-pulse.gif" alt=" " /></p>
<p>Supaya ban mendapatkan grip saat melakukan rem mendadak, kita dapat melakukannya dengan menginjak-lepas-injak-lepas-injak-lepas pedal rem sedalam-dalamnya dengan cepat. Sebenarnya ini mirip yang dilakukan oleh teknologi ABS.<br />
Dengan teknik Pulse ini jarak pengereman kendaraan menjadi lebih pendek, dan kendaraan dapat sambil dikendalikan arahnya.</p>
<p>Jadi saat melakukan Pulse Braking ini, kita dapat membelokkan kendaraan untuk menghindar dari tabrakan dengan yang di depan kita.</p>
<p>Gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman yang jauh lebih pendek ketimbang cara yang salah (no.1) di atas.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-pulse1.gif" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>3. THRESHOLD</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-threshold.gif" alt=" " /></p>
<p>Cara ini mirip seperti nomor 1, tetapi pedal ditekan hingga hampir habis (titik kritis) sesaat sebelum ban terkunci, terus ditekan hingga kendaraan benar-benar berhenti.</p>
<p>Ternyata cara ini dapat memperpendek jarak pengereman, lebih pendek dari cara Pulse Braking di atas. Namun cara ini memerlukan latihan agar dapat benar-benar mengenali karakter dari rem kendaraan tersebut. Setiap kendaraan memiliki karakter perangkat rem yang berbeda-beda.</p>
<p>Pada gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman yang cukup pendek.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-threshold1.gif" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>4. DENGAN ABS</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-full.gif" alt=" " /></p>
<p>Untuk kendaraan yang sudah menggunakan teknologi ABS, maka cara pengereman yang benar adalah saat melakukan Rem mendadak, injaklah penuh pedal rem secara cepat dan kuat, tetap tahan pedal tersebut hingga kendaraan berhenti.</p>
<p>Akan terasa pulsa/getaran pada pedal, itu normal, dan mendandakan fungsi ABS sedang bekerja mengatur pengereman di tiap roda.</p>
<p>Yang sering terjadi, banyak orang yang malah melepas injakan pedal rem tersebut dikarenakan kaget ada getaran pada pedal rem tersebut, sehingga kecelakaan pun terjadi karena kendaraan akhirnya terus meluncur.</p>
<p>Gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman ABS sangat baik.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-abs1.gif" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Catatan:</strong></h2>
<ul>
<li>Kita perlu meluangkan waktu untuk berlatih mengenal karakter kendaraan yang kita gunakan. Cari area kosong yang cukup luas untuk berlatih ngeRem yang benar hingga kita benar-benar mengenal karakter kendaraan tersebut. Berapa jarak pengereman efektif dari kendaraan tersebut.</li>
<li>Dengan mengenal karakter kendaraan, kita dapat menjadi lebih berhati-hati saat berkendara. Tidak memaksakan diri diluar batas kemampuan kendaraan tersebut.</li>
<li>Teknik Threshold juga dapat diterapkan pada kendaraan dengan rem ABS.</li>
<li>Jika dilakukan dengan baik,  jarak pengeremannya dengan teknik threshold dapat lebih pendek dibanding dengan ABS.</li>
</ul>
<ul>
<li>Perhatikan juga kendaraan di belakang kita saat akan melakukan pengereman mendadak, usahakan untuk dapat menghindar dari tabrakan beruntun.</li>
<li>Jika memungkinkan, ikuti kursus/pelatihan berkendara aman (Defensive Driving Course), untuk mendapatkan teori dan praktek yang lebih mendalam.</li>
</ul>
<div></div>
<div></div>
<p>&nbsp;</p>
<div><strong>Berikut ini video yang cukup membantu..</strong></div>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>ABS vs. No ABS</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><object width="614" height="416" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/hnjszE3NS9E?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="614" height="416" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/hnjszE3NS9E?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Threshold Braking</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><object width="614" height="342" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/L11Q2odXwtc?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed width="614" height="342" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/L11Q2odXwtc?version=3&amp;hl=en_US&amp;rel=0" allowFullScreen="true" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" /></object></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penyedia Pelatihan Berkendara Aman:</strong></p>
<ul>
<li>Indonesia Defensive Driving Center &#8211; <a href="http://www.iddc.co.id">http://www.iddc.co.id</a></li>
<li>Jakarta Defensive Driving Consulting - <a href="http://www.jddc-online.com">http://www.jddc-online.com</a></li>
<li>ORD Training - <a href="http://www.ordtraining.com">http://www.ordtraining.com</a></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga bermanfaat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/rem/rem-99.jpg" alt=" " />
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbelajar-ngerem-yuk%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbelajar-ngerem-yuk%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/belajar-ngerem-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keluar Parkir Tanpa Ribet</title>
		<link>http://www.saft7.com/keluar-parkir-tanpa-ribet/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/keluar-parkir-tanpa-ribet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Oct 2011 17:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[IDEide]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[mac gyver]]></category>
		<category><![CDATA[ngulik]]></category>
		<category><![CDATA[parkir]]></category>
		<category><![CDATA[utak atik motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.saft7.com/?p=1741</guid>
		<description><![CDATA[Saat memasuki ataupun keluar area parkir sepeda motor, kita sering cukup repot untuk menyimpan maupun mengeluarkan karcis dan uang parkir. Belum lagi di banyak area parkir harus menunjukkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) saat akan keluar dari area parkir tersebut. Melalui artikel ini, saya mencoba berbagi pengalaman sebagai solusi masalah di atas agar menjadi mudah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1742" src="http://www.saft7.com/wp-content/uploads/2011/10/karcis-00.jpg" alt="Keluar Parkir Tanpa Ribet" width="614" height="619" /></p>
<p>Saat memasuki ataupun keluar area parkir sepeda motor, kita sering cukup repot untuk menyimpan maupun mengeluarkan karcis dan uang parkir. Belum lagi di banyak area parkir harus menunjukkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) saat akan keluar dari area parkir tersebut.</p>
<p>Melalui artikel ini, saya mencoba berbagi pengalaman sebagai solusi masalah di atas agar menjadi mudah dan tidak menyulitkan.</p>
<p><span id="more-1741"></span></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h1><strong>PENJEPIT KARCIS/UANG PARKIR</strong></h1>
<p>Kita bisa membuat penjepit karcis dan uang parkir dari barang sederhana, sebagai berikut:</p>
<h2><strong>1. Untuk Motor Tangki Besi:</strong></h2>
<p>Motor bertangki bensin besi, dapat menggunakan Magnet untuk menjepit karcis/uang. Magnet sebaiknya dibungkus dengan bahan lembut agar tidak merusak cat tangki bensin.</p>
<p>Saya menggunakan Magnet Board (untuk melekatkan kertas di kulkas, dsb), banyak dijual di toko buku / alat tulis. Dibolongi dan dipasangkan tali pengikat.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat terpasang di motor..<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat menjepit Uang dan Karcis Parkir..<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis-04.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>2. Motor Berbahan Plastik</strong></h2>
<p>Untuk motor yang body nya berbahan plastik, (hampir semua motor jenis bebek/skutik) dapat menggunakan Klip Penjepit kertas, yang bisa diperoleh di toko buku / alat tulis.</p>
<p>Klip penjepit itu kemudian di lem atau double-tape ke body motor yang sudah dibersihkan terlebih dahulu agar melekat dengan baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Klip Penjepit Kertas&#8230;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis-05.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat terpasang di motor..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis-06.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat Karcis di jepit..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis-07.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>Memilih Dompet STNK</strong></h1>
<p>Untuk memudahkan saat memperlihatkan STNK kepada petugas parkir, pilihlah dompet yang membuat STNK mudah terbaca saat dompet dibuka.</p>
<p>Saya memilih dompet yang dilipat tiga, dan pastikan saat dompet dibuka,  Nomor Polisi dengan mudah langsung terbaca.</p>
<p>Kita tidak perlu repot membuka dan melepaskan STNK tersebut dari dompet.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis08.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<p>Nah, sekarang masuk dan keluar area parkir motor akan dirasa tidak merepotkan lagi&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga bermanfaat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>note: special thanks untuk Rahman Gunawan atas ide magnet-nya.</em></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis-09.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/karcis/karcis-10.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkeluar-parkir-tanpa-ribet%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkeluar-parkir-tanpa-ribet%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/keluar-parkir-tanpa-ribet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya Blind Spot bagi Motor</title>
		<link>http://www.saft7.com/bahaya-blind-spot-bagi-motor/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/bahaya-blind-spot-bagi-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 05:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[aman]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[blindspot]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.saft7.com/?p=1720</guid>
		<description><![CDATA[Blindspot adalah area di sekitar kita yang tidak dapat terlihat pada saat kita mengemudi. Hal ini bisa disebabkan karena batasan pandangan cermin / kaca spion maupun karena terhalang oleh pilar konstruksi mobil atau juga karena barang / muatan yang kita bawa. Blindspot adalah potensi bahaya saat kita berkendara, dimana sangat mungkin terjadi kita menganggap tidak ada]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1721" title="blindspot-00" src="http://www.saft7.com/wp-content/uploads/2011/07/blindspot-00.jpg" alt="" width="614" height="461" /></p>
<p>Blindspot adalah area di sekitar kita yang tidak dapat terlihat pada saat kita mengemudi. Hal ini bisa disebabkan karena batasan pandangan cermin / kaca spion maupun karena terhalang oleh pilar konstruksi mobil atau juga karena barang / muatan yang kita bawa.</p>
<p>Blindspot adalah potensi bahaya saat kita berkendara, dimana sangat mungkin terjadi kita menganggap tidak ada kendaraan lain di sekitar kita, padahal kendaraan lain itu ada dan cukup dekat.</p>
<p>Desain kaca spion ada yang datar, ada yang cembung, dan ada yang mengkombinasi keduanya. Ini bertujuan untuk memperbaiki faktor Blindspot yang terjadi.</p>
<p>Gambar di bawah memperlihatkan area yang dapat dilihat oleh pengendara mobil,.. selebihnya bisa dikatakan sebagai Blindspot, karena tidak terlihat melalui kaca spion.<br />
<span id="more-1720"></span><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/blindspot/blindspot-08.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apa yang terlihat di kaca spion mobil, kira2 seperti pada gambar di bawah ini.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/blindspot/blindspot-06.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>BAHAYA BAGI MOTOR</strong></h1>
<p>Ukuran motor yang lebih kecil dari mobil membuat bidang blindspot menjadi potensi bahaya yang lebih besar.<br />
Padahal yang terjadi di jalanan, motor selalu memanfaatkan celah menyusup untuk menyusul, sering terjadi kecelakaan, motor terjepit atau terserempet mobil yang kebetulan akan berbelok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/blindspot/blindspot-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/blindspot/blindspot-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/blindspot/blindspot-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>&nbsp;</p>
<h1><strong>TIPS!</strong></h1>
<h2><strong>SEGERA KELUAR DARI AREA BLINDSPOT!</strong></h2>
<blockquote><p>Usahakan untuk segera keluar dari area Blindspot. Area ini berada sekitar satu meter jaraknya dari badan mobil/truk/bus, tepat sejajar dengan pengemudi, seperti yang terlihat pada gambar di bawah.</p></blockquote>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/blindspot/blindspot-05.jpg" alt=" " /></p>
<h2><strong>UNTUK PENGENDARA MOTOR:</strong></h2>
<ul>
<li>Usahakan untuk tidak berada di samping mobil/truk/bus, karena besar kemungkinan si pengendara mobil/bus/truk tidak melihat keberadaan Anda.</li>
<li>Bunyikan klakson saat mendahului mobil/truk/bus agar pengemudi mobil/bus/truk mengetahui Anda berada di dekatnya.</li>
<li>Jangan pernah beranggapan bahwa pengemudi mobil/truk/bus mengetahui keberadaan Anda.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>UNTUK PENGENDARA MOBIL/BUS/TRUK:</strong></h2>
<ul>
<li>Biasakan ketika sebelum berbelok atau pindah jalur, usahakan untuk memastikan bahwa di samping kendaraan kita tidak ada kendaraan lain. Yang paling aman adalah dengan menoleh langsung sejenak ke area yang tidak terlihat melalui kaca spion.</li>
<li>Gunakan <a href="http://www.saft7.com/memasang-blindspot-mirror/">BlindSpot Mirror </a>untuk melebarkan daya pandang kaca spion kendaraan kita.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/blindspot/blindspot-04.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Kejadian yang sering terjadi di jalan adalah seperti ini:</strong></h2>
<ol>
<li>Mobil sudah menyalakan lampu sign untuk berbelok/menepi, tetapi tidak diperhatikan oleh motor</li>
<li>Motor pada posisi di area blindspot, sehingga pengemudi mobil tidak melihat adanya motor di sebelah mobilnya.</li>
<li>Motor tergiring terpepet ke kiri. Jika ada trotoar atau dinding, tentunya motor akan terjepit.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/blindspot/blindspot-07.jpg" alt=" " /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tips lain yang terkait dengan BlindSpot:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.saft7.com/memasang-blindspot-mirror/">http://www.saft7.com/memasang-blindspot-mirror/</a></li>
<li><a href="http://www.saft7.com/tips-aman-bersepeda-motor/">http://www.saft7.com/tips-aman-bersepeda-motor/</a></li>
</ul>
<p>&nbsp;
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbahaya-blind-spot-bagi-motor%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbahaya-blind-spot-bagi-motor%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/bahaya-blind-spot-bagi-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Aman Bersepeda Motor</title>
		<link>http://www.saft7.com/tips-aman-bersepeda-motor/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/tips-aman-bersepeda-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 04:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.saft7.com/?p=1439</guid>
		<description><![CDATA[Tidak bisa dipungkiri semakin hari semakin banyak jumlah sepeda motor di jalan. Kendaraan yang praktis dan relatif bisa menembus kemacetan ketimbang mobil. Selap selip setiap ada ruang gerak sering kali menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Tidak jarang terlihat tidak mau mengalah satu sama lain sekalipun sesama pengguna sepeda motor. Sebagai pengendara sepeda motor, yang perlu kita]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/4motor/4motor-00.jpg" alt=""  class="alignnone"/></p>
<p>Tidak bisa dipungkiri semakin hari semakin banyak jumlah sepeda motor di jalan. Kendaraan yang praktis dan relatif bisa menembus kemacetan ketimbang mobil. Selap selip setiap ada ruang gerak sering kali menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Tidak jarang terlihat tidak mau mengalah satu sama lain sekalipun sesama pengguna sepeda motor.<br />
<span id="more-1439"></span><br />
Sebagai pengendara sepeda motor, yang perlu kita perhatikan di jalan, agar mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas antara lain:</p>
<h1><strong>1. TETAP BERJALAN DI JALURNYA:</strong></h1>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/4motor/4motor-01.jpg" alt="" /></p>
<p>Banyak ditemui gerakan sepeda motor yang seakan mengambil jalur lain saat mendahului, seperti pada gambar di atas. Hal ini cukup berbahaya, karena mobil di belakangnya juga bergerak maju. Bukan tidak mungkin pengemudi mobil tidak melihat motor tersebut dan memacu kendaraannya lebih cepat dari motor.</p>
<p>Akibatnya motor akan tertabrak (terdorong) mobil di belakangnya. Ini yang banyak tidak disadari oleh pengendara motor. Untuk pengendara mobil, gerakan motor seperti di atas sering mengejutkan.</p>
<p><strong>SARAN:</strong></p>
<ul>
<li>Sebaiknya jangan pernah mengandalkan pengendara lain bisa mengantisipasi gerakan kita.</li>
<li>Belum tentu pengendara lain melihat, peduli atau mempunyai reaksi/refleks yang baik atas gerakan kita.</li>
<li>Tetaplah mengendarakan motor di jalur yang baik, tidak memotong jalur kendaraan lain.</li>
</ul>
<h1><strong>2. SABAR SAAT MEMOTONG JALUR:</strong></h1>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/4motor/4motor-02.jpg" alt="" /></p>
<p>Saat berbelok memotong jalur, sering terjadi motor memotong jalur mobil yang juga sedang berbelok.</p>
<p>Akibatnya, motor tertabrak oleh mobil. Kegiatan memotong jalur tersebut sangat berbahaya khususnya jika kebetulan yang dipotong jalurnya tersebut adalah kendaraan yang tinggi (truk, tronton, bus, dsb), karena motor tidak terlihat oleh si pengemudi.</p>
<p><strong>SARAN:</strong></p>
<ul>
<li>Sabarlah untuk memberi kesempatan pada kendaraan yang lebih besar menyelesaikan kegiatan beloknya.</li>
<li>Sebaiknya jangan pernah mengandalkan pengemudi mobil/bus/truk melihat keberadaan kita.</li>
</ul>
<h1><strong>3. TIDAK MENYALIP DARI SISI DALAM TIKUNGAN:</strong></h1>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/4motor/4motor-03.jpg" alt="" /></p>
<p>Di tempat putar balik (U-Turn) maupun di belokan, sebaiknya motor tidak menyusul dari sisi dalam, saat ada kendaraan lain (mobil/bus/truk) sedang memutar balik.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/4motor/4motor-04.jpg" alt="" /></p>
<p>Akibatnya, motor akan terjepit oleh trotoar atau pembatas jalan.</p>
<p><strong>SARAN:</strong></p>
<ul>
<li>Sebaiknya jangan mengandalkan pengendara lain melihat keberadaan kita saat berbelok, karena pengendara lain akan memperhatikan kendaraan lain dari arah lain.</li>
<li>Menyusul dari sisi dalam tikungan / U-Turn, sangat berbahaya.</li>
</ul>
<h1><strong>Untuk alasan keselamatan di jalan, sebaiknya:</strong></h1>
<ol>
<li><strong>Jangan menganggap orang lain melihat keberadaan kita:</strong><br />
Kita perlu ingat bahwa sudut pandang tiap kendaraan berbeda-beda, banyak sekali <a href="http://www.saft7.com/memasang-blindspot-mirror/" target="_blank">blind spot</a> yang sering menimbulkan terjadinya kecelakaan.</li>
<li><strong>Jangan menganggap orang lain memiliki kemampuan mengemudi yang baik:</strong><br />
Tidak semua pengendara mobil memiliki skill yang baik dalam mengemudi, banyak juga pengemudi baru yang belum banyak memiliki pengalaman di jalan. Kurangnya pengetahuan skill maupun etika mempengaruhi gaya mengemudi mereka.</li>
<li><strong>Jangan menganggap orang lain memiliki reaksi / refleks yang baik dari gerakan/aksi kita:</strong><br />
Usia, jenis kelamin, tingkat emosi, kesehatan dan sebagainya sangat berpengaruh terhadap reaksi atas suatu kejadian di jalan, ini juga sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas.</li>
<li><strong>Jangan menganggap orang lain mau mengalah untuk kita:</strong><br />
Mulailah dari diri kita sendiri untuk mencoba mengalah, memberi jalan, memberi kesempatan bagi kendaraan lain.</li>
<li><strong>Jangan menganggap kendaraan lain dalam kondisi yang baik:</strong><br />
Kondisi rem, Steer, Stang, dsb, seringkali menjadi faktor penyebab kecelakaan apabila bermasalah.</li>
</ol>
<p>Semoga bermanfaat.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftips-aman-bersepeda-motor%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftips-aman-bersepeda-motor%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/tips-aman-bersepeda-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toleransi dan Empati</title>
		<link>http://www.saft7.com/toleransi-dan-empati/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/toleransi-dan-empati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 08:06:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Singkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.saft7.com/?p=1409</guid>
		<description><![CDATA[Kita sebagai mahluk sosial yang berada di tengah masyarakat selalu diingatkan untuk bertoleransi dan empati terhadap sesama. Yang mungkin pernah muncul dalam benak kita adalah, mengapa kita harus selalu bertoleransi dengan orang lain, sementara orang lain banyak yang tidak peduli dengan kita, atau sering mau menang sendiri, merasa benar, merasa punya hak lebih, dan sebagainya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi00.jpg" alt=""  class="alignnone size-full wp-image-1609"/></p>
<p>Kita sebagai mahluk sosial yang berada di tengah masyarakat selalu diingatkan untuk bertoleransi dan empati terhadap sesama.<br />
Yang mungkin pernah muncul dalam benak kita adalah, mengapa kita harus selalu bertoleransi dengan orang lain, sementara orang lain banyak yang tidak peduli dengan kita, atau sering mau menang sendiri, merasa benar, merasa punya hak lebih, dan sebagainya.<br />
<span id="more-1409"></span></p>
<h1><strong>Toleransi &#038; Empati di Jalan</strong></h1>
<p>Saat berkendara di jalan, kita akan selalu bertemu dengan orang lain yang memiliki berbagai macam kepentingan, tujuan, latar belakang, dan sebagainya. Apapun itu, yang perlu kita lakukan adalah selalu menghargai berbagai macam yang disebut diatas, sehingga apa yang sedang kita lakukan di jalan (mengemudi mobil atau motor) tidaklah mengganggu kegiatan mereka.<br />
Lebih dalam lagi, kita harus benar-benar mampu memperbesar urat sabar kita di jalan, apabila menemui hambatan-hambatan yang mungkin memang mengganggu kegiatan kita sendiri.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi01.jpg" alt="" /></p>
<p>Halangan/hambatan yang saya maksud adalah khususnya apabila kendaraan kita terhambat oleh kendaraan non mesin atau pejalan kaki atau gerobak dorong dan sebagainya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi02.jpg" alt="" /></p>
<p>Kita perlu membangun empati terhadap mereka. </p>
<p>Untuk memacu kendaraan kita cukuplah mudah, cukup tekan pedal gas (mobil) atau putar grip gas (motor). Sementara sebaliknya, mereka sudah sangat lelah untuk melakukan kegiatannya. Pedulilah dengan usaha/susah payah mereka.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi03.jpg" alt="" /></p>
<p>Akan sangat terpuji jika kita mampu sabar menunggu, sehingga <strong>tidak perlu</strong> membunyikan klakson apalagi hingga marah-marah.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi04.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi05.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi06.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi08.jpg" alt="" /></p>
<p>.</p>
<p>.</p>
<h1><strong>Toleransi &#038; Empati Bertetangga</strong></h1>
<p>Begitu juga dalam hidup bertetangga, kita perlu menghargai apapun kegiatan yang ada di lingkungan kita. Kegiatan yang sedang kita lakukan, janganlah mengganggu kegiatan lingkungan kita. </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi09.jpg" alt="" /></p>
<p>Banyak dan mungkin sudah dianggap biasa terjadi ketika kita sedang istirahat di rumah, tiba-tiba mendengar suara klakson mobil tetangga yang baru pulang.<br />
Klakson tersebut ternyata bermaksud memanggil pembantu rumahnya untuk membukakan pintu pagar. Mengapa orang-orang sekitar itu perlu tahu tiap kali tetangga tersebut pulang dengan klakson kerasnya?</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi12.jpg" alt="" /></p>
<h2><strong>REMOTE/WIRELESS DOOR BELL  </strong></h2>
<p>Tidak bisa buka pintu pagar sendiri? mungkin ada solusi lain, yaitu turun dari kendaraan dan menekan knob bell rumah&#8230;</p>
<p><strong>Masih tidak mau melakukan itu?!!.. </strong></p>
<p>Di supermarket atau toko peralatan listrik mulai banyak dijual Remote/Wireless Door Bell. Yaitu bel pintu yang tidak memerlukan kabel penghubung.</p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi10.jpg" alt="" /></p>
<p>Jadi remote nya bisa kita bawa simpan di kendaraan kita, ketika sampai dekat rumah, kita bisa mulai menekan remote tersebut.<br />
Jaraknya lumayan jauh, bisa mencapai 100meter!.<br />
Harga remote seperti ini berkisar antara Rp 80.000 &#8211; Rp 125.000,-</p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/toleransi/toleransi11.jpg" alt="" /></p>
<p>Sehingga, kehadiran kita tidak mengganggu tetangga lain yang mungkin sedang beristirahat.</p>
<p>Dengan demikian, kita sudah menerapkan Toleransi dan Empati dimulai dari diri kita sendiri.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftoleransi-dan-empati%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftoleransi-dan-empati%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/toleransi-dan-empati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atribut Komunitas</title>
		<link>http://www.saft7.com/atribut-komunitas/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/atribut-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 02:12:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[ugal-ugalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.saft7.com/?p=1398</guid>
		<description><![CDATA[Pada kesempatan sebelumnya saya pernah menulis tentang Kekuatan Komunitas, yang bercerita tentang serunya komunitas mobil dan motor, hingga manfaat bagi anggota maupun bagi pemegang merek kendaraan yang digunakan. Di artikel ini saya mencoba untuk mengajak rekan-rekan komunitas apapun untuk bersikap yang baik di jalan. Komunitas tidak lepas dari atribut-atribut, seperti logo komunitas, slogan, dan sebagainya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-00.jpg" alt=""  class="alignnone size-full wp-image-1609"/></p>
<p>Pada kesempatan sebelumnya saya pernah menulis tentang <a href="http://www.saft7.com/kekuatan-komunitas/" target="_blank">Kekuatan Komunitas</a>, yang bercerita tentang serunya komunitas mobil dan motor, hingga manfaat bagi anggota maupun bagi pemegang merek kendaraan yang digunakan.<br />
<span id="more-1398"></span><br />
Di artikel ini saya mencoba untuk mengajak rekan-rekan komunitas apapun untuk bersikap yang baik di jalan.</p>
<p>Komunitas tidak lepas dari atribut-atribut, seperti logo komunitas, slogan, dan sebagainya yang ditampilkan dalam bentuk stiker, jaket, dan lain-lain. Bahkan ada yang mengibarkan bendera komunitasnya sepanjang jalan.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-01.jpg" alt="" /></p>
<p>.</p>
<h1><strong>EKSISTENSI vs AROGANSI</strong></h1>
<p>Tentu akan merasa bangga apabila komunitasnya dikenal banyak orang / masyarakat. Tetapi dikenal sebagai yang seperti apa, itu jauh lebih penting. Antara lain&#8230; Terkenal selalu mengadakan acara sosial, sering mengadakan kegiatan sport (balap), sering mengadakan donor darah bersama, sering konvoi yang menimbulkan macet total, hingga sering terdengar bikin onar dan arogan.</p>
<p>Penilaian-penilaian tersebut muncul di masyarakat dan oleh masyarakat sendiri. Artinya kita (komunitas) harus sadar bahwa sekalipun kita sedang asik masyuk berkumpul dengan komunitas kita, di sekitar kita adalah masyarakat, yang selalu terbuka mata dan telinganya untuk menilai apakah kehadiran komunitas tersebut membawa manfaat atau lebih banyak mudharatnya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-02.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-03.jpg" alt="" /></p>
<h1><strong>ATRIBUT SEBAGAI ALAT KONTROL SIKAP</strong></h1>
<p>Atribut Apapun yang kita pajangkan di kendaraan kita (stiker, gambar, logo, dsb), secara tidak langsung membuat masyarakat / pengguna jalan lain mengasosiasikan kita dengan komunitas tersebut.<br />
Misalnya, ada mobil ugal-ugalan di jalan, begitu didekati,.. ada stiker AAAClubz  di kaca belakang mobil tersebut&#8230; Tidak sedikit orang berkomentar&#8230; &#8220;ini klub apa sih.. ugal-ugalan gitu ya&#8230;&#8221;</p>
<p>Jika ada banyak yang berperilaku seperti itu di jalan, maka akhirnya masyarakat akan menganggap klub tersebut adalah klub ugal-ugalan, dan sebagainya.</p>
<p>Apabila kita memasang atribut suatu komunitas apalagi identitas organisasi/perusahaan, maka suka tidak suka kita perlu lebih menjaga diri dan sikap ketika bekendara di jalan.<br />
Jadi, dengan adanya suatu atribut, diharapkan perilaku di jalan akan terjaga, penuh toleransi, dan sebagainya.<br />
Jangan menjadi sebaliknya, memasang bahkan memamerkan atribut tertentu untuk bisa &#8216;merasa lebih berhak&#8217; di jalan.</p>
<p>Suka ugal-ugalan dan semaunya di jalan? lebih aman lepas semua atribut komunitas yang ada, ketimbang merugikan komunitas itu sendiri oleh ulah/tingkah laku kita.</p>
<p>Semoga bermanfaat!</p>
<p>Baca juga:</p>
<p>Kekuatan Komunitas -Â <a href="http://www.saft7.com/kekuatan-komunitas/">http://www.saft7.com/kekuatan-komunitas/</a></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-04.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-05.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-06.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-07.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-08.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-09.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-10.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-11.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-12.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-13.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-14.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-15.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-16.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-17.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-18.jpg" alt="" /><br />
.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-19.jpg" alt="" /><br />
.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-20.jpg" alt="" /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/atribut/atribut-21.jpg" alt="" /></p>
<p>.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fatribut-komunitas%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fatribut-komunitas%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/atribut-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Toet Toeet&#8230; Sirene Palsu</title>
		<link>http://www.saft7.com/toet-toeet-sirene-palsu/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/toet-toeet-sirene-palsu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jul 2010 10:53:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anget-angetan..]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[peraturan]]></category>
		<category><![CDATA[rotator]]></category>
		<category><![CDATA[sirene]]></category>
		<category><![CDATA[strobo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu pagi dalam kondisi lalu lintas sangat padat, diperlukan tingkat pengendalian diri untuk tetap bersabar dan tertib di jalan, sekalipun kondisi macet. Namun ada saja yang kemudian meramaikan suasana tersebut, TOOT TOOOT&#8230; TOOT TOOOT.. DWUIIIIIIIOUT.. TOOT TOOOT&#8230; Wah, secara refleks mata mengarah ke kaca spion untuk melihat pada jalur mana mobil polisi itu melintas,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-00.jpg"  class="alignnone size-full wp-image-1609"/></p>
<p>Di suatu pagi dalam kondisi lalu lintas sangat padat, diperlukan tingkat pengendalian diri untuk tetap bersabar dan tertib di jalan, sekalipun kondisi macet. Namun ada saja yang kemudian meramaikan suasana tersebut, TOOT <strong>TOOOT&#8230; TOOT TOOOT.. DWUIIIIIIIOUT.. TOOT TOOOT&#8230;</strong><br />
<span id="more-211"></span><br />
Wah, secara refleks mata mengarah ke kaca spion untuk melihat pada jalur mana mobil polisi itu melintas, sehingga kita bisa memberi ruang gerak buat sang Bapak Polisi yang pastinya sedang bertugas demi kepentingan kita bersama. Beberapa mobil di depan dan dibelakang mobil saya juga berusaha memberikan ruang gerak dengan penuh pengertian.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-01.jpg" /></p>
<p>Namun tiba2 &#8230; BAH!!!.. yang melintas ternyata bukanlah Bapak Polisi yang sedang bertugas, melainkan mobil rakyat jelata biasa yang memasang lightbar dan sirene di atas mobilnya, dengan lampu menyala-nyala berkedip biru&#8230; lagi-lagi&#8230; BAH!<br />
Beberapa mobil yang tadi memberi ruang gerak sepertinya merasakan hal yang sama dongkolnya, umpatan terdengar melalui suara klakson tanda tidak suka atas tindakan arogan mobil tersebut.</p>
<p>Semakin hari, semakin banyak mobil yang memasang sirene ala polisi tersebut, lightbar sama persis dengan polisi polsek, dan sebagainya.<br />
Wuiih&#8230;&#8230; gagah ga sih?</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-02.jpg" /></p>
<p>Menjadi petugas / polisi / pihak berwenang yang dihormati dan disegani oleh banyak orang memang suatu yang membanggakan.<br />
Namun apabila kita bukan seorang petugas / polisi / pihak berwenang yang berhak memasang sirene / lightbar / rotator / strobobar , baiknya ya tidak perlu pasang. Sebab sikap masyarakat yang akan terjadi cenderung sebaliknya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-03.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-04.jpg" /><br />
Tidak main-main, ada 2 Peraturan Pemerintah yang mengatur soal ini, yaitu PP43/1993 dan PP44/1994. Bahkan Polri sudah mengeluarkan Surat Edaran untuk menertibkan Sirene, Lightbar dan sebagainya. (Baca Surat Edaran di bawah).</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-05.jpg" /></p>
<p>Kenyataannya memang perangkat sirene, lightbar, rotatorlight, strobolight, dsb yang merupakan perlengkapan kendaraan khusus tersebut bisa ditemukan di toko asesoris kendaraan. Pihak yang berwenangpun menjadi langganan toko-toko tersebut untuk melengkapi armada operasionalnya. Tanpa mereka (toko penjual asesoris), mungkin akan menyusahkan pihak yang berwenang, misalnya: puskesmas swadaya yang akan melengkapi ambulans nya dengan lampu rotator, dan sebagainya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-06.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-07.jpg" /></p>
<p>Sayang sekali belum ada kebijakan untuk menertibkan siapa saja yang boleh membeli perlengkapan isyarat tersebut. Jadi akhirnya ya seperti sekarang, banyak mobil bahkan motor ber-sirene atau lightbar bergaya bak &#8216;orang penting&#8217; seakan memiliki hak lebih dalam menggunakan jalan ketika perangkat itu dinyalakannya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-08.jpg" /><br />
Tidak menutup mata, klub-klub otomotif juga seakan dengan gagahnya melengkapi pasukan konvoi-nya dengan perangkat isyarat tersebut. Kelompok masyarakat, partai politik, dan lainnya yang sebenarnya tidak memiliki hak atas penggunaan perangkat tersebut kini sangat marak.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-09.jpg" /></p>
<p>Lagi-lagi sayang, pemerintah melalui aparatnya belum secara gencar menggelegar untuk menertibkan hal tersebut. Bahkan organisasi besar otomotif Indonesia seharusnya juga memberi sosialisasi tentang hal ini.<br />
Media elektronik juga belum tergugah untuk membuat acara layanan masyarakat untuk mensosialiasikan hal-hal yang berkaitan dengan ketertiban lalu lintas dan sebagainya sebagai bentuk usaha edukasi bagi masyarakat.</p>
<p>Yang terjadi di masyarakat pengguna jalan adalah, mereka menjadi skeptis dengan isyarat sirene ataupun lightbar, begitu ada bunyi sirene di jalan, hingga supir angkotpun langsung berkata sinis, pasti bukan polisi, pasti bukan ambulans, pasti bukan&#8230;.. dst. Sehingga mereka tidak lagi memberi jalan atau ruang gerak kepada yang berkepentingan mendesak tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-10.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-12.jpg" /></p>
<p>Bayangkan apabila ada anggota keluarga dekat kita yang sedang dibantu dengan mobil polisi atau ambulans di antar ke rumah sakit (UGD), namun kita tidak diberi jalan lantaran masyarakat pengguna jalan sudah bersikap seperti di atas. Wah&#8230; amit-amit&#8230; jangan sampai demikian.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-11.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-13.jpg" /></p>
<p>Langkah yang mungkin masih diperbolehkan oleh pihak berwajib adalah dengan membungkus / menyarungkan lightbar tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/sirenepalsu/sirenepalsu-14.jpg" /></p>
<p>Melalui tulisan ini, saya tidak bermaksud mendiskreditkan suatu klub, golongan, bahkan pribadi tertentu. Namun sebaliknya tulisan ini bermaksud menghimbau untuk bersama-sama menjadi rakyat biasa yang sama haknya di jalan, patuh tata tertib lalu lintas, dan menghormati hukum yang berlaku demi kepentingan bersama.<br />
Foto-foto di atas tidak dimaksudkan untuk mewakili suatu golongan atau kelompok atau komunitas bahkan pribadi, namun secara kebetulan saja yang ditemukan penulis di jalan.<br />
Sekali lagi, tulisan ini merupakan ajakan ke arah yang lebih baik bagi kepentingan bersama sebagai sesuatu yang harus di kedepankan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.<br />
Syukurlah ada klub-klub mobil dan motor yang secara tegas melarang anggotanya memasang perangkat-perangkat tersebut, sekalipun saat melakukan konvoi.</p>
<p>Untuk melengkapi tulisan ini, di bawah saya sertakan bunyi pasal-pasal yang mengatur mengenai penggunaan Sirene maupun lampu-lampu isyarat, untuk versi lengkapnya juga bisa di download dalam format Ms.Word Document.</p>
<p>Jabat erat, salam damai selalu di jalan!</p>
<p><strong>Surat Edaran</strong></p>
<p>Sehubungan dengan adanya operasi Patuh 2005, dan sedang dilakukannya penertiban penggunaan sirene &#038; Lampu Rotator, untuk teman teman yang memasang di kendaraannya mohon dapat di cermati dan di antisipasi dan semoga bermanfaat, berikut surat Bapak Kapolda Irjen Drs Firman Gani.<br />
=============================</p>
<p>KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH METROPOLITAN JAKARTA RAYA DAN SEKITARNYA<br />
Jl. Jend Sudirman No.55 Jakarta Selatan 12190</p>
<p>No.Pol : B17173/X/2005/Datro Jakarta 31 Oktober 2005<br />
Klasifikasi : BIASA<br />
Lampiran : -<br />
Perihal : Ketentuan Penggunaan Siriene dan Rotator</p>
<p>1.Rujukan :<br />
a. Peraturan Pemerintah No.43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas<br />
Jalan<br />
b. Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi</p>
<p>2. Bahwa belakangan ini ada kecenderungan penyalahgunaan dan pemasangan<br />
Lampu Rotator dan Sirine pada kendaraan bermotor yang tidak berhak, maka<br />
bersama ini disampaikan ketentuan penggunaan dan Pemasangan Lampu Rotator<br />
dan Sirine yang diatur sebagai berikut :</p>
<p>Isyarat peringatan dengan Bunyi yang berupa Sirine sesuai pasal 72 PP No.43<br />
Tahun 1993 hanya dapat digunakan oleh :</p>
<p>a. Kendaraan Pemadam Kebakaran yang sedang melaksanakan tugas termasuk<br />
kendaraan yang diperbantukan untuk keperluan Pemadam Kebakaran.<br />
b. Ambulan yang sedang mengangkut orang sakit.<br />
c. Kendaraan Jenazah yang sedang mengangkut Jenazah.<br />
d. Kendaraan Petugas Penegak Hukum Tertentu yang sedang melaksanakan<br />
tugas.<br />
e. Kendaraan Petugas Pengawal Kepala Negara atau Pemerintahan Asing yang<br />
menjadi Tamu Negara.</p>
<p>Peringatan Bunyi berupa Sirine sesuai Pasal 75 PP No.44 Tahun 1993 hanya boleh<br />
dipasang pada kendaraan bermotor :</p>
<p>a. Petugas Penegak Hukum Tertentu<br />
b. Dinas Pemadam Kebakaran<br />
c. Penanggulangan Bencana<br />
d. Ambulance<br />
e. Unit Palang Merah<br />
f. Mobil Jenazah</p>
<p>Lampu Isyarat Berwarna Biru sesuai Pasal 66 PP No.44 Tahun 1993 hanya boleh<br />
dipasang pada kendaraan bermotor :</p>
<p>a. Petugas Penegak Hukum Tertentu<br />
b. Dinas Pemadam Kebakaran<br />
c. Penanggulangan Bencana<br />
d. Ambulance<br />
e. Unit Palang Merah<br />
f. Mobil Jenazah</p>
<p>Lampu Isyarat Berwarna Kuning sesuai Pasal 67 PP No.44 Tahun 1993 hanya<br />
boleh dipasang pada kendaraan bermotor :</p>
<p>a. Untuk membangun, merawat atau membersihkan fasilitas umum.<br />
b. Untuk menderek kendaraan.<br />
c. Pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan<br />
beracun, peti kemas dan alat berat.<br />
d. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan<br />
untuk dioperasikan di jalan.<br />
e. Milik Instansi Pemerintah yang dipergunakan dalam rangka keamanan barang<br />
yang diangkut.</p>
<p>3. Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, dalam rangka menciptakan<br />
ketertiban penggunaan lampu rotator dan sirine maka bersama ini kami mohon<br />
bantuan penyampaian informasi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak<br />
menggunakan dan memasang Lampu Rotator dan Sirine pada kendaraan bermotor<br />
yang tidak berhak.</p>
<p>4. Terhadap Pelanggaran ketentuan Peringatan dengan Bunyi dan Sinar sesuai Pasal<br />
61 ayat 1 UU No.14 Tahun 1992 dipidana dengan Pidana Kurungan paling lama<br />
1 bulan dan denda setinggi tingginya Rp.1.000.000,- (Satu Juta Rupiah)</p>
<p>5. Demikian untuk menjadi maklum dan atas bantuannya diucapkan terima kasih.<br />
KEPALA KEPOLISIAN DAERAH METRO JAYA</p>
<p>Drs. FRIMAN GANI<br />
INSPEKTUR JENDERAL POLISI<br />
Tembusan :<br />
1. Kapolri<br />
2. Dir Lantas Polri<br />
Sumber: <a href="http://www.lantas.metro.polri.go.id/org/index.php?id=2" target="_blank">http://www.lantas.metro.polri.go.id/org/index.php?id=2</a></p>
<p><strong>Download Referensi PP.</strong><br />
<a href="techtips/sirenepalsu/PP43-1993.doc" target="_blank">PP 43/1993 &#8211; Prasarana Dan Lalu Lintas Jalan</a></p>
<p><a href="techtips/sirenepalsu/PP44-1993.doc" target="_blank">PP 44/1993 &#8211; Kendaraan Dan Pengemudi<br />
</a><strong> </strong></p>
<p><strong>P 43/1993<br />
Prasarana Dan Lalu Lintas Jalan, Oleh:presiden Republik Indonesia.<br />
Nomor:43 Tahun 1993 (43/1993), Tanggal:14 Juli 1993 (jakarta)</strong></p>
<p>(sub Peringatan Dengan Bunyi)<br />
<strong>Pasal 72<br />
</strong>Isyarat peringatan dengan bunyi yang berupa sirene hanya dapat digunakan oleh :<br />
a. kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas termasuk kendaraan yang diperbantukan untuk<br />
keperluan pemadaman kebakaran;<br />
b. ambulans yang sedang mengangkut orang sakit;<br />
c. kendaraan jenazah yang sedang mengangkut jenazah;<br />
d. kendaraan petugas penegak hukum tertentu yang sedang melaksanakan tugas;<br />
e. kendaraan petugas pengawal kendaraan kepala negara atau pemerintah asing yang menjadi tamu negara.</p>
<p><strong>PP 44/1993<br />
Kendaraan Dan Pengemudi, Oleh:presiden Republik Indonesia.<br />
Nomor:44 Tahun 1993 (44/1993), Tanggal:14 Juli 1993 (jakarta)</strong></p>
<p><strong>Pasal 65</strong><br />
Dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta berlaku atau kereta tempelan yang menyinarkan :<br />
a.cahaya kelap-kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya;<br />
b.cahaya berwarna merah ke arah depan;<br />
c.cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.</p>
<p><strong>Pasal 66</strong><br />
Lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :<br />
a.petugas penegak hukum tertentu;<br />
b.dinas pemadam kebakaran;<br />
c.penanggulangan bencana;<br />
d.ambulans;<br />
e.unit palang merah;<br />
f.mobil jenazah.</p>
<p><strong>asal 67</strong><br />
Lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :<br />
a.untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum;<br />
b.untuk menderek kendaraan;<br />
c.pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat;<br />
d.yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan di jalan;<br />
e.milik instansi pemerintah yang dipergunakan dalam rangka keamanan barang yang diangkut.</p>
<p><strong>Pasal 75<br />
</strong>Peringatan bunyi berupa sirena hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :<br />
a.petugas penegak hukum tertentu;<br />
b.dinas pemadam kebakaran;<br />
c.penanggulangan bencana;<br />
d.kendaraan ambulans;<br />
e.unit palang merah;<br />
f.mobil jenazah.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftoet-toeet-sirene-palsu%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftoet-toeet-sirene-palsu%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/toet-toeet-sirene-palsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>103</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Test Kompresi Mesin&#8230; apaan sih?</title>
		<link>http://www.saft7.com/test-kompresi-mesin-apaan-sih/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/test-kompresi-mesin-apaan-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 05:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[asap putih]]></category>
		<category><![CDATA[backfire]]></category>
		<category><![CDATA[compression tester]]></category>
		<category><![CDATA[kompresi mesin]]></category>
		<category><![CDATA[pincang]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan kompresi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=847</guid>
		<description><![CDATA[Mesin mobil dan motor yang umum seperti mesin 4tak dan 2tak (4strokes &#38; 2strokes engine) juga mesin diesel memerlukan tekanan kompresi yang cukup di ruang bakar untuk dapat bekerja sempurna, membakar bahan bakar (bensin/solar) dan udara untuk dijadikan tenaga. Tekanan yang rendah membuat campuran bahan bakar dan udara tidak dapat terbakar atau sering disebut Misfire,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Mesin mobil dan motor yang umum seperti mesin 4tak dan 2tak (4strokes &amp; 2strokes engine) juga mesin diesel memerlukan tekanan kompresi yang cukup di ruang bakar untuk dapat bekerja sempurna, membakar bahan bakar (bensin/solar) dan udara untuk dijadikan tenaga.<br />
<span id="more-847"></span><br />
Tekanan yang rendah membuat campuran bahan bakar dan udara tidak dapat terbakar atau sering disebut Misfire, sehingga mesin kehilangan tenaga.</p>
<p>.</p>
<h1><strong>GEJALA MASALAH MESIN</strong></h1>
<p><strong>Mesin &#8216;Pincang&#8217;:</strong><br />
Istilah yang sering dipakai ketika mengalami mesin bergetar kasar / berguncang, yang diakibatkan satu atau lebih silinder ruang bakar bermasalah. Bisa disebabkan oleh busi yang bermasalah, injektor mati / mampet, tekanan kompresi yang lemah pada salah satu atau lebih silinder ruang bakar.</p>
<p><strong>Asap Putih:</strong><br />
Saat mesin digunakan, terus-menerus keluar asap putih dari knalpot, biasanya menunjukkan adanya oli mesin yang terbakar. Bisa disebabkan oleh Ring Piston yang aus atau Seal Klep yang aus, sehingga oli masuk ke ruang bakar dan menimbulkan asap putih di knalpot. Biasanya oli mesin menjadi cepat berkurang.</p>
<p>Gejala-gejala di atas, biasanya disertai lemahnya kompresi ruang bakar pada salah satu atau lebih silinder mesin. (tekanan kompresi dibawah spesifikasi standar minimum).<br />
Umumnya mesin tidak dapat bekerja baik jika tekanan kompresi berada di bawah 100PSI / 7BAR / 7.2kg/cm2<br />
Kebanyakan mesin bensin bekerja dengan baik antara 140PSI (9.5BAR) hingga 220PSI (15BAR) tergantung spesifikasi standar masing-masing model/merek mesin.<br />
Untuk mesin diesel umumnya bekerja di kisaran 600PSI, jadi pastikan alat tes kompresi harus sanggup mengukur tekanan kompresi yang tinggi jika akan mengukur tekanan kompresi mesin diesel. Biasa dipakai yang mempunyai range 0-1000PSI (0-70BAR).</p>
<p><strong>Penyebab berkurangnya kompresi ruang bakar pada mesin antara lain: </strong></p>
<li>Gasket Cylinder Head yang bocor / rusak / terbakar</li>
<li>Ring Piston rusak / aus / bocor</li>
<li>Seal klep bocor</li>
<li>Klep rusak / bocor</li>
<li>Piston retak / bolong</li>
<li>Cylinder Head Block retak / melengkung</li>
<li>Cylinder Block retak</li>
<p>.</p>
<h1><strong>Bagaimana cara mengetahui silinder mana yang bermasalah?</strong></h1>
<p>Untuk mengetahui silinder mana yang bermasalah bisa digunakan alat yang disebut <strong>Compression Tester</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>Dengan alat ini, kita bisa melihat silinder mana yang mempunyai nilai tekanan yang rendah dibanding yang lain. Tentunya tidak bisa mendapatkan nilai yang benar-benar sama untuk tiap silinder, namun umumnya toleransi yang masih dianggap normal adalah maksimal selisih 0.5BAR (7.2PSI), lebih dari itu dapat dikatakan ada masalah dengan silinder tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>Jika membeli Compression Tester, lebih baik yang menggunakan selang dengan ujung ulir seperti ulir busi.<br />
Biasanya disertakan beberapa ukuran ulir busi.</p>
<p>Dan biasanya pada Compression Tester, ada kemampuan HOLD untuk menahan tekanan kompresi yang sedang diukur, dan dapat di NOL kan kembali dengan menekan tombol Reset.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h1><strong>MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI MESIN</strong></h1>
<p>Sebelum mengukur tekanan kompresi mesin, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan, antara lain:</p>
<li>Accu dalam kondisi prima</li>
<li>Disiapkan alat Compression Tester</li>
<li>Kunci Busi</li>
<li>Tools lain apabila diperlukan.</li>
<p><strong>1. MEMATIKAN PELISTRIKAN:</strong><br />
Putuskan pelistrikan menuju ECU, biasanya dengan mencabut Main Relay / ECU Relay / Sikring ECU, sehingga  injector tidak menyemprotkan bensin.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-04.jpg" alt=" " /></p>
<p>Putuskan pelistrikan menuju Ignition Coil, biasanya dengan mencabut socket yang menuju Ignition Coil, sehingga coil tidak bekerja.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-05.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<p><strong>2. CABUT SEMUA BUSI</strong><br />
Cabut semua busi dengan kunci busi</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-06.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>3. PASANG COMPRESSION TESTER</strong><br />
Pasang ujung selang Compression Tester pada lubang busi, dimulai dari silinder nomor 1.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-07.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<p><strong>4. STARTER MESIN..</strong><br />
Starter mesin hingga terdengar sekitar 3-5 langkah putaran.. Jarum Compression Tester akan naik dan berhenti pada tekanan tertentu yang dicapai.<br />
Catatlah hasil ukur tersebut pada kertas.<br />
Lakukan langkah 3 dan 4 untuk semua silinder yang lain.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-08.jpg" alt=" " /></p>
<p>Misalnya hasil ukur adalah sbb:<br />
Cyls 1 : 10,2BAR<br />
Cyls 2 : 10,0BAR<br />
Cyls 3 : 8,7BAR<br />
Cyls 4 : 10,3BAR</p>
<p>Terlihat bahwa silinder nomor 3 mempunyai angka yang jauh dibawah silinder yang lain, dan lebih dari toleransi 0,5BAR.</p>
<p><strong>Kira-kira masalahnya apa ya?</strong><br />
Kita dapat memanfaatkan bantuan Oli mesin untuk menentukan kemungkinan yang menjadi penyebab lemahnya kompresi pada silinder 3.</p>
<p><strong>5. MEMASUKKAN OLI MESIN</strong><br />
Masukkan 1-2 sendok teh oli mesin ke lubang busi silinder yang bermasalah tadi.</p>
<p>kemudian lakukan langkah nomor 3 dan 4.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-09.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h2><strong>ANALISA:</strong></h2>
<li>Apabila setelah ditambahkan oli mesin, tekanan kompresi lebih besar dari yang terukur sebelumnya (ada peningkatan), maka dapat disimpulkan ada masalah pada Ring Piston yang aus / rusak, atau dinding silinder cacat.</li>
<li>Apabila setelah ditambahkan oli mesin, tidak ada perubahan nilai tekanan kompresi, maka dapat disimpulkan ada masalah pada salah satu atau lebih komponen Cylinder Head seperti: Gasket Cylinder Head, Seal Klep (valve seat), Klep (valve), Cylinder Head Block (melenting/bengkok), atau piston (retak/bolong).</li>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-10.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>KESIMPULAN:</strong></h1>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<li>Melalui tes di atas, kita akan terbantu untuk menentukan / mengalokasi kerusakan pada mesin sebelum melakukan bongkar / turun mesin. Sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.</li>
<li>Tekanan Kompresi Mesin Bensin umumnya berkisar antara 140PSI-220PSI atau 9.5BAR-15BAR</li>
<li>Mesin Tidak dapat bekerja dengan baik jika Tekanan Kompresi dibawah 100PSI / 7BAR / 7.2kg/cm2</li>
<li>Lemahnya tekanan kompresi pada salah satu atau lebih silinder mesin, juga berdampak pada borosnya Bahan Bakar.</li>
<h1><strong>TES KOMPRESI vs TES KEBOCORAN</strong></h1>
<p>Langkah-langkah di atas adalah untuk mengukur besaran tekanan kompresi pada masing-masing silinder untuk membandingkan dengan nilai standar spesifikasi mesin tersebut, sekaligus juga untuk dapat mengetahui / mencari / alokasi masalah yang terjadi pada mesin.</p>
<p>Selain Tes Kompresi, ada juga Tes Kebocoran Kompresi Mesin.<br />
Biasanya hal ini dilakukan untuk memastikan pemasangan komponen mesin dilakukan dengan baik dan benar.<br />
Nama alat yang digunakan adalah <strong>Cylinder Leakage Tester.</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-13.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-14.jpg" alt=" " /></p>
<p>Cylinder Leakage Tester menggunakan 2 meter (gauge) dan memerlukan masukan udara bertekanan (air compressor) sekitar 100PSI saat digunakan.</p>
<p>.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-11.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-12.jpg" alt=" " /></p>
<h2><strong>Cara menggunakan Cylinder Leakage Tester:</strong></h2>
<li>Alat ini tidak memerlukan proses starter mesin, tetapi setiap kali mengukur, tiap silinder harus diposisikan pada titik TDC (top dead center) yaitu piston pada posisi TOP dan klep pada posisi menutup semua.</li>
<li>Alirkan tekanan angin sebesar 100PSI, bisa diatur melalui regulator yang ada pada alat tersebut.</li>
<li>Jika terdengar suara desis pada mesin, kemungkinan posisi piston atau klep belum tepat, coba putar Crank Shaft hingga piston benar-benar di posisi TOP dan klep menutup rapat.</li>
<li>Pada meter 1 (gauge 1) akan terbaca 100PSI (sesuai tekanan angin yang kita atur melalui regulator).</li>
<li>Lihat yang terukur di meter 2 (gauge 2),.. Maksimum toleransi kebocoran yang diperbolehkan adalah hanya 20-25% saja. Artinya akan terbaca nilai sekitar 75-80PSI, kurang dari 75% menandakan masalah serius pada silinder tersebut.</li>
<p>Ada Cylinder Compression Tester yang mudah untuk dibaca hasil test nya&#8230;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-15.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<p>Harga Compression Tester sekitar Rp 180.000 hingga Rp 1.000.000 tergantung merek.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/compressiontest/compressiontest-16.jpg" alt=" " />
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftest-kompresi-mesin-apaan-sih%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftest-kompresi-mesin-apaan-sih%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/test-kompresi-mesin-apaan-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BOOK LAUNCH: 15 Januari 2010</title>
		<link>http://www.saft7.com/book-launch-15-januari-2010/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/book-launch-15-januari-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 00:57:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku saft7.com]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[otomotif]]></category>
		<category><![CDATA[utak atik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[Mengundang rekan-rekan semua pembaca setia www.saft7.com untuk menghadiri acara &#8220;Launching Buku: Utak Atik Otomotif 2 &#8211; berbagi pengalaman ala saft.com&#8221; yang akan diadakan di GARDA AULA Kantor Pusat Asuransi Astra Buana Jalan TB. Simatupang no.15 Jakarta Selatan Jumat, 15 Januari 2010 Jam 19.00 &#8211; Selesai RSVP: Untuk Reservasi, silahkan isi form melalui website ini http://saft7.com/buku]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/buku2.jpg" alt=" " /></p>
<p>Mengundang rekan-rekan semua pembaca setia www.saft7.com untuk menghadiri acara &#8220;Launching Buku: Utak Atik Otomotif 2 &#8211; berbagi pengalaman ala saft.com&#8221;<br />
<span id="more-743"></span><br />
yang akan diadakan di </p>
<p><strong>GARDA AULA</strong><br />
Kantor Pusat Asuransi Astra Buana<br />
Jalan TB. Simatupang no.15<br />
Jakarta Selatan</p>
<p>Jumat, 15 Januari 2010<br />
Jam 19.00 &#8211; Selesai</p>
<h1><strong>RSVP: </strong></h1>
<p><strong>Untuk Reservasi, silahkan isi form melalui <a href="http://saft7.com/buku" target="_blank">website ini</p>
<h2>http://saft7.com/buku</h2>
<p></a></strong>.</p>
<h1><strong>SPONSOR ACARA: </strong></h1>
<p>(terus bertambah)</p>
<p><a href="http://www.asuransi.astra.co.id" target="_blank"><img src="http://saft7.com/images/logo-asuransi.jpg" alt=" " /></a><br />
<a href="http://www.asuransi.astra.co.id" target="_blank">www.asuransi.astra.co.id</a></p>
<p><a href="http://www.gunungintan.com" target="_blank"><img src="http://saft7.com/images/logo-gunungintan.jpg" alt=" " /></a><br />
<a href="http://www.gunungintan.com" target="_blank">www.gunungintan.com</a></p>
<p><a href="http://www.otomasi.com" target="_blank"><img src="http://saft7.com/images/logo-otomasi.jpg" alt=" " /></a><br />
<a href="http://www.otomasi.com" target="_blank">www.otomasi.com</a></p>
<p><a href="http://www.garasibmw.com" target="_blank"><img src="http://saft7.com/images/logo-garasibmw.jpg" alt=" " /></a><br />
<a href="http://www.garasibmw.com" target="_blank">www.garasibmw.com</a></p>
<p><a href="http://www.manual-book.com" target="_blank"><img src="http://saft7.com/images/logo-manualbook.jpg" alt=" " /></a><br />
<a href="http://www.manual-book.com" target="_blank">www.manual-book.com</a></p>
<p>Perfect Auto Body</p>
<p><a href="http://www.ktb.co.id" target="_blank">Kramayudha Tiga Berlian Motors</a></p>
<p><strong></p>
<h1><a title="Beli Buku" href="http://www.plasa.com/productdetail/27774/saft7" target="_blank">Silahkan klik disini</a></h1>
