Kategori Artikel: Sepeda Motor
Lacak! Dimana Kendaraan Saya? Vehicle GPS Online Tracking System, Apaan sih?
Gyro Camera Untuk Sepeda Motor

Seperti yang kita saksikan di ajang balap MotoGP, terlihat si pembalap melewati tikungan-tikungan sambil merebahkan motornya kesamping kiri dan kanan. Namun jika diperhatikan ada yang menarik ketika saat motor terlihat rebah miring, horison pandangan depan terlihat tetap datar/rata. Bagaimana bisa seperti itu?
Kamera pada motor tersebut menggunakan sistem GYRO, dimana kamera akan dibuat tetap tegak lurus terhadap grafitasi bumi atau horison.


BIKIN SENDIRI GYRO CAMERA
Kita bisa membuat sendiri Gyro Camera tersebut dengan menggunakan bantuan modul GYRO dan modul ACCELEROMETER.
Awalnya dua modul tersebut adalah modul yang terpisah, sehingga kita harus menggunakan dua unit modul bersamaan. Kemudian dibuatlah Chip Gyro dan Chip Accelerometer dalam satu modul (ada dua chip dalam satu modul). Hingga akhirnya versi terbaru keduanya dibuat dalam satu chip saja, sehingga memperkecil distorsi perhitungan gerakan.
Modul yang digunakan di artikel ini adalah Triple Axis Accelerometer & Gyro Breakout – MPU-6050, dimana dalam modul ini terdapat 3-axis gyroscope dan 3-axis accelerometer dalam satu chip. Bekerja dengan catu daya 3.3volt.
Selain modul MPU6050 ini, bisa juga digunakan modul sejenis seperti:
Wujud MPU6050 adalah seperti ini. Ukuran sangat kecil, hanya 20mm x 15mm dan tebal 1.6mm.

Komponen yang digunakan antara lain:
- Triple Axis Accelerometer & Gyro Breakout – MPU-6050
- Arduino UNO R3 (beli)
- Digital Servo (gunakan servo yang bagus dan kuat) (beli)
- Breadboard Mini
- Baterai 9v + Saklar
- Box dan Kelengkapan lainnya.
Komponen dapat dibeli di Lapantech.com

Skema pemasangan komponennya adalah sebagai berikut:

– www.saft7.com – automotive tips and sharing
Jika menggunakan Board selain Arduino Uno R3, pin SCL dan SDA dari MPU berbeda-beda:
VDD : +3.3V
VIO : +3.3V
GND : GND
SDA : Pin A4 (Arduino Uno, ethernet) / Pin 20 (Mega2560, Due) / Pin 2 (Leonardo)
SCL : Pin A5 (Arduino Uno, ethernet) / Pin 21 (Mega2560, Due) / Pin 3 (Leonardo)

Rangkaian sudah selesai terpasang seluruhnya.

