.

 

Bikin Voltage Stabilizer untuk Mobil/Motor

volstab-01

Di toko aksesoris mobil ada alat yang dapat membuat tegangan listrik pada sistem kelistrikan mobil menjadi stabil dan lebih baik. Alat itu sering disebut Voltage Stabilizer. Ada beberapa merek terkenal seperti Pivot, HKS, dan sebagainya dengan bandrol harga yang cukup mahal.

Umumnya mereka mengklaim dapat meningkatkan performa kendaraan (power dan torsi bertambah), lampu menjadi lebih terang, memperbaiki kualitas sound system, memperpanjang usia accu, hingga dapat menghemat bahan bakar.

Untuk membuktikan itu semua perlu pengujian khusus, dengan membandingkan beberapa produk dari beberapa merek, dilakukan dengan dynotest hingga uji jalan dengan rute dan kondisi lalu lintas yang sama, bila perlu di dalam suatu track khusus. Pada artikel ini, saya tidak membahas pembuktian performa alat tersebut, tetapi untuk sharing Bikin Sendiri Voltage Stabilizer.

 

Bikin Sendiri Voltage Stabilizer

Setelah ‘googling’, akhirnya mendapatkan beberapa model skema elektronik Voltage Stabilizer. Komponennya pun mirip sekali dengan yang digunakan oleh merek-merek terkenal tadi. Tidak ada salahnya juga ingin membuatnya sendiri. Setelah dihitung-hitung, ternyata harga komponennya tidak lebih dari Rp 75.000,- saja.

Untuk PCB bisa dengan membuat sendiri (digambar dan di etsa) atau menggunakan PCB universal. Saya menggunakan PCB universal karena hanya untuk saya buat 1 unit saja.

ini skemanya:

Komponen yang digunakan:

  • 4 x 3.300uF / 16volt
  • 4 x 4.700uF / 16volt
  • 5 x 1.000uF / 16volt
  • 8 x 4.7uF / 16volt
  • 1 x 10nF
  • 1 x LED
  • 1 x Resistor 1K ohm
  • PCB Universal
  • Terminal ring 2 set
  • Kabel-kabel

 

Prinsip Kerja:

Rangkaian ini bekerja sebagai peredam noise voltage, dimana setiap besaran kelompok capacitor meredam noise yang berbeda-beda. Itu sebabnya digunakan beberapa kelompok capacitor dengan besaran yang berbeda-beda. Semakin kecil nilai Capacitance nya, maka semakin tinggi frequency yang akan diredam dari sistem kelistrikan yang terpasang Voltage Stabilizer ini.
Umumnya cacat / noise voltage itu muncul dari Alternator/generator/magneto dan Sistem pengapian (CDI, dsb), ini yang perlu diperbaiki agar kualitas listriknya menjadi baik.
Voltage Stabilizer berbeda fungsi dengan Capacitor Bank yang biasa digunakan untuk Sistem Audio Mobil, Capacitor Bank berfungsi untuk memperdekat sumber tegangan (accu) supaya tidak drop saat terjadi kejutan daya yang besar secara tiba-tiba dari sound system. (akibat kabel telat menyalurkan daya dari accu).

 

 

Ini layout komponen pada PCB tampak atas:

 

Ini Diagram PCB tampak belakang.
Jika menggunakan PCB universal, gunakan kawat yang cukup tebal untuk menyambung kaki antar komponen.

PCB Universal yang saya gunakan:

Karena PCB Universal yang saya gunakan adalah PCB untuk komponen kecil (seperti IC), maka lubang-lubang yang ada harus diperbesar agar capacitor mudah dipasang.

 

Saya gunakan bor PCB untuk memperbesar lubang yang akan dipasang Capacitor.

Mulai dengan penyolderan komponen..

 

Pemasangan komponen dan kawat penyambung sudah selesai..

 

 

Komponen yang sudah terpasang, tampak atas.

 

Penambahan kawat ring untuk pemasangan Terminal kabel.

