Sudah dibaca sebanyak 3929 kali

Mesin nembak-nembak… mungkin kita pernah mendengar dari mesin mobil atau motor kendaraan lain atau mungkin kita mengalami sendiri pada mesin mobil / motor kita.

“Nembak-nembak” tadi di dunia otomotif disebut dengan istilah Backfire. Backfire terjadi saat mesin bekerja. Bisa terjadi di Intake (jalur masuk udara dan bensin) dan juga di Exhaust (jalur gas buang / knalpot).

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Saat ini sudah jarang terjadinya Backfire, dikarenakan umumnya sudah berteknologi injeksi (Electronic Fuel Injection). Sistem EFI memperkecil terjadinya backfire, karena didukung oleh manajemen pengapian dan supply bensin yang baik hingga kontrol emisi yang saling berkaitan.
Tetapi, bukan tidak mungkin untuk tetap terjadinya backfire pada mesin injeksi.

Intake-Backfire

Ledakan yang terjadi di intake umumnya terjadi akibat campuran bahan bakar dan udara yang tidak sempurna karena terlalu ‘kurus’ / Lean / miskin. Yaitu kandungan bensin terlalu sedikit berbanding kandungan udara. (idealnya adalah 14.7 butir udara berbanding 1 butir bensin). Karena terlalu sedikitnya bensin dalam campuran yang masuk ke ruang bakar, membuat campuran tersebut sangat lambat, bahkan tidak bisa terbakar oleh percikan busi.

Akibatnya, saat valve (klep) exhaust membuka untuk proses pembuangan,.. panasnya membakar bensin yang tidak bisa / lambat terbakar tadi, ketika panas itu mulai membakar bensin tadi, secara bersamaan valve intake membuka untuk proses hisap menyalurkan campuran bensin+udara baru, hasilnya terjadilah ledakan yang apinya bisa menyulut menyebar sampai ke filter udara dalam sekejap.
Pada kondisi ini, sebenarnya ledakan terjadi juga bersamaan di intake dan exhaust.

Intake-backfire juga bisa terjadi akibat timing pengapian yang terlalu maju. Jadi saat Valve Intake membuka untuk men-supply campuran bensin dan udara, sebelum Valve tersebut menutup.. busi sudah memercikkan api..

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

Akibatnya, ledakan terjadi tidak di ruang bakar saja, melainkan juga menyebar masuk ke intake manifold hingga ke filter udara.

Exhaust-Backfire

Yaitu terjadinya ledakan pada jalur keluar / gas buang. Dalam hal ini akan terdengar melalui knalpot. Kalau knalpotnya mempunyai daya redam yang baik, bunyi yang keluar tidak terdengar keras.

Exhaust-backfire terjadi akibat bensin yang tidak terbakar di ruang bakar, baru terbakar setelah dibuang ke exhaust manifold (jalur knalpot) yang sangat panas. Ledakan di luar ruang bakar ini menghasilkan bunyi yang keras.

Exhaust-backfire biasanya diakibatkan oleh timing pengapian yang salah atau terlambat, sehingga bensin+udara belum sempat dibakar, sudah dibuang ke exhaust yang sangat panas sehingga ledakan terjadi di knalpot.

Exhaust-backfire juga bisa disebabkan karena campuran bensin+udara yang tidak baik, sehingga susah bahkan tidak bisa terbakar oleh percikan busi.

[ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

AKIBAT BACKFIRE

  • Kehilangan Tenaga Mesin: setiap ledakan yang terjadi di ruang bakar menghasilkan tenaga untuk poros mesin berputar. jika ledakan tidak terjadi di ruang bakar, maka mesin kehilangan tenaga putarnya.
  • Boros BBM: setiap butir Bahan Bakar, diharapkan dapat menjadi tenaga untuk memputar poros mesin.
  • Komponen Mesin Rusak: Selang / Hose Intake bisa sobek atau pecah, Knalpot bocor, Filter udara sobek/hancur, dll.
  • BACKFIRE DI DUNIA BALAP