PROGRAMMING
Setelah semua selesai dirangkai, saatnya untuk melakukan upload program ke Arduino.
Rangkaian proyek ini hanya untuk menggerakkan servo dalam satu axis-X saja. Namun tetap diperlukan data-data dari Axis Y dan Z untuk masing-masing Gyroscope dan Accelerometer. Juga saya coba gabungkan dengan perhitungan Kalman Filter agar dapat meredam ‘noise’ output dari Gyroscope+Accelerometer sehingga gerakan servo menjadi halus tidak terjadi gerakan yang tidak diinginkan.
/*
GYRO CAMERA - saft7.com
Demonstrates auto-leveling Camera Video by using Gyro & Accelerometer with Arduino
The circuit:
Servo controlled by Arduino, using Gyro and Accelerometer as reference of movement.
Created March 12, 2013
by Firmansyah Saftari
www.saft7.com
This code and complete article can be found at:
http://www.saft7.com/
Programming Language: C++
*/
#include
Servo xservo;
#include
#include "Kalman.h"
Kalman kalmanX;
Kalman kalmanY;
uint8_t IMUAddress = 0x68; // MPU6050 Address
/* IMU Data */
int16_t accX;
int16_t accY;
int16_t accZ;
int16_t tempRaw;
int16_t gyroX;
int16_t gyroY;
int16_t gyroZ;
int moveX;
int mapX;
int correctionX;
double accXangle;
double accYangle;
double gyroXangle = 9;
double gyroYangle = 180;
double compAngleX = 90;
double compAngleY = 90;
double kalAngleX;
double kalAngleY;
uint32_t timer;
void setup() {
Serial.begin(115200);
xservo.attach(10);
Wire.begin();
i2cWrite(0x6B,0x00); // Disable sleep mode
if(i2cRead(0x75,1)[0] != 0x68) // Read "WHO_AM_I" register
{
Serial.print(F("MPU-6050 with address 0x"));
Serial.print(IMUAddress,HEX);
Serial.println(F(" is not connected"));
while(1);
}
kalmanX.setAngle(90); // Set starting angle
kalmanY.setAngle(90);
timer = micros();
}
void loop() {
/* Update all the values */
uint8_t* data = i2cRead(0x3B,14);
accX = ((data[0] << 8) | data[1]);
accY = ((data[2] << 8) | data[3]);
accZ = ((data[4] << 8) | data[5]);
tempRaw = ((data[6] << 8) | data[7]);
gyroX = ((data[8] << 8) | data[9]);
gyroY = ((data[10] << 8) | data[11]);
gyroZ = ((data[12] << 8) | data[13]);
/* Calculate the angle based on the different sensors and algorithm */
accYangle = (atan2(accX,accZ)+PI)*RAD_TO_DEG;
accXangle = (atan2(accY,accZ)+PI)*RAD_TO_DEG;
double gyroXrate = (double)gyroX/131.0;
double gyroYrate = -((double)gyroY/131.0);
gyroXangle += gyroXrate*((double)(micros()-timer)/1000000); // Calculate gyro angle without any filter
gyroXangle += kalmanX.getRate()*((double)(micros()-timer)/1000000); // Calculate gyro angle using the unbiased rate
compAngleX = (0.93*(compAngleX+(gyroXrate*(double)(micros()-timer)/1000000)))+(0.07*accXangle); // Calculate the angle using a Complimentary filter
kalAngleX = kalmanX.getAngle(accXangle, gyroXrate, (double)(micros()-timer)/1000000); // Calculate the angle using a Kalman filter
timer = micros();
mapX = map(kalAngleX, 0, 200, 0, 179); //calculate limitation of servo mechanical
// -------------
correctionX = 27; // EDIT THIS VALUE FOR SERVO CORRECTION ANGLE
// -------------
moveX = 270 - (kalAngleX) + correctionX;
// ------- SEND TO SERIAL PRINT
Serial.print("saft7.com X Pos: ");
Serial.print(moveX);Serial.print("\t");
Serial.print("\n");
// ------- SEND TO SERVO
xservo.write(moveX); // Send signal to servo
delay(15); // delay to allow servos to move (ms)
delay(1); // The accelerometer's maximum samples rate is 1kHz
}
// --------- FUNCTIONS
void i2cWrite(uint8_t registerAddress, uint8_t data){
Wire.beginTransmission(IMUAddress);
Wire.write(registerAddress);
Wire.write(data);
Wire.endTransmission(); // Send stop
}
uint8_t* i2cRead(uint8_t registerAddress, uint8_t nbytes) {
uint8_t data[nbytes];
Wire.beginTransmission(IMUAddress);
Wire.write(registerAddress);
Wire.endTransmission(false); // Don't release the bus
Wire.requestFrom(IMUAddress, nbytes); // Send a repeated start and then release the bus after reading
for(uint8_t i = 0; i < nbytes; i++)
data[i] = Wire.read();
return data;
}
// GYROCAM BY SAFT7.COM
// END
– www.saft7.com – automotive tips and sharing
Membuat dudukan kamera
Saya menggunakan Acrylic setebal 2mm yang ditekuk dengan cara dipanaskan. Kemudian dibuat lubang-lubang yang diperlukan untuk pemasangan servo dan lubang baut ke kamera.

Baut kamera didapat dari tripod kecil yang sudah tidak terpakai, memudahkan pemasangan kamera.

Board Arduino dipasang ke alas box.


– www.saft7.com – automotive tips and sharing
Unit Arduino, Servo dan MPU6050 sudah terpasang pada box.

Video Pengujian Servo pada box
Dudukan kamera sudah dipasang pada servo.

– www.saft7.com – automotive tips and sharing
Kamera dipasang ke unit


Video pengujian saat kamera terpasang
SAATNYA MENCOBA
Kamera dipasang pada motor.