 

Terminal ring dipasang pada kabel tebal.

 

Rangkaian Voltage Stabilizer sudah jadi.

 

Saya pasangkan casing agar tampak bagus dan rapih.

 

 

UJI COBA..

Tampak unit sedang akan diuji coba..

 

 

PENGUJIAN #1:

Pengujian pertama saya gunakan charger handphone . Ada dua jenis charger yang digunakan, Charger dengan Trafo (tebal) dan Charger dengan rangkaian Switching (tipis)

 

 

 

Charger Trafo (tebal) – TANPA VOLTAGE STABILIZER 

 

 

Charger Trafo (tebal) – DENGAN  VOLTAGE STABILIZER 

Terlihat grafik menjadi nyaris rata, gelombang kotak menjadi garis lengkung yang lembut, seperti gelombang sinus.

 

 

Charger Switching (tipis) – TANPA VOLTAGE STABILIZER 

 

 

Charger Switching (tipis) – DENGAN VOLTAGE STABILIZER 

Hampir sama dengan charger trafo di atas, gelombang gergaji di atas mampu diredam oleh Voltage stabilizer.

 

 

PENGUJIAN #2

Pengujian dilakukan pada Sepeda Motor dengan sistem Injection (Yamaha V-ixion – 150cc Injection 09/2011).
Pada prinsipnya ECU memerlukan sumber listrik yang baik.

 

Yamaha V-ixion Injection – TANPA VOLTAGE STABILIZER
Terlihat duri-duri tegangan pada kelistrikan standar

 

Yamaha V-ixion Injection – DENGAN VOLTAGE STABILIZER
Terlihat duri-duri tegangan pada kelistrikan standar dapat diredam oleh Voltage Stabilizer

 

 

PENGUJIAN #3

Pengujian berikutnya dilakukan pada Mobil (BMW 528i e39 M52 2800cc injection 1997)

 

BMW 528i Injection – TANPA VOLTAGE STABILIZER
Terlihat duri-duri tegangan pada kelistrikan standar

BMW 528i Injection – DENGAN VOLTAGE STABILIZER
Terlihat duri-duri tegangan pada kelistrikan standar diredam oleh Voltage Stabilizer

 

 

Cara Pemasangan pada Kendaraan (mobil/motor), langsung di paralel dengan Accu.

 

 
KESIMPULAN:

  • Voltage Stabilizer mampu meredam duri tegangan (spike) yang biasanya ‘noise’ tersebut dihasilkan oleh Alternator maupun sistem pengapian.
  • Sebenarnya pada setiap ECU (engine control unit) di mesin injection, sudah ada rangkaian Voltage Stabilizer atau peredam Noise tegangan untuk mengamankan sistem ECU itu sendiri, jadi pemasangan Voltage Stabilizer ini tidak banyak pengaruhnya kepada ECU.
  • Voltage Stabilizer mampu meredam noise tegangan yang mengganggu Sistem Audio, seperti bunyi storing, denging, dsb.

 

 

Sumber referensi:

187 Responses to Bikin Voltage Stabilizer untuk Mobil/Motor

  1. mbeng says:

    buat masukan aja kang, biar voltage stabilizer dan pemakaian aki lebih optimal. bisa ditambahkan relay 12v.
    jadi main kontak relay di ambil dari acc kontak (+) dan kontak (-) bisa langsung ke body, setelah itu (+) dari aki bisa ke kontak auxilary NO dan outputnya ke voltage stabieizer.
    jadi apabila mesin hidup, stabilizer pun ikut hidup. begitu juga sebaliknya..
    terus berkarya kang..