<p></strong></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbook-launch-15-januari-2010%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbook-launch-15-januari-2010%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/book-launch-15-januari-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Kabel Busi Bocor</title>
		<link>http://www.saft7.com/mencari-kabel-busi-bocor/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/mencari-kabel-busi-bocor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 08:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mac Gyver/ Ngulik]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[bocor]]></category>
		<category><![CDATA[getar]]></category>
		<category><![CDATA[kabel busi]]></category>
		<category><![CDATA[pincang]]></category>
		<category><![CDATA[vibrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=698</guid>
		<description><![CDATA[Kabel busi termasuk komponen mesin yang cukup sensitif. Sedikit saja terkelupas atau sobek, baik karena retak ataupun digigit tikus, membuat kerja mesin terganggu. Akibatnya mesin menjadi bergetar (vibrasi / pincang). Lebih parah lagi bisa terjadi backfire atau ledakan baik di knalpot atau di intake, karena bensin yang tidak terbakar sempurna. Retak atau sobeknya kabel busi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/testkabelbusi/testkabelbusi-00.jpg" alt="" /></p>
<p>Kabel busi termasuk komponen mesin yang cukup sensitif. Sedikit saja terkelupas atau sobek, baik karena retak ataupun digigit tikus, membuat kerja mesin terganggu. Akibatnya mesin menjadi bergetar (vibrasi / pincang). Lebih parah lagi bisa terjadi backfire atau ledakan baik di knalpot atau di intake, karena bensin yang tidak terbakar sempurna.<br />
<span id="more-698"></span><br />
Retak atau sobeknya kabel busi membuat isolasi tidak bisa melindungi kawat inti yang mengalirkan tegangan tinggi, sehingga terjadi lompatan arus listrik menuju massa / negatif / ground terdekat.. misalnya body mesin itu sendiri. Dengan terjadinya lompatan arus litrik ke ground, maka arus listrik yang diterima busi menjadi sangat berkurang, bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Busi tidak bisa memercikkan api, dan bensin tidak terbakar.<br />
Inilah yang membuat mesin bergetar / berguncang.</p>
<p>Loncatan arus listrik tadi ada yang terlihat ada yang tidak terlihat mata.<br />
Bahkan kadang retak dari kabel busi pun bisa tidak terlihat.</p>
<h1><strong>SPARK PLUG WIRE TESTER</strong></h1>
<p>Di toko perlengkapan / tools untuk automotive ada yang menjual alat khusus untuk mencari kabel mana yang bermasalah.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/testkabelbusi/testkabelbusi-01.jpg" alt="" />
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmencari-kabel-busi-bocor%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmencari-kabel-busi-bocor%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/mencari-kabel-busi-bocor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masa Inreyen..  apaan sih?</title>
		<link>http://www.saft7.com/masa-inreyen-apaan-sih/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/masa-inreyen-apaan-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 10:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[inreyen]]></category>
		<category><![CDATA[inrijden]]></category>
		<category><![CDATA[mobil baru]]></category>
		<category><![CDATA[presisi]]></category>
		<category><![CDATA[running in]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[Masa Inreyen (Belanda: inrijden) atau Break-in atau Running-in selalu disampaikan untuk dipatuhi saat membeli kendaraan baru, dan anjuran tersebut ada di buku pedoman pemakaian kendaraan, baik itu mobil maupun motor. Banyak informasi yang mengatakan Inreyen tidak perlu lagi, alasannya karena mesin sudah di test di pabrik dan antar komponen sudah dibuat sedemikian presisi. Bahkan informasi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Masa Inreyen (Belanda: inrijden) atau Break-in atau Running-in selalu disampaikan untuk dipatuhi saat membeli kendaraan baru, dan anjuran tersebut ada di buku pedoman pemakaian kendaraan, baik itu mobil maupun motor.<br />
<span id="more-672"></span><br />
Banyak informasi yang mengatakan Inreyen tidak perlu lagi, alasannya karena mesin sudah di test di pabrik dan antar komponen sudah dibuat sedemikian presisi. Bahkan informasi itu muncul dari kalangan ATPM (pemegang merek) dan pabrikan kendaraan itu sendiri.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>Namun informasi tersebut bukan informasi tertulis dan dapat dipertanggung jawabkan, karena nyatanya seluruh pabrikan kendaraan tetap menganjurkan untuk mengikuti proses Masa Inreyen untuk kendaraan baru (mobil maupun motor) yang tertulis pada Buku Pedoman Pemakaian Kendaraan (User Manual / Owner Manual).</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-20.jpg" alt=" " /></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>.</p>
<h1><strong>APA MANFAAT MASA INREYEN?</strong></h1>
<p>Selama Masa Inreyen, permukaan komponen-komponen baru yang saling bersentuhan memiliki tingkat kehalusan yang berbeda-beda. Sekalipun komponen tersebut dibuat dengan sangat presisi, jika permukaannya dilihat dengan bantuan mikroskop akan terlihat tekstur yang kasar, berlubang ataupun bergaris/alur. Jika mesin dijalankan secara tidak benar, maka komponen yang bergesekan tadi akan mengalami keausan yang cepat, bahkan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kerusakan komponen.</p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-07.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h1><strong>INREYEN DIABAIKAN?</strong></h1>
<p>Yang umumnya terjadi apabila Masa Inreyen diabaikan, di beberapa bulan ke depan dan tahun-tahun mendatang akan terjadi:</p>
<li>Konsumsi BBM akan semakin boros</li>
<li>Konsumsi Oli akan meningkat (lebih cepat tambah oli / topping-up)</li>
<li>Kerusakan mesin lebih cepat terjadi.</li>
<p>.<br />
<strong><br />
</strong></p>
<p><strong></p>
<h3>Jadi manfaat dari mematuhi Masa Inreyen ini adalah:</p>
<p>&#8220;Untuk mendapatkan penghematan dan keawetan kendaraan kita di masa mendatang&#8221;</h3>
<p></strong></p>
<p>.</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>.</p>
<h1><strong>BAGAIMANA PROSEDUR INREYEN?</strong></h1>
<p>Masa Inreyen perlu dijalankan oleh kendaraan baru dan yang baru diperbaiki (turun mesin, ganti kampas rem, ganti ban baru, ganti kopling).</p>
<p>Prosedurnya sangat mudah dan sederhana:</p>
<li>Hindari melakukan akselerasi dengan gas penuh (wide open throttle) saat start dan mengendarai.</li>
<li>Hindari memacu mesin hingga lebih dari <strong>4250rpm</strong> (untuk Motor tidak lebih dari 6000rpm) atau kecepatan lebih dari <strong>100 km/jam</strong></li>
<li>Sebaiknya cobalah untuk menghindari melakukan pengereman mendadak selama 500 km pertama, baik untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti kampas/disc rem.</li>
<li>Tidak berjalan perlahan dengan transmisi manual di posisi gigi tinggi dan sebaliknya.</li>
<li>Tidak berkendara dalam waktu lama dengan posisi gigi yang sama terus menerus, baik saat kecepatan tinggi atau lambat.</li>
<li>Lakukan perpindahan gigi dengan kopling secara halus hingga kopling bekerja optimal dan efisien selama 500km pertama. Berlaku untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti kopling set.</li>
<li>Kurangi kecepatan saat melalui jalan licin atau saat hujan, karena grip roda belum optimal terhadap aspal/jalan, selama 300km pertama. Berlaku untuk mobil baru maupun ketika baru mengganti ban baru.</li>
<li>Sebaiknya gunakan oli mineral selama 1000km pertama</li>
<li>Tidak menarik mobil/mengangkut beban berat selama 1000km pertama</li>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-16.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-17.jpg" alt=" " /></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>.</p>
<h1><strong>APA MASIH PERLU INREYEN? </strong></h1>
<p>Pada penjelasan di atas, sudah dijelaskan manfaat dan bagaimana mudah dan sederhananya prosedur Inreyen. Tetapi saya yakin Pro dan Kontra masih perlu tidaknya Masa Inreyen akan terus ada dan seru untuk diperdebatkan. Saya coba uraikan beberapa hal teknis yang membuat semua pabrikan kendaraan mencantumkan anjuran Masa Inreyen / Masa Uji Kendaraan pada Buku Pedoman Pemakaian Kendaraan.</p>
<h2><strong>Komponen Mesin </strong></h2>
<li>Masa Inreyen diperlukan untuk membersihkan sisa-sisa &#8220;debris&#8221; (sisa machining saat komponen mesin dibuat). Saat komponen mesin dibuat, banyak proses yang dilalui seperti: casting, forging, machining/shaping dan sebagainya, akan meninggalkan serpihan-serpihan logam berukuran sangat kecil, meski sudah dilakukan pembersihan di setiap proses.</li>
<li>Masa Inreyen diperlukan untuk membersihkan sisa coolant dari proses machining, sebab lapisan coolant akan masih tetap menempel pada komponen, meski sudah dibersihkan</li>
<li>Masa Inreyen diperlukan untuk membuang sisa-sisa oli pengawet, setelah dibuat dan dibersihkan, komponen mesin biasanya dicelup oli pengawet agar saat dalam perjalanan menuju jalur perakitan tidak teroksidasi akibat kelembaban. Bisa dilihat saat membeli komponen, biasanya ada yang dibungkus dalam plastik yang ada oli, untuk melindunginya</li>
<h2><strong>Komponen Bergerak </strong></h2>
<p>Setiap komponen yang bergesekan mempunyai tingkat kehalusan permukaan yang berbeda-beda, apalagi komponen tersebut adalah suatu produksi massal. Sekalipun komponen itu dibuat sedemikian presisi, tetap memerlukan proses penghalusan dan fitting yang dilakukan secara tidak terburu-buru/instant.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-04.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
Foto di atas memperlihatkan ada 3 Ring (cincin) pada piston.</p>
<p><strong> Ring #1 </strong> adalah <strong>Compression Ring</strong>,.. ring yang menjaga agar tidak ada gas/udara yang lolos ke bawah saat piston melakukan tekanan/kompresi.</p>
<p><strong> Ring #2</strong> juga<strong> Compression Ring</strong>, yang menahan gas/udara yang lolos dari Ring #1 agar tidak lolos ke bawah.</p>
<p><strong> Ring #3</strong> adalah <strong>Oil Control Ring</strong> atau sering disebut Ring Oli / Ring Bilas Oli.. berfungsi membasahi dinding silinder yang bergesekan dengan Ring Piston (#1 dan #2).</p>
<p>Jika proses Masa Inreyen tidak dilalui dengan baik, membuat kerapatan antara Ring Piston dengan Silinder tidak sempurna, sehingga terjadi kebocoran kompresi. Dan mesin tidak bekerja optimal dan efisien untuk masa kedepan.</p>
<p>Sedangkan untuk menyesuaikan toleransi antar komponen tidak diperlukan lagi, karena komponen mesin sekarang dibuat memakai mesin CNC (Computer Numerical Contol) yang presisi dengan kesalahan dalam ukuran beberapa micron.</p>
<h3><strong>Komponen Mesin </strong></h3>
<p>Komponen mesin yang bergerak lainnya seperti Piston, Cam, Crankshaft, dll. juga sama-sama memerlukan proses Break-in. Bahkan dibutuhkan waktu hingga 1000km pertama.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-06.jpg" alt=" " /></p>
<p>Selama masa Inreyen, oli akan menyebar merata ke seluruh komponen bergerak dan membuat lapisan film (tipis) antar komponen tersebut.</p>
<p>Apabila proses pelapisan tersebut tidak optimal akibat selama masa inreyen mesin dipaksakan dengan beban tinggi atau putaran tinggi, akan berakibat cacatnya komponen-komponen bergerak tadi.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-08.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-09.jpg" alt=" " /></p>
<p>Pada foto di atas terlihat guratan akibat gesekan antar komponen yang tidak mendapatkan pelumasan cukup atau tidak adanya lapisan tipis oli.</p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-6.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>.</p>
<h2><strong>Faktor Keselamatan (safety) </strong></h2>
<h3><strong>Kampas Rem dan Disc / Tromol </strong></h3>
<p>Masa Inreyen pada sistem rem, dikenal dengan <strong>bedding </strong>atau <strong>pre-burnish</strong>.</p>
<p>Karena permukaan kampas rem dengan disc atau tromol berbeda tingkat kehalusannya, maka umumnya saat masih baru, pengereman masih kurang efektif. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya permukaan yang saling bergesekan untuk menghentikan kendaraan.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-11.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-12.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Dengan demikian Masa Inreyen diperlukan untuk:</strong></p>
<li>mengoptimalkan gesekan antara pads dengan disc atau kanvas dengan drum, saat proses break-in ini terbentuk alur-alur yang membuatnya lebih pakem daripada saat benar-benar baru.</li>
<li>mengoptimalkan kekerasan kanvas, saat break ini kanvas seolah dimampatkan sehingga kepadatan material gesek lebih optimum</li>
<p>Untuk itu diperlukan proses masa Inreyen (break-in) bagi sistem rem hingga berfungsi optimal dan efektif.</p>
<p>.</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]<br />
.</p>
<h3><strong>Traksi Ban Terhadap Aspal/Jalan </strong></h3>
<p>Berkaitan dengan hal-hal teknis dan perbedaan spesifikasi dan lainnya, membuat ban mempunyai tingkat yang berbeda-beda terhadap potensi traksi terhadap jalan/aspal hingga periode waktu Break-in terlewati. Yaitu perlu waktu sekitar 300km untuk membuat ban mempunyai potensi traksi yang optimal terhadap jalan/ aspal.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-13.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-14.jpg" alt=" " /></p>
<p>Sewaktu melalui jalan basah/licin, ketika melewati genangan air, bisa terjadi fenomena Hydroplaning yang membuat ban kehilangan traksi terhadap aspal/jalan, sehingga kendaraan menjadi hilang kontrol dan kehilangan kemampuan rem untuk menghentikan kendaraan. Kurangi Kecepatan saat melalui jalan yang ada genangan air.</p>
<p><strong>Proses Masa Inreyen diperlukan ban untuk:</strong></p>
<li>membuang carnauba wax yang biasa dipakai sebagai mould release, pada cetakan ban, yang masih menempel pada ban</li>
<li>&#8220;mencukur&#8221; permukaan kontak ban sehingga menjadi kasar dan ban lebih grip/menggigit di aspal/jalan</li>
<h1><strong>KESIMPULAN </strong></h1>
<blockquote>
<h3>Manfaat dari mematuhi Masa Inreyen adalah: Untuk mendapatkan penghematan dan keawetan kendaraan kita di masa mendatang</h3>
</blockquote>
<blockquote>
<h3>Masa Inreyen tidak hanya untuk mesin, tetapi juga faktor keselamatan seperti Ban dan sistem Rem</h3>
</blockquote>
<blockquote>
<h3>Masa Inreyen bagi produsen kendaraan (mobil dan motor) adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh Pemilik/Pengguna Kendaraan</h3>
<p>(Tertulis di buku Panduan Pemakaian seluruh merek Mobil dan Motor apapun)</p></blockquote>
<blockquote>
<h3>Masa Inreyen bagi Pemilik/Pengguna Kendaraan adalah suatu pilihan&#8230;</h3>
</blockquote>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/inrijden/inrijden-18.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Special Thanks:</strong></p>
<li>Artanto Wahyudi untuk tambahan tipsnya.</li>
<li>Untuk sahabat-sahabat di milis AXIC@yahoogroups.com untuk diskusi yang menarik seputar perlu tidaknya inreyen.</li>
<p><strong>sumber referensi:</strong></p>
<p>http://www.stealth316.com/2-breakin.htm</p>
<p>http://www.myturbodiesel.com/1000q/enginebreakin.htm</p>
<p>buku User/Owner Manual BMW, Mercedes, Mitsubishi, Honda, Nissan dan Toyota.</p>
<p>,</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>,
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmasa-inreyen-apaan-sih%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmasa-inreyen-apaan-sih%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/masa-inreyen-apaan-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>45</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Uji Emisi</title>
		<link>http://www.saft7.com/persiapan-uji-emisi/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/persiapan-uji-emisi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 03:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anget-angetan..]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[co]]></category>
		<category><![CDATA[co2]]></category>
		<category><![CDATA[hc]]></category>
		<category><![CDATA[o2]]></category>
		<category><![CDATA[pencemaran udara]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<category><![CDATA[ppm]]></category>
		<category><![CDATA[udara bersih]]></category>
		<category><![CDATA[uji emisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang ramai diberitakan bahwa dalam waktu dekat emisi gas buang akan ditertibkan.melalui razia uji emisi maupun kegiatan lainnya yang disertai sangsi-sangsi. Ancaman sangsi yang disiapkan adalah kurungan denda maksimal Rp 50 juta atau kurungan badan maksimal 6 bulan sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 02/2005 tentang uji emisi kendaraan bermotor, atau juga kurungan maksimal 3]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Seperti yang ramai diberitakan bahwa dalam waktu dekat emisi gas buang akan ditertibkan.melalui razia uji emisi maupun kegiatan lainnya yang disertai sangsi-sangsi. Ancaman sangsi yang disiapkan adalah kurungan denda maksimal Rp 50 juta atau kurungan badan maksimal 6 bulan sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 02/2005 tentang uji emisi kendaraan bermotor, atau juga kurungan maksimal 3 bulan dan denda Rp 2 juta bila mengikuti UU Nomor 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.<br />
<span id="more-654"></span><br />
Agar &#8216;lolos&#8217; dari razia tersebut, mobil harus melengkapi diri dengan <strong>stiker lulus uji emisi</strong> + <strong>buku bukti uji emisi</strong>.</p>
<p>Umumnya mesin mobil dapat diatur setting CO% nya, tetapi banyak mobil keluaran baru yang tidak bisa lagi diatur setting CO% nya karena sudah secara otomatis diatur oleh ECU (Engine Control Unit). Untuk itu kondisi komponen mesin lainnya akan berpengaruh besar pada kualitas pembakaran pada mesin yang berdampak pada emisi gas buang.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>APA YANG AKAN DI UJI?</strong></h1>
<p>Mobil bermesin Bensin dan Diesel akan diperlakukan berbeda dalam uji emisi.<br />
Berikut adalah ambang batas uji emisi.</p>
<h3><strong>MOBIL MESIN BENSIN:</strong></h3>
<p>Untuk mobil berbahan bakar bensin dapat diukur adalah unsur CO, HC, O2, CO2 dan Lambda. (beberapa jenis alat dapat mengukur kadar NOx).<br />
Namun untuk syarat kelulusan uji emisi, yang dilihat hanya unsur CO (karbon monoksida) dan HC (hidrokarbon) saja.</p>
<h3><strong>Mobil Sistem Karburator:</strong></h3>
<blockquote><p><strong>Tahun Produksi sebelum 1985</strong><br />
CO max: 4.0 %<br />
HC max: 1000 ppm.</p>
<p><strong>Tahun Produksi 1986-1995:</strong><br />
CO max: 3.5%<br />
HC max: 800ppm</p>
<p><strong>Tahun Produksi di setelah 1996:</strong><br />
CO max: 3.0%<br />
HC max: 700ppm</p></blockquote>
<h3><strong>Mobil Sistem Injeksi (EFI &#8211; Electronic Fuel Injection):</strong></h3>
<blockquote><p><strong>Tahun Produksi 1986-1995:</strong><br />
CO max: 3.0%<br />
HC max: 600ppm</p>
<p><strong>Tahun Produksi di setelah 1996:</strong><br />
CO max: 2.5%<br />
HC max: 500ppm</p></blockquote>
<h3><strong>MOBIL MESIN DIESEL (SOLAR):</strong></h3>
<p>Untuk mobil bermesin diesel (bahan bakar solar), yang disyaratkan untuk kelulusan uji emisi adalah nilai Opasitas (kepekatan) asap saja.</p>
<blockquote><p><strong>Tahun Produksi sebelum 1985:</strong><br />
Opasitas max: 50%</p>
<p><strong>Tahun Produksi 1986-1996:</strong><br />
Opasitas max: 45%</p>
<p><strong>Tahun Produksi di setelah 1996:</strong><br />
Opasitas max: 40%</p></blockquote>
<p>(Sumber : Pemprov. DKI Jakarta, Februari 2006).</p>
<p>.<br />
[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>APA YANG DIDAPAT SETELAH UJI EMISI?</strong></h1>
<p>Setelah mobil kita dinyatakan lulus / memenuhi ambang batas yang ditentukan, maka kita akan berhak memperoleh sticker dan Buku Keterangan Memenuhi Ambang Batas Emisi.</p>
<p>di dalam buku tersebut, akan terlampir nilai-nilai hasil uji emisi yang harus selalu diperbaharui setiap enam bulan sekali, karena ada disebut tanggal berlaku sticker dan buku tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>Untuk mengetahui apa arti dari masing-masing nilai HC, CO, CO2, O2 pada alat uji emisi, silahkan baca <a href="http://saft7.com/?p=102"><strong>Analisa Sendiri Hasil Uji Emisi</strong></a>.</p>
<p>Dari hasil analisa tersebut, akan bisa terlihat komponen apa saja yang bermasalah/rusak dan perlu diperbaiki/ganti.</p>
<h1><strong>APA YANG DAPAT MENGGAGALKAN KELULUSAN ?</strong></h1>
<p>Komponen mesin yang dapat mempengaruhi hasil uji emisi antara lain:</p>
<li>Filter Udara</li>
<li>Kondisi Busi</li>
<li>Kondisi Kabel Busi</li>
<li>Suhu Mesin yang tidak normal (dingin)</li>
<li>Timing Pengapian yang tidak tepat.</li>
<li>Knalpot Bocor</li>
<li>Saluran Vacuum dan intake yang bocor.</li>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>PERSIAPAN UJI EMISI</strong></h1>
<p>Apa saja yang perlu kita persiapkan sebelum melakukan uji emisi (supaya lulus).</p>
<p>1. <strong>FILTER UDARA</strong>: Pastikan dalam keadaan bersih atau baru. Bersihkan dengan udara bertekanan untuk melepas butiran debu halus pada filter udara. Bisa mampir ke bengkel yang memiliki Air-Compressor.</p>
<p>.<br />
2. <strong>KONDISI BUSI</strong>: Periksa seluruh kondisi busi, warna putih kecoklatan pada keramik kepala busi menandakan mesin dalam kondisi baik. Jika kering kehitaman menandakan pembakaran terlalu gemuk/rich (terlalu banyak bensin ketimbang udara), untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di <a href="http://www.ngk.de/Spark_plug_faces.694.0.html"><strong>sini</strong></a>.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-04.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
3. <strong>KABEL BUSI</strong>: Pastikan tidak ada kabel busi yang retak/sobek. Jika ditemukan sobek, segera ganti baru atau balutkan isolasi setebal mungkin di daerah yang sobek/retak tadi. Retak/Sobeknya kabel busi membuat terjadinya lompatan listrik ke blok mesin/ground di dekatnya. dan membuat percik api pada busi menjadi kecil, sehingga ada kemungkinan terjadi misfire atau bensin tidak terbakar. Ini sangat berpengaruh pada performa mesin, konsumsi BBM dan juga hasil uji emisi.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-05.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
4. <strong>SUHU KERJA MESIN</strong>: Sebelum uji emisi dilakukan, mesin harus dalam kondisi suhu kerja normal. (umumnya jarum temperatur di dashboard menunjuk pada posisi tengah). Untuk mobil yang menggunakan Catalytic Converter, usahakan mobil dibawa berjalan sekurangnya 5 menit sebelum melakukan uji emisi, agar suhu pada Oksigen Sensor dan Catalytic Converter mencapai panas tertentu dan bekerja sebagaimana mestinya.</p>
<p>.<br />
5. <strong>TIMING PENGAPIAN</strong>: Jika mesin dapat diatur timing pengapiannya, usahakan diposisikan di posisi normal, tidak terlalu maju atau terlalu mundur. Banyak mobil yang mesinnya tidak dapat dirubah timing pengapiannya, karena sudah terprogram di ECU (Engine Control Unit).</p>
<p>.<br />
6. <strong>KNALPOT</strong>: Pastikan sepanjang saluran knalpot dari mesin hingga ujung pipa keluar tidak ada kebocoran. Sedikit saja kebocoran, dapat mempengaruhi nilai-nilai hasil uji emisi, khususnya untuk O2 (oksigen) akan menjadi tinggi. Untuk langkah sementara, knalpot bisa ditambal sebelum melakukan uji emisi. <a href="http://saft7.com/?p=188"><strong>Bisa baca ini</strong></a>.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-07.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-08.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-09.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
7. <strong>SALURAN VACUUM/INTAKE</strong>: Periksa selang-selang vacuum dan selang Intake yang seperti belalai, umumnya dari karet/plastik. Sedikit saja kebocoran akan mempengarui nilai hasil uji emisi. Angka HC (Hydrocarbon) dan O2 akan tinggi<br />
. HC adalah nilai yang akan dilihat oleh Kelulusan Uji Emisi. Jika ada kebocoran, ganti atau tambal dengan isolasi yang kuat dan tahan panas.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-06.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
8. <strong>KESIAPAN BENGKEL</strong>: Lihat daftar bengkel di bawah, tentukan bengkel mana yang akan dikunjungi, telepon lah terlebih dahulu, untuk memastikan apakah di bengkel tersebut tersedia sticker dan buku uji emisinya? Sebab banyak bengkel yang belum mempunyai sticker dan buku tersebut. Pastikan Anda memperoleh keduanya. Jika tidak tersedia nomor telepon, tanyakan pada layanan &#8217;108&#8242; Telkom.</p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-10.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
9. <strong>BIAYA</strong>: Umumnya berkisar antara 50ribu hingga 150ribu, tergantung layanan bengkel.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/siapuji/siapuji-11.jpg" alt=" " /></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>.</p>
<h1><strong>BENGKEL UJI EMISI BERSERTIFIKAT di JAKARTA</strong></h1>
<p>Sumber : Situs BPLHD</p>
<h2><strong>JAKARTA PUSAT</strong></h2>
<p>1. AUTO 2000 Jl. Letjend. Suprapto No. 63<br />
2. DHARMA DISTRINDO SARANA SEJATI, PT Jl. Tanah Abang II No. 113<br />
3. KARYA AGUNG ALEXANDER MOTOR, PT Jl. Bungur Besar Raya No. 70<br />
4. AUTO 2000 GARUDA Jl. Garuda No. 84<br />
5. MASS SARANA MOTORAMA, PT (NV MASS) Jl. Jend. Sudirman No. 8<br />
6. PEGASUS Jl. Bungur Besar No. 75<br />
7. RUANG KENCANA KNALPOT, PT (GARUDA) Jl.Garuda No. 74, Kemayoran<br />
8. TOYOTA ASTRA MOTOR, PT Jl. Jend. Sudirman No. 5<br />
9. GRAMEDIA Jl. Palmerah Selatan 22-28<br />
10. PT. CSM CORPOTOTAMA Jl. Hayam Wuruk NO. 6<br />
11. PT. INTI KARYA MEGAH Jl. Pangeran Jayakarta No. 133<br />
12. AUTO SERVICE Jl. Letjend. Suprapto Kav. 17, Cempaka Putih<br />
13. PT. JAVA MOTORS Jl. Kramat Raya 17<br />
14. PT. SUN MOTOR BUANA TRADA (SUZUKI) Jl. Letjend. Suprapto M78<br />
15. PT. WONO JAYA MAKMUR (GARUDA JAYA MOTOR) Jl. Garuda No. 28, Kemayoran<br />
16. TRAC JAKARTA (PT. SERASI AUTO RAYA) Jl. Jend. Sudirman Kav. 5<br />
17. METRO TIGA BERLIAN MOTORS, PT Jl. Jend. Ahmad Yani No. 80<br />
18.  ATRIUM SERVICE POINT Jl. Senen Raya No. 135<br />
19. FONTANA INDAH MOTOR Jl. Gunung Sahari XI No. 21<br />
20. NAWILIS Jl. Tanah Abang I/12A<br />
21. NAWILIS Jl. Tanah Abang I No. 17<br />
22. PRABU MOTOR Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 50-52<br />
23. AUTO 2000 SALEMBA Jl. Salemba Raya No. 67</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ld-emisi/ld-emisi10.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h2><strong>JAKARTA UTARA </strong></h2>
<p>1. PT. TUNAS MOBILINDO PERKASA (TUNAS DAIHATSU) Jl. Bandengan Utara No. 40-40A<br />
2. DWI ARGA MOTOR Jl. Plumpang Semper No. 16<br />
3. NELINDO SURYA ABADI Jl. Danau Agung 2 No. 29-30<br />
4. NATIONAL MOTORS Co, PT Jl. Danau Sunter Selatan Blok O III/No. 55-56<br />
5. ADHIJAYATAMA MOBILINDO (ASTRIDO TOYOTA), PT Jl. Yos Sudarso No. 19<br />
6. AUDI CENTER Jl. Pantai Indah Selatan I ST. A<br />
7. SRIKANDI SUNTER Jl. Danau Sunter Utara Blok B No. 14<br />
8. BUANA INDOMOBIL TRADA, PT Jl. Danau Sunter Selatan Blok O/3 No. 49-50<br />
9. INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) Jl. Danau Sunter Barat Blok III/No.40 Sunter<br />
10. INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) Jl. Boulevared Barat Blok XC-8 No. 1-2, K. Gading<br />
11. INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) Jl. Pantai Indah Kpk Selatan 1 ST/A<br />
12. JUDA TERUNA, PT Jl. Bandengan Selatan No. 82<br />
13. ASTRA INTERNATIONAL TBK, PT (BPPA DAIHATSU) Jl. Laksda Yos Sudarso Kav. 24- Sunter II<br />
14. ASTRA ISUZU, PT (SUNTER) Jl. Yos Sudarso No. 30, Sunter<br />
15. AUTO 2000 YOS SUDARSO Jl. Laks. Yos Sudarso Kav. A1-8<br />
16. BUANA INDOMOBIL TRADA, PT Jl. Pantai Indah Selatan I ST/A, Pantai Indah Kapuk<br />
17. CIPTA PRIMA AUTORAYA, PT Jl. Boulevard Raya Barat Blok LC 7 No. 43-45<br />
18. DIPO MOTOR, PT Jl. Pluit Selatan No. 1C<br />
19. GADING PRIMA AUTOLAND, PT (HONDA AUTOLAND) Jl. Raya Boulevard Barat Blok XB 1-2<br />
20. HONDA SUNTER Jl. Danau Sunter Barat Blok A1 No. 7<br />
21. HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT (PLUIT) Jl. Raya Pluit Selatan Blok 1 No. 8<br />
22. KIAN MANDIRI MOTOR Jl. Hibrida Raya Ra3 No. 28 Pintu III<br />
23. PANCA JULANG JAYA PT (KELAPA GADING) Jl. Pegangsaan Dua No. 16, Kelapa Gading<br />
24. WOLFSBURG AUTO INDONESIA, PT Jl. Raya Pluit Selatan No. 8A<br />
25. BPPA PLUIT Jl. Raya Pluit Selatan No. 4<br />
26. IVAN MOTOR Jl. Danau Sunter Utara Blok C II No. 1-2<br />
27. PT ARMADA AUTO GRAHA Jl. Raya Pegangsaan Dua Km. 3,5, Kelapa Gading<br />
28. PT. ASTRA INTERNASIONAL Tbk &#8211; NISSAN DIESEL Jl. Danau Sunter Selatan Blok O/5 Sunter II<br />
29. PT. ASTRA INTERNATIONAL &#8211; BMW Jl. Gaya Motor Selatan No. 1 Sunter II<br />
30. PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (AUTO 2000 PLUIT) Jl. Raya Pluit Selatan No. 6<br />
31. PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (PEUGEOT SUNTER) Jl. Yos Sudarso Kav. 24,<br />
Sunter II<br />
32. PT. CENDRAWASIH PERTIWIJAYA Jl. Pegangsaan Dua Km. 4,4 No. 234<br />
33. PT. KIA MOBIL INDONESIA (KIA SUNTER GARDEN) Jl. Sunter Garden Blok D8 No. 1 Sunter<br />
34. PT. PERROS MOBILINDO Jl. Kampung Bandan No. 3-6, Ancol</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ld-emisi/ld-emisi11.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h2><strong>JAKARTA TIMUR </strong></h2>
<p>1. BEN AGUNG MOTOR Jl. Dewi Sartika No. 298 A, Cawang II<br />
2. BERINGIN MOTOR SERVICE STATION Jl. Pramuka 137<br />
3. BUANA INDOMOBIL TRADA, PT Jl. Raya Bekasi Km. 19 Pulogadung<br />
4. AUTO 2000 KRAMAT JATI Jl. Raya Bogor Km. 21 Kramat Jati<br />
5. AUTONUSA BININDO CITRA Jl. Pahlawan Revolusi No. 09, Klender<br />
6. BATAVIA BINTANG BERLIAN, PT Jl. Raya Bekasi Km. 19 No. 20, Pulo Gadung<br />
7. BERLIAN PRIMA MOBILINDO, PT Jl. Tarum Barat Raya No. 50 Kali Malang<br />
8. BUANA INDOMOBIL TRADA, PT Jl. Dewi Sartika No. 173, Cawang<br />
9. LBUM MATRAMAN Jl. Matraman Raya No. 71-73<br />
10. RAPERIND MOTOR 1 Jl. Raya Kalimalang, Komp. Billy &amp; Mood Blok Q/2D<br />
11. RAPERIND MOTOR 4 Jl. Raden Inten II No. 9, Buaran<br />
12. SRIKANDI SUNTER Jl. Raya Bekasi Km. 25, Ujung Menteng, Cakung<br />
13.  SUMBER BARU SENTRAL MOBIL, PT Jl. Raya Kalimalang Blok M1 No. 3A, Pdk Kelapa<br />
14. AFJ MOTORSPORT Jl. Basuki Rahmat No. 148, Duren Sawit<br />
15. HIERO (PT HARMEIR INTI ELOK REPARASI OTO) Jl. Pahlawan Revolusi No. 6, Pondok Bambu<br />
16. INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) Jl. Halim Perdanakusuma Kav. 1, Kebon Pala<br />
17. INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) Jl. Raden Inten II Kav. 8 No. 18<br />
18. SANDJUNGAN TRADING COY Jl. Dewi Sartika No. 295<br />
19. TRI JAYA BAN Jl. Otto Iskandardinata No. 83, Kamp. Melayu<br />
20. ARIGA MIRA Jl. Otista Raya No. 60A<br />
21. ASTRA ISUZU, PT (PRAMUKA) Jl. Raya Pramuka<br />
22. AUTO 2000 PRAMUKA Jl. Pramuka Raya No. 146<br />
23. BLU BIRD, PT Jl. Raya Pondok Gede No. 17A, Kramatjati<br />
24. HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT Jl. Raya Kalimalang, Billy &amp; Moon Blok M1/1A<br />
25. JAFA PENDAWA SELARAS, PT (AUTO MAINTENANCE) Jl. Raya Bekasi Timur Kav. 50, Klender<br />
26. WANGSA INDRA PERMANA, PT Jl. MT Haryono Kav. 11<br />
27. AUTO PIT Jl. Kalimalang Blok E-3A Kav. Billy Moon<br />
28. DIPO SERVICE Jl. Jend. A. Yani Kav. 87<br />
29. HIBAINDO ARMADA MOTOR Jl. Raya Bekasi Timur Km. 17, Klender<br />
30. MELISSA Jl. Pemuda Kav. 15, Rawamangun<br />
31. MULTI MAJU MOTOR Jl. Raya Pondok Kelapa No. 47<br />
32. PINAGAR MOTOR Jl. H. Miran No. 57 RT 01/11, Malaka Raya<br />
33. PT. ARMADA PERKASA MOBILINDO Jl. Jatinegara Barat No. 134<br />
34. PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (AUTO 2000) Jl. Raya Tarum Barat No. 45<br />
35. PT. FORTUNA MUDA LAGA (FORMULA BAN) Jl. Pramuka No. 66<br />
36. PT. MEGATAMA MANDIRI (HONDA MEGATAMA) Jl. Raya Kalimalang No. 18, Duren Sawit<br />
37. PT. MITRA GUNA SEJARI LESTARI (MULTI VARIASI) Jl. Jatinegara Barat Raya No. 137<br />
38. PT. TUNAS MOBILINDO PERKASA (TUNAS DAIHATSU) Jl. Matraman Raya No. 103 &#8211; 105<br />
39. PT. TUNAS RIDEAN Tbk. (TUNAS TOYOTA CAWANG) Jl. Dewi Sartika No. 145, Cawang<br />
40. PT. TUNAS RIDEAN Tbk. (TUNAS TOYOTA) Jl. Jatinegara Timur No. 51, Jatinegara<br />
41. SUZUKI HASTAUTO Jl. Radar Auri No. 3, Cibubur<br />
42. TRISAPTA MOTOR SERVICE Jl. A. Yani No. 99<br />
43. YANTO MOTOR Jl. Kejaksaan No.1, Pondok Bambu</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ld-emisi/ld-emisi12.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h2><strong>JAKARTA SELATAN </strong></h2>
<p>1. LESTARI BAN Jl. Panglima Polim Raya No. 62<br />
2. BUANA SAKTI ANEKA MOTOR, PT Jl. Raya Warung Buncit NO. 109<br />
3. HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT Jl. Sultan Iskandar Muda No. 81<br />
4. ANDALA BAN Jl. Radio Dalam Raya F-1<br />
5. ASTRA ISUZU Jl. Buncit Raya No. 9<br />
6. ASTRIDO TOYOTA PONDOK INDAH Jl. Sultan Iskandar Muda No. 1A<br />
7. AUTO CIPTA KARYA, PT Jl. Sultan Iskandar Muda No. 1B<br />
8. BPPI ISUZU Jl. Kebayoran Lama No. 57<br />
9. BUANA INDOMOBIL TRADA, PT Jl. Kartika Utama Kav. V TA, Arteri Pdk Indah<br />
10. GALLERIA FERRARI &#8211; MASERATI Jl. TB. Simatupang No. 19<br />
11. MTB SAHARJO Jl. Dr. Sahardjo NO. 321, Tebet<br />
12. NAWILIS Jl. Radio Dalam 3A-3B<br />
13. SUN STAR MOTOR Jl. RS. Fatmawati No. 58-60<br />
14. ADIRA MOBIL (PT. ADIRA DINAMIKA MOBILINDO) Jl. Raya Pasar Minggu No. 8<br />
15. AUTO 2000 SAHARJO Jl. Dr. Sahardjo No. 246A<br />
16. AUTO 2000 TEBET SUPOMO Jl. Supomo No. 36<br />
17. TIRTA AGUNG BAN, CV Jl. Raya Pasar Minggu No. 16<br />
18. HONDA MUGEN (PT. MITRAUSAHA GENTANIAGA) Jl. Raya Pasar Minggu No. 10<br />
19. LESTARI MOTOR Jl. RC. Veteran No. 9, Bintaro<br />
20. HANGTUAH JAYA SS, PT Jl. RS. Fatmawati No. 33<br />
21. INDOMOBIL TRADA NASIONAL, PT (NISSAN) Jl. Kartika Utama Kav. 1, Pondok Indah<br />
22. ISTANA KEBAYORAN RAYA MOTOR I, PT Jl. RS. Fatmawati No. 21, Kebayoran Baru<br />
23. ISTANA KEBAYORAN RAYA MOTOR II, PT Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. 8<br />
24. KARYA AGUNG ALEXANDER MOTOR, PT (BINTARO) Jl. RC. Veteran No. 32, Bintaro<br />
25. KARYA AGUNG ALEXANDER MOTOR, PT (TEBET) Jl. Dr. Saharjo No. 169-171<br />
26. ANUGRAH MOBIL UTAMA, PT Jl. Warung Jati Barat No. 203<br />
27. ASTRA INTERNATIONAL Tbk, PT (ISUZU FATMAWATI) Jl. RS. Fatmawati No. 159, Cilandak<br />
28. ASTRA INTERNATIONAL, PT (AUTO 2000) Jl. Radio Dalam 124 A-B<br />
29. ASTRIDO JAYA MOBILINDO, PT Jl. RS. Fatmawati No. 1<br />
30. UTO 2000 CILEDUG VSP Jl. Ciledug Raya No. 16<br />
31. AUTO DAYA KEISINDO, PT (HONDA TENDEAN) Jl. Kapten Tendean No. 8<br />
32. CAHYA PRIMA PERSADA, PT Jl. Mampang Prapatan No. 20<br />
33. CAKRAWALA AUTOMOTIF RABHASA, PT Jl. Denpasar Raya Blok D2 Kav. 12, Kuningan<br />
34. DIAN MANDIRI INTERAUTO, PT (HYUNDAI INTERAUTO) Jl. Radio Dalam Raya No. 24<br />
35. HERIROMADIALI, PT (PERFORMANCE) Jl. H. Nawi Raya No. 29, Gandaria Selatan<br />
36. HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT (TB SIMATUPANG) Jl. TB. Simatupang No. 60<br />
37. HYUNDAI MOBIL INDONESIA, PT (TEBET) Jl. Dr. Supomo No. 30, Tebet<br />
38. PANCA JULANG MOTOR, PT (PASAR MINGGU) Jl. Raya Pasar Minggu Km. 18 Km No. 72A<br />
39. PERKASA MOTOR Jl. RC. Veteran Bintaro, Blkg Pompa Bensin<br />
40. PUSAKA MOTOR Jl. Raya Pasar Minggu No. 35<br />
41. RAMAI PESONA MOTOR, PT (R?SONA MOTOR) Jl. Kapten Tendean No. 10<br />
42. BENGKEL MOTOR (AVANTECH PRESTIGE MOTOR) Jl.Radio Dalam Raya No. 5-7<br />
43. BUMI PERKASA Jl. Cipete Raya No. 36 RT 009/006, Cilandak<br />
44. EAGLE TOBS Jl. Ciputat Raya No. 100A, Keb Lama Selatan<br />
45. OSCAR MOTOR Jl. Bek. Murad 73A (Dr. Satrio)<br />
46. PD. PILIHAN SARI Jl. Dr.Saharjo NO. 2B, Menteng Dalam<br />
47. PD. RAJAWALI (RADIO DALAM) Jl. Radio Dalam Raya No. 34<br />
48. PT.ASTRA INTERNATIONAL Tbk (AUTO 2000) Jl. TB. Simatupang, Lebak Bulus Cilandak<br />
49. PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (BMW CILANDAK) Jl. RA. Kartini Kav. 203, Cilandak<br />
50. PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (PEUGEOT) Jl. RA. Kartini Kav. 203, Cilandak<br />
51. PT. BIG BIRD Jl. Ciputat Raya No. 123, Kebayoran Lama<br />
52. PT. CITRA ASRI BUANA  Jl. Raya Kebayoran Lama No. 2<br />
53. PT. EUROKARS CHRISDECO UTAMA (PORSCHE) Jl. Sultan Iskandar Muda No. 51<br />
54. PT. GOLDEN BIRD METRO Jl. Mampang Prapatan Raya No. 60<br />
55. PT. HIDUP BARU RAYA (STAR SERVICE) Jl. Hidup Baru Raya No. 68A, Radio Dalam<br />
56 PT. KIA MOBIL INDONESIA (KIA TEBET) Jl. Dr. Sahardjo No. 315, Tebet<br />
57. PT. PANCARAN ANEKA MOTOR Jl. Ciputat Raya No. 28/30-A, Ciputat<br />
58. PT. PERMATA HIJAU AUTOMEGAH (HONDA) Jl. Raya Kebayoran Lama No. 40<br />
59. PT. RADITA AUTO PRIMA Jl. Raya Pasar Minggu No. 7, Pancoran<br />
60. PT. SAHINDO (BTC TIRE CENTER) Jl. Sultan Iskandar Muda No. 8, Arteri Pondok Indah<br />
61. PT. SARTIKA SUKSES BERSAMA Jl. RC. Veteran Raya No. 42E, Bintaro<br />
62. PT. SIGMA PRIMA MOBILINDO Jl. Gatot Subroto No. 150<br />
63. PT. SIMPRUG MOBIL Jl. Arteri Pondok Indah Kav. 1 Simatupang<br />
64. PT. SRIKANDI DIAMOND MOTORS Jl. Mampang Prapatan Raya No. 21-23<br />
65. PT. SUMBER BARU ANEKA MOBIL Jl. RS. Fatmawati No. 123, Cilandak<br />
66. PT. TUNAS MOBILINDO PARAMA (TEBET) Jl. Prof. Dr. Soepomo SH, No. 174, Tebet<br />
67. PT. TUNAS MOBILINDO PERKASA (TUNAS DAIHATSU) Jl. Prof. Dr. Soepomo No. 31<br />
68. PT. TUNAS MOBILINDO PERKASA (TUNAS PEUGEOT) Jl. Dr. Saharjo NO. 319<br />
69. PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA BINTARO) Jl. RC. Vetaran 24, Bintaro<br />
70. PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA MAMPANG) Jl. Mampang Prapatan XI 83-85<br />
71. PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA PS. MINGGU) Jl. Raya Pasar Minggu No. 7<br />
72. PT. ZONA PUTRA MANDIRI (ZONA AUTO CLINIC) Jl. Kapten Tendean No. 20C,<br />
Mamp. Prapatan<br />
73. RAJAWALI (LEBAK BULUS) Jl. Karang Tngh Raya No.9, Cinere, Lb. Bulus</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ld-emisi/ld-emisi13.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h2><strong>JAKARTA BARAT </strong></h2>
<p>1. DELTA AUTO Jl. Mangga Besar VIII No. 12 AC<br />
2. ADITYA SRIJAYA MOBIL, PT Jl. Meruya Ilir Raya No. 19<br />
3. AKASTRA TOYOTA Jl. Raya Kebayoran Lama No. 26 Paal VII<br />
4. AUTO 2000 (TOYOTA) Jl. Daan Mogot Kav. 146-147<br />
5. BUMEN REDJA ABADI Jl. Prof. Dr. Latumeten No. 5, Jemb. Tiga<br />
6. INDOMOBIL PRIMA TRADA Jl. Daan Mogot No. 116<br />
7. LBUM JEMBATAN LIMA Jl. KH. Moh. Mansyur No. 48-52<br />
8. LBUM KEBONJERUK Jl. Panjang No. 8, Kebon Jeruk<br />
9. RAHARDJA EKALANCAR, PT Jl. Sukarjo Wiryopranoto No. 49-51<br />
10. CALTEX XPRESS LUBE (PT. BIFERGINDO SARI MURNI) Jl. ArjunaUtara No. 87, Kebon Jeruk<br />
11. CITRA NUSA WAHANA, PT Jl. Arjuna Kav. 89<br />
12. FAMILY SERVISINDO Jl. Arteri Kedoya No. 16, Kedoya Selatan<br />
13. BUANAMOBIL SENTRAL TRADA, PT Jl. Arjuna 131 (Arteri Utara Tol Tomang-Merak)<br />
14. RESTU MAHKOTA KARYA, PT Jl. Panjang No. 12, Kebon Jeruk<br />
15. ADHIPRIMA UTAMA MOBILINDO SERVICE, PT Jl. Perjuangan Raya No. 22, Kebon Jeruk<br />
16. ARWANA, CV Jl. Gedong Panjang No. 37<br />
17. ASTRA ISUZU, PT (DAAN MOGOT) Jl. Daan Mogot Km. 13,9<br />
18. ASTRIDO DAIHATSU DAAN MOGOT Jl. Daan Mogot No. 234<br />
19. ASTRIDO TOYOTA KEBON JERUK Jl. Perjuangan No. 33A<br />
20. AUTO 2000 JAYAKARTA Jl. Pangeran Jayakarta No. 9-11<br />
21. BINTANG BIJAKSANA, PT Jl. Raya Kebayoran Lama Pal VII No. 2<br />
22. EUROKARS CHRISDECO UTAMA, PT Jl. Panjang No. 6, Kebon Jeruk<br />
23. GBT LARAS IMBANG Jl. Meruya Ilir 43, Srengseng<br />
24. HARTONO RAYA MOTOR, PT Jl. Daan Mogot Km. 1 No. 299<br />
25. PUSAKA NURI UTAMA, PT Jl. Raya Bojong Indah No. 64, Kel. Rawa Buaya<br />
26. RAHARDJA EKALANCAR, PT Jl. Daan Mogot Km. 1, No. 24<br />
27. SETIAKAWAN PAHALA MOTOR, PT Jl. Pluit Raya Selatan No.6<br />
28. SUN HYUNDAI MOTOR, PT Jl. Panjang No. 1, kebon Jeruk<br />
29. SHUNG SERVICE Jl. Duri TSS No. 54, Jembatan Lima<br />
30. CV. PUTRA WIJAYA MOTOR Jl. Daan Mogot Km. 14 No. 35<br />
31. PT. ASTRA INTERNATIONAL Tbk (AUTO 2000) Jl. Lingkar Luar Barat<br />
32. PT. ISTANA KEBUN JERUK (HONDA KEBUN JERUK) Jl. Panjang 200, Kebon Jeruk<br />
33. PT. ISTANA KEMAKMURAN MOTOR Jl. Daan Mogot No.6<br />
34. PT. KARYA AGUNG ALEXANDER MOTOR Jl. Meruya Ilir No. 43<br />
35. PT. MITRA MATRA MOBILINDO (ASTRIDO TOYOTA) Jl. Bandengan Utara No. 41A<br />
36. PT. REZA JAYA MOTOR Jl. Pahlawan No. 81<br />
37. PT. TUNAS MOBILINDO PARAMA (TOMANG) Jl. Tomang Raya No. 19<br />
38. PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA) Jl. Raya Kebayoran Lama No. 38<br />
39. PT. TUNAS RIDEAN Tbk, (TUNAS TOYOTA) Jl. Latumenten No. 50 (Sentra Latumenten Blok Aa31)</p>
<p>.</p>
<p>Sumber Referensi:<br />
<a href="http://www.panther-mania.or.id/forum/viewtopic.php?t=129">Forum Panther Mania</a><br />
<a href="http://www.beritajakarta.com">Berita Jakarta</a><br />
<a href="http://bplhd.jakarta.go.id/">Situs BPLHD</a></p>
<p>.<br />
[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fpersiapan-uji-emisi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fpersiapan-uji-emisi%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/persiapan-uji-emisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Backfire.. apaan sih?</title>
		<link>http://www.saft7.com/backfire-apaan-sih/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/backfire-apaan-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 08:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[backfire]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[efi]]></category>
		<category><![CDATA[ganti busi]]></category>
		<category><![CDATA[injeksi]]></category>
		<category><![CDATA[nembak-nembak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Mesin nembak-nembak&#8230; mungkin kita pernah mendengar dari mesin mobil atau motor kendaraan lain atau mungkin kita mengalami sendiri pada mesin mobil / motor kita. &#8220;Nembak-nembak&#8221; tadi di dunia otomotif disebut dengan istilah Backfire. Backfire terjadi saat mesin bekerja. Bisa terjadi di Intake (jalur masuk udara dan bensin) dan juga di Exhaust (jalur gas buang /]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/backfire/backfire-0.jpg" alt=" " /></p>
<p>Mesin nembak-nembak&#8230; mungkin kita pernah mendengar dari mesin mobil atau motor kendaraan lain atau mungkin kita mengalami sendiri pada mesin mobil / motor kita.<br />
<span id="more-638"></span><br />
&#8220;Nembak-nembak&#8221; tadi di dunia otomotif disebut dengan istilah <strong>Backfire</strong>. Backfire terjadi saat mesin bekerja. Bisa terjadi di Intake (jalur masuk udara dan bensin) dan juga di Exhaust (jalur gas buang / knalpot).</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>Saat ini sudah jarang terjadinya Backfire, dikarenakan umumnya sudah berteknologi injeksi (Electronic Fuel Injection). Sistem EFI memperkecil terjadinya backfire, karena didukung oleh manajemen pengapian dan supply bensin yang baik hingga kontrol emisi yang saling berkaitan.<br />
Tetapi, bukan tidak mungkin untuk tetap terjadinya backfire pada mesin injeksi.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/backfire/backfire-7.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Intake-Backfire</strong></h1>
<p>Ledakan yang terjadi di intake umumnya terjadi akibat campuran bahan bakar dan udara yang tidak sempurna karena terlalu &#8216;kurus&#8217; / Lean / miskin. Yaitu kandungan bensin terlalu sedikit berbanding kandungan udara. (idealnya adalah 14.7 butir udara berbanding 1 butir bensin). Karena terlalu sedikitnya bensin dalam campuran yang masuk ke ruang bakar, membuat campuran tersebut sangat lambat, bahkan tidak bisa terbakar oleh percikan busi. </p>
<p>Akibatnya, saat valve (klep) exhaust membuka untuk proses pembuangan,..  panasnya membakar bensin yang tidak bisa / lambat terbakar tadi, ketika panas itu mulai membakar bensin tadi, secara bersamaan valve intake membuka untuk proses hisap menyalurkan campuran bensin+udara baru, hasilnya terjadilah ledakan yang apinya bisa menyulut menyebar sampai ke filter udara dalam sekejap.<br />
Pada kondisi ini, sebenarnya ledakan terjadi juga bersamaan di intake dan exhaust.</p>
<p>Intake-backfire juga bisa terjadi akibat timing pengapian yang terlalu maju. Jadi saat Valve Intake membuka untuk men-supply campuran bensin dan udara, sebelum Valve tersebut menutup.. busi sudah memercikkan api.. </p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>Akibatnya, ledakan terjadi tidak di ruang bakar saja, melainkan juga menyebar masuk ke intake manifold hingga ke filter udara.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/backfire/backfire-5.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Exhaust-Backfire</strong></h1>
<p>Yaitu terjadinya ledakan pada jalur keluar / gas buang. Dalam hal ini akan terdengar melalui knalpot. Kalau knalpotnya mempunyai daya redam yang baik, bunyi yang keluar tidak terdengar keras.</p>
<p>Exhaust-backfire terjadi akibat bensin yang tidak terbakar di ruang bakar, baru terbakar setelah dibuang ke exhaust manifold (jalur knalpot) yang sangat panas. Ledakan di luar ruang bakar ini menghasilkan bunyi yang keras.</p>
<p>Exhaust-backfire biasanya diakibatkan oleh timing pengapian yang salah atau terlambat, sehingga bensin+udara belum sempat dibakar, sudah dibuang ke exhaust yang sangat panas sehingga ledakan terjadi di knalpot.</p>
<p>Exhaust-backfire juga bisa disebabkan karena campuran bensin+udara yang tidak baik, sehingga susah bahkan tidak bisa terbakar oleh percikan busi.</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/backfire/backfire-6.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>AKIBAT BACKFIRE</strong></h1>
<li>Kehilangan Tenaga Mesin: setiap ledakan yang terjadi di ruang bakar menghasilkan tenaga untuk poros mesin berputar. jika ledakan tidak terjadi di ruang bakar, maka mesin kehilangan tenaga putarnya.</li>
<li>Boros BBM: setiap butir Bahan Bakar, diharapkan dapat menjadi tenaga untuk memputar poros mesin.</li>
<li>Komponen Mesin Rusak: Selang / Hose Intake bisa sobek atau pecah, Knalpot bocor, Filter udara sobek/hancur, dll.</li>
<h1><strong>BACKFIRE DI DUNIA BALAP</strong></h1>
<p>Pernahkah memperhatikan mobil balap saat memasuki tikungan tajam atau memperlambat kecepatan, terdengar suara ledakan-ledakan (backfire)&#8230;<br />
Hal tersebut sering terjadi akibat campuran bensin+udara yang &#8216;rich&#8217;, sehingga banyak bensin yang belum sempat terbakar, terbuang ke Exhaust Manifold saat pedal gas dilepas (throttle closed) tiba-tiba.<br />
Fenomena backfire dalam dunia balap dan drag-race membuat kesan &#8220;cool&#8221;.<br />
Lebih seru lagi, hingga dipasang Flame Thrower pada knalpot yang menyemburkan kobaran api&#8230; Wow..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/backfire/backfire-8.jpg" alt=" " /></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>PENYEBAB BACKFIRE:</strong></h1>
<li>Tekanan bensin rendah: bisa disebabkan oleh filter bensin kotor/mampet, pompa bensin bermasalah, fuel injector kotor/mampet, Fuel Pressure Regulator bermasalah, selang vacuum Fuel Pressure Regulator rusak/sobek.</li>
<li>Salah urutan pemasangan kabel busi</li>
<li>Penggunaan busi yang tidak tepat / busi mati.</li>
<li>Timing pengapian yang tidak tepat.</li>
<li>Valve Intake bermasalah (nyangkut, bocor)</li>
<h1><strong>Pusing Mengalami backfire..</strong></h1>
<p>Terjadi juga di mobilku sesaat sebelum libur lebaran  2009 yang lalu..<br />
Mesin bekerja agak kasar, sedikit bergetar,.. Saat mesin sudah mencapai suhu kerjanya.. saat dibawa jalan,.. mesin tertahan di putaran 2500rpm, ketika pedal gas di injak lebih dalam, terdengar letupan di ruang mesin dan di knalpot bersamaan.<br />
Mencoba konsultasi dengan teman-teman yang mengerti mesin, hampir semuanya mengatakan ada masalah dengan pengapian atau timing pengapian.</p>
<p>Kebetulan kabel busi ternyata ada yang sobek, namun setelah dicoba diperbaiki, tetap saja terjadi backfire, dan mesin tidak bertenaga.<br />
Mencoba ganti Ignition Coil,..  sama saja.<br />
Mencoba stel klep + ganti oli mesin&#8230; sama saja.<br />
Cek Kompresi mesin&#8230; bagus semua.</p>
<p><strong>Duh apa dong ya?..</strong></p>
<p>Coba untuk ganti busi lagi..</p>
<p>Baru berjalan sekitar 2 kilometer,.. ketika busi dibuka, ternyata busi nomor 1,2 dan 3 berwarna hitam.. sementara busi nomor 4,5 dan 6 masih putih bersih (pembakaran sempurna).</p>
<p>Waah.. busi hitam tersebut tanda bensin tidak terbakar dengan baik&#8230; tentunya bisa karena semprotan Fuel Injector yang tidak sempurna.</p>
<p>Besoknya saya coba bersihkan Fuel Injector di bengkel yang punya mesin Ultrasonic Fuel Injector Cleaner&#8230;</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/backfire/backfire-1.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/backfire/backfire-2.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Benar saja..</strong><br />
saat Fuel Injector di test,.. ternyata injector nomor 1,2 dan 3 hanya mampu menyemprotkan bensin setengah dari injector lainnya.<br />
Ini yang membuat campuran bensin+udara menjadi sangat LEAN (kurus), sehingga bensin tidak terbakar, dan baru terbakar di Exhaust Manifold yang menyebabkan backfire.</p>
<p>Setelah fuel injector bersih kemudian dipasang kembali di mobil (tidak lupa mengganti O-Ring Injector dengan yang baru). </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/backfire/backfire-3.jpg" alt=" " /></p>
<p>Hasilnya&#8230;. mesin kembali halus dan sangat bertenaga saat dibawa jalan.<br />
Usia Fuel Injector pada mesin saya masih bisa dikatakan baru, sekitar 9 bulan yang lalu seluruhnya diganti baru. Namun kotoran pada tangki bensin yang lolos dari saringan filter bensin membuat fuel  injector mampet.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/backfire/backfire-4.jpg" alt=" " /></p>
<p>Selesai itu semua, saya segera setel CO (uji emisi) agar pembakaran bbm lebih sempurna lagi, dan mobil benar2 sehat.<br />
Jadi deh mudik lebaran dengan mobil sehat&#8230;.  maknyusss&#8230;</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbackfire-apaan-sih%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbackfire-apaan-sih%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/backfire-apaan-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Accu</title>
		<link>http://www.saft7.com/memilih-accu/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/memilih-accu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:22:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[accu]]></category>
		<category><![CDATA[accu basah]]></category>
		<category><![CDATA[accu calcium]]></category>
		<category><![CDATA[accu kering]]></category>
		<category><![CDATA[accu MF]]></category>
		<category><![CDATA[cell accu]]></category>
		<category><![CDATA[memilih accu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=601</guid>
		<description><![CDATA[Kadang kita dibingungkan oleh pilihan tipe / model accu untuk kendaraan kita saat accu perlu diganti yang baru. Ada beberapa macam tipe/model, seperti Accu Basah, Accu MF, Accu Kering, Accu Calcium, dsb. Melalui artikel ini, saya akan mencoba menjelaskan satu persatu sehingga kita dapat memilih accu yang sesuai / diinginkan. . [ www.saft7.com - automotive]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihaccu/pilihaccu-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Kadang kita dibingungkan oleh pilihan tipe / model accu untuk kendaraan kita saat accu perlu diganti yang baru. Ada beberapa macam tipe/model, seperti Accu Basah, Accu MF, Accu Kering, Accu Calcium, dsb. Melalui artikel ini, saya akan mencoba menjelaskan satu persatu sehingga kita dapat memilih accu yang sesuai / diinginkan.<br />
<span id="more-601"></span><br />
.<br />
[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>ACCU BASAH (Antimonial Battery)</strong></h1>
<p>Adalah accu yang paling banyak digunakan pada kendaraan hingga saat ini. Accu ini berisi air accu (cairan asam belerang / sulfuric acid). Pada accu basah, terdapat lubang dengan tutup yang dapat dibuka-tutup untuk menambah air accu. Air accu dapat berkurang saat accu digunakan. Hal ini terjadi karena reaksi kimia di dalam accu antara air accu dengan sel accu.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihaccu/pilihaccu-01.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Keuntungan menggunakan Accu Basah: </strong></p>
<li>Dapat menggunakan &#8216;vitamin accu&#8217; berupa tablet yang dijual di toko asesoris atau <a href="http://saft7.com/?p=280" target="_blank">larutan EDTA</a>, untuk memperpanjang usia pakai accu tersebut.</li>
<li>Harga relatif lebih murah dibandingkan jenis accu yang lain.</li>
<p><strong>Kekurangan Accu Basah: </strong></p>
<li>Wajib memeriksa ketinggian air accu secara berkala, jika air accu berada di bawah level LOW, dapat merusak sel accu.</li>
<li>Memiliki tingkat Self-Discharge paling besar (0.8-1.0% volume/day)</li>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>ACCU HYBRID (Hybrid Battery)</strong></h1>
<p>Accu Hybrid, hampir sama dengan Accu Basah. Perbedaannya terletak pada material pada komponen sel/lempengan grid. Accu Hybrid menggunakan Low-Antimonial pada lempengan grid (+) dan Calcium pada lempengan grid (-).</p>
<p><strong>Keuntungan Accu Hybrid:</strong></p>
<li>Relatif lebih baik dengan Accu Basah (Antimonial Battery).</li>
<p><strong>Kekurangan Accu Hybrid</strong></p>
<li>Memiliki tingkat Self-Discharge yang besar (0.5-0.6% volume/day)</li>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]<br />
.</p>
<h1><strong>ACCU KALSIUM (Calcium Battery)</strong></h1>
<p>Adalah accu yang menggunakan Calcium pada lempengan grid (+) dan (-).</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihaccu/pilihaccu-03.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Keuntungan Accu Kalsium:</strong></p>
<li>Mempunyai performance yang baik dibanding accu Antimonial dan Hybrid di atas.</li>
<li>Mempunyai daya tahan / usia pakai yang baik. (tahan lama).</li>
<li>Tingkat Self-Discharge paling kecil (0.1-0.2% (volume/day)</li>
<p><strong>Kekurangan Accu Kalsium:</strong></p>
<li>Relatif lebih mahal</li>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>ACCU MAINTENANCE FREE (MF)</strong></h1>
<p>yang dimaksud dengan Accu MF, adalah suatu produk accu yang menggunakan desain khusus sehingga dapat menekan penguapan air accu. Dengan demikian tidak diperlukan penambahan ulang air accu.</p>
<h3><strong>Accu MF dapat berupa Accu Hybrid maupun Accu Calcium.</strong></h3>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihaccu/pilihaccu-02.jpg" alt=" " /</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihaccu/pilihaccu-05.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Keuntungan Accu MF:</strong></p>
<li>Tidak diperlukan pengisian air accu</li>
<p>.</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>ACCU SEALED</strong></h1>
<p>Adalah accu yang menggunakan Calcium pada lempengan grid (+) dan (-), dengan penyekat berupa jaring (mat) yang menyerap cairan elektrolit (umumnya berupa gel), dengan kemasan accu yang tertutup rapat (disegel). Ketika terjadi penguapan/gas, akan diserap oleh mat tersebut, sehingga tidak terjadi pengurangan jumlah cairan elektrolit. Accu ini sering disebut Accu Kering.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihaccu/pilihaccu-04.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Keuntungan Accu Sealed:</strong></p>
<li>Bebas perawatan (maintenance free)</li>
<li>Performa kerja yang baik.</li>
<p><strong>Kekurangan Accu Sealed:</strong></p>
<li>Harga sangat mahal</li>
<li>Tidak tahan ditempatkan pada suhu tinggi</li>
<p>.</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]<br />
.</p>
<h1><strong>SALAH KAPRAH : ACCU KERING dan MF</strong></h1>
<p>Sering terjadi salah kaprah antara accu kering dan accu Maintenance Free (MF).<br />
Accu MF berisi cairan elektrolit yang sama persis dengan accu basah. Hanya saja kemasannya dibuat tertutup, tidak ada lubang pengisian air accu. Mirip dengan Accu Kering (Accu Sealed). Sedangkan Accu Sealed menggunakan cairan Gel (kental) di dalamnya.</p>
<p>Perbedaan harga antara Accu MF dengan Accu Sealed cukup besar. Accu Sealed jauh lebih mahal dibanding Accu MF.</p>
<h1><strong>KESIMPULAN:</strong></h1>
<li>Jika accu ditempatkan di ruang mesin tanpa sekat anti panas, sebaiknya tidak gunakan accu jenis Sealed / Gel karena accu ini tidak tahan suhu tinggi.</li>
<li>Accu Calcium sangat baik performanya.</li>
<li>Accu Calcium mempunyai tingkat Self-Discharge paling kecil</li>
<li>Pilih Accu sesuai kode yang disarankan pabrik mobil atau pilih kode yang sama dengan accu sebelumnya, contoh: NS70</li>
<li>Pilih Accu yang bergaransi panjang (satu tahun atau lebih), rusak langsung tukar baru</li>
<li>Hati-hati banyak accu palsu</li>
<li>Sebaiknya periksa kondisi accu secara berkala ke bengkel/toko accu dengan alat khusus</li>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihaccu/pilihaccu-06.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
.<br />
[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p><strong>Sumber Referensi:</strong><br />
Buku Panduan Aki Mobil &#8211; Accu Panasonic<br />
www.optimabatteries.com<br />
.<br />
.</p>
<p>.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmemilih-accu%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmemilih-accu%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/memilih-accu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Seluk Beluk Ban Mobil dan Motor</title>
		<link>http://www.saft7.com/mengenal-seluk-beluk-ban-mobil-dan-motor/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/mengenal-seluk-beluk-ban-mobil-dan-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 08:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[ban motor]]></category>
		<category><![CDATA[buku manual]]></category>
		<category><![CDATA[kode ban]]></category>
		<category><![CDATA[utak atik mobil]]></category>
		<category><![CDATA[utak atik motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Kontribusi dari Hendro Buditjahjono (Spinner-Community) Ban adalah bagian terpenting dari sebuah kendaraan bermotor karena ban satu-satunya bagian dari kendaraan bermotor yang mempunyai kontak langsung dengan jalan. Walaupun merupakan faktor terpenting pada sebuah kendaraan bermotor, namun banyak pemilik kendaraan yang sering mengabaikannya, baik yang karena alasan ekonomi maupun keterbatasan ilmu mengenai ban yang dimiliki pengendara. Karena]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-00.jpg" alt=" " /></p>
