.

 

Belajar ngeRem Yuk..

rem-00

Melalui artikel sederhana ini, saya ingin mengajak semua teman-teman untuk berkendara dengan aman, mengutamakan keselamatan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang disekitar kita. Sudah banyak contoh kejadian kecelakaan yang menyalahkan fungsi rem, dikatakan “REM BLONG!”, padahal sebenarnya rem bekerja dalam kondisi sangat baik, namun cara kita ngeREM yang salah, membuat kendaraan tidak dapat berhenti bahkan tidak dapat dikendalikan.

Semua sepakat, bahwa fungsi Rem pada kendaraan (mobil, motor, sepeda, becak, bajaj, dsb) adalah untuk memperlambat dan memberhentikan kendaraan. Perangkat rem menjadi demikian penting dalam semua kendaraan. Namun ternyata rem bisa tidak berfungsi sebagaimana mestinya apabila kita tidak benar pengoperasiannya sehingga terjadi kecelakaan. Bahkan pembalap kelas dunia pun mengakui bahwa ngeREM adalah hal yang sulit dalam mengemudi, dan perlu latihan khusus. Membuat agar berhenti atau memperlambat kendaraannya yang sedang berjalan sangat kencang dengan aman dan tidak membahayakan dirinya dan orang lain.

 

GRIP RODA SANGAT PENTING

Pijakan dan daya cengkram roda/ban terhadap jalan/aspal sangat penting. Dengan adanya grip atau dengan kata lain ban menapak sempurna dengan jalan/aspal maka kendaraan dapat dikendalikan dengan baik. Sebaliknya, apabila jalan licin atau ban kondisi tidak bagus sehingga mengurangi daya cengkram terhadap jalan/aspal, membuat kendaraan sulit dikendalikan atau tergelincir atau sering disebut “Selip”.

Pada saat kendaraan sedang meluncur, kemudian ban mengunci hingga diam/berhenti berputar akibat dari kita menginjak penuh pedal rem, hal ini membuat hilangnya grip / daya cengkram ban terhadap jalan/aspal. Sekalipun kita membelokkan steer dengan maksud menghindar dari tabrakan akan tidak berarti apa-apa, sebab kendaraan tetap akan melaju lurus kedepan akibat hilangnya grip tadi.

Untuk itu kita perlu tetap menjaga agar ban semaksimal mungkin mendapatkan grip terhadap jalan/aspal. Caranya: pada saat kita injak pedal rem dan ban terdengar berdecit mengunci, segera kendurkan injakan pedal rem untuk mendapatkan kembali grip, kemudian ulangi injak pedal rem hingga kendaraan berhenti tanpa terjadi selip.

TEKNOLOGI ABS (Anti-lock Braking System)

Teknologi Rem pada kendaraan pun terus dikembangkan hingga mempermudah pengemudi mengoperasikannya dan dapat tetap konsentrasi penuh untuk menghindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan terjadi (saat kondisi panik/rem mendadak).

Setiap roda dipasang sensor dan pulser untuk dikontrol oleh komputer ABS (Control module). Dan perangkat rem pada setiap roda juga dikontrol oleh komputer ABS.
Saat terjadi pengereman, ketika ban terdeteksi tidak berputar atau selip, maka komputer akan membuat perangkat rem pada ban tersebut membuka agar ban kembali berputar untuk mendapatkan grip, dan proses rem dilanjutkan.

Proses ini cukup cepat, sehingga terasa seperti pulsa/getaran yang dapat dirasakan pada pedal rem saat kita menginjak pedal tersebut.
Keras atau halusnya pulsa/getaran pada pedal berbeda tiap mobil, berkaitan dengan teknologi dan kualitas ABS yang digunakan.
Biasanya mobil mahal akan semakin tidak terasa getaran/pulsa nya.

 

 

 

Rem ABS pada sepeda motor. terlihat Sensor ABS dan Gear Pulsernya (bergaris2)

 

Gambar di bawah memperlihatkan teknologi ABS sangat membantu kendaraan untuk dapat menghindari dari kecelakaan saat melakukan pengereman mendadak.

Untuk kendaraan yang belum menggunakan teknologi ABS, lebih sulit untuk menghindari kecelakaan apabila teknik pengereman tidak benar.

 

 

BELAJAR ngeREM YUK… 

 

Kendaraan kita belum dilengkapi teknologi ABS? Yuk kita sama-sama belajar bagaimana mengoperasikan Rem dengan benar, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

 

1. INJAK PENUH ?

Cara pengereman ini paling sering dilakukan, dan umumnya karena berpikir bahwa REM adalah untuk membuat kendaraan berhenti, jadi perlu diinjak sekeras-kerasnya saat rem mendadak agar dapat berhenti. HINDARI CARA SEPERTI INI !!!