Coba jalan-jalan yuuuk…
Lessons Learned:
- Modul Gyro+accelerometer harus terpasang dengan baik.
- Pengaturan kalibrasi level horisontal dilakukan di bidang yang datar
- Gunakan servo yang kuat.
- Gunakan baterai yang berdaya besar agar servo mendapatkan catudaya yang baik.
Semoga bermanfaat.
– www.saft7.com – automotive tips and sharing
Sharing: Pasang Accu Tambahan (motor)

Pada artikel ini saya ingin berbagi pengalaman seputar pasang accu tambahan di sepeda motor.
Diawali dari keinginan mengganti lampu standar motor saya, dari lampu Halogen HS1 (mirip H4) dengan lampu HID model H4.
Motor yang saya gunakan adalah motor injection yang kelitrikan lampu nya menggunakan jenis DC, ciri khas nya, kalau grip gas diputar, lampu tetap menyala stabil, terang nya tidak berubah saat putaran mesin berubah-ubah.
Bikin Voltage Stabilizer untuk Mobil/Motor
Belajar ngeRem Yuk..

Melalui artikel sederhana ini, saya ingin mengajak semua teman-teman untuk berkendara dengan aman, mengutamakan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang disekitar kita. Sudah banyak contoh kejadian kecelakaan yang menyalahkan fungsi rem, dikatakan “REM BLONG!”, padahal sebenarnya rem bekerja dalam kondisi sangat baik, namun cara kita ngeREM yang salah, membuat kendaraan tidak dapat berhenti bahkan tidak dapat dikendalikan.
Keluar Parkir Tanpa Ribet

Saat memasuki ataupun keluar area parkir sepeda motor, kita sering cukup repot untuk menyimpan maupun mengeluarkan karcis dan uang parkir. Belum lagi di banyak area parkir harus menunjukkan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) saat akan keluar dari area parkir tersebut.
Melalui artikel ini, saya mencoba berbagi pengalaman sebagai solusi masalah di atas agar menjadi mudah dan tidak menyulitkan.
Bahaya Blind Spot bagi Motor

Blindspot adalah area di sekitar kita yang tidak dapat terlihat pada saat kita mengemudi. Hal ini bisa disebabkan karena batasan pandangan cermin / kaca spion maupun karena terhalang oleh pilar konstruksi mobil atau juga karena barang / muatan yang kita bawa.
Blindspot adalah potensi bahaya saat kita berkendara, dimana sangat mungkin terjadi kita menganggap tidak ada kendaraan lain di sekitar kita, padahal kendaraan lain itu ada dan cukup dekat.
Desain kaca spion ada yang datar, ada yang cembung, dan ada yang mengkombinasi keduanya. Ini bertujuan untuk memperbaiki faktor Blindspot yang terjadi.
Gambar di bawah memperlihatkan area yang dapat dilihat oleh pengendara mobil,.. selebihnya bisa dikatakan sebagai Blindspot, karena tidak terlihat melalui kaca spion.
Tips Aman Bersepeda Motor

Tidak bisa dipungkiri semakin hari semakin banyak jumlah sepeda motor di jalan. Kendaraan yang praktis dan relatif bisa menembus kemacetan ketimbang mobil. Selap selip setiap ada ruang gerak sering kali menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Tidak jarang terlihat tidak mau mengalah satu sama lain sekalipun sesama pengguna sepeda motor.
Toleransi dan Empati

Kita sebagai mahluk sosial yang berada di tengah masyarakat selalu diingatkan untuk bertoleransi dan empati terhadap sesama.
Yang mungkin pernah muncul dalam benak kita adalah, mengapa kita harus selalu bertoleransi dengan orang lain, sementara orang lain banyak yang tidak peduli dengan kita, atau sering mau menang sendiri, merasa benar, merasa punya hak lebih, dan sebagainya.
Atribut Komunitas

Pada kesempatan sebelumnya saya pernah menulis tentang Kekuatan Komunitas, yang bercerita tentang serunya komunitas mobil dan motor, hingga manfaat bagi anggota maupun bagi pemegang merek kendaraan yang digunakan.
Toet Toeet… Sirene Palsu
Test Kompresi Mesin… apaan sih?
BOOK LAUNCH: 15 Januari 2010
Mencari Kabel Busi Bocor

Kabel busi termasuk komponen mesin yang cukup sensitif. Sedikit saja terkelupas atau sobek, baik karena retak ataupun digigit tikus, membuat kerja mesin terganggu. Akibatnya mesin menjadi bergetar (vibrasi / pincang). Lebih parah lagi bisa terjadi backfire atau ledakan baik di knalpot atau di intake, karena bensin yang tidak terbakar sempurna.






