<p><em>Kontribusi dari Hendro Buditjahjono (Spinner-Community)</em></p>
<p>Ban adalah bagian terpenting dari sebuah kendaraan bermotor karena ban satu-satunya bagian dari kendaraan bermotor yang mempunyai kontak langsung dengan jalan. Walaupun merupakan faktor terpenting pada sebuah kendaraan bermotor, namun banyak pemilik kendaraan yang sering mengabaikannya, baik yang karena alasan ekonomi maupun keterbatasan ilmu mengenai ban yang dimiliki pengendara.<br />
<span id="more-567"></span><br />
Karena alasan tersebut diatas saya menulis sedikit untuk sharing kepada pengendara lain agar dalam mengemudikan kendaraannya tahu batasan yang dimiliki oleh ban yang digunakannya.</p>
<p>Sedikit Flashback, mungkin sudah banyak orang tahu bahwa ban (dengan bahan karet) yang sampai sekarang digunakan ditemukan oleh DUNLOP (John Boyd Dunlop) pada tahun 1888. Perkembangan ban sampai saat ini menyempurnakan hasil penemuan DUNLOP tersebut.</p>
<h1><strong>Struktur Ban</strong></h1>
<h2><strong>Struktur Ban Bias dan Ban Radial</strong></h2>
<p>Dari hasil pengembangan hingga saat ini struktur yang biasa digunakan oleh produsen ban adalah sbb:</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-01.jpg" alt=" " /></p>
<blockquote><p><strong>1. Tread/Telapak Ban:</strong><br />
Tread/Telapak Ban adalah bagian dari ban yang kontak langsung dengan permukaaan jalan. Bahan yang digunakan tergantung dari utilitas kendaraan sehingga berpengaruh terhadap ketahanan ban, daya cengkeram dan juga dalam melakukan maneuver.<br />
<strong>2. Steel Belts:</strong><br />
Menjaga kekokohan struktur ban dan juga menjaga keamanan dari benda-benda yang dapat menusuk permukaan ban.<br />
<strong>3. Spiral Layer:</strong><br />
Lapisan ini berfungsi agar ban lebih tahan dan lebih mudah melakukan maneuver.<br />
<strong>4. Shoulder:</strong><br />
Shoulder bagian yang paling tebal pada sebuah ban yang berfungsi melindungi ban dari guncangan maupun benda-benda berbahaya dari luar.<br />
<strong>5. Sidewall:</strong><br />
Sidewall adalah bagian yang paling lentur pada sebuah ban. Faktor kenyamanan berkendara pada sebuah ban di dapat dari bagian ini.<br />
<strong>6. Plycord:</strong><br />
Plycord adalah bagian utama sebuah ban yang melapisi bagian dalam pada sidewall dan juga bagian dalam telatak ban dari tekanan udara dari dalam ban, beban kendaraan dan juga goncangan dari luar.<br />
<strong>7. Bead Filler:</strong><br />
Bead Filler lapisan pengisi yang membuat ban lebih tahan dan memudahkan kendaraan dalam melakukan maneuver.<br />
<strong>8. Bead Wires:</strong><br />
Lapisan kawat yang berfungsi menahan ban tetap pada tempatnya pada velg/rim.<br />
<strong>9. Chafer </strong><br />
Bagian yang melindungi plycord dibagian bead dari panas yang terjadi karena gesekan bagian bead dengan velg/rim.</p></blockquote>
<p>Dari keseluruhan Struktur ban diatas yang paling banyak mempengaruhi ketahan, maneuverability dan juga factor keiritan bahan bakar adalah PLYCORD. Dari ban yang beredar sekarang struktur plycord dapat dibagi sebagai berikut:</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-02.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-03.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>1. Radial</strong><br />
Struktur lapisan Plycord pada Ban Radial dari Bead dalam Ke Bead luar saling tegak lurus.<br />
Disamping lapisan plycord masih ada lapisan steel belts.<br />
<strong>2. Bias</strong><br />
Lapisan untuk jenis ini  plycord diletakkan secara diagonal secara bersilangan, tidak ada lapisan tambahan pada konstruksi Bias ini.</p>
<h2><strong>Diantara ban Radial dan ban Bias manakah yang lebih menguntungkan pengendara?</strong></h2>
<p>Secara umum ban radial lebih menguntungkan pengendara karena:<br />
1. Lebih Safety, karena ban lebih menapak pada permukaan jalan (bisa dilihat pada grafik, video bisa dilihat di link berikut: http://www.bridgestone.co.in/tyre/tyreknowledge/tyrevideo.htm).<br />
Karena lebih menapak pada permukaan jalan maka jarak pengeremanpun menjadi lebih pendek dan lebih cepat melakukan maneuver.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-04.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-05.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-06.jpg" alt=" " /><br />
.</p>
<p>2.	Penggunaan bahan bakar yang lebih irit </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-07.jpg" alt=" " /><br />
(table dari http://www.bridgestone.co.in)<br />
.</p>
<p>3.	Lebih kokoh karena adanya lapisan steel belts</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-08.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Tube dan Tubeless</strong></h1>
<p>Disamping struktur plycord yang ada struktur ban juga dibagi lagi menjadi tipe yang menggunakan ban dalam (Tube Type) dan tipe yang tidak menggunakan ban dalam (Tubeless).</p>
<p><strong>1. Tubeless</strong><br />
Ban tubeless mempunyai lapisan dalam (inner liner) yang lebih kuat dari pada ban yang menggunakan ban dalam</p>
<p><strong>2. Tube Type</strong><br />
Tipe ban ini menggunakan ban dalam untuk dapat digunakan.</p>
<p><strong>Kelebihan ban Tubeless :</strong><br />
1.	Lebih aman. Gambar dibawah memperlihatkan kenapa ban tubeless lebih tahan bocor apabila ban terkena benda tajam</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-09.jpg" alt=" " /></p>
<p>2.	Lebih efisien dan ekonomis, efisien dalam konsumsi bahan bakar karena lebih ringan (tidak menggunakan ban dalam) lebih ekonomis karena tidak perlu membeli ban dalam.<br />
3.	Lebih dingin, karena tidak ada gesekan antara ban dalam dan ban luar pada saat terjadi â€œRolling Resistanceâ€</p>
<p>Banyak pertanyaan yang dilontarkan di milis-milis apakah aman ban yang menggunakan ban dalam dijadikan ban tubeless ataupun sebaliknya ban tubeless menggunakan ban dalam.</p>
<p><strong>Mari kita bahas !:</strong><br />
Untuk alasan safety tidak dianjurkan ban tube dijadikan tubeless maupun ban tubeless menggunakan ban dalam.</p>
<p><strong>1.	Ban Tube dijadikan tubeless:</strong><br />
Perbedaan konstruksi ban Tube dan Tubeless bisa dilihat pada gambar berikut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-10.jpg" alt=" " /></p>
<p>Pada gambar tersebut bisa dilihat bahwa ban tubeless mempunyai inner liner yang pada ban tube lapisan ini tidak ada sama sekali. Inner liner ini lebih membuat kaku bentuk ban sehingga walaupun ban kekurangan angin bentuk ban masih sesuai dengan bentuknya dan tetap menempel pada rim.<br />
Apakah bisa digunakan ban tube menjadi tubeless?<br />
Jawabannya bisa, namun untuk alasaan safety tidak dianjurkan karena jika ban kekurangan angin bisa menyebabkan kecelakaan yang fatal bagi pengendaranya.</p>
<p><strong>2.	Ban Tubeless menggunakan ban dalam</strong><br />
Karena alasan tertentu banyak juga yang menggunakan ban tubeless menggunakan ban dalam. Apakah aman?<br />
Memang bisa ban tubeless menggunakan ban dalam, namun ini tidak dianjurkan dan tidak safety. Untuk penjelasannya bisa dilihat dalam gambar di bawah:</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-11.jpg" alt=" " /></p>
<p>Pada saat kendaraan berjalan (F) ban membawa bobot kendaraan dan pengendara (W). saat pergerakan terjadi akan timbul â€œRolling Resistanceâ€ (N) yang diakibatkan dari perubahan bentuk ban dan kondisi jalan yang digunakan. Semakin besar Rolling Resistance ini akan mengakibatkan panas yang lebih besar.<br />
Hal inipun terjadi antara ban luar dan ban dalam yang digunakan, namun karena alasan ban tubeless mempunyai inner liner yang lebih kaku maka gesekan yang terjadi antara ban luar dan ban dalam lebih besar. Jika panas yang terjadi berlebihan maka ban dalam dapat meletus bisa fatal akibatnya</p>
<h3><strong>Kesimpulan:</strong></h3>
<p>Penggunaan ban tube dijadikan tubeless atau ban tubeless dengan menggunakan ban dalam jawabannya adalah <strong>bisa</strong>.<br />
Namun penggunaan hanya dianjurkan untuk keadaan darurat, bukan untuk digunakan harian</p>
<h1><strong>Berapa ukuran ban maksimum</strong></h1>
<p>Ratio maksimum lebar bibir velg : lebar tapak ban dari berbagai sumber membatasi angka antara 0.5â€ s/d 0.58â€</p>
<p><strong>Contoh perhitungan :</strong><br />
Lebar bibir velg=1.85â€<br />
Lebar maksimum ban yang dianjurkan<br />
= 1.85â€ / 0.58<br />
= 3.189â€<br />
â‰ˆ 3.00 ~ 3.50â€</p>
<p>Jadi Lebar ban (konversi ke satuan mm)<br />
= 3.50â€ x 25.4mm<br />
= 88.9mm<br />
â‰ˆ 90.0mm; atau maksimum 100mm</p>
<p>Sebenarnya ukuran yang terlalu lebar maupun kekecilan bisa dilihat pada saat ban belum terpasang pada velg. Ban yang terlalu lebar akan terlihat lebih menggembung, sedangkan ban yang lebarnya terlalu kecil akan menyebabkan ban tidak rekat pada velg/rim</p>
<h1><strong>Membaca Kode Ban</strong></h1>
<h2><strong>1.	Ukuran Ban</strong></h2>
<p>Ukuran ban biasa menggunakan ukuran METRIC dan ukuran INCH.</p>
<p><strong>a.	Ukuran Metric</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-12.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>80 / 90 â€“ 17</strong><br />
80 = adalah lebar telapak ban dalam ukuran mm<br />
90 = adalah prosentase tinggi ban yang dihitung dari lebar ban<br />
	Jadi tinggi ban = 120 x 90% = 72 mm<br />
17 = Ring Velg yang digunakan</p>
<p><strong>b.	Ukuran Inch</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-13.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>275 â€“ 17</strong><br />
275 = adalah lebar telapak dan tinggi ban dalam ukuran mm.<br />
17 = Ring Velg yang digunakan</p>
<h2><strong>2.	Tread Wear Factor</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-14.jpg" alt=" " /></p>
<p>Indikator ke ausan ban. Jika ban sudah mencapai indicator ini ban sebaiknya lekas diganti</p>
<h2><strong>3.	Tube/Tubeless</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-15.jpg" alt=" " /></p>
<p>Type ban menggunakan ban dalam atau tubeless</p>
<h2><strong>4.	Lot Number</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-16.jpg" alt=" " /></p>
<p>Lot number produksi ban <strong>2607 </strong>artinya ban diproduksi pada minggu ke 26 (2 digit pertama) pada tahun 2007 (2 digit terakhir)</p>
<h2><strong>5.	Speed Symbol &#038; Load Index</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-17.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>41P</strong><br />
41 = dilihat pada table pertama maksimum load yang disarankan 145kg<br />
P   = dilihat pada table 2 batas maksimum yang disarankan 150km/jam</p>
<p>.<br />
<strong>Index Beban dan Kecepatan yang tertera bagi kendaraan roda dua</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-18.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<p><strong>Index Beban dan Kecepatan yang tertera bagi kendaraan roda 4 atau Lebih</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-19.jpg" alt=" " /></p>
<h2><strong>6.	Rotation</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-20.jpg" alt=" " /></p>
<p>Indikator arah berputar ban semestinya</p>
<h2><strong>7.	Maximum Load</strong></h2>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban/ban-21.jpg" alt=" " /></p>
<p>Maksimum load yang dianjurkan. 160kg beban maksimum dengan tekanan ban 33Psi pada kondisi dingin	</p>
<p>Silahkan dibaca juga <a href="http://saft7.com/?p=275"><strong>Ban isi Nitrogen (N2)</strong></a>.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><em><strong>Sumber referensi:</strong><br />
1.	<a href="http://www.bridgestone.co.in">http://www.bridgestone.co.in</a><br />
2.	<a href="http://bridgestone.com">http://bridgestone.com</a><br />
3.	<a href="http://www.hankooktyre.com.au">http://www.hankooktyre.com.au</a><br />
4.	<a href="http://en.wikipedia.org">http://en.wikipedia.org</a><br />
5.	<a href="http://www.fdrtire.com">http://www.fdrtire.com</a><br />
6.	<a href="http://www.speedace.info">http://www.speedace.info</a></em></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmengenal-seluk-beluk-ban-mobil-dan-motor%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmengenal-seluk-beluk-ban-mobil-dan-motor%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/mengenal-seluk-beluk-ban-mobil-dan-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lampu Sumber Celaka 2 (tertibkan dong!)</title>
		<link>http://www.saft7.com/554/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/554/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 03:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anget-angetan..]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[headlamp]]></category>
		<category><![CDATA[headlight]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[lampu]]></category>
		<category><![CDATA[lampu mobil]]></category>
		<category><![CDATA[silau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=554</guid>
		<description><![CDATA[Semakin hari, semakin banyak yang menggunakan lampu kendaraan (mobil maupun motor) yang menyilaukan. Umumnya kendaraan yang lampunya menyilaukan tersebut menggunakan lampu HID atau lampu berdaya besar. Besar daya untuk lampu standar kendaraan umumnya adalah 55 watt untuk mobil dan 35watt untuk motor. Mungkin karena dirasa kurang terang, pemilik kendaraan mengganti lampu tersebut dengan daya yang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lampucelaka2/lampucelaka2-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Semakin hari, semakin banyak yang menggunakan lampu kendaraan (mobil maupun motor) yang menyilaukan.<br />
Umumnya kendaraan yang lampunya menyilaukan tersebut menggunakan lampu HID atau lampu berdaya besar.<br />
<span id="more-554"></span><br />
Besar daya untuk lampu standar kendaraan umumnya adalah 55 watt untuk mobil dan 35watt untuk motor. Mungkin karena dirasa kurang terang, pemilik kendaraan mengganti lampu tersebut dengan daya yang lebih besar. Umumnya untuk mobil diganti dengan lampu berdaya 90watt bahkan 110watt untuk low-beam dan 100 watt &#8211; 130watt untuk high-beam.</p>
<p>Seperti yang diulas pada artikel sebelumnya <strong><a href="http://saft7.com/?p=304">&#8220;Lampu Sumber Celaka&#8221;</a></strong>, lampu akan menyilaukan pengendara lain di depannya apabila &#8220;cut-off&#8221; cahaya berada terlalu tinggi atau bahkan tidak ada cut-off cahaya sama sekali sehingga menyilaukan, karena mata pengendara lain akan terkena cahaya langsung dari reflektor lampu.<br />
 .</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>.</p>
<h1><strong>CAHAYA YANG TIDAK MENYILAUKAN</strong></h1>
<p>Cahaya lampu mobil yang melintas dari arah berseberangan tidak menyilaukan..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lampucelaka2/lampucelaka2-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h1><strong>TIPS:</strong></h1>
<p>Cara mudah untuk melihat apakah lampu mobil / motor <strong>tidak menyilaukan</strong> pengendara lain, yaitu saat kendaraan tersebut berada di belakang kendaraan yang tinggi (minibus, metromini, mobil box, dsb). Akan terlihat Cut-Off Cahaya.. yaitu bagian bawah terang, sementara terlihat jelas pemotongan cahaya sehingga bagian atas terlihat gelap.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lampucelaka2/lampucelaka2-03.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lampucelaka2/lampucelaka2-04.jpg" alt=" " /></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>CAHAYA YANG MENYILAUKAN</strong></h1>
<p>Cahaya yang menyilaukan sudah terlihat dari jauh hingga benar-benar menyilaukan saat mobil tersebut mendekat.<br />
Sering terjadi pengemudi yang terkena silau cahaya itu menjadi tidak bisa melihat benda2 di sekitarnya, sangat membahayakan orang lain.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lampucelaka2/lampucelaka2-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h1><strong>TIPS:</strong></h1>
<p>Cara mudah untuk melihat apakah lampu mobil / motor <strong>menyilaukan </strong>pengendara lain, yaitu saat kendaraan tersebut berada di belakang kendaraan yang tinggi (minibus, metromini, mobil box, dsb). Cahaya lampu akan terlihat menyinari seluruh badan belakang kendaraan tersebut di depannya.  Cahaya menyebar ke mana-mana karena tidak ada Cut-Off Cahaya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lampucelaka2/lampucelaka2-05.jpg" alt=" " /><br />
.<br />
.</p>
<h1><strong>AJAKAN / HIMBAUAN</strong></h1>
<p>Untuk rekan-rekan yang kebetulan lampu kendaraannya menyilaukan (cahaya menyebar ke mana-mana), mari perbaiki lampu tersebut, atau sebaiknya dikembalikan ke standar pabrik. Dengan peduli kepada orang lain, maka kita turut menjaga keselamatan diri kita sendiri dan lingkungan di sekitar kita dari kecelakaan lalu lintas yang tidak perlu terjadi.</p>
<h1><strong>SUDAH ADA ATURANNYA ?!</strong></h1>
<p>Ternyata aturannya sudah ada sejak lama, jadi masalahnya adalah pada tindakan dan penertibannya saja oleh pihak yang berwenang..</p>
<p>berikut cuplikannya..</p>
<p>&#8212;&#8212;-<br />
<strong><br />
PP43/1993</p>
<p>Pasal 74</strong></p>
<p><em>(1)Pengemudi kendaraan bermotor dilarang:</p>
<p>a.menyalakan lampu-lampu dan/atau menggunakan lampu selain yang telah diwajibkan kecuali tidak membahayakan atau mengganggu pemakai jalan lain;<br />
b.menyalakan lampu utama jauh pada waktu berpapasan dengan kendaraan lain;<br />
c.menyalakan lampu kabut pada waktu cuaca terang;<br />
d.menutup lampu penunjuk arah, lampu mundur, lampu rem, lampu isyarat peringatan bahaya dan lampu tanda berhenti untuk bus sekolah;<br />
e.menyalakan lampu peringatan berwarna biru atau merah kecuali pengemudi kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73.</p>
<p>(2)Pengemudi kendaraan bermotor wajib:</p>
<p>a.menjaga agar lampu kendaraannya tetap berfungsi dan tidak menyilaukan pengemudi kendaraan lain;<br />
b.menyalakan lampu penunjuk arah pada waktu akan membelok atau berbalik arah;<br />
c.menyalakan lampu tanda berhenti bagi pengemudi bus sekolah, waktu menurunkan dan/atau menaikkan penumpang;<br />
d.menyalakan lampu peringatan berwarna biru bagi pengemudi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 72.<br />
e.menyalakan lampu peringatan berwarna kuning bagi pengemudi kendaraan bermotor<br />
untuk penggunaan tertentu atau yang mengangkut barang tertentu.</em><br />
&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<h3><strong>Untuk pihak yang berwenang, mari ditertibkan lagi aturan yang sudah baik tersebut, dan bertindaklah tegas agar terwujud keselamatan di jalan.</strong></h3>
<p>Salam Safety!</p>
<p>Jangan lupa di baca: <strong><a href="http://saft7.com/?p=304">&#8220;Lampu Sumber Celaka&#8221;</a></strong></p>
<p>..</p>
<p>.<br />
[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>.<br />
.<br />
.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2F554%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2F554%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/554/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>83</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Safety: Bahaya Dari Belakang</title>
		<link>http://www.saft7.com/safety-bahaya-dari-belakang/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/safety-bahaya-dari-belakang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 09:23:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[rem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Hampir di setiap Tips saat berkendara di jalan Tol, kita disarankan untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan kita. Di berbagai kursus Safety Driving, diajarkan untuk memperkirakan jarak aman dengan menggunakan cara sederhana dengan menghitung sekitar 2-3 detik (two-three seconds rules). Caranya adalah dengan memanfaatkan benda atau tiang yang ada di sekitar jalan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/jarakaman/jarakaman-00.jpg" alt="" /></p>
<p>Hampir di setiap Tips saat berkendara di jalan Tol, kita disarankan untuk selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan kita. Di berbagai kursus Safety Driving, diajarkan untuk memperkirakan jarak aman dengan menggunakan cara sederhana dengan menghitung sekitar 2-3 detik (two-three seconds rules).<br />
<span id="more-518"></span><br />
Caranya adalah dengan memanfaatkan benda atau tiang yang ada di sekitar jalan Tol tersebut. Ketika kendaraan di depan kita tepat berada di samping melewati tiang, kita mulai berhitung dengan menyebut &#8220;satu dan satu, dua dan dua, tiga dan tiga&#8221; &#8230; hingga tiang itu tepat kita lewati disamping mobil kita. Jika hitungan dua dan dua atau tiga dan tiga adalah tepat tiang tersebut kita lintasi, maka dapat dikatakan jarak kita dengan kendaraan di depan kita sudah dalam jarak aman. Jika kurang dari itu, maka jarak kita masih terlalu dekat dengan kendaraan tersebut, buatlah jarak aman.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/jarakaman/jarakaman-02.jpg" alt="" /></p>
<h1><strong>Mobil apa yang kita pakai?</strong></h1>
<p>Semakin hebat fitur mobil kita khususnya pada perangkat Rem, semakin dapat melindungi atau menghindarkan kita dari kecelakaan yang fatal.</p>
<p>Fitur ABS (Anti-lock Braking System) membantu pengereman menjadi lebih efektif, dengan cara mencegah terjadinya roda mengunci yang membuat mobil seperti meluncur. Dengan ABS, membuat mobil masih bisa diarahkan untuk menghindari benturan dengan benda yang ada di depannya.</p>
<p>Bobot kendaraan juga mempengaruhi jarak pengereman dari suatu kecepatan tertentu. Semakin berat bobot, semakin memperpanjang jarak pengereman.</p>
<p><strong>Sebagai perbandingan jarak pengereman beberapa mobil, dari kecepatan 100km/jam hingga total berhenti 0km/jam.<br />
</strong></p>
<blockquote><p><strong>Toyota Avanza ABS</strong> : 47,79 m. <em>(Autobild, 16 Desember 2008)</em><br />
<strong>Toyota Yaris ABS+EBD</strong> :  43,45 m. <em>(Autobild, 16 Desember 2008)</em><br />
<strong>Honda Jazz ABS+EBD</strong> : 47,5 m. <em>(Autobild, 28 Agustus 2008)</em><br />
<strong>Toyota Kijang Innova Diesel ABS</strong> : 43,0 m. <em>(Tim Otomotif &#8211; Kompas)</em><br />
<strong>Isuzu Panther LS Turbo </strong>: 50,1 m. <em>(Tim Otomotif &#8211; Kompas)</em><br />
<strong>Nissan Livina</strong> : 47,6 m. <em>(Autobild, 28 Agustus 2008)</em><br />
<strong>Daihatsu Sirion</strong> : 50,2 m. <em>(Autobild, 28 Agustus 2008)</em></p></blockquote>
<p>Bagaimana dengan truk besar dengan bobot + beban yang berat meluncur dengan kecepatan yang sama, melakukan pengereman  hingga berhenti&#8230; tentunya jarak yang dibutuhkan akan lebih panjang hingga di atas 60meter.<br />
Ditambah lagi teknologi rem pada truk yang umumnya ditemui di jalan Tol masih menggunakan rem tromol dengan kondisi ban yang mungkin kurang baik.</p>
<h1><strong>AWAS BELAKANG!</strong></h1>
<p>Mengacu pada data kemampuan jarak pengereman kendaraan di atas,.. kita bisa membuat ilustrasi sebagai berikut</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/jarakaman/jarakaman-01.jpg" alt="" /></p>
<p>Pada ilustrasi di atas, memperlihatkan kemampuan pengereman Kijang Innova cukup baik, dapat berhenti penuh dalam jarak 43 meter. Dengan kecepatan yang sama, suatu truk dengan beban penuh perlu jarak sekitar 80 meter untuk dapat berhenti penuh.<br />
Akibatnya, Kijang yang sudah berhenti untuk menghindari sesuatu di depannya, ditabrak dan terdorong dari belakang oleh truk.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/jarakaman/jarakaman-03.jpg" alt="" /></p>
<p>Dalam hal skenario di atas, semakin pakem sistem rem kita, justru semakin besar kerusakan yang mungkin akan terjadi jika kendaraan di belakang kita memerlukan jarak pengereman yang panjang.</p>
<h1><strong>KESIMPULAN</strong></h1>
<p>1. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan kita sekitar 2-3 detik.<br />
2. Selalu mengawasi kendaraan apa yang ada di belakang, jaga jarak aman dengan kendaraan di belakang kita atau hindari berada di depan truk besar dalam kecepatan tinggi.<br />
3. Anggap kendaraan di depan kita mempunyai sistem pengereman yang hebat, sementara mobil kita sebaliknya, sehingga kita perlu membuat jarak yang cukup untuk melakukan pengereman atau menghindari kecelakaan.<br />
4. Anggap mobil kita punya sistem rem yang hebat, dan kendaraan di belakang kita sebaliknya.. sehingga membuat kita selalu mengawasi dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di belakang kita.<br />
5. Saat melakukan pengereman mendadak, selalu segera melihat kaca spion untuk melihat kendaraan apa yang ada di belakang, seberapa dekat, untuk mengantisipasi menghindari kecelakaan tabrakan dari belakang.<br />
6. Selalu berhati-hati selama berkendara<br />
7. Berdoa sebelum dan selama melakukan perjalanan.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/jarakaman/jarakaman-04.jpg" alt="" /></p>
<p>[ saft7.com - automotive tips and sharing ]
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsafety-bahaya-dari-belakang%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsafety-bahaya-dari-belakang%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/safety-bahaya-dari-belakang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DYNOTEST &#8230;apaan sih?</title>
		<link>http://www.saft7.com/dynotest-apaan-sih/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/dynotest-apaan-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 04:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[balap]]></category>
		<category><![CDATA[dyno]]></category>
		<category><![CDATA[dynotest]]></category>
		<category><![CDATA[performance]]></category>
		<category><![CDATA[power]]></category>
		<category><![CDATA[torque]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali asesoris ataupun performance parts/kit yang ditawarkan oleh toko atau iklan, dengan iming-iming akan menambah performa hingga sekian horsepower (hp) dan sebagainya. Mulai dari komponen yang mengatur tekanan bensin, modul pengapian, piggyback/Engine Management, kabel busi, penyetabil tegangan listrik dan sebagainya, yang harganya pun tidak murah. Dan serunya, banyak teman-teman kita yang tergiur dan memasang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Banyak sekali asesoris ataupun performance parts/kit yang ditawarkan oleh toko atau iklan, dengan iming-iming akan menambah performa hingga sekian horsepower (hp) dan sebagainya. Mulai dari komponen yang mengatur tekanan bensin, modul pengapian, piggyback/Engine Management, kabel busi, penyetabil tegangan listrik dan sebagainya, yang harganya pun tidak murah.<br />
<span id="more-368"></span><br />
Dan serunya, banyak teman-teman kita yang tergiur dan memasang komponen-komponen tersebut, berharap adanya kenaikan besaran HP dari mesin kendaraannya. </p>
<p>Berapa besar kenaikannya hanya berdasarkan perasaan dan sugesti. Bisa jadi semakin besar biaya yang dikeluarkan untuk modifikasi itu, semakin besar pula sugesti yang muncul. Supaya modifikasi performa bisa lebih terarah dan terencana, ada baiknya selalu terukur, berapa nilai performa mesin sebelum dan sesudah modifikasi.</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno08.jpg" alt=" " /></p>
<p>Performa suatu mesin kendaraan (mobil maupun motor) dapat dilihat dari  besarnya nilai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Horsepower" target="_blank"><strong>Power</strong></a> (tenaga) dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Torque" target="_blank"><strong>Torque</strong></a> (torsi). </p>
<p>Pada setiap brosur mobil maupun motor, selalu ditampilkan nilai Power dan Torque pada lembar spesifikasi teknis. </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno21.jpg" alt=" " /></p>
<p>Pada brosur di atas disebutkan bahwa kapasitas mesin adalah 3.246cc,<br />
Power mesin itu disebutkan sebesar 333bhp pada putaran 7900rpm dan Torque sebesar 335Nm pada 4900rpm. Angka-angka itu cukup besar untuk mobil bermesin non turbo. </p>
<h1><strong>TORQUE &#038; POWER</strong></h1>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno23.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Torque (torsi), </strong>adalah kemampuan mesin untuk menggerakkan/memindahkan mobil/motor dari kondisi diam hingga berjalan. Torsi berkaitan dengan akselerasi. Pada saat kita merasakan tubuh kita terhempas ke belakang saat berakselerasi, menunjukkan besarnya angka torsi pada mesin tersebut.</p>
<p><strong>Power, </strong>adalah kemampuan untuk seberapa cepat kendaraan itu mencapai suatu kecepatan tertentu. Misalnya suatu mobil A dapat mencapai kecepatan 0-100km/jam hanya dalam waktu 10 detik, sementara mobil B mampu hanya dalam waktu 6 detik, dikarenakan mobil B memiliki angka Power yang lebih besar.</p>
<p><strong>Dari sisi rumus fisika Newton:</strong></p>
<h2>HP = torsi (lb-ft) * RPM / 5252</h2>
<p>yg artinya pada RPM 5252 HP dan torsi nilainya akan sama.</p>
<blockquote><p><em>Analoginya mungkin begini. Misalnya aja kita ditendang, maâ€™afâ€™, pantatnya oleh Hercules, nah mungkin kita bisa mental 1m, kalo berat badan kita 70kg berarti tendangan si Hercules nilainya adalah 70kg-m. sekarang bayangin Hercules bisa nendang kita 100 kali dalam waktu 1 menit, nah itu adalah horsepower, jadi intinya Horsepower = Torque over time, seberapa besar torsi yg bisa dihasilkan dalam periode waktu tertentu. (tambahan info dari om CKK)</em></p></blockquote>
<p>Untuk lebih memahami tentang Power dan Torque, silahkan klik <a href="http://tinyurl.com/anvdr4" target="_blank">diskusi di forum ini</a>.</p>
<h1><strong>MENGUKUR POWER &#038; TORQUE</strong></h1>
<p>Untuk mendapatkan atau mengukur besaran nilai Power dan Torque, digunakan alat yang disebut <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dynamometer" target="_blank">Dynamometer</a> atau sering disingkat Mesin Dyno.. Sistem Dyno ada beberapa macam, antara lain:</p>
<h1><strong>Engine Dyno:</strong></h1>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno01.jpg" alt=" " /></p>
<p>Poros output mesin langsung disambung ke alat Dyno, umumnya alat ini digunakan di pabrik kendaraan untuk mengukur performa mesin sebelum dipasang pada body/ chassis.</p>
<h1><strong>Chassis Dyno:</strong></h1>
<p>Roda mobil memutar roller atau drum mesin dynotest</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno02.jpg" alt=" " /></p>
<p>Poros roda mobil langsung memutar mesin dynotest<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno27.jpg" alt=" " /></p>
<p>Motor sedang di dynotest</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno22.jpg" alt=" " /></p>
<p>Proses pengukuran tersebut sering disebut Dynotest.<br />
<strong>Artikel ini akan membahas Chassis Dynotest. </strong></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>SIAPA YANG PERLU DYNOTEST?</strong></h1>
<h3><strong>PRODUSEN:</strong></h3>
<p>Produsen yang memproduksi suatu alat yang di klaim dapat meningkatkan performa mesin, perlu menguji produknya. Dengan demikian produknya dapat dipertanggung jawabkan.</p>
<h3><strong>UMUM:</strong></h3>
<p>Umumnya dynotest perlu dilakukan saat akan dan setelah melakukan modifikasi pada mobil/motor, untuk dapat dilihat berapa peningkatan performa yang diperoleh dari modifikasi tersebut.</p>
<h3><strong>TUNER/RACE:</strong></h3>
<p>Proses dynotest diperlukan untuk mendukung proses Tuning mesin. Naik-turunnya grafik Power, Torque dan AFR (perbandingan udara dan bahan bakar) digunakan untuk mengatur setting ignition timing dan fuel pada komponen mesin maupun komputer mesin (ECU). Dengan pengaturan yang detail dan baik, performa mesin menjadi sangat optimal dan efisien, sekaligus aman.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno24.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>APA YANG PERLU DIPERSIAPKAN?</strong></h1>
<p>Untuk menjalani Dynotest, ada beberapa persiapan yang perlu diperhatikan:</p>
<ol>
<li><strong>Memastikan mesin dalam kondisi yang fit / sehat:</strong>
</li>
<li><strong>Cek kondisi ban: </strong>apakah laik pakai atau tidak, sangat memungkinkan untuk melakukan rotasi pemasangan ban apabila ada satu atau dua ban dalam kondisi tidak laik jalan atau rusak (berlaku untuk pengetesan 2 wheel drive).</li>
<li><strong>Cek tekanan ban: </strong>pada saat akan melakukan dyno test, tekanan ban pada semua roda harus dinaikkan hingga 30% &#8211; 50% dari tekanan normal. Tekanan ban pada semua roda harus sama. Jangan lupa untuk mengembalikan tekanan ban pada tekanan normal pada saat selesai melakukan dynotest</li>
<li><strong>Check belts</strong>: (timing belt, fan belt and other belts) apakah dalam keadaan normal atau tidak.</li>
<li><strong>Cek oli mesin</strong> apakah dalam kapasitas dan kondisi normal atau tidak</li>
<li><strong>Cek selang-selang</strong> pada jalur turbocharger/supercharger apakah dalam keadaan normal atau tidak. Apakah ada kebocoran atau tidak.</li>
<li><strong>Cek busi</strong> apakah dalam kondisi normal atau tidak.</li>
<li><strong>Cek oli transmisi </strong>apakah dalam kapasitas dan kondisi normal atau tidak.</li>
<li><strong>Cek oli differential/transfer case</strong> apakah dalam kapasitas dan kondisi normal atau tidak.</li>
<li><strong>Cek air radiator </strong>apakah dalam kapasitas normal atau tidak.</li>
<li><strong>Memperhitungkan dengan baik modifikasi yang dibuat: </strong>misalnya mesin bertenaga besar dipasangkan pada rangka body mobil tua dan lain-lain, yang mungkin saja bisa menyebabkan komponen patah atau kecelakaan lain.</li>
<li><strong>Tersedia pemadam api di lokasi Dynotest:</strong> untuk antisipasi apabila terjadi kebakaran</li>
<li><strong>Mempersiapkan dana lebih: </strong>apabila terjadi kerusakan komponen mesin selama proses Dynotest</li>
</ol>
<h1><strong>DYNOTEST&#8230; Yuuuk</strong></h1>
<p>Penasaran dengan performa mesin dari mobil yang sudah berusia 17 tahun lebih, dimana tahun 2007 lalu dilakukan Overhaul pada mesin sehingga mesin menjadi segar kembali. (<a href="http://saft7.com/?p=282" target="_blank" >baca kisahnya di sini</a>) .</p>
<p>Fasilitas Dynotest di Jakarta saat ini ada sekitar 5 tempat.<br />
1 dari 5 bengkel Dynotest tersebut menggunakan mesin yang berbeda dengan yang lainnya yaitu <a href="http://www.ksnusa.com" target="_blank"><strong>KS Nusa</strong></a> yang menggunakan mesin bermerek DynoDynamic, yang mampu mengukur Mobil penggerak 2 dan 4 roda maupun Motor kecil hingga Motor besar. </p>
<p>Sementara 4 bengkel lainnya (<strong>Rev Engineering</strong>, <strong>Sigma Speed</strong>, <strong>Bening Motor </strong>dan <strong>Lestari Motorsport</strong> ) menggunakan mesin yang sama bermerek DASTEK, untuk mengukur Mobil penggerak 2 roda saja.</p>
<p>Untuk di Surabaya, ada 1 lokasi namanya <strong>GUT Motorsport</strong> yang juga menggunakan mesin bermerek DASTEK.</p>
<p>Antara mesin bermerek DynoDynamic dan DASTEK menggunakan cara kerja yang berbeda, sehingga nilai angka yang didapat juga berbeda. </p>
<p>Saya coba test mobil saya di kedua merek itu supaya tidak penasaran&#8230;</p>
<h2><strong>Hari pertama,.. </strong></h2>
<p>saya datang ke KS Nusa (PT Khatulistiwa Suryanusa) di Jl. Pramuka Raya Kav.69, Jakarta. </p>
<p>Sebelum ke KS Nusa, saya isi tangki saya dengan bensin Pertamax, sesuai dengan rasio kompresi mesin saya.<br />
Mesin mobil saya kondisinya standar, tidak menggunakan komponen aftermarket untuk performa, semuanya standar hingga busi.</p>
<p>Namun yang pasti, kondisi mesin sangat prima dan siap untuk di-run hingga putaran maksimum (redline).</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno03.jpg" alt=" " /></p>
<p>Sesampainya di KS Nusa, mobil dinaikkan ke mesin Dyno..<br />
Dikarenakan mobil saya berpenggerak roda belakang, maka roda belakang ditaruh di atas &#8216;roller&#8217; mesin dyno tersebut dan mobil di&#8217;ikat&#8217; dengan webbing yang dilengkapi stabiliser sehingga ban yang dipakai untuk dynotest menekan sempurna ke &#8216;drum&#8217; mesin dyno tersebut.  Ikatan webbing tersebut sangat kuat sehingga mobil tetap aman sekalipun sedang melaju sangat kencang di atas mesin dyno.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno14.jpg" alt=" " /></p>
<p>Pada bagian depan mobil, dihadapkan blower yang meniupkan angin cukup deras, sebagai simulasi hembusan angin saat di jalan raya. Hal ini penting agar mesin tidak overheat (kepanasan).</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno15.jpg" alt=" " /></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>Tekanan angin ban disamakan kiri dan kanan sesuai ukuran ban.<br />
Setelah siap, mulailah teknisi mencatat data cuaca, seperti Suhu saat itu dan kelembabannya&#8230;   tercatat suhu 31 derajat Celcius dan kelembaban udara 56%.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno04.jpg" alt=" " /></p>
<p>Pada bagian knalpot dipasangkan Wide Band Air/Fuel Ratio Sensor. Tujuannya untuk mendeteksi campuran bahan bakar vs udara saat proses dynotest berlangsung, dicatat secara realtime dari 1500rpm hingga redline.<br />
A/F R sensor ini penting untuk proses tuning performance. Tuner bisa mendapat informasi di RPM berapa mesin butuh lebih banyak bensin atau sebaliknya, sehingga mesin dapat bekerja secara optimal.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno09.jpg" alt=" " /></p>
<p>Data mobil dimasukkan juga dan dilakukan kalibrasi.. seperti jumlah silinder mesin, hingga gear ratio untuk menentukan pada gigi berapa proses dynotest dilakukan nantinya.<br />
Untuk mobil saya.. digunakan gigi 4.</p>
<p><strong>OK SIAAAAAAP&#8230;.</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno13.jpg" alt=" " /></p>
<p>dijalankan hingga beberapa kali run.. seram juga mendengarkan jeritan mesin hingga ke batasnya.</p>
<p>Saat proses &#8216;run&#8217; berjalan.. secara realtime grafik tergambar di layar monitor, juga A/F R terbaca dan tergambar.</p>
<p>Hasilnya.. diperoleh grafik sebagai berikut </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno25.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno26.jpg" alt=" " /></p>
<p>Terbaca bahwa Power Maksimum mesin mobil saya yang berteknologi tua ini (masih teknologi tahun 1977) sebagai berikut:</p>
<p><strong>Mesin:</strong>  BMW &#8211; M20, 6 silinder, 12valve SOHC standard:<br />
<strong>Power Max:</strong> 87.5WHP (Rear Wheel Horse Power) pada 5550rpm.<br />
<strong>Torque Max:</strong> 94.0 Ft.Lb pada 4000rpm</p>
<h2><strong>Hari Kedua..</strong></h2>
<p>Paginya saya ke bengkel Rev Engineering di Jl. Arteri Kedoya no.70, Kebon Jeruk, Jakarta.</p>
<p>Sama seperti di KS Nusa, mobil di&#8217;ikat&#8217; dan roda belakang dinaikkan diatas &#8216;drum&#8217; mesin dyno bermerek DASTEK tersebut.</p>
<p>Dilanjutkan dengan proses kalibrasi.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno10.jpg" alt=" " /></p>
<p>Pada bagian depan mobil, didekatkan blower untuk meniupkan angin.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno12.jpg" alt=" " /></p>
<p>Proses &#8216;run&#8217; dimulai hingga beberapa kali..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno11.jpg" alt=" " /></p>
<p>Ternyata proses dynotest-nya berbeda dengan mesin DynoDynamic yang ada di KS Nusa.<br />
Pada mesin dyno bermerek DASTEK ini, mobil dijalankan hingga masuk kecepatan tertentu, kemudian transmisi dipindah ke gigi netral, dan roda dibiarkan berputar (seakan mobil meluncur) hingga kecepatannya menurun hingga pelan dan berhenti.<br />
Pada saat itulah komputer mengkalkulasi berapa lama ban berputar hingga berhenti.</p>
<p><strong>hasilnya sebagai berikut:</strong></p>
<p>Untuk <strong>POWER</strong>, mesin saya mendapat angka sebesar <strong>128.3BHP (Brake Horse Power / Flywheel Horse Power).pada 5500rpm</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno18.jpg" alt=" " /></p>
<p>dan untuk <strong>TORQUE</strong>, mesin saya mendapat angka sebesar <strong>178.2Nm pada 4500rpm</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno19.jpg" alt=" " /></p>
<p>.</p>
<h2><strong>Mengapa Angka Hasil DynoTest nya Berbeda?</strong></h2>
<p>Mengapa angka hasil dynotest bisa berbeda jauh antara mesin DynoDynamic dengan DASTEK?</p>
<p>Hal ini dikarenakan beda metode pengukurannya.</p>
<p>Mesin di KS Nusa memberikan beban tertentu (retarder) yang harus diputar roda. Jadi seperti simulasi beban di jalan raya, atau beban langkah di alat olah raga Treadmill. Kemampuan roda memutar roller tersebut diukur dan dikalkulasi oleh komputer dan menghasilkan angka dalam satuan WHP (Wheel Horse Power).</p>
<p>Sedangkan mesin bermerek Dastek yang digunakan oleh bengkel Rev Engineering, Sigma Speed, Bening Motor, Lestari Motorsport dan GUT Motorsport menggunakan cara yang berbeda. Roda dibiarkan berputar di kecepatan tertentu di atas drum hingga berhenti berputar, proses ini dihitung oleh komputer yang menghasilkan angka dalam satuan BHP (Brake Horse Power atau bisa juga disebut FlyWheel Horse Power).</p>
<blockquote><h2><strong>Rumus Umum:</strong></h2>
<h3><strong>BHP = WHP + 25% + 10HP</strong></h3>
<p>atau bisa ada juga yang menggunakan hitungan</p>
<h3><strong>BHP = WHP / 0.74</strong></h3>
<p><strong>BHP </strong>= Brake Horse Power / Flywheel Horse Power  (DASTEK)<br />
<strong>WHP </strong>= Wheel Horse Power (DynoDynamic)
</p></blockquote>
<p>Namun rumus di atas tidaklah mutlak, karena banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan selisih perhitungan saat melakukan konversi dari BHP ke WHP atau sebaliknya.</p>
<p><strong>Hal ini juga dipengaruhi oleh jenis penggerak pada mobil.</strong><br />
Mobil penggerak roda belakang (RWD) terjadi kehilangan power 20% hingga 30%<br />
Mobil penggerak roda depan (FWD) terjadi kehilangan power hanya sekitar 10%<br />
Mobil penggerak 4 roda (4WD / AWD) terjadi kehilangan power sekitar 20%-35%</p>
<p><strong>Transmisi Otomatis?</strong><br />
Untuk hasil dynotest transmisi otomatis akan mendapatkan angka yang lebih kecil (lebih rendah 20%) ketimbang transmisi manual.</p>
<h1><strong>MEMANFAATKAN HASIL DYNOTEST</strong></h1>
<p>Dikarenakan adanya perbedaan satuan angka hasil dynotest pada mesin yang berbeda, maka untuk melakukan Dynotest yang berulang atau lebih dari sekali, sebaiknya dilakukan di tempat dan mesin yang sama.<br />
Misalnya sebelum melakukan modifikasi, dilakukan Dynotest di bengkel X, maka setelah modifikasi selesai dikerjakan, lakukan Dynotest lagi di bengkel X.<br />
5 Bengkel Dynotest yang menggunakan mesin dengan merek yang sama pun tentunya ada perbedaan hasil pengukuran hingga 1-2%.</p>
<p><strong>Silahkan pilih sendiri tempat Dynotest yang diminati.</strong></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>Dynotest tidaklah semata-mata untuk mengejar nilai Horse Power saja. Banyak rekan-rekan yang berlomba-lomba mesinnya mempunyai Power yang besar. Padahal, teman-teman yang hobby bahkan profesinya sebagai pembalap, mengatakan bahwa tidak jaminan power besar pasti akan memenangkan lomba/race. </p>
<p>Dynotest sangat besar manfaatnya ketika data grafik hasil test digunakan untuk mengatur kembali setting / Mapping pada ECU / Engine Management. Hingga diperoleh hasil yang optimal.</p>
<p>Seperti yang dilakukan oleh teman saya pada mobil balapnya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno07.jpg" alt=" " /></p>
<p>Saat baru datang, dan dilakukan Dynotest, diperoleh power sebesar 143.9WHP.<br />
Namun dari grafik Air/Fuel Ratio terbaca kondisi campuran bensin terlalu Lean (bensin sangat sedikit berbanding udara). Jika dibiarkan dan terlalu ekstrim bisa membuat ruang bakar sangat panas bahkan membuat piston atau valve meleleh.</p>
<p>Mulailah proses Tuning ulang piggyback ECU mobil balap tersebut.. diperbaiki dengan cermat pada titik RPM berapa supply bensin perlu ditambah, pengapian perlu diperpanjang, dan sebagainya..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno16.jpg" alt=" " /></p>
<p>Hingga akhirnya proses selesai, dan didapat Power sebesar 152WHP.<br />
.</p>
<p>.</p>
<h1><strong>CUACA BERPENGARUH</strong></h1>
<h2><strong>Hari ketiga..</strong></h2>
<p>Besoknya, saya iseng untuk mengukur lagi mesin mobil saya di KS Nusa..<br />
Tetapi hasil dynotest malah menurun powernya.. hanya mendapat 86.5WHP dari sebelumnya 87.5WHP.<br />
Turun 1 HP, dilakukan test hingga 5 kali run tetap hasilnya sama.</p>
<p>Ternyata hal ini disebabkan oleh suhu hari itu yang lebih panas dan kering ketimbang hari test sebelumnya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno05.jpg" alt=" " /></p>
<p>Test hari sebelumnya :  Suhu 31C, Kelembaban 56%<br />
Test hari berikutnya: Suhu 35C, Kelembaban 37%</p>
<h1><strong>MENGUJI PRODUK/ MODIFIKASI?</strong></h1>
<p>Pada kondisi standar, sensor cuaca (ATMC = Atmospheric Temperature Compensation) dalam kondisi ON. Artinya data suhu dan kelembaban saat dynotest diperhitungkan dalam menghitung hasil Power &#038; Torque.<br />
Untuk keperluan pengujian produk / mengukur modifikasi, ATMC dinonaktifkan. Sehingga perubahan-perubahan suhu yang terjadi tidak mempengaruhi hasil dynotest.</p>
<p>.</p>
<h1><strong>Kesimpulan:</strong></h1>
<ol>
<li>Mobil/Motor yang akan di Dynotest harus dalam kondisi prima dan memperhatikan keselamatan.</li>
<li>Dynotest tidak semata-mata untuk mencari nilai POWER yang besar saja, banyak informasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan performa mesin.</li>
<li>Dalam kondisi panas, performa mesin akan menurun. Itu sebabnya mengendarai mobil / motor saat cuaca sejuk atau dingin lebih terasa bertenaga ketimbang saat panas terik.</li>
<li>Produsen komponen penambah performa mesin perlu melampirkan data Dynotest dari produknya.</li>
<li>Waktu yang diperlukan untuk hanya Run Power Test sekitar 1jam.</li>
</ol>
<p>.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/dyno/dyno06.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Special Thanks untuk : Ovi Sardjan, Teddy Rev, Om Sholeh Sigma, Gerry Nasution, Ferry Cangkir, Dikwan Ditech.</strong> hingga tersusunnya artikel sederhana ini</p>
<h2><strong>Harga Jasa Dynotest..</strong></h2>
<p><strong>KS NUSA&#8230;</strong><br />
MOBIL<br />
2WD (Dyno pull) = 500rb (4-5x run)<br />
2WD (Dyno+tuning) = 800rb (1jam), selanjutnya 500rb/jam<br />
4WD (Dyno pull) = 800rb (4-5x run)<br />
4WD (Dyno+tuning) = 1.250rb (1jam), selanjutnya 800rb/jam</p>
<p>MOTOR<br />
50cc-200cc<br />
Dyno Pull = 200rb (5x run)<br />
Dyno+tuning = 300rb (1jam), selanjutnya 150rb/jam<br />
Diatas 200cc<br />
Dyno pull = 400rb (5x run)<br />
Dyno+tuning = 500rb (1jam) selanjutnya 300rb/jam<br />
.</p>
<p><strong>Rev Engineering, Sigma Speed, Bening Motor, Lestari Motorsport dan GUT Motorsport (Surabaya)</strong><br />
MOBIL  2WD (RWD/FWD)<br />
Power run = 350rb (3x run)<br />
Rental = 800rb/jam<br />
Retuning = 500rb-600rb<br />
Tuning Turbo = 2-2.5jt<br />
Tuning Piggyback = .1.2jt (non turbo)</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h2><strong>Daftar Bengkel Jasa Dynotest</strong></h2>
<p><strong>KS NUSA</strong><br />
PT Khatulistiwa Suryanusa<br />
Jl. Pramuka Raya Kav 69<br />
Jakarta 10570<br />
Phone: 021.4248324, 4254613<br />
Fax: 021.4247920<br />
HP: 0856.1042740 ( Ovi Sardjan )<br />
<a href="http://www.ksnusa.com" target="_blank">www.ksnusa.com</a></p>
<p><strong>REV Engineering</strong><br />
Jl. Arteri Kedoya no.70<br />
Jakarta 11520<br />
Phone: 021.56964612, 56969026<br />
HP: 0812.1055146 ( Teddy )</p>
<p><strong>SIGMA SPEED</strong><br />
Jl. Gatot Subroto 150<br />
Kuningan Barat<br />
Jakarta<br />
Phone: 021.70772956, 68851456</p>
<p><strong>Lestari Motor</strong><br />
Jl. RC. Veteran no.9<br />
Bintaro Jaya<br />
Jakarta<br />
Phone: 021.73881481</p>
<p><strong>Bening Motor</strong><br />
Jl. Caman Raya no.44<br />
Jati Bening<br />
Bekasi<br />
Phone: 021.86900607</p>
<p><strong>GUT Motorsports</strong><br />
Jl. Klampis Semolo Timur 3B<br />
Surabaya<br />
Phone: 031.5992741, 70912446</p>
<p><strong>Sumber Referensi:</strong><br />
Adler, U., editor, Bosch Automotive Handbook, 1986.<br />
Weast, Robert C., editor, CRC Handbook of Chemistry and Physics, 1976-1977, p. F-313.<br />
Heywood, John B., Internal Combustion Engineering Fundamentals, 1988.<br />
Kirby, Richard S.; Withington, Sidney; Darling, Arthur B.; and Kilgour, Frederick G., Engineering in History, 1990, pp. 167-172.<br />
Skelton, Betty, Purnell&#8217;s Pictorial Encyclopedia of Horses and Riding, 1977, pp. 30-31.<br />
<a href="http://tinyurl.com/aehdac" target="_blank">KONSEP TENAGA DAN PENGUKURANNYA</a><br />
Seraya.com &#8211; <a href="http://tinyurl.com/dlcltc" target="_blank">Tanya cara baca daya maksimum</a><br />
Seraya.com &#8211; <a href="http://tinyurl.com/anvdr4" target="_blank">Tanya tentang perbedaan Torsi &#038; Tenaga </a>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fdynotest-apaan-sih%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fdynotest-apaan-sih%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/dynotest-apaan-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ke mana aja tadi?!</title>
		<link>http://www.saft7.com/ke-mana-aja-tadi/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/ke-mana-aja-tadi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 05:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[GPS]]></category>
		<category><![CDATA[IDEide]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[tracking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Krisis ekonomi mengkondisikan kita untuk berhemat. Baik untuk perorangan/keluarga maupun suatu perusahaan. Memiliki kendaraan yang dioperasikan oleh orang lain terkadang membuat program berhemat kita tidak berjalan optimal, sering terjadi kebocoran dan ketidak jujuran. Sebagai contoh, seorang karyawan setelah bertemu klien di suatu tempat, sebelum kembali ke kantor menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat lain untuk]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Krisis ekonomi mengkondisikan kita untuk berhemat. Baik untuk perorangan/keluarga maupun suatu perusahaan. Memiliki kendaraan yang dioperasikan oleh orang lain terkadang membuat program berhemat kita tidak berjalan optimal, sering terjadi kebocoran dan ketidak jujuran.<br />
<span id="more-320"></span><br />
Sebagai contoh, seorang karyawan setelah bertemu klien di suatu tempat, sebelum kembali ke kantor menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat lain untuk kepentingan dirinya sendiri. Dalam hal ini karyawan tersebut telah menggunakan waktu kerjanya dan bensin untuk mobil operasional kantor untuk kepentingan pribadi, tanpa ijin dari pihak kantor yang berwenang (atasannya).</p>
<p>Bisa dibayangkan akumulasi dari kerugian yang terjadi di kantor tersebut, baik untuk kerugian waktu dan kerugian biaya operasional transportasi yang harus ditanggung.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-01.jpg " alt=" " /></p>
<h1><strong>GPS TRACKING</strong></h1>
<p>Sudah banyak produk GPS Tracking yang ditawarkan, sebagai contoh adalah <a href="http://saft7.com/?p=219">Inovatrack</a>. Jasa Tracking tersebut bersifat berlangganan, jadi ada biaya bulanan yang harus dikeluarkan oleh pelanggannya. Dengan GPS Tracking, pelanggan dapat melacak keberadaan kendaraannya, baik itu mobil, motor hingga truck secara realtime melalui web maupun SMS.<br />
Bahkan dengan jasa tersebut.. kita bisa mendapatkan SMS Pemberitahuan bahwa kendaraan tersebut misalnya berjalan melebihi kecepatan maksimum yang sudah kita set sebelumnya. (untuk mencegah pengemudinya ngebut-ngebutan di jalan).<br />
Untuk pemasangan produk GPS Tracking berkisar antara 2-4 juta rupiah, ditambah lagi biaya bulanan yang berkisar antara 100-400ribu rupiah. Namun dengan GPS Tracking ini, kita tidak bisa leluasa menganalisa sendiri data rute perjalanan tersebut.</p>
<h1><strong>GPS LOGGER</strong></h1>
<p>GPS Logger adalah produk GPS yang mencatat informasi suatu perjalanan. Antara lain: Kecepatan, Lokasi (koordinat bumi dan elevasi) dan Waktu. Saat ini ada banyak macam GPS Logger.<br />
GPS ini ditaruh/disimpan pada kendaraan yang akan dicatat perjalanannya.. jadi seperti &#8220;Black-Box&#8221; pada pesawat terbang.<br />
Kemana kendaraan itu pergi, berapa kecepatannya, berhenti di mana, melalui rute mana saja, semua akan terekam dengan baik pada GPS Logger lengkap dengan waktu kejadiannya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-02.jpg " alt=" " /></p>
<p>Saya pakai GPS Logger merek <strong>HOLUX M1000C</strong>, yang menurut saya GPS Logger ini cukup murah, dengan spesifikasi dan kepekaan yang sangat baik, bisa menangkap hingga 66 satelit GPS secara paralel.<br />
Unit <strong>Holux M1000C</strong> ini cukup kecil dan ringan, lebih besar sedikit dari kotak korek api, dengan ketahanan baterai hingga 28jam.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-10.jpg " alt=" " /></p>
<p><strong>Prinsip kerjanya cukup sederhana..</strong><br />
Begitu GPS Logger tersebut diaktifkan, dia akan mencari sinyal satelit GPS dan segera merekam data setiap satuan waktu tertentu. Data yang direkam tadi bisa di tarik/download ke Notebook/Laptop, PC atau PDA melalui Bluetooth atau Kabel USB.<br />
Nah data tersebut kemudian siap di olah.</p>
<p>Karena tingkat kepekaan Holux M1000C ini sangat baik, maka kita bisa bebas menempatkan atau menyembunyikan GPS Logger ini.</p>
<p>Misalnya di laci mobil, di bawah jok mobil, di balik jok mobil, dan lain-lain..<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-04.jpg " alt=" " /></p>
<p>Untuk penempatan di sepeda motor, tempatkan di tempat yang aman dari hujan tentunya.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-05.jpg " alt=" " /></p>
<h1><strong>Ke mana aja tadi?!</strong></h1>
<p>Sang supir bertugas untuk mengantarkan anak ke sekolah dan kemudian mengantar si Boss ke kantor.<br />
Bagaimana sih rute yang biasa sang supir lalui?</p>
<p>Dengan memanfaatkan data LOG dari GPS Logger, kita bisa langsung melihatnya di peta digital maupun di Google Earth, lengkap berikut data kecepatannya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-06.jpg " alt=" " /><br />
( <a href="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-06a.jpg">Klik untuk Perbesar Foto</a> )</p>
<p>&#8220;Wah.. mengapa ada rute yang terlihat tidak efisien yang dilalui oleh sang supir?&#8221;, pikir tim Audit ketika melihat rute perjalanan mobil dinas yang disediakan untuk si Boss.</p>
<p>Ternyata sang supir memilih jalan itu untuk menghindari macet di Bunderan Pondok Indah, sehingga beliau memilih memotong jalan melalui Sekolah Don Bosco.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-07.jpg " alt=" " /><br />
( <a href="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-07a.jpg">Klik untuk Perbesar Foto</a> )</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-09.jpg " alt=" " /><br />
( <a href="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-09a.jpg">Klik untuk Perbesar Foto</a> )</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-08.jpg " alt=" " /><br />
( <a href="http://www.saft7.com/techtips/gpslogger/gpslogger-08a.jpg">Klik untuk Perbesar Foto</a> )</p>
<p>Dengan adanya GPS Logger seperti Holux M1000C yang harganya kurang lebih 800ribu rupiah, menurut saya adalah solusi murah dan efektif untuk dapat membantu kita / perusahaan melakukan penghematan konsumsi BBM tiap bulannya, dengan memantau gerakan-gerakan supir/karyawan dalam menggunakan kendaraan operasional.</p>
<p>Suatu perusahaan dapat melakukan audit terhadap konsumsi BBM untuk seluruh kendaraan operasionalnya. Yaitu dengan menempatkan Holux M1000C tersebut di setiap kendaraan operasional. Kemudian setiap waktu tertentu Tim Audit cukup membawa Laptop/Notebook mendekati mobil tersebut, menarik data melalui koneksi bluetooth tanpa perlu menyentuh unit Holux tersebut. Selanjutnya data diproses / di olah oleh tim Audit.<br />
Diharapkan terjadi efisiensi yang cukup signifikan bagi perusahaan, dengan biaya investasi yang tidak mahal.</p>
<p><strong>Review tentang Holux M1000C lainnya:</strong><br />
<a href="http://tinyurl.com/938ljs">http://tinyurl.com/938ljs</a><br />
<a href="http://tinyurl.com/9h9saf">http://tinyurl.com/9h9saf</a></p>
<p><em>Holux M1000C ini bisa diperoleh di:</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><a href="http://mantugaul.wordpress.com/">Toko Navigasi</a> </strong><br />
Jl. Agus Salim 36<br />
Pontianak<br />
0561-760452<br />
0819-32561577<br />
email : q.q@gmx.com<br />
YM: suyandiliyis</p>
<p><strong>Prduk GPS Logger lainnya</strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1432" href="http://www.saft7.com/macet-boros-bbm/holux-m1200e-1/"><img class="alignnone size-full wp-image-1432" title="HOLUX-m1200e-1" src="http://www.saft7.com/wp-content/uploads/2009/01/HOLUX-m1200e-1.jpg" alt="" width="439" height="218" /></a></p>
<div id="_mcePaste"><strong>Holux M-1200E Bluetooth &amp; Data Logger</strong></div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Log tracks, distance, speed and altitude</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Integrates geo-tagged photos with tracks to build personal vivid digital album</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Easy one-touch button to mark POI</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Ultra-compact and lightweight; weighs only 32 grams for pocket or bag to carry</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž High sensitivity and high accuracy with DGPS technology</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Intuitive 5-color LED status display for GPS positioning, battery status, and POI</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Built in MTK MT3329 Low power consumption GPS chipset.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž 4M Bytes Flash memory for 200,000 log data recording.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Superior sensitivity up to -165 dBm.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Built-in WAAS/ EGNPS Demodulator without additional any hardware.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Compatible with Bluetooth Serial Port Profile (SPP) completely.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Small, sleek, and lightweight design easily fits in your hand.</div>
<p><strong>Dijual di OTOMASI.com &#8211; </strong><a href="http://otomasi.com/product_info.php?products_id=1943&amp;osCsid=bd09cd00135667e07845dcae787dd74c" target="_blank"><strong>klik disini</strong></a></p>
<p><strong>OTOMASI ONLINE SHOP</strong></p>
<p>Kantor Pusat:</p>
<p>Jl. Raya Fatmawati 26i, Pondok Labu</p>
<p>Jakarta Selatan, 12450</p>
<p>Call/SMS: 08999993622</p>
<p>Call: 021-68144441/68502548<br />
e-mail: <a href="mailto:sales@otomasi.com">sales@otomasi.com</a></p>
<p>Koordinat: S06Â°18.265 E106Â°47.639</p>
<p><strong>Kantor Cabang:</strong></p>
<p>Jl. Ngagel Madya V/3 Surabaya</p>
<p>Call/SMS: 08983857111</p>
<p>e-mail: <a href="mailto:agus@otomasi.com">agus@otomasi.com</a></p>
<div id="_mcePaste"><strong>CATATAN PRIVASI:</strong></div>
<p><strong> ARTIKEL INI HANYA SUATU TIPS/SHARING SEMATA. SAFT7.COM TIDAK BERTANGGUNG JAWAB UNTUK APAPUN YANG MUNGKIN TERJADI AKIBAT DIPUBLIKASIKANNYA ARTIKEL INI, BERKAITAN DENGAN PUBLIKASI MAUPUN HAL LAINNYA. SELALU BERSIKAP JUJUR ADALAH SIKAP YANG TERPUJI.</strong></p>
<p>..