Cara pengereman mendadak dengan menginjak penuh pedal rem, umumnya membuat ban mengunci sehingga ban kehilangan grip, kendaraan akan terus meluncur dan sangat sulit untuk dikendalikan.  INI SANGAT BERBAHAYA! BERLATIH UNTUK TIDAK MELAKUKANNYA !!!

 

Gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman yang sangat panjang akibat ban kehilangan grip terhadap jalan/aspal:

 

2. PULSE BRAKING

Supaya ban mendapatkan grip saat melakukan rem mendadak, kita dapat melakukannya dengan menginjak-lepas-injak-lepas-injak-lepas pedal rem sedalam-dalamnya dengan cepat. Sebenarnya ini mirip yang dilakukan oleh teknologi ABS.
Dengan teknik Pulse ini jarak pengereman kendaraan menjadi lebih pendek, dan kendaraan dapat sambil dikendalikan arahnya.

Jadi saat melakukan Pulse Braking ini, kita dapat membelokkan kendaraan untuk menghindar dari tabrakan dengan yang di depan kita.

Gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman yang jauh lebih pendek ketimbang cara yang salah (no.1) di atas.

 

 

3. THRESHOLD

Cara ini mirip seperti nomor 1, tetapi pedal ditekan hingga hampir habis (titik kritis) sesaat sebelum ban terkunci, terus ditekan hingga kendaraan benar-benar berhenti.

Ternyata cara ini dapat memperpendek jarak pengereman, lebih pendek dari cara Pulse Braking di atas. Namun cara ini memerlukan latihan agar dapat benar-benar mengenali karakter dari rem kendaraan tersebut. Setiap kendaraan memiliki karakter perangkat rem yang berbeda-beda.

Pada gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman yang cukup pendek.

 
 

4. DENGAN ABS

Untuk kendaraan yang sudah menggunakan teknologi ABS, maka cara pengereman yang benar adalah saat melakukan Rem mendadak, injaklah penuh pedal rem secara cepat dan kuat, tetap tahan pedal tersebut hingga kendaraan berhenti.

Akan terasa pulsa/getaran pada pedal, itu normal, dan mendandakan fungsi ABS sedang bekerja mengatur pengereman di tiap roda.

Yang sering terjadi, banyak orang yang malah melepas injakan pedal rem tersebut dikarenakan kaget ada getaran pada pedal rem tersebut, sehingga kecelakaan pun terjadi karena kendaraan akhirnya terus meluncur.

Gambar di bawah memperlihatkan jarak pengereman ABS sangat baik.

 

Catatan:

  • Kita perlu meluangkan waktu untuk berlatih mengenal karakter kendaraan yang kita gunakan. Cari area kosong yang cukup luas untuk berlatih ngeRem yang benar hingga kita benar-benar mengenal karakter kendaraan tersebut. Berapa jarak pengereman efektif dari kendaraan tersebut.
  • Dengan mengenal karakter kendaraan, kita dapat menjadi lebih berhati-hati saat berkendara. Tidak memaksakan diri diluar batas kemampuan kendaraan tersebut.
  • Teknik Threshold juga dapat diterapkan pada kendaraan dengan rem ABS.
  • Jika dilakukan dengan baik,  jarak pengeremannya dengan teknik threshold dapat lebih pendek dibanding dengan ABS.
  • Perhatikan juga kendaraan di belakang kita saat akan melakukan pengereman mendadak, usahakan untuk dapat menghindar dari tabrakan beruntun.
  • Jika memungkinkan, ikuti kursus/pelatihan berkendara aman (Defensive Driving Course), untuk mendapatkan teori dan praktek yang lebih mendalam.

 
 
 

Berikut ini video yang cukup membantu..

 

ABS vs. No ABS

 

 

 

Threshold Braking

 

 

 

 

Penyedia Pelatihan Berkendara Aman:

 

 

Semoga bermanfaat!

 

32 Responses to Belajar ngeRem Yuk..

  1. […] Sumber: Saft7.com […]

  2. ajibhere says:

    thanks sharenya
    sangat bermanfaat

  3. jackwepa says:

    telat baca…tapi keren banget artikelnya…sekali lagi sayangnya telat baca…..

  4. deni says:

    kalo rem tangan blong kenapa ya ?

  5. makasarian says:

    Numpang sharing ke yg lain, ya Oom…
    http://www.ertigaclubindonesia.org/forum/index.php?topic=532.0

  6. Obat Kuat says:

    Terimakasih Atas Informasi yang anda berikan sangat berguna dalam teknik pengereman berkendara.

  7. Fikrullah says:

    Kendaraan motor bila belum dilengkapi dengan tekhnologi ABS,
    apa bisa di modif sehingga dapat mempunyai tekhnologi ABS ?
    Terima Kasih

  8. Faisal says:

    Om Saft, kalau buat pengendara mobil pemula, yang jadi patokan sisi kiri supaya ga mentok batas jalan di kiri apa ya? terutama pada mobil yang punya bagian depan lebih panjang

    regards,
    Fais

  9. Gogo says:

    mantabs.. selain skill offensive, defensive jg mtlak..

    perlu membiasakan mengerem dg tepat

  10. samuel teknik says:

    hebat om… oke banget infonya..

