Sudah dibaca sebanyak 3321 kali

Masih ingat waktu saya bikin AngelEyes dengan menggunakan Acrylic Rod dan UltraBright Led warna putih?
Ada permasalahan yang ditemukan pada ekperimen #1 tersebut.

Masalahnya adalah, UltraBright LED yang masuk ke Indonesia umumnya bermutu jelek dan intensitas cahayanya juga tidak sama untuk tiap LED nya.
Selain itu, UltraBright LED Membutuhkan masukan tegangan yang stabil di 4volt, kurang dari itu sinarnya tidak akan optimal, lebih dari itu akan cepat putus.
Gak heran kalo kita lihat produk-produk modifikasi bermerek ESDEPO buatan Taiwan yang menggunakan AngelEyes / Ring Light untuk mobil2 seperti Lancer Evolution, Honda, BMW E36, E34, dsb. Pada umumnya ditemukan LED ada yang mati/putus.
Hal itu dikarenakan rangkaian LED tersebut hanya menggunakan Resistor sebagai pembatas arusnya.. padahal UltraBright LED membutuhkan LED DRIVER yang mensupply arus rata dan tepat bagi LED tersebut sehingga sinar yang keluar optimal dan tahan lama.
So.. lupakan Angel Eyes yang menggunakan LED deh … heheh.

Suatu ketika asik2 browsing dan googling..

Saya tertarik dengan produk NeonWire atau Glowire

Setelah berhasil memperoleh produk tersebut… saya mendapatkan seperti ini

jika disupply tegangan 12volt DC maka NeonWire tersebut akan menyala seperti ini..

Seru khan??..

Kemudian saya coba cari tau seperti apa sih dan bagaimana cara kerja si NeonWire ini.
Perhatikan gambar dibawah ini.

Terlihat bahwa lapisan pink pada inti NeonWire akan menyala ketika terjadi induksi listrik antara Core tembaga tengah dengan Ground Wire yang mengapitnya.
Untuk induksi listrik itu dibutuhkan inverter yang merubah tegangan 12volt DC menjadi listrik AC bertegangan tinggi (sorry belum dapat data voltnya).

Menyambung NeonWire ke Inverter dengan kabel, memerlukan trick khusus.
Simak gambar di bawah

Jangan lupa bagian ujung NeonWire harus ditutup/sealed.
Bisa menggunakan GlueGun-Stick, sealer, dsb.

BIKIN ANGELEYES – Eksperimen #2

Nah… jadi gatel lagi deh untuk segera eksperimen bikin AngelEyes generasi-2.
Dikarenakan diameter NeonWire terlalu kecil (hanya 2mm) maka saya coba cari akal untuk membuatnya menjadi lebih tebal.
Jalan-jalan ke Lindeteves-Glodok akhirnya dapat selang Nylon yang berdiameter dalam 2.5mm dan diameter luar 4mm (2.5mm X 4mm).

Kemudian saya coba masukkan NeonWire ke selang Nylon tersebut…
Wah.. asik.. pas banget… tapi kok seret banget ya…
Kalo gitu aku lap pakai WD40 dulu biar licin.

Nah.. setelah masuk jadinya seperti ini deh.

Kemudian selang Nylon dipotong dengan panjang sesuai diameter lampu di mobil saya… Saya buat 4 unit.

Juga dengan NeonWire, disiapkan 4 unit.

PENYOLDERAN

Langkah selanjutnya menyiapkan perkabelan… ini yang agak males benernya.. hehe.
Supaya mudah instalasi dan bongkar pasangnya.. saya putuskan untuk menggunakan jack earphone stereo(male-connector) sebagai konektornya.
Namun karena saya ingat yang akan dipakai adalah tegangan tinggi, maka saya pakai hanya 2 bagian ujungnya saja, sehingga ground dari jack earphone tersebut tidak digunakan (biar ga kesetrum).

Jadinya seperti ini..

Selanjutnya konektor lainnya (female-connector) diparalel untuk masuk ke Inverter.
Selanjutnya mulai penyolderan kabel ke NeonWire..

Uhuy.. siap nih buat di test..

Wuih.. bagus khan?

INSTALASI

Segera sebelum hari menjelang gelap, saya pasang AngelEyes tersebut di lampu mobil.

Begitu mulai malam.. saya tak sabar mencoba..

Jreng Jreng Jreeeeng… Waw.. mantaf bo!

BERGUMAM..
Rasanya satu unit inverter terlalu lemah untuk mensupply 4 unit angeleyes.
Saya akan cari deh rangkaian inverter dengan output lebih besar supaya sinar NeonWire bisa keluar dengan optimal.

Semoga bermanfaat.