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fke-mana-aja-tadi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fke-mana-aja-tadi%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/ke-mana-aja-tadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Macet, Boros BBM</title>
		<link>http://www.saft7.com/macet-boros-bbm/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/macet-boros-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 07:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[GPS]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[tracking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Kemacetan lalu-lintas terjadi di mana-mana, apalagi kota-kota besar. Bertambahnya kendaraan di jalan tidak sebanding dengan ketersediaan dan kualitas jalan itu sendiri. Jadi tidak hanya jumlah atau lebar jalan yang kurang, tetapi juga kondisi jalan itu sendiri juga berpengaruh terhadap kelancaran lalu-lintas. Jalan yang berlubang, membuat kendaraan harus melalui dengan perlahan, sehingga menyebabkan kemacetan yang panjang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/macetboros/macetboros-00.jpg" alt="" /></p>
<p>Kemacetan lalu-lintas terjadi di mana-mana, apalagi kota-kota besar. Bertambahnya kendaraan di jalan tidak sebanding dengan ketersediaan dan kualitas jalan itu sendiri. Jadi tidak hanya jumlah atau lebar jalan yang kurang, tetapi juga kondisi jalan itu sendiri juga berpengaruh terhadap kelancaran lalu-lintas. Jalan yang berlubang, membuat kendaraan harus melalui dengan perlahan, sehingga menyebabkan kemacetan yang panjang hanya karena lubang di jalan.<br />
<span id="more-319"></span><br />
Pemerintah Daerah juga berusaha mengatur pola waktu penggunaan jalan raya, seperti contohnya di Jakarta, seluruh sekolah dihimbau untuk memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.30 pagi. Sehingga porsi penggunaan jalan bisa teregulasi, hasilnya memang terjadi pengurangan kemacetan pada daerah-daerah yang biasanya macet di sekitar jam 07-08 pagi.</p>
<p>Melalui artikel ini saya mencoba berbagi pengalaman mengenai dampak kemacetan lalu-lintas terhadap konsumsi BBM pada kendaraan kita, berlaku untuk mobil maupun motor. Jika macet, Konsumsi BBM akan boros. Mengapa?</p>
<h1><strong>STOP &amp; GO, Boros BBM..</strong></h1>
<p>Ibarat kita mendorong mobil yang mogok,.. mendorong.. kemudian berhenti.. kemudian mendorong lagi.. berhenti lagi.. mendorong lagi..  Tentunya akan lebih banyak mengeluarkan tenaga dan keringat, kita akan sangat kehausan.<br />
Beda dengan mendorong mobil yang mogok.. hingga si mobil bergerak. kita terus mendorong&#8230; hingga kemudian beberapa saat mesin mobil hidup. Tenaga kita tidak banyak terkuras.<br />
Kurang lebih sama analoginya dengan mobil/motor kita saat melalui jalan yang macet.</p>
<p>Mobil/motor memerlukan banyak energi untuk mulai bergerak dari kondisi diam. Jauh lebih banyak energi yang diperlukan daripada untuk menambah kecepatan saat sudah bergerak. Dalam hal ini energi didapat dari bahan bakar / BBM.</p>
<p>Jadi semakin banyak Stop and Go, konsumsi bensin akan lebih boros, ketimbang melalui jalan yang lancar.</p>
<h1><strong>ANALISA RUTE HARIAN</strong></h1>
<p>(dibantu unit BlueTooth GPS Logger &#8211; Holux M1000C sebagai pencatat aktifitas perjalanan)</p>
<p>Gambar di bawah ini adalah rute perjalanan saya dari rumah ke kantor..</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/macetboros/macetboros-02.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Garis Rute Warna HIJAU</strong><br />
Rumah &gt; Kantor = 07.40 &#8211; 08.20 (40 menitan)<br />
Rute : Legoso (Ciputat) &#8211; Ciputat Raya &#8211; Pondok Pinang &#8211; Pondok Indah &#8211; Marga Guna &#8211; Hidup Baru &#8211; Fatmawati Raya</p>
<p><strong>Garis Rute Warna BIRU</strong><br />
Kantor &gt; Rumah = 18.00 &#8211; 18.50 (50 menitan)<br />
Rute : Fatmawati Raya &#8211; Arteri TB Simatupang &#8211; Terminal Lebak Bulus &#8211; Ciputat Raya &#8211; Legoso (Ciputat)</p>
<p><strong>BERANGKAT KE KANTOR</strong><br />
<img src="http://saft7.com/techtips/macetboros/macetboros-03.jpg" alt="" /></p>
<p>Dari grafik kecepatan di atas, terlihat bahwa saya mengalami banyak Stop and Go di sekitar Legoso akibat banyaknya polisi tidur, dan juga di daerah setelah Pondok Indah Mall, karena jalan Marga Guna yang sempit dan juga jalan Hidup Baru.</p>
<p><strong>PULANG DARI KANTOR</strong><br />
<img src="http://saft7.com/techtips/macetboros/macetboros-04.jpg" alt="" /></p>
<p>Melihat grafik di atas, 15 menit lebih waktu yang habis untuk macet dari kantor sampai perempatan ITC Dutamas Fatmawati &#8211; Haji Nawi (hanya 400meter saja), Setelah perempatan itu bisa sedikit ngebut, hingga terhambat lagi di sekitar Cilandak 10 mendekati Perempatan Fatmawati &#8211; TB Simatupang, Macet lagi memasuki depan terminal Lebak Bulus dan Ciputat Raya&#8230; dan kembali lagi.. di Legoso bertemu para polisi tidur.</p>
<h1><strong>KONSUMSI BBM</strong></h1>
<p>Mobil saya termasuk boros, untuk kondisi di atas, konsumsi BBM nya hingga 1Liter untuk 5km perjalanan.<br />
Bahkan pernah saat lagi musim macet, bisa tembus ke 1Liter untuk 3km !!</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/macetboros/macetboros-01.jpg" alt="" /></p>
<h1><strong>SEDIKIT STOP AND GO, HEMAT BBM</strong></h1>
<p>Saya mencoba melakukan perjalanan dengan rute :<br />
Ciputat Raya &#8211; Toll TB Simatupang &#8211; Toll Jagorawi (menuju ciawi) &#8211; Macet 40menit saat keluar Pintu Toll Ciawi &#8211; puter balik kembali ke Jakarta &#8211; Toll Jagorawi &#8211; Toll Dalam Kota &#8211; Kpt.Tendean &#8211; Wijaya &#8211; ITC Dutamas &#8211; Fatmawati Raya &#8211; Cirendeu Raya &#8211; Legoso (rumah).</p>
<p>Dengan kondisi sedikit terjadi Stop and Go, konsumsi BBM menjadi sangat irit, didapat sekitar 1Liter untuk 11km !</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/macetboros/macetboros-05.jpg" alt="" /></p>
<h1><strong>SOLUSI:</strong></h1>
<p>Dari tulisan di atas, di dapat kesimpulan bahwa sebisa mungkin kita hindari terjadinya Stop and Go. Sulit memang untuk mengelak dari kenyataan tersebut. Namun ada beberapa tips yang bisa membantu menghemat bahan bakar kendaraan kita.</p>
<p><strong>1. Selalu Pantau Konsumsi BBM</strong><br />
Setiap mengisi bensin full tank, kita bisa mereset tripmeter pada dashboard agar terukur berapa konsumsi BBM. Apakah minggu ini boros atau lebih irit? dan seterusnya. Tips menghitung konsumsi bbm bisa dibaca <a href="http://saft7.com/?p=200">di sini</a></p>
<p><strong>2. Injak Pedal Rem Seperlunya Saja</strong><br />
Manfaatkan gaya luncur mobil/motor hingga diperlukan untuk berhenti barulah kita injak pedal rem. Hal ini cukup membantu untuk menghemat bahan bakar, karena saat kendaraan di depan yang tadinya berhenti, kemudian jalan, kita tidak sampai berhenti total, sehingga mesin tidak terlalu berat untuk mendorong mobil/motor ber akselerasi.</p>
<p><strong>3. Selalu Waspada</strong><br />
Untuk menerapkan point nomor dua di atas, mengharuskan kita selalu waspada dengan kondisi di sekitar kendaraan kita agar tidak terjadi kecelakaan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas termasuk lampu lalu lintas. Keasikan meluncur, hingga menerobos lampu merah, bisa fatal akibatnya.</p>
<p><strong>4. Seakan Naik Sepeda</strong><br />
Saat akan melalui suatu tanjakan, sebisa mungkin tingkatkan kecepatan, saat di tanjakan, biarkan mobil/motor meluncur hingga perlahan kecepatan akan berkurang, bila perlu barulah tekan gas lagi untuk menyelesaikan rute tanjakan tersebut. Dengan cara demikian, mengurangi konsumsi BBM sebab mesin tidak dipaksa mendorong mobil dengan kondisi beban yang lebih berat (jalan menanjak).</p>
<p><strong>5. Kondisi Kendaraan yang Prima</strong><br />
Tekanan ban yang tepat, Mesin selalu di Tune-Up secara berkala, Menggunakan bensin dengan oktan yang sesuai dengan kebutuhan mesin, membantu menghemat konsumsi BBM.</p>
<p><strong>6. Rencanakan Rute Perjalanan</strong><br />
Rencanakan Rute Perjalanan perlu dilakukan khususnya jika kita akan bepergian ke beberapa tempat. Juga menentukan jalan mana yang akan dilalui, untuk dipilih jalan yang tidak macet.</p>
<p><strong>7. Rencanakan Waktu Perjalanan</strong><br />
Bepergian di waktu yang padat, misalnya jam pergi dan pulang kantor akan memperbesar kemungkinan kita berhadapan dengan macet dan stop and go.</p>
<p><strong>8. Kaca Pintu Tertutup Rapat</strong><br />
Dengan menutup rapat kaca pintu, akan mengurangi hambatan angin selama mobil bergerak / meluncur, dengan demikian akan mengurangi beban kerja mesin.</p>
<p><strong>9. Tinggalkan Barang yang Tidak Perlu</strong><br />
Kurangi berat kendaraan dengan meninggalkan barang-barang yang tidak perlu di bagasi mobil.</p>
<p><strong>10. Akselerasi Halus</strong><br />
Lakukan akselerasi secara perlahan / halus (tidak langsung gaspol apalagi hingga spin / burnout)</p>
<p><strong>12. Pilih Kendaraan Hemat BBM</strong><br />
Jika berencana untuk membeli mobil/motor, pilihlah yang hemat BBM dan sesuaikan dengan kebutuhan.</p>
<p><strong>13. Selalu Uji Emisi</strong><br />
Jangan lupa untuk selalu Uji Emisi, dan setel hingga didapat hasil emisi yang terbaik, yaitu nilai CO: 1%-1.4% dan nilai Lambda 1.000 &#8211; 1.050 untuk hasil optimal.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/macetboros/macetboros-06.jpg" alt="" /></p>
<h1><strong>KESIMPULAN AKHIR</strong></h1>
<p>1. Kemacetan Lalu-Lintas, membuat konsumsi BBM menjadi tinggi (boros)<br />
2. Polisi Tidur di perumahan atau jalan umum, turut membuat Konsumsi BBM menjadi tinggi<br />
3. Perlu menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima<br />
4. Mengendarai mobil/motor dengan sabar, tidak agresif<br />
5. Memilih kendaraan yang hemat BBM.</p>
<p>[ www.saft7.com ]</p>
<p><strong>Riset kecil di atas menggunakan GPS Logger di bawah ini</strong></p>
<p><a rel="attachment wp-att-1432" href="http://www.saft7.com/macet-boros-bbm/holux-m1200e-1/"><img class="alignnone size-full wp-image-1432" title="HOLUX-m1200e-1" src="http://www.saft7.com/wp-content/uploads/2009/01/HOLUX-m1200e-1.jpg" alt="" width="439" height="218" /></a></p>
<div id="_mcePaste"><strong>Holux M-1200E Bluetooth &amp; Data Logger</strong></div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Log tracks, distance, speed and altitude</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Integrates geo-tagged photos with tracks to build personal vivid digital album</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Easy one-touch button to mark POI</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Ultra-compact and lightweight; weighs only 32 grams for pocket or bag to carry</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž High sensitivity and high accuracy with DGPS technology</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Intuitive 5-color LED status display for GPS positioning, battery status, and POI</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Built in MTK MT3329 Low power consumption GPS chipset.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž 4M Bytes Flash memory for 200,000 log data recording.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Superior sensitivity up to -165 dBm.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Built-in WAAS/ EGNPS Demodulator without additional any hardware.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Compatible with Bluetooth Serial Port Profile (SPP) completely.</div>
<div id="_mcePaste">ï¼Ž Small, sleek, and lightweight design easily fits in your hand.</div>
<p><strong>Dijual di OTOMASI.com &#8211; </strong><a href="http://otomasi.com/product_info.php?products_id=1943&amp;osCsid=bd09cd00135667e07845dcae787dd74c" target="_blank"><strong>klik disini</strong></a></p>
<p><strong>OTOMASI ONLINE SHOP</strong></p>
<p>Kantor Pusat:</p>
<p>Jl. Raya Fatmawati 26i, Pondok Labu</p>
<p>Jakarta Selatan, 12450</p>
<p>Call/SMS: 08999993622</p>
<p>Call: 021-68144441/68502548<br />
e-mail: <a href="mailto:sales@otomasi.com">sales@otomasi.com</a></p>
<p>Koordinat: S06Â°18.265 E106Â°47.639</p>
<p><strong>Kantor Cabang:</strong></p>
<p>Jl. Ngagel Madya V/3 Surabaya</p>
<p>Call/SMS: 08983857111</p>
<p>e-mail: <a href="mailto:agus@otomasi.com">agus@otomasi.com</a></p>
<p><strong>sumber referensi:</strong></p>
<p>http://www.bargainist.com/deals/2007/08/20-tips-to-save-money-on-gas/</p>
<p>http://www.2sportscars.com/savegas.shtml</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmacet-boros-bbm%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmacet-boros-bbm%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/macet-boros-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Water Injection Stage-3</title>
		<link>http://www.saft7.com/water-injection-stage-3/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/water-injection-stage-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 19:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mac Gyver/ Ngulik]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Water Injection]]></category>
		<category><![CDATA[irit]]></category>
		<category><![CDATA[power]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang sudah mengaplikasikan Water Injection dan merasakan manfaatnya pada mobil maupun motor. Banyak email maupun telepon yang menyatakan puas dengan Water Injection baik itu Stage-1 dan Stage-2. keinginan untuk menyempurnakan semburan air agar lebih halus bahkan seperti uap terus dipikirkan. Berdiskusi dengan rekan saya (Raymond Stephen dari Art]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-00.jpg" alt="" /></p>
<p>Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang sudah mengaplikasikan Water Injection dan merasakan manfaatnya pada mobil maupun motor. Banyak email maupun telepon yang menyatakan puas dengan Water Injection baik itu <a href="http://saft7.com/?p=144"><strong>Stage-1</strong> </a>dan <a href="http://saft7.com/?p=147"><strong>Stage-2</strong></a>.<br />
<span id="more-313"></span><br />
keinginan untuk menyempurnakan semburan air agar lebih halus bahkan seperti uap terus dipikirkan. Berdiskusi dengan rekan saya (<a href="http://raymondstephen.multiply.com">Raymond Stephen dari Art Ototechnics</a>) sembari terus mencari solusi dengan berbagai uji coba. Antara lain mencoba mengganti jarum suntik dengan Nozzle yang biasa digunakan untuk penyemprot hama, dan memompakan air dengan menggunakan motor air kecil.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-35.jpg" alt="" /></p>
<p>Dikarenakan tekanan air kurang besar, maka saya coba dengan ide seperti cara kerja lampu petromax atau kompor yang digunakan tukang nasi goreng keliling, yaitu dengan memberikan tekanan udara pada tabung penampung air. Udara bertekanan tersebut dipompa oleh pompa udara. Tekanan udara mendorong air melalui selang hingga menyembur melalui Nozzle. Hasilnya cukup baik. Pompa yang digunakan pada ide awalnya adalah menggunakan motor pompa dari klakson Stebel Nautilus. Namun ternyata debit udara yang dipompa kurang besar, sehingga untuk mengisi tabung air hingga tekanan tertentu cukup lama. </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-31.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-32.jpg" alt="" /></p>
<p>Untuk tabung air, ide rekan saya menggunakan tabung pompa air yang berbahan plastik. Pressure Switch dipasang pada tabung, berfungsi untuk menyalakan/mematikan pompa udara secara otomatis sesuai dengan tekanan udara yang diinginkan. Jadi apabila tekanan udara berkurang, pompa akan otomatis mengisi udara. </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-33.jpg" alt="" /></p>
<p>Secara lengkap saat itu komponen yang digunakan seperti foto berikut.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-30.jpg" alt="" /></p>
<h1><strong>Kendala dengan Pompa Udara</strong></h1>
<p>Namun ternyata pompa udara dari klakson tersebut kurang kuat, sehingga dicoba oleh rekan saya dengan pompa untuk mengisi angin ban bertenaga Accu 12volt. Sayang sekali.. suaranya berisik sekali!.<br />
Apabila Water Injection aktif untuk waktu yang cukup panjang, ternyata sering terjadi kekurangan tekanan udara. Akibatnya semburan air pada Nozzle menjadi kurang kuat, sehingga berdampak pada Pengkabutan yang buruk. Hingga apabila tekanan sangat rendah, hasilnya sama seperti saat memakai jarum suntik, air yang keluar berupa butiran-butiran air, bukan kabut air seperti yang diharapkan.<br />
Sebagai informasi, umumnya injektor mesin membutuhkan tekanan sekitar 3BAR untuk dapat membuat bensin menjadi kabut. Kurang lebih sama untuk nozzle membuat air menjadi kabut. Tekanan 3BAR atau sekitar 43.5 PSI susah dicapai oleh metode pompa udara ini.</p>
<h1><strong>Menyerah dengan Pompa Udara, Kembali ke Pompa Air</strong></h1>
<p>Akhirnya rekan saya menemukan pompa air dengan tekanan yang cukup tinggi hingga diatas 100PSI !!</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-06.jpg" alt="" /></p>
<p>Sayang sekali voltase dari pompa air ini adalah 24 volt DC.<br />
Hingga akhirnya ditemukan produk Inverter yang bisa merubah tegangan dari 12volt menjadi 24volt DC, diperoleh dengan harga kurang dari Rp.200ribu.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-07.jpg" alt="" /></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-08.jpg" alt="" /></p>
<p>Nah, dengan digunakannya tegangan 24Volt, justru akhirnya mendapat keuntungan lain, yaitu bisa menggunakan Solenoid Valve untuk industri yang umumnya menggunakan tegangan 24volt DC. Solenoid Valve industri ini mampu menahan tekanan tinggi.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-04.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-05.jpg" alt="" /></p>
<p>Nozzle tetap digunakan, dipilih yang berukuran 0.3.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-03.jpg" alt="" /></p>
<p>disambung dengan Fitting seperti ini</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-02.jpg" alt="" /></p>
<p>Untuk filter air, digunakan juga yang berbahan metal, disambung dengan One Way Valve dan Fitting.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-13.jpg" alt="" /></p>
<p>Dikarenakan tekanan pompa air cukup tinggi, perlu juga untuk melihat besar tekanannya. Ditambahkanlah Pressure Gauge dan cabang T. Dengan demikian bisa terlihat tekanan air yang disalurkan ke Nozzle. Selain itu, juga bisa terdeteksi jika air di tanki sudah kosong, maka tekanan akan menunjukkan 0 (nol).</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-10.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-09.jpg" alt="" /></p>
<p>Jika pada <strong> Water Injection <a href="http://saft7.com/?p=147">Stage-2</a></strong> digunakan Falcon sebagai trigger untuk mengaktifkan Solenoid Valve, maka di Stage-3 ini saya dan rekan saya memilih untuk membuat trigger berdasarkan injakan pada pedal gas saja. Yaitu dengan memasang MicroSwitch pada pedal gas. Dengan demikian, saat pedal gas diinjak maka water injection akan bekerja.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-12.jpg" alt="" /></p>
<p>Secara lengkap skema Water Injection Stage-3 ini sebagai berikut</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-14b.jpg" alt="" /></p>
<p>Untuk komponennya sebagai berikut </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-01.jpg" alt="" /></p>
<p>Keterangan foto:<br />
1. High Pressure Water Pump<br />
2. L + Fitting (hose 6mm)<br />
3. Nozzle (0.3)<br />
4. Water Filter<br />
5. One Way Valve<br />
6. Fitting (hose 6mm)<br />
7. Adapter<br />
8. L &#8211; Fitting<br />
9. MicroSwitch<br />
10. High Pressure Water Solenoid Valve<br />
11. Nylon Hose (6mm)</p>
<p>Apabila sulit ditemukan, bahan-bahan di atas dapat diganti dengan yang lain dengan fungsi yang hampir sama. </p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>Aplikasi Water Injection Stage-3..</strong></h1>
<p>Hasil pemasangan pada mesin mobil saya sebagai berikut:</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-15.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-16.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-17.jpg" alt="" /></p>
<p>Penempatan Pressure Gauge di dalam kabin masih belum mendapatkan posisi yang bagus. Untuk sementara ditaruh di dekat Panel Dashboard di depan Steer.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-18.jpg" alt="" /></p>
<p>Posisi Nozzle pada intake manifold&#8230;</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-19.jpg" alt="" /></p>
<p>Hasil semburan Water Injection Stage-3 ini sangat memuaskan, air yang disemprotkan sama seperti injector menyemprotkan bensin. <strong>Kabut Sempurna!</strong></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-21.jpg" alt="" /></p>
<h1><strong>Hmm&#8230;</strong></h1>
<p>Sebenarnya akan lebih baik apabila Nozzle dipasangkan pada Throttle Body Spacer, sehingga tidak perlu melubangi Intake Manifold.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-20.jpg" alt="" /></p>
<p>Berikut foto lain yang memperlihatkan Water Injection Stage-3 diaplikasikan pada mobil Mitsubishi Lancer GLXi </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-22.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-23.jpg" alt="" /></p>
<p>Dengan menggunakan Water Injection, maka timing pengapian dapat dibuat lebih maju untuk mendapatkan performance lebih baik, tanpa gejala ngelitik sekalipun dengan bensin premium.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-24.jpg" alt="" /></p>
<p>Hasil semburan Nozzlenya seperti ini: </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wai3/wai3-25.jpg" alt="" /></p>
<p>Perkiraan harga untuk komponen yang digunakan:</p>
<p>Water Pump : 400ribu (120 PSI), 300ribu (80 PSI)<br />
Solenoid 24V : 150ribu<br />
Inverter 12V to 24V : 180ribu<br />
Pressure Gauge : 80ribu<br />
Pernak pernik (nozzle, selang, fitting, filter, dsb) : sekitar 300ribu</p>
<p>Thanks buat ART Ototechnics yang banyak membantu mengembangkan Utak-Atik Water Injection ini. </p>
<p>Semoga artikel ini bermanfaat!</p>
<p>=Apakah Water Injection itu? silahkan baca:<br />
<a href="http://saft7.com/?p=144">Water Injection Stage-1 </a><br />
dan <a href="http://saft7.com/?p=147">Water Injection Stage-2</a></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fwater-injection-stage-3%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fwater-injection-stage-3%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/water-injection-stage-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>191</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Mudik? GPS Pemandu Jalan</title>
		<link>http://www.saft7.com/mau-mudik-gps-pemandu-jalan/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/mau-mudik-gps-pemandu-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 06:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[GPS]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi Produk?]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[tracking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[(product review) Saat ini sudah semakin banyak yang menggunakan GPS untuk membantu bernavigasi dalam perjalanan baik pada mobil maupun motor. Beragam merek dan model GPS pun banyak beredar, mulai dari GPS yang memang khusus untuk pemakaian pada mobil, PDA yang ditambahkan fungsi GPS, Handphone dengan GPS hingga jam tangan dengan GPS. Semuanya bertujuan sama yaitu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik00.jpg" alt=" " /></p>
<p>(product review)</p>
<p>Saat ini sudah semakin banyak yang menggunakan GPS untuk membantu bernavigasi dalam perjalanan baik pada mobil maupun motor. Beragam merek dan model GPS pun banyak beredar, mulai dari GPS yang memang khusus untuk pemakaian pada mobil, PDA yang ditambahkan fungsi GPS, Handphone dengan GPS hingga jam tangan dengan GPS. Semuanya bertujuan sama yaitu sebagai alat bantu navigasi.<br />
<span id="more-281"></span><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik01.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik02.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik03.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik04.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik05.jpg" alt=" " /></p>
<p>Seperti yang pernah disampaikan pada artikel sebelumnya ( <a href="http://saft7.com/?p=273">Mau kemana kita?</a> ), kelengkapan peta adalah yang paling penting agar GPS dapat berfungsi optimal. Pada artikel ini saya akan mencoba sharing penggunaan GPS dengan merek Garmin Nuvi 200 Deluxe, yang bisa dikatakan sebagai GPS murah-meriah yang cukup optimal dan baik. </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik09.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik08.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik06.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik07.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Apa yang bisa dilakukan oleh Garmin Nuvi 200 Deluxe?</strong></h1>
<p>Pada layar Dashboard, terdapat beberapa informasi seperti kecepatan saat ini, kecepatan rata-rata dalam perjalanan, kecepatan maksimal, jarak yang sudah ditempuh (odometer), dan lain-lain.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik10.jpg" alt=" " /></p>
<p>Untuk memulai perjalanan, kita ditawarkan 2 menu utama</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik11.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Mencari Alamat&#8230; </strong></h1>
<p>Saya coba untuk mencari alamat,.. yaitu Jalan Mawar di sekitar Ciputat..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik12.jpg" alt=" " /><br />
.</p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik13.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik14.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik15.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik16.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik17.jpg" alt=" " /></p>
<p>Yang sangat terasa manfaatnya adalah ketika kita dihadapkan oleh suatu persimpangan atau bunderan&#8230; harus bagaimanakah rutenya dan sebagainya.. tergambar jelas dengan panah arah jalannya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik18.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik19.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik20.jpg" alt=" " /></p>
<p>Dan yang pasti, apabila jalan yang disarankan oleh GPS ternyata tertutup (misalnya oleh portal) kita akan diberikan lagi secara otomatis jalur alternatif lain menuju lokasi tujuan. </p>
<h1><strong>Cari SPBU Terdekat? Hotel terdekat? Bengkel terdekat?..</strong></h1>
<p>Secara otomatis, dimanapun posisi kita saat itu, GPS akan siap menampilkan 50 lokasi terdekat, misalnya Hotel, SPBU, Sekolahan, Masjid, Bengkel, dan sebagainya&#8230;<br />
Bayangkan saat kita mudik, kemudian ternyata bensin/solar sudah hampir habis, kita tinggal sentuh gambar pompa bensin pada GPS, maka GPS seketika akan menampilkan 50 lokasi SPBU mulai dari yang terdekat dengan posisi kita saat itu.. hmm.. sangat membantu.<br />
Setelah kita pilih mana yang mau kita tuju. tinggal sentuh tombol GO, maka GPS siap mengantarkan kita ke lokasi tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik21.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik22.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik23.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik24.jpg" alt=" " /></p>
<p>.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mudik/mudik25.jpg" alt=" " /></p>
<p>Untuk unit sekecil dan seringkas ini, layak untuk dipasang di mobil kita, apalagi menjelang mudik nanti pasti akan terasa manfaatnya di jalan.</p>
<p>Selamat Mudik Lebaran!.. Selamat Idul Fitri! Minal&#8217;aidin Wal Faidzin.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmau-mudik-gps-pemandu-jalan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmau-mudik-gps-pemandu-jalan%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/mau-mudik-gps-pemandu-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>83</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Mau ke mana, kita?&#8221; Manfaat GPS di Kendaraan</title>
		<link>http://www.saft7.com/mau-ke-mana-kita-manfaat-gps-di-kendaraan/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/mau-ke-mana-kita-manfaat-gps-di-kendaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 10:44:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[GPS]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[tracking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ingat film Dora the Explorer, selalu membawa peta dalam ranselnya agar dapat cepat mencapai tempat tujuan dan tidak tersesat. Kira-kira begitu juga jika kita memanfaatkan unit GPS untuk membantu kita mencari lokasi tujuan saat berkendara. Saya mengira GPS hanya menampilkan peta saja, ternyata bisa lebih dari itu, dan sangat menarik dan membantu. Saya mau]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Jadi ingat film Dora the Explorer, selalu membawa peta dalam ranselnya agar dapat cepat mencapai tempat tujuan dan tidak tersesat. Kira-kira begitu juga jika kita memanfaatkan unit GPS untuk membantu kita mencari lokasi tujuan saat berkendara.<br />
Saya mengira GPS hanya menampilkan peta saja, ternyata bisa lebih dari itu, dan sangat menarik dan membantu.<br />
<span id="more-273"></span><br />
Saya mau cerita sekilas tentang GPS agar lebih lengkap.</p>
<p>GPS adalah unit penerima sinyal satelit GPS. Satelit GPS sendiri ada sekitar 24 unit (ada beberapa satelit cadangan) yang disebar mengelilingi bumi 2 kali sehari. Sinyal yang di kirim oleh satelit-satelit tadi diterima oleh unit GPS. Minimal diperlukan 3 sinyal satelit agar unit GPS bisa menterjemahkan dan menghitung, hasilnya adalah lokasi / posisi kita di muka bumi. Yaitu berupa data Longitude dan Latitude, jika ada 4 sinyal satelit, maka unit GPS dapat menghasilkan informasi altitude (ketinggian dari permukaan laut).</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-10.jpg" alt="sumber foto: www.howstuffworks.com" /></p>
<p>Jika kita bergerak (berpindah dari satu tempat ke tempat lain), unit GPS juga menghitungnya.. sehingga dia akan menampilkan informasi Speed (kecepatan). Oh ya, selain itu fungsi kompas sebagai penentu arah juga ada di unit GPS.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-11.jpg" alt="sumber foto: www.howstuffworks.com" /></p>
<p>Nah lebih lengkap soal bagaimana GPS bekerja, dan sebagainya bisa dibaca-baca di <a href="http://www.navigasi.net">www.navigasi.net</a> dan di <a href="http://www.howstuffworks.com/gps.htm">www.howstuffworks.com</a></p>
<p>GPS sendiri tidak memerlukan biaya registrasi ijin atau lainnya, ini merupakan layanan gratis dan mulia yang dapat kita manfaatkan untuk berbagai kepentingan. Jadi dengan membeli unit GPS, kita bisa langsung berhubungan dengan satelit GPS dan mendapatkan informasi lokasi kita.</p>
<p>Hmm.. karena penasaran.. saya coba beli GPS yang dikhususkan untuk dipakai di mobil. <strong>Bisa apa aja sih unit GPS ini?</strong></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-20.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>KESIAPAN PETA</strong></h1>
<p>Kalau kita membeli GPS langsung dari luar negeri, peta yang terpasang umumnya adalah peta dunia atau kota lain di luar negeri&#8230; sementara peta indonesia, khususnya kota tempat kita tinggal tidak ada isinya. Duh duh duh&#8230;<br />
Jika kita membeli melalui agen resmi GPS di Indonesia, biasanya sudah dimasukkan peta tempat di mana kita tinggal, misalnya peta Jakarta, Jawa, Bali, dsb.</p>
<p><strong>Nah, gimana dong dengan nasib yang beli unit GPS tanpa memiliki peta?</strong><br />
Tenang,.. teman-teman baik kita yang tergabung dalam komunitas NavNet (www.navigasi.net) telah bekerja keras saling membantu untuk membangun peta kota-kota di Indonesia, yang semakin hari semakin lengkap. Bravo! untuk teman2 di Navigasi.net khususnya mas Buyung yang menggagas website tersebut. Melalui website tadi, kita bisa mendownload peta yang kita perlukan. Jangan lupa, jika kita juga sudah bisa belajar membuat peta, sangat diharapkan ikut menyumbangkan peta bikinannya untuk diupload ke website tersebut. Dan untuk ganjarannya, setelah kita ikut kontribusi, kita diperbolehkan mendownload peta <em>sharemap </em>yang lengkap dengan nama jalan&#8230; wah mantab deh pokoknya.</p>
<h1><strong>Mau ke mana, kita?</strong></h1>
<p>Jika peta sudah terpasang di dalam memory GPS, kita bisa meminta GPS untuk menunjukkan lokasi suatu tempat (sering disebut dengan istilah <strong>Point of Interest / POI</strong>). Dan bahkan kita bisa meminta GPS untuk menuntun &#8211; mengantarkan kita menuju POI tersebut. Feature tersebut sering disebut sebagai feature Routing. Peta yang baik adalah peta yang dapat menjalankan feature Routing dan menampilkan nama jalan yang dilalui.</p>
<p>Saya coba minta GPS mengantarkan saya ke kantor kemangnet.com</p>
<p>Tampilan layar GPS di bawah ini kebetulan dari GPS merek Garmin Street Pilot, jadi tentunya beda merek dan model akan berbeda tampilannya.. namun kurang lebih fungsinya persis sama&#8230; </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-50.jpg" alt=" " /></p>
<p>saya pilih dari daftar POI saya, yang sebelumnya pernah saya simpan (save) sebagai favorit.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-51.jpg" alt=" " /></p>
<p>lanjut saya coba segera minta antar ke sana&#8230; GO!!</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-52.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-53.jpg" alt=" " /></p>
<p>Foto di ambil saat melewati Pondok Indah, tepatnya di Jalan Bukit Hijau, tertulis pada layar GPS.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-57.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-54.jpg" alt=" " /></p>
<p>Saat di Jalan Hidup Baru, terlihat saya harus belok ke kiri dan memutar balik, karena ada pembatas jalan.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-55.jpg" alt=" " /></p>
<p>Wah.. benar-benar cerdas! Seperti punya mainan baru di mobil.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-56.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Sampai deh..<br />
</strong></p>
<h1><strong>Bah!.. Jalan itu macet, jalan ditutup&#8230; gimana dong?!!</strong></h1>
<p>Suatu saat GPS menunjukkan jalan yang ternyata jalan tersebut sangat macet atau ditutup, sehingga kita berbelok atau memilih jalan lain (tidak menuruti yang dianjurkan GPS)&#8230; maka segera si GPS akan berpikir lagi dan segera menunjukkan jalan selanjutnya setelah kita ganti jalur tadi, menuju tujuan akhir tadi. Setiap kali kita tidak menuruti anjuran GPS, dia akan terus mencoba mencarikan jalan selanjutnya yang dapat dilalui, sekalipun itu jalan kecil. Kecerdasan si GPS untuk mencari alternatif jalan sangat mengesankan.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-15.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Pilih rute tercepat atau rute terdekat?</strong></h1>
<p>Untuk mencapai suatu tempat, GPS menawarkan dua pilihan, yaitu rute tercepat atau rute terdekat.<br />
Jika kita pilih rute tercepat, maka GPS akan mengutamakan jalan-jalan besar termasuk TOL, dengan asumsi jalan di jalan besar bisa dilalui dengan speed lebih cepat ketimbang jalan kecil. </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-59.jpg" alt=" " /></p>
<p>Sedangkan jika kita pilih rute terdekat, GPS akan memperhatikan semua jalan yang ada, hingga dihitung yang paling terdekat jaraknya sekalipun melalui jalan kecil.<br />
Untuk di kota yang lengkap dengan macet seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dsb&#8230; kemungkinan kita sering pilih pendekatan Rute Terdekat, sehingga mengambil jalur alternatif (jalur tikus). </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-60.jpg" alt=" " /></p>
<p><em><strong>&#8220;Makan di mana, kita?&#8221;</strong></em></p>
<p><em><strong>&#8220;Belanja di mana yang terdekat?&#8221;</strong></em></p>
<p><em><strong>&#8220;ATM paling dekat di mana, ya?&#8221;</strong></em></p>
<p><em><strong>&#8220;SPBU ada dimana, ya?&#8221;</strong></em></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-16.jpg" alt=" " /></p>
<p>dan seterusnya&#8230; itu semua bisa dimasukkan dalam memory, sehingga GPS bisa menunjukkan lokasi tempat yang kita tuju mulai dari yang terdekat dari posisi kita saat itu. Tentunya data POI tersebut kita bisa terus tambah sendiri, setiap kali misalnya kita berkunjung ke suatu tempat, sehingga suatu saat kita bisa kembali ke situ dibantu GPS, atau kita copy untuk teman kita yang lain.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-58.jpg" alt=" " /></p>
<p>Yang paling terasa bermanfaat adalah saat akan bepergian meeting, di kantor klien yang rutenya belum pernah kita lalui atau saking rapatnya gedung perkotaan di Jakarta&#8230;</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-62.jpg" alt=" " /></p>
<p>Jika peta kita lengkap, sangat membantu karena gedung-gedung sudah tertera di situ.<br />
Contohnya pada foto di bawah, saat melewati JL. Rasuna Said (Kuningan) Jakarta, sebelah kiri kanan terlihat informasi gedung-gedung.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-61.jpg" alt=" " /></p>
<h1>Ini Ruteku!!</h1>
<p>pada unit GPS, umumnya ada feature TRACK LOG.<br />
Selama perjalanan kita, GPS merekam gerakan bahkan data kecepatan dan posisi kita terus menerus.<br />
Manfaatnya adalah, misalnya kita minta GPS merekam rute dari Pertokoan Pondok Indah Mall menuju Gedung Indosat, tanpa melewati jalur 3in1. Kemudian suatu saat saya bisa copy dan berbagi dengan teman saya jika ingin mengikuti rute alternatif tadi.</p>
<p>Untuk keperluan Offroad, atau daerah yang kita datangi belum ada di peta, Track Log ini sangat membantu kita untuk dapat pulang melalui jalur yang sama tadi, dengan cara di Reverse Track Log. </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/jalan-jalan1.gif" alt=" " /></p>
<h1><strong>TIPS Pilih GPS untuk di Kendaraan</strong></h1>
<p>Setelah hampir sebulan memakainya sendiri, ada yang bisa saya share buat teman-teman yang juga tertarik memasang GPS pada kendaraannya.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-30.jpg" alt=" " /></p>
<h2><strong>GPS untuk di MOBIL:</strong></h2>
<p>1. Jika menggunakan kaca film berbahan dasar metal, sebaiknya lengkapi juga dengan Antena luar. Hal ini disebabkan sinyal GPS dari satelit tidak kuat menembus kaca film tadi. Harga antena bervariatif, paling murah sekitar 250ribuan.</p>
<p>2. Hindari meninggalkan GPS di mobil yang terjemur matahari panas&#8230; sayang gitu loh&#8230; suhu kabin mobil bisa mencapai 65 derajat Celcius!.</p>
<p>3. Tentukan dulu lokasi tujuan sebelum berkendara.. sebaiknya tidak sambil menyetir, karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain disekitar kendaraan kita.</p>
<p>4. Untuk yang suka offroad atau ke daerah-daerah baru, pilih GPS yang ada feature Track Log.</p>
<h2><strong>GPS untuk di MOTOR:</strong></h2>
<p>1. Pilih GPS yang anti air, atau memang di desain untuk dipakai di motorcycle.</p>
<p>2. Lengkapi GPS dengan dudukannya, sehingga GPS dapat mudah di lepas pasang.</p>
<p>3. Lengkapi motor dengan kabel power untuk GPS agar tidak boros baterai.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-73.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-72.jpg" alt=" " /></p>
<p>Untuk keduanya, jika membeli GPS, perhatikan berapa besar memory yang dapat di isi dengan peta baru?<br />
Sebagai informasi, umumnya peta yang disediakan gratis di navnet membutuhkan memory kosong sekitar minimal 8MB.<br />
GPS keluaran baru, umumnya menyediakan slot memory card, sehingga memorynya bisa di expand lebih besar.</p>
<p>Foto di bawah memperlihatkan berbagai merek dan model GPS untuk digunakan di kendaraan, yang banyak ditemukan.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-70.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Alternatif lain dengan Bluetooth GPS</strong></h1>
<p>Sebelum saya membeli GPS untuk dipasang di mobil, saya menggunakan PDA (iPAQ) yang dibantu Bluetooth GPS. Hasilnya cukup memuaskan dan membantu seperti yang saya ceritakan di atas. Namun karena fungsinya tidak didesain khusus untuk keperluan navigasi di kendaraan, terkadang agak ribet untuk mengakses menu-menu ataupun terkadang si PDA mengalami Hang selama dalam perjalanan.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-74.jpg" alt=" " /></p>
<p>Dengan menggunakan Bluetooth GPS, kita bisa memanfaatkan berbagai media, entah itu dengan PDA-phone, Handphone, atau notebook.<br />
Tentunya pengalaman utak-atik dengan berbagai media ini sangat menarik, karena berbagai trik-trik khusus kadang perlu agar dapat menampilkan peta yang sebenarnya khusus untuk GPS namun ditampilkan di media alternatif tadi. <img src='http://www.saft7.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/manfaatgps/manfaatgps-71.jpg" alt=" " /></p>
<p>Demikian sharing sederhana dari saya, semoga bisa memberikan gambaran tentang manfaat GPS pada kendaraan kita, seberapa besar GPS dapat membantu kita di jalan, dan sebagainya. Mohon maaf apabila ada kekurangan&#8230; </p>
<p><strong>Sumber referensi:</strong><br />
<a href="http://www.navigasi.net">Navigasi.net</a><br />
<a href="http://www.howstuffworks.com/gps.htm">How GPS Receivers Work</a></p>
<p>:.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmau-ke-mana-kita-manfaat-gps-di-kendaraan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmau-ke-mana-kita-manfaat-gps-di-kendaraan%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/mau-ke-mana-kita-manfaat-gps-di-kendaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>74</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Kabel yang Tepat</title>
		<link>http://www.saft7.com/pilih-kabel-yang-tepat/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/pilih-kabel-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 08:41:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Electronics/ Electrical]]></category>
		<category><![CDATA[Mac Gyver/ Ngulik]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[electrical]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[kabel]]></category>
		<category><![CDATA[utak atik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Kabel yang digunakan pada kendaraan (mobil, motor, truk dsb) dikategorikan sebagai Auto-Cable. Yaitu kabel yang spesifikasinya disesuaikan dengan keperluan kendaraan pada umumnya, dengan tegangan kerja 12/24 volt DC. Tidak seperti kabel lainnya, Auto-Cable diukur dari diameter luar keseluruhan atau tebal kabel. Sementara tebal dari isolasi terhadap konduktornya (tembaga/aluminium) hanya setebal 0.5mm-1mm saja. Jadi untuk kabel]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Kabel yang digunakan pada kendaraan (mobil, motor, truk dsb) dikategorikan sebagai Auto-Cable. Yaitu kabel yang spesifikasinya disesuaikan dengan keperluan kendaraan pada umumnya, dengan tegangan kerja 12/24 volt DC. Tidak seperti kabel lainnya, Auto-Cable diukur dari diameter luar keseluruhan atau tebal kabel. Sementara tebal dari isolasi terhadap konduktornya (tembaga/aluminium) hanya setebal 0.5mm-1mm saja.<br />
<span id="more-299"></span><br />
Jadi untuk kabel yang tebalnya 8mm (8AWG), tebal kawat konduktor di dalamnya hanya sekitar 6mm-7mm (diameter).</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>Konversi ukuran standar AWG (American Wire Gauge) dengan standar Metric (mm2)</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-04.gif" alt=" " /></p>
<p>Tidak tepat apabila kabel listrik rumah digunakan untuk keperluan pelistrikan kendaraan, karena spesifikasi peruntukannya berbeda.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>Auto-cable mempunyai isolasi yang dirancang cukup tahan terhadap suhu panas dan minyak/oli. Sehingga tidak mengganggu kemampuan untuk melindungi kawat di dalamnya. Jika mudah meleleh atau bereaksi dengan minyak/oli maka bisa menyebabkan short-circuit atau korslet.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>Gunakanlah auto-cable untuk keperluan pelistrikan kendaraan. Auto-Cable diperjual-belikan di toko asesoris atau onderdil otomotif. Ada banyak macam kualitas kabel, pilihlah yang isolasi luarnya mengkilap atau halus, ada tulisan merek kabel (tidak polos), isi kawat konduktor berbahan dasar tembaga murni mengkilap dan tebal. Mudah ditekuk / lentur.</p>
<h1><strong>PILIH KABEL YANG MANA YA?</strong></h1>
<p>Jika kita ingin mengaplikasi sesuatu perangkat di kendaraan kita, kita perlu memilih kabel ukuran berapa yang diperlukan agar aman dan perangkat bekerja dengan baik.<br />
Katakanlah kita menggunakan Accu bertegangan 12 VOLT, dengan tabel di bawah, kita tinggal mencocokkan arus yang dipakai perangkat kita atau daya yang digunakan perangkat, kemudian berapa panjang kabel dari Accu menuju perangkat. Maka akan terbaca berapa ukuran tebal kabel yang diperlukan.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-05.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-06.gif" alt=" " /></p>
<p>Perancang kendaraan khususnya teknisi listrik (electrical) sudah memperhitungkan kabel dengan tebal berapa yang digunakan untuk tiap fungsi di kendaraan tersebut. Tentunya dengan memperhitungkan juga panjang kabel yang dibutuhkan untuk menyambung satu titik komponen ke komponen lainnya.</p>
<p>Semakin panjang kabel, akan ada kerugian tegangan yang diakibatkan adanya resistansi pada kawat konduktornya. Kawat yang digunakan umumnya ada dua macam, yaitu berbahan dasar Tembaga murni dan Aluminium. Yang terbaik adalah yang berbahan dasar tembaga.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-09.jpg" alt=" " /></p>
<p>Semakin tebal, semakin baik. Namun untuk industri kendaraan, tetap memperhitungkan biaya produksi kendaraan. Tentunya pemakaian kabel yang tebal lebih mahal ketimbang yang tipis/kurus. Sehingga digunakan perhitungan yang tepat dan akurat berapa tebal kabel yang paling efisien dan efektif untuk keperluan di tiap komponen. Tidak heran apabila kita menemukan berbagai macam ketebalan kabel pada sistem pelistrikan kendaraan kita.</p>
<p>Saya coba tunjukkan, kerugian tegangan yang terjadi pada kabel berkawat tembaga murni dengan panjang 3 meter, diberi tegangan 12 volt dengan arus 10 Ampere, diukur dengan <a href="http://www.sanwa-meter.co.jp/overseas/product/dmm/pc5000_e.html"><strong>Multimeter Digital Sanwa PC-5000</strong></a> (akurasinya 5desimal, grade multimeter yang terbaik dan akurat).</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-07.jpg" alt=" " /></p>
<p>Dapat dilihat, kabel-kabel dengan panjang yang sama, namun dengan ketebalan yang berbeda, menghasilkan tegangan output yang berbeda.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/wg/wg-08.gif" alt=" " /></p>
<h1><strong>CONTOH APLIKASI</strong></h1>
<p>Saya akan memasang lampu kabut (fog lamp) di bumper depan mobil saya.<br />
Bohlam yang digunakan adalah H1 berdaya 55Watt, 12 Volt.<br />
Maka untuk kiri dan kanan total daya yang diperlukan foglamp adalah 110watt.<br />
Jarak accu dengan foglamp kira2 membutuhkan panjang kabel 2 meter<br />
<strong>Maka saya cukup pakai kabel dengan ketebalan 1mm saja. </strong>Lebih tebal sedikit lebih baik tentunya.</p>
<p>Semoga bermanfaat sebagai referensi.</p>
<p><em><strong>Sumber referensi:</strong><br />
Auto Cable &#8211; http://www.motorhomesaustralia.net<br />
PowerStream &#8211; http://www.powerstream.com<br />
RBE Electronics &#8211; http://www.rbeelectronics.com</em></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fpilih-kabel-yang-tepat%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fpilih-kabel-yang-tepat%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/pilih-kabel-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Safety: Belok dengan Aman &#8211; 2</title>
		<link>http://www.saft7.com/safety-belok-dengan-aman-2/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/safety-belok-dengan-aman-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 07:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya &#8220;Safety: Belok dengan Aman -1&#8243;. Yang bertujuan agar saat kita mengendarai mobil maupun motor dapat mengerti kondisi yang umumnya terjadi di jalan sehingga kita dapat mengantisipasi keadaan sehingga dapat memperkecil terjadinya kecelakaan lalu lintas. BELOK &#8211; 5 Sering kita jumpai saat di dalam area komplek perumahan. Mobil atau]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety2/safety-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Artikel ini adalah lanjutan dari artikel sebelumnya <a href="http://saft7.com/?p=296">&#8220;Safety: Belok dengan Aman -1&#8243;</a>. Yang bertujuan agar saat kita mengendarai mobil maupun motor dapat mengerti kondisi yang umumnya terjadi di jalan sehingga kita dapat mengantisipasi keadaan sehingga dapat memperkecil terjadinya kecelakaan lalu lintas.<br />
<span id="more-298"></span></p>
<h1><strong>BELOK &#8211; 5</strong></h1>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety2/safety-10.jpg" alt=" " /></p>
<p>Sering kita jumpai saat di dalam area komplek perumahan. Mobil atau motor keluar dari suatu jalan kecil dengan kecepatan masih cukup kencang berbelok masuk ke jalan besar (pertigaan) dengan menggunakan jalur orang lain.<br />
Akan sangat berbahaya apabila ada orang lain yang posisinya sudah pada jalurnya akan berbelok ke jalan tersebut.</p>
<h1><strong>BELOK &#8211; 6</strong></h1>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety2/safety-11.jpg" alt=" " /></p>
<p>Tidak kalah bahayanya saat berbelok di tikungan, melakukan gerakan seperti di arena balap mobil atau motor (Racing-Line), dari sudut terluar, memasuki tikungan menusuk ke dalam. Hal ini sangat berbahaya karena di jalan umum tidak seperti di sirkuit. Apabila gerakan berbelok ala pembalap tersebut dilakukan di jalan umum yang menerapkan dua jalur, dapat menimbulkan kecelakaan yang cukup fatal. Sangat berbahaya untuk jalan berkelok di luar kota.</p>
<p>Lakukanlah gerakan berbelok di tikungan tetap pada jalur kita, jangan gunakan jalur orang lain (arah berlawanan)</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety2/safety-12.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>BELOK &#8211; 7 (PUTAR BALIK / U-TURN)</strong></h1>
<p>Untuk melakukan Putar Balik, sebaiknya tetap rapat di kanan (Rapat pembatas jalan). Hal ini supaya tidak mengganggu arus lalu lintas yang akan lurus di sebelah kiri kita. Seringnya kita mengambil posisi lebih ke kiri (pinggir jalan) karena mungkin radius putar mobil kita tidak cukup kecil. Usahakan untuk tetap mencoba memikirkan atau peduli dengan kendaraan lain yang akan lurus dan terhalang oleh mobil kita yang akan memutar balik. </p>
<p>Sepeda motor juga sering ditemukan menyelip dari sisi dalam, sementara perhatian pengendara mobil sedang ke sisi luar (memperhatikan arus lalu lintas dari arah sebaliknya) untuk melakukan putaran. Sehingga sepeda motor yang menyelip dari sisi dalam itu sering tidak terlihat dan tidak terduga hingga akhirnya terpepet atau terjepit mobil.<br />
Sebaiknya sepeda motor bersabar untuk berada di belakang mobil yang akan memutar tersebut demi keselamatannya.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety2/safety-13.jpg" alt=" " /></p>
<p>Semoga selamat di jalan!</p>
<p>Salam Safety Driving &#038; Riding !</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsafety-belok-dengan-aman-2%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsafety-belok-dengan-aman-2%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/safety-belok-dengan-aman-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar SPBU Pasti Pas Pertamina</title>
		<link>http://www.saft7.com/daftar-spbu-pasti-pas-pertamina/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/daftar-spbu-pasti-pas-pertamina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 06:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[hemat BBM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Dikarenakan harga BBM semakin tidak bersahabat, maka mau tidak mau kita perlu pilih-pilih SPBU untuk mengisi BBM kendaraan kita. Yang cukup menjanjikan adalah SPBU Pasti Pas Pertamina. Tapi kita tetap harus kritis.. agar logo Pasti Pas tidak hanya gambar tempelan saja. Mereka harus benar-benar menjaga mutu kualitas dan akurasi meter bensinnya. Berikut saya salin data]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/pastipas/pastipas00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Dikarenakan harga BBM semakin tidak bersahabat, maka mau tidak mau kita perlu pilih-pilih SPBU untuk mengisi BBM kendaraan kita. Yang cukup menjanjikan adalah SPBU Pasti Pas Pertamina.<br />
Tapi kita tetap harus kritis.. agar logo Pasti Pas tidak hanya gambar tempelan saja. Mereka harus benar-benar menjaga mutu kualitas dan akurasi meter bensinnya.<br />
<span id="more-297"></span><br />
<img src="http://saft7.com/techtips/pastipas/pastipas03.jpg" alt=" " /></p>
<p>Berikut saya salin data dari website pasti pas pertamina.. untuk wilayah JAKARTA, BOGOR, BANDUNG dan kota KUNINGAN.</p>
<p>Selengkapnya silahkan buka langsung di <a href="http://pastipas.pertamina.com"><strong>http://pastipas.pertamina.com</strong></a></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/pastipas/pastipas01.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Propinsi : DKI Jakarta</strong></p>
<p>   <strong>Jakarta Selata</strong>n</p>
<p>        SPBU 34.129.02, Jl. Gatot Subroto Kav 54 (Sebelum Gedung Patra Jasa)</p>
<p>        SPBU 34.125.06, Jl. TB Simatupang (Setelah Gedung Elnusa)</p>
<p>        SPBU 34.121.13, Jl. Pangeran Antasari (Setelah Apartemen Prapanca)</p>
<p>        SPBU 34.127.07, Jl. Raya Pasar Minggu (Setelah perumahan Trikora TNI AU)</p>
<p>        SPBU 34.128.05, Jl. Casablanca Menteng Dalam Tebet (Seberang Wisma Staco)</p>
<p>        SPBU 34.125.10, Jl. TB. Simatupang, Ragunan (Sebelum Dept. Pertanian)</p>
<p>        SPBU 34.122.09, Jl. Raya Ciledug (Setelah Kelurahan Petukangan Selatan)</p>
<p>        SPBU 34.126.11, Jl. Moch. Kahfi, jagakarsa </p>
<p>        SPBU 34.122.11, Jl. Tentara Pelajar, Kebayoran baru </p>
<p>        SPBU 34.125.09, Jl. Taman Margasatwa No.20-21, Pasar Minggu </p>
<p>        SPBU 34.122.12, Jl. M. Saidi Raya, Petukangan Selatan â€“ Pesanggrahan </p>
<p>        SPBU 34.129.01, Jl. Minangkabau No. 33, Manggarai </p>
<p>        SPBU 34.124.09, Jl. Karang Tengah Raya </p>
<p>   <strong>Jakarta Utara</strong></p>
<p>        SPBU 34.144.13, Jl. Benjamin Sueb </p>
<p>        SPBU 34.144.09, Jl. Kapuk Kamal No. 133 ()</p>
<p>        SPBU 34.144.07, Jl. Jembatan Tiga ()</p>
<p>        SPBU 34.144.10, Jl. Kapuk Raya No.36 (Depan Pasar Darurat)</p>
<p>   <strong>Jakarta Pusat</strong></p>
<p>        SPBU 31.107.01, Jl. Industri Raya Kemayoran (Setelah Hotel Sheraton)</p>
<p>        SPBU 34.106.04, Jl. Raya Bungur Besar </p>
<p>        SPBU 34.102.02, Jl. Tanah Abang II No. 6 (Sebelah Markas Paspampres)</p>
<p>        SPBU 34.104.01, Jl. Kramat Raya Kwitang (Seberang Gd. STIE Muhammadiyah)</p>
<p>        SPBU 34.102.03, Jl. KH. Mas Mansur. 92 </p>
<p>   <strong>Jakarta Barat</strong></p>
<p>        SPBU 34.115.07, Jl. Arteri Kelapa Dua </p>
<p>        SPBU 34.117.08, Jl. Raya Duri Kosambi ujung aspal cengkareng </p>
<p>        SPBU 34.113.01, Jl. Prof. Dr. Latumenten, Angke </p>
<p>        SPBU 34.117.09, Jl. Daan Mogot KM. 10 </p>
<p>        SPBU 34.114.03, Jl. Kemanggisan Utama Raya no.6-8 </p>
<p>        SPBU 34.116.09, Jl. Raya Joglo </p>
<p>        SPBU 34.114.04, Jl. Prof. DR. Latumenten </p>
<p>        SPBU 34.118.03, Jl. Daan Mogot Km. 18 </p>
<p>   <strong>Jakarta Timur</strong></p>
<p>        SPBU 34.134.20, Jl. Raya Kalimalang Cipinang Bali </p>
<p>        SPBU 34.134.10, Jl. Raden intan II (Masjid An Nur)</p>
<p>        SPBU 34.134.19, Jl. Raden Intan </p>
<p>        SPBU 34.138.06, Jl. Outer Ring Road (Puskopad)</p>
<p>        SPBU 34.136.02, Jl. Dewi Sartika No. 184 </p>
<p>        SPBU 34.132.08, Jl. Rawamangun Muka Raya </p>
<p>        SPBU 34.134.14, Jl. Basuki Rachmat </p>
<p>        SPBU 34.132.06, Jl. Pemuda </p>
<p>        SPBU 34.139.08, Jl. Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Ujung Menteng, Cakung Timur </p>
<p>        SPBU 34.138.03, Jl. Raya Ceger </p>
<p>        SPBU 34.133.06, Jl. Jatinegara Timur No. 54 </p>
<p>        SPBU 34.138.02, Jl. Raya Pondok Gede No.40 </p>
<p>        SPBU 34.134.15, Jl. R.S. Sukamto </p>
<p>        SPBU 34.133.05, Jl. Otista Raya No.64B, Bidara Cina </p>
<p>        SPBU 31.131.01, Jl. Jl. Pramuka Kemayoran </p>
<p>        SPBU 34.139.09, Jl. Dr. Radjiman Cakung </p>
<p><strong>Jawa Barat</strong></p>
<p>   <strong>Bandung</strong></p>
<p>        SPBU 34.401.16, Jl. Dr. Djunjunan (Pasteur) No.139 Padjajaran (Setelah BTC (Bandung Trade Centre))</p>
<p>        SPBU 34.402.38, Jl. Terusan Buah Batu No.55-57 (Sebelum pasar Kordon)</p>
<p>        SPBU 34.401.22, Jl. Ir. H.Juanda (Dago) No.442 (Setelah Hotel Jayakarta)</p>
<p>        SPBU 34.401.29, Jl. Ciroyom Barat Andir ()</p>
<p>        SPBU 34.402.36, Jl. Laswi No. 136-140 (Cipaganti Rencar-Gatsu)</p>
<p>        SPBU 34.402.42, Jl. Wahid Hasyim No. 288 (Setelah pintu keluar Terminal (Leuwi Panjang))</p>
<p>        SPBU 34.401.25, Jl. Dipatiukur No. 55 (Universitas Padjajaran)</p>
<p>        SPBU 34.401.27, Jl. Tamblong No. 3 (Belakang Hotel Preanger)</p>
<p>        SPBU 34.402.39, Jl. Moch Toha No.357 ()</p>
<p>        SPBU 34.401.24, Jl. Setiabudi No. 47 (Setelah Rumah Mode)</p>
<p>        SPBU 31.406.01, Jl. Soekarno Hatta No. 728 (Dekat Depot Ujung Berung)</p>
<p>        SPBU 34.402.45, Jl. Taman Kopo Indah II (Setelah Borma Swalayan)</p>
<p>        SPBU 34.401.21, Jl. Cihampelas No.175 (Sebelum Mal Cihampelas Walk)</p>
<p>        SPBU 34.401.28, Jl. Surapati No.119 Sukaluyu (Seberang Pusdai)</p>
<p>        SPBU 34.402.44, Jl. AH Nasution No. 940-944 </p>
<p>        SPBU 34.402.37, Jl. Soekarno Hatta No. 15 </p>
<p>        SPBU 34.401.30, Jl. Sunda No. 76 B </p>
<p>        SPBU 34.401.26, Jl. Rajawali Barat </p>
<p>        SPBU 34.406.05, Jl. AH Nasution &#8211; Cipadung </p>
<p>        SPBU 34.405.21, Jl. Raya Barat Cimahi </p>
<p>        SPBU 34.401.32, Jl. Setiabudi No. 128 </p>
<p>        SPBU 34.402.10, Jl. Soekarno Hatta No.122 </p>
<p>        SPBU 34.402.32, Jl. Tol Purbaleunyi KM. 147 </p>
<p>        SPBU 34.402.56, Jl. Peta No.142-144 </p>
<p>        SPBU 34.409.04, Jl. Raya Soreang KM 16 </p>
<p>        SPBU 34.402.28, Jl. Gatot Subroto No. 160 </p>
<p>        SPBU 34.409.07, Jl. Raya Soreang &#8211; Cimahi, Patrol </p>
<p>        SPBU 34.401.11, Jl. Cipaganti No. 141</p>
<p>        SPBU 34.402.27, Jl. Terusan Pasir Koja </p>
<p>        SPBU 34.402.34, Jl. Terusan Jakarta &#8211; Antapani </p>
<p>        SPBU 34.402.43, Jl. Terusan Cibaduyut Raya </p>
<p>        SPBU 34.402.46, Jl. Sayuran No.19 Cibaduyut </p>
<p>        SPBU 34.402.47, Jl. Ibrahim Adji No. 135 Kiara Condong </p>
<p>        SPBU 34.402.49, Jl. Jend Ahmad Yani No. 374 </p>
<p>        SPBU 34.402.51, Jl. Kopo Sayati </p>
<p>        SPBU 34.402.52, Jl. Kopo Bihbul No.88 </p>
<p>        SPBU 34.402.54, Jl. Moch. Ramdhan No. 92 </p>
<p>        SPBU 34.403.31, Jl. Raya Cicalengka &#8211; Nagrog KM 35 </p>
<p>        SPBU 34.405.08, Jl. Raya Ciburuy Padalarang </p>
<p>        SPBU 34.401.10, Jl. Jend A Yani </p>
<p>        SPBU 34.401.31, Jl. Garuda No. 92 </p>
<p>        SPBU 34.402.50, Jl. Gede Bage Selatan </p>
<p>        SPBU 34.406.04, Jl. AH. Nasution 32-36 Ujung Berung </p>
<p>        SPBU 34.402.53, Jl. Soekarno Hatta No. 491 </p>
<p>        SPBU 34.402.55, Jl. Terusan Pasir Koja No. 88 </p>
<p>   <strong>Kab. Bandung</strong></p>
<p>        SPBU 34.403.27, Jl. Raya Banjaran, Pangalengan </p>
<p>        SPBU 34.403.29, Jl. Bypass Cicalengka km. 32 </p>
<p>        SPBU 34.403.22, Jl. Manirancan Majalaya </p>