    • atnish says:

      masukan dikit. Ada cara lebih simple dan gak perlu pake relay. Kabel dr kontak / kunci (+) kutub positif nya langsung disambung ke kutub positif kapasitor dan kutub negatifnya pada body. Jd saat kontak posisi on maka rangkain stabilisator akan on juga. Pada saat off, rangkaian stabilisator akan off juga.
      Jd memperpanjang umur kapasitor dan minimalisasi budget juga… :-)

      • Henkie B. D. says:

        Ada yang harus diingat, kalau kita memasang kapasitor setelah kunci kontak, yang saat itu kapasitornya kosong, kemudian kunci kita kontakkan, maka kapasitor akan tiba-tiba harus diisi, yang arus pengisiannya, di awalnya sangat besar, sehingga ada kemungkinan, akan membuat umur kontakkan sakelar kunci, berumur pendek, karenanya patut dipertimbangkan.

  2. ardian says:

    urun saran:
    1. Pemasangan paralel pada capasitor berfungsi untuk penambahan nilai kapasitansi pada capasitor, sehingga total kapasitansinya sebesar sekitar 37.000 uF lebih dikit.
    sebenarnya untuk membuat lebih simple beli aja capasitor dengan ukuran 10.000 uF berapa buah. sehingga tinggal diparalel sama accu.
    Untuk tegangan pada capasitor rekomendasi dari saya pribadi lebih baik menggunakan 25V keatas.
    2. Accu merupakan sumber tegangan DC, apabila disambung paralel dengan kapasitor tidak akan menguras accu.
    karena nilai impedansi Xc dari capasitor itu tergantung dari frekuensi. Sedangkan frekuensi dari accu adalah 0. sehingga impendansi dari capasitor adalah tak terhinggan ohm. jd aman2 aja.
    3. Dulu pas jaman kuliah, udah saya coba dimotor supra tipe lama. dan hal tersebut memberikan effek positif.. accu menjadi lebih awet

    • Henkie B. D. says:

      Tidak akan ada arus bocor yang mengambil daya ACCU selama kapasitor dalam keadaan baik.
      Sesuai dengan waktu dan juga panas, maka suatu saat kapasitor akan bocor dan nilainya menjadi berkurang.
      Karenanya, secara berkala, periksalah kapasitornya terhadap kemungkinan bocor atau kapasitasnya sudah berkurang.

  3. paparally says:

    Om saft, sy sdh berhasil merangkai & mengaplikasikan VS nya. Dan Storing nya sdh berkurang, meskipun hanya sedikit. Yg mau sy tanyain noise nya bisa bener” diilangin?? Komponen apanya yg musti diganti atw ditambah…. Makasih om. Sukses trus, dan bikin postingan postingan lain yg bermanfaat??

  4. Pao says:

    om saft,
    itu kapasitor nya kl pakai yang 85degree cukup tidak ya?

    thanks

  5. dalil says:

    yups..
    Brrti
    1. sifat kapasitor yg rusak/bocor itu menyedot arus + mem”bocor”kan arus(membuang)
    2. Kapasitor yg nilainya 4.7nF BAIKnya tdk diganti nilainya
    3. Kapasitor yg 4,7nF bentuknya tidak kotak dr keramik warna biru melulu,
    O.K Matur nuwun

  6. dalil says:

    WAA..H
    tnks bgt atas penjabarannya,
    ada lagi nih,
    1.kenapa menurut om henky led tdk usah dipasang?
    2. Sy dah keliling cari capasitor keramik yg warna biru yg 4.7nF tp blm dpt, bisa diganti dg nilai yg brp ya?
    Terimakasih

    • Henkie B. D. says:

      Kalau tidak salah, lagi itu anda mengkuatirkan accu anda akan habis dengan terpasangnya voltage stabilizer ini.
      Nah kalau kapasitornya tidak ada yang bocor, maka tidak akan ada arus lagi setelah terisi.
      Namun karena rangkaian oom Saft menggunakan LED sebagai indikator, yang tentunya akan menggunakan arus listrik, walaupun sangat kecil, yaitu di bawah 40 mA, maka saya sarankan tidak usah dipasang.
      Kapasitornya tidak usah keramik, karena keramik dengan nilai itu sangat jarang ada. Gunakan yang mylar juga tidak terlalu berpengaruh.
      Nilai justru sebaiknya jangan diganti.