    Pernahkah memperhatikan mobil balap saat memasuki tikungan tajam atau memperlambat kecepatan, terdengar suara ledakan-ledakan (backfire)…
    Hal tersebut sering terjadi akibat campuran bensin+udara yang ‘rich’, sehingga banyak bensin yang belum sempat terbakar, terbuang ke Exhaust Manifold saat pedal gas dilepas (throttle closed) tiba-tiba.
    Fenomena backfire dalam dunia balap dan drag-race membuat kesan “cool”.
    Lebih seru lagi, hingga dipasang Flame Thrower pada knalpot yang menyemburkan kobaran api… Wow..

    [ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]

    PENYEBAB BACKFIRE:

  • Tekanan bensin rendah: bisa disebabkan oleh filter bensin kotor/mampet, pompa bensin bermasalah, fuel injector kotor/mampet, Fuel Pressure Regulator bermasalah, selang vacuum Fuel Pressure Regulator rusak/sobek.
  • Salah urutan pemasangan kabel busi
  • Penggunaan busi yang tidak tepat / busi mati.
  • Timing pengapian yang tidak tepat.
  • Valve Intake bermasalah (nyangkut, bocor)
  • Pusing Mengalami backfire..

    Terjadi juga di mobilku sesaat sebelum libur lebaran 2009 yang lalu..
    Mesin bekerja agak kasar, sedikit bergetar,.. Saat mesin sudah mencapai suhu kerjanya.. saat dibawa jalan,.. mesin tertahan di putaran 2500rpm, ketika pedal gas di injak lebih dalam, terdengar letupan di ruang mesin dan di knalpot bersamaan.
    Mencoba konsultasi dengan teman-teman yang mengerti mesin, hampir semuanya mengatakan ada masalah dengan pengapian atau timing pengapian.

    Kebetulan kabel busi ternyata ada yang sobek, namun setelah dicoba diperbaiki, tetap saja terjadi backfire, dan mesin tidak bertenaga.
    Mencoba ganti Ignition Coil,.. sama saja.
    Mencoba stel klep + ganti oli mesin… sama saja.
    Cek Kompresi mesin… bagus semua.

    Duh apa dong ya?..

    Coba untuk ganti busi lagi..

    Baru berjalan sekitar 2 kilometer,.. ketika busi dibuka, ternyata busi nomor 1,2 dan 3 berwarna hitam.. sementara busi nomor 4,5 dan 6 masih putih bersih (pembakaran sempurna).

    Waah.. busi hitam tersebut tanda bensin tidak terbakar dengan baik… tentunya bisa karena semprotan Fuel Injector yang tidak sempurna.

    Besoknya saya coba bersihkan Fuel Injector di bengkel yang punya mesin Ultrasonic Fuel Injector Cleaner…

    .

    Benar saja..
    saat Fuel Injector di test,.. ternyata injector nomor 1,2 dan 3 hanya mampu menyemprotkan bensin setengah dari injector lainnya.
    Ini yang membuat campuran bensin+udara menjadi sangat LEAN (kurus), sehingga bensin tidak terbakar, dan baru terbakar di Exhaust Manifold yang menyebabkan backfire.

    Setelah fuel injector bersih kemudian dipasang kembali di mobil (tidak lupa mengganti O-Ring Injector dengan yang baru).

    Hasilnya…. mesin kembali halus dan sangat bertenaga saat dibawa jalan.
    Usia Fuel Injector pada mesin saya masih bisa dikatakan baru, sekitar 9 bulan yang lalu seluruhnya diganti baru. Namun kotoran pada tangki bensin yang lolos dari saringan filter bensin membuat fuel injector mampet.

    Selesai itu semua, saya segera setel CO (uji emisi) agar pembakaran bbm lebih sempurna lagi, dan mobil benar2 sehat.
    Jadi deh mudik lebaran dengan mobil sehat…. maknyusss…

    [ www.saft7.com – automotive tips and sharing ]