<p>        SPBU 34.403.28, Jl. Raya Ciparay Lembur Awi </p>
<p>        SPBU 34.402.40, Jl. Raya Dayeuh Kolot No. 18-20 </p>
<p>        SPBU 34.403.33, Jl. Raya Solokan Jeruk-Rancaekek </p>
<p>        SPBU 34.409.08, Jl. Raya Haur Koneng &#8211; Ciwidey </p>
<p><strong>Kota : Bogo</strong>r</p>
<p>        SPBU 34.167.07, Jl. Alternatif Kandang Roda &#8211; Sentul </p>
<p>        SPBU 34.169.23, Jl. Raya Bojong Kulur No. 10A </p>
<p>        SPBU 34.161.14, Jl. Raya Batu Tulis No 30A </p>
<p>        SPBU 34.161.02, Jl. Raya Pajajaran no. 127 </p>
<p>        SPBU 34.167.10, Jl. Raya Puncak, Ciawi </p>
<p><strong>   Kota : Depok</strong></p>
<p>        SPBU 34.169.20, Jl. Raya Bogor Km 39,5 Cimanggis </p>
<p>        SPBU 34.169.09, Jl. Raya Bogor Km. 34 Cimanggis Depok </p>
<p><strong>   Kota : Kuningan</strong></p>
<p>        SPBU 34.455.02, Jl. RE Martadinata No. 526 </p>
<p>        SPBU 34.455.09, Jl. Raya Oleched </p>
<p>        SPBU 34.455.10, Jl. RE Martadinata No.103 </p>
<p>        SPBU 34.455.08, Jl. Ciloa Kuningan </p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/pastipas/pastipas02.jpg" alt=" " /></p>
<p>&#8212;&#8211;WWW.saft7.com&#8212;&#8211; automotive tips and sharing &#8212;&#8211;</p>
<p>SUMBER REFERENSI: </p>
<p>http://pastipas.pertamina.com</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fdaftar-spbu-pasti-pas-pertamina%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fdaftar-spbu-pasti-pas-pertamina%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/daftar-spbu-pasti-pas-pertamina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Safety: Belok dengan Aman &#8211; 1</title>
		<link>http://www.saft7.com/safety-belok-dengan-aman-1/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/safety-belok-dengan-aman-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 06:03:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=296</guid>
		<description><![CDATA[Berhati-hati dan tertib di jalan akan memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kesadaran masing-masing pengemudi baik itu mobil dan motor terhadap aturan-aturan yang tidak tertulis, berkaitan dengan tata krama di jalan juga dapat berpengaruh terhadap tingkat terjadinya kecelakaan. Yang menjadi masalah adalah tidak semua orang mempunyai kesadaran, pola berpikir, tata krama yang sama di jalan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety1/belok-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Berhati-hati dan tertib di jalan akan memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Kesadaran masing-masing pengemudi baik itu mobil dan motor terhadap aturan-aturan yang tidak tertulis, berkaitan dengan tata krama di jalan juga dapat berpengaruh terhadap tingkat terjadinya kecelakaan. Yang menjadi masalah adalah tidak semua orang mempunyai kesadaran, pola berpikir, tata krama yang sama di jalan.<br />
<span id="more-296"></span><br />
Artikel ini di buat untuk mencoba menyampaikan aturan tidak tertulis tadi yang semoga dapat diingat selalu saat kita berkendara baik dengan motor maupun mobil di jalan. </p>
<h1><strong>BELOK &#8211; 1</strong></h1>
<p>Sering terjadi saat mobil (C) akan berbelok ke kiri, tiba-tiba muncul sepeda motor (A) dari sisi kiri atau sisi dalam belokan. Beruntung apabila mobil (C) melihat ada sepeda motor tersebut di sisi kirinya, jika tidak, maka motor (A) akan terjepit oleh mobil tersebut.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety1/belok-01.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Mengapa bisa terjadi kecelakaan?</strong><br />
Pengemudi mobil (C) yang akan berbelok ke kiri, pertama-tama akan berkonsentrasi melihat ke arah kanan (1) melihat adanya mobil lain dari arah kanan (E), kemudian dia akan melihat mobil dari arah kiri (2) (D) untuk mulai berbelok ke kiri.<br />
Saat seperti itu umumnya pengemudi mobil tidak terpikir untuk melihat sisi kiri mobil apakah aman atau tidak.<br />
Sekalipun melihat spion, umumnya posisi sepeda motor yang menyelip masuk tidak terlihat karena masuk dalam sudut BLIND SPOT (sudut tidak terlihat oleh kaca spion).</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety1/belok-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>Pengendara motor (B) posisinya benar, dia berjalan di belakang mobil yang sedang berbelok, sehingga aman. Pengendara motor (B) pun harus melihat kondisi lalin dari arah kanan, dan mengatur jarak dengan mobil di depannya saat berbelok.</p>
<h1><strong>BELOK &#8211; 2</strong></h1>
<p>Sering terjadi juga, saat mobil akan masuk jalur di seberangnya pada suatu pertigaan, sepeda motor yang ikut berbelok dengan arah yang sama mengambil ruang gerak belok mobil. Hal ini sangat berbahaya apabila si pengendara mobil tidak melihat dan menginjak rem saat sepeda motor itu memotong jalur beloknya.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety1/belok-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>Sebaiknya, pengendara motor menunggu mobil tersebut berbelok pada ruang geraknya  dan tidak memotorngnya.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety1/belok-04.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>BELOK &#8211; 3</strong></h1>
<p>Pada jalan yang tidak terlalu ramai, sering terjadi motor atau mobil berbelok dengan mengambil jalur arah berlawanan saat memasuki pertigaan atau tikungan. </p>
<p>Untuk itu mobil atau motor yang akan memasuki tikungan atau pertigaan, sempatkan untuk membunyikan klakson atau menyalakan beam (jika malam) agar pengendara lain tau akan ada mobil / motor yang keluar tikungan, sehingga dapat memperkecil kemungkinan terjadinya kecelakaan.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety1/belok-05.jpg" alt=" " /></p>
<p>Sebaiknya tetaplah berjalan di jalur masing-masing. Bayangkan ada garis pembatas jalur (imajiner) yang tidak boleh kita langgar saat berbelok, juga perlu berhenti, sebelum berbelok apabila ada kendaraan lain dari arah berlawanan yang akan lurus (C), sehingga aman.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety1/belok-06.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>BELOK &#8211; 4</strong></h1>
<p>Kecelakaan antar sesama sepeda motor sering terjadi saat memasuki suatu tikungan. Ketika salah satu pengendara motor menyusul memasuki tikungan dan mengambil jalur belok sepeda motor di belakangnya, sehingga apabila pengendara yang dibelakang tidak sigap, akan terjadi kecelakaan.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety1/belok-08.jpg" alt=" " /></p>
<p>Sebaiknya tetaplah berbelok di jalurnya, bayangkan garis belokan yang akan kita lalui maupun yang akan dilalui oleh pengendara di dekat kita, sehingga kita tidak mengambil atau menyerobot jalur beloknya.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/safety1/belok-07.jpg" alt=" " /></p>
<p>Demikian tips sederhana berkaitan dengan SAFETY on ROAD, akan dilanjut dengan artikel lainnya.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsafety-belok-dengan-aman-1%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsafety-belok-dengan-aman-1%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/safety-belok-dengan-aman-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Komunitas</title>
		<link>http://www.saft7.com/kekuatan-komunitas/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/kekuatan-komunitas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 10:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Hampir setiap model dari berbagai merek kendaraan baik itu motor maupun mobil memiliki komunitas. Komunitas yang dimaksud adalah para pemakai kendaraan tertentu yang membentuk suatu kelompok atas satu kesamaan ketertarikan / interest dan memiliki visi-misi. Tidak aneh lagi kita melihat berbagai macam singkatan yang tertulis dalam bentuk sticker ditempel di body kendaraan tersebut untuk memperlihatkan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komunitas/k-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Hampir setiap model dari berbagai merek kendaraan baik itu motor maupun mobil memiliki komunitas. Komunitas yang dimaksud adalah para pemakai kendaraan tertentu yang membentuk suatu kelompok atas satu kesamaan ketertarikan / interest dan memiliki visi-misi.<br />
<span id="more-293"></span><br />
Tidak aneh lagi kita melihat berbagai macam singkatan yang tertulis dalam bentuk sticker ditempel di body kendaraan tersebut untuk memperlihatkan &#8220;aku klub ini loh&#8221;, dan sebagainya hingga penomoran kendaraan berdasarkan nomor anggota di kelompoknya.</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k1.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k2.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k3.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k46.jpg" alt=" " /></p>
<p>Komunitas mobil maupun motor, baik itu secara klub utuh (fisik) tetapi ada juga yang virtual berupa mailing list. Diawali dari surat-menyurat melalui mailing list, hingga akhirnya saling tatap muka (kopi darat/kopdar), sehingga membuat bertambahnya keakraban antar anggota di dalam komunitas tersebut. Itulah hebatnya Internet yang dapat menyatukan banyak orang tanpa peduli jarak dan waktu.</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k47.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k15.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k11.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k7.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>MANFAAT KOMUNITAS BAGI ANGGOTA</strong></h1>
<p>Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari suatu komunitas. Apalagi jika pengurus komunitas itu bisa membuat agenda kegiatan yang bermanfaat bagi anggotanya. Antara lain:</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k4.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k5.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k6.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k48.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Plant Tour / Kunjungan ke Pabrik:</strong><br />
Kunjungan ke pabrik dapat memberikan informasi yang sangat berguna bagi pesertanya tentang bagaimana produk kendaraan yang mereka biasa pakai itu dirakit dan di test sebelum dijual ke publik. Atau juga kunjungan ke pabrik komponen mobil, misalnya Ban, Accu, dan lain-lain. Tanpa disadari, dengan melihat sendiri bagaimana kendaraannya dirakit, akan meningkatkan kecintaannya terhadap produk tersebut.</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k8.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k9.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k10.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Tips &#038; Konsultasi Teknis:</strong><br />
Sharing / saling berbagi ilmu yang berkaitan dengan hal teknis kendaraan sangat membantu antar anggota. Bahkan di dalam suatu mailing list, antar anggota bisa bertanya tentang masalah teknis pada kendaraannya, kemudian dijawab ramai-ramai oleh anggota mailng list tersebut. Tanpa disadari yang akan berkembang adalah seluruh anggota di komunitas itu (Community Development). Semua menjadi ikut pandai.</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k12.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k13.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/K14.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Workshop / Ngoprek Bareng:</strong><br />
Beberapa klub melakukan hal ini. Jelas ini bermanfaat untuk pesertanya. Anggota yang awam tentang mesin menjadi mengerti bagaimana merawat dan memperbaiki sendiri kendaraannya apabila terjadi masalah ringan atau dalam kondisi darurat. Sekaligus tentunya bisa menghemat biaya ke bengkel.</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k16.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k17.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k18.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Sosialisasi Safety Riding/Driving:</strong><br />
Peserta dibekali pengetahuan mengemudi yang benar dan aman agar selamat selama di jalan. Melalui pelatihan Safety Riding maupun Safety Defence Driving peserta menjadi lebih dewasa selama berkendara di jalan, tahu kapan harus mengalah, bagaimana menghindari kecelakaan, bagaimana mengatasi / mengendalikan kendaraan dalam kondisi darurat dan sebagainya.<br />
<img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k20.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k21.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k22.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Jual-Beli:</strong><br />
Ini juga seru, dimana antar anggota bisa saling menjual-beli komponen maupun asesoris mobil maupun motor. Tidak heran apabila banyak juga disusupi oleh penjual/pedagang, bahkan spam (di mailing list).</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k24.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k25.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k26.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Merchandise:</strong><br />
Komunitas / klub itu sendiri juga bisa menghidupi biaya operasional dari biaya administrasi (registrasi pendaftaran anggota) maupun dari dibuatnya merchandise inisial dari komunitas tersebut. Mulai dari kaos, topi, jaket, pin baju, bendera kecil dan lain-lain.</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k28.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k29.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k30.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>MANFAAT KOMUNITAS BAGI PRODUSEN KENDARAAN</strong></h1>
<p>Produsen kendaraan perlu jeli melihat komunitas-komunitas yang ada khususnya yang menggunakan produknya. Walaupun produknya sudah tidak diproduksi lagi, produsen tetap perlu menjaga kesetiaan pengguna (user) terhadap merek dari produk tersebut. </p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k32.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k33.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k34.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Kesetiaan terhadap Merek Kendaraan: </strong><br />
Beberapa produsen/ pemegang merek masih ada yang kurang memperhatikan atau kurang menjalin kerja sama dengan komunitas yang ada, mungkin karena produk yang dipakai oleh para komunitas tersebut jenis/ model nya sudah tua. Hal ini kurang tepat, karena bukan tidak mungkin pengaruh mereka (komunitas) terhadap lingkungannya cukup besar, yaitu mampu meyakinkan lingkungannya bahwa merek tersebut adalah baik dan handal, sehingga secara otomatis mampu membuka peluang penjualan produk baru dari merek tersebut.</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k36.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k37.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k38.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Ajang Promosi:</strong><br />
Melalui kerjasama / partisipasi di dalam kegiatan suatu komunitas, produsen dapat melakukan kegiatan promosi. Untuk Komunitas adalah suatu hal yang saling menguntungkan, dan untuk produsen kegiatan promosi menjadi fokus dan tepat guna.</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k39.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k40.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k41.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Alokasi Masalah:</strong><br />
Hal yang penting bagi produsen untuk ikut turut masuk melebur dalam suatu komunitas atau mailing list adalah mendengarkan keluhan atau permasalahan yang dialami anggota komunitas tersebut. Akan lebih baik lagi apabila produsen dapat membantu menjawab masalah teknis tersebut secara langsung. </p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/K42.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k43.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k44.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>- Meramaikan Acara:</strong><br />
Apabila produsen melansir suatu kendaraan baru, akan lebih baik jika komunitas yang ada diundang, sehingga terjalin hubungan yang baik antara pengguna (komunitas) dengan produsen. Bukan tidak mungkin anggota komunitas tersebut kemudian membeli produk baru tersebut.</p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k45.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k35.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k31.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k49.jpg" alt=" " /></p>
<p>Suka maupun duka kita bisa lalui dalam suatu komunitas. Banyak manfaat yang kita peroleh dari komunitas yang kita ikuti, dan yang lebih berharga adalah bertambahnya teman dan sahabat dalam hidup kita.</p>
<h1><strong>Keep The Brotherhood&#8217;s Spirit Alive!</strong></h1>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k23.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k19.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k27.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k50.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong><br />
NB: Terimakasih buat teman2 yang sudah mengirimkan foto komunitasnya!&#8230;<br />
</strong></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k51.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k52.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k53.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k54.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k55.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k56.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k57.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k58.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k59.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k60.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k61.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k62.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k63.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k64.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k65.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/roc.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://i296.photobucket.com/albums/mm200/saft7/k66.jpg" alt=" " /></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkekuatan-komunitas%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkekuatan-komunitas%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/kekuatan-komunitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>118</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LED Dome Light&#8230; apaan sih?</title>
		<link>http://www.saft7.com/led-dome-light-apaan-sih/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/led-dome-light-apaan-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 05:24:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[dome light]]></category>
		<category><![CDATA[electrical]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[led]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Dome Light yang dimaksud adalah lampu kabin, lampu yang umumnya terpasang pada plafon mobil. Lampu ini bermanfaat untuk menerangi interior kabin saat gelap dan butuh penerangan untuk beraktifitas. Jumlah Dome light pada kabin mobil tidak sama, ada yang hanya 1 hingga 3 atau lebih, hingga penerangan terlihat merata. Umumnya dome light menggunakan bohlam sebagai sumber]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Dome Light yang dimaksud adalah lampu kabin, lampu yang umumnya terpasang pada plafon mobil. Lampu ini bermanfaat untuk menerangi interior kabin saat gelap dan butuh penerangan untuk beraktifitas. Jumlah Dome light pada kabin mobil tidak sama, ada yang hanya 1 hingga 3 atau lebih, hingga penerangan terlihat merata.<br />
<span id="more-291"></span><br />
Umumnya dome light menggunakan bohlam sebagai sumber cahaya, dan jenis bohlam yang paling umum digunakan adalah model kapsul dikarenakan umur pakainya yang sangat panjang (bisa lebih dari 5 tahun). Ukuran panjang bohlam kapsul ini pun bermacam-macam sesuai dengan kapasitas watt-nya, makin besar watt, maka makin panjang dan gemuk bohlamnya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>Saat ini banyak ditemukan produk pengganti lampu pijar untuk dome light dengan menggunakan LED sebagai sumber cahaya.<br />
Secara teori, teknologi LED banyak memberikan manfaat apabila dibandingkan dengan menggunakan teknologi lampu pijar, antara lain seperti pada tabel di bawah.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-17.jpg" alt=" " /></p>
<p>Namun pada kenyataannya, pernyataan bahwa umur pakai lampu LED yang hingga 50 kali lipat umur pakai lampu halogen tidak sepenuhnya benar demikian. Proses produksi (kualitas produksi) hingga material yang digunakan untuk membuat LED tersebut sangat mempengaruhi umur pakai LED itu sendiri. LED yang cepat mati umumnya masuk kategori produk &#8220;abal-abal&#8221;, karena material/komponen yang digunakan tidak dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.</p>
<h1><strong>LED DOME LIGHT (Dome Led)</strong></h1>
<p>Teknologi LED akhirnya digunakan untuk dome light menerangi lampu interior. Dari bentuk lampu yang sederhana, hingga yang lebar untuk dapat menghasilkan cahaya yang lebih terang dan merata.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-02.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-03.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-04.jpg" alt=" " /></p>
<p>Terminal soket lampu, umumnya disediakan saat kita membeli Dome Led, sehingga kita dapat mengaplikasikannya sesuai dengan bentuk socket lampu yang akan kita gantikan dengan dome led tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-05.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>DOME LED BISA MATI?</strong></h1>
<p>Seperti yang disebutkan di atas, dome led tetap punya kemungkinan mati/putus. Namun tidak seperti lampu pijar, jika putus maka sama sekali tidak akan ada cahaya.<br />
Dome led umumnya menggunakan rangkaian Seri-Paralel dengan resistor penurun tegangan.<br />
Rangkaian seri membuat sederetan LED akan mati jika salah satu di dalam rangkaian tersebut ada yang putus/terbakar.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-06.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-07.jpg" alt=" " /></p>
<p>Rangkaian Seri-Paralel Dome led menggunakan resistor untuk menurunkan tegangan. Bisa dibandingkan kualitas penyolderan komponen dari dua foto di bawah. Ada yang rapih ada yang tidak. Tentunya penyolderan yang rapih akan lebih baik.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-08.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-09.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-10.jpg" alt=" " /></p>
<p>Foto di bawah memperlihatkan ketika salah satu LED ada yang putus, maka sekumpulan LED akan ikut mati</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-11.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-12.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-13.jpg" alt=" " /></p>
<p>Foto di bawah memperlihatkan perbandingan cahaya yang dikeluarkan oleh lampu pijar dibandingkan dengan LED. Lampu pijar mempunyai ciri khas dengan sinar yang sedikit berwarna kuning, cahaya nya lembut.<br />
Sementara LED mengeluarkan cahaya putih terang dengan sedikit biru. </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-14.jpg" alt=" " /></p>
<p>Cahaya penerangan LED membuat interior mobil seperti disinari oleh lampu neon (putih).<br />
Saat pertama kali mengganti lampu pijar dengan LED, hingga 1-3 hari mata kita seperti belum terbiasa merasakan cahaya putih tersebut, karena terlalu kuat semburan cahaya nya, terkadang cukup mengganggu apabila dome light menyala saat kita mengemudi (silau).</p>
<p>DOME LIGHT dengan LAMPU PIJAR<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-15.jpg" alt=" " /></p>
<p>DOME LIGHT dengan LAMPU LED<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/domeled/domeled-16.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>DOME LED UNTUK LAMPU SEN?</strong></h1>
<p>Beberapa kali saya menemukan mobil dan motor yang menggunakan dome led ini untuk pengganti lampu sen atau lampu rem. Sebaiknya jika untuk digunakan pada lampu sen, plastik mica tetap berwarna kuning. Hal ini disebabkan apabila plastik mica lampu sen adalah bening, maka saat lampu sen menyala akan mengeluarkan cahaya putih, bukan kuning. Akibatnya jika dalam cuaca buruk atau dari kejauhan, orang lain tidak semuanya mengerti bahwa yang berkelap kelip tersebut adalah lampu sen dan Anda akan berbelok. Hal ini tidak aman dan dapat menimbulkan kecelakaan.</p>
<h1><strong>DOME LED UNTUK LAMPU REM?</strong></h1>
<p>Dome led untuk lampu rem harusnya lebih baik ketimbang bohlam biasa untuk lampu rem, ini karena Led bekerja lebih spontan dan sangat efisien. Namun tetap harus menggunakan plastik mika untuk lampu rem yaitu berwarna merah, yang sudah menjadi warna standard internasional untuk navigasi dan keselamatan.<br />
Banyak motor yang mengganti plastik mica lampu rem dengan warna bening, sementara bohlam yang digunakan tetap berwarna cahaya putih, sehingga sangat mengganggu dan menyilaukan saat menyala di malam hari. Dan sangat berbahaya bagi pengendara di belakangnya saat hujan lebat.</p>
<p>Harga Dome led bervariasi tergantung pada merek, ukuran dan kualitasnya (25ribu-100ribu), bisa diperoleh di toko-toko asesoris mobil/motor langganan.</p>
<h1><strong>CATATAN PENTING:</strong></h1>
<p>Pada beberapa model mobil menggunakan dimmer untuk meredupkan lampu sebelum lampu benar-benar padam saat dimatikan. Umumnya rangkaian dimmer memanfaatkan beban daya lampu pijar untuk mengatur redupnya lampu. Sehingga&#8230;..<strong> TIDAK SEMUA DIMMER COCOK dengan LED </strong>seperti ini karena perbedaan resistansi dan beban daya.</p>
<h2><strong>Minta Coba Dulu..</strong></h2>
<p>Jika tidak yakin apakah dimmer di mobil kita bisa atau tidak menggunakan dome led, maka  saat akan membeli dome led di toko asesoris langganan, coba minta untuk diperbolehkan mencoba terlebih dahulu dome led tersebut, apakah dimmer pada mobil Anda bisa tetap bekerja jika led ini dipasang, jika tidak maka tidak jadi beli tentunya.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Special Thanks to<br />
Jayapura Motor (Susanto)<br />
ITC Dutamas Fatmawati<br />
021-72793675</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fled-dome-light-apaan-sih%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fled-dome-light-apaan-sih%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/led-dome-light-apaan-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Lampu Halogen (product review)</title>
		<link>http://www.saft7.com/memilih-lampu-halogen-product-review/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/memilih-lampu-halogen-product-review/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 09:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi Produk?]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[headlamp]]></category>
		<category><![CDATA[headlight]]></category>
		<category><![CDATA[lampu mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[silau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Lampu utama (headlight) merupakan komponen vital pada mobil atau motor, khususnya pada saat berkendara malam hari. Kualitas cahaya yang dihasilkan untuk menyinari jalan berpengaruh terhadap respon dan refleks pengemudi. Kendala lain seperti misalnya cuaca buruk (hujan deras, kabut tebal) menurunkan kemampuan kerja headlight. Kualitas penyinaran suatu headlight dipengaruhi beberapa faktor, antara lain: Desain Unit headlight]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Lampu utama (headlight) merupakan komponen vital pada mobil atau motor, khususnya pada saat berkendara malam hari. Kualitas cahaya yang dihasilkan untuk menyinari jalan berpengaruh terhadap respon dan refleks pengemudi. Kendala lain seperti misalnya cuaca buruk (hujan deras, kabut tebal) menurunkan kemampuan kerja headlight.<br />
<span id="more-285"></span><br />
Kualitas penyinaran suatu headlight dipengaruhi beberapa faktor, antara lain: </p>
<ul>
<li><strong>Desain Unit headlight (Reflektor / Lens projector)</strong></li>
<li><strong>Sistem Pelistrikan.</strong></li>
<li><strong>Kualitas / jenis lampu (headlamp)</strong></li>
</ul>
<p>Kita tidak bisa berbuat banyak untuk mengoptimalkan Desain Unit Headlight, kecuali membersihkannya apabila kaca headlight, reflektor / lensa projector terlihat kotor.</p>
<p>Untuk sistem pelistrikan, dapat kita optimalkan dengan cara menambahkan sistem Relay-Set atau headlight booster sehingga daya yang disalurkan ke lampu menjadi besar dan cahaya lampu menjadi lebih terang. Selain itu, dengan menambahkan sistem Relay-Set, dimungkinkan untuk menggunakan lampu yang berdaya lebih besar.</p>
<p>Untuk memilih jenis lampu mana yang baik kita gunakan, kita perlu menyimak sedikit tentang keterbatasan mata kita saat malam hari dan siang hari. Diperlukan lampu yang memiliki minimal sedikit cahaya agak berwarna kuning pada malam hari agar dapat melihat dan bereaksi lebih baik saat berkendara. Itu sebabnya untuk keperluan sport / rally, diperlukan lampu yang ada kandungan warna kuning.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>Kita bisa menemukan banyak sekali alternatif lampu halogen di toko-toko aksesoris mobil/motor&#8230; Pilih yang mana ya?</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-01.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Saya Perlu Pilih Lampu yang Bagaimana?</strong></h1>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>Menyimak bagan pada gambar di atas, silahkan pilih apa yang menjadi tujuan utama kita mengganti/memilih lampu.</p>
<p>Saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba beberapa produk lampu (headlamp) yang diproduksi dengan merek RING.<br />
<a href="http://www.ringautomotive.co.uk/">Produk Ring ini bermarkas di Inggris</a>.</p>
<p><a href="http://www.ringautomotive.co.uk/"><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-04.jpg" alt=" " /></a></p>
<p>Setiap produk lampu merek RING memenuhi standar ISO9001 telah lolos uji kualitas antara lain:<br />
1. Luminosity &#038; Colour Test: yaitu pengujian terhadap pancaran dan warna cahaya hingga memenuhi standard untuk setiap lampu yang diproduksi.<br />
2. Life Testing<br />
3. Lamp Dimensions and Filament Positions: Toleransi atas setiap pemasangan komponen filament dan pencetakan bola kaca dijaga agar tidak berpengaruh terhadap distorsi cahaya yang dapat ditimbulkan. Jadi Akurasi produksi sangat menentukan.<br />
4. Vibration Testing: setiap produk diuji agar konstruksi komponen lampu tahan terhadap getaran hingga level standard tertentu.</p>
<p>Yang menarik adalah, product-range merek RING ini mendukung kepentingan pada bagan di atas,.. yaitu ada produk yang diarahkan untuk kepentingan Performance/Safety, dan ada juga yang diarahkan untuk kepentingan Styling (penampilan).</p>
<p>Saya coba test produk RING ini pada mobil Honda Stream dengan model lampu H4.</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>RING ArcticWhite</strong></h1>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-05.jpg" alt=" " /><br />
<strong>Masuk kategori Styling Lamp</strong></p>
<p>Pada test memperlihatkan cahaya yang dihasilkan cukup baik untuk ukuran daya standard (60/55w), cahaya terlihat berwarna putih. Pancaran cahaya terlihat baik penyebarannya, sehingga nyaman digunakan untuk pemakaian sehari-hari.<br />
Karena dayanya standard, lampu ini tidak memerlukan modifikasi / penambahan Relay-Set pada sistem pelistrikan yang ada.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-06.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-07.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-08.jpg" alt=" " /><br />
.</p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<p>.</p>
<h1><strong>RING SportzBlue</strong></h1>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-09.jpg" alt=" " /><br />
<strong>Masuk kategori Styling Lamp</strong></p>
<p>Pada saat test, saya melihat cahaya yang dihasilkan cukup terang, hal ini disebabkan oleh daya lampu tersebut cukup besar yaitu 100/80w. Cahaya yang dihasilkan berwarna putih. Walaupun kaca lampu berlapis coating biru, namun cahaya yang terlihat tidak terlalu biru, lebih banyak ke arah warna putih.<br />
Karena dayanya cukup besar,lampu ini akan lebih baik apabila dibantu dengan modifikasi / penambahan Relay-Set  pada sistem pelistrikan yang ada.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-10.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-11.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-12.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>RING UltraXenon</strong></h1>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-13.jpg" alt=" " /><br />
<strong>Masuk kategori Performance/Safety Lamp</strong></p>
<p>Saya melihat cahaya yang dihasilkan sangat baik untuk ukuran daya standard (60/55w), cahaya terlihat berwarna putih. Pancaran cahaya terlihat baik penyebarannya, sehingga sangat nyaman digunakan untuk pemakaian sehari-hari sekalipun dalam cuaca buruk.<br />
Karena dayanya standard, lampu ini tidak memerlukan modifikasi / penambahan Relay-Set pada sistem pelistrikan yang ada.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-14.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-15.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-16.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>RING RallySport</strong></h1>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-17.jpg" alt=" " /><br />
<strong>Masuk kategori Performance/Safety Lamp</strong></p>
<p>Cahaya yang dihasilkan sangat terang, karena daya lampu yang sangat besar yaitu 130/90w.<br />
Lampu ini tidak bijaksana apabila digunakan untuk berkendara sehari-hari, karena akan dapat mengganggu pengendara lain karena cahaya yang dihasilkan dapat menyilaukan.<br />
Karena dayanya cukup besar,lampu ini akan lebih baik apabila dibantu dengan modifikasi / penambahan Relay-Set pada sistem pelistrikan yang ada.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-18.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-19.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-20.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>RING XenonPlus</strong></h1>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-21.jpg" alt=" " /><br />
<strong>Masuk kategori Performance/Safety Lamp</strong></p>
<p>Dari hasil test, terlihat cahaya yang dihasilkan cukup baik untuk ukuran daya standard (60/55w), cahaya terlihat berwarna putih. Pancaran cahaya terlihat baik penyebarannya, sehingga nyaman digunakan untuk pemakaian sehari-hari.<br />
Karena dayanya standard, lampu ini tidak memerlukan modifikasi / penambahan Relay-Set  pada sistem pelistrikan yang ada.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-22.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-23.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-24.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>RING IceBlue</strong></h1>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-25.jpg" alt=" " /><br />
<strong>Masuk kategori Performance/Safety Lamp</strong></p>
<p>Hasil test memperlihatkan cahaya yang dihasilkan kurang baik untuk ukuran daya standard (60/55w), cahaya terlihat berwarna putih kebiruan. Pancaran cahaya terlihat kurang baik penyebarannya, sehingga akan dirasa kurang nyaman apabila digunakan untuk pemakaian sehari-hari, apalagi saat cuaca buruk.<br />
Karena dayanya standard, lampu ini tidak memerlukan modifikasi / penambahan Relay-Set pada sistem pelistrikan yang ada.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-26.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-27.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-28.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>KESIMPULAN dan REKOMENDASI</strong></h1>
<li>Dari hasil test seluruh product-range RING, saya menilai bahwa ada 2 produk yang menghasilkan kualitas cahaya yang baik sekali, yaitu untuk produk <strong>Ring RallySport 130/90w</strong> dan <strong>Ring UltraXenon 60/55w</strong>.</li>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/ring/ring-30.jpg" alt=" " /></p>
<ul>
<li>Dengan membandingkan sekali lagi pancaran cahaya dan jika dibandingkan dengan Daya lampu, maka yang paling menarik adalah Ring UltraXenon 60/55w. Dikarenakan dengan daya standard, terang yang dihasilkan bisa mendekati Ring RallySport yang berdaya besar.</li>
<li>Perlu diingat, pemakaian lampu berdaya besar, umumnya lampu lebih banyak mengeluarkan radiasi panas. Teknologi UV Cut, yang dipakai oleh produk RING mampu meredam radiasi panas tersebut sehingga cukup aman untuk reflektor yang terbuat dari plastik. Namun sebaiknya kita tetap perlu mengamati apakah lampu yang kita pilih cukup aman bagi reflektor.</li>
<li>Kondisi konektor / socket lampu juga menentukan kualitas penyaluran daya ke lampu. Socket yang kurang baik bisa menyebabkan panas pada konektor lampu dan lebih parah akan membuat socket itu sendiri meleleh dan dapat merusak rumah lampu atau reflektor.</li>
<li>Modifikasi pelistrikan lampu dengan  menambahkan Relay-Set juga perlu memperhatikan kualitas kabel pada produk Relay-Set tersebut, kemudian kualitas socket lampu dan socket relay hingga socket sikringnya. Banyak produk Relay-Set yang siap pasang sesuai dengan jenis/model mobil. </li>
</ul>
<p>Semoga Product Review ini bermanfaat.</p>
<p><strong>Kontak Info Produk:</strong><br />
<a href="http://www.ringautomotive.co.uk/"><strong>website Ring Automotive</strong></a><br />
Contact Person : Louis<br />
<a href="mailto:info@g-autoparts.com">kirim email ke GALAXY SENTRA BERKAT</a><br />
YM: loui5_tan<br />
Phone / SMS:<br />
02198788168<br />
08129993988<br />
08558856847</p>
<p><strong>Baik untuk dibaca juga:</strong><br />
<a href="http://saft7.com/?p=196">Lampu Halogen â€¦apaan sih?</a><br />
<a href="http://saft7.com/?p=222">Kualitas Cahaya.. apaan sih?</a><br />
<a href="http://saft7.com/?p=221">Whiteness &#038; Brightness, ..apaan sih?</a><br />
<a href="http://saft7.com/?p=210">Lampu Headlight ..apaan sih?</a></p>
<p>[ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmemilih-lampu-halogen-product-review%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmemilih-lampu-halogen-product-review%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/memilih-lampu-halogen-product-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>78</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perpanjang Masa Pakai Accu</title>
		<link>http://www.saft7.com/perpanjang-masa-pakai-accu/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/perpanjang-masa-pakai-accu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2007 10:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[IDEide]]></category>
		<category><![CDATA[Mac Gyver/ Ngulik]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[accu]]></category>
		<category><![CDATA[utak atik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Special Thanks untuk kang Fajaradi dan milis Otomotif-L@yahoogroups.com Accu (aki) mobil ataupun motor yang paling banyak digunakan adalah jenis accu basah. Accu basah yang dimaksud adalah Lead Acid Battery. Paling tidak sebulan sekali kita perlu melihat ketinggian air accu yang bisa dilihat dari body samping accu tersebut. Jangan sampai berada di bawah Level Minimumnya karena]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta0.jpg" alt=" " /></p>
<p>Special Thanks untuk kang Fajaradi dan milis Otomotif-L@yahoogroups.com</p>
<p>Accu (aki) mobil ataupun motor yang paling banyak digunakan adalah jenis accu basah. Accu basah yang dimaksud adalah Lead Acid Battery. Paling tidak sebulan sekali kita perlu melihat ketinggian air accu yang bisa dilihat dari body samping accu tersebut. Jangan sampai berada di bawah Level Minimumnya karena akan merusak sel accu itu sendiri.<br />
<span id="more-280"></span><br />
Umur pakai accu jenis ini berkisar sekitar 1.5-2.5 tahun tergantung kondisi mobil/motor yang menggunakannya.</p>
<p>Suatu accu mulai rusak ketika tidak bisa menyimpan arus listrik dengan baik atau tegangan (voltase) nya turun dari yang seharusnya. Biasanya ditandai dengan bunyi klakson tidak selantang biasanya, lampu tidak seterang biasanya, waktu starter mesin jadi lebih panjang.. bahkan lebih parah adalah tidak bisa starter mesin. Bahasa paling umum adalah &#8220;Aki Soak&#8221;.</p>
<p>Baik tidaknya kondisi accu bisa diukur dengan alat tes accu khusus, seperti simulasi pembebanan pada accu kemudian terukur seberapa kuat accu tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta1.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta2.jpg" alt=" " /></p>
<p>Alat tes yang lebih bagus lagi yang banyak digunakan oleh toko penjual accu seperti ini</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta3.jpg" alt=" " /></p>
<p>Selain di tes dengan pembebanan arus, baik tidak accu juga dipengaruhi oleh kualitas air accu itu sendiri yang bisa diukur dengan Battery Hydrometer. Alat ini wajib bagi toko atau tukang service accu. Jika kita ingin mempunyai alat ini bisa saja.. ga ada ruginya.. karena bisa mengontrol kondisi &#8216;kesehatan&#8217; air accu. Harganya berkisar mulai dari 25ribu rupiah. (tidak mahal, khan?)</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta4.jpg" alt=" " /></p>
<p>Cara penggunaannya sangat sederhana, yaitu dengan menyedot air accu, kemudian melihat bandul penunjuknya memperlihatkan kondisi apa.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta5.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta11.jpg" alt=" " /></p>
<p>Jika permukaan air accu berada pada bidang Hijau, berarti kondisi air accu sangat baik.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta16.jpg" alt=" " /></p>
<p>Jika permukaan air accu berada pada bidang Putih, berarti kondisi air accu juga masih baik.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta13.jpg" alt=" " /></p>
<p>Jika permukaan air accu berada pada bidang Merah, berarti kondisi air accu butuh di recharge, atau sekaligus bisa juga menunjukkan ada masalah charging pada alternator (alternator bermasalah/rusak).</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta14.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Perpanjang Masa Pakai Accu&#8230; </strong></h1>
<p>Seiring dengan masa/usia pakai accu basah pada kendaraan, lembar cell accu akan terlapis oleh deposit Sulfat. Semakin tebal deposit sulfat ini membuat accu semakin rendah performanya. Hingga saking tebalnya deposit tadi.. akhirnya membuat accu benar-benar mati / soak, tidak bisa diisi (recharge) lagi. Umumnya .. solusinya adalah harus mengganti dengan accu baru.</p>
<p>Kita bisa membuat langkah alternatif untuk memperpanjang masa pakai accu basah pada mobil atau motor kita.<br />
Banyak informasi yang di dapat di Internet tentang bubuk <strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/EDTA">EDTA ( ethylenediamine tetraacetic )</a> </strong>. Bubuk EDTA sendiri umumnya sering digunakan untuk pengawet makanan. Namun karena penggunaannya ternyata juga bermanfaat untuk merontokkan deposit sulfat pada cell accu, dibuat EDTA yang lebih khusus dengan kode Na4-EDTA (Tetrasodium EDTA) . Pada beberapa toko kimia menyebutnya sebagai &#8220;<strong>EDTA Teknis</strong>&#8220;. Saya mendapatkannya dengan harga 33ribu/kg.</p>
<p>Menurut pengalaman teman-teman dan referensi di Internet, khasiat Na4-EDTA (Tetrasodium EDTA) ini bisa membuat accu menjadi segar kembali, dan jika rutin menggunakan Na4-EDTA setiap bulannya, dapat membuat masa pakai accu bisa mencapai 2-3 kali lebih lama.. atau sekitar hingga 4-5 tahun!<br />
Tentunya ini adalah solusi murah, hemat dan tepat guna.</p>
<h1><strong>Mari ber-EDTA&#8230;</strong></h1>
<p>Kita persiapkan terlebih dahulu adalah:<br />
1. Na4-EDTA (Tetrasodium EDTA) atau (EDTA Teknis)<br />
2. Air Destilasi (Air Aquadest), saya menggunakan air accu botol BIRU. (bukan air accu zuur!)<br />
3. Sendok Teh<br />
4. Gelas<br />
5. Battery Hydrometer<br />
6. Lap untuk bersih-bersih.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta6.jpg" alt=" " /></p>
<p>Sebelum membuat &#8216;vitamin&#8217;, lihat dulu kira-kira seberapa banyak diperlukan untuk menambahkannya pada accu, sehingga tidak mubazir jika berlebih.</p>
<p>Pastikan komposisinya terjaga:<br />
Untuk ritual perawatan rutin accu, Siapkan 2-3 sendok teh Na4-EDTA untuk 1 liter air Aquadest<br />
Untuk accu yang sudah soak, siapkan 4-6 sendok teh Na-EDTA untuk 1 liter air Aquadest</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta7.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta8.jpg" alt=" " /></p>
<p>Na4-EDTA  harus diaduk larut dengan air accu, untuk itu agar mudah, pengadukan dilakukan di luar accu.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta9.jpg" alt=" " /></p>
<p>Setelah semua siap, mari kita mendekati accu yang akan kita kasih &#8216;vitamin&#8217; ini.</p>
<p>Setiap lubang / cell, kita lihat kondisinya dengan Hydrometer, saya menemukan ukuran yang berbeda-beda untuk tiap cell.<br />
Cell yang terlihat lebih dekat ke &#8216;merah&#8217; memerlukan &#8216;vitamin&#8217; lebih banyak ketimbang Cell yang sehat (hijau).<br />
Tapi tiap Cell tetap perlu dituangkan &#8216;vitamin&#8217; setiap bulannya agar deposit sulfat bisa dirontokkan, sehingga performa accu tetap prima.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta12.jpg" alt=" " /></p>
<p>Tentunya juga.. jika air accu kurang dari level yang dianjurkan, segera tambahkan juga dengan air accu berbotol BIRU.</p>
<p>&#8211; www.saft7.com &#8211;</p>
<p>Wah ternyata rekan saya ada yang accu motornya soak.<br />
Ketika diukur, ternyata menunjukkan voltase dibawah 1 volt!</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta18.jpg" alt=" " /></p>
<p>Nah segeralah accu basah motor ini di-EDTA kan..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta17.jpg" alt=" " /></p>
<p>Untuk accu yang soak, setelah ditambahkan &#8216;vitamin&#8217; tersebut, memerlukan ReCharging (di charge ulang). Dan untuk perawatan bulanan, kendaraan digunakan seperti biasa saja.</p>
<p>Motor yang accu nya soak sedang di ReCharging&#8230; perlahan-lahan nilai voltase accu berangsur naik.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/edta/edta19.jpg" alt=" " /></p>
<p><em><strong>CATATAN:<br />
Tips ini hanya untuk accu berjenis Accu Basah, dengan ciri-ciri ada baut untuk mengisi air accu pada tiap Cell nya. 6 baut Cell untuk accu 12volt, dan 3 baut Cell untuk accu 6volt.<br />
Accu jenis MF (Maintenance Free) tidak dapat memanfaatkan tips ini, karena konstruksi MF tidak memungkinkan kita menambahkan air accu kecuali dengan cara khusus (misalnya dengan cara disuntik, dsb).<br />
Accu jenis Gell atau Spiral Gel juga tidak dapat memanfaatkan tips ini.<br />
Tidak semua accu basah yang soak bisa di&#8217;hidup&#8217;kan kembali karena beberapa sebab, antara lain korslet (short circuit) di dalam Cell, Cell sudah rusak parah, dsb.</strong></em></p>
<p>Semoga bermanfaat, Salam hemat!</p>
<p><strong>Sumber referensi:</strong><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/EDTA">What is EDTA</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Lead-acid_battery">What is Lead Acid Battery</a><br />
<a href="http://www.alton-moore.net/batteries.html">Lead-Acid Battery Information</a><br />
<a href="http://www.shaka.com/~kalepa/technotes.htm">Some Technical Details on Lead Acid Batteries</a><br />
<a href="http://www.webspawner.com/users/trailheadsupply/">EDTA Restores Sulfated Batteries</a><br />
<a href="http://www.webspawner.com/users/edta/">EDTA Restores Sulfated Lead Acid Batteries</a></p>
<p>Informasi Toko penjual EDTA Teknis antara lain:<br />
Harum Kimia &#8211; Kramat Raya 23A, Jakarta &#8211; 021.3900347<br />
Harum Sari &#8211; Kramat Raya 103A, Jakarta &#8211; 021.3904824
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fperpanjang-masa-pakai-accu%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fperpanjang-masa-pakai-accu%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/perpanjang-masa-pakai-accu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>247</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin Hi-Pass Beam</title>
		<link>http://www.saft7.com/bikin-hi-pass-beam/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/bikin-hi-pass-beam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 04:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mac Gyver/ Ngulik]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[lampu]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=277</guid>
		<description><![CDATA[Umumnya sepeda motor &#8216;laki-laki&#8217; dilengkapi dengan tombol &#8220;Hi-Pass Beam&#8221;. Seperti pada mobil.. tombol tersebut berfungsi untuk memberi tanda dengan menyalakan lampu jauh dengan singkat, biasanya saat akan menyusul kendaraan di depannya, makanya disebut Hi-Pass Beam. Ketika saya membeli motor jenis bebek, seperti ada yang kurang rasanya.. kebiasaan menyalakan Hi-Pass Beam saat menyusul atau menyapa teman]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/hipass-szk/hipass-szk-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Umumnya sepeda motor &#8216;laki-laki&#8217; dilengkapi dengan tombol &#8220;Hi-Pass Beam&#8221;. Seperti pada mobil.. tombol tersebut berfungsi untuk memberi tanda dengan menyalakan lampu jauh dengan singkat, biasanya saat akan menyusul kendaraan di depannya, makanya disebut Hi-Pass Beam.<br />
Ketika saya membeli motor jenis bebek, seperti ada yang kurang rasanya..<br />
<span id="more-277"></span><br />
kebiasaan menyalakan Hi-Pass Beam saat menyusul atau menyapa teman dari arah berlawanan sulit dilakukan pada motor jenis ini yang memang tidak dilengkapi tombol tersebut.<br />
Umumnya motor jenis bebek hanya dilengkapi tombol untuk memilih posisi lampu HI atau LOW Beam saja. Dan repot sekali untuk melakukan gerakan cepat. Tidak tahan dengan kondisi tersebut&#8230; akhirnya bikin sendiri saja deh..  &#8211; www.saft7.com &#8211; </p>
<p>Artikel ini khusus dibuat untuk diaplikasikan pada motor jenis bebek pada umumnya yang bermerek Suzuki.<br />
Hal ini dikarenakan warna pada kabel bawaan pabrik dan skematik diagram setiap merek selalu ditemukan berbeda.<br />
Jadi perlu beberapa modifikasi minor lain jika ingin diaplikasikan pada merek selain Suzuki.<br />
Yang perlu diperhatikan apabila akan diaplikasikan pada merek lain adalah, kabel COMMON pada skema ini berarus positif dimana kabel HI dan LOW Beam berarus negatif, sebaliknya pada merek lain ada yang berarus sebaliknya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/hipass-szk/hipass-szk-01.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>Yang perlu disiapkan adalah:</strong><br />
1. Relay BOSCH 4 kaki dengan tipe : 0 332 019 <strong>453</strong><br />
2. Relay BOSCH 5 kaki dengan tipe : 0 332 209 <strong>151</strong><br />
3. Saklar Push ON<br />
4. Kabel-kabel</p>
<p><strong>Mengapa perlu dua relay?</strong><br />
Relay 5 kaki ditujukan untuk memutuskan arus listrik LOW BEAM apabila tombol Hi-Pass Beam diaktifkan/ditekan. Tujuannya adalah agar cahaya lampu tidak menjadi redup khususnya pada saat kondisi saklar pemilih HI/LOW BEAM pada posisi LOW (default), sehingga cukup satu filamen saja yang menyala. Jika dua filamen menyala bersamaan, arus listrik menjadi kurang maksimal, sinar akan redup.</p>
<p>Relay 4 kaki ditujukan untuk mengaktifkan lampu Hi-Beam.</p>
<p>- www.saft7.com &#8211; </p>
<h1>Berikut skematik diagram untuk Hi-Pass Beam</h1>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/hipass-szk/hipass-szk-02.gif" alt=" " /></p>
<p>Setelah dipasang dengan teliti dan benar, kini pilihlah lokasi pemasangan saklar push-on pada body motor.<br />
Usahakan pemasangan di posisi yang ergonomis. Bisa mencontoh lokasi seperti pada motor &#8216;laki-laki&#8217; pada umumnya yang ada tombol Hi-Pass Beam. Saya sendiri membuat lubang pada body untuk penempatan saklar tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/hipass-szk/hipass-szk-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>Nah.. jika sudah terpasang, semakin nyaman kita berkendara&#8230; </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/hipass-szk/hipass-szk-04.gif" alt=" " /></p>
<p><strong>Hati-hati di jalan, Bro Bikers!</strong></p>
<p>Tambahan:<br />
Saya menggunakan Push-On yaitu berupa microswitch yang bentuknya seperti ini (pilih yang bertangkai panjang)</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/08/microswitch1.jpg' alt='microswitch1.jpg' /> </p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/08/microswitch2.jpg' alt='microswitch2.jpg' /> </p>
<p><em>(sumber foto microswitch: www.designnotes.com)</em></p>
<p>Thanks!</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbikin-hi-pass-beam%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbikin-hi-pass-beam%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/bikin-hi-pass-beam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ban diisi N2 &#8230;apaan sih?</title>
		<link>http://www.saft7.com/ban-diisi-n2-apaan-sih/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/ban-diisi-n2-apaan-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2007 04:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[ban]]></category>
		<category><![CDATA[nitrogen]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[- www.saft7.com - Ban adalah komponen penting pada kendaraan. Apapun kendaraannya (mobil, motor, sepeda, angkutan umum, truk, dan sebagainya) tekanan gas (angin) dalam ban perlu diperhatikan agar kinerja (grip/daya cengkram) ban terhadap jalan tetap optimal dan umur pakai ban menjadi lebih panjang. Jika tekanan gas di dalam ban lebih rendah dari yang disarankan, maka bidang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>- www.saft7.com -</p>
<p>Ban adalah komponen penting pada kendaraan. Apapun kendaraannya (mobil, motor, sepeda, angkutan umum, truk, dan sebagainya) tekanan gas (angin) dalam ban perlu diperhatikan agar kinerja (grip/daya cengkram) ban terhadap jalan tetap optimal dan umur pakai ban menjadi lebih panjang.<br />
<span id="more-275"></span><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>Jika tekanan gas di dalam ban lebih rendah dari yang disarankan, maka bidang yang menapak dan mencengkram jalan tidak merata sehingga bidang tapaknya menjadi lebih sedikit yaitu hanya pada daerah pinggir ban saja. </p>
<p>Begitu juga jika tekanannya berlebihan dari yang dianjurkan, maka yang menapak hanya daerah tengah ban saja. Akibat dari kekurangan dan kelebihan tekanan gas tersebut adalah tapak ban akan menipis tidak merata, sering orang menyebut &#8220;botak luar, atau botak dalam&#8221;. Sebaliknya apabila tekanan gas di dalam ban diisi sesuai anjuran, maka bidang tapak ban yang mencengkram jalan menjadi lebih luas dan merata. Untuk keamanan berkendara akan lebih terjamin.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>Ban yang habis tidak merata juga bisa disebabkan oleh kerusakan komponen lain seperti Shock Breaker (Shock Absorber), suspensi, pengereman mendadak, kondisi jalan, Posisi kelurusan roda (perlu spooring), Keseimbangan roda (perlu di Balance), dan lain-lain.</p>
<p>Setiap ban yang terpasang pada velg perlu dibalance untuk menjaga keseimbangan ban saat berputar.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-04.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-05.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-06.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Gas Pengisi Ban</strong></h1>
<p>Ban yang diisi gas (angin) bertekanan tertentu umumnya terdiri dari 21% gas Oksigen dan 78% gas Nitrogen. Dimana campuran gas tersebut didapat dari udara sekitar pompa gas/angin tersebut, atau gas yang kita hirup sehari-hari.<br />
Partikel gas Oksigen lebih kecil dibanding gas Nitrogen, sehingga gas Oksigen bisa tiga kali lebih cepat merembes keluar ketimbang gas Nitrogen, melalui celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek maupun mekanik sekat/valve pada pentil (ventil).</p>
<p>Secara perlahan tapi pasti, membuat ban mobil akan berkurang tekanan gas nya dan perlu selalu di cek tekanannya, jika kurang segera tambahkan hingga sesuai anjuran pabrik mobil maupun spek ban yang digunakan. Tekanan gas yang kurang membuat berkurangnya keamanan dan kenyamanan, juga membuat BBM boros.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-10.jpg" alt=" " /></p>
<p>Udara yang bertekanan cenderung bersifat lembab, untuk yang masih menggunakan velg dari bahan besi dapat membantu proses terjadinya karat yang tentunya merusak velg itu sendiri. </p>
<p>Kita dianjurkan untuk melakukan pengecekan tekanan ban pada kondisi ban dingin, ini dikarenakan saat ban digunakan (berkendara), suhu gas dalam ban akan meningkat (panas). Meningkatnya suhu gas tersebut membuat naiknya tekanan gas dalam ban. gas Nitrogen (N2) di klaim memiliki tekanan yang stabil terhadap perubahan suhu kerja ban, sehingga akan aman untuk kendaraan yang sering dipacu kencang (ngebut) maupun mengangkut beban berat.</p>
<p>Ikuti anjuran yang tertera pada panel rekomendasi tekanan ban yang biasanya terpasang pada pilar pintu mobil maupun rangka motor jika menggunakan ban standar, atau ikuti anjuran dari ban yang digunakan jika spesifikasi ban tersebut tidak tertulis dalam panel rekomendasi tekanan ban.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-12.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban</strong></h1>
<p>Dikarenakan partikel gas Nitrogen (N2) lebih besar dibandingkan Oksigen (O2), maka N2 dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban. Selain itu Nitrogen aman digunakan karena tidak bisa terbakar, tidak berbau, dan merupakan bagian dari gas yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-hari.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-07.jpg" alt=" " /></p>
<p>Untuk membedakan mana ban yang di dalamnya berisi gas biasa dan yang berisi gas N2, umumnya disepakati dengan menggunakan tutup pentil (ventil) berwarna Hijau bertuliskan N2 untuk ban yang diisi gas N2.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-08.jpg" alt=" " /></p>
<h1><strong>Keuntungan menggunakan N2 sebagai gas pengisi ban</strong></h1>
<p>1. Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)<br />
2. Daya cengkram dan kinerja ban menjadi optimal (akibat grip yang baik, tekanan yang tidak berkurang)<br />
3. Menghemat BBM (tekanan tepat, meringankan kerja mesin)<br />
4. Memperpanjang umur pakai ban (tekanan tepat, habisnya ban akan merata)<br />
5. Meningkatkan keselamatan (tekanan tepat, grip dan stabilitas terjaga)<br />
6. Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang umur elastisitas karet ban)<br />
7. Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)<br />
8. Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban (mengurangi kecelakaan akibat pecah ban &#8211; overpressure)</p>
<p>N2 sendiri sudah digunakan terlebih dahulu di arena balap, pesawat terbang dan kendaraan berat khusus, sebelum diperkenalkan ke publik untuk digunakan di kendaraan sehari-hari mobil maupun motor.</p>
<h1><strong>Kelemahan gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban.</strong></h1>
<h2><strong>1. Harga yang masih mahal</strong></h2>
<p>Umumnya berkisar sekitar 10ribu hingga 20ribu rupiah untuk setiap ban. Belum lagi ada tambahan biaya apabila sebelumnya gas pengisi ban tersebut bukan N2, karena harus dikuras terlebih dahulu untuk kemudian diisi gas N2. Biaya kuras berkisar sekitar 5ribu &#8211; 10ribu rupiah.</p>
<h2><strong>2. Perawatan</strong></h2>
<p>Setiap kali ban sudah terisi oleh N2, maka selanjutnya jika tekanan berkurang, sangat disarankan untuk menambahkannya dengan N2 juga.</p>
<h2><strong>3. Ketersediaan</strong></h2>