  7. dalil says:

    1.meredam lonjakan listrik?
    Apa rangkaian ini berfungsi spt cap bank juga?
    2. Jk pd wkt kontak on cap. Sudah terisi penuh, apa cap akan menyedot arus dari aki terus, kalau kontak off, apa cap. Yg sudah ada isinya itu akan berkurang terus(turun ampernya), jk tdk berkurang brrti tdk ada beda potensial antara cap + aki = tdk ada lonjakan arus
    mohon pencerahan nya ya om!
    Terimakasih

    • Henkie B. D. says:

      Saat kita menghubungkan kapasitor kosong dengan sumber tegangan, maka akan mengalir arus besar yang kemudian berangsur-angsur mengecil sampai akhirnya menjadi nol.
      Nah setelah terisi, kalau ada beban berupa lonjakkan listrik, maka si kapasitor akan meredamnya, sehingga lonjakkan yang besar akan menjadi kecil.

      Kapasitor bank, ditujukan untuk mencegah tegangan sumber turun saat ada suara dentuman sistim audio yang umumnya mengalirkan arus dengan sangat besar.
      Stabilizer di sini, ditujukan untuk meredam lonjakkan-lonjakkan listrik yang periodenya bermacam-macam dan itulah sebabnya digunakan banyak kapasitor dengan nilai berbeda.

      Kalau saat sumber tegangan dilepaskan dari kapasitor dan kapasitornya ideal, dalam arti tidak ada kebocoran sama sekali, maka tegangan akan tersimpan dan tidak akan turun.
      Namun karena ini merupakan komponen yang dibuat manusia, maka sesuai dengan berjalannya waktu, suatu saat struktur kimianya juga akan berubah dan lama kelamaan kapasitor akan bocor dan kapasitasnya menjadi berkurang.

      Jadi setelah kapasitor terisi, kemudian dilepaskan dari sumber tegangan dan kemudian dihubungkan lagi, selama tegangan di kapasitor masih ada, maka hampir tidak ada arus mengalir saat kapasitor dihubungkan kembali ke sumber tegangan.

  8. dalil says:

    mau tanya nih om, ane dah bikin ni alat,
    kalau dikasih relay ada efek negatifnya gak ya.. ?
    Terima kasih

    • Henkie B. D. says:

      Pakai relay sih boleh saja, namun ingat saat relay mengkontakkan rangkaian ke accu, maka akan ada lonjakkan listrik dan ini akan berarti fungsinya untuk meredam lonjakkan listrik akan berkurang.
      Kalau saran saya sih pasang saja secara langsung, tanpa LED dan secara berkala diperiksa, apakah ada kapasitornya yang hangat atau menggembung, maka itu berarti sudah bocor dan harus segera diganti, kalau tidak ingin accunya tekor saat di pagi hari.

  9. Rudy says:

    To: Henkie B. D.
    thx buat jwbnnya yg rinci, saya hampir tiap hri menunggu kepastian dr pertanyaan saya, krn takut alatnya malah bikin aki drop, maklum utk dipasang ke kendaraan satu2nya yg ada, sekarang baru nggak kuatir mulai bikin proyeknya. :-)

  10. mghee says:

    Mohon Izin Copas…Informasinya sangat bermanfaat

  11. papas says:

    wiihh… keren nih om..
    jadi pengen nyoba nih… :D

  12. herry says:

    Terimah kasih, saya sudah pasang di motor dan di mobil hasilnya luar biasa, lamupu jadi terang, akselerasi lebih baik. biaya cukup 50.000 ribu untuk daerah makassar. cara buatnya gampang. sekali lagi terima kasih.

  13. ganksenggol says:

    sip. patut di coba…

  14. Arianto says:

    Om Saft, untuk kapasitor yang 10nF itu pake yang volt brp ?
    thanks.

    • Henkie B. D. says:

      Selama tidak ada kapasitor yang bocor, yah tidak masalah.