  11. Iin says:

    Berguna bgt gan. Ijin share ah.

  12. thanks om… artikel-nya sungguh2 bermanfaat.. minta ijin untuk dishare ya :-)

  13. handoko says:

    Yth. Om Saftari

    Artikel yg anda tulis ini mengingatkan kita utk kembali menyadarkan diri kita sendiri cara mengerem yg benar dalam membawa kendaraan dengan baik.

    Apakah dalam membawa kendaraan jenis sedan dengan ban jenis AT (ban halus) dan Jip dengan jenis ban MT (ban pacul), dalam pengereman itu apa perlakuanya sama.

    Bila perlakuan tidak sama mohon penjelasan Om.
    Tk.
    Handoko

  14. daffygaul says:

    iyahhhh perlu banget training Defensive ! kalo minat training ini hubungi saya yaks

  15. asep says:

    terima kasih banyak om artikelnya, sangat bermanfaat….
    keep posting om.

  16. Emil Hamzah says:

    Kang Saft..mantaap…and thank you.
    Jadi pengen nanya, adakah referensi ilmiahnya mengapa dengan bermacam cara pengereman menghasilkan jarak yg berbeda. Misalnya mengapa justru pada teknik threshold yg tidak diinjak penuh atau pulse yang notabene “kurang pakem” justru lebih pendek jarak pengereman dibandingkan dengan diijak penuh.dst dst.
    Bagaimana dengan jenis ban, berat kendaraan, kondisi jalan, berapa besar (mungkin dalam persen) andilnya dalam “kesuksesan pengereman”
    Maaf banyak tanya, maklum newbie, salam kangen kang Saft.

    Emil

  17. Nyoman Satria Aditya Putra says:

    wah artikel yang sangat berguna..tentunya perlu latihan juga buat para pengemudi
    tanya nih om, bukan nya ABS itu tidak mengurangi jarak pengereman? dari yg pernah saya baca sih..

  18. omden says:

    Siippp… banget infonya om…. ^__^

  19. omden says:

    Terima kasih infonya……
    Amat sangat membantu….

  20. m_ilhami says:

    Om saft, kalau mengerem sambil zig zag begitu apa sudah dicoba untuk kendaraan jenis MPV ? Apa nanti tidak terguling? Dengan ilustrasi mengerem sambil membelok/zigzag nanti malah salah tafsir terus menyenggol kendaraan di jalur kanan/kiri nya.

    Teori dasar abs itu adalah koefisien gesek static > koefisien gesek dinamis. Ketika di rem mengunci, maka yang gesekan yang berlaku adalah koefisien gesek dinamis sehingga jarak pengereman bertambah.

    • saft says:

      Tentunya teknik2 ini sudah diterapkan di seluruh dunia dengan berbagai kendaraan termasuk yang tinggi. Juga saat menghindar tidak terlalu brutal sehingga hilangnya keseimbangan kendaraan. Lagi-lagi, sempatkan untuk melatih kemampuan ngeRem. Seperti yang ditampilkan di atas, ABS belum tentu pasti lebih pendek jarak pengeremannya.

    • evolet says:

      jarak pengereman nya akan bertambah itu jika direm mengunci, namun cara kerja abs sesuai nama nya dong. saat di rem hingga ban terkunci / slip / kehilangan grip atau kehilangan pijakan nya sistem nya otomatis akan menurunkan tekanan pengeraman nya, hal ini memberi kesempatan kepada ban/ roda untuk mendapat kan gerip nya kembali, secara otomatis slip dapat dikatakan berkurang bahkan hampir benar2 tidak terjadi.

      jadi jika tidak terjadi atau hampit tidak terjadi lock braking atau pun slip apa menurut anda?
      A. pengereman baik
      B. pengereman tetap buruk

      mungkin anda harus membaca ulang blog ini. hingga bener benar mengerti teori abs setelah kita ketahui bahwa ABS mencegah pengereman agar tidak selip anda pasti tahu jawaban nya atau silahkan di praktekan mana yang lebih cepat berhenti antara
      A. rem hingga selip atau
      B. rem tanpa terjadi slip

  21. Ricky says:

    Mantab gan info dan ilustrasinya…. :)
    ———-
    Ricky

  22. trie says:

    mas, mohon izin share yahh, tengkyuu…

  23. Pringgo says:

    Mantab…
    Akhirnya muncul juga artikelnya…
    Thx om…

  24. dezig!™ says:

    Mantav, kang Saft!

  25. Rifki says:

    Om, terima kasih banyak infonya … very helpfullll …

    cheers,

    Rifki

  26. Saftari says:

    Tips untuk motor, menyusul ya…

Leave a Reply





Switch to our mobile site

Tips Otomotif saft7.com