<p>Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-09.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong>NOTE:<br />
Apabila tekanan N2 berkurang dan tidak ditemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, kita dapat menambahkannya dengan gas / angin ban seperti biasa yang mudah ditemui di tepi jalan, sebagai langkah darurat. Namun apabila kita sudah dapat menemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, sebaiknya ban tersebut kembali dikuras ulang untuk diisi kembali dengan gas N2 murni.</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ban-nitrogen/ban-nitrogen-11.jpg" alt=" " /></p>
<p>- www.saft7.com -</p>
<p><em><strong>Sumber referensi:</strong><br />
www.racq.com.au<br />
www.bridgestone.com<br />
www.physlink.com<br />
www.toyo.com.au<br />
www.blackcircles.com</em>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fban-diisi-n2-apaan-sih%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fban-diisi-n2-apaan-sih%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/ban-diisi-n2-apaan-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>88</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Isi Bensin Apa, Ya?</title>
		<link>http://www.saft7.com/isi-bensin-apa-ya/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/isi-bensin-apa-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2007 09:38:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[bensin]]></category>
		<category><![CDATA[hemat BBM]]></category>
		<category><![CDATA[performance]]></category>
		<category><![CDATA[power]]></category>
		<category><![CDATA[uji emisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell, Total dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita. Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Mobil atau Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax Plus yang merupakan produk Pertamina, dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell, Total dan Petronas. Semakin banyak lagi pilihan kita.<br />
<span id="more-274"></span></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>Mesin mobil maupun motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan seterusnya. </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-02.jpg" alt=" " /></p>
<p>Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin mobil/motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga.<strong> Wah jadi bagaimana dong?</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-16.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-17.jpg" alt=" " /></p>
<p>Jika kita cermati spesifikasi kendaraan kita (mobil atau motor) pada brosur yang baik akan menampilkan informasi rasio kompresi (Compression Ratio / CR). CR ini adalah hasil perhitungan perbandingan tekanan yang berkaitan dengan volume ruang bakar terhadap jarak langkah piston dari titik bawah ke titik paling atas saat mesin bekerja. terlihat pada foto, bahwa CR mesin mobil Timor DOHC S515i  adalah 9.3 : 1</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-20.jpg" alt=" " /></p>
<p>Dari informasi spesifikasi brosur tersebut, kita bisa menentukan bahwa mesin mobil timor tersebut memerlukan jenis bensin yang bernilai oktan 92, yaitu bensin Pertamax.</p>
<h1><strong>Bagaimana jika diisi bensin dengan oktan lebih rendah?</strong></h1>
<p>Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar. Semakin tinggi nilai CR pada mesin artinya membutuhkan bensin bernilai oktan tinggi. Mesin berkompresi tinggi membuat bensin cepat terbakar (akibat tekanan yang tinggi), yang akan menjadi masalah adalah, ketika bensin terbakar lebih awal sebelum busi memercikkan api. Saat piston naik ke atas melakukan kompresi, bensin menyala mendahului busi, akibatnya piston seperti dipukul keras oleh ledakan ruang bakar tersebut. Kita sering mendengar istilah &#8220;Ngelitik&#8221; (pinging/knocking). Bagaimana menggambarkan &#8216;kejam&#8217;nya ngelitik yang dirasakan piston? Ibarat telapak tangan kita ditusuk2 dengan paku&#8230; kira-kira begitu. Perlahan namun pasti.. membuat piston seperti permukaan bulan&#8230; dan bahkan bisa bolong!.. hiiii&#8230;.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-04.jpg" alt=" " /></p>
<p>Saat terjadi &#8216;ngelitik&#8217;, bensin tidak menjadi tenaga yang terpakai. Kerja mesin tidak optimal. Kembali diulang, mesin yang CR nya tinggi, memerlukan bensin yang lambat terbakar. Semakin tinggi nilai CR, bensin harus semakin lambat terbakarnya (oktan tinggi).</p>
<p>Nah, jadi untuk teman-teman, cermati nilai CR mesin mobil/motor kita (bisa intip pada daftar di bawah), isilah bensin yang sesuai untuk mesin tersebut.</p>
<h1><strong>Bagaimana kalau diisi bensin dengan oktan lebih tinggi?</strong></h1>
<p>Bensin dengan oktan lebih tinggi (pertamax, pertamax plus, dsb), umumnya dilengkapi dengan aditif pembersih, dan sebagainya. Namun tidak banyak memberi penambahan tenaga, jadi angka oktan tinggi bukan artinya lebih &#8216;bertenaga&#8217;.<br />
Karena benefitnya kurang sebanding jika dibanding harganya yang tinggi, maka ujung-ujungnya hanyalah merupakan pemborosan uang saja.</p>
<p>-                       [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<h1><strong>Kesimpulan:</strong></h1>
<p><strong>- Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi. (kecuali ada modifikasi lain).</p>
<p>- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi).</p>
<p>- Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah)</p>
<p>- Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.</strong></p>
<h1><strong>Solusi Alternatif</strong></h1>
<p>Banyak cara untuk menyiasati agar bisa menggunakan bensin Premium pada mesin yang ber-CR tinggi, namun mesin tidak mengalami &#8216;ngelitik&#8217;, antara lain:<br />
- Menambahkan Octane Booster pada bensin (dimasukkan ke tangki bensin)<br />
- Menggunakan katalis untuk menaikkan nilai oktan (biasanya mengandung timbal, tidak ramah lingkungan).<br />
- Merubah derajat waktu pengapian (ignition timing) ke posisi yang lebih lambat (Retard).<br />
- Menggunakan aplikasi water-injection (agak repot untuk perawatannya).<br />
- dan lain-lain.</p>
<h1><strong>Fakta&#8230;</strong></h1>
<p>Pada kenyataannya.. banyak kita lihat, khususnya di SPBU, motor-motor baru yang berkompresi tinggi mengantri panjang di pompa bensin jenis Premium. Faktor ekonomi lebih mendesak ketimbang dampak rusak ke depan pada mesin motornya.. atau memang kurangnya informasi mengenai pemilihan bensin ini.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-05.gif" alt=" " /></p>
<p>Berkat bantuan banyak teman baik dari beberapa milis, saya coba kumpulkan dan sajikan daftar Rasio Kompresi untuk mobil dan motor berbagai merek. Atas segala keterbatasan dan kekurangan saya, mohon maaf apabila mobil atau motor Anda belum terdaftar, bagi yang mempunyai data untuk melengkapi silahkan tambahkan pada kolom komentar.</p>
<p>Tabel di bawah sengaja di beri warna, sesuai dengan bensin yang direkomendasi.</p>
<p>semoga bermanfaat!</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-06.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-07.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-08.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-09.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-10.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-11.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-12.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-13.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-14.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-15.gif" alt=" " /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pilihbensin/pilihbensin-16.gif" alt=" " /></p>
<p><strong>Sumber Referensi:</strong><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Octane_rating">Octane rating</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Compression_ratio">Compression Ratio</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Engine_knocking">Engine knocking</a><br />
<a href="http://kb-silvolite.com/article.php?action=read&#038;A_id=12">Cara Menghitung Compression Ratio</a><br />
<a href="http://auto.howstuffworks.com/question90.htm">What does octane mean?</a><br />
<a href="http://www.faqs.org/faqs/autos/gasoline-faq/part3/section-1.html">Gasoline FAQ</a><br />
<a href="http://www.pertamina.com/pertamina.php?irwcontents=webpage&#038;menu=40005&#038;page_id=40&#038;menu=40005&#038;page_id=40">Informasi Bensin Premium</a><br />
<a href="http://www.pertamina.com/pertamina.php?irwcontents=webpage&#038;menu=40503&#038;page_id=115&#038;menu=40503&#038;page_id=115">Informasi Bensin Pertamax</a><br />
<a href="http://www.pertamina.com/pertamina.php?irwcontents=webpage&#038;menu=40504&#038;page_id=116">Informasi Bensin Pertamax Plus</a><br />
<a href="http://www.lemigas.esdm.go.id/node/48">Penelitian Pengaruh Komposisi Kimia Bensin Terhadap Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor</a> </p>
<p>-                       [ www.saft7.com - automotive tips and sharing ]</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fisi-bensin-apa-ya%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fisi-bensin-apa-ya%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/isi-bensin-apa-ya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>237</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Saling Berbagi di Jalan</title>
		<link>http://www.saft7.com/indahnya-saling-berbagi-di-jalan/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/indahnya-saling-berbagi-di-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2007 08:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Macet di jalan saat ini sudah merata dan terjadi setiap harinya, saat akan pergi kerja, jam makan siang dan pulang kerja. Baik mobil atau motor rasanya tidak bisa mengelak dari rutinitas tersebut, bahkan selalu juga terjadi di jalan bebas hambatan (jalan tol). Saya sendiri sehari-hari beralih menggunakan sepeda motor, karena praktis, cepat dan ekonomis tentunya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-00.jpg" /></p>
<p>Macet di jalan saat ini sudah merata dan terjadi setiap harinya, saat akan pergi kerja, jam makan siang dan pulang kerja. Baik mobil atau motor rasanya tidak bisa mengelak dari rutinitas tersebut, bahkan selalu juga terjadi di jalan bebas hambatan (jalan tol).<br />
<span id="more-199"></span><br />
Saya sendiri sehari-hari beralih menggunakan sepeda motor, karena praktis, cepat dan ekonomis tentunya. Ketika akan pergi kerja ternyata hujan, barulah pakai mobil.<br />
Ketika mengalami sendiri antara mengendarai mobil dengan mengendarai sepeda motor, saya belajar banyak hal dan saya rasa perlu di sharing.</p>
<p>Saat mengendarai mobil, banyak hal yang bisa saya lakukan sembari memegang kemudi ketimbang saya mengendarai motor. Panas terik matahari hingga hujan rintik-rintik sampai deras tidak terlalu mengganggu aktifitas saya di mobil. Apalagi mobil sudah didesain begitu nyaman dengan berbagai kelengkapannya.</p>
<p>Pada saat mengendarai motor, berbagai kenyamanan yang sebelumnya pernah saya rasakan di mobil harus saya tanggalkan. Sisanya ya berkeringat dengan jaket atau jas hujan, berhadapan dengan berbagai macam asap knalpot, kondisi jalan yang jelek dan banyak genangan air, hingga macetnya lalu lintas yang benar-benar secara psikologis membuat ingin segera sampai tujuan.</p>
<p>Dalam mengendarai motor, disarankan untuk berada di sebelah kiri. Namun karena ukuran motor tidaklah besar, maka motor seringkali akan memanfaatkan ruang gerak yang ada.<br />
Maka sering dilihat, begitu ada ruang gerak kosong, motor akan mengisi ruang gerak tersebut.<br />
Jika jalan cukup lebar, maka ruang gerak motor bisa di kiri jalan dan di tengah (di antara mobil).</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-01.jpg" /></p>
<p>Belajar dari situ, maka ketika saya menyetir mobil, saya akan usahakan untuk selalu lurus dengan mobil-mobil di depan saya agar memberikan ruang gerak motor.<br />
Dengan demikian para pengendara motor dapat menggunakan jalur tersebut dengan baik dan lancar.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-02.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-03.jpg" /></p>
<p>Kendalanya adalah pada angkutan umum. Angkutan umum sering memposisikan kendaraannya hingga menutup ruang gerak motor tadi.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-04.jpg" /></p>
<p>Akibatnya motor akan tersumbat disitu dan berusaha mencari ruang gerak baru dengan pindah jalur ke jalur tengah atau bahkan naik ke trotoar sesaat untuk melewati kendaraan umum tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-09.jpg" /><br />
Begitu juga dengan mobil yang posisinya terlalu ke kiri atau terlalu ke kanan hingga menutup ruang gerak motor tadi.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-06.jpg" /></p>
<p>Untuk mobil yang akan belok ke kiri atau masuk trotoar jalan (parkir), perlu tegas memposisikan kendaraannya hingga tidak membuat bingung pengendara motor, dengan cara menggunakan lampu sen dan kalau perlu klakson untuk memberitahu kalau mobil akan menepi.<br />
Jika tidak demikian yang terjadi akan seperti ini, beberapa pengendara motor tergiring ke trotoar.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-08.jpg" /></p>
<p><strong>Nah, singkat cerita..</strong><br />
Marilah kita saling berbagi di jalan, buat pengguna mobil agar rapat dan lurus barisan di depannya sehingga memberi dan dapat mengarahkan ruang gerak pengendara motor.<br />
Hasilnya, lalu lintas walau dalam kondisi macet terlihat damai dan rapih.<br />
Untuk pengendara mobil pun akan diuntungkan, mobil tidak tergores oleh motor yang berpindah jalur.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-10.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/lalinrapi/lalinrapi-05.jpg" /></p>
<p>Memang sharing ini tidak bisa langsung merubah seketika dan seluruhnya, namun mari kita mulai dari diri kita sendiri.</p>
<p>Semoga bermanfaat.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Findahnya-saling-berbagi-di-jalan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Findahnya-saling-berbagi-di-jalan%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/indahnya-saling-berbagi-di-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>72</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Foto Kegiatan Pengukuran Komparasi Speedometer &amp; GPS</title>
		<link>http://www.saft7.com/foto-kegiatan-pengukuran-komparasi-speedometer-gps/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/foto-kegiatan-pengukuran-komparasi-speedometer-gps/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2007 02:28:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[GPS]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[speedometer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[Acara sederhana yang diadakan 4 hari dari Senin hingga Kamis (2-5 April 2007) di Area Parkir Timur Senayan Jakarta, berjalan sukses kecuali untuk hari terakhir (Kamis) karena hujan sangat deras sehingga hanya dihadiri oleh 2 mobil saja. Antusias rekan-rekan sahabat untuk mengetahui seberapa besar simpangan speedometernya terhadap GPS membuat data yang terkumpul juga semakin banyak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogpstest/speedogpstest-00.JPG" alt=" " /></p>
<p>Acara sederhana yang diadakan 4 hari dari Senin hingga Kamis (2-5 April 2007) di Area Parkir Timur Senayan Jakarta, berjalan sukses kecuali untuk hari terakhir (Kamis) karena hujan sangat deras sehingga hanya dihadiri oleh 2 mobil saja.<br />
<span id="more-272"></span><br />
Antusias rekan-rekan sahabat untuk mengetahui seberapa besar simpangan speedometernya terhadap GPS membuat data yang terkumpul juga semakin banyak.</p>
<p>Pandangan skeptis yang ada di beberapa milis yang saya ikuti sehubungan acara tersebut pun tidak kalah seru. Mulai dari yang menyangsikan akurasi GPS, akurasi hasil kolektif data ini, dan lain-lain. Banyak juga yang memberikan panduan dan tips agar acara ini berjalan mendekati sempurna.</p>
<p>Untuk semuanya, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, data sederhana yang terkumpul ini semoga bisa menjadi salah satu referensi data otomotif di Indonesia.</p>
<p>Berikut saya sertakan foto-foto saat kegiatan pengukuran&#8230;.</p>
<p>Enjoy!</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogpstest/speedogpstest-01.JPG" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogpstest/speedogpstest-02.JPG" alt=" " />
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ffoto-kegiatan-pengukuran-komparasi-speedometer-gps%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ffoto-kegiatan-pengukuran-komparasi-speedometer-gps%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/foto-kegiatan-pengukuran-komparasi-speedometer-gps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komparasi Speedometer &amp; GPS</title>
		<link>http://www.saft7.com/komparasi-speedometer-gps/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/komparasi-speedometer-gps/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2007 10:38:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[GPS]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[speedometer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Speedometer selalu menjadi kelengkapan standar mobil dan motor, untuk menunjukkan kecepatan kendaraan. Pada kenyataannya, selalu terlihat perbedaan kecepatan pada berbagai kendaraan baik mobil maupun motor, baik berdasarkan merek kendaraan maupun model kendaraan dari merek tertentu. Bahkan untuk model kendaraan yang sama pun bisa terjadi perbedaan kecepatan yang ditunjukkan oleh speedometer. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-00.jpg" alt=" " /></p>
<p>Speedometer selalu menjadi kelengkapan standar mobil dan motor, untuk menunjukkan kecepatan kendaraan. Pada kenyataannya, selalu terlihat perbedaan kecepatan pada berbagai kendaraan baik mobil maupun motor, baik berdasarkan merek kendaraan maupun model kendaraan dari merek tertentu. Bahkan untuk model kendaraan yang sama pun bisa terjadi perbedaan kecepatan yang ditunjukkan oleh speedometer.<br />
<span id="more-270"></span><br />
<strong>Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya simpangan kecepatan pada speedometer antara lain:</strong><br />
1. Kondisi ban/roda: tingkat keausan dan perbedaan ukuran ban.<br />
2. Modifikasi gardan: penggantian gear ratio gardan / drive axle gear.<br />
3. Modifikasi sprocket gear: untuk speed sensor yang ada pada transmisi akan terpengaruh perubahan sprocket gear.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-02.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong><br />
<h1>GPS</h1>
<p></strong></p>
<p>Kita pernah mendengar alat navigasi yang berbasis satelit yaitu Global Positioning System (GPS). Lebih dari 30 satelit GPS berputar dua kali setiap harinya mengelilingi bumi, memancarkan sinyal yang diterima perangkat GPS untuk kemudian didapat data navigasi, lokasi, ketinggian, kecepatan hingga posisi bulan dan matahari yang bermanfaat bagi nelayan dan lain-lain.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-03.jpg" alt=" " /></p>
<p>Saya menggunakan 2 unit GPS yang berbeda merek untuk mendapatkan referensi kecepatan terhadap beberapa kendaraan yang akan dites speedometernya.<br />
Garmin GPSmap 60CSx, berteknologi Sirf-III yang sangat peka dan memiliki penerimaan yang baik dan cepat.<br />
Magellan eXplorist XL, memiliki layar yang cukup besar dan memiliki kepekaan sinyal yang cukup baik pula.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-04.jpg" alt=" " /></p>
<p>Akurasi perhitungan GPS terhadap speed sendiri memiliki toleransi sekitar 0.1-0.2ms atau meleset sekitar 3-5meter terlambat memberikan informasi saat itu, dipengaruhi oleh jumlah satelit yang terhubung dengan GPS tersebut, kondisi lingkungan sekitar GPS, dan cuaca.</p>
<p>Lebih lengkap tentang GPS bisa membuka referensi di bawah artikel ini.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-05.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong><br />
<h1>TUJUAN</h1>
<p></strong></p>
<p>Tujuan artikel ini dibuat adalah untuk mengumpulkan data-data perbandingan kecepatan yang ditunjukkan oleh speedometer dibandingkan dengan kecepatan yang ditunjukkan oleh 2 unit GPS sebagai referensi.<br />
Dengan terkumpulnya data tersebut, diharapkan dapat bermanfaat bagi rekan-rekan lainnya sebagai referensi kecil dan sederhana.</p>
<p>Kendaraan yang akan di tes adalah jenis Mobil dan Motor dari berbagai merek dan model.<br />
Dilakukan di lokasi Parkir Timur Senayan Jakarta, yang terbebas dari halangan gedung dan pada saat cuaca cerah.<br />
Peserta adalah rekan-rekan sahabat dari berbagai mailing list otomotif mobil dan motor di Indonesia, Jakarta pada khususnya.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-01.jpg" alt=" " /></p>
<p>Untuk seluruh rekan-rekan sahabat yang sudah berpartisipasi dan meluangkan waktunya untuk mengumpulkan data sederhana ini, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.</p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-36.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-37.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-38.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong><br />
<h1>PENGUJIAN DIMULAI..</h1>
<p></strong></p>
<h2>
<strong>GPS1</strong> : Garmin GPSmap 60CSx (Sirf-III)<br />
<strong>GPS2</strong> : Magellan eXplorist XL<br />
<strong>Avg.GPS1 &#038; GPS2</strong> : Nilai kecepatan rata-rata dari data speed kedua GPS.<br />
<strong>SIMP. %</strong> : Nilai simpangan kecepatan speedometer terhadap speed GPS.<br />
<strong>TOTAL</strong> : Nilai simpangan rata-rata dari beberapa sampling, dalam satuan %.<br />
</h2>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-04.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-10.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-11.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-12.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-13.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-14.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-15.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-16.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-17.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-18.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-19.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-20.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-21.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-22.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-23.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-24.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-25.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-26.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-06.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-27.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-28.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-29.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-30.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-31.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-32.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-33.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-34.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-35.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-08.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-09.jpg" alt=" " /></p>
<p><img src="http://saft7.com/techtips/speedogps/speedogps-07.jpg" alt=" " /></p>
<p><strong><br />
<h1>KESIMPULAN</h1>
<p></strong></p>
<p>Dari data yang terkumpul, terlihat bahwa kecepatan pada speedometer mobil maupun motor menunjukkan kecepatan lebih tinggi dari kecepatan sebenarnya (GPS).<br />
Hal ini juga dipengaruhi apabila kita melakukan modifikasi pada ukuran roda/velg, gardan dan sprocket gear (motor).</p>
<p><strong>ARTIKEL INI TIDAK MEREPRESENTASIKAN SIMPANGAN KECEPATAN TERHADAP SUATU MEREK / TIPE KENDARAAN YANG DIUJI DI ATAS, MEREK/TIPE KENDARAAN YANG DISEBUT ADALAH MERUPAKAN SAMPLING DARI KENYATAAN DATA YANG DIDAPAT DI LAPANGAN.</strong></p>
<p><strong>Semoga bermanfaat!</strong></p>
<p><strong>Supported by</strong><br />
<a href="http://www.apobae.com">APOBAE.com &#8211; The Cheapest GPS Store</a><br />
Special thanks for Oom Ahmad Zulkarnain!</p>
<p>Lihat juga <a href="http://saft7.com/?p=272"><strong>Foto Kegiatan Pengukuran..</strong></a></p>
<p><em><br />
<strong>Sumber referensi:</strong></p>
<p><a href="http://www.discounttiredirect.com/direct/brochure/info/tmpInfoTireMath.jsp">Tire Dimensions Calculator</a><br />
<a href="http://www.navigasi.net/go.php?g=art&#038;a=rudsrgps">Teori Dasar GPS</a><br />
<a href="http://users.erols.com/dlwilson/gpsacc.htm">Non-military GPS accuracy</a><br />
<a href="http://www.caranddriver.com/article.asp?section_id=4&#038;article_id=1907">Speedometer Scandal!</a><br />
<a href="http://www.caranddriver.com/article.asp?section_id=4&#038;article_id=1906&#038;page_number=1">Can you trust your most frequently consulted gauge?</a><br />
<a href="http://www.ncbi.nlm.nih.gov/entrez/query.fcgi?cmd=Retrieve&#038;db=PubMed&#038;list_uids=15519597&#038;dopt=Abstract&#038;holding=f1000,f1000m,isrctn">Accuracy of non-differential GPS for the determination of speed over ground.</a><br />
<a href="http://gpsinformation.net/main/gpsspeed.htm">GPS Speed: How accurate is it?</a><br />
<a href="http://edu-observatory.org/gps/gps_accuracy.html">GPS Errors &#038; Estimating Your Receiver&#8217;s Accuracy</a></em></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkomparasi-speedometer-gps%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkomparasi-speedometer-gps%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/komparasi-speedometer-gps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Speed &amp; Rev Limiter&#8230; apaan sih?</title>
		<link>http://www.saft7.com/speed-rev-limiter-apaan-sih/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/speed-rev-limiter-apaan-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 09:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[dyno]]></category>
		<category><![CDATA[dynotest]]></category>
		<category><![CDATA[performance]]></category>
		<category><![CDATA[power]]></category>
		<category><![CDATA[rev limiter]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[speed]]></category>
		<category><![CDATA[speed limiter]]></category>
		<category><![CDATA[speedometer]]></category>
		<category><![CDATA[torque]]></category>
		<category><![CDATA[utak atik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Di lingkungan teman-teman yang hobby memodifikasi mesin agar bisa kencang dan ikut event DragRace, StreetRace atau sekedar doyan ngebut, banyak tips dan trick didapat. Dari pemasangan turbo pada mesin, mengganti ECU (Engine Management), porting&#038;polish, ganti cam, hingga ganti mesin (engine swap). Namun ada yang menggelitik ketika banyak yang tertarik untuk membuang Rev Limiter atau RPM]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter00.jpg' alt='revlimiter00.jpg' /></p>
<p>Di lingkungan teman-teman yang hobby memodifikasi mesin agar bisa kencang dan ikut event DragRace, StreetRace atau sekedar doyan ngebut, banyak tips dan trick didapat. Dari pemasangan turbo pada mesin, mengganti ECU (Engine Management), porting&#038;polish, ganti cam, hingga ganti mesin (engine swap).<br />
<span id="more-245"></span><br />
Namun ada yang menggelitik ketika banyak yang tertarik untuk membuang Rev Limiter atau RPM Limiter, dengan harapan mobil akan bisa lebih kencang karena putaran mesin tidak lagi dibatasi oleh Rev Limiter tadi.</p>
<p>Pada kendaraan bermesin injeksi, umumnya dilengkapi dengan Rev <strong>Limiter</strong> untuk membatasi putaran mesin dan ada juga yang dilengkapi <strong>Speed Limiter</strong> untuk membatasi kecepatan kendaraan.</p>
<p>Yuk kita bahas satu persatu..</p>
<p><strong>SPEED LIMITER</strong></p>
<p>Untuk alasan Safety, mobil dan motor mulai dipasang Speed Limiter yang tujuannya agar kendaraan tersebut tidak dapat berjalan melebihi kecepatan yang ditentukan. Umumnya penerapan Speed Limit ini diatur oleh regulasi dari negara dimana kendaraan itu diperjual belikan.</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter01.jpg' alt='revlimiter01.jpg' /> </p>
<p>Speed Limiter, bekerja berdasarkan sensor kecepatan kendaraan (Vehicle Speed Sensor), yang kemudian apabila terdeteksi kecepatan melebihi batas yang ditentukan, pada mesin injeksi, ECU akan memutus jalur bahan bakar (Fuel Cut Off) atau ada juga yang menginterupsi pengapian. Bahkan pabrikan mobil kencang Eropa: Mercedes, Audi dan BMW sepakat membatasi top speed limit pada 250km/h (155mph), sementara Porsche tidak mau ikut &#8220;klub 155&#8243; itu. </p>
<p><strong>REV LIMITER</strong></p>
<p>Rev Limiter bertujuan untuk membatasi putaran mesin, agar mesin tidak berjalan melebihi batas RPM (Rotation Per Minute) yang ditentukan pabrikan mesin disesuaikan dengan karakter mesin itu sendiri.</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter02.jpg' alt='revlimiter02.jpg' /></p>
<p>Umumnya batas putaran mesin (Rev Limit) berkisar antara 6500 &#8211; 7500rpm tergantung dari pabrikan mesin. Mendekati angka tersebut, biasanya pada Tachometer (indikator kecepatan puaran mesin) diberi tanda / bidang merah, atau sering disebut RED LINE. Dengan maksud agar driver tidak menjalankan mesin pada Red Line (putaran mesin terlalu tinggi).<br />
Putaran mesin yang terlalu tinggi akan mengakibatkan kerusakan mesin yang cukup serius, disinilah fungsi Rev Limiter.</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter11.jpg' alt='revlimiter11.jpg' /></p>
<p>Sama dengan Speed Limiter, Rev limiter akan memutuskan jalur bahan bakar (fuel cut off) atau ada juga yang menginterupsi sistem pengapian, sehingga putaran mesin dapat diperhambat agar tidak menimbulkan kerusakan komponen.</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter15.jpg' alt='revlimiter15.jpg' /> </p>
<p>Seperti yang diceritakan di atas, banyak yang tertarik untuk membuang fungsi Rev Limiter agar mesin dapat berputar tanpa dibatasi.</p>
<p>Cara tersebut tidak tepat, mengapa? </p>
<p>Setiap mesin punya grafik Power dan Torque yang berbeda-beda sesuai dengan spesifikasi mesinnya.<br />
Grafik tersebut tentunya bisa didapat dengan alat DynoTest. </p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter03.jpg' alt='Foto milik Ferry Cangkir' /></p>
<p>Mobil tersebut sedang melakukan DynoTest untuk mencari karakter mesin yang baru saja dipasang unit Turbo. Diharapkan akan diperoleh data pada putaran mesin berapa rpm Power dan Torque maksimalnya.</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter04.jpg' alt='Foto milik Ferry Cangkir' /></p>
<p>Pada grafik di bawah terlihat bahwa sebelum dipasang unit Turbo (keadaan mesin standar), Powernya adalah 110.6HP pada 6300rpm, dan semakin tinggi Power malah semakin menurun.</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter05a.jpg' alt='Foto milik Ferry Cangkir'  /></p>
<p>Terlihat juga pada grafik di atas, ketika unit turbo dipasang, didapat Power sebesar 207.2HP pada 4600rpm, semakin tinggi putaran mesin terlihat tenaga mesin menurun drastis.</p>
<p>Sekarang kita lihat mobil super yang dibangun rekan saya untuk event dragrace,.. </p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter06.jpg' alt='Foto milik Ferry Cangkir' /></p>
<p>pada grafik di bawah, terlihat Power sebesar 400HP pada 6300rpm, putaran mesin lebih tinggi tenaga kembali menurun.</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter07.jpg' alt='Foto milik Ferry Cangkir'  /></p>
<p>Nah dengan panduan DynoTest, pabrikan menetapkan point Rev Limiter sesuai dengan karakter Peak Power &#038; Torque dari mesin tersebut.<br />
Jadi tidak berarti putaran mesin makin tinggi adalah semakin baik atau semakin kencang. Terbukti kurva power malah turun.</p>
<p>Para tuner / pemodifikasi mesin, mengaplikasikan berbagai performance parts, mulai dari knalpot (termasuk header, downpipe hingga muffler), fuel pump, injector, sistem pengapian, camshaft, engine management, penyetelan cam, mengurangi bobot crankshaft, dan sebagainya sesuai dengan target yang diharapkan. </p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter12.jpg' alt='revlimiter12.jpg' /> </p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter10.jpg' alt='revlimiter10.jpg' /> </p>
<p>Setelah semua unit terpasang, melalui pengukuran DynoTest akan didapat karakter mesin tersebut akan mengeluarkan daya dan torsi (Power &#038; Torque) pada rpm berapa, bagaimana kurvanya, boost pada rpm berapa dan sebagainya.<br />
Dari data tersebut, sang tuner / modifikator akan melakukan adjustment dan optimalisasi.<br />
Adjustment bisa dengan cara menambahkan Piggyback ECU, atau ada juga yang meReMap ECU, termasuk juga menggeser point Rev Limiter <strong>apabila diperlukan</strong>.</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/tac520-20.jpg' alt='Foto milik www.speco.com.au' /> </p>
<p>Pada dashboard sering ditambahkan tachometer tambahan yang dilengkapi lampu peringatan untuk mengganti gigi pada rpm yang telah diset sebelumnya. Ini sangat membantu, karena kita akan pindah gigi pada putaran mesin yang optimal (berdasarkan data hasil DynoTest).</p>
<p><img src='http://saft7.com/wp-content/uploads/2007/02/revlimiter14.jpg' alt='revlimiter14.jpg' />  </p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<li>Rev Limiter = Perlindungan terhadap Mesin</li>
<li>Speed Limiter = Perlindungan terhadap Keselamatan Manusia</li>
<li>Membuang Rev Limiter tidak bermanfaat, karena akan dapat merusak mesin itu sendiri apabila putaran mesin melebihi batas kerjanya.</li>
<li>Putaran mesin yang lebih tinggi tidak dapat diartikan akan menghasilkan power dan torque yang lebih besar.</li>
<li>Beberapa pecinta kecepatan membuang Speed Limiter pada mobilnya agar bisa melesat lebih kencang tanpa dibatasi.</li>
<li>Jika mesin masih dengan spec standar pabrikan, hindari menaikkan point apalagi membuang Rev Limiter tanpa didahului dengan penggantian beberapa part yang memang sudah teruji kemampuannya. (tambahan dari oom Ferry Cangkir)</li>
<p>Semoga bermanfaat..</p>
<p><strong>Sumber Referensi:</strong></p>
<p>http://www.lunaticfringe.org/vwfox/mod/rev-limiter.html</p>
<p>http://www.answers.com/topic/mclaren-f1</p>
<p>http://www.mpsracing.com/products/MSD/ig02n.htm</p>
<p>http://www.thetruthaboutcars.com/?p=2878</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fspeed-rev-limiter-apaan-sih%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fspeed-rev-limiter-apaan-sih%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/speed-rev-limiter-apaan-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Automotive Relay&#8230; apaan sih?</title>
		<link>http://www.saft7.com/automotive-relay-apaan-sih/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/automotive-relay-apaan-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2006 16:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[electrical]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[relay]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel ini saya mencoba untuk menguraikan beberapa relay yang umum digunakan pada kendaraan kita. Fungsi relay sendiri bisa dipelajari di website Howstuffworks dan definisi relay bisa dilihat di wikipedia, agar artikel ini tidak menjadi sangat panjang. Sebenarnya banyak sekali ragam relay yang digunakan pada mobil, mulai dari yang berjenis umum hingga yang khusus. Relay]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-00.jpg" /></p>
<p>Pada artikel ini saya mencoba untuk menguraikan beberapa relay yang umum digunakan pada kendaraan kita. Fungsi relay sendiri bisa dipelajari di website <a title="How Relays Work" href="http://electronics.howstuffworks.com/relay.htm" target="_blank">Howstuffworks</a> dan definisi relay bisa dilihat di <a title="What is Relay?" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Relay" target="_blank">wikipedia</a>, agar artikel ini tidak menjadi sangat panjang.<br />
<span id="more-234"></span><br />
Sebenarnya banyak sekali ragam relay yang digunakan pada mobil, mulai dari yang berjenis umum hingga yang khusus. Relay pada kendaraan digunakan untuk lampu utama, klakson (tidak semua mobil), FuelPump, ECU, Starter, Wiper (tidak semua mobil), sistem AC, fan radiator, lampu kabut, sistem alarm, sistem central lock, sistem Power Window, dan pada mobil Eropa banyak ditemukan relay yang di desain khusus, misalnya relay tersebut berfungsi juga sebagai timer, unloader dan lain-lain.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-01.jpg" /></p>
<p>Besar-kecilnya ukuran fisik suatu relay, biasanya berhubungan juga dengan kapasitas arus yang dapat ditangani oleh Contact-point relay. Jika arus yang disalurkan melebihi kapasitas kemampuan relay, maka contact point akan panas dan cepat aus. Jika contact point aus, maka kualitas konduktor / menyalurkan arus listrik menjadi terganggu. Pada kenyataannya, biasanya kita menemukan lampu akan menjadi redup, atau klakson menjadi tidak lantang lagi atau bahkan mati.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-03.jpg" /></p>
<p> <img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-02.jpg" /></p>
<p><strong>RELAY POPULER..</strong></p>
<p>Yang saya maksud dengan relay populer adalah relay yang paling umum ditemukan pada hampir setiap kendaraan (umumnya mobil). Secara garis besar umumnya sering disebut-sebut &#8220;Relay 4 kaki&#8221;, &#8220;Relay 5 kaki&#8221; dan &#8220;Relay bulat&#8221;.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-04.jpg" /></p>
<p>Sementara itu, 2 merek relay yang paling populer adalah merek BOSCH dan HELLA. Silahkan simak bagaimana memilih relay bosch yang asli pada artikel lain di website ini.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-05.jpg" /></p>
<p>Umumnya pada body relay, disertakan skema relay tersebut berikut nomor kaki nya. Juga pada bagian bawah, di masing-masing kaki terminal disertakan nomor kaki sebagai referensi terhadap skema relay pada body tadi.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-06.jpg" /></p>
<p><strong>BOSCH 4 kaki &#8211; 0 332 019 453</strong></p>
<p>Adalah relay otomotif dengan tegangan kerja 12volt DC, dan kapasitas arus yang dapat ditangani adalah maksimal 30A. Relay ini berkaki 4, di dalamnya terdapat resistor penahan arus balik yang umumnya bertegangan sangat tinggi hingga 200volt!.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-07.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-08.jpg" /></p>
<p>Contoh penggunaan relay BOSCH 4 kaki &#8211; 0 332 019 453.<br />
skema di bawah menjelaskan pemasangan lampu tambahan dengan memanfaatkan relay tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-09.jpg" /></p>
<p><strong>BOSCH 5 kaki &#8211; 0 332 019 150.</strong></p>
<p>Relay ini unik, berkaki 5 dengan 2 terminal yang akan berfungsi bersamaan ketika relay ini aktif. Bisa digunakan untuk misalnya menyalakan lampu kiri dan kanan dengan satu relay ini saja. Keuntungan lain relay ini adalah memperingkas sistem pemasangan kabel.</p>
<p> <img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-10.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-11.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-12.jpg" /></p>
<p><strong>BOSCH 5 kaki &#8211; 0 332 209 151.</strong></p>
<p>Relay ini berkaki 5 dengan 2 terminal yang akan berfungsi bergantian ketika relay ini aktif. Orang sering menyebutnya NO &#038; NC (Normally Open dan Normally Closed). Umumnya relay ini digunakan sebagai pemilih antara lampu HiBeam dan lampu LowBeam.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-13.jpg" /></p>
<p>Penting untuk diperhatikan bahwa terdapat perbedaan kapasitas arus pada contact point. Dimana pada kondisi relay tidak aktif, Contact point hanya dapat menyalurkan arus sebesar 20A, sementara pada saat relay aktif, dapat menyalurkan sebesar maksimal 30A.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-14.jpg" /></p>
<p>Berikut contoh skema yang menggunakan relay ini.</p>
<p> <img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-15.jpg" /></p>
<p><strong>HELLA 5 kaki &#8211; 4RA940010-74.</strong></p>
<p>Sama seperti relay merek Bosch di atas sebelumnya, Relay ini berkaki 5 dengan 2 terminal yang akan berfungsi bersamaan ketika relay ini aktif. Bisa digunakan untuk misalnya menyalakan lampu kiri dan kanan dengan satu relay ini saja. Keuntungan lain relay ini adalah memperingkas sistem pemasangan kabel.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-16.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-17.jpg" /></p>
<p> <img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-18.jpg" /></p>
<p><strong>HELLA 4 kaki &#8211; 4RA008510-8</strong></p>
<p>Adalah relay otomotif dengan tegangan kerja 12volt DC, dan kapasitas arus yang dapat ditangani adalah maksimal 30A. Relay ini berkaki 4. Mirip dengan merek Bosch 4 kaki di atas, namun tidak dilengkapi resistor.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-19.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-20.jpg" /></p>
<p>Contoh skema bisa mengikuti skema relay BOSCH 4 kaki &#8211; 0 332 019 453 di atas.</p>
<p><strong>AVITAL 5 kaki &#8211; 702H-1C-C1S</strong></p>
<p>Sama seperti relay merek Bosch di atas sebelumnya, Relay ini berkaki 5 dengan 2 terminal yang akan berfungsi bergantian ketika relay ini aktif. Orang sering menyebutnya NO &#038; NC (Normally Open dan Normally Closed). Umumnya relay ini digunakan sebagai pemilih antara lampu HiBeam dan lampu LowBeam.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-21.jpg" /></p>
<p> Penting untuk diperhatikan bahwa terdapat perbedaan kapasitas arus pada contact point. Dimana pada kondisi relay tidak aktif, Contact point hanya dapat menyalurkan arus sebesar 30A, sementara pada saat relay aktif, dapat menyalurkan sebesar maksimal 40A.</p>
<p>Relay ini lebih besar kapasitasnya ketimbang merek BOSCH di atas.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-22.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-23.jpg" /></p>
<p><strong>DENSO Bulat 4 kaki &#8211; 90987-03001</strong></p>
<p>Adalah relay otomotif dengan tegangan kerja 12volt DC, dan kapasitas arus yang dapat ditangani adalah maksimal hanya 15A. Relay ini berkaki 4, dan relay ini kebetulan Normally Closed. Jadi ketika relay aktif, maka arus malah akan diputusnya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-24.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-25.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-26.jpg" /></p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p>Demikian uraian yang agak panjang di atas, semoga bisa menjadi referensi sebelum pilih2 relay, atau juga sebagai referensi ketika akan membuat suatu rangkaian pelistrikan di mobil maupun motor.</p>
<p>Sebagai kesimpulan dari saya pribadi, setelah membongkar-bongkar relay dan membandingkan Contact Point-nya.. maka saya melihat bahwa kualitas contact point relay merek AVITAL paling baik kualitasnya ketimbang BOSCH. Sementara untuk yang paling minim adalah Contact Point dari relay-relay merek HELLA.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/autorelay/autorelay-27.jpg" /></p>
<p>Terimakasih untuk Susanto &#8211; Jayapura Motor (ITC Dutamas Fatmawati) 021.72793675, untuk pinjaman relay-relaynya buat difoto dan dikupastuntas.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fautomotive-relay-apaan-sih%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fautomotive-relay-apaan-sih%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/automotive-relay-apaan-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Isi Oli Sesuai Anjuran..</title>
		<link>http://www.saft7.com/isi-oli-sesuai-anjuran/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/isi-oli-sesuai-anjuran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Sep 2006 11:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[kerusakan]]></category>
		<category><![CDATA[mesin]]></category>
		<category><![CDATA[oli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Peranan Oli sangat penting bagi mesin, khususnya untuk mesin motor maupun mobil. Namun apabila tidak sesuai dengan anjuran produsen mesin tersebut, tentunya akan mendatangkan masalah bagi mesin itu sendiri. Banyak kasus teman-teman yang mengisi oli melebihi batas maksimal dari yang dianjurkan, juga banyak teman-teman motoris yang mengisi oli mesin mobil ke dalam mesin motornya. Wah,]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/isioli/isioli00.jpg" /></p>
<p>Peranan Oli sangat penting bagi mesin, khususnya untuk mesin motor maupun mobil. Namun apabila tidak sesuai dengan anjuran produsen mesin tersebut, tentunya akan mendatangkan masalah bagi mesin itu sendiri. Banyak kasus teman-teman yang mengisi oli melebihi batas maksimal dari yang dianjurkan, juga banyak teman-teman motoris yang mengisi oli mesin mobil ke dalam mesin motornya. Wah, wah.. semoga tidak terjadi pada mesin motor maupun mobil kita ya.<br />
<span id="more-223"></span><br />
Pada mesin mobil dan motor disediakan alat untuk mengukur kapasitas oli yang ada di mesin, sering disebut dengan Dipstick Oil. Pada Dipstick Oil tersebut ada petunjuk High/Full dan Low/Add.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/isioli/isioli5.jpg" /></p>
<p>Pada gambar di atas dijelaskan bahwa apabila ketinggian oli berada diantara batas Maksimal dan Minimal, maka kapasitas oli dalam mesin dapat dikatakan berada dalam kondisi NORMAL. Jika berlebihan, segera dikurangi (dibuang melalui Oil Drain). Jika kurang, segera ditambahkan dengan oli yang sama jenisnya dengan oli yang ada di dalam mesin.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/isioli/isioli10.jpg" /></p>
<p><strong>Mengapa tidak dibenarkan mengisi oli melebihi batas Maksimal?</strong></p>
<p>Seluruh produsen mesin motor maupun mobil melarang kita untuk mengisi oli melebihi batas maksimal, karena akan berdampak buruk pada mesin. Seperti apakah kira-kira dampak buruknya?</p>
<ul>
<li>Apabila kapasitas oli berlebihan, maka putaran poros engkol / crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak karter, sehingga membuat oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Hal ini dapat menimbulkan oli menjadi lebih cepat panas / overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).<br />
Oli yang berbusa sukar untuk dipompa oleh pompa oli sehingga komponen mesin yang seharusnya mendapatkan pelumasan menjadi kering, dan akan rusak / macet.</li>
<li>Selain itu, oli yang berbusa akan membuat tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga melalui jalur sirkulasi (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke filter udara. Biasanya filter udara menjadi basah oli.</li>
<li>Motor dengan karburator, akan banyak ditemukan lapisan tipis oli, lebih parah akan menyumbat jalur-jalur dan needle valve (float valve) yang ada di karburator tersebut.</li>
<li>Tekanan udara dari oli yang berbusa tersebut, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin.</li>
</ul>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/isioli/isioli21.jpg" /></p>
<ul>
<li>Pada mesin motor, pengisian oli yang berlebihan juga mengganggu plat kopling (clutch). Karena plat kopling menjadi terendam oli, sehingga terlalu banyak oli yang membasahi plat kopling tersebut dan menjadi Slip. Normalnya, oli akan terlempar dengan sendirinya oleh putaran plat kopling  (clutch) tersebut. Jika plat kopling slip, maka akan mengurangi umur pakainya, kehilangan tenaga dan pemborosan bensin.</li>
</ul>
<p>Nah, jadi jelas sekarang, mengapa produsen mesin motor maupun mobil membatasi jumlah oli yang boleh dimasukkan ke dalam mesin. Kelebihan dan kekurangan adalah tidak baik buat mesin.</p>
<p>Jangan kelebihan isi oli dong ya&#8230;</p>
<p><strong>Bisakah oli mesin mobil dipakai di mesin motor?</strong></p>
<p>Bisa dibilang seluruh pabrik oli akan berkata TIDAK DIANJURKAN. Mengapa demikian?</p>
<p>Oli mesin motor bisa dibilang lebih rumit spesifikasi dan karakteristiknya ketimbang oli mesin mobil.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/isioli/isioli22.jpg" /></p>
<p>Oli pada mesin mobil dirancang untuk melumasi Bushing dan Bearing maupun pergerakan piston saja. Jadi pada mesin mobil, dibutuhkan oli yang licin dan mampu membuat lapisan tipis untuk melumasi komponen-komponen yang bergesekan tadi. Umumnya oli mesin mobil ditambahkan aditif Friction-Modifiers untuk memperkecil gesekan.</p>
<p>Apa akibatnya jika oli licin tadi dipakai di mesin motor? Tentunya untuk mesin motor yang menggunakan kopling basah (wet clutch), akan membuat kopling menjadi slip karena licin.</p>
<p>Jadi, kopling basah mesin motor memerlukan oli yang tidak licin sehingga kopling bisa tetap &#8216;gigit&#8217;, tidak kehilangan tenaga. Dengan kata lain, pada oli mesin motor, tidak boleh ada Friction Modifiers (Menurut standard JASO MA), atau ada sedikit Friction Modifiers (Menurut standard JASO MB).</p>
<p>Viskositas (keenceran) Oli akan rusak oleh roda gigi. Umumnya roda gigi transmisi mesin motor menyatu dengan mesin motor itu sendiri, sehingga oli akan membasahi roda-roda gigi tadi. Untuk itu oli motor dirancang untuk tahan terhadap &#8216;perasan&#8217; roda-roda gigi transmisi agar viskositasnya tidak rusak.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/isioli/isioli50.jpg" /></p>
<p>Sementara untuk mesin mobil, roda-roda gigi transmisi berada pada bagian terpisah, dan dilumasi khusus oleh oli transmisi.</p>
<p>Banyak ditemukan di toko perlengkapan motor menjual oli yang sebenarnya untuk mesin mobil. Wah wah.. buat konsumen tentunya bikin bingung&#8230;</p>
<p>Biar mudahnya&#8230; oli untuk mesin motor, pastikan ada tertulis 4T yang digunakan untuk mesin motor jenis 4 tak maupun mesin motor 2 tak.<br />
(Oli samping motor 2 tak bertuliskan kode 2T, bukan untuk dimasukkan ke ruang mesin).</p>
<p>Sementara, kalau oli mesin mobil, biasanya langsung tertulis angka viskositasnya secara jelas, misalnya 10W40, 5W30, 20W50, dst..</p>
<p><strong>Selain itu, pastikan untuk motor dengan sistem Kopling Basah (Wet Clutch System) menggunakan oli mesin motor yang mencantumkan standard JASO MA (untuk kebanyakan motor di Indonesia memerlukan standard JASO MA, umumnya motor Jepang atau Asia).</strong></p>
<p>Jangan salah isi oli dong ya&#8230;</p>
<p><strong>RINGKASAN:</strong></p>
<p>Biar lebih jelas lagi..</p>
<p>1. Oli Mesin mobil, ada kandungan Friction-Modifiers yang membuat oli sangat licin, dan membuat lapisan film pada metal yang bergesekan, agar licin / sedikit gesekan.</p>
<p>2. Oli Mesin Motor dengan Standard JASO MA, TIDAK ADA kandungan Friction-Modifiers, sehingga kopling basah tidak slip.</p>
<p>3. Oli Mesin Motor dengan Standard JASO MB, ADA ditambahkan sedikit kandungan Friction-Modifiers, namun ditujukan untuk mesin2 motor yang Advance Wet Clutch (kopling basah yang khusus). Masih sedikit sekali motor yang menggunakan oli dengan standard JASO MB.  </p>
<p>Semoga bermanfaat Bro!</p>
<p><strong>Sumber referensi:</strong><br />
<a href="http://www.aa1car.com/library/api_motor_oil_classifications.htm">http://www.aa1car.com/library/api_motor_oil_classifications.htm</a><br />
<a href="http://www.aa1car.com/library/motor_oil_605.htm">http://www.aa1car.com/library/motor_oil_605.htm</a><br />
<a href="http://www.aa1car.com/library/oil_viscosity.htm">http://www.aa1car.com/library/oil_viscosity.htm</a><br />
<a href="http://www.carbibles.com/engineoil_bible.html">http://www.carbibles.com/engineoil_bible.html</a><br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Motor_oil">http://en.wikipedia.org/wiki/Motor_oil</a><br />
<a href="http://forums.noria.com/eve/forums/a/tpc/f/616604995/m/1491044311">http://forums.noria.com/eve/forums/a/tpc/f/616604995/m/1491044311</a><br />
<a href="http://www.innerauto.com/Automotive_Animations/Engine_Lubrication">http://www.innerauto.com/Automotive_Animations/Engine_Lubrication</a><br />
<a href="http://w6rec.com/duane/bmw/trans/tran_parts.htm">http://w6rec.com/duane/bmw/trans/tran_parts.htm</a><br />
<a href="http://www.mobiloil.com/USA-English/MotorOil/Car_Care/AskMobil/Differences_Between_Car_and_Motorcycle_Oil.aspx">http://www.mobiloil.com</a></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fisi-oli-sesuai-anjuran%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fisi-oli-sesuai-anjuran%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/isi-oli-sesuai-anjuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>94</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Protected: Melacak Aktifitas, Lokasi &amp; Rute Kendaraan (Product Review)</title>
		<link>http://www.saft7.com/inovatrack-melacak-aktifitas-lokasi-rute-kendaraan-product-review/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/inovatrack-melacak-aktifitas-lokasi-rute-kendaraan-product-review/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2006 06:09:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[GPS]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[tracking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[There is no excerpt because this is a protected post.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<form action="http://www.saft7.com/wp-pass.php" method="post">
<p>This post is password protected. To view it please enter your password below:</p>
<p><label for="pwbox-219">Password:<br />
<input name="post_password" id="pwbox-219" type="password" size="20" /></label><br />
<input type="submit" name="Submit" value="Submit" /></p></form>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Finovatrack-melacak-aktifitas-lokasi-rute-kendaraan-product-review%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Finovatrack-melacak-aktifitas-lokasi-rute-kendaraan-product-review%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/inovatrack-melacak-aktifitas-lokasi-rute-kendaraan-product-review/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsistensi &#8216;R&#8217; Busi?</title>
		<link>http://www.saft7.com/konsistensi-r-busi/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/konsistensi-r-busi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 May 2006 05:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Untuk melengkapi referensi tentang busi dari beberapa artikel sebelumnya di web ini, rasa penasaran saya akan QC / Kontrol Kualitas produk busi masih terus berkecamuk untuk tetap mencoba Obyektif melihat merek busi mana yang baik dalam menjaga konsistensi produksinya. Produk massal, adalah produk yang memerlukan perhatian khusus terutama pada konsistensi hasil akhirnya. Contoh sederhananya gini..]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi00.jpg" /></p>
<p>Untuk melengkapi referensi tentang busi dari beberapa artikel sebelumnya di web ini, rasa penasaran saya akan QC / Kontrol Kualitas produk busi masih terus berkecamuk untuk tetap mencoba Obyektif melihat merek busi mana yang baik dalam menjaga konsistensi produksinya.<br />
<span id="more-213"></span><br />
Produk massal, adalah produk yang memerlukan perhatian khusus terutama pada konsistensi hasil akhirnya. Contoh sederhananya gini..<br />
Perusahaan produk Kue Kacang, dalam membuat produknya yang berjumlah besar untuk konsumsi se Indonesia (nasional), harus mempunyai proses QC yang sangat baik. Kacang yang di produksi pertama, harus punya rasa yang sama dengan kacang yang diproduksi paling akhir. Bayangkan apabila&#8230; kacang atom yang sama, rasanya lebih enak kalau kita beli di Bandung ketimbang beli di Jakarta.</p>
<p>Untuk busi kira-kira juga begitu.. juga untuk segala produk lain yang sifatnya MASSAL.</p>
<p>Bahkan hingga dibuat standard mutu untuk konsistensi produk (ISO), sehingga pabrikan yang menyandang atribut sertifikasi tersebut boleh bangga atas produknya yang dipastikan konsisten, baik mutu, umur pakai, ukuran, dsb.</p>
<p>Untuk rasa penasaran ini, saya meminjam 6 merek / jenis busi , masing-masing 4 unit. Jadi total ada 24 busi yang saya akan ukur.</p>
<p>Busi yang di pilih adalah busi yang premium, alias harganya jauh di atas busi standard biasa. Busi-busi ini sering dikategorikan orang sebagai &#8216;Busi Racing&#8217; atau busi performance.</p>
<p>Nah, seberapa konsistenkah sang produsen dalam memproduksi busi mahal tersebut?<br />
Saya coba dengan test sederhana saja, namun sedikit banyak bisa menjadi salah satu referensi konsisten atau tidaknya produk yang beredar di pasaran.</p>
<p>Oh ya.. sampel 4 busi, saya ambil secara acak. Jadi tidak di pilih2 dari bentuk fisik. Dalam hal ini saya mencoba memposisikan sebagai pembeli yang awam, tidak mengerti soal busi, tapi mau beli busi &#8216;mahal&#8217; dengan harapan mobil saya bisa oke, kemudian si pemilik toko memberikan 4 busi kepada saya. Kira-kira begitu skenarionya.</p>
<p>Oke,.. berikut busi-busi yang di uji,..</p>
<p><strong>DENSO IRIDIUM IQ20</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi01.jpg" /></p>
<p><strong>BOSCH SUPER 4 &#8211; FR78X</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi02.jpg" /></p>
<p><strong>NGK IRIDIUM IX &#8211; BKR6 EIX</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi03.jpg" /></p>
<p><strong>SPLITFIRE SF &#8211; 392D</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi04.jpg" /></p>
<p><strong>BERU SILVERSTONE &#8211; S3F</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi05.jpg" /></p>
<p><strong>NGK G-POWER PLATINUM &#8211; BKR6 EGP</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi06.jpg" /></p>
<p>Saya coba ukur resistansi masing-masing busi di tiap merek/jenisnya dengan menggunakan Digital Ohm Meter. Dengan cara satu kutup probe di bagian ujung belakang busi, satu probe lagi pada jarum elektroda busi, sehingga terbaca nilai resistansinya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi07.jpg" /></p>
<p>Berikut hasil akhir pengujiannya..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi09.gif" /></p>
<p>Terlihat pada tabel di atas, bahwa merek NGK terlihat sangat baik dalam menjaga konsistensi pada tiap produknya&#8230; bahkan dari dua jenis NGK yang di test ternyata tetap bisa menjaga toleransi simpangan akurasi produk hingga 10% bahkan 6%, diikuti produk SplitFire.</p>
<p>Sementara yang menyedihkan adalah produk BOSCH yang simpangannya jauh sekali hingga 75%. Wah wah&#8230; apalagi baca artikel sebelumnya tentang busi yang bermasalah, 3 dari 4 kasus  yang ditemukan semuanya dari merek BOSCH.</p>
<p>Duh duh&#8230; ada masalah apakah produsen tersebut?&#8230; halo?? bosch,.. ayo perbaiki kualitas produkmu!.</p>
<p>Apa sih akibatnya jika saya membeli busi yang simpangan nilai resistansinya besar?<br />
Yang pasti&#8230; makin besar nilai resistansi, akan memperkecil api yang dipercikkan busi.<br />
Nah&#8230; jika nilai resistansi tidak rata, akibatnya&#8230; kualitas api dari busi tidak rata juga.</p>
<p>Bahkan jika sangat parah, akan membuat misfire, yaitu saat harusnya terjadi pengapian, busi tidak memercikkan api. Pada saat misfire, busi tidak membakar bensin untuk dirubah menjadi tenaga. Bensin terbuang percuma. ujung-ujungnya, pemborosan bahan bakar.</p>
<p>Paling parah lagi adalah&#8230; baru saja ganti busi.. mesin langsung pincang. Ini mungkin disebabkan salah satu busi memiliki nilai resistansi yang sangat besar dibanding yang lain.</p>
<p>Nah loh&#8230; harus hati-hati dan cermat dong ya&#8230; Teliti sebelum membeli.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi08.jpg" /></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkonsistensi-r-busi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkonsistensi-r-busi%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/konsistensi-r-busi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Produksi Massal, Kualitas Jangan Asal (busi)</title>