      • Henkie B. D. says:

        Koreksi, jawaban saya terdahulu untuk jawaban pertanyaan lain. Maaf

        Karena besar tegangan di accu sepeda motor maupun mobil umumnya tidak lebih dari 14.4 volt, maka tegangan kapasitornya, sedikitnya 25 volt.

  15. steve says:

    om saft mau nanya dong, kalo voltage stabilizer ini di pake barengan dengan capacitor bank ada masalah gak yah?

  16. fachir says:

    Om,, voltage stabilizernya langsung di pararel aja di accu, apa ga bikin aki tekor tuh om??
    kalau liat di rangkaiannya kan ada beban kapasitif(capacitor) ada juga beban resistif(resistor) belum lagi ditambah LED..
    mungkin dipasang di accu mobil ga bgitu nguras accu, tapi kalau di accu motor dengan kapasitas sekitar 5Ah trus motornya ga dinyalain beberapa hari lumayan nguras accu juga kayanya om..
    apa ga lbh baik dipasang setelah kunci kontak aja ya?? biar ga makan arus waktu kendaraan ga digunakan gitu..

    • Henkie B. D. says:

      Tidak selama tidak ada kapasitor yang bocor.
      Untuk LED sebenarnya ada, namun karena sangat kecil, di bawah 40mA, maka tidak berarti.
      Kalau ragu, yah LEDnya usah dipasang saja.

    • kheztelia says:

      aki gak bakalan tekor karena besaran watt dari led cuma 0.015watt, tidak perlu menggunakan sakalar tambahan / relay dari kunci kontak, karena sifat dari elektrolit kondensator membuang tegangan, tapi karena diparalel dengan aki, maka tegangan dari aki akan selalu terjaga oleh elko ini, apalagi jika pemasangan kabel minusnya jangan langsung ke kutub negatif dari aki, tapi di distribusikan ke sasis dari kendaraan, dynamo amper, kompresor ac, ground dari koil, head cylinder, serta bagian2 penting dari kendaraan, maka banyak keuntungan yg didapat, seperti tarikan kendaraan akan terasa lebih enteng, terutama sekali dari konsumsi bahan bakar akan ada penghematan … saya sudah lama memasang alat ini pada mobil serta motor saya, … walaupun madein lokal alias racikan sendiri, tapi cukup efektif dan masih bekerja dengan normal sampai saat ini …

      jika ada kesalahan dari tulisan saya ini, mohon maaf dan bantuan untuk pencerahannya, …

      salam

      kheztelia

  17. rosborn says:

    Om, itu software osiloskopnya pake apa ya ?? ane pengen,hehe
    kyaknya bukan zelscope ya,
    (dbls ke email aja om,hehe)
    terima kasih om saft . ..

  18. Dear Om Saft,

    Saya berhasil membuat Voltage Stabilizer dan berjalan dengan baik. Saya melihat Voltage stabilizer yg ermerk seperti XCS3 yg harganya berkisa 1,6jt itu pasti cukup baik, tp apakah dg yg saya buat ini berdasarkan artikel om saft jg menghasilkan kualitas yg kurang lebih sama, dan saya melihat utk voltage merk terkenal tersebut terdapat kabel ground, apakah voltage yg saya buat ini jg hrs dipasangi kabel ground. Mohon Pencerahannya. Terima kasih.

  19. beonk says:

    om saft mungkin yg mas cahyo maksud ELKO bukn capasitor, karna disini cuma pake satu kapasitor,

    • Henkie B. D. says:

      ElCo atau ElKo atau ELectrolyte CapacitOr adalah komponen yang sama, yaitu kapasitor yang antar kepingnya terdapat bahan dielektrik yang dinamakan sebagai electrolyte, yang seperti oli.