		<link>http://www.saft7.com/produksi-massal-kualitas-jangan-asal-busi/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/produksi-massal-kualitas-jangan-asal-busi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 May 2006 18:17:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[electrical]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan teknologi industri massal khususnya untuk komponen busi terus berkembang, mulai dari teknologi yang digunakan oleh busi itu sendiri, seperti penggunaan material khusus (iridium, platinum, silver, dsb), hingga tentunya pada teknologi proses produksi busi itu sendiri untuk mengejar jumlah produksi perhari dengan kualitas yang terjaga. Pada artikel ini saya tidak membicarakan soal busi palsu, yang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/busipatah/busipatah00.jpg" /></p>
<p>Perkembangan teknologi industri massal khususnya untuk komponen busi terus berkembang, mulai dari teknologi yang digunakan oleh busi itu sendiri, seperti penggunaan material khusus (iridium, platinum, silver, dsb), hingga tentunya pada teknologi proses produksi busi itu sendiri untuk mengejar jumlah produksi perhari dengan kualitas yang terjaga.<br />
<span id="more-212"></span><br />
Pada artikel ini saya tidak membicarakan soal busi palsu, yang jelas tentunya memiliki kualitas  yang tidak seperti aslinya. Namun pada artikel ini saya mencoba berbagi cerita atas beberapa kasus dan fakta yang saya temukan sehubungan dengan kontrol kualitas (Quality Control) dari busi yang beredar di masyarakat.</p>
<p><strong>KASUS-1</strong> </p>
<p>Suatu ketika saya membeli busi, bahkan baru dibuka dari kemasan segel plastiknya yang masih rapih&#8230; Ditemukan keramik elektroda yang pecah! Wah.. untung saja saya selalu meneliti apa yang saya beli sebelum meninggalkan toko tersebut. Sehingga saya bisa segera menukarnya dengan yang baik dengan tentunya membuka kemasan lainnya sebagai pengganti.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/busipatah/busipatah05.jpg" /></p>
<p>Apa yang terjadi apabila saya pasang busi yang keramik elektrodanya pecah? tentunya terjadi kebocoran listrik yang mengakibatkan loncatan lidah api tidak pada tempat yang seharusnya yaitu di ujung elektroda, melainkan mungkin saja terjadi pada batang elektroda yang tidak lagi terbungkus oleh keramik tersebut.</p>
<p><strong>KASUS-2</strong></p>
<p>Mobil saya, mengharuskan setiap busi yang dipasang, dilepas terlebih dahulu ring terminal yang ada di ujung busi bagian bawah, yaitu dengan cara diputar seperti membuka mur/baut.</p>
<p> <img src="http://www.saft7.com/techtips/busipatah/busipatah06.jpg" /></p>
<p>Namun apa yang terjadi&#8230; pada salah satu busi baru tersebut, ketika saya memutar ring terminal tersebut, ternyata dengan sangat mudah batang inti elektroda ternyata ikut berputar dengan ring terminal tersebut.. BAH! Kok bisa??</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/busipatah/busipatah07.jpg" /></p>
<p>Hasilnya,.. saya telepon toko langganan tersebut.. dan digantikan dengan busi yang baru lagi.</p>
<p><strong>KASUS-3</strong></p>
<p>Saya mendapat kiriman foto dari teman yang mengalami busi patah pada saat akan dilepas dari mesin. Hasilnya, baut drat busi tertinggal di Cylinder Head mesin.</p>
<p><img title="Kredit Foto: Leo Widyanto" alt="Kredit Foto: Leo Widyanto" src="http://www.saft7.com/techtips/busipatah/busipatah01.jpg" /></p>
<p><img title="Kredit Foto: Leo Widyanto" alt="Kredit Foto: Leo Widyanto" src="http://www.saft7.com/techtips/busipatah/busipatah02.jpg" /></p>
<p><img title="Kredit Foto: Leo Widyanto" alt="Kredit Foto: Leo Widyanto" src="http://www.saft7.com/techtips/busipatah/busipatah03.jpg" /></p>
<p>Wah sadis kan? .. Buat teman saya itu mimpi buruk! Sebab hampir semua montir mengatakan harus turun setengah mesin, untuk melepas Cylinder Head, kemudian dibawa ke tukang bubut untuk dilepas baut busi yang tertinggal tersebut.</p>
<p>Tapi kalau kita bertenang sejenak&#8230; masih bisa ditolong kok, tanpa harus turun setengah seperti itu. Saya akhirnya menyarankan teman untuk menggunakan Screw Extractor (pernah diulas pada tips sebelumnya, untuk melepas baut yang patah).</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/busipatah/busipatah04.jpg" /></p>
<p>Screw Extractor bekerja seperti sekrup dengan arah putar yang terbalik dari biasanya.<br />
Yaitu diputar ke arah kiri (ccw). Pada saat diputar ke arah kiri, sebenarnya screw extractor akan semakin mengunci mengigit kuat pada sisa busi yang kebetulan bagian tengahnya bolong karena keramiknya tercabut seperti pada foto di atas.<br />
Dengan tenaga ekstra.. akhirnya&#8230; JDAAAGHHH&#8230; sisa baut busi bisa ikut terputar oleh screw extractor dan terlepas dari Cylinder Head. Alhamdulillah.</p>
<p><strong>KASUS-4</strong></p>
<p>Pada saat saya membuat artikel tentang resistansi busi, saya terkejut ketika mengukur resistansi busi merek BERU SILVERSTONE nilainya sangat tinggi, yaitu sekitar 13.2kOhm. Sementara di website busi tersebut disebutkan bahwa busi itu tidak ada Suppression Resistor nya, wah.. kok bisa ya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/konsistensibusi/konsistensibusi05.jpg" /></p>
<p>Hal tersebut diperkuat oleh rekan yang mengukur busi BERU yang baru dibelinya, dan memang hanya sekitar 0.8 ohm saja. Kemudian saya akhirnya meminjam 3 busi yang sama untuk saya ukur dan resistansi rata-rata memang sekitar 0.7 &#8211; 0.8 ohm saja.<br />
Artinya, busi yang tadi diukur sebesar 13.2kOhm mungkin saja patah pada bagian dalam busi yang tidak terlihat, sehingga membentuk resistansi yang sedemikian besar.</p>
<p>Jika busi itu dipasang ke mesin kita&#8230; maka dipastikan mesin kita akan &#8216;pincang&#8217;. Lucu dong, baru ganti semua busi malah jadi pincang. Tapi demikian lah yang terjadi pada beberapa teman saya, akibat salah satu busi rusak tak terlihat saat baru dibeli.</p>
<p><strong>Kesimpulan dan Saran&#8230;</strong></p>
<p>1. Saat membeli busi, sekalipun masih dalam segel, perhatikan baik-baik bentuk fisiknya, jangan ada cacat fisik.</p>
<p>2. Sebaiknya membeli busi di toko partshop yang menyediakan OhmMeter, atau bawa sendiri Ohm-Meter untuk mengukur resistansi busi satu persatu.</p>
<p>3. Jika paket busi dalam kemasan 4 per paketnya, mintalah ijin kepada penjual untuk diperbolehkan mengukur resistansi satu persatu. Usahakan perbedaan nilai resistansi tidak berbeda jauh, paling tidak toleransi berbeda +/- 25% masih bisa digunakan.</p>
<p>4. Saat memasang busi, Jangan terlalu kencang. Perhatikan cara pasang busi pada kemasan busi tersebut.</p>
<p>5. Untuk produsen busi, tingkatkan lagi Quality Control atas setiap produk yang dihasilkan. Kasus 1, 2 dan 3 di atas terjadi pada merek BOSCH W8DC, kasus 4 di atas terjadi pada merek Beru SilverStone.</p>
<p>6. Kerusakan bisa juga terjadi saat penyimpanan di gudang, terjatuh, dibanting, dan sebagainya yang menyebabkan pecah/retak bagian dalam busi.</p>
<p>Semoga sharing ini bermanfaat.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fproduksi-massal-kualitas-jangan-asal-busi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fproduksi-massal-kualitas-jangan-asal-busi%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/produksi-massal-kualitas-jangan-asal-busi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komparasi Resistansi Busi Motor</title>
		<link>http://www.saft7.com/komparasi-resistansi-busi-motor/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/komparasi-resistansi-busi-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Apr 2006 03:14:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan artikel sebelumnya, kali ini disajikan perbandingan resistansi dari 10 macam busi untuk sepeda motor yang banyak dijual di pasaran. Sama dengan mesin mobil, busi perlu disesuaikan dengan karakter dan sistem mesin. Jadi jika busi model A dibilang bagus jika dipasang pada motor merek X, belum tentu busi tersebut bisa cocok jika dipasang di motor]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-00.jpg" /></p>
<p>Melanjutkan artikel sebelumnya, kali ini disajikan perbandingan resistansi dari 10 macam busi untuk sepeda motor yang banyak dijual di pasaran. Sama dengan mesin mobil, busi perlu disesuaikan dengan karakter dan sistem mesin. Jadi jika busi model A dibilang bagus jika dipasang pada motor merek X, belum tentu busi tersebut bisa cocok jika dipasang di motor merek Y, dan seterusnya.<br />
<span id="more-202"></span><br />
Buka lagi buku manual pemakaian dan perawatan motor Anda, pilih busi sesuai dengan karakter mesin motor Anda,.. jangan termakan rayuan manis toko tentunya.</p>
<p>Berikut referensi dari saya tentang resistansi busi motor..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-01.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-02.jpg" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusimotor/komparasibusimotor-03.jpg" /></p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkomparasi-resistansi-busi-motor%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkomparasi-resistansi-busi-motor%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/komparasi-resistansi-busi-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>86</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komparasi Resistansi Busi</title>
		<link>http://www.saft7.com/komparasi-resistansi-busi/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/komparasi-resistansi-busi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Mar 2006 05:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas produk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Pilihan busi untuk mesin mobil atau motor kini sangat banyak khususnya untuk performance plug (busi kualitas premium). Namun banyaknya pilihan tersebut membuat kita semakin sulit memilih. Lebih parahnya lagi, pihak toko sering kali menawarkan busi-busi premium tersebut dengan iming-iming performa lebih oke, irit bahan bakar dan sebagainya. Busi mahal tidak menjadi jaminan seratus persen cocok]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusi/komparasibusi-00.jpg" /></p>
<p>Pilihan busi untuk mesin mobil atau motor kini sangat banyak khususnya untuk performance plug (busi kualitas premium). Namun banyaknya pilihan tersebut membuat kita semakin sulit memilih. Lebih parahnya lagi, pihak toko sering kali menawarkan busi-busi premium tersebut dengan iming-iming performa lebih oke, irit bahan bakar dan sebagainya.<br />
Busi mahal tidak menjadi jaminan seratus persen cocok dengan mesin mobil atau motor kita.<br />
<span id="more-201"></span></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusi/komparasibusi-01.jpg" /></p>
<p>Setiap mesin memiliki toleransi tertentu untuk spesifikasi busi yang digunakan.</p>
<p><strong>Hal utama yang menjadi patokan umum adalah:</strong></p>
<p><strong>1. Heat Range:<br />
</strong>Nilai angka &#8216;Heat Range&#8217; dari suatu busi mewakili seberapa panas busi tersebut ketika sedang beroperasi dalam keadaan normal. Jika angka heat range tersebut cocok dengan karakter mesin tersebut, maka busi akan bekerja optimal. Jika busi terlalu panas, maka akan menimbulkan detonasi pada mesin (ngelitik) yang bisa merusak mesin itu sendiri. Sebaliknya, jika busi terlalu dingin, maka akan banyak penimbunan deposit pada ruang bakar akibat terjadinya gagal pengapian (misfire).</p>
<p><strong>2. Ukuran Busi:</strong><br />
Busi yang ditemukan pada umumnya ada yang berdiameter kecil dan besar. Untuk hal ini jelas tidak boleh salah beli, pastikan sesuai dengan spesifikasi mesin tersebut.</p>
<p><strong>3. Ukuran Gap:</strong><br />
Gap adalah jarak antara elektroda busi dengan ground. Pada umumnya ukuran gap adalah sekitar 0.8mm &#8211; 1.2mm. Untuk ukuran gap tersebut perlu melihat anjuran pada buku manual mobil atau motor tersebut. Beberapa model busi premium tidak bisa dirubah ukuran gap-nya karena desain busi itu sendiri tidak memungkinkan dilakukan perubahan gap.</p>
<p><strong>4. Resistansi Busi:<br />
</strong>Periksa jenis busi yang dianjurkan pabrik mobil atau motor tersebut, perhatikan apakah busi tersebut menggunakan Suppression Resistor di dalamnya.<br />
Biasanya jika ada huruf R pada kode busi, itu menunjukkan busi tersebut menggunakan Suppression Resistor, contoh: NGK BK<strong>R</strong>6E-11 . Namun tidak selalu demikian, contoh: DENSO IK20 (tidak ada kode R, tapi menggunakan suppression resistor)</p>
<p>Suppression Resistor pada busi digunakan untuk meredam emisi akibat percikan api pada saat proses ignition terjadi. Emisi tersebut menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan dan sensor mesin. Pada umumnya mobil yang bermesin injeksi menggunakan busi dengan Suppression Resistor, namun tidak selalu demikian.<br />
Semakin besar nilai Suppression Resistor berarti semakin besar hilangnya daya listrik yang dikirim ignition coil untuk membuat percik api pada busi. Akibatnya semakin besar nilai Suppression Resistor tersebut akan memperkecil percik api, kecuali jika kabel busi diganti dengan yang beresistansi kecil dan berdiameter besar.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusi/komparasibusi-02.jpg" /></p>
<p>Baiklah, saya coba share hasil pengujian nilai resistansi 15 model busi dari berbagai merek yang banyak ditemukan di toko-toko asesoris &#038; spareparts.<br />
Untuk pengujian, saya menggunakan Digital Ohm Meter, dilakukan pada suhu ruang 26ÂºC, pukul 01.10wib .</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusi/komparasibusi-03.jpg" /></p>
<p><strong>Berikut hasil komparasi Nilai Resistansi Busi</strong> </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusi/komparasibusi-05.jpg" /><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusi/komparasibusi-06b.jpg" /></p>
<p>Dari hasil komparasi di atas, terlihat bahwa pada umumnya nilai Resistansi busi dengan Suppression Resistor adalah berkisar antara 4-5k ohm.</p>
<p>Pada busi yang di uji, ada busi yang memiliki ground lebih dari satu.<br />
Pada kenyataannya, pada saat terjadi loncatan listrik, hanya ada satu loncatan api saja terjadi pada salah satu ground tersebut. Namun manfaatnya adalah erosi komponen tidak akan secepat busi biasa, dan kemungkinan terjadinya misfire bisa ditekan semaksimal mungkin oleh ground yang lebih dari satu tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusi/komparasibusi-07.jpg" /></p>
<p>Demikian sharing iseng saya, semoga bisa bermanfaat dikala data di atas di butuhkan suatu waktu.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/komparasibusi/komparasibusi-08.jpg" /><br />
<em>Sumber referensi:<br />
</em><a href="http://www.aa1car.com/library/sprkplg2.htm"><em>http://www.aa1car.com/library/sprkplg2.htm</em></a><br />
<a href="http://www.ngksparkplugs.com/"><em>http://www.ngksparkplugs.com</em></a><br />
<a href="http://www.nology.com/"><em>http://www.nology.com/</em></a><br />
<a href="http://www.sparkplugs.com/"><em>http://www.sparkplugs.com</em></a><br />
<a href="http://www.globaldenso.com/"><em>http://www.globaldenso.com</em></a><br />
<a href="http://www.boschusa.com/"><em>http://www.boschusa.com</em></a></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkomparasi-resistansi-busi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fkomparasi-resistansi-busi%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/komparasi-resistansi-busi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bensin Nyaris Kosong? Nggak Perlu Panik</title>
		<link>http://www.saft7.com/bensin-nyaris-kosong-nggak-perlu-panik/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/bensin-nyaris-kosong-nggak-perlu-panik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Mar 2006 08:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[IDEide]]></category>
		<category><![CDATA[Mac Gyver/ Ngulik]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[hemat BBM]]></category>
		<category><![CDATA[performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan, mungkin kita pernah dihadapkan pada situasi dimana bensin mobil atau motor kita ternyata sudah minim, bahkan hingga lampu berlambang pompa bensin menyala atau berkedip. Beberapa teman saya mengakui jika dihadapkan pada masalah seperti itu pasti sangat panik dan was-was, apalagi jika saat itu sedang dalam kondisi macet dan jauh dari SPBU (pom bensin).]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/bensinkosong/bensinkosong-00.jpg" /></p>
<p>Dalam perjalanan, mungkin kita pernah dihadapkan pada situasi dimana bensin mobil atau motor kita ternyata sudah minim, bahkan hingga lampu berlambang pompa bensin menyala atau berkedip.<br />
<span id="more-200"></span><br />
Beberapa teman saya mengakui jika dihadapkan pada masalah seperti itu pasti sangat panik dan was-was, apalagi jika saat itu sedang dalam kondisi macet dan jauh dari SPBU (pom bensin).</p>
<p>Supaya tidak terjadi hal demikian, sudah pasti kita harus selalu memastikan tangki selalu terisi bensin atau solar (untuk diesel) yang cukup. Minimal sepertiga tangki untuk amannya, sehingga pada saat-saat darurat kita tidak perlu panik karena bensin mau habis.<br />
Tips di atas sudah terlalu umum rasanya, ya&#8230;</p>
<p>Coba kita mulai mengenal lebih jauh kendaraan kita, baik itu mobil maupun motor, coba cari tahu berapa sih rata-rata konsumsi bensinnya? 1 liter bensin bisa menempuh berapa kilometer?</p>
<p><strong>Bagaimana cara mengukur konsumsi rata-rata bensin mobil dan motor?</strong></p>
<p>Mobil dan motor, pada dashboard selalu ada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Odometer" target="_blank">Odometer</a>.<br />
Odometer adalah perangkat untuk mencatat jarak yang telah ditempuh oleh suatu kendaraan, cara bekerjanya secara mekanik atau elektronik.</p>
<p>Biasanya odometer sering dikaitkan untuk menentukan kendaraan tersebut jarang digunakan atau sering digunakan pada saat kita akan membeli mobil atau motor bekas. Sialnya odometer ini sering dimanipulasi pedagang mobil bekas agar terlihat mobil atau motor tersebut jarang digunakan <img src='http://www.saft7.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selain Odometer, biasanya dilengkapi juga dengan Tripmeter.<br />
Perbedaannya adalah, Tripmeter bisa di Reset menjadi 0 (nol). Hal ini berguna untuk mengukur jarak tempuh dari lokasi A ke lokasi B.</p>
<p>Contoh Odometer dan Tripmeter digital (elektronik)<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/bensinkosong/bensinkosong-01.jpg" /></p>
<p>Contoh Odometer dan Trimeter (mekanik)<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/bensinkosong/bensinkosong-02.jpg" /></p>
<p>Contoh Odometer dan Trimeter (mekanik) pada motor<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/bensinkosong/bensinkosong-03.jpg" /></p>
<p>Contoh Odometer (digital) pada motor<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/bensinkosong/bensinkosong-04.jpg" /></p>
<p>Contoh Odometer dan Tripmeter digital (elektronik), tampilannya dalam satu layar LCD yang sama, digunakan tombol untuk memilih tampilan Odometer atau Tripmeter A dan Tripmeter B.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/bensinkosong/bensinkosong-05.jpg" /></p>
<p>Nah, dengan memanfaatkan Odometer atau Tripmeter, kita bisa mengukur konsumsi rata-rata bahan bakar mobil atau motor kita secara sederhana.</p>
<p><strong>Langkah-langkahnya sebagai berikut:</strong></p>
<ol>
<li>Datangi SPBU, isi bensin hingga penuh (Full Tank).</li>
<li>Sebelum meninggalkan SPBU, catat angka pada Odometer setelah bensin terisi penuh, atau Tekan RESET untuk membuat Tripmeter menjadi 0 (nol).</li>
<li>Gunakan mobil atau motor hingga bensin kurang dari setengah tangki atau hingga tinggal sedikit.</li>
<li>Datangi SPBU, isi bensin hingga penuh (Full Tank).</li>
<li>Catat berapa liter bensin yang diisi hingga penuh tadi.</li>
<li>Catat angka pada Odometer atau Tripmeter.</li>
</ol>
<p>Jika ingin selalu memantau konsumsi bahan bakar kita, lakukan selalu no.1-6 di atas setiap mengisi bensin, tulis dalam buku catatan atau PDA.</p>
<p><strong>Sekarang lanjut dengan perhitungan sederhana&#8230;</strong></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/bensinkosong/bensinkosong-06.jpg" /></p>
<p>Angka Odometer saat pengisian terakhir, dikurangi angka Odometer pada saat pengisian sebelumnya, hasilnya dibagi dengan jumlah liter bensin yang diisi pada saat pengisian terakhir.</p>
<p>Untuk contoh di atas, motor Suzuki Shogun 125R saya ternyata rata-rata konsumsi bahan bakarnya 1 liter dapat menempuh jarak hingga 51kilometer. ( Pertamax Plus )</p>
<p>1ltr : 51km  atau 51km/liter</p>
</p>
<p><strong>TIPS:</strong></p>
<p><strong>Memperkirakan jarak tempuh disaat kondisi kritis.</strong></p>
<p>Mari bermain dengan kondisi kritis, kita coba menghitung berapa jarak tempuh mobil atau motor kita jika bensin di isi fulltank?</p>
<p>Kita perlu mencari tahu berapa kapasitas tangki bensin mobil atau motor kita terlebih dahulu.</p>
<p>Untuk motor saya contohnya begini..</p>
<blockquote><p><em>Kapasitas tangki Suzuki Shogun = 4,5 liter<br />
Dikurangi cadangan agar tidak mogok di jalan = 0.3liter<br />
Konsumsi rata-rata bensin =  51km/liter<br />
Perkiraan jarak yang dapat ditempuh jika fulltank adalah = 51km x (4,5 &#8211; 0,3) = 219,3km</em></p>
</blockquote>
<p>Untuk mobil saya contohnya begini..</p>
<blockquote><p><em>Kapasitas tangki BMW 520i = 81 liter<br />
Dikurangi cadangan agar tidak mogok di jalan = 10 liter<br />
Konsumsi rata-rata bensin =  6 km/liter<br />
Perkiraan jarak yang dapat ditempuh jika fulltank adalah = 6km x (81 &#8211; 10) = 426km</em></p>
</blockquote>
<p><strong>Dengan mengetahui hal di atas, maka akan bermanfaat ketika kita mengalami situasi sebagai berikut:</strong></p>
<ol>
<li>Saya akan pergi cukup jauh, kira-kira jarak tempuhnya adalah 40km, maka saya membutuhkan bensin sebanyak 40 : 6 = 6,66 liter.</li>
<li>Bensin sudah cukup minim, namun tidak menemukan SPBU selama perjalanan. Jarak yang akan ditempuh sekitar 20km lagi, namun ketika melihat odometer dan catatan sebelumnya saya dapat memperkirakan jarak yang masih dapat ditempuh dengan kondisi bensin saat itu sehingga lebih tenang.</li>
<li>Kita bisa menganalisa pemakaian BBM setiap minggunya, apakah minggu ini boros, dan sebagainya.</li>
<li>Karena mobil sudah cukup tua, tiba-tiba jarum penunjuk bensin di dashboard mati. Saya tetap bisa memperkirakan jarak yang dapat ditempuh dari jumlah bensin yang saya isi di SPBU. Misalnya saya isi 20liter, maka saya akan reset Tripmeter, dan diperkirakan mobil saya akan dapat menempuh sekitar 100-120km.</li>
<li>Jika kita mengetahui persis kapasitas tangki bensin kita, maka kita dapat menilai SPBU mana yang metering nya tidak akurat atau malah bisa dikatakan korupsi.<br />
Silahkan ditambahkan pada form komentar&#8230;.</li>
</ol>
<p><strong>TIPS TAMBAHAN:</strong></p>
<p>Umumnya ketika jumlah bensin sudah minimum, indikator berlambang pompa bensin (Tentile Light) akan menyala atau berkedip. Indikator ini juga dapat kita manfaatkan untuk memperkirakan jarak yang masih dapat ditempuh oleh mobil atau motor kita. Tentunya setiap jenis mobil maupun motor akan berbeda-beda pada saat bensin tinggal berapa liter lampu itu akan menyala. </p>
<p>Contohnya, pada motor Suzuki Shogun 125R indikator akan berkedip pada saat bensin tinggal sekitar 0,5 liter. Artinya, saya masih dapat menempuh jarak sejauh sekitar 25 kilometer untuk mencari SPBU.<br />
Untuk mobil BMW 520i e34, indikator akan menyala pada saat bensin tinggal sekitar 8 liter. Artinya, saya masih dapat menempuh jarak sejauh sekitar 48 kilometer untuk mencari SPBU.
 </p>
<p>Nah setelah kita sudah mengenal mobil atau motor kita, maka kita tidak perlu panik jika bensin nyaris kosong. Kita bisa lebih tenang dan melakukan perhitungan jarak tempuh dan sebagainya.</p>
</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/bensinkosong/bensinkosong-07.jpg" /></p>
</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbensin-nyaris-kosong-nggak-perlu-panik%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbensin-nyaris-kosong-nggak-perlu-panik%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/bensin-nyaris-kosong-nggak-perlu-panik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>80</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Safety Riding.. Apaan sih?</title>
		<link>http://www.saft7.com/safety-riding-apaan-sih/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/safety-riding-apaan-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2006 05:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Contributed by Andry Berlianto Edited by Saftari Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga. Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan &#8216;bebas macet&#8217; dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title=" " alt=" " src="http://www.saft7.com/techtips/safetyriding/safetyriding-00.jpg" /></p>
<p>Contributed by Andry Berlianto<br />
Edited by Saftari</p>
<p>Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga.<br />
Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan &#8216;bebas macet&#8217; dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.</p>
<p><span id="more-198"></span></p>
<p>Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang-kencangnya, atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya.<br />
Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan.</p>
<p>Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib.<br />
Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara.<br />
Beberapa klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan.</p>
<p>Safety Riding ! Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.</p>
<p><img title=" " alt=" " src="http://www.saft7.com/techtips/safetyriding/safetyriding-01.jpg" /></p>
<p>Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek.<br />
Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal, dan lain-lain.</p>
<p><strong>Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Sarung Tangan,</strong> sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.</li>
<li><strong>Jaket</strong>,  sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.</li>
<li><strong>Helm</strong> (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm &#8216;catok&#8217; dan sejenisnya.</li>
<li><strong>Sepatu</strong>, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.</li>
</ul>
<p><strong>Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan:</strong></p>
<p>-<strong>Teknik pengereman</strong> dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.</p>
<p><img title=" " alt=" " src="/techtips/safetyriding/safetyriding-02.jpg" /></p>
<p>-<strong>Teknik &#8220;slalom&#8221;</strong> dengan cone di lintasan.  Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya dengan asumsi kendaraan sedang src=&#8221;http://www.saft7.com/techtips/safetyriding/safetyriding-03.jpg&#8221; /></p>
<p>-<strong>Teknik berjalan di lintasan ala &#8220;bumpy-road&#8221;</strong> , teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.</p>
<p><img title=" " alt=" " src="http://www.saft7.com/techtips/safetyriding/safetyriding-04.jpg" /></p>
<p>-<strong>Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit</strong> berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.</p>
<p><img title=" " alt=" " src="http://www.saft7.com/techtips/safetyriding/safetyriding-05.jpg" /></p>
<p>Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding.</p>
<p>Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan.<br />
Dari sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Ya ! Semua dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara.</p>
<p>Buktikan bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan.</p>
<p>Safety is Everything bro !</p>
<p><em>Kredit Foto:<br />
Indosat Bikers Community<br />
</em><a href="http://www.inbike.org/"><em>www.inbike.org</em></a><em> and <a href="http://inbike-2006.fotopic.net/">http://inbike-2006.fotopic.net/</a></em>
</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsafety-riding-apaan-sih%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsafety-riding-apaan-sih%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/safety-riding-apaan-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Caliper Rem Rawan Maling!!</title>
		<link>http://www.saft7.com/caliper-rem-rawan-maling/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/caliper-rem-rawan-maling/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2006 19:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mac Gyver/ Ngulik]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[rem]]></category>
		<category><![CDATA[secure]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Buat pemakai kendaraan motor, sekarang perlu lebih hati-hati terhadap tangan jahil. Yang bikin gemas adalah komponen yang diambil merupakan komponen penting keselamatan yaitu Caliper Rem! Konon caliper rem &#8216;copotan&#8217; banyak diminati. Wuaduuuh&#8230; Apa iya semudah itukah? Si tangan jahil bergerak sangat cepat, membuka baut pengikat Caliper, kemudian memotong selang rem dengan cutter.. BAH!! Kalau melihat]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-00.jpg" alt="" /></p>
<p>Buat pemakai kendaraan motor, sekarang perlu lebih hati-hati terhadap tangan jahil. Yang bikin gemas adalah komponen yang diambil merupakan komponen penting keselamatan yaitu Caliper Rem!<br />
Konon caliper rem &#8216;copotan&#8217; banyak diminati.<br />
<span id="more-187"></span><br />
Wuaduuuh&#8230; Apa iya semudah itukah?<br />
Si tangan jahil bergerak sangat cepat, membuka baut pengikat Caliper, kemudian memotong selang rem dengan cutter.. BAH!!<br />
Kalau melihat konstruksi pemasangan caliper pada umumnya sepeda motor, hanya dua baut saja yang mengikat caliper dengan suspensi/bracketnya.<br />
Sayang sekali motor jenis bebek keluaran Suzuki seperti Suzuki Shogun dan Suzuki Smash menggunakan baut biasa! Sementara produk merek lain menggunakan baut jenis bintang-6.<br />
Akibatnya hanya bermodal kunci pas atau kunci ring, dalam waktu kurang dari 2 menit dua baut itu bisa dilepas dengan mudah. Itu yang menyebabkan motor bebek tersebut sering mengalami apes hilangnya caliper rem pada saat diparkir.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-01.jpg" alt="" /></p>
<p>Namun untuk motor lainnya yang menggunakan baut HEX (baut-L) maupun baut Bintang-6 jangan berbangga hati dulu&#8230;<br />
Membanjirnya produk Hand Tools asal China ke pedagang kaki lima, memudahkan orang memperoleh kunci untuk membuka baut-HEX yang berbentuk Kunci-L (berbentuk huruf L), bahkan juga bisa ditemui kunci untuk membuka baut Bintang-6 dengan berbagai ukuran&#8230; Nah lho!!</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-02.jpg" alt="" /></p>
<p>Lantas, bagaimana solusi pencegahan dini untuk melindungi caliper dari si tangan jahil?<br />
Paling tidak bisa membuat si tangan jahil enggan untuk mencuri caliper dari motor kita.</p>
<p>Berikut tips sederhananya..</p>
<p>Foto di bawah memperlihatkan dua baut bintang-6.<br />
Motor pada foto tersebut adalah Suzuki Shogun 125R yang sebelumnya masih menggunakan baut biasa, kemudian diganti dengan baut bintang-6 seperti yang digunakan oleh motor-motor merek Yamaha.<br />
Dipilih bentuk yang bulat seperti itu agar tidak mudah diputar dengan tang jepit (akan licin).<br />
Target operasi kita adalah menambal atau menimbun lubang baut tersebut dengan lem epoxy agar baut tidak bisa dibuka dengan mudah, karena ketika epoxy mengering, akan menjadi material yang keras dan kuat.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-03.jpg" alt="" /></p>
<p>Sediakan lem Epoxy yang banyak dijual di pasaran.<br />
Untuk spesifikasi lem epoxy tersebut tidak harus tinggi, tidak perlu yang tahan suhu tinggi, tidak perlu yang tahan tekanan tinggi dan seterusnya.<br />
Di supermarket harganya mungkin sekitar 5ribu hingga 10ribu rupiah saja.<br />
Lem Epoxy terdiri dari 2 komponen.<br />
1. EPOXY : adalah bahan utama lem tersebut.<br />
2. HARDENER : adalah katalis untuk mengeraskan epoxy tersebut.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-04.jpg" alt="" /></p>
<p>Mulailah dengan tube EPOXY terlebih dahulu, kemudian tube HARDENER.<br />
Ingat, campuran 2 komponen tersebut harus dengan perbandingan yang sama persis.</p>
<p>Jika terlalu banyak epoxy, maka lem akan lama sekali mengering, atau bahkan tidak bisa mengeras.<br />
Jika terlalu banyak hardener, maka lem akan terlalu cepat kering, bahkan pecah atau retak-retak.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-05.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-06.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-07.jpg" alt="" /></p>
<p>Segera setelah campuran lem tersebut diaduk rata, tutuplah lubang baut tersebut hingga rata</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-08.jpg" alt="" /></p>
<p>Rapihkan sisa lem yang ada pada baut tersebut hingga benar-benar bersih, dengan menggunakan kain atau tissue.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-09.jpg" alt="" /></p>
<p>Nah&#8230; beres deh.. </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/caliper/caliper-10.jpg" alt="" /></p>
<p>Eitss.. sebentar dulu.</p>
<p>Lantas muncul pertanyaan&#8230; bagaimana untuk membongkarnya???</p>
<p>Untuk membongkarnya adalah dengan cara memahat epoxy tersebut dengan obeng kecil yang tajam, hingga kunci baut bintang-6 bisa masuk untuk membukanya.<br />
Memahatnya tidaklah mudah, paling tidak butuh waktu sekitar 5 hingga 10 menit untuk satu baut.</p>
<p>Nah dengan modal lem epoxy, kita bisa melindungi komponen yang berharga sekitar 400ribu hingga 700ribu rupiah!</p>
<p>Ga ada ruginya untuk dicoba.</p>
<p>Semoga bermanfaat.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fcaliper-rem-rawan-maling%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fcaliper-rem-rawan-maling%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/caliper-rem-rawan-maling/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah Oli Mesin itu Cocok-Cocokan?</title>
		<link>http://www.saft7.com/benarkah-oli-mesin-itu-cocok-cocokan/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/benarkah-oli-mesin-itu-cocok-cocokan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2005 13:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[mesin]]></category>
		<category><![CDATA[oli]]></category>
		<category><![CDATA[performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini berlaku untuk mesin mobil dan motor. Sudah menjadi suatu hal yang sering ditanyakan pada forum diskusi (milis) berbagai klub mobil atau motor tentang oli merek dan tipe apa yang bagus untuk mesin kita? Untuk mobil keluaran baru mungkin tidak masalah untuk menentukan oli yang akan kita pakai, hasilnya bisa dapat dikatakan sama dengan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/olicocok/olicocok-00.jpg" alt="" /></p>
<p><em>Artikel ini berlaku untuk mesin mobil dan motor.</em></p>
<p>Sudah menjadi suatu hal yang sering ditanyakan pada forum diskusi (milis) berbagai klub mobil atau motor tentang oli merek dan tipe apa yang bagus untuk mesin kita?<br />
Untuk mobil keluaran baru mungkin tidak masalah untuk menentukan oli yang akan kita pakai, hasilnya bisa dapat dikatakan sama dengan mobil teman kita yang menggunakan oli yang sama.<br />
<span id="more-183"></span><br />
Lantas bagaimana dengan mobil bekas yang umur pakainya sudah lebih dari lima tahun? Tentunya tidak akan sama hasilnya, walaupun jenis mobil dan merek olienya sama persis. </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/olicocok/olicocok-01.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Mengapa demikian?</strong><br />
Sejarah pemakaian oli apa saja yang dimasukkan ke mesin mobil (bekas) tentunya tidaklah sama. Bisa jadi beragam jenis dan merek oli telah digunakan untuk melumasi komponen-komponen mesin tersebut. Karakteristik tiap jenis dan merek oli berbeda sesuai dengan komposisi kimia didalamnya. Perbedaan karateristik inilah yang sedikit banyak berpengaruh pada proses keausan komponen mesin. Akibatnya tiap jenis oli menimbulkan tingkat keausan yang berbeda-beda untuk akumulasi waktu yang cukup lama. Inilah yang membuat kondisi keausan komponen setiap mesin akan berbeda-beda.<br />
Sebagai contoh, Mitsubishi Eterna keluaran 1993 milik si A, akan berbeda kondisi mesinnya dengan mobil yang sama model dan tahun keluarannya milik si B.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/olicocok/olicocok-02.jpg" alt="" /></p>
<p>Konsekuensi dari keausan komponen mesin adalah pada pemilihan oli yang tepat untuk mesin tersebut. Nah, disinilah yang menjadi tantangan untuk merawat mesin mobil/motor kita dengan tepat.<br />
Untuk pemilik mobil/motor lama, mau tidak mau perlu mencoba-coba oli dari berbagai jenis dan merek untuk mesin mobil/motor kita sampai didapat jenis dan merek yang tepat.<br />
Jadi kita tidak bisa mendengarkan begitu saja pendapat teman yang merekomendasi oli tertentu untuk mobil/motor kita karena toh kondisi mesin kita pastinya berbeda dengan mesin teman kita.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/olicocok/olicocok-04.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Contoh kasus:</strong><br />
Mitsubishi Eterna DOHC 1993 milik si A memakai oli merek XXX jenis 10w40 dan si A merasakan mesinnya bekerja baik, halus dan responsif, sementara ketika mobil yang sama milik si B diisi oli yang sama malah berbunyi tik-tik-tik-tik yang berasal dari bunyi HLA (Hydraulic Lash Adjuster) dan Rocker-Arm.<br />
Disini menunjukkan tingkat keausan pada komponen HLA dan Rocker-Arm pada mobil si B lebih tinggi ketimbang mobil si A walaupun jenis dan tahun keluarannya sama.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/olicocok/olicocok-03.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>TIPS:</strong><br />
Ketika kita baru membeli mobil bekas yang cukup berumur (5 tahun lebih), yang perlu kita lakukan berkaitan dengan oli (oil) adalah:<br />
1. <strong>Engine Oil Flush</strong>: Menguras oli dan kotoran-kotoran di dalam mesin dengan cairan khusus (Engine Flush) sebelum mengganti oli.<br />
2. <strong>Ganti Filter Oli</strong>: Gantilah filter oli dengan filter oli yang orisinil.<br />
3. <strong>Ganti Oli</strong>: Pilihlah oli yang baik.<br />
4. <strong>Transmission Oil Flush</strong>: Kuras dan ganti dengan oli transmisi baru yang disarankan pabrik.<br />
5. <strong>Powersteering Oil Flush</strong>: Kuras dan ganti oli powersteering (misalnya: Dextron III, dst)<br />
6. <strong>Brake Oil Flush</strong>: Kuras dan ganti oli rem (misalnya: DOT3 atau DOT4)<br />
7. <strong>Transmission Clutch Oil Flush</strong>: Kuras dan ganti oli kopling (misalnya: DOT3 atau DOT 4).</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/olicocok/olicocok-05.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>INFO:</strong><br />
Indikator umum jika oli cocok dengan mesin kita adalah:<br />
1. Suara mesin yang halus<br />
2. Putaran mesin yang ringan dan responsif<br />
3. Suhu mesin stabil<br />
4. Penguapan oli yang minim</p>
<p><em>Catatan:<br />
Artikel ini pernah dimuat di Majalah Autobild edisi 24 September &#8211; 7 Oktober 2005<br />
ditulis oleh Firmansyah Saftari</em>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbenarkah-oli-mesin-itu-cocok-cocokan%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbenarkah-oli-mesin-itu-cocok-cocokan%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/benarkah-oli-mesin-itu-cocok-cocokan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>153</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suhu Tepat, BBM Hemat</title>
		<link>http://www.saft7.com/suhu-tepat-bbm-hemat/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/suhu-tepat-bbm-hemat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Dec 2005 08:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu pertemuan klub mobil, seorang teman dengan bangga memperlihatkan jarum temperatur mobilnya yang menunjukkan posisi seperempat, sementara pada umumnya untuk mobil yang sama seharusnya menunjukkan posisi setengah. Ia menganggap sistem pendingin mesin pada mobilnya bekerja dengan baik dan akan bebas dari masalah overheat. Sementara itu ada juga teman yang baru saja mencabut thermostat dari]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/thermostat/thermostat00.jpg" alt="" /></p>
<p>Pada suatu pertemuan klub mobil, seorang teman dengan bangga memperlihatkan jarum temperatur mobilnya yang menunjukkan posisi seperempat, sementara pada umumnya untuk mobil yang sama seharusnya menunjukkan posisi setengah. Ia menganggap sistem pendingin mesin pada mobilnya bekerja dengan baik dan akan bebas dari masalah overheat.<br />
<span id="more-182"></span><br />
Sementara itu ada juga teman yang baru saja mencabut thermostat dari mesin mobilnya karena takut masalah overheat terulang lagi.<br />
Kedua hal di atas ternyata banyak juga terjadi pada mobil merek lain, khususnya mobil eropa. <strong>Apa dampak negatifnya buat mobil tersebut?</strong></p>
<p>Mesin mobil bekerja secara optimal pada suhu yang cukup tinggi (sekitar 93ÂºC). Jika mesin bekerja pada suhu yang rendah akan membuat komponen mesin cepat mengalami kerusakan, detonasi, membuat polusi dan boros bahan bakar.<br />
Untuk itu hal terpenting yang dilakukan oleh semua produksen mobil adalah membuat pengatur suhu agar mesin segera mencapai suhu kerjanya dan menjaganya agar tetap konstan (stabil).</p>
<p>Selain suhu kerja mesin yang ideal, untuk terjadinya proses pembakaran yang sempurna, diperlukan campuran bensin dan udara yang tepat. </p>
<p>Komposisi campuran bensin dan udara sering disebut <strong>Air-Fuel Ratio (AFR). </strong><br />
Idealnya AFR bernilai 14,7 . Artinya campuran tersebut terdiri dari 1 butir bensin berbanding 14,7 butir udara atau disebut dengan istilah <strong>Stoichiometry</strong>. </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/thermostat/thermostat01.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/thermostat/thermostat02.jpg" alt="" /></p>
<p>Pada kondisi dingin, mesin memerlukan lebih banyak bensin (AFR kaya) dan putaran mesin perlu dibuat lebih tinggi agar dapat bekerja dengan baik dan tidak berguncang (coldstall).<br />
Ketika mesin mencapai suhu kerja ideal AFR kembali dibuat mendekati ideal (AFR = 14,7).</p>
<p>Mesin yang masih menggunakan karburator, proses pengaturan AFR dilakukan melalui Choke maupun Choke otomatis yang menggunakan vacuum solenoid dan temperature vacuum valve.<br />
Pada mesin injeksi, pengaturan AFR dilakukan oleh ECU (Engine Control Unit &#8211; komputer pengatur mesin) berdasarkan referensi sensor suhu air di blok mesin (Coolant Temperature Sensor) untuk kemudian ECU mengatur putaran mesin dan debit bensin yang disemprotkan injektor.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/thermostat/thermostat03.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Thermostat sebagai pengatur suhu</strong></p>
<p>Mesin mobil yang menggunakan sistem pendingin air menggunakan thermostat sebagai pengatur suhu. Thermostat berfungsi sebagai katub/keran aliran air dari mesin ke radiator. Pada saat masih dingin, thermostat menutup sehingga air akan berputar-putar di blok mesin yang membuat suhu kerja ideal cepat tercapai.<br />
Saat suhu kerja tercapai, maka thermostat membuka sehingga air mulai dialirkan ke radiator untuk di dinginkan agar suhu mesin tidak melebihi suhu kerjanya, ketika suhu mulai terlalu dingin thermostat kembali menutup, begitu seterusnya sehingga membuat suhu mesin menjadi stabil.</p>
<p><strong>Thermostat sebagai &#8216;kambing hitam&#8217;</strong></p>
<p>Sering terdengar kasus overheating yang diakibatkan oleh sistem pendingin, atau kasus mesin yang selalu dalam kondisi panas.<br />
Dari kasus-kasus tersebut tidak sedikit bengkel yang menyarankan untuk mencabut thermostat karena dianggap sebagai biang keladinya. Ada pula bengkel yang menyarankan agar mengganti dengan thermostat bersuhu kerja lebih rendah dari standarnya dengan alasan iklim Indonesia yang cukup panas (tropis).</p>
<p>Mencabut thermostat adalah tindakan yang salah, karena mesin akan cukup lama mencapai suhu kerjanya, bahkan tidak pernah mencapai suhu kerja yang ideal. Suhu mesin pun menjadi tidak stabil, ketika sedang menuruni bukit atau kecepatan tinggi suhu mesin akan menjadi sangat dingin.<br />
Mengganti thermostat bersuhu kerja lebih rendah dari yang disarankan pabrik juga membuat mesin bekerja dibawah suhu kerja ideal.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/thermostat/thermostat04.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Solusi: Cermati Suhu Kerja Mesin</strong><br />
Apabila kita menggunakan mobil bekas atau yang sudah tua, coba untuk mencermati suhu kerja mesin mobil kita. Lihat jarum petunjuk temperatur pada panel instrumen.<br />
Coba juga sempatkan bertanya ke bengkel resmi atau ikut serta mailing list maupun klub mobil sejenis untuk menanyakan pada posisi manakah suhu mesin kita dalam kondisi normal.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/thermostat/thermostat05.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Apabila jarum temperatur menunjukkan suhu yang lebih rendah misalnya hanya seperempat (normalnya setengah), maka ada kemungkinan sebagai berikut:</strong><br />
1. Thermostat sudah dicabut : Membuat mesin bekerja dalam kondisi dingin, biasanya karena pernah terjadi overheating pada mesin, sehingga thermostat dilepas.<br />
<em>Solusi : Pasang thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.</em><br />
2. Thermostat macet : Terjadi apabila thermostat rusak sehingga selalu dalam kondisi membuka.<br />
<em>Solusi : Ganti thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.</em><br />
3. Thermostat bersuhu kerja rendah : Akibat menggunakan thermostat yang bersuhu kerja rendah membuat mesin bekerja disuhu kerja yang rendah.<br />
<em>Solusi : Ganti thermostat sesuai ukuran temperatur yang dianjurkan pabrik.</em></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/thermostat/thermostat06.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>TIPS Perawatan Sistem Pendingin Mesin:</strong></p>
<p>Perhatian terhadap komponen sistem pendingin lainnya juga perlu agar mesin selalu dalam kondisi prima:<br />
1. Flush dan ganti coolant secara teratur. Kualitas dan jenis coolant yang dipakai sangat menentukan keawetan mesin, dianjurkan memakai Extended Life Coolant (ELC) atau Surfactant Coolant (SC), beberapa produk coolant dijual siap tuang.<br />
2. Hindari menggunakan air ledeng atau air sumur untuk mengisi radiator. gunakan aquadest yang dicampur dengan coolant sebagai inhibitor (pencegah karat dan kerak). Pemakaian aquadest saja tak dapat mencegah timbulnya karat.<br />
3. Gunakan Radiator Coolant yang bermutu baik, dan pakai sesuai anjuran.<br />
4. Ganti tutup radiator setiap 4 &#8211; 5 tahun, kerusakan tutup radiator menyebabkan tidak dapat melepas kelebihan tekanan sehingga akan merusak cylinder head gasket dan kepala radiator, gunakan tutup radiator original.<br />
5. Ganti thermostat setiap 5 tahun, jika tetap akan menggunakan thermostat bersuhu lebih rendah dari anjuran pabrik, jangan lebih dari 5ÂºC perbedaannya. Ingat, thermostat jangan dilepas.<br />
6. Periksa kinerja motor fan atau visco fan.<br />
7. Ganti waterpump apabila sudah terdeteksi terjadi kebocoran atau aliran air lemah.<br />
8. Jika radiator yang berbahan plastik pecah/retak, ganti dan gunakan radiator head original, jangan mengganti dengan bahan kuningan, karena jika terjadi over-pressure, maka komponen mesin lain akan dapat pecah atau retak<br />
9. Pemakaian Radiator coolant untuk mesin diesel sebaiknya memakai jenis Extended Life.<br />
(sumber: The Beginner Files &#8211; IDMOC)</p>
<p>Semoga bermanfaat,</p>
<p><em><strong>Catatan:</strong><br />
Artikel ini dibuat berdasarkan pengalaman dan pendekatan teori dari beberapa sumber referensi, sehingga memungkinkan masih adanya ketidak sempurnaan maupun keakuratan teori maupun kesimpulan dari artikel ini.</p>
<p>Artikel ini pernah dimuat di Majalah Autobild Edisi 16 Juli-29 Juli 2005<br />
Ditulis oleh Firmansyah Saftari</em>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsuhu-tepat-bbm-hemat%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fsuhu-tepat-bbm-hemat%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/suhu-tepat-bbm-hemat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>313</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Pasang Klakson &#8216;Keong&#8217;</title>
		<link>http://www.saft7.com/tips-pasang-klakson-keong/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/tips-pasang-klakson-keong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2005 17:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[electrical]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[klakson]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Dibeberapa milis otomotif, saya sering mendengar keluhan tentang klakson &#8216;keong&#8217; yang bermasalah. Entah itu mati sebelah, suaranya berubah menjadi sengau, dan sebagainya. Padahal, beberapa dari mereka membeli klakson dengan merek dan model yang bagus dan bermutu. Kenapa ya? Saya coba cari tau dengan meminjam beberapa unit klakson keong dari beberapa merek dari sebuah toko aksesoris]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pasangklakson/pasangklakson-00.jpg" alt="" /></p>
<p>Dibeberapa milis otomotif, saya sering mendengar keluhan tentang klakson &#8216;keong&#8217; yang bermasalah. Entah itu mati sebelah, suaranya berubah menjadi sengau, dan sebagainya.<br />
Padahal, beberapa dari mereka membeli klakson dengan merek dan model yang bagus dan bermutu. Kenapa ya?<br />
<span id="more-181"></span><br />
Saya coba cari tau dengan meminjam beberapa unit klakson keong dari beberapa merek dari sebuah toko aksesoris otomotif. Total sekitar 10 set klakson keong berbagai model.<br />
Hmmm.. sepertinya apa yang akan saya uraikan di bawah bisa jadi sebagai penyebab klakson keong yang bermasalah tadi. </p>
<p><strong>Berikut penjelasannya&#8230;</strong></p>
<p>Hampir di setiap box/kardus kemasan klakson keong melampirkan skema pelistrikan sekaligus juga cara pemasangan yang benar. Dan saya menemukan beberapa model tertentu berbeda cara pemasangannya karena desainnya pula.</p>
<p>Mengamati mobil dan motor yang memasang klakson keong untuk mengganti klakson standarnya ternyata cukup banyak yang kurang tepat.</p>
<p>Cara pemasangan yang salah adalah jika unit klakson berada di atas baut pengikatnya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pasangklakson/pasangklakson-03.jpg" alt="" /></p>
<p>Pemasangan dengan unit klakson berada di bagian atas menyebabkan air atau debu yang mengalir ketika mobil atau motor berjalan (apalagi ngebut) masuk dan mengendap di dalam unit klakson.<br />
Akibatnya membran (voice generator) di dalam unit klakson akan terganggu, dan jika kotoran sudah mengering dan menjadi kerak tebal bukan tidak mungkin membran tersebut akan macet hingga klakson tidak bisa berbunyi atau bunyi tidak spontan.</p>
<p>Pemasangan yang kurang tepat dan sering ditemui adalah seperti ini..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pasangklakson/pasangklakson-01.jpg" alt="" /></p>
<p>Pemasangan dengan unit klakson dalam posisi menggantung pada baut pengikatnya sudah benar, namun arah lubang terompet menghadap ke depan.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pasangklakson/pasangklakson-02.jpg" alt="" /></p>
<p>Cara ini kurang tepat, dikarenakan debu dan air tetap akan mudah masuk ke dalam unit klakson.<br />
Sekalipun air akan segera keluar oleh kemiringan selongsong keong tersebut, namun debu akan tetap ada yang tertinggal di dalam unit klakson tersebut dan mengganggu membran (voice generator).</p>
<p><strong>Bagaimana cara pemasangan klakson &#8216;keong&#8217; yang benar?</strong></p>
<p>Cara yang benar adalah, unit klakson menggantung pada baut pengikatnya dengan lubang terompet ke arah yang bertolak belakang atau boleh juga saling berhadapan.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pasangklakson/pasangklakson-04.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Keuntungan yang didapat adalah:</strong><br />
- Debu atau air tidak masuk ke dalam unit klakson<br />
- Suara klakson lebih menyebar, relatif lebih enak di dengar<br />
- Klakson &#8216;keong&#8217; jadi lebih awet</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pasangklakson/pasangklakson-05.jpg" alt="" /></p>
<p>Soal awet sudah terbukti pada mobil saya (BMW 520i) yang sudah berusia lebih dari 15 tahun masih memakai klakson aslinya dan suaranya tetap mantab. Hal ini karena posisi pemasangan klakson sudah tepat.</p>
<p>Untuk pemasangan klakson &#8216;keong&#8217; merek Hella TwinTone New Generation (model slim), ternyata caranya beda lagi..</p>
<p>Klakson ini dikarenakan desain barunya tersebut, mengharuskan pemasangan dalam posisi vertikal, dan arah lubang terompet saling bertolak belakang ke samping.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pasangklakson/pasangklakson-07.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pasangklakson/pasangklakson-08.jpg" alt="" /></p>
<p>Dan untuk pemasangan klakson &#8216;keong&#8217; merek Stebel Nautilus, diharuskan untuk memasang dalam posisi lubang terompet mengarah ke bawah. Pastikan ditempatkan di depan roda atau di depan arah putaran roda agar tidak terciprat air dari putaran roda saat berjalan diwaktu hujan.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/pasangklakson/pasangklakson-06.jpg" alt="" /></p>
<p>Nah, buat rekan-rekan yang kebetulan pasang klakson keong di mobil atau motornya, coba deh lihat lagi cara pemasangannya apakah sudah tepat atau belum supaya klaksonnya awet dan suara lebih lebar (stereo).</p>
<p><em><strong>FUUOOOOOOOOOTTTHHHHHHH FUOOOOOOOTHHHHHHHHH&#8230;.</strong></em></p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftips-pasang-klakson-keong%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftips-pasang-klakson-keong%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/tips-pasang-klakson-keong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Headlamp H4 di Motor? Bisa dong aah..</title>
		<link>http://www.saft7.com/headlamp-h4-di-motor-bisa-dong-aah/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/headlamp-h4-di-motor-bisa-dong-aah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2005 06:32:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mac Gyver/ Ngulik]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[electrical]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[headlamp]]></category>
		<category><![CDATA[lampu]]></category>
		<category><![CDATA[utak atik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://saft7.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Contributed by Rahman Gunawan Gak bisa dipungkiri lagi kalau Headlamp Halogen model H4 yang banyak digunakan pada mobil memiliki pancaran sinar yang cukup baik. Belum lagi di toko-toko onderdil bahkan supermarket menjual lampu model H4 ini dengan berbagai jenis karakter sinar dan warnanya. Bagaimana jika lampu H4 digunakan pada sepeda motor? hmm&#8230; menarik juga ya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-000.jpg" alt="" /></p>
<p>Contributed by <a href="mailto:rahmanrr@cbn.net.id">Rahman Gunawan</a></p>
<p>Gak bisa dipungkiri lagi kalau Headlamp Halogen model H4 yang banyak digunakan pada mobil memiliki pancaran sinar yang cukup baik. Belum lagi di toko-toko onderdil bahkan supermarket menjual lampu model H4 ini dengan berbagai jenis karakter sinar dan warnanya.<br />
<span id="more-178"></span><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-00.jpg" alt="" /></p>
<p>Bagaimana jika lampu H4 digunakan pada sepeda motor? hmm&#8230; menarik juga ya.</p>
<p>OKE, kita coba terapkan di motor Honda Tiger2000 !</p>
<p>Motor Tiger2000 dalam keadaan standard sudah mengaplikasi lampu model bulat dgn lebar 7â€ dengan besaran watt 30/35W dan reflector model diamond cut, lampu standar ini dirasa mempunyai beberapa kekurangan:</p>
<p>1. harga lampu yang sangat mahal (harga diatas 100,000 rupiah!!) dimana toko yang menjual pun masih jarang, hal ini akan menyulitkan apabila kita sedang jalan ke luar kota dan tiba-tiba lampu mati.</p>
<p>2. reflector dan kaca depan yang terbuat dari plastic, ini akan rentan goresan yang dalam pemakaian jangka panjang akan cepat menjadi buram</p>
<p>Nah, dengan kekurangan yang didapat diatas, maka lampu tiger2000 dimodifikasi untuk memakai lampu yang mudah dipakai dan juga model reflector yang lebih bagus, dimana perubahan yang perlu dilakukan:</p>
<p>1. merubah lampu menjadi model H4, lampu model ini sangat banyak modelnya di pasaran dan dapat dengan mudah didapat dengan harga mulai dari 15,000 rupiah</p>
<p>2. merubah reflector yang terbuat dari logam dan kaca reflector dari kaca, hal ini supaya bagian depan reflector tahan goresan dan reflector dari logam untuk menghindari reflector buram (dalam jangka panjang)</p>
<p><strong>Mari kita mulai..</strong></p>
<p>Persiapan spare part pengganti:</p>
<p>Lampu H4, model lampu H4 yang akan dipakai bisa tergantung selera pengendara.</p>
<p>Reflector yang ukurannya sama dengan reflektor asli tiger2000 (lebar 7&#8243;), saran utk pemakaian reflektor gunakan merek hella, selain reflrktor terbuat dr logam juga permukaan depan terbuat dari kaca, reflektor ini sudah menyediakan dudukan buat lampu kecil/lampu senja.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-01.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-02.jpg" alt="" /></p>
<p>Capacitor, atau:<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-03.jpg" alt="" /></p>
<p>Apabila mau dipasang capacitor maka yang harus disediakan adalah connector utk lampu H4 (1) dan connector utk menyambung ke kabel lampu original tiger (3), selain tentunya capacitor utk lampu yang saat ini tersedia di pasaran dgn merek wurth (2).<br />
Untuk tahapan pekerjaan yang harus dilakukan di dalam dokumentasi ini akan dipakai capacitor, untuk pemasangan atau modifikasi dengan menggunakan relay, penulis hanya memberikan diagram pemasangan kelistrikan</p>
<p>Relay beserta terminal kabel dan terminal untuk sekering:</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-04.jpg" alt="" /> </p>
<p>Apabila ingin memakai relay, maka setidaknya diperlukan 3 buah relay, dimana 2 relay adalah relay 4pin dan 1 relay adalah relay 5pin.</p>
<p><strong>Kenapa harus menggunakan 3 relay?</strong><br />
Relay kaki 4 sebanyak 2 buah akan dipakai untuk lampu H4 (lowbeam dan high beam) sementara relay ketiga (5pin) dipakai utk memastikan hanya 1 filamen yang akan aktif pada satu saat (hal ini terjadi apabila kita mengaktifkan tombol &#8220;pass&#8221; pada saat lampu low beam sedang aktif, dalam keadaan system kelistrikan standard maka kedua filamen akan aktif dimana hal ini tidak disarankan selain lampu dan reflector menjadi panas juga konsumsi battere akan cepat habis mengingat 1 filamen lampu H4 konsumsi watt minimum adalah 55 watt, dalam keadaan 2 filamen menyala maka setidaknya ada 110watt power terpakai)</p>
<p>Berikut adalah tahapan yang dikerjakan: </p>
<p><strong>Langkah-01:</strong><br />
Membuka/membongkar reflector, untuk membukanya baud pengunci reflector yang jumlahnya ada buah harus kita lepaskan dahulu, siapkan sebuah obeng (+), lokasi baud ada 2 di sebelah kiri dan kanan reflector.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-05.jpg" alt="" /> </p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-06.jpg" alt="" /> </p>
<p><strong>Langkah-02:</strong><br />