    • allzhat says:

      ELCO = electrolyte capacitor

  20. maxwell says:

    om saft,itu cr untuk pengujian 1 dan 2 gmn instalasinya..? terus apanama sofwer untuk mengukur v.stab tsbt. thanks…

    • Henkie B. D. says:

      Untuk pengujian osiloscope dipasang langsung ke accu. Sebaiknya Coupling oscilloscopenya di posisikan di AC dan bukan DC.
      Kalau di DC, maka kemungkinan bentuk gelombang tidak terlihat karena ada di bagian atas, terutama kalau skalanya kecil.

  21. jibril says:

    karena fungsinya hanya untuk meredam noise, storing dan denging yang bagus pasangnya pada jalur kabel acc biasanya untuk audio,yg penting pasangnya jangan salah kabel positip ke sekering acc, negatip ke bodi mobil, kabel engga perlu tebal-tebal, karena hanya menyimpan arus listrik ukuran farad. banyak untungnya kunci kontak mati sistem ikut mati,alat terlinding dari panasnya mesin.

  22. Ruli says:

    ukuran total pcbnya berapa bos? … pake kotaknya cross over speaker split bisa nda ?

  23. arie d says:

    Bisa ditambahkan sekering ngak ? yang menjadi tanda tanya saya adalah ukuran kabel postif dan negatif dari VS ke accu lumayan besar, tapi dg adanya sekering, maka kabel akan ter cut oleh sekering yang ukuran kabelnya relatif lebih kaecil

  24. Rudy says:

    Om Saft, bisa diinfokan rangkaian VS ini jika disambungkan langsung ke aki secara paten (tanpa ikut on/off kunci kontak via relay misalnya) tidak menimbulkan efek negatif? Karena jika mesin dalam keadaan tidak nyala bukankah rangkaian kapasitor ini terus2an menyedot aki? Mohon di-reply segera ya, thx.

    • irvan says:

      bener juga ya om, kira2 solusi nya gmn ya? apa rangkaian ini ga pengaruh walaupun mesin ga nyala atau bagaimana? mohon pencerahan nya om saft..

      • Henkie B. D. says:

        Selama kapasitornya tidak ada yang bocor, maka tidak akan ada arus mengalir ke rangkaian ini, kecuali untuk menghidupkan LEDnya. Namun karena arus untuk LED itu umumnya kecil, yaitu di bawah 40mA, maka tidak berarti.
        Kalau ragu, LEDnya tidak usah dipasang.

  25. Rudy says:

    kawatnya itu pake kawat apa ya bos??

    • Henkie B. D. says:

      Sepertinya menggunakan kawat dari kabel NGA yang biasa digunakan untuk instalasi listrik rumah kita.

  26. cahyo says:

    kenapa pake ukuran kapasitornya berbeda2?
    kl menggunakan yg kapasitas lebih besar lagi apakah ada effeknya?

    • saft says:

      capacitor disini fungsinya sebagai Noise Filter,.. makin kecil nilai capacitor, noise frequency tinggi akan diredam… dan sebaliknya. Jadi bukan capacitor sebagai penyimpan listrik.

  27. Fauzi says:

    Om saft. ane dari timor-er neeh. dah pernah baca juga baca postingan VS ini di milist. ane pernah bkn, cuman yang jadi penasaran ane adalah : om saft dapet box transparan itu dimana?? ane dah muter2 nyari box yang cocok gak dapet oi.

    bisa info dimana nyarinya gak om saft

    • saft says:

      cari di toko peralatan kue2…

      • Ruli says:

        ukuran total pcbnya berapa bos? … pake kotaknya cross over speaker split bisa nda ?

      • uzhie says:

        dah ngubek2 cilegon om saft. gak nemu tuh box kek gitu. boleh donk nitip2 tepatnya dimana belinya (toko, jalan apa) om saft utk percobaan di pict itu

  28. Ado says:

    Kang bisa tolong infonya hasil test thd Torsi & Power apakah ada peningkatan setelah dipasang V-Stab ini ?…nuhun

  29. Tedi says:

    upami diaflikasikan kangge kendaraan non injection tiasa???? nuhun

  30. Asep says:

    Kang Saft

    Ide bagus tuh kang, terus berkarya ya kang,…..





Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com