Setelah kedua baud dilepas, maka cabutlah konektor kabel lampu (lampu headlam dan lampu senja/lampu kecil) yang menghubungkan konektor original ke jalur listrik di belakang reflector, kemudian pekerjaan berikutnya adalah Membuka/membongkar part reflector, lepaskan reflector dari ring reflector dengan melepas snap rings pengunci (ada 3 buah)</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-14.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Langkah-03:</strong><br />
Supaya ring reflector lama tidak rusak dan bisa dipakai kembali di suatu saat, sebaiknya beli ring reflector yang baru kemudian dimodifikasi.<br />
Modifikasi yang dilakukan adalah merubah posisi plat pengunci reflector asli untuk dilipat karena reflektor after market pada umumnya tidak mempunyai pengunci di reflector sama seperti reflector asli tiger2000.</p>
<p>Pekerjaan yang dilakukan:<br />
1. siapkan lap yang agak tebal untuk alas<br />
2. siapkan palu dan tang/plier yang ujungnya lancip<br />
3. siapkan alas lap, kemudian bengkok-kan plat pengunci ke arah atas, untuk meratakan posisi plat pakai palu, alas lap berguna utk melindungi ring reflector bagian luar supaya tdk tergores/rusak pd saat kita melipat plat pengunci dengan memakai palu<br />
4. pastikan posisi plat pengunci lurus keatas dgn rapih</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-07.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-08.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Langkah-04:</strong><br />
Tandai refleltor lampu di bagian belakang untuk posisi &#8220;TOP&#8221; atau posisi bagian atas, hal ini untuk memudahkan install reflektor di ring reflector yang sudah dimodikasi sebelumnya.</p>
<p>Pekerjaan yang dilakukan:<br />
1. tandai posisi &#8220;TOP&#8221; di reflektor lampu yang baru<br />
2. pasang reflector di ring reflector perhatikan posisi &#8220;TOP&#8221; harus berada tepat dibawah posisi plat pengunci reflektor yang sebelumnya sudah kita modifikasi<br />
3. pastikan posisi kedudukan reflektor pas di ring reflektor</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-09.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Langkah-05:</strong><br />
Setelah posisi reflrktor dipastikan berada di posisi yang tepat, pekerjaan berikutnya adalah memasang snap ring atau pengunci reflector, jumlah ring ada 3 buah sebaiknya dipasang dengan jarak yang sama, hal ini untuk menjamin reflektor menempel di ring reflector dengan baik dan kokoh</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-10.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Langkah-06:</strong><br />
Setelah posisi reflrktor dipastikan berada di posisi yang pas kemudian langkah berikutnya adalah:<br />
1. pasang lampu H4 di posisinya ïƒ  1<br />
2. pasang lampu kecil/lampu senja di posisinya ïƒ  2<br />
3. kabel utk lampu kecil harus dikeluarkan lewat lubang kabel ïƒ  4<br />
4. pasang cover karet sampai posisi yang pas (lihat di gambar, posisi permukaan karet sejajar dgn permukaan lampu H4)</p>
<p>sampai dengan tahapan ini, pastikan semua part sudah terpasang rapih di tempatnya, karena tahapan selanjutnya adalah memasang refllektor yang baru ini ke motor.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-11.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-15.jpg" alt="" /><br />
Keterangan foto:<br />
1. lampu H4<br />
2. colokan untuk lampu kecil/lampu senja<br />
3. cover reflektor untuk melindungi dari air<br />
4. lubang utk kabel lampu kecil</p>
<p><strong>Langkah-07:</strong><br />
Sebelum pasang reflector, pasang dahulu capacitor ke kelistrikan std tiger spt contoh digambar.</p>
<p>Kabel warna biru (1) adalah utk high beam, kabel warna putih (2) utk lowbeam dan kabel warna hijau (3) adalah utk ground.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-12.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Langkah-08:</strong><br />
Sambungkan colokan utk lampu kecil juga lambu H4 ke reflektor yang abru kemudian pasang reflektor di kedudukannya kemudian pasang kembali kedua buah baud pengunci refllektor spt yang sebelumnya sudah diterangkan di tahap-01, setelah terpasang pastikan semua lampu berjalan dgns emestinya dan kelistrikan tdk terganggu.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/tigerh4/TigerH4-13.jpg" alt="" /></p>
<p>Fiuufh&#8230;. selesai dah..</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fheadlamp-h4-di-motor-bisa-dong-aah%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fheadlamp-h4-di-motor-bisa-dong-aah%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/headlamp-h4-di-motor-bisa-dong-aah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>210</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih-Pilih Klakson &#8216;Keong&#8217;</title>
		<link>http://www.saft7.com/pilih-pilih-klakson-keong/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/pilih-pilih-klakson-keong/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2005 17:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[electrical]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[klakson]]></category>
		<category><![CDATA[performance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini sudah mudah ditemukan di toko asesoris mobil/motor klakson aftermarket untuk menggantikan klakson standar yang kurang keras atau kurang &#8216;sangar&#8217;. Berbagai model, merek dan jenis kadang membuat kita bingung. Harga mahal tidak selalu merupakan yang terbaik. Untuk mobil merek BMW, saran saya tidak perlu ganti dengan merek atau model lain, suara khas klakson BMW]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-0.jpg" alt="" /></p>
<p>Saat ini sudah mudah ditemukan di toko asesoris mobil/motor klakson aftermarket untuk menggantikan klakson standar yang kurang keras atau kurang &#8216;sangar&#8217;.<br />
Berbagai model, merek dan jenis kadang membuat kita bingung. Harga mahal tidak selalu merupakan yang terbaik.<br />
<span id="more-176"></span><br />
Untuk mobil merek BMW, saran saya tidak perlu ganti dengan merek atau model lain, suara khas klakson BMW tidak perlu dirubah dengan warna suara yang lain, nanti serasa bukan klakson mobil BMW lagi deh. Klakson standar semua model mobil BMW bermerek &#8216;FER&#8217; buatan Jerman. Harganya tidaklah mahal, yaitu sekitar 120ribu sepasang. Bicara umur pakai, tidak perlu diragukan, bisa mencapai lebih dari dua puluh tahun tidak bermasalah.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-0a.jpg" alt="" /></p>
<p>Yang pasti, seperti artikel sebelumnya yang pernah saya tulis, agar kerja klakson optimal terutama jenis keong dan terompet, gunakanlah bantuan Relay.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-1.jpg" alt="" /></p>
<p>Gara-gara terbiasa dengan suara khas merek &#8216;FER&#8217; diatas, ketika saya membeli sepeda motor benar-benar seperti langit dan bumi jika dibandingkan suara klaksonnya.<br />
Ampun deh&#8230; sesama motor saja nyaris tidak diperhatikan jika saya membunyikan klakson.. apalagi untuk mengklakson metromini apalagi bus/truk besar!.. Bah!</p>
<p>Akhirnya saya berniat untuk menggantinya dengan klakson jenis keong ala suara &#8216;FER&#8217; tadi. Namun sebelum memilih mana yang akan saya gunakan, saya coba satu persatu dan membandingkan kualitasnya.</p>
<p><strong>Hella Twin Tone &#8216;Keong&#8217; Merah</strong><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-2.jpg" alt="" /><br />
Hella sudah cukup terkenal dengan kualitas klaksonnya, suara yang dihasilkan cukup lantang dan keras. Pada katalog Hella Twin Tone Merah ini tertulis bisa menghasilkan suara sebesar 110dB.<br />
Frekuensi yang digunakan adalah 400Hz dan 500Hz.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-3.jpg" alt="" /><br />
Hella asli dibuat di Jerman.</p>
<p><strong>Stebel &#8216;Keong&#8217;</strong><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-4.jpg" alt="" /><br />
Stebel juga produsen klakson yang handal, kualitas cetak dan material yang digunakan bisa dikatakan diatas merek Hella.<br />
Suara lebih spontan dibanding Hella Twin Tone &#8216;Keong&#8217; Merah.<br />
Frekuensi yang digunakan adalah 400Hz dan 500Hz<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-5.jpg" alt="" /><br />
Stebel asli dibuat di Italy.</p>
<p><strong>Kyoto &#8216;Keong&#8217;</strong><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-6.jpg" alt="" /><br />
Klakson dengan kemasan yang cukup sederhana. Terlihat kurang meyakinkan, namun suaranya cukup baik.<br />
Frekuensi yang digunakan adalah 410Hz dan 510Hz.</p>
<p><strong>Hella Twin Tone &#8216;Keong&#8217; New Generation</strong><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-7.jpg" alt="" /><br />
Desain baru klakson Hella Twin Tone ini unik dan menarik.<br />
Suara yang dihasilkan sama saja dengan suara Hella Twin Tone merah di atas.<br />
Lubang keong pada desain baru ini terletak pada sisi samping klakson.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-8.jpg" alt="" /><br />
Frekuensi yang digunakan adalah 400Hz dan 500Hz.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-9.jpg" alt="" /><br />
Hella asli dibuat di Jerman.</p>
<p><strong>FIAMM AM80</strong><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-10.jpg" alt="" /><br />
Banyak mobil eropa yang menggunakan klakson ini sebagai klakson standar mereka.<br />
Suara yang dihasilkan mirip karakter suara merek FER yang digunakan BMW, namun sedikit lebih tajam.<br />
Grillnya menarik, finishing produk dan materialnya sangat baik.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-11.jpg" alt="" /><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-12.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Stebel Nautilus</strong><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-13.jpg" alt="" /><br />
Begitu melihat desain dan konstruksinya saya langsung tertarik.<br />
Karena penasaran, saya coba cari informasi melalui &#8216;google&#8217;.<br />
Weleh-weleh&#8230; ternyata Stebel Nautilus bisa dibilang sedang digandrungi oleh berbagai klub otomotif mobil bahkan motor besar di berbagai negara seperti Amerika, Jerman, dan Italy.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-14.jpg" alt="" /><br />
Bahkan saya menemukan beberapa website klub motor besar yang menyediakan tips pemasangan Stebel Nautilus.<br />
Pada katalog tertulis bahwa suara yang dihasilkan bisa mencapai 139dB!<br />
Wow.. Penasaran juga.. Saya coba sendiri deh..<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-15.jpg" alt="" /><br />
BAH!!&#8230; suaranya serasa suara truck trailer besar, begitu lantang, spontan dan keras!<br />
Kunci keberhasilan klakson ini adalah desain yang unik, dan menggunakan motor kompresor tanpa tambahan selang sehingga sangat praktis.<br />
Impressif!!!!! Akhirnya saya pasang klakson ini. Recommended banget deh!.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-16.jpg" alt="" /></p>
<p>Kebayang ga seeh&#8230; ketika saya pasang ini di motor,&#8230; banyak tuh metromini dan truk apalagi mobil yang kaget,&#8230; dikiranya kendaraan besar yang lewat&#8230; taunya motor!&#8230;<br />
Oh ya.. klakson standar motor yang &#8216;culun&#8217; saya tetap pasang sebagai klakson seperti biasa, jadi Stebel Nautilus ini saya buatkan saklar tambahan untuk mengaktifkannya, mengingat suaranya yang begitu dahsyat, gak enak khan kalo dalam komplek untuk menyapa harus dengan suara yang begitu besar&#8230; hehehe.</p>
<p>Karena saya ingin motor saya tetap terlihat motor standard, maka saya ga mau pasang klakson tambahan yang terlihat langsung, umumnya khan pemasangan ditempatkan di depan. Sayang dibalik shield cover depan tidak muat untuk dipasang Stebel Nautilus disitu&#8230; akhirnya saya pilih di belakang Shock Breaker deh&#8230; tentunya buat dudukan yang kuat dan manteb dengan plat besi tebal 1.5mm ditekuk.. dibor&#8230; beres. Jadinya gini..</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-21.jpg" alt="" /></p>
<p>Pastikan arah klakson keong mengarah ke bawah. Dan tidak mendapat cipratan air hingga bisa masuk ke lubang terompetnya&#8230; Dengan arah dan posisi seperti yang saya pasang, setelah melalui test hujan deras dan jalan becek, ternyata aman dari air, sisi dalam terompet tetap kering.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-22.jpg" alt="" /></p>
<p>Nah untuk saklar tambahan supaya tetap sopan di jalan, saya pasang saklar itu di tempat yang ergonomis, sehingga tinggal colek dengan telunjuk, Stebel siap mengaum!..<br />
Terlihat dalam foto, saya juga menambahkan saklar untuk Hi-Pass Beam. Maklum, kebiasaan sering menggunakan Beam di mobil, begitu mendapat motor yang tidak ada hi-pass beam jadi repot.<br />
Hi-Pass Beam penting sekali keberadaannya, jadi buat saya pribadi wajib ada di setiap kendaraan.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/klaksonkeong/klaksonkeong-23.jpg" alt="" /></p>
<p>Akhirnya beres deh..<br />
Klakson standard yang bersuara pas-pasan digunakan untuk menyapa teman di kompleks dan untuk sesama motor di depanku&#8230;<br />
Klakson Stebel Nautilus khusus untuk yang cuek-cuek dan yang budeg-budeg&#8230;. hehehe.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fpilih-pilih-klakson-keong%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fpilih-pilih-klakson-keong%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/pilih-pilih-klakson-keong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>125</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maludong! untuk melanggar lalu lintas</title>
		<link>http://www.saft7.com/maludong-untuk-melanggar-lalu-lintas/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/maludong-untuk-melanggar-lalu-lintas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2005 08:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[peraturan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Semakin padatnya lalu lintas di sekitar kita tanpa didukung oleh sarana yang baik dan kurangnya kesadaran masyarakat akan disiplin berlalu lintas memicu timbulnya berbagai pelanggaran dan ketidakdisiplinan. Setiap hari kita bisa dengan mudah melihat sendiri pelanggaran-pelanggaran tersebut baik yang kecil maupun pelanggaran yang dapat membahayakan nyawa orang lain. Beberapa media lain telah turut berusaha untuk]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/maludong.jpg" alt="maludong.com" /></p>
<p>Semakin padatnya lalu lintas di sekitar kita tanpa didukung oleh sarana yang baik dan kurangnya kesadaran masyarakat akan disiplin berlalu lintas memicu timbulnya berbagai pelanggaran dan ketidakdisiplinan.<br />
<span id="more-175"></span><br />
Setiap hari kita bisa dengan mudah melihat sendiri pelanggaran-pelanggaran tersebut baik yang kecil maupun pelanggaran yang dapat membahayakan nyawa orang lain. </p>
<p>Beberapa media lain telah turut berusaha untuk mengajak masyarakat kembali tertib baik dengan iklan layanan masyarakat maupun himbauan lainnya.</p>
<p>Maraknya penggunaan Henpon (telepon selular) di masyarakat terutama yang dilengkapi dengan kamera, juga maraknya penggunaan Kamera Digital menjadi peluang bagi situs <a href="http://www.maludong.com/"><strong>Maludong.com</strong></a>  untuk memanfaatkannya dengan cara mengajak masyarakat umum untuk sama-sama turut berpartisipasi menghidupkan budaya tertib berlalu lintas, yaitu dengan turut memperhatikan kejadian-kejadian pelanggaran ketertiban lalu lintas dan mengabadikannya dengan kamera tersebut untuk kemudian dikirim ke situs Maludong.com melalui Online Form, Email maupun layanan MMS.</p>
<p>Untuk masyarakat yang tidak dapat mengakses Internet saat akan mengirim foto kepada <a href="http://www.maludong.com/"><strong>Maludong.com</strong></a>dapat mengirimkan langsung melalui layanan MMS (perlu aktifasi pada masing-masing operator). Sehingga ketika menemukan kejadian yang menarik, bisa segera dikirim saat itu juga kepada kami. </p>
<p>Kedepannya kami akan mencoba untuk bekerjasama dengan instansi yang berwenang dalam hal ketertiban lalu lintas seperti Kepolisian dan Dishub.</p>
<p><a href="http://www.maludong.com/"><strong>Maludong.com</strong></a>juga membuka peluang untuk pemasangan banner ads pada situs ini. </p>
<p>Pada dasarnya <a href="http://www.maludong.com/"><strong>Maludong.com</strong></a> hanya menampilkan foto-foto dan keterangan foto tersebut, dan tidak bermaksud untuk mempermalukan secara individu atau instansi. Jika yang tampil pada foto berasal dari suatu instansi, maka disepakati sebagai oknum. </p>
<p>Foto yang ditampilkan juga disepakati <strong>sebagai sesuatu yang tidak untuk dicontoh</strong>, sehingga masyarakat akan dapat belajar mana yang tidak baik atau mana yang tidak disiplin.</p>
<p><a href="http://www.maludong.com/">Maludong.com</a> tetap memegang azas praduga tak bersalah untuk setiap kejadian yang diabadikan dalam suatu foto yang ditampilkan di situs ini. Foto yang dikirim masyarakat tidak langsung kami tampilkan, melainkan akan kami samarkan nomor.polisi kendaraan tersebut. </p>
<p>Jika tidak ingin tampil di situs ini, mari selalu tertib berlalu lintas, sebab siapa saja dapat memfoto setiap pelanggaran tersebut kapanpun <img src='http://www.saft7.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Salam Tertib Berlalu Lintas! </p>
<p><img src="http://www.maludong.com/Images/Banners/maludong.jpg" alt=" " /></p>
<p><a href="http://www.maludong.com/">Maludong.com</a> </strong>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmaludong-untuk-melanggar-lalu-lintas%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmaludong-untuk-melanggar-lalu-lintas%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/maludong-untuk-melanggar-lalu-lintas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bikin Lantang Klakson Sengau</title>
		<link>http://www.saft7.com/bikin-lantang-klakson-sengau/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/bikin-lantang-klakson-sengau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2005 02:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[electrical]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>
		<category><![CDATA[reparasi]]></category>
		<category><![CDATA[utak atik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Sebal juga kalau klakson mobil/motor kita udah ga lantang lagi suaranya&#8230; Lebih bete lagi kalau si klakson mati sebelah. Jangan langsung ganti dulu boss&#8230; Setiap klakson umumnya ada baut untuk menyetel frekuensi suaranya. Nah.. ketika suara klakson sudah mulai ga asik lagi&#8230; kita bisa menyetelnya hingga ke frekuensi yang kita anggap paling uhuy. Dimana sih]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/klakson0.jpg" alt="" /></p>
<p>Sebal juga kalau klakson mobil/motor kita udah ga lantang lagi suaranya&#8230;<br />
Lebih bete lagi kalau si klakson mati sebelah.<br />
Jangan langsung ganti dulu boss&#8230;<br />
<span id="more-159"></span><br />
Setiap klakson umumnya ada baut untuk menyetel frekuensi suaranya.<br />
Nah.. ketika suara klakson sudah mulai ga asik lagi&#8230; kita bisa menyetelnya hingga ke frekuensi yang kita anggap paling uhuy.</p>
<p>Dimana sih baut penyetel yang dimaksud?<br />
lihat foto di bawah&#8230;<br />
Biasanya baut tersebut ditutup (sealed) dengan lilin/sealer.<br />
Jadi jika tertutup oleh sealer, buang sealernya dengan obeng kecil, kemudian gunakan obeng untuk melakukan penyetelan.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klakson5.jpg" alt="" /></p>
<p>Klakson standard/umum..<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klakson1.jpg" alt="" /></p>
<p>Untuk beberapa klakson model keong ada yang menggunakan baut kunci 10mm untuk penyetelannya&#8230;<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klakson2.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/klakson2a.jpg" alt="" /></p>
<p>Klakson merek BOSCH atau FER yang biasa digunakan di mobil merek BMW&#8230;<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klakson3.jpg" alt="" /></p>
<p>Klakson merek HELLA Standard&#8230;<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/klakson4.jpg" alt="" /></p>
<p>Nah&#8230; sekedar mengingatkan..<br />
Pastikan Accu dalam kondisi prima&#8230;<br />
Jangan menyetel klakson pada malam hari&#8230;<br />
Jangan menyetel klakson hingga mengganggu tetangga&#8230;</p>
<p>Semoga membantu.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbikin-lantang-klakson-sengau%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbikin-lantang-klakson-sengau%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/bikin-lantang-klakson-sengau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memasang BlindSpot Mirror</title>
		<link>http://www.saft7.com/memasang-blindspot-mirror/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/memasang-blindspot-mirror/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Mar 2005 02:51:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[blindspot]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Kaca spion pada umumnya tidak mampu menangkap sudut pandang yang lebar, terutama untuk posisi tertentu seperti pada samping mobil kita. Hal tersebut dikenal dengan istilah BLIND SPOT. BlindSpot ini cukup berbahaya pada saat kita akan berbelok, kemudian tiba-tiba ternyata ada mobil lain atau sepeda motor tepat disamping kita yang tidak terlihat sama sekali pada kaca]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mirror1.jpg" alt="" /></p>
<p>Kaca spion pada umumnya tidak mampu menangkap sudut pandang yang lebar, terutama untuk posisi tertentu seperti pada samping mobil kita.<br />
Hal tersebut dikenal dengan istilah BLIND SPOT.<br />
BlindSpot ini cukup berbahaya pada saat kita akan berbelok, kemudian tiba-tiba ternyata ada mobil lain atau sepeda motor tepat disamping kita yang tidak terlihat sama sekali pada kaca spion mobil kita.<br />
<span id="more-140"></span><br />
Untuk itu di banyak mobil keluaran baru menggunakan metode MultiVex pada kaca spion-nya. Yaitu pada bagian ujung kaca spion dibuat bagian yang melengkung sehingga dapat menangkap pandangan yang lebih lebar/luas.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mirror4.jpg" alt="" /></p>
<p>Berikut perbandingan jarak pandang kaca spion biasa dibanding dengan kaca spion MultiVex<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mirror3.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/mirror2.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Lantas bagaimana dengan kaca spion mobil kita yang belum mengadopsi MultiVex tersebut?</strong></p>
<p>Di toko aksesoris mobil mulai mudah ditemukan BlindSpot Mirror sebagai solusi di atas.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mirror5.jpg" alt="" /></p>
<p>Pertanyaan selanjutnya&#8230;. dimana sih yang paling efektif penempatan BlindSpot Mirror pada kaca spion mobil kita?</p>
<p><strong>Sebelum memasang Blind Spot Mirror pada kaca spion kita, baiknya kita ingat dulu bahwa:<br />
1. Kaca Spion adalah alat bantu utama.<br />
2. BlindSpot Mirror adalah alat bantu tambahan yang hanya sesekali saja kita gunakan (lihat).</strong></p>
<p>Penambahan BlindSpot Mirror <strong>tidak boleh </strong>mengurangi fungsi kaca spion utama, sehingga perlu dicoba posisi yang paling baik yang tidak mengurangi bidang pandang pada kaca spion utama.</p>
<p>Sekali lagi diingatkan bahwa BlindSpot Mirror <strong>hanya perlu</strong> dilirik/diperhatikan ketika kita akan belok atau pindah jalur saja, untuk memastikan tidak ada kendaraan lain yang akan terganggu pada saat kita berbelok/pindah jalur.</p>
<p><strong>Mari kita coba dimanakah penempatan BlindSpot yang paling efektif.</strong></p>
<p>Penempatan BlindSpot Mirror pada sisi luar bagian bawah ternyata membuat banyak object yang tidak terlihat pada kaca spion utama akibat tertutup BlindSpot Mirror itu sendiri. Dengan kata lain, penempatan seperti ini membuat kaca spion utama menjadi sempit bidang pandangnya.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mirror7.jpg" alt="" /></p>
<p>Penempatan BlindSpot Mirror pada sisi dalam bagian atas lebih terlihat membantu, karena bidang pandang kaca spion utama tidak terganggu terutama pada sisi luarnya.<br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/mirror6.jpg" alt="" /></p>
<p>Namun kalau kita temukan di jalan, banyak yang memasang BlindSpot Mirror pada sisi luar kaca spion&#8230;..  hehe.</p>
<p><em>Note: Foto di atas bukan hasil edit/manipulasi. Yang terlihat pada BlindSpot Mirror adalah object sebenarnya pada saat foto diambil. Perlu di ingat bahwa BlindSpot Mirror adalah kaca cembung yang membuat object terlihat jauh lebih kecil namun dengan bidang pandang yang lebar/luas. Kendala dalam pengambilan gambar dengan cermin/mirror adalah pengaturan target focus.</em></p>
<p>Saftari
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmemasang-blindspot-mirror%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmemasang-blindspot-mirror%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/memasang-blindspot-mirror/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indikator Kondisi Accu, Bisa Dipercaya?</title>
		<link>http://www.saft7.com/indikator-kondisi-accu-bisa-dipercaya/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/indikator-kondisi-accu-bisa-dipercaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2005 17:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[accu]]></category>
		<category><![CDATA[electrical]]></category>
		<category><![CDATA[elektronik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=60</guid>
		<description><![CDATA[From: Hendy Suhardjono Kalo gua liat, sebenernya aki di jazz keren juga loh&#8230;ngga usah ngecek air aki&#8230;ada indikatornya diatas, jadi kalo warna biru artinya masih ok, kalo merah artinya musti ditambah air..kalo item artinya udah musti di recharge, tapi apa bener2 akurat ngga yah indikatornya itu? Saftari: Accu yang ada di Mobil JAZZ bukan accu]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>From: Hendy Suhardjono<br />
Kalo gua liat, sebenernya aki di jazz keren juga loh&#8230;ngga usah ngecek air aki&#8230;ada indikatornya diatas, jadi kalo warna biru artinya masih ok, kalo merah artinya musti ditambah air..kalo item artinya udah musti di recharge, tapi apa bener2 akurat ngga yah indikatornya itu?<br />
<span id="more-60"></span></p>
<p>Saftari:<br />
Accu yang ada di Mobil JAZZ bukan accu kering lho ya&#8230;.</p>
<p>Berikut tips sederhananya&#8230;</p>
<p>1. Selalu check tinggi air accu, dengan cara dibuka baut tutupnya yang 6 biji itu&#8230; pastikan ketinggiannya sama semua, rasanya ada paduan ketinggiannya deh kalo dibuka.</p>
<p>2. Catat bulan dan tahun kapan Anda beli itu mobil, tambahkan 1tahun 6 bulan dari tanggal pembelian itu&#8230;. catat dengan stiker / spidol di accu Anda.  contoh&#8230; tanggal beli 12 Januari 2004, .. tulis di sticker menjadi Juli 2005. Artinya adalah bulan Juli 2005 Anda sudah siap2 untuk mengganti accu. Umur accu rata2 1.5 tahun &#8211; 2 tahun saja.</p>
<p>3. JANGAN PERCAYA dengan indikator yang ada di accu, sekalipun accu bermerek. Sudah puluhan korban dan mungkin ratusan yang terkecoh oleh indikator biru/hijau tersebut&#8230;. tau2 accu soak padahal terlihat di indikator masih bagus..  percayakan pada usianya saja (nomor 2 tadi).</p>
<p>4. Jangan membebani accu dengan Sound System yang terlalu besar load nya.</p>
<p>5. Jika ada kerak putih pada kepala kutub + accu, segera dibersihkan dengan menyiram air panas pada kutub tersebut, dan membersihkannya, dan melapisnya tipis dengan Grease (gemuk).</p>
<p>Semoga membantu, dan tidak terjebak oleh indikator &#8220;FASHION&#8221; itu.</p>
<p>Regards,</p>
<p>Saftari
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Findikator-kondisi-accu-bisa-dipercaya%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Findikator-kondisi-accu-bisa-dipercaya%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/indikator-kondisi-accu-bisa-dipercaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Baru Ganti Kampas Rem, Malah Gak Pakem?</title>
		<link>http://www.saft7.com/baru-ganti-kampas-rem-malah-gak-pakem/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/baru-ganti-kampas-rem-malah-gak-pakem/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2005 07:32:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Safety]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan]]></category>
		<category><![CDATA[rem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa rekan mengalami hal yang sama, baru saja mengganti keempat kampas rem mobil (depan belakang &#038; kiri kanan) tetapi setelah itu merasakan bahwa kemampuan rem kendaraannya jadi tidak pakem. Wah&#8230; apa yang salah? Tidak kita sadari bahwa permukaan disc/drum pada sistem rem kita jika diperbesar tidaklah rata. Sementara permukaan brake Pad yang baru adalah rata.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gantibrakepad1.jpg" alt="foto: 510garage.com" /></p>
<p>Beberapa rekan mengalami hal yang sama, baru saja mengganti keempat kampas rem mobil (depan belakang &#038; kiri kanan) tetapi setelah itu merasakan bahwa kemampuan rem kendaraannya jadi tidak pakem.<br />
<span id="more-134"></span><br />
<strong>Wah&#8230; apa yang salah?</strong></p>
<p>Tidak kita sadari bahwa permukaan disc/drum pada sistem rem kita jika diperbesar tidaklah rata.<br />
Sementara permukaan brake Pad yang baru adalah rata.<br />
Hal ini mengakibatkan bidang yang bersentuhan untuk menimbulkan friksi menjadi kecil, sehingga kemampuan pengereman menjadi berkurang.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gantibrakepad2.gif" alt="" />
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbaru-ganti-kampas-rem-malah-gak-pakem%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fbaru-ganti-kampas-rem-malah-gak-pakem%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/baru-ganti-kampas-rem-malah-gak-pakem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Busi ber-Resistor atau Busi Biasa?</title>
		<link>http://www.saft7.com/pilih-busi-ber-resistor-atau-busi-biasa/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/pilih-busi-ber-resistor-atau-busi-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2005 09:37:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[mesin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Iseng banget nih ceritanya&#8230; Dateng ke tempat setel CO dengan membawa 3 merek busi buat diuji. Jadi karena mobilku 6 cylinder, ya artinya bawa total 18 buah busi (6 busi terpasang di mesin). Oh ya.. Sistem pengapian mobilku sebagai berikut: - Single Ignition Coil dengan Distributor untuk mensupply 6 busi. - Kabel busi Standard.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ujibusi_001.jpg" /><br />
Iseng banget nih ceritanya&#8230;<br />
Dateng ke tempat setel CO dengan membawa 3 merek busi buat diuji.<br />
Jadi karena mobilku 6 cylinder, ya artinya bawa total 18 buah busi (6 busi terpasang di mesin).<br />
<span id="more-122"></span></p>
<p>Oh ya.. Sistem pengapian mobilku sebagai berikut:<br />
- Single Ignition Coil dengan Distributor untuk mensupply 6 busi.<br />
- Kabel busi Standard.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fpilih-busi-ber-resistor-atau-busi-biasa%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fpilih-busi-ber-resistor-atau-busi-biasa%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/pilih-busi-ber-resistor-atau-busi-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Mesin Sistem Injeksi</title>
		<link>http://www.saft7.com/mengenal-mesin-sistem-injeksi/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/mengenal-mesin-sistem-injeksi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2005 18:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Sistem mesin Injeksi ada beberapa macam, diantara nya: Single Point / Central Fuel Injection System: Yaitu hanya menggunakan satu Fuel Injector untuk beberapa Cylinder. Multi Point Fuel Injection System: Yaitu setiap Cylinder menggunakan satu Fuel Injector pada saluran Intake nya. Gasoline Direct Injection (GDI): Yaitu Injector berada di dalam ruang bakar, sehingga bensin disemprotkan langsung]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem mesin Injeksi ada beberapa macam, diantara nya:</p>
<p><strong>Single Point / Central Fuel Injection System:</strong><br />
Yaitu hanya menggunakan satu Fuel Injector untuk beberapa Cylinder.</p>
<p><strong>Multi Point Fuel Injection System: </strong><br />
Yaitu setiap Cylinder menggunakan satu Fuel Injector pada saluran Intake nya.<br />
<span id="more-119"></span><br />
<strong>Gasoline Direct Injection (GDI):</strong><br />
Yaitu Injector berada di dalam ruang bakar, sehingga bensin disemprotkan langsung ke ruang bakar tanpa harus melalui Intake Valve. Teknologi ini masih mahal, karena material Fuel Injector Nozzle harus tahan pada suhu tinggi di ruang bakar.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/fuelinjectionsystem.jpg" alt="" /></p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Saftari.</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmengenal-mesin-sistem-injeksi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmengenal-mesin-sistem-injeksi%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/mengenal-mesin-sistem-injeksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menganalisa Sendiri Hasil Test Emisi Gas Buang</title>
		<link>http://www.saft7.com/menganalisa-sendiri-hasil-test-emisi-gas-buang/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/menganalisa-sendiri-hasil-test-emisi-gas-buang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2005 06:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[uji emisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Contributed by Ardi Tjitra Sudah uji emisi belum? Lazimnya kalau di bengkel, sekalian Tune-Up, sembari diakhiri dengan istilah Setel/Check CO. Bukan hanya soal masalah pencemaran lingkungan, tapi dari uji emisi kita bisa mengetahui apakah ada kerusakan pada mobil kita dan tentunya bisa membuat hemat BBM. Dalam mendukung usaha pelestarian lingkungan hidup, negara-negara di dunia mulai]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/GasAnalyzer.jpg" alt="" /></p>
<p>Contributed by Ardi Tjitra</p>
<p><strong>Sudah uji emisi belum?</strong><br />
Lazimnya kalau di bengkel, sekalian Tune-Up, sembari diakhiri dengan istilah Setel/Check CO.<br />
Bukan hanya soal masalah pencemaran lingkungan, tapi dari uji emisi kita bisa mengetahui apakah ada kerusakan pada mobil kita dan tentunya bisa membuat hemat BBM.<br />
<span id="more-102"></span><br />
Dalam mendukung usaha pelestarian lingkungan hidup, negara-negara di dunia mulai menyadari bahwa gas buang kendaraan merupakan salah satu polutan atau sumber pencemaran udara terbesar oleh karena itu, gas buang kendaraan harus dibuat â€œsebersihâ€ mungkin agar tidak mencemari udara. </p>
<p>Pada negara-negara yang memiliki standar emisi gas buang kendaraan yang ketat, ada 5 unsur dalam gas buang kendaraan yang akan diukur yaitu senyawa <strong>HC, CO, CO2, O2 </strong>dan senyawa <strong>NOx</strong>. Sedangkan pada negara-negara yang standar emisinya tidak terlalu ketat, hanya mengukur 4 unsur dalam gas buang yaitu senyawa HC, CO, CO2 dan O2. </p>
<p><strong>Emisi Senyawa Hidrokarbon</strong><br />
Bensin adalah senyawa hidrokarbon, jadi setiap HC yang didapat di gas buang kendaraan menunjukkan adanya bensin yang tidak terbakar dan terbuang bersama sisa pembakaran. Apabila suatu senyawa hidrokarbon terbakar sempurna (bereaksi dengan oksigen) maka hasil reaksi pembakaran tersebut adalah karbondioksida (CO2) dan air(HÂ¬2O). Walaupun rasio perbandingan antara udara dan bensin (AFR=Air-to-Fuel-Ratio) sudah tepat dan didukung oleh desain ruang bakar mesin saat ini yang sudah mendekati ideal, tetapi tetap saja sebagian dari bensin seolah-olah tetap dapat â€œbersembunyiâ€ dari api saat terjadi proses pembakaran dan menyebabkan emisi HC pada ujung knalpot cukup tinggi.</p>
<p>Untuk mobil yang tidak dilengkapi dengan Catalytic Converter (CC), emisi HC yang dapat ditolerir adalah 500 ppm dan untuk mobil yang dilengkapi dengan CC, emisi HC yang dapat ditolerir adalah 50 ppm.</p>
<p>Emisi HC ini dapat ditekan dengan cara memberikan tambahan panas dan oksigen diluar ruang bakar untuk menuntaskan proses pembakaran. Proses injeksi oksigen tepat setelah exhaust port akan dapat menekan emisi HC secara drastis. Saat ini, beberapa mesin mobil sudah dilengkapi dengan electronic air injection reaction pump yang langsung bekerja saat cold-start untuk menurunkan emisi HC sesaat sebelum CC mencapai suhu kerja ideal. </p>
<p>Apabila emisi HC tinggi, menunjukkan ada 3 kemungkinan penyebabnya yaitu CC yang tidak berfungsi, AFR yang tidak tepat (terlalu kaya) atau bensin tidak terbakar dengan sempurna di ruang bakar. Apabila mobil dilengkapi dengan CC, maka harus dilakukan pengujian terlebih dahulu terhadap CC denganc ara mengukur perbedaan suhu antara inlet CC dan outletnya. Seharusnya suhu di outlet akan lebih tinggi minimal 10% daripada inletnya.</p>
<p>Apabila CC bekerja dengan normal tapi HC tetap tinggi, maka hal ini menunjukkan gejala bahwa AFR yang tidak tepat atau terjadi misfire. AFR yang terlalu kaya akan menyebabkan emisi HC menjadi tinggi. Ini bias disebabkan antara lain kebocoran fuel pressure regulator, setelan karburator tidak tepat, filter udara yang tersumbat, sensor temperature mesin yang tidak normal dan sebagainya yang dapat membuat AFR terlalu kaya. Injector yang kotor atau fuel pressure yang terlalu rendah dapat membuat butiran bensin menjadi terlalu besar untuk terbakar dengna sempurna dan ini juga akan membuat emisi HC menjadi tinggi. Apapun alasannya, AFR yang terlalu kaya juga akan membuat emisi CO menjadi tinggi dan bahkan menyebabkan outlet dari CC mengalami overheat, tetapi CO dan HC yang tinggi juga bisa disebabkan oleh rembasnya pelumas ke ruang bakar. </p>
<p>Apabila hanya HC yang tinggi, maka harus ditelusuri penyebab yang membuat ECU memerintahkan injector untuk menyemprotkan bensin hanya sedikit sehingga AFR terlalu kurus yang menyebabkan terjadinya intermittent misfire. Pada mobil yang masih menggunakan karburator, penyebab misfire antara lain adalah kabel busi yang tidak baik, timing pengapian yang terlalu mundur, kebocoran udara disekitar intake manifold atau mechanical problem yang menyebabkan angka kompresi mesin rendah.</p>
<p>Untuk mobil yang dilengkapi dengan sistem EFI dan CC, gejala misfire ini harus segera diatasi karena apabila didiamkan, ECU akan terus menerus berusaha membuat AFR menjadi kaya karena membaca bahwa masih ada oksigen yang tidak terbakar ini. Akibatnya CC akan mengalami overheat.</p>
<p><strong>Emisi Karbon Monoksida (CO)</strong><br />
Gas karbonmonoksida adalah gas yang relative tidak stabil dan cenderung bereaksi dengan unsur lain. Karbon monoksida, dapat diubah dengan mudah menjadi CO2 dengan bantuan sedikit oksigen dan panas. Saat mesin bekerja dengan AFR yang tepat, emisi CO pada ujung knalpot berkisar 0.5% sampai 1% untuk mesin yang dilengkapi dengan sistem injeksi atau sekitar 2.5% untuk mesin yang masih menggunakan karburator. Dengan bantuan air injection system atau CC, maka CO dapat dibuat serendah mungkin mendekati 0%.</p>
<p>Apabila AFR sedikit saja lebih kaya dari angka idealnya (AFR ideal = lambda = 1.00) maka emisi CO akan naik secara drastis. Jadi tingginya angka CO menunjukkan bahwa AFR terlalu kaya dan ini bisa disebabkan antara lain karena masalah di fuel injection system seperti fuel pressure yang terlalu tinggi, sensor suhu mesin yang tidak normal, air filter yang kotor, PCV system yang tidak normal, karburator yang kotor atau setelannya yang tidak tepat.</p>
<p>- www.saft7.com &#8211; </p>
<p><strong>Emisi Karbon Dioksida (CO2)</strong><br />
Konsentrasi CO2 menunjukkan secara langsung status proses pembakaran di ruang bakar. Semakin tinggi maka semakin baik. Saat AFR berada di angka ideal, emisi CO2 berkisar antara 12% sampai 15%. Apabila AFR terlalu kurus atau terlalu kaya, maka emisi CO2 akan turun secara drastis. Apabila CO2 berada dibawah 12%, maka kita harus melihat emisi lainnya yang menunjukkan apakah AFR terlalu kaya atau terlalu kurus. </p>
<p>Perlu diingat bahwa sumber dari CO2 ini hanya ruang bakar dan CC. Apabila CO2 terlalu rendah tapi CO dan HC normal, menunjukkan adanya kebocoran exhaust pipe.</p>
<p><strong>Oksigen (O2)</strong><br />
Konsentrasi dari oksigen di gas buang kendaraan berbanding terbalik dengan konsentrasi CO2. Untuk mendapatkan proses pembakaran yang sempurna, maka kadar oksigen yang masuk ke ruang bakar harus mencukupi untuk setiap molekul hidrokarbon.</p>
<p>Dalam ruang bakar, campuran udara dan bensin dapat terbakar dengan sempurna apabila bentuk dari ruang bakar tersebut melengkung secara sempurna. Kondisi ini memungkinkan molekul bensin dan molekul udara dapat dengan mudah bertemu untuk bereaksi dengan sempurna pada proses pembakaran. Tapi sayangnya, ruang bakar tidak dapat sempurna melengkung dan halus sehingga memungkinkan molekul bensin seolah-olah bersembunyi dari molekul oksigen dan menyebabkan proses pembakaran tidak terjadi dengan sempurna.</p>
<p>Untuk mengurangi emisi HC, maka dibutuhkan sedikit tambahan udara atau oksigen untuk memastikan bahwa semua molekul bensin dapat â€œbertemuâ€ dengan molekul oksigen untuk bereaksi dengan sempurna. Ini berarti AFR 14,7:1 (lambda = 1.00) sebenarnya merupakan kondisi yang sedikit kurus. Inilah yang menyebabkan oksigen dalam gas buang akan berkisar antara 0.5% sampai 1%. Pada mesin yang dilengkapi dengan CC, kondisi ini akan baik karena membantu fungsi CC untuk mengubah CO dan HC menjadi CO2. </p>
<p>Mesin tetap dapat bekerja dengan baik walaupun AFR terlalu kurus bahkan hingga AFR mencapai 16:1. Tapi dalam kondisi seperti ini akan timbul efek lain seperti mesin cenderung knocking, suhu mesin bertambah dan emisi senyawa NOx juga akan meningkat drastis.</p>
<p>Normalnya konsentrasi oksigen di gas buang adalah sekitar 1.2% atau lebih kecil bahkan mungkin 0%. Tapi kita harus berhati-hati apabila konsentrasi oksigen mencapai 0%. Ini menunjukkan bahwa semua oksigen dapat terpakai semua dalam proses pembakaran dan ini dapat berarti bahwa AFR cenderung kaya. Dalam kondisi demikian, rendahnya konsentrasi oksigen akan berbarengan dengan tingginya emisi CO. Apabila konsentrasi oksigen tinggi dapat berarti AFR terlalu kurus tapi juga dapat menunjukkan beberapa hal lain. Apabila dibarengi dengan tingginya CO dan HC, maka pada mobil yang dilengkapi dengan CC berarti CC mengalami kerusakan. Untuk mobil yang tidak dilengkapi dengan CC, bila oksigen terlalu tinggi dan lainnya rendah berarti ada kebocoran di exhaust sytem.</p>
<p><strong>Emisi senyawa NOx</strong></p>
<p>Selain keempat gas diatas, emisi NOx tidak dipentingkan dalam melakukan diagnose terhadap mesin. Senyawa NOx adalah ikatan kimia antara unsur nitrogen dan oksigen. Dalam kondisi normal atmosphere, nitrogen adalah gas inert yang amat stabil yang tidak akan berikatan dengan unsur lain. Tetapi dalam kondisi suhu tinggi dan tekanan tinggi dalam ruang bakar, nitrogen akan memecah ikatannya dan berikatan dengan oksigen.</p>
<p>Senyawa NOx ini sangat tidak stabil dan bila terlepas ke udara bebas, akan berikatan dengan oksigen untuk membentuk NO2. Inilah yang amat berbahaya karena senyawa ini amat beracun dan bila terkena air akan membentuk asam nitrat.</p>
<p>Tingginya konsentrasi senyawa NOx disebabkan karena tingginya konsentrasi oksigen ditambah dengan tingginya suhu ruang bakar. Untuk menjaga agar konsentrasi NOx tidak tinggi maka diperlukan kontrol secara tepat terhadap AFR dan suhu ruang bakar harus dijaga agar tidak terlalu tinggi baik dengan EGR maupun long valve overlap. Normalnya NOx pada saat idle tidak melebihi 100 ppm. Apabila AFR terlalu kurus, timing pengapian yang terlalu tinggi atau sebab lainnya yang menyebabkan suhu ruang bakar meningkat, akan meningkatkan konsentrasi NOx dan ini tidak akan dapat diatasi oleh CC atau sistem EGR yang canggih sekalipun.</p>
<p>Tumpukan kerak karbon yang berada di ruang bakar juga akan meningkatkan kompresi mesin dan dapat menyebabkan timbulnya titik panas yang dapat meningkatkan kadar NOx. Mesin yang sering detonasi juga akan menyebabkan tingginya konsentrasi NOx.</p>
<p>Untuk memudahkan kita menganalisa kondisi mesin, kita dapat memakai penjelasan dibawah sebagai alat bantu :</p>
<p><strong>1. Emisi CO tinggi</strong>,  menunjukkan kondisi dimana AFR terlalu kaya (lambda < 1.00). Secara umum CO menunjukkan angka efisiensi dari pembakaran di ruang bakar. Tingginya emisi CO disebabkan karena kurangnya oksigen untuk menghasilkan pembakaran yang tuntas dan sempurna. </p>
<p>Hal-hal yang menyebabkan AFR terlalu kaya antara lain :<br />
- Idle speed terlalu rendah.<br />
- Setelan pelampung karburator yang tidak tepat menyebabkan bensin terlalu banyak.<br />
- Air filter yang kotor.<br />
- Pelumas mesin yang terlalu kotor atau terkontaminasi berat.<br />
- Charcoal Canister yang jenuh.<br />
- PCV valve yang tidak bekerja.<br />
- Kinerja fuel delivery system yang tidak normal.<br />
- Air intake temperature sensor yang tidak normal.<br />
- Coolant temperature sensor yang tidak normal.<br />
- Catalytic Converter yang tidak bekerja.</p>
<p><strong>2. Normal CO.  Apabila AFR berada dekat atau tepat pada titik ideal (AFR 14,7 atau lambda = 1.00) maka emisi CO tidak akan lebih dari 1% pada mesin dengan sistem injeksi atau 2.5% pada mesin dengan karburator.</p>
<p><strong>3. CO terlalu rendah.</strong>  Sebenarnya tidak ada batasan dimana CO dikatakan terlalu rendah. Konsentrasi CO terkadang masih terlihat â€œnormalâ€ walaupun mesin sudah bekerja dengan campuran yang amat kurus.</p>
<p>- www.saft7.com &#8211; </p>
<p><strong>4.Emisi HC tinggi.</strong> Umumnya kondisi ini menunjukkan adanya kelebihan bensin yang tidak terbakar yang disebabkan karena kegagalan sistem pengapian atau pembakaran yang tidak sempurna. Konsentrasi HC diukur dalam satuan ppm (part per million). Penyebab umumnya adalah sistem pengapian yang tidak mumpuni, kebocoran di intake manifold, dan masalah di AFR. </p>
<p>Penyebab lainnya adalah :<br />
- Pembakaran yang tidak sempurna karena busi yang sudah rusak.<br />
- Timing pengapian yang terlalu mundur.<br />
- Kabel busi yang rusak.<br />
- Kompresi mesin yang rendah.<br />
- Kebocoran pada intake.<br />
- Kesalahan pembacaan data oleh ECU sehingga menyebabkan AFR terlalu kaya.</p>
<p><strong>5. Kosentrasi Oksigen.</strong> Menunjukkan jumlah udara yang masuk ke ruang bakar berbanding dengan jumlah bensin. Angka ideal untuk oksigen pada emisi gas buang adalah berkisar antara 1% hingga 2%.</p>
<p><strong>6. Konsentrasi oksigen tinggi.</strong> Ini menunjukkan bahwa AFR terlalu kurus. </p>
<p>Kondisi yang menyebabkan antara lain :<br />
- AFR yang tidak tepat.<br />
- Kebocoran pada saluran intake<br />
- Kegagalan pada sistem pengapian yang menyebabkan misfire</p>
<p><strong>7. Konsentrasi oksigen rendah. </strong>Kondisi ini menunjukkan bahwa AFR terlalu kaya.</p>
<p><strong>8. Konsentrasi CO2 tinggi. </strong>Kondisi ini menunjukkan bahwa AFR berada dekat atau tepat pada kondisi ideal.</p>
<p><strong>9. Konsentrasi CO2 rendah.</strong> Kondisi ini menunjukkan bahwa AFR terlalu kurus atau terlalu kaya dan kebocoran pada exhaust system.</p>
<p><strong>10. Konsentrasi senyawa NOx.</strong> Senyawa NOx termasuk nitrit oksida (NO) atau nitrat oksida (NO2) akan terbentuk bila suhu ruang bakar mencapai lebih dari 2500 derajat Farenheit (1350 oC). Senyawa ini juga dapat terbentuk apabila mesin mendapat beban berat.</p>
<p><strong>11. Konsentrasi NOx tinggi.</strong> </p>
<p>Kondisi ini menunjukkan :<br />
- EGR Valve tidak bekerja.<br />
- AFR terlalu kurus.<br />
- Spark Advancer yang tidak bekerja.<br />
- Thermostatic Air Heater yang macet.<br />
- Kerusakan pada cold air duct.<br />
- Tingginya deposit kerak di ruang bakar.<br />
- Catalytic Converter yang tidak normal.</p>
<p><strong>12. Konsentrasi NOx rendah. </strong>Sebenarnya tidak ada batasan yang menyatakan emisi senyawa NOx terlalu rendah. Umumnya NOx adalah 0 ppm saat mesin idle.</p>
<p>Berikutnya adalah tabel untuk membantu kita membaca kemungkinan yang terjadi pada mesin berdasarkan kombinasi emisi gas buang yang ada :</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gasanalizer1.gif" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gasanalizer2.gif" alt="" /></p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/gasanalizer3.gif" alt="" /></p>
<p>- www.saft7.com &#8211; </p>
<p>sumber:  www.interro.com/techtips.htm
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmenganalisa-sendiri-hasil-test-emisi-gas-buang%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmenganalisa-sendiri-hasil-test-emisi-gas-buang%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/menganalisa-sendiri-hasil-test-emisi-gas-buang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LED Bulb Replacement .. Worth??</title>
		<link>http://www.saft7.com/led-bulb-replacement-worth/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/led-bulb-replacement-worth/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2005 17:39:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[From: artanto_wahyudi di Ace Hardware, bulb LED buat replace bulb pijar juga banyak dijual tuh .. tapi lagi lagi MAHAL terutama buat lampu rem, lampu interior, trun lamp Art Saftari: Menurutku Gak Worthed lah buat di beli bro&#8230; 1. Karena buatan Taiwan. 2. Relatif mahal ketimbang beli Bulb merek PHILIPS asli 3. Hasil tidak seperti]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img src="http://www.saft7.com/techtips/ledbulb1.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>From: artanto_wahyudi</strong><br />
di Ace Hardware, bulb LED buat replace bulb pijar juga banyak dijual tuh .. tapi lagi lagi MAHAL terutama buat lampu rem, lampu interior, trun lamp<br />
<span id="more-27"></span><br />
Art</em></p>
<p><strong>Saftari:</strong></p>
<p>Menurutku Gak Worthed lah buat di beli bro&#8230;</p>
<p>1. Karena buatan Taiwan.<br />
2. Relatif mahal ketimbang beli Bulb merek PHILIPS asli<br />
3. Hasil tidak seperti yang dibayangkan.<br />
4. Kurang Awet seperti yang dijanjikan.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/ledbulb2.jpg" alt="" /></p>
<p><strong>Janji2 dari produk LED adalah:</strong></p>
<ul>
Immediate response on/off<br />
50,000 hour bulb life<br />
Requires only 1 Watt power<br />
Vibration resistant<br />
Available in a range of colours to add style<br />
Available in all common bulb sizes</ul>
<p>High Intensity LED memang menjanjikan intensitas cahaya yang muantab sekitar 13.000mcd (millicandela).<br />
Namun buatan2 taiwan menggunakan HI-LED yang kapasitas mcd nya gak tinggi2 amat, alias sekitar 8000-10000mcd.<br />
HI-LED membutuhkan Driver untuk dia bercahaya optimal&#8230; gak cuma Resistor Series kayak LED biasa.<br />
Nah.. buatan taiwan.. umumnya pakai Resistor Series biasa.. akibatnya&#8230; Led sering putus.</p>
<p>Nah.. kalo putus.. gak enak bener liatnya&#8230;.  khan dari segerombolan led&#8230; ada titik2 yang mati&#8230; malah jadi jelek tuh.</p>
<p>Lain halnya LED BRAKE LAMP yang dipake di mobil2 seperti Mercedes Benz dan lainnya&#8230; yang udah bawaan mobil.<br />
Dia pake LED Driver yang dibilang diatas&#8230; jadi kalo ada problem.. biasanya ya semuanya mati bareng.<br />
Karena kualitas LED yang dipasang benar2 dengan QC tinggi dan Spek super tinggi.</p>
<p>Regards,</p>
<p>Saftari &#8211; kemangnet.com</p>
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fled-bulb-replacement-worth%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fled-bulb-replacement-worth%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/led-bulb-replacement-worth/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Kode Busi BOSCH</title>
		<link>http://www.saft7.com/arti-kode-busi-bosch/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/arti-kode-busi-bosch/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2004 17:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Apaan sih?]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Tabel lengkap arti kode busi untuk merek BOSCH. sumber = bosch-usa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tabel lengkap arti kode busi untuk merek BOSCH.<br />
<span id="more-113"></span><br />
<img src="http://www.saft7.com/techtips/boschplugdesignationcodes.gif" alt="" /><br />
sumber = bosch-usa
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Farti-kode-busi-bosch%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Farti-kode-busi-bosch%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/arti-kode-busi-bosch/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencabut Kabel Busi yang Benar</title>
		<link>http://www.saft7.com/mencabut-kabel-busi-yang-benar/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/mencabut-kabel-busi-yang-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2004 17:44:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Singkat]]></category>
		<category><![CDATA[busi]]></category>
		<category><![CDATA[cabut busi]]></category>
		<category><![CDATA[kabel busi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mencabut kabel busi, gak boleh sembarangan tarik-cabut lho. Berikut gambar cara yang benarnya. Semoga bermanfaat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mencabut kabel busi, gak boleh sembarangan tarik-cabut lho.<br />
Berikut gambar cara yang benarnya.</p>
<p><img src="http://www.saft7.com/techtips/cabutbusi.gif" alt="" /></p>
<p>Semoga bermanfaat.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmencabut-kabel-busi-yang-benar%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Fmencabut-kabel-busi-yang-benar%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/mencabut-kabel-busi-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tabel Konversi Kode Busi BOSCH = NGK</title>
		<link>http://www.saft7.com/tabel-konversi-kode-busi-bosch-ngk/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/tabel-konversi-kode-busi-bosch-ngk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2004 17:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saft</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mobil]]></category>
		<category><![CDATA[Sepeda Motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[sumber: Spark-plugs.co.uk BOSCH NGK ======&#124;====== W5A B7HS W5AC B7HS W5AP B7HS W5AS B7HV W5B BP7HS W5BC BP7HS W5BP BP7HS W5C B7ES W5CC B7ES W5CCX B7ES-11 W5CP B7ES W5CPX B7ES-11 W5CS B7EV W5D BP7ES W5D1 BP7ES W5DC BP7ES W5DCO BP7ES W5DCX BP7ES-11 W5DP BP7ES W5DPO BP7ET W5DPX BP7ES-11 W5DTC BP6ET W5E B7S W5EC B7S W5EP B7S]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sumber: Spark-plugs.co.uk</p>
<p>BOSCH	NGK<br />
======|======<br />
W5A	B7HS<br />
W5AC	B7HS<br />
W5AP	B7HS<br />
<span id="more-115"></span><br />
W5AS	B7HV<br />
W5B	BP7HS<br />
W5BC	BP7HS<br />
W5BP	BP7HS<br />
W5C	B7ES<br />
W5CC	B7ES<br />
W5CCX	B7ES-11<br />
W5CP	B7ES<br />
W5CPX	B7ES-11<br />
W5CS	B7EV<br />
W5D	BP7ES<br />
W5D1	BP7ES<br />
W5DC	BP7ES<br />
W5DCO	BP7ES<br />
W5DCX	BP7ES-11<br />
W5DP	BP7ES<br />
W5DPO	BP7ET<br />
W5DPX	BP7ES-11<br />
W5DTC	BP6ET<br />
W5E	B7S<br />
W5EC	B7S<br />
W5EP	B7S<br />
W6AS	B6HV<br />
W6B	BP6H<br />
W6BC	BP6HS<br />
W6BP	BP6HS<br />
W6D	BP6ES<br />
W6D1	BP6ES<br />
W6DC	BP6ES<br />
W6DCO	BP6ES<br />
W6DCX	BP6ES-11<br />
W6DP	BP6ES<br />
W6DPX	BP6ES-11<br />
W6DTC	BP6ET<br />
W7A	B6HS<br />
W7AC	B6HS<br />
W7AO	B6HS<br />
W7AP	B6HS<br />
W7B	BP6HS<br />
W7BC	BP6HS<br />
W7BP	BP6HS<br />
W7C	B6ES<br />
W7CC	B6ES<br />
W7CCO	B6ES<br />
W7CCX	B6ES-11<br />
W7CP	B6ES<br />
W7CPX	B6ES-11<br />
W7CX	B6ES-11<br />
W7D	BP6ES<br />
W7DC	BP6ES<br />
W7DCO	BP6ES<br />
W7DCR	BPR6ES<br />
W7DCX	BP6ES-11<br />
W7DO	BP6ES<br />
W7DP	BP6ES<br />
W7DPX	BP6ES-11<br />
W7DTC	BP6ET<br />
W7DX	BP6ES-11<br />
W7E	B6S<br />
W7EC	B6S<br />
W7EP	B6S<br />
W7F	BP6S<br />
W7FC	BP6S<br />
W7LTCR	BUR6ET</p>
<p>&lt;!&#8211;nextpage&#8211;&gt;</p>
<p>W8A	B5HS<br />
W8AC	B5HS<br />
W8AO	B5HS<br />
W8AP	B5HS<br />
W8B	BP5HS<br />
W8BC	BP5HS<br />
W8BP	BP5HS<br />
W8C	B5ES<br />
W8CC	B5ES<br />
W8CCX	B5ES-11<br />
W8CO	B5ES<br />
W8CP	B5ES<br />
W8D	BP5ES<br />
W8DC	BP5ES<br />
W8DCO	BP5ES<br />
W8DCX	BP5ES-11<br />
W8DCY	BP5ES-13<br />
W8DP	BP5ES<br />
W8DPX	BP5ES-11<br />
W8DTC	BP6ET<br />
W8DX	BP5ES-11<br />
W8E	B6S<br />
W8EC	B6S<br />
W8F	BP5S<br />
W8LCR	ZGR5A<br />
W8LTCR	BUR5ET<br />
W8LPR	ZGR5A<br />
W8FC	BP5S<br />
W9A	B-4H<br />
W9AC	B5HS<br />
W9ACO	B5HS<br />
W9AO	B-4H<br />
W9C	B4ES<br />
W9CC	B4ES<br />
W9D	BP5ES<br />
W9DC	BP5ES<br />
W9DCX	BP5ES-11<br />
W9DP	BP5ES<br />
W9DPX	BP5ES-11<br />
W9E	B-4<br />
W9EC	B-4<br />
W9EO	B4-LM<br />
W9F	BP5S<br />
W9FC	BP5S<br />
W9LC	ZGR5A<br />
W9LCX	BRE527Y-11<br />
W10A	B-4H<br />
W10AC	B-4H<br />
W10C	B4ES<br />
W10CC	B4ES<br />
W10D	BP4ES<br />
W10DC	BP4ES<br />
W10E	B-4<br />
W10F	BP-4<br />
W10FC	BP-4<br />
W12A	B-4H<br />
W12E	B-2<br />
WEA	BUH<br />
WEC	BUE<br />
WR4CC	BR8ES<br />
WR4CP	BR8ES<br />
WR5A	BR7HS<br />
WR5AC	BR7HS<br />
WR5CC	BR7ES<br />
WR5CP	BR7ES<br />
WR5D	BPR7ES<br />
WR5DC	BPR7ES<br />
WR5DP	BPR7ES<br />
WR5DS	BPR7EV<br />
WR6D	BPR6ES<br />
WR6DC	BPR6ES<br />
WR6DCX	BPR6ES-11<br />
WR6DP	BPR6ES<br />
WR6DPX	BPR6ES-11<br />
WR6DS	BPR6EV<br />
WR7A	BR6HS<br />
WR7AC	BR6HS<br />
WR7B	BPR6HS<br />
WR7BC	BPR6HS<br />
WR7BP	BPR6HS<br />
WR7C	BR6ES<br />
WR4AC	BR8HS<br />
WR7CC	BR6ES<br />
WR7CCX	BR6ES-11<br />
WR7CP	BR6ES<br />
WR7CPX	BR6ES-11<br />
WR7D	BPR6ES<br />
WR7DC	BPR6ES<br />
WR7DCX	BPR6ES-11<br />
WR7DP	BPR6ES<br />
WR7DS	BPR6EV<br />
WR7F	BPR6S<br />
WR8AC	BR5HS<br />
WR8C	BR5ES<br />
WR8CC	BR5ES<br />
WR8CP	BR5ES<br />
WR8D	BPR5ES<br />
WR8DC	BPR5ES<br />
WR8DCO	BPR5ES<br />
WR8DCX	BPR5ES-11<br />
WR8DP	BPR5ES<br />
WR8DPX	BPR5ES-11<br />
WR8DPY	BPR5ES-15<br />
WR8DS	BPR5EV<br />
WR8E	BR6S<br />
WR8EC	BR6S<br />
WR8EP	BR6S<br />
WR8F	BPR5S<br />
WR8FC	BPR5S<br />
WR8FP	BPR5S<br />
WR8FPY	BPR5S-15<br />
WR8HP	ZGR5C<br />
WR9AO	BR5HS<br />
WR9C	BR5ES<br />
WR9CC	BR5ES<br />
WR9D	BPR5ES<br />
WR9DC	BPR5ES<br />
WR9DCY	BPR5ES-15<br />
WR9DP	BPR5ES<br />
WR9DPX	BPR5ES-11<br />
WR9DS	BPR5EV<br />
WR9DY	BPR5ES-15<br />
WR9E	BR6S<br />
WR9EC	BR6S<br />
WR9EO	BR6S<br />
WR9F	BPR5S<br />
WR9FC	BPR5S<br />
WR9FCY	BPR5S-15<br />
WR9FP	BPR5S<br />
WR9FY	BPR5S-15<br />
WR9FPY	BPR5S-15<br />
WR9HC	ZGR5C<br />
WR9HP	ZGR5C<br />
WR9LCX	BRE527-11<br />
WR9LS	ZGR5A<br />
WR10A	BR4HS<br />
WR10AC	BR4HS<br />
WR10E	BR6S<br />
WR10F	BPR4S<br />
WR10FC	BPR4S<br />
WR10FCY	BPR4S-15<br />
WR10FY	BPR4S-15<br />
WS5E	BM7A<br />
WS5F	BPM7A<br />
WS7E	BM6A<br />
WS7F	BPM6A<br />
WS8E	BM6A<br />
WS8F	BPM6A<br />
WSR5F	BPMR7A<br />
WSR6F	BPMR6A<br />
WSR8F	BPMR6A<br />
WSR9E	BMR4A<br />
X3CPO	D9EA<br />
X4CS	D8EA<br />
X5DC	D7EA<br />
XR2AS	DR8HS<br />
XR2CS	DR8ES<br />
XR4AS	DR8HS<br />
XR4CS	DR8ES<br />
XR5DC	DR7EA<br />
Y6DC	DCP6E</p>
<p>Wah wah wah.. panjang juga listnya ya&#8230;. ck ck ck.</p>
<p>Semoga bermanfaat.
<div class="tweetmeme_button" style="float: left; margin-left: 30px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftabel-konversi-kode-busi-bosch-ngk%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.saft7.com%2Ftabel-konversi-kode-busi-bosch-ngk%2F&amp;source=saft7&amp;style=compact&amp;service=TinyURL.com&amp;b=2" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.saft7.com/tabel-konversi-kode-busi-bosch-ngk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sharing: Kuras Carbon Deposit Intake</title>
		<link>http://www.saft7.com/sharing-kuras-carbon-deposit-intake/</link>
		<comments>http://www.saft7.com/sharing-kuras-carbon-deposit-intake/#comments</comments>
		<pubDa
